cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 148 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 5 (2025): Oktober" : 148 Documents clear
TRANSFORMASI DIGITAL PADA USAHA KERAJINAN BAMBU SOKASI KABUPATEN BANGLI: PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Novitasari, Dwi; Desmayani, Ni Made Mila Rosa; Nugraha, Putu Gede Surya Cipta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34333

Abstract

Abstrak: UMKM memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Beberapa desa di Bangli dikenal dengan kerajinan sokasi bambu, namun pengrajin di desa ini menghadapi kendala produksi dan pemasaran, terutama terkait keterbatasan teknologi dan penggunaan media digital. Program pengabdian ini bertujuan mendukung digitalisasi usaha sokasi dengan memberikan alat produksi dan pelatihan pemasaran digital. Alat yang diberikan mencakup mesin amplas otomatis, alat cat kompresor, dan photobox. Pelatihan dilakukan mengenai penggunaan alat dan e-commerce. Pendampingan intensif dilakukan di lokasi mitra, melibatkan 3 dosen, 2 mahasiswa, dan 10 pengrajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi sebesar 50%, peningkatan jumlah produksi higga 14–17 unit per minggu, serta peningkatan interaksi media sosial sekitar 50%. Evaluasi menggunakan desain pre–post selama dua bulan, dengan indikator berupa waktu proses per unit dan output/minggu, metrik pemasaran digital dari analitik platform, serta tes kompetensi terstandar. Evaluasi menunjukkan kenaikan skor dari 48,7 menjadi 77,9 poin. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pemasaran digital meningkatkan kapasitas usaha UMKM secara signifikan.Abstract: MSMEs play an important role in economic development based on local potential. Several villages in Bangli are known for their bamboo crafts, but artisans in these villages face production and marketing constraints, particularly related to technological limitations and the use of digital media. This community service program aims to support the digitization of the bamboo craft business by providing production tools and digital marketing training. The tools provided include automatic sanding machines, compressor paint tools, and photoboxes. Training was conducted on the use of tools and e-commerce. Intensive mentoring was carried out at the partner's location, involving 3 lecturers, 2 students, and 10 craftsmen. The results of the activity showed a 50% increase in production efficiency, an increase in production of up to 14-17 units per week, and an increase in social media interaction of around 50%. The evaluation used a two-month pre-post design, with indicators such as processing time per unit and output/week, digital marketing metrics from platform analytics, and standardized competency tests. The evaluation showed an increase in scores from 48.7 to 77.9 points. This activity demonstrates that the integration of technology and digital marketing significantly increases the capacity of MSMEs. 
PELAYANAN KESEHATAN REMAJA PUTRI DAN EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI MEDIA VIDEO EDUKATIF Arisani, Greiny; Wahyuni, Seri; Herlinadiyaningsih, Herlinadiyaningsih; Lucin, Yeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34561

Abstract

Abstrak: Remaja putri (rematri) memiliki risiko sepuluh kali lebih besar menderita anemia dibandingkan remaja putra. Apabila anemia tidak ditangani sejak dini, maka risiko anemia pada masa kehamilan akan meningkat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti kematian akibat perdarahan, berat badan lahir rendah (BBLR), kelainan bawaan pada bayi, serta meningkatkan risiko anak mengalami stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan persuasif-edukatif melalui media video edukatif bertema “Cegah Anemia pada Rematri,” dengan jumlah peserta sebanyak 30 remaja putri. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan peserta sebelum edukasi sebesar 79,03 dan meningkat menjadi 89,00 setelah diberikan video edukatif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja putri tentang anemia setelah intervensi. Hasil pemeriksaan kesehatan memperlihatkan sebagian besar remaja putri tidak mengalami anemia, namun masih terdapat beberapa yang mengalami anemia sedang dan berat. Mayoritas peserta memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal dan tidak mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Berdasarkan hasil tersebut, peserta yang mengalami masalah kesehatan diberikan penyuluhan lanjutan serta distribusi tablet tambah darah (TTD). Kegiatan ini membuktikan bahwa media video edukatif efektif digunakan sebagai alternatif media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia.. Kemudian terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video edukatif sehingga dapat disimpulkan bahwa video edukatif edukasi anemia pada rematri remaja putri dapat menjadi alternatif pilihan media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia pada remaja putri.Abstract: Adolescent girls are ten times more likely to suffer from anemia than adolescent boys. If anemia is not treated early on, the risk of anemia during pregnancy will increase. This condition has the potential to cause serious complications such as death from bleeding, low birth weight (LBW), congenital abnormalities in babies, and an increased risk of stunting in children. This community service activity aims to provide health services and increase adolescent girls' knowledge about anemia. The activity includes health checks and persuasive-educational counseling through educational videos themed “Prevent Anemia in Adolescent Girls,” with 30 adolescent girls participating. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed that the average knowledge score of the participants before the education was 79.03 and increased to 89.00 after the educational video was shown. This indicates an increase in adolescent girls' understanding of anemia after the intervention. The health examination results showed that most of the adolescent girls did not have anemia, but there were still some who had moderate and severe anemia. The majority of participants had a normal Body Mass Index (BMI) and did not suffer from chronic energy deficiency (CED). Based on these results, participants who had health problems were given further counseling and iron tablets (TTD). This activity proved that educational videos are effective as an alternative health education medium for increasing adolescent girls' knowledge about anemia.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS BIOKONVERSI MAGGOT Munarti, Munarti; Susanto, Lufty Hari; Yudha, Aditya Prima; Kurniawati, Yayu; Almahdi, M. Haikal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34737

