cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): Februari" : 31 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN SOAL HOTS DAN PENGGUNAAN SOFTWARE WONDERSHARE QUIZ CREATOR KEPADA GURU SMA YPK MERAUKE Jesi Jecsen Pongkendek; Dewi Natalia Marpaung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.665 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3761

Abstract

Abstrak:  Pendidikan saat ini menuntut guru harus mampu mengembangkan penilaian terhadap peserta didik yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan melaksanakan ujian berbasis komputer (CBT). Software Wondershare Quiz Creator dapat digunakan dalam pelaksanaan CBT. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini yaitu memberikan pemahaman kepada guru dalam menyusun soal HOTS, memberikan kemampuan kepada guru untuk dapat menggunakan software Wondershare Quiz Creator, dan mengaplikasikan soal ujian yang telah disusun ke dalam software Wondershare Quiz Creator. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada bagian akhir kegiatan diberikan angket respon peserta. Data respon peserta dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh presentasi respon peserta untuk setiap aspek. Berdasarkan hasil pengabdian ini, dapat disimpulkan antara lain (1) guru telah mampu menyusun soal HOTS, (2) guru mampu menggunakan software Wondershare Quiz Creator, (3) guru mampu menginput soal kedalam software Wondershare Quiz Creator, (4) antusias peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan, dan (5) respon peserta yang sangat baik lewat hasil angket respon peserta (materi 1 = 96,6%, materi 2 = 96,7%, dan software Wondershare Quiz Creator = 95,8%). Abstract:  Current education requires teachers to be able to develop assessments of students who can measure higher order thinking skills (HOTS) and carry out computer-based exams (CBT). Wondershare Quiz Creator software can be used in CBT implementation. The purpose of this service is to provide understanding to teachers in compiling HOTS questions, giving teachers the ability to use the Wondershare Quiz Creator software, and to apply exam questions that have been compiled into the Wondershare Quiz Creator software. The method of implementing this service is preparation, implementation and evaluation. At the end of the activity a participant response questionnaire was given. Participant response data were analyzed descriptively to obtain a presentation of participant responses for each aspect. Based on the results of this dedication, it can be concluded that (1) the teacher has been able to compile HOTS questions, (2) the teacher is able to use the Wondershare Quiz Creator software, (3) the teacher is able to input questions into the Wondershare Quiz Creator software, (4) the participants' enthusiasm in following training activities, and (5) excellent participant responses through the results of participant response questionnaires (material 1 = 96.6%, material 2 = 96.7%, and Wondershare Quiz Creator software = 95.8%).
PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA POP-UP UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI RELIGIOSITAS KEPADA GURU TPA Syihaabul Hudaa; Yumniati Agustina; Irma Novida; Ahmad Bahtiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.232 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3434

