cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
UPAYA PENINGKATAN BUDAYA SADAR BENCANA DAN PENGETAHUAN EVAKUASI KORBAN PADA PEKERJA PABRIK Fitria Wahyu Ariyanti; Anndy Prastya; Atikah Fatmawati; Dwiharini Puspitaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10037

Abstract

Abstrak: Kejadian bencana dapat terjadi dimana dan kapan saja, tidak terkecuali di daerah industri. Kota Mojokerto dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak industri di wilayahnya. Budaya sadar bencana dan pengetahuan tentang evakuasi korban menjadi penting untuk dimiliki para pekerja pabrik. Hal ini dalam rangka mengurangi jumlah korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menanamkan budaya sadar bencana dan peningkatan pengetahuan evakuasi korban pada pekerja pabrik. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Kegiatan dilakukan di PT Intidragon Suryatama sebagai salah satu industri sepatu terbesar di Kota Mojokerto yang diikuti oleh 37 partisipan. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan dari pekerja pabrik tentang budaya sadar bencana dan evakuasi korban, dari 57% berada pada kategori cukup menjadi 76% berada pada kategori baik. Pemahaman tentang materi tersebut penting untuk dimiliki oleh pekerja pabrik mengingat bencana dapat terjadi dimana dan kapan saja, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan dalam upaya meminimalisir efek dan kerugian yang dapat ditimbulkan.Abstract: Disaster events can occur anywhere and anytime, including in industrial areas. The city of Mojokerto is known as one of the areas that has a lot of industry in its territory. Disaster awareness culture and knowledge about victim evacuation are important for factory workers. This is in order to reduce the number of human casualties, environmental damage, property losses, and psychological impacts. The purpose of this activity is to instill a culture of disaster awareness and increase knowledge of victim evacuation in factory workers. The method used is to provide education with a Participatory Learning and Action (PLA) approach. The activity was carried out at PT Intidragon Suryatama as one of the largest shoe industries in Mojokerto City, which was attended by 37 participants. The results obtained from this community service activity are that there is an increase in the understanding and knowledge of factory workers about disaster awareness culture and victim evacuation, from 57% in the sufficient category to 76% in the good category. It is important for factory workers to have an understanding of these materials considering that disasters can occur anywhere and anytime, thus requiring preparedness in an effort to minimize the effects and losses that can be caused.
INOVASI MINUMAN PROBIOTIK BERBASIS LIMBAH KULIT KOPI Muhammad Thamrin; Desi Ardilla; Bunga Raya Ketaren
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10733

Abstract

Abstrak: Petani di Desa Suka Makmur khususnya di Dusun XI yang tergabung dalam kelompok tani Sumbekan Simalem dengan jumlah anggota 78 orang adalah petani kopi dengan luas tanam mencapai 240 Ha. Permasalahan petani saat ini adalah ketersediaan limbah kulit kopi yang cukup banyak yang bersumber dari kebun kopi yang dikelolanya. Pandemic covid 19 yang masih berlangsung menyisakan persoalan bagi petani serta usahataninya untuk itu diperlukan pendampingan dalam mengatasi permasalahan tersebut sekaligus peningkatan kesejahteraannya. Pengabdian ini bertujuan untuk pendampingan dan pelatihan pembuatan minuman berbasis limbah kulit kopi. Metode pelaksanaan pengabdian ini dibagi menjadi dua tahapan, tahapan sosialisasi yaitu pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan baku minuman dan tahapan pelatihan yaitu cara pembuatan minumannya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan tes uraian berupa pre-test dan post-test terkait pengetahuan kelompok tani mengenai pengolahan limbah kulit kopi dan manfaatnya. Hasil akhir pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan sebesar 85,1% terhadap pemahaman pemanfaatan dan kemampuan petani membuat minuman probiotik berbasis limbah kulit kopi.Abstract: Farmers in Desa Suka Makmur, especially in Dusun XI who are members of the Sumbekan Simalem farmer group with a total of 78 members, are coffee farmers with a planting area of up to 240 ha. The problem for farmers today is the availability of quite a lot of coffee skin waste sourced from the coffee plantations they manage. The ongoing Covid-19 pandemic leaves problems for farmers and their farming businesses, so assistance is needed in overcoming these problems as well as improving their welfare. This service aims to assist and train the manufacture of coffee skin waste-based beverages. The method of implementing this service is divided into two stages, the socialization stage, namely the use of coffee skin waste as raw material for beverages and the training stage, namely how to make drinks. Data were collected through interviews and description tests in the form of pre-tests and post-tests related to the knowledge of farmer groups regarding the processing of coffee skin waste and its benefits. The final results of community service showed that there has been an increase of 85.1% in understanding the use and ability of farmers to make probiotic drinks based on coffee skin waste.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN DAN HAND SANITIZER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA MALANG Siti Rofida; Amaliyah Dina Anggraeni; Ulfiatul Jannah; Moonike Era Wahyuningati; Yustika Faradhiba; Refie Putri Madiyanti; Yustika Savira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.9912