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot merupakan salah satu strategi untuk mengurangi timbunan sampah dan dampak negatif bagi lingkungan. Tujuan program pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi, diskusi interaktif, monitoring/pendampingan dan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok Tani budidaya maggot yang beranggotakan 15 orang. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah penyampaian materi. Hasil yang dicapai dari post-test terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot sekitar 5% sampai 7% untuk semua indikator soal. Selain itu hasil monitoring menunjukkan bahwa mitra sudah memahami dan terampil dalam budidaya maggot mulai dari penetasan telur, pemindahan larva dan pemanenan. Program pengabdian ini diharapkan berkelanjutan dan dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam hal pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot.Abstract: The management of organic waste based on maggot bioconversion is one strategy to reduce waste accumulation and its negative impact on the environment. This community service activity aims to increase public knowledge, understanding, and awareness of maggot-based organic waste management. The methods used included socialisation, interactive discussions, mentoring, and evaluation. The partner in this program is a farmer group that cultivates maggots, consisting of 15 members. The evaluation was conducted through a pre-test before the material was delivered and a post-test after wards. The post-test results showed an increase in knowledge, understanding, and awareness among the community of 5% to 7% for all question indicator. In addition, the monitoring results showed that the main partners already understood and were skilled in maggot cultivation, starting from egg hatching, larva transfer, and harvesting. This programme is expected to be sustainable and to open up new job opportunities in the field of organic waste management based on maggot bioconversion.
KESEHATAN MENTAL DAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN PEKERJA PESISIR MELALUI EDUKASI TERPADU BERBASIS PARTISIPATIF Perestroika, Grhasta Dian; Herawati, Dian; Rokhman, Nur; Wiryanta, Wiryanta; Prasetio, Diki Bima
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34362

Abstract

Abstrak: Beban ganda pekerja perempuan wilayah pesisir bukan hanya bersifat fisik, melainkan juga psikologis dan reproduktif. Minimnya akses terhadap informasi kesehatan, rendahnya literasi reproduksi, serta absennya ruang aman untuk berbagi pengalaman semakin memperkuat ketidaksiapan mereka dalam mengelola kesehatannya secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman perempuan pekerja sektor informal di wilayah pesisir perbukitan terkait pentingnya menjaga kesehatan mental dan reproduksi sebagai bagian dari keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan sesi diskusi reflektif. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juli 2025 dengan melibatkan 40 peserta perempuan pekerja sektor informal. Evaluasi dilakukan secara kualitatif menggunakan pertanyaan terbuka sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dari 12 orang (30%) peserta yang sadar akan pentingnya pengelolaan stres dan pemeliharaan kesehatan reproduksi sebelum intervensi menjadi 30 orang (75%) setelah kegiatan. Peningkatan kesadaran ini juga diperkuat dengan kutipan langsung dari peserta. Kegiatan ini memberikan dampak pemberdayaan bagi perempuan sektor informal dan dapat direplikasi di wilayah serupa.Abstract: Women workers in coastal areas face a double burden that encompasses not only physical demands but also psychological and reproductive challenges. Limited access to health information, low reproductive literacy, and the absence of safe spaces for sharing experiences further reduce their capacity to manage health independently. This community engagement program aimed to enhance awareness and understanding among informal sector women workers in coastal hill regions regarding the importance of mental and reproductive health as integral components of occupational safety. A participatory educational approach was implemented through reflective discussion sessions. The activity, conducted on July 23, 2025, involved 40 women workers from the informal sector. Evaluation was undertaken qualitatively using open-ended questions before and after the intervention. Findings demonstrated an increase in understanding, with 12 participants (30%) initially aware of the importance of stress management and reproductive health rising to 30 participants (75%) post-intervention. This improvement was substantiated by direct participant reflections. The program contributed to the empowerment of informal sector women and holds potential for replication in similar contexts.
PENINGKATAN SOFTSKILL SANTRIWATI PP AL TASLIMA TULUNG AGUNG MELALUI MODIFIKASI OLAHAN UMBIAN LOKAL SEBAGAI RINTISAN WIRAUSAHA Muslikah, Siti; Mardiyani, Siti Asmaniyah; Qur’ania, Anita; Hanif, Lulu Afifah; Khoiriyah, Nikmatul; Zamarudah, Zuhanid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34523