Abstract

Abstrak: Guru-guru TPA dalam era modern cenderung mengajarkan nilai-nilai religiositas melalui pembelajaran agama, mengaji, dan ceramah. Akan tetapi, hal tersebut justru membuat siswa merasakan bosan dan tidak dapat menyimak dengan baik. Melalui pelatihan ini, pembina bertujuan mengajarkan kepada guru TPA membentuk suatu media yang kreatif yang di dalamnya terimplementasi nilai-nilai religiositas melalui model pop-up yang digunakan. Pengajaran menggunakan pop-up terlebih dahulu disesuaikan dengan rencana pembelajaran guru di TPA. Kemudian, dari rencana pembelajaran tersebut guru diajarkan cara membuat bahan ajar menggunakan pop-up. Pembina mengundang narasumber yang berkompetensi membuat pop-up standar dengan memanfaatkan media seperti Google, YouTube, dan mesin pencarian lainnya. Tujuannya untuk memberikan inspirasi kepada guru dalam membuat bahan ajar yang menarik berbasis pop-up dan di dalammnya terdapat nilai religiositas. Hasil pengabdian yang dilakukan oleh pembina didapatkan bahwa guru TPA mampu meningkatkan kompetensinya dalam membuat bahan ajar berbasis media kreatif dengan pop-up yang di dalamnya terimplementasi nilai religiositas.Abstract: TPA teachers in the modern era tend to teach the values of religiosity through religious learning, the Koran, and lectures. However, this actually makes students feel bored and unable to listen well. Through this training, the coach aims to teach TPA teachers to form a creative media in which the values of religiosity are implemented through themodel pop-up used. Teaching using pop-ups is adjusted to the teacher's lesson plan at the TPA. Then, from the lesson plan the teacher is taught how to make teaching materials using pop-ups. The coach invites competent speakers to create pop-ups standardusing media such as Google, YouTube, and other search engines. The aim is to inspire teachers in making interesting teaching materials based on pop-ups and in which there is a value of religiosity. The results of the dedication carried out by the supervisor found that TPA teachers were able to increase their competence in making teaching materials based on creative media with pop-ups in which the value of religiosity was implemented.
SOSIALISASI PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN DI SMA/MA RAUDHATUL ULUM MERANTI KUBURAYA Lily Thamrin; Suhardi Suhardi; Lusi Lusi; Tjen Veronika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.94 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3234

Abstract

Abstrak: Bahasa Mandarin adalah bahasa yang banyak dituturkan oleh banyak orang setelah bahasa inggris. Karena bahasa mandarin memiliki pengaruh yang sangat besar, maka sangat penting untuk mempelajarinya. Sosialisasi ini bertujuan memberikan motivasi belajar Bahasa Mandarin kepada siswa-siswi dan mendorong mereka melanjutkan pembelajaran Bahasa Mandarin di jenjang pendidikan tinggi. Sosialisasi ini dilakukan dengan metode observasi, sosialisasi dan evaluasi. Tim pengabdian memberikan penyuluhan terlebih dahulu, kemudian memberikan kesempatan tanya jawab dengan peserta, serta memberikan kuesioner mengenai respon minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Mandarin. Penyajian materi berkaitan manfaat dan pentingnya pembelajaran Bahasa Mandarin. Dari hasil kusioner yang disebarkan kepada siswa dapat diketahui bahwa setelah mengikuti sosialisasi minat siswa mengalami perubahan yang cukup drastis yaitu sebesar 76,3%. Hal ini dipengaruhi oleh motivasi ekstrinsik siswa untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tinggi setelah mempelajari Bahasa Mandarin. Abstract:  Mandarin is a language that many people speak after English. Because mandarin has a huge influence, it is very important to learn it. This socialization aims to provide motivation to learn Mandarin to students and encourage them to continue learning Mandarin at the higher education level. This socialization is done by observation, socialization and evaluation methods. The devotional team provides counseling first, then provides question and answer opportunities with participants, as well as provides questionnaires about the response of students' interest to Chinese language learning. Presentation of materials related to the benefits and importance of Learning Mandarin. From the results of kusioner distributed to students can be known that after attending the socialization of interest students experienced a fairly drastic change of 76.3%. This is influenced by students' extrinsic motivation to get a job and high income after learning Mandarin.
PEMBINAAN KOMPETISI SAINS SISWA MELALUI PEMBERDAYAAN KLUB ILMU SOSIAL I Kadek Adiana Putra; I Wayan Gede Wardika; I Putu Surya Adi Putra; Ni Wayan Suardiati Putri; I Made Dedy Setiawan; Wayan Sauri Peradhayana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1716.766 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3839