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan perilaku untuk selalu menggunakan masker dan hand sanitizer. Upaya preventif yang dilakukan untuk penanggulangan penyebaran covid-19 adalah dengan memberikan edukasi tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan sebagai antiseptic. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui transfer ipteks tentang pemanfataan TOGA sebagai minuman kesehatan dan hand sanitizer. Pelaksanaan pengabdian menggunakan 2 metode yaitu penyuluhan dan pelatihan. Mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini adalah kelompok Ibu PKK RT 01 RW 10 Kelurahan Bandungrejosari. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 20 orang. Monitoring kegiatan dilakukan melalui teknik wawancara sedangkan evaluasi kegiatan melalui penyebaran kuisioner kepada mitra. Kuisioner ini berisi pertanyaan yang berhubungan dengan tingkat pemahaman mitra untuk memanfaatkan TOGA sebagai minuman kesehatan dan hand sanitizer. Kesimpulan hasil kegiatan pengabdian ini adalah Mitra pengabdian memiliki pengetahuan yang baik tentang pembuatan minuman kesehatan bentuk larutan, serbuk effervescent, dan serbuk instan serta pembuatan hand sanitizer. Mitra pengabdian mampu membuat minuman kesehatan bentuk larutan, serbuk effervescent, dan serbuk instan serta hand sanitizer dari tanaman hasil budidaya TOGA yang telah dimiliki sebelumnya. Saran dari kegiatan ini adalah Mitra pengabdian diharapkan tetap menerapkan 5 M dan mengkonsumsi minuman kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.Abstract: The COVID-19 pandemic has caused behavioral changes to always use masks and hand sanitizers. Preventive efforts are being taken to prevent the spread of COVID-19 by providing education about the use of TOGA (”Tanaman Obat Keluarga”, Family Medicinal Plants) which can increase the body's immunity and act as antiseptics. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and skills of the community through the transfer of science and technology regarding the use of TOGA as a health drink and hand sanitizer. The implementation of service uses 2 methods, namely counseling and training. The partners involved in this activity were the PKK group of RT 01 RW 10, Bandungrejosari Village. The number of participants in the activity was 20 people. Monitoring of activities is carried out through interview techniques, while evaluation of activities is carried out by distributing questionnaires to partners. This questionnaire contains questions about the level of understanding of partners to utilize TOGA as a health drink and hand sanitizer. This service activity concludes that service partners have good knowledge about making health drinks in the form of solutions, effervescent powders, and instant powders as well as making hand sanitizers. Service partners can make health drinks in the form of solutions, effervescent powders, and instant powders as well as hand sanitizers from plants that are the result of TOGA cultivation which has been owned by previous partners. The suggestion from this activity is that service partners are expected to continue to apply the 5 M and consume health drinks to prevent the spread of COVID-19.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA MENGKONSUMSI MAKANAN BERGIZI DAN SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 Sofyawati D. Talibo; Novian Swasono Hadi; Fatmayanti Nawai; R. Ayu Cahyaning Alam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10795

Abstract

Abstrak : Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi disebabkan oleh novel coronavirus, sekarang disebut Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV- 2). Kemunculan virus ini telah menyebabkan Pandemik Global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Salah satu cara mengurangi dampak penyakit Covid 19 dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Poowo Kecamatan Kabila dengan jumlah peserta yang ikut sebanyak 50 orang. Seluruh peserta yang hadir diberikan penyuluhan dan aktif selama kegiatan. Tingkat keberhasilannya di ukur dengan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil kegiatan berdampak positif bagi pada masyarakat dimana hasil posttest dengan materi dampak Covid-19 yaitu 70%, tentang perilaku hidup bersih dan sehat yaitu 78%, dan makanan gizi seimbang yaitu 66%. Untuk masyarakat yang kurang pengetahuannya dilanjutkan dengan pemberian konseling.Abstract: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by a novel coronavirus, now called Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The emergence of this virus has caused a Global Pandemic and has become a serious public health problem. One way to reduce the impact of Covid-19 is to increase public knowledge. This community service activity was carried out in Poowo Village, Kabila District, with a total of 50 participants. All participants who attended were given counseling and were active during the activity. The success rate was measured by using pre-test and post-test questionnaires. The results have a positive impact on the community where the post test results with the material impact of COVID-19 are 70%, clean and healthy living behavior is 78%, and balanced nutritional food is 66%. For people who lack knowledge, continue with the provision of counseling.
SOSIALISASI DAN PEMBAGIAN MASKER DI MASA PANDEMI COVID-19 Fauzy Ma'ruf; Wiwik Sari Aprianturi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10700