Abstract

Abstrak: Pondok Pesantren Tahfidz Al Taslima, Tulungagung, merupakan lembaga pendidikan berbasis agama yang berfokus pada tahfidz Al-Qur’an, namun tetap berkomitmen untuk menyiapkan santriwati agar memiliki keterampilan hidup, khususnya di bidang kewirausahaan. Program pengabdian ini dilakukan sebagai upaya penguatan soft skills santriwati melalui pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis umbi-umbian, dengan orientasi pada pemberdayaan ekonomi dan kemandirian santri. Metode pelaksanaan meliputi survei potensi lokal, sosialisasi program, penyuluhan, pelatihan pembuatan tepung mocaf serta produk turunannya (cookies gluten free). Program melibatkan 30 peserta yang terdiri dari santriwati, wali santri, dan masyarakat sekitar. .Evaluasi dilakukan dengan metode observasi menggunakan kuesioner. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan aspek pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan peserta sebesar 50-75%. Produk cookies gluten free berbasis mocaf diterima secara baik oleh peserta, baik dari segi cita rasa maupun potensi pemasaran. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan antara lain ketersediaan sumber daya lokal, dukungan penuh pihak pesantren, serta antusiasme peserta. Kendala yang muncul adalah jarak lokasi kegiatan yang menyulitkan komunikasi lanjutan, namun diatasi dengan penyediaan e-modul sebagai bahan pembelajaran mandiri.Abstract: Al Taslima Girls Islamic boarding school in Tulungagung is a religious-based school that focuses on Qur'anic memorization, but is also committed to preparing students for life skills, particularly in business. This community service programme was implemented as an attempt to strengthen the soft skills of female students through a training course in the processing of tubers-based local foodstuffs, with a focus on economic empowerment and independence of the students. Methods of implementation included a survey of local potential, programme socialisation, counselling and training in the production of mocaf and its derivatives (gluten-free biscuits). The programme involved 30 participants, made up of students, carers and the local community. The results showed an increase in knowledge, skills and motivation of participants to take up entrepreneurship. he results showed an increase in knowledge, skills and motivation of participants to take up entrepreneurship. Gluten-free cookies based on mocaf were well received by participants, both in terms of taste and marketing potential. The availability of local resources, the full support of the Islamic boarding school and the enthusiasm of the participants were also factors contributing to the success of the event. The distance from the place of work, which made subsequent communication difficult, has been overcome by providing e-modules as independent learning material.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MUATAN LOKAL BERBASIS SENI BUDAYA DAERAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SD Supeni, Siti; Wartoyo, Wartoyo; Agustina, Riyana; Prastyo, Dony
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33857

Abstract

Abstrak: Penanaman nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar melalui penguatan kurikulum muatan lokal berbasis seni dan budaya daerah merupakan langkah strategis untuk membangun generasi yang berkarakter luhur dan cinta budaya. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah terbatasnya jumlah pelatih yang kompeten di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada guru dalam mengimplementasikan kurikulum muatan lokal secara efektif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bersama 30 guru SD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis muatan lokal, terutama pada aspek edukatif, rekreatif, dan kompetitif. Program ini terbukti menjadi solusi inovatif dan aplikatif dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan seni dan budaya daerah.Abstract: Instilling character values in elementary school students through strengthening the local content curriculum based on regional arts and culture is a strategic step towards developing a generation with noble character and a love of culture. However, its implementation still faces various obstacles, one of which is the limited number of competent trainers in schools. This activity aims to provide guidance to teachers in implementing the local content curriculum effectively. The methods used include training and ongoing mentoring. The results of the activity show an increase in teachers' understanding and skills in implementing local content-based learning, especially in the educational, recreational, and competitive aspects. This program has proven to be an innovative and applicable solution in shaping student character through a regional arts and culture approach.
TRANSFORMASI EKONOMI PESISIR MELALUI INOVASI PRODUK GULA MERAH NIPAH: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA LANGSA Syarief, Salman; Safuridar, Safuridar; Rahman, Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34598