Abstract

Abstrak: KSN untuk jenjang SMP merupakan ajang yang sangat bergengsi untuk merebutkan medali secara nasional pada masing-masing bidang ilmu. Ketatnya persaingan antara masing-masing kontingen terlihat dari sistem seleksi yang dilakukan mulai dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional. Pengabdian ini difasilitasi oleh STMIK STIKOM Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan daya saing siswa dalam mengikuti olimpiade sejenis khususnya KSN. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode pendekatan secara langsung, discovery lerning, problem base learning, contekstual theacing learning, dan praktikum. Hasil pembinaan pada bidang IPS di SMPN 10 Denpasar menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembinaan. Sebelum mengikuti pembinaan hasil belajar siswa dari hasil pre-test didapat nilai rata-rata 65,25 untuk bidang IPS, sedangkan setelah pembinaan nilai hasil belajar siswa meningkat menjadi 71,5, hal ini didapat dari nilai pos-test yang diberikan. Abstract:  KSN for junior high school level is a very prestigious event to win medals nationally in each field of science. The intense competition between each contingent can be seen from the selection system carried out from the school level to the national level. This service is facilitated by STMIK STIKOM Indonesia, with the aim of increasing the knowledge and competitiveness of students in participating in similar Olympics, especially KSN. in this method using the direct approach method, discovery lerning, problem base learning, contextual teaching learning, and practicum. The results of the olympiad coaching in the field of social studies show that there is an increase in student learning outcomes before and after coaching. Before participating in the coaching of student learning outcomes, the pre-test results obtained an average value of 65.25 for the social studies field, while after coaching the student learning outcomes increased to 71.5, this was obtained from the post-test scores given
GERAKAN RELAWAN MUDA PENYEMPROT DISINFEKTAN PENCEGAH PENYEBARAN NOVEL CORONA VIRUS DI KOTA MAKASSAR Jusmawandi Jusmawandi; Safriadi Safriadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.005 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3718

Abstract

Abstrak: Kota Makassar menjadi episentrum penyebaran Novel Corona Virus (COVID-19) di Wilayah Indonesia Timur. Wabah yang mematikan ini sempat memaksa kota Daeng untuk melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersakala Besar) dari aktivitas kesibukan kota. Peran pemerintah dan stake holder tidak cukup dengan hanya memiliki anggaran, mereka butuh agen penggerak dalam menjalankan roda perbaikan. Agen-agen tersebut datang dari berbagai subyek, mulai dari organisasi kemasyarakatan, kelompok pemuda hingga mahasiswa. Mereka turun menjadi relawan tanpa jasa bergerak memotong penyebaran rantai COVID-19. Metode pemberdayaan ini adalah Partisipasi langsung. Relawan akan mendapat pembekalan materi dan praktek langsung di lapangan. Hasil dari pengabdian ini meliputi beberapa hal; (1). Relawan memahami secara teori penyebaran virus COVID-19 hingga penanganannya. (2). Relawan mampu mengaplikasikan peralatan semprot hingga aktif menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) hingga kegiatan selesai. (3) dari pengabdian masyarakat ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat mulai dari perumahan elit hingga masyarakat menengah ke bawah.Abstract: Makassar City became the epicenter of the spread of Corona Virus (COVID-19) in Eastern Indonesia. This outbreak of cancellation has surpassed the city of Daeng to conduct a PSBB (Large-scale Social Limitation) from the city's busy activities. The role of government and shareholders is not enough to just have a budget, they need a driving agent in running the wheel of repairs. These agents came from various subjects, ranging from social organizations, youth groups to students. They went down to become volunteers without mobile services who moved the COVID-19. This empowerment method is active participatory. Volunteers will receive material briefing and practice directly in the field. The results of this dedication include several things; (1) Relevance for the theory of the spread of the COVID-19 virus to its handlers. (2) Volunteers are able to apply spray equipment to actively use Personal Protective Equipment (PPE) until the activity is completed. (3) from community service to upper levels of society ranging from elite housing to the lower middle class.
LITERASI DIGITAL MENGENAI RUTIN MENIMBANG BERAT BADAN DAN MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA SAAT PANDEMI COVID-19 Laras Sitoayu; Lintang Purwara Dewanti; Vitria Melani; Nanda Aula Rumana; Vira Herliana Putri; Putri Ronitawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.97 KB)

