cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENGENALAN BERHITUNG MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA BERBAHASA HATAM DI NUHUWEi, PAPUA BARAT Andi Fajeriani Wyrasti; Haryanto Haryanto; Ebeneser Wacner Simamora; Purwati Purwati; Irfan Irnandi; Firmansyah Firmansyah; Nahrun Najib Siregar; Abdul Syukur Ode; Alfani Saptariani; Anggun Sissi Maretta Siagian; Cicilia Yana Irfianti Bonay; Yuli Puwantini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10193

Abstract

Abstrak: Metode jarimatika adalah metode yang digunakan untuk melatih kemampuan berhitung siswa. Kemampuan berhitung dan ketertarikan siswa dalam berhitung dapat meningkat bila pembelajaran lebih bermakna dan berbudaya. Pembelajaran berhitung menggunakan metode jarimatika berbahasa hatam di SD Inpres 17 Nuhuwey ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, keterampilan berhitung dan ketertarikan siswa terhadap matematika. Metode yang digunakan adalah sosialisasi secara klasikal dan pendampingan belajar berhitung secara individual. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan, setiap hari sekolah, dengan durasi 90 menit tiap pertemuan. Siswa yang mengikuti kegiatan adalah siswa kelas tinggi. Materi yang disajikan terdiri atas pengenalan metode jarimatika berbahasa Indonesia, berhitung menggunakan jarimatika berbahasa Hatam, Penjumlahan dan Pengurangan menggunakan jarimatika berbahasa Hatam. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan berhitung siswa sebesar 69.56% yang diukur menggunakan tes. Disamping itu, terjadi peningkatan kecepatan berhitung siswa dari 6.27 menit per soal menjadi 1.24 menit untuk 5 soal yang diukur menggunakan stopwatch. Serta peningkatan ketertarikan siswa terhadap matematika yang diukur menggunakan angket.Abstract: The Jarimatika method is a method used to drill students' numeracy skills. The ability to count and students' interest in numeracy can increase if learning is more meaningful and cultured. Learning to count using The Hatam-language Jarimatika method at SD Inpres 17 Nuhuwey aims to develop thinking skills, numeracy skills and students' interest in mathematics. The method used is classical socialization and individual numeracy learning assistance. This activity was carried out for 3 months, every school day, with a duration of 90 minutes per meeting. Students who take part in the activity are high-class students. The material presented consists of an introduction to the Indonesian method of arithmetic, counting using the Hatam method of arithmetic, Addition and Subtraction using the Hatam language of arithmetic. The results obtained from this activity is an increase in students' numeracy skills by 69.56% which is measured using a test. In addition, there was an increase in students' counting speed from 6.27 minutes per question to 1.24 minutes for 5 questions measured using a stopwatch. As well as increasing students' interest in mathematics as measured using a questionnaire.
RESEARCH IMPROVEMENT PROGRAM: PENINGKATAN KOMPETENSI PENELITIAN DOSEN KESEHATAN Anung Ahadi Pradana; Maria Floriana Ping; Fransiska Novita Sari; Vinsensia Tetty; Bonifasius Hat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10952

