cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENERAPAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN DESA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN MEWUJUDKAN SMART VILLAGE Anie Yoraeni; Hasan Basri; Aprilia Puspasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10655

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang terjadi pada mitra desa Tegalsawah yaitu pelayanan publiknya masih dilakukan secara konvensional dalam proses pelayanannya dan belum menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menyelenggarakan pengelolaan layanan data dan informasi kepada masyarakat, Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas kepada warganya, yaitu dengan mengembangkan sistem pelayanan desa berbasis web dengan dibangunnya sistem informasi pelayanan desa berbasis web menggunakan metode pengembangan perangkat lunak yaitu metode waterfall. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari persiapan yaitu diskusi dengan perangkat desa apa saja yang di butuhkan untuk pelayanan kepada masyarakat, tahap pelaksanaan pada tahap ini dibuatkan aplikasi sistem informasi pelayanan desa serta memberikan pelatihan keterampilan manajemen kearsipan, tahap pendampingan kepada mitra aparat desa Tegalsawah sebanyak 10 orang dalam melakukan pelayanan kepada publik/masyarakat dan terakhir tahap evaluasi yaitu mengevaluasi pelaksanaannya program dan sistem teknologi informasi. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan PKM ini adalah meningkatkannya kemampuan mitra dalam manajemen kearsipan secara sistematis 85%, keterampilan perangkat desa sekitar 85% dalam menggunakan teknologi informasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam pelayanan kepada publik sekitar 90%.Abstract: The problem that occurs in Tegalsawah village partners is that public services are still carried out conventionally in the service process and have not realized the importance of using technology in managing data and information services to the community. The purpose of this PKM is to improve quality services to its citizens, namely by developing a service system web-based village with the construction of a web-based village service information system using a software development method, namely the waterfall method. The method of implementing this activity starts from preparation, namely discussions with village officials what is needed for service to the community, the implementation stage at this stage is an application for village service information systems and provides training in archive management skills, the stage of mentoring for partners of Tegalsawah village officials as many as 10 people. In providing services to the public/community and the last stage of evaluation is evaluating the implementation of information technology programs and systems. The results that have been achieved in this PKM activity are increasing the ability of partners in systematic archive management by 85%, village apparatus skills about 85% in using information technology, so as to improve the quality of services to the public by around 90%.
PENERAPAN MODEL DIGITAL MICROVOLUNTEER BAGI PENYANDANG TUNANETRA DI KOTA MEDAN Muhammad Rioaldo; Zayyan Ramadhanti; Aini Tasya Nadria; Indah Adelia; Sahran Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11472

Abstract

Abstrak: Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, penyandang tunanetra biasanya didampingi oleh seseorang relawan yang membantu mereka untuk melakukan hal penting dalam hidupnya, seperti menemukan barang hilang atau terjatuh, menjelaskan gambaran, membaca label, hingga mengetahui tanggal kadaluarsa produk makanan, dan sebagainya. Sementara itu para pendamping mereka tidak selalu berada di samping mereka selama 24 jam karena memiliki kesibukan yang lain. Oleh karena itu penting untuk menerapkan model digital microvolunteer yang bertujuan untuk memediasi penyandang tunanetra dengan relawan untuk membantu aktifitas kesehariannya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode partisipatif, pelatihan penggunaan aplikasi, dan praktik langsung, dengan melibatkan beberapa 12 orang mitra yang berasal dari pengurus organisasi mitra. Hal teknis yang dapat dipahami oleh mitra program antara lain; pemanfaatan aplikasi Mata Kita, dengan pemahaman sebesar 88% dibanding sebelum pelatihan Peserta pelatihan telah mengikuti rangkaian kegiatan sampai tahap praktik implementasi pembelajaran.Abstract: In carrying out their daily activities, blind people are usually accompanied by a volunteer who helps them to do important things in life, such as finding lost or dropped items, explaining descriptions, reading labels, finding out the expiration date of food products, and so on. Meanwhile, their chaperones are not always by their side 24 hours a day because they have other activities. Therefore it is important to implement a digital microvolunteer model which aims to mediate blind people with volunteers to help with their daily activities. This activity was carried out through participatory methods, application use training, and hands-on practice, involving some 12 partners from the management of partner organizations. Technical matters that can be understood by program partners include; utilization of the Mata Kita application, with an understanding of 88% compared to before the training. The training participants have participated in a series of activities up to the practical implementation stage of learning. 
PELATIHAN PEMBUATAN YOGHURT UNTUK MENINGKATKAN MINAT WIRAUSAHA SISWA SMK FARMASI DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT TERHADAP PRODUK FERMENTASI Yulistia Budianti Soemarie; Tiana Milanda; Melisa Intan Barliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10196