Abstract

Abstrak: Melakukan pola hidup sesuai pedoman gizi seimbang seperti rutin menimbang berat badan dan melakukan aktivitas fisik ssaat ini masih jarang dilakukan terutama oleh remaja. Kebanyakan dari mereka terbawa arus lingkungan dan kehidupan modernisasi, sehingga lebih senang jajan dan asik berseluncur dengan gadget. Hal tersebut banyak menyebabkan masalah gizi, seperti berat badan berlebih dan rendahnya aktivitas fisik dan akhirnya berisiko terhadap penyakit tidak menular diusia dewasa. Terlebih lagi dalam kondisi pandemi, dimana siswa dituntut banyak dirumah sehingga aktivitas fisik cenderung sangat menurun. Kegiatan ini bertujuan melakukan literasi digital pada siswa SMPN 220 Jakarta mengenai pentingnya rutin menimbang berat badan dan melakukan aktivitas fisik. Kegiatan dilakukan melalui WhatsApp group yang diikuti oleh 89 siswa. Literasi digital penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, hal ini didukung oleh penggunaan media sosial makin hari makin meningkat pada remaja karena perkembangan dan inovasi digital. Selain itu, media sosial menjadi salah satu kebutuhan pokok remaja saat ini. Hasil pre dan post-test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan siswa sebesar 20 poin setelah mengikuti edukasi. Sehingga literasi digital perlu sering dilakukan pada remaja.Abstract:  A pattern of lifestyle according to guidelines of a balanced nutrition, such as regularly weighing and physical activity, is currently rarely done, especially by adolescents. Most of them are carried away by the current environment and modernization, so they prefer to surf with gadgets. This causes many nutritional problems, such as excess body weight and low physical activity and ultimately the risk of non-communicable diseases in adulthood. Moreover, in pandemic conditions, where many students are required to be at home so that physical activity tends to decrease. This activity aims to carry out digital literacy for students of SMPN 220 Jakarta regarding the importance of weighing and doing physical activities. Activities carried out through the WhatsApp group were attended by 89 students. Digital literacy is important to increase student knowledge, this is supported by the increasing use of social media in adolescents due to digital developments and innovations. In addition, social media is one of the basic needs of today's youth. The pre and post-test results showed an increase in students' knowledge by 20 points after attending education. So that digital literacy needs to be done frequently in adolescents.
EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN SERTA PENGGUNAAN HEALTHY KIT PRODUKSI LOKAL RUMAH TANGGA Maria Carmelita Tali Wangge; Maria Yuliana Kua; Josep Marsianus Rewo; Prisko Yanuarius Djawaria Pare; Fransiskus Xaverius Dolo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.811 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3176