Abstract

Abstrak: Perguruan Tinggi memiliki peran dalam peningkatan sumber daya manusia serta pengembangan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya melalui kegiatan tri dharma yang terdiri atas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hal yang sangat disayangkan adalah para dosen di Perguruan Tinggi sering kali kurang memiliki pemahaman terkait metodologi penelitian yang cukup dan pada akhirnya hanya berakhir pada kegiatan pengajaran. Peningkatan pemahaman dosen tentang penelitian dapat dilakukan melalui Kegiatan research improvement program. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 minggu yang dimulai dari 28 Agustus-11 September 2022 kepada 14 orang dosen di STIKes Dirgahayu Samarinda. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 kegiatan besar, yakni penyusunan proposal penelitian dan konsultasi, penyegaran ilmu metodologi penelitian Kesehatan bagi dosen, dan penyegaran penyusunan artikel ilmiah. Evaluasi kognitif dilaksanakan melalui mekanisme pre-post test setelah sesi seminar online pada tanggal 3 dan 10 september 2022. Analisis keberhasilan berdasarkan perhitungan analisis statistik menggunakan SPSS 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan mampu memberikan dampak perubahan pengetahuan peserta secara positif (Sig. 0.000 < 0.05), serta adanya korelasi kuat (0.720) antara peningkatan pengetahuan dengan kegiatan pelatihan. Limitasi yang dihadapi adalah karena kegiatan masih dilaksanakan secara online, maka keterbatasan kontak antara fasilitator dengan peserta menjadi penghalang proses interaksi dan diskusi yang seharusnya dapat terjadi.Abstract: Universities have a role in improving human resources and developing the welfare of the surrounding community through tri dharma activities consisting of education, research, and community engagement. What is very unfortunate is that lecturers at universities often lack an adequate understanding of research methodology and in the end only end up in teaching activities. Increasing lecturers' understanding of research can be done through research improvement program activities. This training activity was carried out for 3 weeks starting from August 28 to September 11, 2022 for 14 lecturers at STIKes Dirgahayu Samarinda. This activity is divided into 3 major activities, namely the preparation of research proposals and consultations, refresher knowledge of Health research methodology for lecturers, and refresher in the preparation of scientific articles. Cognitive evaluation was carried out through a pre-post-test mechanism after the online seminar session on 3 and 10 September 2022. The success analysis was based on statistical analysis calculations using SPSS 21. The results of the analysis showed that the training activities carried out were able to have a positive impact on changing participants' knowledge (Sig. 0.000 <0.05), and there was a strong correlation (0.720) between the increase in participants' knowledge and the training activities. The limitation was that because the activities were still carried out online, the limited contact between the facilitator and the participants became a barrier to the process of interaction and discussion that should happened.
PEMBERDAYAAN REMAJA SEBAGAI AGEN INFORMASI DIGITAL KESEHATAN IBU HAMIL Siti Nursanti; Yanti Tayo; Yuanita Setiyastuti; Firdaus Yunidharta; Nina Sulistiyowati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10751

Abstract

Abstrak: Kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat menjadi keuntungan tersendiri bagi penyebaran informasi kesehatan reproduksi dengan memanfaatkan kehadiran remaja sebagai agen informasi digital akan memudahkan masyarakat dalam pencarian informasi khususnya kesehatan reproduksi. Oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan kemampuan remaja yang bertujuan agar setiap remaja milenial memahami cara menggunakan kecanggihan teknologi berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengambil tema pemberdayaan remaja sebagai agen informasi kesehatan reproduksi berbasis digital. Bermitra dengan pengurus Desa Sindang Mukti dan anggota Karang Taruna di desa tersebut kegiatan diikuti oleh 30 orang peserta, kegiatan workshop dilakukan secara tatap muka diawali dengan tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan sebanyak 50 % peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam menggunakan media berbasis digital yang diukur dengan cara memberikan beberapa pertanyaan sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Peningkatan literasi digital kepada remaja harus terus ditingkatkan agar para remaja dapat dengan bijak memanfaatkan teknologi komunikasi.Abstract: The rapid advancement of communication technology has become a distinct advantage for the dissemination of reproductive health information by utilizing the presence of teenagers as agents of digital information, which will make it easier for people to find information, especially reproductive health. Therefore, it is necessary to increase the knowledge and abilities of teenagers, which aims to make every millennial teenager understand how to take advantage of the sophistication of digital-based technology. This community service activity took the theme of empowering adolescents as agents of digital-based reproductive health information. In collaboration with the Sindang Mukti Village administrator and members of the Karang Taruna in the village the activity was attended by 30 participants, the workshop activities were carried out face-to-face starting from the preparation stage, implementation of activities, mentoring and evaluation of activities. activity. The result of this activity is an increase of 50% knowledge and ability in using digital-based media which is measured by giving several questions before and after the activity is carried out.The result of this activity is an increase in knowledge and ability to use digital-based media to participants by 50 percent. The increase in digital literacy for adolescents must continue to be improved so that adolescents can wisely use communication technology.
LOKALATIH DOCUMENT SECURITY BERBASIS QR CODE BAGI TENDIK SEBAGAI UPAYA SISTEM PENGAMANAN DOKUMEN I Ketut Gunawan; Gusti Handaru; Ali Jabar; Ninik Susilowati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10489