Abstract

Abstrak: Yoghurt merupakan salah satu minuman fermentasi yang sangat digemari oleh semua kalangan usia. Yoghurt memiliki banyak manfaat kesehatan terutama untuk pemeliharaan saluran pencernaan. Hal ini dikarenakan yoghurt mengandung banyak vitamin serta bakteri baik seperti Lactobacillus sp. Pelatihan ini dilakukan di SMK Farmasi karena SMK mencetak lulusan siap kerja, sehingga pelatihan ini dapat memotivasi siswa untuk membuka peluang usaha. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan yoghurt di lingkungan sekolah menengah kejuruan farmasi agar dapat meningkatkan minat wirausaha siswa terhadap produk fermentasi. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu ceramah, demonstrasi/pelatihan dan diskusi. Mitra dari kegiatan adalah Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Mitra Dharma yang berjumlah 40 peserta. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal sebelum dan sesudah kegiatan (pra dan post-test). Hasil yang diperoleh bahwa terdapat kenaikan nilai pada peserta yaitu dengan rentang 81 - 90 sebanyak 11 peserta dan rentang nilai 71 - 80 sebanyak 10 peserta. Harapan dari kegiatan ini agar dapat menambah ilmu pengetahuan serta keterampilan dalam pengolahan minuman fermentasi khususnya yoghurt sehingga mampu meningkatkan wirausaha siswa terhadap produk fermentasi.Abstract: Yoghurt is a fermented beverage that is very popular with people of all ages. Yoghurt has many health benefits, especially for the maintenance of the digestive tract. This is because yogurt contains many vitamins and good bacteria such as Lactobacillus sp. This training is carried out in Pharmacy Vocational Schools because Vocational Schools produce graduates who are ready to work, so this training can motivate students to open up business opportunities. The purpose of this service is to provide training in making yogurt in a vocational high school environment to increase students' entrepreneurial interest in fermented drinks. The methods used in this service are lectures, demonstrations, and discussions. Partners of the activity are the Mitra Dharma Private Vocational High School which totals 40 participants. Evaluation is done by giving questions before and after the activity (pre and post-test). The results obtained that there is an increase in the value of the participants with a range of 81 - 90 as many as 11 participants and a value range of 71 - 80 for as many as 10 participants. This activity hopes to increase knowledge and skills in processing fermented drinks, especially yogurt.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KEJANG DEMAM DAN PENANGANAN KEJANG DEMAM ANAK MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Ria Setia Sari; Rianti Rianti; Devy Sylvia; Ghita Ramadhayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10975

Abstract

Abstrak: Penanganan kejang demam yang bisa dilakukan orang tua pada anak tergantung pengetahuan orang tua. Pengetahuan orang tua diberikan sampai orang tua mampu melakukan mandiri dirumah sehingga akan tepat intervensi yang dilakukan pada saat anak kejang. Tujuan Kegiatan Meningkatkan Pengetahuan tentang kejang demam dan penanganan kejang demam dirumah. Metode Kegiatan: Melalui penyuluhan yang dilakukan di dengan metode ceramah dan role play. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan memberikan materi tentang kejang demam dan penanganan kejang demam pada anak dirumah.Melakukan sesi tanya jawab dan evalausi. kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta orang tua di desa Babakan Asem dan Gelam Pabuaran Kabupaten Tangerang. Hasil Kegiatan: Terdapat peningkatan 98,8% pengetahuan tentang kejang demam dan penanganan kejam deman.Abstract: Handling febrile seizures that can be done by parents in children depends on the knowledge of parents. Parental knowledge is given until parents are able to do independently at home so that appropriate interventions will be carried out when children have seizures. Activity Objective: Increase knowledge about febrile seizures and treatment of febrile seizures at home. Activity Method: Through counseling conducted in the lecture method and role play. This outreach activity was carried out by providing material about febrile seizures and handling febrile seizures in children at home. Conducting question and answer sessions and evaluations. This activity was attended by 22 participants, parents of in Babakan Asem and Gelam Pabuaran villages, Tangerang Regency. Activity Results: There is a 98% increase in knowledge about febrile seizures and the cruel treatment of fever.
WORKSHOP PENINGKATAN KUALITAS KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING Maria Francisca Lies Ambarwati; Sugih Gumelar; Janice Marvell
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10503

