cover
Contact Name
Widya Kartika Sari
Contact Email
kartikasariwidya56@gmail.com
Phone
+6282185482899
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan Program Studi Bimbingan dan konseling Jln. A. Yani No. 1 Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Psikodidaktika: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25486500     EISSN : 26153297     DOI : https://doi.org/10.32663/psikodidaktika
Core Subject : Education,
The journal psikodidaktika is scientific article in prodi guidance and counseling Education Faculty of Teacher university Prof.Dr.Hazairin, S.H Bengkulu. Scientific article contains about writings relating to the science education, the science of psychology and guidance and counseling. Scientific article is rising twite a year , with a period terbitanya is in December and June.
Articles 75 Documents
KARAKTERISTIK RESILIENSI PADA PENDERITA SKOLIOSIS Marsal Yunas Muliadi; Irman
Psikodidaktika Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v8i2.3280

Abstract

Penelitian ini dipicu oleh pengalaman diskriminasi yang dialami oleh individu dengan skoliosis pada fase awal dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kemampuan karakteristik resiliensi yang ditunjukkan oleh penderita skoliosis. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang menitikberatkan pada respons subjek yang mengalami skoliosis di Bukittinggi. Pengumpulan data melibatkan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data mengacu pada teori Miles & Huberman, dan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan beberapa hal kunci. Pertama, dalam hal regulasi emosi, subjek menghadapi kesulitan dalam mengontrol emosi akibat skoliosis dan seringkali mengalami diskriminasi dari teman sebaya, yang menyebabkan perasaan kesal. Kedua, dua subjek dalam penelitian ini menunjukkan sifat resilien dengan memperlihatkan aspek positif seperti kontrol impuls, optimisme, empati, self-efficacy, analisis sebab-akibat, dan mencari dukungan, yang memungkinkan mereka beradaptasi secara positif dengan lingkungan sekitar.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU MENCONTEK nur Kur'ani
Psikodidaktika Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v8i2.3526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan perilaku mencontek, hubungan efikasi diri dengan perilaku mencontek dan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan efikasi diri dengan perilaku mencontek. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala perilaku mencontek, skala motivasi belajar dan skala efikasi diri. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini ialah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada hubungan negatif antara motivasi belajar dengan perilaku mencontek dengan nilai r= -0, 431. Hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar maka semakin rendah perilaku mencontek, sebaliknya semakin rendah motivasi belajar maka semakin tinggi perilaku mencontek; 2) Ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan perilaku mencontek dengan nilai r= -0,648. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah perilaku mencontek dan semakin rendah efikasi diri maka semakin tinggi perilaku mencontek; 3) Hasil regresi linear berganda menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan efikasi diri secara bersama-sama dengan perilaku mencontek. Maka dari itu siswa diharapkan menghindari perilaku mencontek dengan berusaha meningkatkan motivasi belajar dan efikasi diri.
ANALISIS KECENDERUNGAN AGRESIVITAS DITINJAU DARI KONTROL DIRI SISWA Fadhlina Rozzaqyah; Adlia Aisyah Putri; Mutiara Rohma Syahiroh
Psikodidaktika Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v8i2.3539