Abstract

Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk mengamankan dokumen-dokumen penting Fakultas guna mencegah pemalsuan atau memberi pelayanan kepada para stakeholders dalam pengecekan keaslian dokumen secara online. Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengadakan Lokalatih (Lokakarya Pelatihan, Training Workshop) dimana peserta dilatih terlebih dahulu lalu mempraktekkan pengetahuan dan skills yang didapat dengan dokumen-dokumen yang biasa dibuat para tendik tersebut. Jumlah peserta sebanyak 20 orang tenaga administrasi/kependidikan (tendik) dan dalam mengerjakan pengamanan dokumen secara digital dengan QR Code prosesnya dimonitor dan hasil kerjanya dievaluasi, baik pada saat kegiatan berlangsung maupun pada pasca lokalatih. Hasil lokalatih menunjukkan bahwa 95% peserta berhasil membuat pengamanan dokumen secara mandiri. Dalam pasca pelatihan, peserta telah menghasilkan 784 dokumen yang telah diberi pengaman QR Code, terutama Transkrip Akademik dan SKPI.Abstract: This article describes extension activity aiming at securing Faculty’s official documents to prevent document forgery as well as providing online services to related stakeholders in checking the originality of the documents. The activity was carried out by conducting tranining workshop where the participants were firstly trained, and then they practiced their knowledge and skills in attaching security element in such documents. Total participants were 20 persons, and in the making of such documents, they have been monitored and their works evaluated, both during and aftrer the training working. The results show that 95% participants successfully created documents with digital security attached. In the post training workshop, they have so far produced 784 documents with QR Code security elements, particularly academic transcripts and diploma supplements.
WEB BUILDER: SOLUSI ALTERNATIF SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAGI GURU Nurhafidhah Nurhafidhah; Rahmiati Rahmiati; Liza Fitria; Fiza Rauzika Altasa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11195

Abstract

Abstrak: Masalah pada pengabdian masayarakat ini merupakan tindak lanjut dari permasalahan yang disepakati bersama dengan mitra, yaitu: (1) Belum ada sosialisasi dan pelatihan pengembangan bahan ajar menggunakan media Web Builder bagi guru Aceh Timur; dan (2) Kurangnya pengetahuan guru di Aceh Timur terhadap penggunaan web Builder untuk pengembangan bahan ajar. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah (1) Melakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengembangan bahan ajar menggunakan media web builder bagi guru Aceh Timur; dan (2) Meningkatkan pengetahuan guru di Aceh Timur terhadap penggunaan web Builder untuk pengembangan bahan ajar. Bentuk kegiatan PKM yang dilakukan terdiri dari: sosialisasi dan pelatihan, bimtek, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan daring selama 3 hari. Peserta kegiatan PKM adalah seluruh guru Aceh Timur dan guru anggota JDSI, yaitu 60 orang. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dan pelatihan pengembangan bahan ajar menggunakan media web builder bagi guru Aceh Timur telah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan tingginya persentase respon peserta terhadap angket tanggapan peserta, yaitu 89%. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan guru di Aceh Timur tentang penggunaan web Builder dalam pengembangan bahan ajar yaitu dari 73% menjadi 80%. Selain itu, diperoleh informasi tingkat literasi digital peserta sebelum mengikuti kegiatan, yaitu sebesar 66%.Abstract: The issue of this community service is the follow-up to the problems that have been agreed upon with partners, namely: (1) There was no socialization and training on the development of teaching materials using Web Builder media for East Aceh teachers; and (2) Lack of knowledge of teachers in East Aceh on the use of Web Builder for material development. The purpose of implementing this PKM activity is (1) Conducting socialization activities and training on developing teaching materials using a web builder media for East Aceh teachers; and (2) Increasing the knowledge of teachers in East Aceh on the use of Web Builder for the development of teaching materials. The forms of PKM activities carried out consist of: socialization and training, technical guidance, and mentoring. The activities were carried out face-to-face and online for 3 days. Participants in the PKM activity were all teachers from East Aceh and teachers from JDSI members, namely 60 people. The activity stages consist of preparation, implementation, monitoring and evaluation. Socialization and training on developing teaching materials using a web builder media for East Aceh teachers have been carried out well. This is evidenced by the high percentage of participant responses to the participant's response questionnaire, which is 89%. In addition, there was an increase in teacher knowledge in East Aceh about using Web Builder to develop teaching materials, from 73% to 80%. In addition, information on the digital literacy level of participants before participating in the activity was obtained, which was 66%.
PEMETAAN DELINEASI KAWASAN PERKOTAAN BERBASIS PARTISIPATIF Fariz Primadi Hirsan; Agus Kurniawan; Rasyid Ridha; Ardi Yuniarman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10120