Abstract

Abstrak: Masyarakat pesisir di Kota Langsa masih menghadapi keterbatasan ekonomi akibat ketergantungan pada hasil tangkapan laut yang tidak menentu. Potensi pohon nipah sebagai sumber nira belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga kelompok nelayan raseuki di Gampong Seuriget yang berjumlah 13 kepala keluarga melalui inovasi produksi gula merah nipah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik penyadapan, perebusan, pencetakan, dan pengemasan, serta pelatihan desain logo produk dengan dukungan mahasiswa dan perangkat desa. Monitoring dilakukan pendekatan observasi terstruktur dan partisipatif. 75 % hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada hardskill nelayan dan istri nelayan terkait teknik produksi gula merah yang higienis, serta softskill berupa kesadaran menjaga ekosistem nipah dan keterampilan kewirausahaan. Produk gula merah nipah yang dihasilkan memiliki rendemen lebih tinggi dibandingkan aren dan berpotensi menjadi produk unggulan Kota Langsa.Abstract: Coastal communities in kota langsa continue to face economic constraints due to their dependence on unpredictable fish catches. The potential of nipa palm as a source of sap has not yet been fully optimized to increase household income. This community engagement program aimed to improve the income and welfare of 13 households belonging to the Raseuki fisher group in Seuriget Village through innovations in nipa palm sugar production. The methods applied included socialization, counseling, hands-on training in tapping, boiling, molding, and packaging, as well as product logo design workshops supported by students and village officials. Monitoring was conducted using structured and participatory observation approaches. The results revealed that 75% of participants showed significant improvement in hardskills, particularly in hygienic sugar production techniques, as well as softskills related to environmental awareness of nipa ecosystems and entrepreneurial capacity. The nipa palm sugar produced demonstrated higher yield compared to sugar palm and has strong potential to become a flagship product of Kota Langsa.
PENINGKATAN DAYA SAING DESA WISATA BUKIT SINYONYA DAN KERAJINAN ANYAMAN PANDAN MELALUI SOCIAL MEDIA MARKETING Fadhilah, Fadhilah; Lusianingrum, Farah Putri Wenang; Putri, Solehatin Ika; Prabowo, Dimas Bagus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34486

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran oleh BUMDes dan Pokdarwis Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang. Permasalahan utama meliputi terbatasnya literasi digital, belum optimalnya penggunaan platform seperti TikTok Shop dan Instagram Business, serta lemahnya kemampuan pembuatan konten promosi. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kapasitas mitra dalam pemanfaatan social media marketing untuk memperkuat daya saing Desa Wisata Bukit Sinyonya dan produk kerajinan anyaman pandan. Metode yang digunakan meliputi survei pendahuluan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan melibatkan 50 anggota Pokdarwis. Evaluasi dilakukan dengan mengukur indikator keberhasilan dari kegiatan ini yaitu berupa kemampuan dalam membuat konten yang diukur dengan masing-masing peserta mengumpulkan karya kontennya untuk di upload di media sosial, serta peningkatan aktifitas di media sosial Intagram dan Tiktok yang dimiliki oleh mitra. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan mitra, ditandai dengan bertambahnya jumlah konten promosi, meningkatnya interaksi audiens (likes dan comment), serta pertumbuhan pengikut (followers) pada media sosial Instagram dan Tiktok yang dimiliki oleh mitra. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung efektif dalam mendorong transformasi digital dan pemasaran berkelanjutan pada desa wisata.Abstract: This community service activity was motivated by the low utilization of social media as a marketing tool by BUMDes and Pokdarwis in Bandung Village, Pandeglang Regency. The main problems included limited digital literacy, the suboptimal use of platforms such as TikTok Shop and Instagram Business, and weak skills in producing promotional content. The objective of this program was to enhance the partners’ capacity in utilizing social media marketing to strengthen the competitiveness of Bukit Sinyonya Tourism Village and pandan handicraft products. The methods employed consisted of a preliminary survey, training, mentoring, and evaluation involving 50 members of Pokdarwis. The evaluation was conducted by measuring the success indicators of this activity, namely the ability to create content as assessed from participants uploaded works on social media, as well as the increase in activity on Instagram and TikTok accounts managed by the partners. The evaluation results indicated a significant improvement in partners’ skills, marked by the increased number of promotional contents, higher audience engagement (likes and comments), and the growth of followers on the partners’ Instagram and TikTok accounts. This activity demonstrates that hands-on mentoring is effective in driving digital transformation and sustainable marketing in tourism villages. 
MENUMBUHKAN SEKOLAH HIJAU: PELATIHAN URBAN FARMING DAN EDUKASI LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG SEKOLAH ADIWIYATA Zendrato, Yuniel Melvanolo; Sheliena, Esther; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Handoko, Yoga Aji; Zai, Novice Enrich; Saputra, Delfio Arga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34706