Abstract

Abstrak: Penggunaan masker yang benar merupakan rekomendasikan WHO dalam mencegah penularan Covid-19. Pengetahuan masyarakat akan penggunaan masker yang rendah serta ketersediaan masker yang masih kurang merupakan masalah yang dihadapi dalam pencegahan penularan Covid-19. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu kegiatan dari program Student Care in Environment, Community and Education (Science) periode kesatu yang di inisiasi oleh Area Pengabdian Kepada Masyarakat dan Humaniora Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al Azhar. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang penggunaan masker yang benar sekaligus pembagian masker. Pada kegiatan ini dilakukan sosialisasi dan pembagian masker secara langsung ke rumah masyarakat sekitar kampus Universitas Islam Al-Azhar sekitar 50 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengamati secara langsung perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan masker dari rumah ke rumah. Hasil yang dicapai cukup baik dibuktikan bahwa 13 dari 15 keluarga( 86,7%) yang dikunjungi kembali dari rumah ke rumah telah menggunakan masker. Hal ini berbeda dengan pengamatan sebelum kegiatan yang menunjukan 15 kepala keluarga yang dikunjungi tidak ada yang menggunakan masker.Abstract: The correct use of masks is recommended by WHO in preventing the transmission of Covid-19. Public knowledge about the use of masks is low and the availability of masks is still lacking are problems faced in preventing the transmission of Covid-19. This service activity is one of the activities of the Student Care in Environment, Community and Education (Science) program batch 1 which was initiated by the Community Service and Humanities Area of the Faculty of Medicine, Al Azhar Islamic University. The purpose of this activity is to provide direct education to the public about the correct use of masks as well as the distribution of masks. In this activity, there were socialization and distribution of masks directly to the homes of about 50 people around the Al-Azhar Islamic University campus. Evaluation of activities is carried out by observing directly changes in people's behavior in using masks from house to house. The results achieved were quite good, it was proven that 13 out of 15 household heads (86.7%) who were visited again from house to house had used masks. This is different from observations before the activity which showed that 15 heads of families visited did not wear masks.
PELATIHAN FINANCIAL TECHNOLOGY BAGI UMKM DI DESA MUARABARU Rianita Puspa Sari; Suhono Suhono; Deri Teguh Santoso; Aviska Nuravianti; Fatimah Khilaliyah Azzahrha; Fina Fadhila Achka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11658

Abstract

Abstrak: Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, bermunculan inovasi teknologi pada berbagai bidang, salah satunya bidang keuangan. Financial technology adalah solusi keuangan yang melibatkan kemajuan teknologi seperti pembayaran secara digital, internet banking, mobile banking, dan lainnya. Financial technology atau fintech digunakan para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis dan usaha. Desa Muarabaru Kabupaten Karawang merupakan desa yang banyak terdapat UMKM. Kegiatan pengabdian dihadiri sebanyak 50 peserta yang terdiri dari warga, pelaku UMKM dan perangkat desa. UMKM Muarabaru yang menjadi mitra pengabdian tersebut masih terbatas akan pengetahuan tentang fintech dan pengelolaan keuangan melalui fintech. UMKM Muarabaru masih melakukan transaksi keuangan melalui perbankan secara konvensional. Sehingga tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada 11 UMKM Muarabaru mengenai jenis-jenis fintech, manfaat fintech bagi UMKM, dan pelatihan dalam menggunakan fintech. Metode yang digunakan yaitu survei, sosialisasi, edukasi, dan pelatihan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test diketahui bahwa terjadi peningkatan sebesar 50% antara sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian. UMKM Muarabaru mengetahui fintech dan manfaat fintech bagi usaha baik untuk peminjaman, pembayaran, transaksi, transfer uang, menabung dan investasi.Abstract: Along with the development of information technology, technological innovations have emerged in various fields, one of which is finance. Financial technology is a financial solution that involves technological advances such as digital payments, internet banking, mobile banking, and others. Financial technology or fintech is used by MSME actors in developing businesses and businesses. Muarabaru Village, Karawang Regency is a village that has many MSMEs. The service activity was attended by 50 participants consisting of residents, MSME actors and village officials. The Muarabaru MSMEs, which are the service partners, are still limited in their knowledge of fintech and financial management through fintech. Muarabaru MSMEs still conduct financial transactions through conventional banking. So the purpose of this service is to provide knowledge and understanding to 11 Muarabaru MSMEs regarding the types of fintech, the benefits of fintech for MSMEs, and training in using fintech. The methods used are survey, socialization, education, and training. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that there was an increase of 50% between before and after service activities. Muarabaru MSMEs knew about fintech and the benefits of fintech for businesses both for lending, payments, transactions, money transfers, saving and investment. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN POLA ASUH ORANG TUA MELALUI PROGRAM PARENTING EDUCATION Agus Budi Santosa; Wahyu Nugroho; Wahyu Nurmalasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10271