Abstract

Abstrak: Perkembangan kota yang dinamis selalu mengalami perubahan yang terakumulasi menjadi perubahan yang akan memberikan dampak bagi wilayah di sekitarnya. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kab. Bima, Wawo ditetapkan sebagai PKL (Pusat kegiatan Lokal). Akan tetapi, hingga saat ini, sebagai kawasan yang ditetapkan untuk fungsi pusat kegiatan lokal, Kecamatan Wawo belum memiliki kawasan yang ditetapkan sebagai wilayah perkotaan kecamatan. Tujuan dari dilakukannya pengabdian ini adalah, bagaimana masyarakat dan pranata kelembagaan yang ada di Kecamatan Wawo, memiliki andil dalam menentukan, batasan wilayah perkotaan di kecamatannya, serta diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan dan perencanaan kawasan perkotaan di wilayahnya sendiri dimuali dengan kegiatan partisipatif pemetaan wilayah. Metode pengabdian yang dilakukan dengan pendekatan sosialisasi dan demonstrasi kegiatan terkait pemetaan partisipatif. Kegiatan dilakukan bersama dengan pemerintah wilayah Kecamatan Wawo, beserta seluruh perwakilan desa dilingkup kecamatan ini sebanyak 30 orang peserta, dan diakhir kegiatan dilakukan monitoring dan evaluasi dengan melakukan pengisian angkat pemahaman kepada peserta kegiatan. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan, dihasilkan kesepakatan bersama terkait penyepakatan batas wilayah perkotaan dan dituangkan dalam peta delineasi wilayah perkotaan Kecamatan Wawo.Abstract: The dynamic development of the city always experiences changes that accumulate into changes that will have an impact on the surrounding area. In the Bima Regency Spatial Plan, Wawo is designated as the Center for Local Activities. However, until now, as an area designated for the function of a local activity center, Wawo District does not yet have an area designated as a sub-district urban area. The purpose of this service is how the community and institutional institutions in Wawo District have a role in determining the boundaries of urban areas in their sub-districts and it is hoped that this activity can increase public understanding in the management and planning of urban areas in their own territory, starting with participatory regional mapping activities. The service method is carried out with a socialization approach and demonstration of activities related to participatory mapping. The activity was carried out together with the regional government of Wawo District, along with all village representatives in this sub-district as many as 30 participants, and at the end of the activity monitoring and evaluation were carried out by filling out understanding lifts to activity participants. From the service activities carried out, a mutual agreement was generated regarding the agreement on urban area boundaries and was stated in the delineation map of the urban area of Wawo District.
PELATIHAN MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI SEDERHANA UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Patrisius Valdoni Sandi; Viviana Murni; Gusti Made Bagus Baskara; Marianus Jefri Moa; Melinda Gondia; Erdianto Rusdi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10836

