cover
Contact Name
Widya Kartika Sari
Contact Email
kartikasariwidya56@gmail.com
Phone
+6282185482899
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan Program Studi Bimbingan dan konseling Jln. A. Yani No. 1 Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Psikodidaktika: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25486500     EISSN : 26153297     DOI : https://doi.org/10.32663/psikodidaktika
Core Subject : Education,
The journal psikodidaktika is scientific article in prodi guidance and counseling Education Faculty of Teacher university Prof.Dr.Hazairin, S.H Bengkulu. Scientific article contains about writings relating to the science education, the science of psychology and guidance and counseling. Scientific article is rising twite a year , with a period terbitanya is in December and June.
Articles 85 Documents
 KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK DIALECTICAL BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL WELLNESS SISWA SMP  muya barida
Psikodidaktika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v11i1.5403

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji sejauh mana konseling kelompok dengan pendekatan Dialectical Behavior Therapy (DBT) efektif dalam meningkatkan social wellness pada siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pre – eksperimen one group pretets-posttest. Subjek penelitian berjumlah lima siswa (n=5) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data menggunakan skala social wellness untuk mengukur tingkat social wellness siswa. Efektivitas konseling kelompok Dialectical Behavior Therapy dalam meningkatkan social wellness siswa dapat dilihat dari perbedaan hasil uji sample t-test dengan nilai sig. 0,03 lebih kecil dari 0,05 (0,03 < 0,05). Perbedaan nilai rata – rata sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata – rata dari 53 pada pretest menjadi 57 pada posttets (57 > 53). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konseling kelompok Dialectical Behavior Therapy (DBT) efektif.
ANTARA LELAH DAN DUKUNGAN: BAGAIMANA  ACADEMIC BURNOUT DAN FAMILY SUPPORT MEMPENGARUHI PROKRASTINASI AKADEMI MAHASISWA Iin Yulianti; Erni Zuliana; Novi Sundari
Psikodidaktika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v11i1.5484

Abstract

Academic procrastination is a common problem faced by many students, including universitystudents. This study was motivated by the phenomenon of academic procrastination among universitystudents, which is presumed to be influenced by internal factors such as academic burnout andexternal factors such as family support. The purpose of this study was to examine the relationshipbetween academic burnout and family support with academic procrastination among universitystudents.This study employed a quantitative approach using multiple regression analysis. Thesampling technique used was purposive sampling, involving 67 university students in Indonesia asparticipants. Data were collected using three instruments: the Academic Procrastination Scale, theAcademic Burnout Scale, and the Family Support Scale. Data analysis was conducted using JASPfor Windows version 0.19.1.0.The results revealed a significant simultaneous relationship betweenacademic burnout and family support with academic procrastination (R = 0.366; F = 4.953; p <0.05), with an effective contribution of 13.6%. Partially, there was no significant positiverelationship between academic burnout and academic procrastination (effective contribution =3.9%). In contrast, a significant negative relationship was found between family support andacademic procrastination (effective contribution = 9.7%).The findings indicate that family supportplays a more dominant role in reducing academic procrastination among university studentscompared to academic burnout. 
CAREGIVING CHALLENGES AND FAMILY RESILIENCE  AMONG PARENTS OF CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDER IN PURWOKERTO Ellen Prima
Psikodidaktika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v11i1.5561

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi neurodevelopmental kompleks yang tidak hanya menimbulkan tantangan dalam komunikasi dan perilaku, tetapi juga menghadapkan keluarga pada stigma dan beban psikososial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pengasuh anak dengan ASD di Purwokerto melalui perspektif Family Empowerment dan Stigma Theory. Desain penelitian menggunakan analisis tematik dengan data yang dikumpulkan dari 15 pengasuh (N1–N15) melalui wawancara semi-terstruktur antara Maret hingga November 2024. Hasil penelitian mengungkap empat tema utama: kesulitan pengasuhan, penerimaan dan pertumbuhan pribadi, mekanisme coping keluarga, serta interaksi sosial. Para pengasuh melaporkan distress emosional yang intens saat menerima diagnosis, dengan beberapa mengalami rasa bersalah, depresi, bahkan ide bunuh diri. Beban ekonomi juga signifikan, dengan biaya rehabilitasi bulanan berkisar Rp20–45 juta, yang sering memaksa salah satu orang tua berhenti bekerja untuk merawat penuh waktu. Meskipun menghadapi tantangan berat, keluarga menunjukkan resiliensi, di mana penerimaan dan pemberdayaan menjadi titik balik yang mengubah kerentanan menjadi kekuatan. Dukungan komunitas dan lingkungan inklusif diidentifikasi sebagai faktor penting dalam mengurangi stigma dan memperkuat kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma berfungsi sebagai beban ganda—internal dan eksternal—sementara Family Empowerment menjadi strategi penting untuk meningkatkan resiliensi pengasuh, memperbaiki hasil perkembangan anak, serta memberikan dasar bagi intervensi kebijakan di Indonesia.
HUBUNGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYYAH GORONTALO Adinda Kariem Kambey; Lenny Syamsuddin; Fahri Kamuli
Psikodidaktika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v11i1.5581

Abstract

This study aims to determine the relationship between Fear of Missing Out (FOMO) and consumptive behavior among students who use TikTok social media at Universitas Muhammadiyah Gorontalo. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The population in this study consisted of 357 students from various academic majors, all of whom were selected as the research sample using a purposive sampling technique. Data collection was conducted using the Fear of Missing Out (FOMO) scale developed based on the aspects proposed by Przybylski et al. (2013), as well as a consumptive behavior scale based on the aspects proposed by Lina and Rosyid (1997). The data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results of the analysis showed a positive and significant relationship between Fear of Missing Out (FOMO) and consumptive behavior, with a correlation coefficient value of 0.565 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that the relationship falls within the moderate category. In addition, the coefficient of determination (R²) value was 0.331, indicating that Fear of Missing Out contributed 33.1% to consumptive behavior. In other words, the higher the level of Fear of Missing Out (FOMO), the higher the tendency toward consumptive behavior.
PENGARUH SELF-COMPASSION DAN STATUS GIZI TERHADAP TINGKAT STRES PADA REMAJA PUTRI Rochmawati Rochmawati
Psikodidaktika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v11i1.5594

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-compassion dan status gizi terhadap tingkat stres pada remaja putri di Universitas Gunadarma tahun 2025. Stres merupakan masalah kesehatan mental yang banyak dialami remaja putri, namun determinan psikologis dan fisiknya jarang dikaji secara bersamaan. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional diterapkan pada 188 mahasiswi berusia 18–24 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Self-Compassion Scale (SCS, 26 item), Perceived Stress Scale (PSS-10), dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), lalu dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik ordinal pada α = 0,05. Sebagian besar responden mengalami stres sedang (51,1%), memiliki self-compassion sedang (67,6%), dan status gizi normal (62,2%). Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan self-compassion berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres (p < 0,05), sedangkan status gizi tidak signifikan (p > 0,05); model menjelaskan 12,2% variasi stres (Nagelkerke R² = 0,122). Dengan demikian self-compassion merupakan faktor protektif yang bermakna terhadap stres pada remaja putri dan mendukung intervensi psikososial berbasis belas kasih diri dalam praktik kebidanan komunitas.