Abstract

Agresivitas pada remaja kerap menjadi isu yang menghantui dunia pendidikan, karena tidak hanya remaja menjadi korban agresivitas tetapi juga pelakunya. Kecenderungan agresivitas pada remaja dapat dipengaruhi kemampuannya dalam mengontrol diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran kecenderungan perilaku agresivitas ditinjau dari kontrol diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survey. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 161 siswa di SMP Muhammadiyah 1 Palembang dan sampel sebanyak 104 yang ditentukan secara purposive sampling dengan kriteria sampel adalah siswa yang memiliki kontrol diri sedang, rendah dan sangat rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecenderungan perilaku agresivitas dan skala kontrol diri menggunakan skala pengukuran likert dengan nilai reliabilitas skala agresivitas sebesar rii = 0,900 dan skala kontrol diri sebesar rii = 0,787. Analisis data menggunakan analisis dekriptif distribusi frekuensi menggunakan formula persentase. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang memiliki kontrol diri sedang sebagian besar memiliki kecenderungan agresivitas rendah dengan persentase 39% (26 siswa), selanjutnya siswa dengan kontrol diri rendah sebagian besar memiliki kecenderungan agresivitas sedang dengan persentase 54% (15 siswa), dan siswa dengan kontrol diri sangat rendah sebagian besar memiliki kecenderungan agresivitas sedang dengan persentase 40% (4 siswa) dan sangat rendah dengan persentase 40% (4 siswa).
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA KORBAN BULLYING DI KARAWANG Afni Jahara Ainy; Wina Lova Riza; Dina Aisha
Psikodidaktika Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v8i2.3956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar pada remaja korban bullying di Karawang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah kausalitas asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja korban bullyingdengan rentang usia 12 tahun sampai 22 tahun yang berdomisili di Karawang dengan jumlah yang tidak diketahui. Sehingga teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling, dengan metode samplingnya accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 reponden. Skala yang digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua adalah Parenting Style Inventory-II. Sedangkan skala yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar adalah Accademic Motivation. Uji analisis aitem dengan menggunakan metode correct aitem-total corelation. Uji reliabilitas menggunakan teknik alpha ) dengan Cronbach’s Alpha Guilford > 0,80. Uji normalitas menggunakan uji kolmogorov-smirnov dengan taraf signifikansi 5%. Uji linearitas menggunakan uji anova dengan signifikan 0,556 > 0,05. Hasil uji regresi linier sederhana pada penelitian ini 0,000 <0,05 yang berarti hipotesis penelitian ini diterima yaitu, ada pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar pada remaja korban bullying di Karawang. Hasil uji koefisien determinasi dengan R Square 0,249, maka besaran pengaruh variabel pola asuh orang tua terhadap variabel motivasi belajar adalah 24,9%.
PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU CELEBRITY WORSHIP PADA REMAJA PECINTA J-POP CULTURE DI KARAWANG Faisal, Iman Agus; Wina Lova Riza; Citra Hati Leometa
Psikodidaktika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v9i1.4023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap perilaku celebrity worship pada remaja pecinta J-Pop Culture di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja rentang usia 13 tahun sampai 18 tahun yang memiliki minat terhadap J-Pop culture yang berdomisili di Karawang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non-probability sampling, dengan metode sampling insidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 112 responden. Skala yang digunakan untuk mengukur konsep diri adalah personal self concept questionare (PSCQ) dari. Sedangkan, skala yang digunakan untuk mengukur perilaku celebrity worship adalah Celebrity Attitude Scale (CAS). Uji normalitas menggunakan menggunakan uji kolmogorov-smirnov dengan taraf signifikansi 0.200 > 0.050 sehingga berarti data berdistribusi normal. Uji linearitas menggunakan uji anova dengan signfikansi 0.000 < 0.050 sehingga dapat ditarik kesimpulan hubungan antara konsep diri dan celebrity worship linear. Hasil uji regresi linier sederhana pada penelitian ini adalah 0.000 < 0.050 yang berarti hipotesis penelitian ini diterima dengan koefisien determinasi R2=0.779 atau 77.9%. Artinya, ada pengaruh signifikan antara konsep diri terhadap perilaku celebrity worship pada remaja pecinta J-Pop culture di Karawang.
KUALITAS LAYANAN BIMBINGAN KONSELING: PERAN SUPERVISOR DALAM PENINGKATAN MUTU wahid suharmawan; Mudafiatun Isriyah
Psikodidaktika Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v8i2.4128