Abstract

Abstrak: Industri konstruksi di Indonesia berkembang dengan sangat signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan. Menyikapi hal tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berperan sangat penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia yang berkompeten di bidang konstruksi. Sebagai tenaga kerja potensial, siswa SMK bidang konstruksi harus memahami konsep manajemen proyek, sebagai dasar perencanaan dan pengendalian proyek konstruksi. Pengetahuan siswa SMK yang sangat minim terhadap manajemen proyek menjadi dasar dilaksanakannya PKM berbasis pelatihan manajemen proyek konstruksi sederhana untuk meningkatkan pengetahuan terkait manajemen prooyek konstruksi sederhana sebaga persiapan sebelum bekerja sebagai tenaga profesional.Metode yang digunakan adalah uji pra-pelatihan, pelatihan manajemen proyek pada konstruksi sederhana, uji pasca-pelatihan, serta penyebaran kuesioner kualitas sebagai bahan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 20 siswa kelas XII SMK Bina Kusuma Ruteng. Pelaksanaan pelatihan dinyatakan berhasil berdasarkan hasil uji pra-pelatihan, tingkat pengetahuan sebesar 28,00 (sangat kurang) dan pasca-pelatihan meningkat signifikan sebesar 92,00 (sangat baik). Sedangkan berdasarkan hasil uji kuesioner, penilaian kualitas pelaksanaan pelatihan dinyatakan dalam kategori baik sekali (4,495).Abstract: The construction industry in Indonesia is developing very significantly along with the increasing need for development. In response to this, Vocational High Schools (SMK) play a very important role in efforts to meet the needs of competent human resources in the construction sector. As a potential workforce, vocational students in the field of construction must understand the concept of project management as the basis for planning and controlling construction projects. The very minimal knowledge of SMK students towards project management is the basis for implementing PKM based on simple construction project management training to increase knowledge related to simple construction project management as preparation before working as professionals. The methods used are pre-training tests, project management training on simple construction, post-training tests, as well as the dissemination of quality questionnaires as evaluation materials. This activity involved 20 students of class XII SMK Bina Kusuma Ruteng. The implementation of the training was declared successful based on the results of pre-training tests, the level of knowledge was 28.00(very less) and post-training increased significantly by 92.00 (very good). Meanwhile, based on the results of the questionnaire test, the assessment of the quality of the training implementation was stated in the very good category (4,495).
PERSAMAAN PERSEPSI PENGISIAN BKD BERBASIS SISTER BAGI DOSEN PTS DI SUMATERA UTARA Ronsen Purba; Sarmauli Hanny Siagian; Kristian Telaumbanua; Nuraina Nuraina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10330

Abstract

Abstrak: Pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) dan pemeriksaan Laporan Kinerja Dosen (LKD) oleh asesor menggunakan Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) merupakan langkah tepat. Hal tersebut dapat menghemat waktu dan proses pelaporan lebih fleksibel. Pemahaman yang berbeda terhadap undang-undang serta peraturan turunan yang mengatur pengisian BKD dan Panduan Operasional BKD 2021 sering mengakibatkan kesalahan atau persepsi berbeda dalam mengisi setiap butir kegiatan. Untuk itu, perlu penyuluhan atau pelatihan dan berbagi pengalaman yang dilakukan secara daring. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjelaskian secara rinci dan tahap demi tahap pengisian BKD berbasis SISTER. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Februari 2022 diikuti oleh dosen-dosen di Sumatera Utara dan dari provinsi lain seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Antusiasme yang diberikan peserta dalam seluruh kegiatan pelatihan, hasil pengujian terhadap pemahaman materi serta jajak pendapat yang dilakukan setelah pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. 99,1% dari 116 peserta menyatakan penyelenggaraan pelatihan memenuhi harapan mereka.Abstract: Filling in the Lecturer Workload (BKD) and checking the Lecturer Performance Report (LKD) by assessors using the Integrated Resource Information System (SISTER) is the right step. This saves time and makes the reporting process more flexible. Different understandings of the laws and derivative regulations governing the filling of the BKD and the 2021 BKD Operational Guide often result in errors or different perceptions in filling out each item of activities. For that, it is necessary to provide counseling or training and share experiences that are carried out online. The purpose of this activity is to explain in detail and step by step filling out the SISTER-based BKD. The training activity was carried out on Saturday, February 26, 2022, attended by lecturers from North Sumatra and other provinces such as South Sulawesi, North Sulawesi, Central Sulawesi and Papua. The enthusiasm given by participants in all training activities, testing results for material understanding and polling conducted after the training showed that this activity was very useful. 99.1% of 116 participants stated that the training implementation met their expectations.
EDUKASI PIJAT TUI NA DALAM MENINGKATKAN NAFSU MAKAN BALITA Noviyati Rahardjo Putri; Anis Laela Megasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11129