Abstract

Abstrak: Generasi muda memiliki peran sentral sebagai pemimpin yang membawa perubahan pada masa depan Indonesia. Sebagai calon pemimpin masa depan, generasi muda dituntut terampil berbicara di depan publik untuk menyampaikan gagasan secara efektif. Permasalahan yang dihadapi oleh para siswa adalah kesulitan berbicara di depan publik karena kendala teknis maupun emosional dan sekolah tidak memberikan materi tentang berbicara di depan publik. Kegiatan PkM bertujuan agar para siswa lebih mengasah keterampilan berbicara di depan publik (public speaking skills) sehingga mereka lebih percara diri untuk bebricara di depan publik. Manfaat lain dari workshop public speaking skills adalah sebagai keunggulan bersaing bagi para siswa. Workshop diberikan kepada 23 siswa SMK Strada Daan Mogot secara daring dan luring sesuai ketentuan pihak sekolah. Di akhir kegiatan dilakukan uji keterampilan public speaking. Hasil workshop menunjukkan bahwa tujuan workshop tercapai sesuai rencana yaitu dengan hasil evaluasi yang menunjukkan rasa percaya diri yang lebih baik dan nilai kemampuan siswa berbicara di depan publik adalah baik dan baik sekali.Abstract: The younger generation has a central role as leaders who bring about change in the future of Indonesia. As future leaders, young people are required to be skilled in public speaking to convey ideas effectively. The problems faced by the students were difficulty speaking in public due to technical and emotional problems and the school did not provide material on public speaking. The PkM activity aims to make students hone their public speaking skills. Another benefit of public speaking skills training is as a competitive advantage for students. The training was given to 23 students of SMK Strada Daan Mogot online and onsite according to the school's regulations. At the end of the activity, a public speaking skill test was conducted. The results of the training showed that the training objectives were achieved, with the evaluation results which showed better self-confidence and the value of students' ability to speak in public was good and very good.
OPTIMALISASI PEMASARAN DIGITAL BERBASIS MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN UMKM Ni Putu Nita Anggraini; Ni Wayan Rustiarini; I Ketut Sassu Budi Satwam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11216

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 mendorong pelaku bisnis untuk mengadopsi strategi pemasaran digital berbasis media sosial, termasuk UMKM. UMKM Jejukutan merupakan salah satu usaha yang belum memanfaatkan penggunaan pemasaran digital secara maksimal. Akibatnya, realisasi penjualan belum mampu memenuhi target penjualan meskipun tren penjualan terus mengalami peningkatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran pemasaran digital melalui Facebook dan Instagram sehingga dapat meningkatkan jumlah transaksi dan penjualan produk. Kegiatan pengabdian ini melibatkan tiga orang pemilik UMKM Jejukutan. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode wawancara dan diskusi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. mengindikasikan bahwa program optimalisasi pemasaran digital pada Facebook dan Instagram secara efektif meningkatkan jumlah transaksi pelanggan sebanyak 32,71% dan meningkatkan penjualan produk UMKM sebesar 39,49%.Abstract: The Covid-19 pandemic has encouraged business people to adopt social media-based digital marketing strategies, including MSMEs. Jejukutan SMEs is one of the businesses that have not utilized digital marketing to its full potential. As a result, the realization of sales has not been able to meet the sales target even though the sales trend continues to increase. This community service activity aims to optimize the role of digital marketing through Facebook and Instagram to increase customer transaction and sales of products. This service activity involves three Jejukutan MSME owners. The monitoring and evaluation results show that optimizing digital marketing on Facebook and Instagram effectively increases the number of customer transactions by 32.71% and increase sales of MSME products by 39.49%.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KONVERGENSI GERAKAN IJAB KABUL Rabia Zakaria; Siti Choirul Dwi Astuti; Rahma Dewi Agustini; Yazmin Armin Abdullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10143