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama dalam implementasi Program Adiwiyata di sekolah adalah terbatasnya kapasitas guru dalam mengintegrasikan praktik pertanian perkotaan (Urban farming) dan pengelolaan sampah organik ke dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan sekolah hijau melalui pelatihan urban farming dan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan penyuluhan urban farming, pelatihan dan praktik langsung budidaya hortikultura pada polybag dan microgreen, serta pembuatan kompos dan eco-enzym untuk mendukung sekolah dalam program Adiwiyata. Sasaran Mitra kegiatan adalah 25 guru dari SDK 01 Salatiga dan SDK 04 Eben Haezer Salatiga dua sekolah mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada berbagai indikator, antara lain keterampilan pembuatan microgreen (89,12%), keterampilan pembuatan eco-enzym (71,47%), serta pengetahuan model budidaya pertanian perkotaan di sekolah (70,59%). Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru rata-rata 58,60% dan menumbuhkan motivasi tinggi untuk menerapkan serta mengembangkan praktik ramah lingkungan di sekolah.Abstract: The main problem in implementing the Adiwiyata Program in schools is the limited capacity of teachers to integrate urban farming practices and organic waste management into their learning activities. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge and skills in developing green schools through urban farming and environmental education. The methods used include socialization and counseling of urban farming, training, and direct practice in horticultural cultivation in polybags and microgreens, as well as compost and eco-enzyme production to support schools in the Adiwiyata program. The target of this program is to involve 25 teachers from partner schools.The activity partners were 25 teachers from SDK 01 Salatiga and SDK 04 Eben Haezer Salatiga. Evaluation was conducted through pre- and post-tests as well as participant satisfaction questionnaires. The results showed a significant increase in various indicators, including microgreen cultivation skills (89.12%), eco-enzyme production skills (71.47%), and knowledge of urban agricultural cultivation models in schools (70.59%). Overall, this activity succeeded in increasing teachers' knowledge and skills by an average of 58.60% and fostering high motivation to implement and develop environmentally friendly practices in schools.
PENGEMBANGAN UMKM BUBUK EKSTRAK KUNYIT SKALA HOME INDUSTRY MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL Saputro, Ahmad Eko; Hidayat, Taufik; Rozinah, Siti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34185

Abstract

Abstrak: Abdimas ini bertujuan menjawab permasalahan UMKM LAMBUNG Ekstrak Kunyit, usaha skala rumahan di Panongan, Tangerang, yang menghadapi keterbatasan dalam segmentasi pasar, pemasaran digital, dan jejaring bisnis. Ketiga pelatihan tersebut penting karena potensi pasar yang terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Persaingan produk sejenis sudah lebih terstandar dan memanfaatkan teknologi digital, maka dari itu UMKM ini perlu adanya pelatihan yang sama (pemanfaatan teknologi digital) sehingga dapat beradaptasi dipersaingan pasar. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas manajemen dan pemasaran mitra melalui pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi digital. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan langsung dengan evaluasi melalui metode observasi dan kuesioner angket Kegiatan ini dihadiri oleh 3 Dosen, 2 Mahasiswa dan 5 orang dari mitra. Hasil kegiatan yaitu peningkatan pemahaman segmentasi pasar sebesar 78% dan keterampilan pengelolaan digital marketing sebesar 85%. Nilai ekonomis usaha meningkat signifikan dengan kenaikan penjualan daring dari 25 paket/bulan menjadi 62 paket/bulan (148%). Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi terstruktur berbasis teknologi digital mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM herbal.Abstract: This community service program was designed to address the challenges faced by LAMBUNG Turmeric Extract SME, a home-based business in Panongan, Tangerang, which suffers from limited market segmentation, digital marketing, and business networking. These trainings are crucial, as the herbal product market continues to expand alongside the growing awareness of healthy lifestyles. Competition is increasingly dominated by standardized products that leverage digital technologies, making it necessary for this SME to adopt similar approaches to remain competitive. The objective of this activity was to strengthen the partner’s management and marketing capacity through digital technology-based training and mentoring. The methods included training, workshops, and direct mentoring, with evaluations conducted using observation and questionnaire surveys. The program involved three lecturers, two students, and five SME participants. Results showed improvements in market segmentation knowledge by 78% and digital marketing skills by 85%. Online sales increased significantly from 25 to 62 packages per month (148%). These findings confirm that structured digital interventions can enhance the competitiveness and sustainability of herbal SMEs.

Page 1 of 15 | Total Record : 148