Abstract

Keberhasilan program bimbingan konseling tidak lepas peran supervisor dalam memastikan mutu layanan yang diberikan oleh guru BK. Keprihatinan penulis terhadap kualitas layanan BK dan supervisi menarik untuk dibahas agar muncul kehadiran untuk mampu merasakan sejauh mana kualitas layanan BK di sekolah. Tulisan dalam artikel ini menggunakan metode Literatur Review artinya penulis mengumpulkan tulisan yg terbit di jurnal ilmiah nasional terakreditasi semuanya terkait tujuan artikel. Ditemukan dari hasil penelitian bahwa; 1.) Pelaksanaan pengawasan kinerja Guru BK oleh Pengawas/Supervisor hanya bersifat kelengkapan bukti fisik administratif, 2.) Idealnya pelaksanaan Supervisi dilakaukan secara terjadwal, tahunan, semesteran, 3.) Beberapa ditemukan pelaksana supervisi bukan berlatar belakang  dan menyamaksan proses supervisi sama dengan guru mata pelajaran, 4.) Kurang berminatnya pihak sekolah dan pimpinan sekolah belajar memahami keunikan layananBK di sekolahsecara komprehensif,  dan 5.) Pada buku Panduan Operasional Pelaksanaan BK/POP BKmasih kurang luas membahas pelaksanaan supervisi di lapangan secara rinci dan detil. Supervisor bertanggung jawab untuk memantau pelaksanaan kegiatan bimbingan konseling dan hasilnya tercermin dalam perkembangan dan kehidupan siswa atau konseli yang lebih baik. Oleh karena itu, supervisor bimbingan konseling perlu memiliki kemampuan; kepemimpinan, hubungan interpersonal, pengelolaan kelompok, administrasi personel, bimbingan konseling, dan kemampuan dalam evaluasi.Penerapan supervisi bimbingan konseling yang efektif telah terbukti dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru bimbingan konseling serta membantu mereka mengembangkan keterampilan dalam memberikan layanan bimbingan konseling.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RESILIENSI MAHASISWA DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI Jamilatul Zahra; Linda Yarni
Psikodidaktika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v9i1.4323

Abstract

  Temuan penelitian ini didasarkan pada pengamatan bahwa mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi di bidang bimbingan dan konseling sulit untuk bangkit kembali ketika mendapat tekanan dari dosennya untuk menyelesaikannya, sehingga menyebabkan mereka kehilangan harapan dan rasa percaya diri.Siswa sangat membutuhkan bantuan teman-temannya dalam keadaan seperti ini.Dukungan teman sejawat sangat berperan penting dalam menjaga semangat mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mahasiswa bimbingan dan konseling yang sedang menyelesaikan skripsi di Fakultas Tarbiyah dan Jurusan Keguruan, Bimbingan dan Konseling UIN SMDD Bukittinggi mempunyai hubungan antara resiliensi dengan dukungan teman sebaya. Investigasi terhadap hubungan ini dilakukan secara kuantitatif.Penelitian ini diikuti oleh 30 sampel dan 204 mahasiswa bimbingan dan konseling UIN SMDD Bukittinggi angkatan 2018–2020. Temuan hipotesis menunjukkan bahwa kedua variabel dukungan sosial teman sebaya dan ketahanan memiliki hubungan yang signifikan, dengan Sig. (2-tailed) bernilai 0,002 karena lebih kecil dari 0,05. Selain itu, hubungan yang cukup kuat atau substansial antara korelasi dengan resiliensi ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,340.  
SURVEI LITERASI KESEHATAN MENTAL PADA GURU SMP DAN SMA/SMK Putri, Carina Handy; Novianty, Anita
Psikodidaktika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v9i1.4344