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia. Tidak terlepas pula masyarakat kabupaten Ngada-Flores, Nusa Tenggara Timur yang walaupun belum memiliki pasien positif corona namun pemerintah telah mengambil kebijakan untuk melakukan lockdown terbatas berdasarkan instruksi pemerintah setempat. Pengabdian ini dilakukan sebagai usaha menyikapi permasalahan pandemi ini. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bentuk pencegahan dan penanganan COVID-19 yang harus dilakukan oleh semua anggota masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua. Tim Abdimas mengupayakan tindakan pencegahan dan penanganan melalui pendampingan pembuatan serta penggunaan healthy kit yang terdiri dari cairan disinfektan, cairan cuci tangan, dan hand sanitizer menggunakan bahan rumah tangga yang mudah diperoleh masyarakat. Kegiatan ini melibatkan 50 mahasiswa yang tersebar di wilayah kabupaten Ngada dan Nagekeo. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan kemampuan masyarakat dalam membuat sabun cuci tangan, cairan disinfektan, dan hand sanitizer menggunakan produk lokal rumah tangga serta menerapkan tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan baik dan benar sesuai petunjuk protokol kesehatan. Berdasarkan hasil angket yang dikumpulkan tim Abdimas, skor rerata pemahaman masyarakat dalam pembuatan healthy kit mencapai 89,7% sementara capaian dalam penggunaannya adalah 87,2 % dan termasuk dalam kategori sangat baik. Abstract: The COVID-19 pandemic has enormous impact on several humanitarian aspect. So it does on the people of Ngada-Flores district, East Nusa Tenggara, who although haven’t any corona patient yet, but the regional government has taken action by doing limited lockdown based on the instruction of local government. This community service is an effort in response to this pandemic. The aim of the service is to educate people about forms of prevention and handling of COVID-19 for all society member start from children to adult. The community service team is trying the prevention and handling forms through facilitating of the making and using of healthy kit which consists of disinfectant liquid, hand soap, and hand sanitizer using affordable household materials by people. This activity involving 50 students spread throughout Ngada and Nagekeo district. The result is the improvement of people’s ability in making hand soap, disinfectant liquid, and hand sanitizer using household products and implementing preventing action of COVID-19 spreading rightly and well according to the health protocol guidelines. Based on the questionnaire results collected by this community service team, average score about social understanding in the making of healthy kit reaches 89,7%, while the achievement on the using of healthy kit is 87,2% and both are in the condition of very well.
BIMBINGAN TEKNIS PENULISAN OPINI ILMIAH POPULER BAGI DOSEN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR Hamson, Zulkarnain; Nurdin, Nani Harlinda; Aljurida, Andi Azhar; Nurmillah, Nurmillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.434 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3774

Abstract

Abstrak: Dosen adalah pendidik profesional juga ilmuan, memiliki tugas utama melakukan transformasi pengembangan dan penyebarluasan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi seni budaya melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Sebagai bidang profesi, dosen malaksanakan pekerjaan khusus, yang dijalankan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut; a) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; b) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; c) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; d) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; e) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. Tujuan kegiatan ini adalah dosen Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, mampu menyebarluaskan pengetahuan yang diperolehnya melalui penelitian agar bermanfaat bagi masyarakat. Metode yang digunakan diantaranya ceramah, dan pembimbingan teknis penulisan naskah. Hasil yang dicapai meningkatnya pemahaman dosen pada cara menulis, memahami jenis dan karakter media serta terpublikasinya karya ilmiah, dengan tingkat capaian rata-rata di atas 65%. Abstract: Lecturers are professional educators as well as scientists, having the main task of transforming the development and dissemination of information, science, art and culture technology through education, research and Community Service (PKM) activities. As a professional field, lecturers carry out special jobs, which are carried out with the following principles; a) Having talents, interests, vocation, and idealism; b) Having a commitment to improve the quality of education, faith, piety, and noble character; c) Have academic qualifications and educational background in accordance with the field of work; d) Have the necessary competencies in accordance with the field of work; e) Has responsibility for the implementation of professional duties. The purpose of this activity is that lecturers at the University of East Indonesia (UIT) Makassar are able to disseminate the knowledge they get through research to benefit the community. The methods used include lectures, and technical guidance on script writing. The results achieved were increasing the understanding of lecturers on how to write, understanding the types and characters of the media and the publication of scientific papers, with an average level of achievement above 65%.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MANAJEMEN STRESS GUNA MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN PSIKOLOGIS MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA Sarfika, Rika; Anggraini, Rima; Rahim, Mia Aulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.019 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3439