Abstract

Abstrak: Keterbatasan informasi tentang pola asuh menjadi faktor orang tua kurang memahami dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Hal ini di dukung dengan terbatasnya akses internet dan jalan menuju sekolah mitra yang berada di daerah pegunungan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap pendampingan pola asuh baik fisik dan psikis anak di daerah pegunungan Trenggalek. Metode yang digunakan untuk mengukur pemahman orang tua adalah dengan mengadakan sosialisasi bersama mitra sekolah dasar negeri 2 Sengon kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek dengan 3 tahapan yaitu (1) Persiapan; (2) pelaksanaan berupa sosialisasi, ceramah dan diskusi; dan (3) Evaluasi. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan pengabdian program parenting education menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan pola asuh orang tua terhadap anak yang benar berdasarkan kajian teoritis dan praktis dengan persentase 26%, sehingga orang tua yang ada di pedesaan tidak dibatasi pada pemahaman pola asuh tradisional.Abstract: Limited information about parenting is a factor that parents do not understand in assisting children's growth and development. This is supported by limited internet access and roads to partner schools located in mountainous areas. The purpose of this service is to increase knowledge and understanding of parenting assistance both physically and psychologically for children in the Trenggalek mountain area. The method used to measure parental understanding is to conduct socialization with partners of the public elementary school 2 Sengon, Bendungan sub-district, Trenggalek Regency with 3 stages, namely (1) Preparation; (2) implementation in the form of socialization, lectures and discussions; and (3) Evaluation. The results that have been achieved in the service activities of the parenting education program show that there is an increase in understanding and knowledge of correct parenting patterns based on theoretical and practical studies with a percentage of 26%, so that parents in rural areas are not limited to understanding traditional parenting patterns.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF BERBASIS PROJECT BASED LEARNING BAGI GURU IPA SMP Ernita Vika Aulia; Wahono Widodo; Hasan Subekti; Siti Nurul Hidayati; Dyah Permata Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11076

Abstract

Abstrak: Beralihnya pembelajaran daring ke luring tidak serta merta membawa perubahan yang signifikan dalam kualitas pembelajaran. Salah satu pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebijakan sekolah tatap muka dan berpusat pada peserta didik adalah project based learning (PjBL). Masalah utama yang dihadapi para guru dalam menerapkan PjBL adalah kesulitan memilih dan membuat media pembelajaran yang praktis dan efisien. Tujuan pelatihan ini untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para mitra (Guru IPA) dengan mengadakan pelatihan pembuatan media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis PjBL. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan masalah ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, serta pasca pelatihan dan pendampingan. Mitra kegiatan pelatihan ini adalah MGMP IPA SMP Kabupaten Magetan. Sasaran pelatihan adalah 55 guru mata pelajaran IPA. Indikator keberhasilan pelatihan dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat media powerpoint interaktif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 89% guru mampu membuat media powerpoint sesuai dengan komponen-komponen yang wajib ada dalam powerpoint interaktif. Pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelatihan meningkat yang ditandai dengan nilai N-Gain sebesar 0,75 dengan kriteria tinggi.Abstract: The shift from online to offline learning does not necessarily bring significant changes in the quality of learning. One learning approach that is in accordance with the face-to-face and student-centered school policy is project based learning (PjBL). The main problem faced by teachers in implementing PjBL is the difficulty of selecting and making practical and efficient learning media. The purpose of this training is to overcome the problems faced by partners (science teachers) by conducting training in making interactive powerpoint learning media based on PjBL. The implementation method for solving this problem is divided into three stages, namely the preparation stage, the implementation of training and mentoring, and post-training and mentoring. Partners of this training activity are MGMP IPA SMP Magetan Regency. The target of the training is 55 teachers of science subjects. The success indicator of the training can be seen from the increase in the knowledge and skills of teachers in making interactive powerpoint media. The results of the training show that 89% of teachers are able to make powerpoint media in accordance with the components that must exist in interactive powerpoints. The knowledge and skills of participants after the training have increased which is indicated by the N-Gain value of 0.75 with high criteria.
PENINGKATAN KOMPETENSI MANAJEMEN SDM UMKM BERBASIS EKONOMI KREATIF PADA UMKM SONGKET DESA MUARA PENIMBUNG ILIR Lina Dameria Siregar; Hera Febria Mavilinda; Zunaidah Zunaidah; Wita Farla
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10553