Abstract

Abstrak: Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan mempersiapkan kesehatan reproduksi remaja putri namun sebaliknya apabila kesehatan reproduksi remaja putri tidak diperhatikan dapat menyebabkan beberapa penyakit termasuk melahirkan bayi stunting. Untuk memantau kesehatan reproduksi remaja putri setiap bulannya dapat dilakukan melalui Posyandu remaja (1) Dalam kegiatan ini melibatkan mitra sebanyak 83 orang yang terdiri dari ketua tim PKK, kepala Puskesmas, kepala desa, PLKB, dinas P&K, kepala sekolah, badan narkotika nasional, kepala kantor urusan agama, petugas pembantu pembina keluarga berencana desa dari kecamatan, bidan desa dan kader. Monitoring dilakukan dengan pemantauan status gizi menggunakan standar antropometri. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dengan melakukan konvergensi gerakan ijab Kabul; (2) Tujuan pengabdian mencegah stunting dengan mempersiapkan kesehatan reproduksi melalui konvergensi gerakan ijab Kabul; dan (3) Hasil yang telah sudah ada komitmen melakukan konvergensi gerakan ijab kabul untuk mencegah stunting. Selama kegiatan dilakukan ada penurunan prevalensi faktor risiko stunting pada remaja putri dari 12,7% turun menjadi 10,56%.Abstract: Prevention of stunting can be done by preparing the reproductive health of adolescent girls, but on the contrary if the reproductive health of adolescent girls is not considered, it can cause several diseases including giving birth to stunting babies. To monitor the reproductive health of young women every month it can be done through the youth Posyandu (1) This activity involves 83 partners consisting of the PKK team leader, the head of the Community Health Center, the village head, PLKB, P&K offices, school principals, the national narcotics agency, the head of the National Narcotics Agency. Office of religious affairs, assistant officers for village family planning from the sub-district, village midwives and cadres. Monitoring is done by monitoring nutritional status using anthropometric standards. One of the efforts to improve adolescent reproductive health is by converging the Kabul consent movement; (2) The purpose of the service is to prevent stunting by preparing for reproductive health through the convergence of the Kabul consent movement; and (3) the results of which there is a commitment to the convergence of the consent movement to prevent stunting. During the activity, there was a decrease in the prevalence of stunting risk factors in adolescent girls from 12.7% to 10.56%.
PEMANFAATAN KOTORAN SAPI DENGAN DEKOMPOSER MICROBACTER ALFAAFA-11 SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK Rizal Ahmadi; Muhammad Nashruddin; Handri Jurya Parmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10840

Abstract

Abstrak: Pupuk kompos merupakan hasil teknologi penguraian secara parsial dari campuran bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba. Aktivator penambah didalam mempercepat proses penguraian menjadi kompos adalah Microbacter Alfaafa-11. Microbacter Alfaafa (MA-11) adalah super dekomposer mikroba yang mampu merombak rantai organik dengan cepat sehingga bisa mempercepat pengomposan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat stimulus dilakukan di Desa Sukadana Kecamatan Terara. Mitra Pengabdian ini adalah KUBE Pemuda Gubuk Timuk dengan jumlah anggota 15 pemuda. Tujuannya adalah pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan sumberdaya lokal. Sehingga meningkatkan pemahaman dan pengetahuan KUBE. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan society parcipatory dan extension. Hasil pelatihan menunjukkan peserta dalam hal ini pemuda KUBE aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Terlihat bahwa pemahaman dan kemampuan membuat pupuk organik KUBE lebih dari 80 persen. Hasil uji mutu pupuk organik menunjukkan kandungan pH-H2o 8,98, kadar air sebesar 55,54%, Nitrogen 0,69% C-organik sebesar 15,14%, C/N Ratio sebesar 21,94 dan P2O5 sebesar 1,24%.Abstract: Compost is the result of partial decomposition technology from a mixture of organic matter that can be artificially accelerated by a population of various microbes. The additional activator in accelerating the decomposition process into compost is Microbacter Alfaafa-11. Microbacter Alfaafa (MA-11) is a microbial super decomposer that can remodel organic chains quickly so that it can accelerate composting. The implementation of community service stimulus was carried out in Sukadana Village, Terara District. This service partner is the Gubuk Timuk Youth KUBE with 15 youth members. The goal is training in making compost made from local resources. Thus, increasing the understanding and knowledge of KUBE. The implementation method uses a community participatory and extension approach. The results of the training showed that participants, in this case KUBE youth, actively participated in all series of activities. The understanding and ability to make KUBE organic fertilizer is more than 80 percent. The results of the organic fertilizer quality test showed that the pH-H2o content was 8.98, water content was 55.54%, Nitrogen 0.69% C-organic was 15.14%, C/N Ratio was 21.94 and P2O5 was 1.24%.
PENDAMPINGAN BIDAN DESA DAN KADER KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL DI MASA PANDEMI MELALUI PROGRAM “IBU PERI” Vinami Yulian; Edi Karyadi; Adisty Rose Artistin; Yuli Kusumawati; Izzatul Arifah; Tsani Khoirun Niswatin; Halimatus Sakdiyah; Her Supristyani; Dini Nur Rohmah; Meliana Fitria Salichah; Devi Wulandari; Ana Riolina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10355