Abstract

Abstrak: Jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia semakin mengkhawatirkan, begitu juga Sumatera Barat. Salah satu faktor yang menyebabkan ini terjadi karena Sumatera Barat adalah daerah rawan bencana. Sehingga penduduk di daerah ini memerlukan tindakan preventif agar dampak psikologis serius dapat dicegah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan jiwa tentang manajemen stress sebagai upaya kesiapsiagaan psikologis dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diikuti oleh 32 orang warga Kelurahan Jati, Padang yang dilaksanakan selama 1 hari. Pendidikan kesehatan diberikan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan role-play. Sebelum dan setelah kegiatan dilakukan pengukuran pengetahuan peserta tentang manajemen stress. Hasil kegiatan didapatkan gambaran bahwa skor pengetahuan peserta sebelum diberikan pendidikan sebesar 3,44, dan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 6,00. Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pengetahuan peserta antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0.00 (mean selisih 2,563). Berdasarkan hasil ini, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang manajemen stres. Diharapkan pengetahuan yang telah dimiliki dapat berpengaruh terhadap kesiapsiagaan psikologis peserta dalam menghadapi bencana. Abstract: The number of people with mental disorders in Indonesia is increasingly alarming, as is the area of West Sumatra. One of the factors causing this is because West Sumatra is a disaster-prone area. So that residents in this area need preventive action so that they can prevent severe psychological impacts. This community service activity aims to provide mental health education about stress management as an effort to psychological preparedness in facing disasters. This activity was attended by 32 participants of Jati Village, Padang, held for one day. Health education was provided using lectures, discussions and role-playing methods. Before and after the activity, measured the participants' knowledge of stress management was. The activity results showed that the participants' knowledge score before being given education was 3.44, and after being given health education was 6.00. The paired t-test showed a significant difference in participants' knowledge between before and after being given health education with a value of p = 0.00 (mean difference 2.563). These results can conclude that this service activity can increase participants' knowledge of stress management. Hopefully, the knowledge already possessed can affect the participant's psychological preparedness in facing disasters. 
PELATIHAN PENGGUNAAN MICROSOFT KAIZALA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING MATEMATIKA DI ERA NEW NORMAL Balkist, Pujia Siti; Nurcahyono, Novi Andri; Lukman, Hamidah Suryani; Setiani, Ana; Agustiani, Nur; Mulyanti, Yanti; Imswatama, Aritsya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5536.675 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3235

Abstract

Abstrak: Pelatihan Penggunaan Microsoft Kaizala yang dihadirkan sebagai solusi berdasarkan pertimbangan dari aplikasi yang mudah digunakan saat era new normal dari pandemic covid-19. Pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan wawasan peserta dalam memilih hal-hal yang tepat diterapkan saat pembelajaran matematika dan mengembangkan pembelajaran matematika semenarik mungkin. Sasaran kegiatan ini semula adalah guru dan mahasiswa calon guru matematika di sekolah menengah. Namun pada pelaksanaannya kegiatan pelatihan ini diikuti oleh dosen, guru, mahasiswa dan pemerhati pendidikan matematika dengan ruang lingkup nasional secara daring melalui media teleconference Zoom dan aplikasi Microsoft Kaizala. Tahapan kegiatan ini, yakni: 1) Survey dan observasi permasalahan pembelajaran matematika secara daring di sekolah menengah 2) Forum Group Discussion untuk menentukan solusi yang akan dilaksanakan untuk mengatasi temuan saat survey dan observasi 3) Pelaksanaan pelatihan. Kegiatan ini memperoleh ketercapaian target sebesar 146% secara kuantitas dan antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian acara yang tinggi. Abstract:  Microsoft Kaizala Usage Training which is presented as a solution based on considerations of an easy-to-use application during the new normal era of the Covid-19 pandemic. The training carried out aims to improve and optimize participants' insights in choosing the right things to apply when learning mathematics and developing mathematics learning as interesting as possible. Initially the target of this activity was teachers and students who are prospective mathematics teachers in secondary schools. However, in practice this training activity was attended by lecturers, teachers, students and observers of mathematics education with a national scope online through the Zoom teleconference media and the Microsoft Kaizala application. The stages of this activity are: 1) Survey and observation of mathematics learning problems online in secondary schools 2) Forum Group Discussion to determine solutions to be implemented to overcome findings during surveys and observations 3) Implementation of training. This activity achieved the target of 146% in terms of quantity and enthusiasm of the participants in the entire series of high events.

Page 1 of 4 | Total Record : 31