Abstract

Abstrak: Satu dari berbagai permasalahan UMKM Songket adalah kurangnya perhatian pada aspek kompetensi SDM dan literasi potensi ekonomi kreatif. Pengabdian pada masyarakat kepada UMKM Songket di Desa Muara Penimbung Ilir ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan peningkatan kompetensi SDM, diantaranya tentang ketenagakerjaan, rekrutmen, penetepan upah dan penilaian kinerja. Selain itu, diberikan penyuluhan tentang potensi UMKM berbasis ekonomi kreatif, khususnya subsektor fashion, yaitu songket. Adapun metode pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini yaitu metode pelatihan, penyuluhan dan pendampingan mitra, serta dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap usaha mitra. Peserta kegiatan pengabdian ini terdiri dari 25 orang pelaku UMKM Songket di Desa Muara Penimbung Ilir. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan 85% pemahaman mitra tentang manajemen SDM dan ekonomi kreatif dalam usahanya.Abstract: The most difficult problems of Songket SMEs is the lack of attention to human resource competence aspects and literacy of creative economy potential. This community service to the Songket MSMEs in Desa Muara Penimbung Ilir aims to provide training and assistance to increase HR competence, including on employment, recruitment, wage determination and performance appraisal. In addition, counseling was given about the potential of MSMEs based on the creative economy, especially the fashion sub-sector, namely songket. The implementation method of this community service activity is the method of training, counseling and mentoring partners, as well as monitoring and evaluating partner’s businesses. Participants in this community service activity consisted of 25 Songket SMEs in Desa Muara Penimbung Ilir. The results show that there is an 85% increase in partners' understanding of HR management and the creative economy in their business.
PEMANFAATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENJADI PESTISIDA NABATI DENGAN METODE PIROLISIS Widihastuty Widihastuty; Sri Utami; Sasmita Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11403

Abstract

Abstrak: Limbah tandan kosong kelapa sawit saat ini merupakan limbah perkebunan yang jumlahnya terus meningkat seiiring dengan peningkatan produksi tanaman kelapa sawit. Pengolahan limbah tandan kosong kelapa sawit melalui teknik pirolisis bisa menghasilkan asap cair (smoke liquid) yang bisa digunakan sebagai pestisida nabati dan padatan yang dihasilkannya menjadi arang hayati (biochar) yang dapat digunakan sebagai tambahan bahan organik untuk tanah pertanian. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan petani tentang pestisida nabati dan melatih petani mitra sehingga mereka trampil dalam membuat pestisida nabati dari limbah tandan kosong kelapa sawit dengan metode pirolisis. Mitra PKM dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 10 orang dan merupakan petani anggota Muhammadiyah dan Aisiyah Cabang Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi kepada para petani tentang manfaat penggunaan pestisida nabati kemudian melatih para petani membuat pestisida nabati dengan metode pirolisis. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang manfaat pestisida nabati sekitar 70%, dan 30% petani paham tentang metode pirolisis.Abstract: Oil palm empty fruit bunches are currently plantation waste, the amount of which continues to increase along with the increase in oil palm production. Processing of waste oil palm empty fruit bunches through pyrolysis techniques can produce liquid smoke (liquid smoke) which can be used as a vegetable pesticide and the resulting solid becomes biochar (biochar) which can be used as an addition to organic matter for agricultural soil. The purpose of this community service activity is to train partners in making vegetable pesticides from waste of oil palm empty fruit bunches using the pyrolysis method. There are about 10 PKM partners in this activity and are farmers who are members of Muhammadiyah and Aisiyah Perbaungan Branch, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province. The method used in this activity begins with socializing to farmers about the benefits of using botanical pesticides and then training farmers to make vegetable pesticides using the pyrolysis method. The results achieved in this activity are increasing knowledge and understanding of farmers about the benefits of botanical pesticides by around 70%, and 30% of farmers understanding the pyrolysis method.