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil terjadi karena tidak adanya usaha preventif yang dilakukan sebelumnya, serta keterbatasn pelayanan kesehatan. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang tidak teratasi dapat berkaibat buruk pada ibu dan janin. Promosi perawatan kesehatan dini selama kehamilan telah terbukti meningkatkan kesehatan mulut secara keseluruhan pada anak-anak. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tindakan pencegahan masalah gigi dan mulut dengan program edukasi melalui modul dan video edukasi. Metode pengabdian dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan kepada satu bidan desa dan 36 kader Posyandu Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo . Pengabdian ini dilakukan melalui lima tahap yaitu need asessment, pembuatan modul, pelatihan bidan dan kader, pendampingan dan tahap evaluasi program. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada kader setelah diberikan pelatihan dan pendampingan, serta peningkatan pengetahuan pada ibu hamil setelah mendapat penyuluhan kesehatan.Abstract : Dental and oral health problems in pregnant women occur because of the absence of previous preventive efforts, as well as limited health services. Dental and oral health problems that are not resolved can have bad consequences for the mother and fetus. Promotion of early health care during pregnancy has been shown to improve overall oral health in children. The purpose of this service is to increase the knowledge of pregnant women about preventive measures for dental and oral problems with educational programs through educational modules and videos. The service method is carried out by training and mentoring one village midwife and 36 cadres in Gedongan Village, Baki District, Sukoharjo Regency. This service is carried out through five stages; need assessment, module making, training for midwives and cadres, mentoring and program evaluation stages. Results showed that there was an increase in knowledge of cadres after being given training and assistance, as well as an increase in knowledge of pregnant women after receiving health counseling.
OPTIMALISASI PERAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN MELALUI EDUKASI DAN BUKU PANDUAN Ulya Qoulan Karima; Arga Buntara; Chandrayani Simanjorang; Namira Adha; Fathia Nurul Izza; Erlina Riyantiasis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11136

Abstract

Abstrak: Kesehatan anak usia sekolah sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar demi mencapai generasi berkualitas. Upaya meningkatkan kesehatan anak sekolah adalah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Belum ada program sekolah sehat yang secara khusus dilakukan untuk mengatur masalah kesehatan secara terorganisir di SD Islam Serambi. Tujuan pengabdian ini adalah optimalisasi peran guru dalam program sekolah sehat melalui edukasi dan buku panduan. Metode yang digunakan adalah ceramah kepada 9 orang guru dengan dua topik utama yaitu (1) UKS dan sekolah sehat; dan (2) Buku panduan yang disusun bersama tim pengabdian masyarakat FIKes UPN Veteran Jakarta, SD Islam Serambi, dan UPTD Puskesmas Limo Depok. Evaluasi dilakukan terhadap tahapan persiapan, pelaksanaan, dan peningkatan pengetahuan baik secara kualitatif melalui wawancara dan kuantitatif melalui kuesioner. Terdapat peningkatan proporsi guru yang berpengetahuan cukup antara pre-test (62,5%) dan post-test (87,5%) dan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 56,25 menjadi 73,44 poin. Secara umum tujuan kegiatan telah berhasil dicapai. Diperlukan adanya pendampingan lebih dalam teknis pengembangan program sekolah sehat.Abstract: School-aged children’s health is essential to support learning activities for achieving quality generations. Usaha Kesehatan Sekolah (in English: School Health Services) is a measure to improve their health status. No specific health programme has been implemented to address health issues at SD Islam Serambi in an organised manner. The purpose of this community service activity was to optimise teacher’s role in the school health programme through education and guidebook. The method used was lecture delivery to 9 teachers and it was about two topics: (1) School Health Services and healthy school; and 2) A guidebook. Questionnaires and in-depth interviews were used to evaluate preparation stage, implementation, and knowledge improvement among teachers. The results show there was an increase in the proportion of teachers who had sufficient knowledge between pre-test (62.5%) and post-test (87.5%) as well as the increase of knowledge score from 56.25 to 73.44. Further assistance in the technical aspect is required to develop the healthy school programme.