Abstract

Prevalensi gangguan mental pada remaja Indonesia terus meningkat. Realitanya, jumlah tenaga spesialisasi kesehatan mental di Indonesia lebih sedikit dari kasus gangguan mental yang terjadi. Guru merupakan tokoh penting bagi remaja yang menghabiskan banyak waktu dalam sehari di sekolah, penting untuk memiliki kemampuan identifikasi kasus masalah kesehatan mental dan memberikan pertolongan segera atau merujuk keprofesional. Studi ini bertujuan mengukur literasi kesehatan mental dari guru SMP/ SMA/ SMK. Pengambilan data menggunakan Mental Health Literacy Scale dan empat vignette. Partisipan merupakan 59 guru SMP/ SMA/ SMK. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan guru yang menjawab dengan tepat terkait pengetahuan umum tentang kesehatan atau gangguan mental sebanyak 60,04%. Guru yang merekognisi gangguan mental dengan tepat: ADHD (89,8%), gangguan depresi mayor (72,9%), gangguan kecemasan menyeluruh (64,4%), dan skizofrenia (42,4%). Guru berpandangan bahwa gangguan mental dapat sembuh dari keinginan diri sendiri: vignette gangguan depresi mayor (94,9%), gangguan kecemasan menyeluruh (83,1%), ADHD (71,2%), skizofrenia (69,5%). Guru meyakini gangguan kecemasan menyeluruh (54,3%), gangguan depresi mayor (49,1%), ADHD (42,4%), dan skizofrenia (35,6%) disebabkan karena kelemahan pribadi. Guru berpandangan bahwa gangguan kecemasan menyeluruh (45,8%), gangguan depresi mayor (45,7%), ADHD (34,8%), skizofrenia (33,9%) bukan merupakan penyakit medis yang nyata. Guru merasa percaya diri untuk membantu siswa dengan gangguan mental secara tepat (54,3%) dan mengajarkan topik kesehatan mental (57,6%).
KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR UNTUK PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Dewin Sukoc; Taufik Ismail; Budiarda Widya Laksana
Psikodidaktika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v9i1.4348

Abstract

  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis studi pustaka (library research) dengan mengambil berbagai sumber untuk menjadi rujukan penelitian. Pada penelitian ini membahas bagaimana konsep dasar bimbingan dan konseling karir di sekolah dasar.  Konsep dasar bimbingan dan konseling karir di sekolah dasar merupakan bantuan yang ditujukan untuk peserta didik memahami dirinya dan lingkungan sekitanya. Pemberian bimbingan dan konseling karir memiliki tujuan yaitu agar peserta didik dapat merencanakan karir, mengambil keputusan dan memahami dirinya sendiri. Dengan adanya bimbingan karir di tingkat sekolah dasar dapat mencegah peserta didik kebingungan dalam mentukan pilihan jenjang pendidikan selanjutnya dan dapat mempersiapkan diri untuk dapat mencapai karir yang diingingkan. Hal ini dikarenakan dalam usia peserta didik di tingkat sekolah dasar merupakan usia yang dalam perkembangan karir masuk dalam fase fantasi yang mana mempertanyakan berbagai hal terkait profesi seperti, guru itu apa, dokter itu apa dan lain sebagainya. Sehingga, apabila bimbingan dan konseling karir telah diberikan sejak dini akan dapat mempengaruhi peserta didik dalam melangkah kedepannya.
PERBEDAAN POTENSI SELF HARM ANTARA PESERTA DIDIK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SMA NEGERI 1 SENDANG AGUNG LAMPUNG TENGAH Wibowo, Agus; Uswatun Hasanah
Psikodidaktika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v9i1.4394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan potensi selfharm siswa putra dan putri SMAN 1 Sendang Agung tahun pelajaran 2023/2024. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa SMAN 1 Sendang Agung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan Self Harm Inventory (SHI). Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif tipe komparatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean selfharm pada siswa laki-laki sebesar 7,3333 dan siswa perempuan sebesar 9,6667. Diketahui bahwa nilai rata-rata selfharm siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata selfharm siswa laki-laki, dan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan potensi selfharm antara siswa laki-laki dan perempuan, hal ini diperkuat dengan hasil yang diperoleh. perhitungan analisis menggunakan uji T yang menunjukkan nilai thitung > ttabel (3,236 > 2,060) dengan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian berarti terdapat perbedaan potensi menyakiti diri sendiri antara siswa laki-laki dan perempuan. Artinya potensi menyakiti diri sendiri yang dilakukan siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan potensi menyakiti diri sendiri yang dilakukan siswa laki-laki SMA Negeri 1 Sendang Agung.