Abstract

Abstrak: Pemenuhan gizi berkualias merupakan hal yang harus dipenuhi pada masa balita. Sayangnya, masih banyak permasalahan untuk mencapai hal tersebut, seperti masalah nafsu makan. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan tentang teknik dalam meningkatkan nafsu makan pada balita. Metode ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan secara daring melalui media zoom. Sasaran kegiatan ini yaitu ibu-ibu Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT. Perkebunan Nusantara 9, sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan terkait teknik pijat Tui Na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai pengetahuan peserta sebesar 26.6, dimana nilai rerata pretest yaitu 58 sedangkan nilai rerata posttest yaitu 84.6. Berdasarkan hal tersebut, maka terbukti kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait penerapan pijat Tui Na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita. Adanya peningkatan pengetahuan ini harapannya peserta dapat mempraktekkan intervensi pijat Tui Na dalam mengatasi masalah nafsu makan yang dialami balitanya. Balita yang terbebas dari masalah nafsu makan, diharapkan pemenuhan kebutuhan nutrisinya optimal sehingga nantinya dapat menjadi investasi generasi penerus bangsa yang berkualitas.Abstract: Fulfillment of quality nutrition is something that must be fulfilled in infancy. Unfortunately, there are still many problems to achieve this, such as appetite problems. The purpose of this activity is to increase knowledge about techniques for increasing appetite in toddlers. This method is carried out through outreach activities carried out online through the media zoom. The targets of this activity are the Wives' Large Family Association (IKBI) PT. Nusantara 9 plantations, as many as 15 people. The result of this activity is that there is an increase in knowledge related to the Tui Na massage technique in increasing appetite in toddlers. This is evidenced by the increase in the knowledge value of participants by 26.6, where the mean value of the pretest is 58 while the mean value of the posttest is 84.6. Based on this, it is proven that this activity can increase participants' knowledge regarding the application of Tui Na massage in increasing appetite in toddlers. With this increase in knowledge, it is hoped that participants can practice the Tui Na massage intervention in overcoming appetite problems experienced by their toddlers. Toddlers who are free from appetite problems, are expected to fulfill their nutritional needs optimally so that later they can become a quality investment for the nation's next generation.
PENINGKATAN HARDSKILL PENDERITA EKS. GANGGUAN JIWA MELALUI OPTIMIZED OCCUPATIONAL THERAPY Sugeng Mashudi; Muhammad Lukman Syafii; Ghulam Asrofi Buntoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.9998

Abstract

Abstrak Prioritas permasalahan kegiatan pengabdian masyarakat diantaranya adalah teknologi pendukung terapi okupasi gangguan jiwa yang belum memadahi dan bagaimanakah penerapan optiomized occupational therapy pada eks. penderita gangguan jiwa. Tujuan pengabdian masyarakat diantaranuya selain mengoptimalkan mutu layanan yang berfokus pada terapi okupasi dan mengaplikasi teknologi yang mendukung pelaksanaan terapi okupasi juga menilai peningkatan hardskill penderita eks. Gangguan jiwa melalui Optimized Occupational Therapy. Metode pelaksanaan PKM peningkatan hardskill penderita eks. Gangguan jiwa melalui Optimized Occupational Therapy terdiri dari dua kegiatan utama untuk memberikan solusi dari dua masalah, yaitu sebagai berikut: 1) penerapan teknologi pendukung terapi okupasi eks. penderita gangguan jiwa; 2) pelatihan terapi okupasi berdasarkan ipteks. Mitra pada program PKM ini adalah Puskesmas Kesehatan Jiwa Ponorogo , sebanyak 10 penderita gangguan jiwa terlibat aktif kegiatan OOT. Melalui model evaluasi pembelajaran keterampilan melalui lembar observasi check list, pengabdi mendapatkan hasil yang telah dicapai diantaranya peningkatan hardskill sebesar 70% bagi penderita eks. Gangguan jiwa, dan peningkatan kualitas produk sebesar 80%.Abstract: The priority problems of empowerment are include supporting technology for occupational therapy for mental disorders is not yet adequate and how to apply optimized occupational therapy to ex. people with mental disorders. Among other things, the aim of community service is to optimize the quality of services that focus on occupational therapy, but also to apply technology that supports the implementation of occupational therapy. The method of implementing PKM Optimized Occupational Therapy (OOT) for Ex. Patients with mental disorders consist of two main activities to provide solutions to two problems, namely as follows: 1) application of supporting technology for ex occupational therapy. People with mental disorders; 2) occupational therapy training based on science and technology. Partners in this PKM program are Ponorogo mental health centres. The results that have been achieved include an increase in hard skills by 70% for sufferers of ex. Mental disorders, and an increase in product quality by 80%.