cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PEMANFAATAN SAMPAH NON-ORGANIK SEBAGAI WADAH TANAMAN SAYUR HIDROPONIK DALAM UPAYA SANITASI DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN Tumartony Thaib Hiola; Indra Haryanto Ali; Yazmin Armin Abdullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14736

Abstract

Abstrak: Keberadaan sampah rumah tangga di lingkungan merupakan hal yang tidak dapat dicegah. Meskipun sampah merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, namun hal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak mendapat perhatian dan upaya terbaik dari berbagai pihak masyarakat dan pemerintah. Pengabdian kepada masyarakat oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Gorontalo yang bermitra dengan pemerintah Desa Dutohe Barat Bertujuan untuk memberikan pelatihan pemanfaatan wadah untuk tanaman sayur hidroponik dari sampah berbahan dasar plastik yang bernilai estetik dan bernilai jual. Melalui kader kesehatan berjumlah 6 orang dan kepala dusun berjumlah 4 orang yang ada di Desa disampaikan cara pembuatan pemanfaatan wadah untuk tanaman sayur hidroponik dari sampah berbahan dasar plastik. Kemudian dilakukan pemantauan secara bertahap oleh tim pengabdian kepada masyarakat setiap pekan. Evaluasi proses dilakukan pada saat kegiatan berlangsung, indikatornya berupa jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 yang terdiri dari para kader kesehatan, para kepala dusun, masyarakat desa, dan apparat desa. Dan dilakukan evaluasi akhir yaitu tim pengabdian kepada masyarakat turun langsung ke lokasi peletakkan wadah tanaman hidropinik dan tim melakukan tanya jawab pada para kader kesehatan dan aparat desa tentang perkembangan pembuatan wadah. Setelah kegiatan dilaksanakan, diperoleh hasil masyarakat Di Desa Dutohe Barat sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan baik, dan adanya peningkatan soft skill dari para kader kesehatan dan kepala dusun dalam melakukan pemanfaatan wadah untuk tanaman sayur hidroponik.Abstract: The existence of household waste in the environment is something that cannot be prevented. Even though waste is a shared responsibility to preserve the environment, this shows that waste management does not receive the best attention and efforts from various parties from society and the government. Community service by Lecturers at the Gorontalo Ministry of Health Poltekkes in partnership with the West Dutohe Village government. Aims to provide training on the use of containers for hydroponic vegetable plants from plastic-based waste that has aesthetic value and selling value. Through 6 health cadres and 4 hamlet heads in the village, they were told how to make use of containers for hydroponic vegetable plants from plastic-based waste. Then monitoring is carried out in stages by the community service team every week. Process evaluation was carried out during the activity, the indicator was in the form of the number of participants who attended as many as 30 consisting of health cadres, hamlet heads, village communities, and village officials. And a final evaluation was carried out, namely the community service team went directly to the location where the hydropinic plant containers were placed and the team conducted questions and answers to the health cadres and village officials about the progress of making the containers. After the activity was carried out, the results obtained were that the people in Dutohe Barat Village were aware of the importance of managing waste properly, and there was an increase in the soft skills of health cadres and hamlet heads in utilizing containers for hydroponic vegetable plants.
IMPLEMENTASI TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNTUK MENUNJANG DALAM KESIAPAN PERBAIKAN HASIL AKREDITASI SEKOLAH DI MADRASAH TSANAWIYAH DAN MADRASAH ALIYAH Arum Fatayan; Abd Rahman A Ghani; Safrul Safrul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14360

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan mengenai penting nya peningkatan akreditasi dan bagaimana menjngkatkan kualitas sekolah kepada MTs dan MA Aziziyyah Ciledug, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Terkait Implementasi Tenaga Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Untuk Menunjang Dalam Kesiapan Perbaikan Hasil Akreditasi Sekolah pengabdian masyarakat berlangsung dengan memberikan kesempatan kepada setiap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan akreditasi sekolah dengan melakukan metode pelatihan kepada peseta para dewan guru yang berjumlah 45 orang agar dalam menghadapi akreditasi Sekolah kelak sudah siap dalam setiap standar akreditasi yang ada. Penting nya kegiatan ini dilaksanakan karena kita perlu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para guru dan pihak sekolah akan penting nya peningkatan akreditasi dan meningkatkan kualitas sekolah melalui kegiatan seminar ini.Abstract: This community service activity aims to provide reinforcement regarding the importance of increasing accreditation and how to improve school quality for MTs and MA Aziziyyah Ciledug, Sudimara Selatan Village, Ciledug District, Tangerang City, Banten. Regarding the Implementation of Educators and Education Personnel to Support the Readiness to Improve School Accreditation Results, community service takes place by providing an opportunity for every teaching staff and education staff to improve school accreditation by conducting training methods for 45 teacher council members so that they can face school accreditation later it will be ready in every existing accreditation standard. The importance of this activity is carried out because we need to increase the awareness and knowledge of teachers and the school about the importance of increasing accreditation and improving the quality of schools through this seminar.
PEMBERIAN EDUKASI, PELATIHAN, DAN PENGADAAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH UNTUK MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KASUS DIABETES MELITUS Fadelia Bunga Lorenza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14816

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang terjadi karena resistensi atau defisiensi insulin. Jumlah penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Geger menempati urutan ketiga di Kabupaten Madiun tahun 2020, sedangkan jumlah penderita diabetes melitus di Desa Geger sebesar 29 penderita. Kurangnya pengetahuan terkait pola hidup sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes melitus, hal ini erat hubungan dengan latar belakang pendidikan masyarakat Desa Geger yang cukup rendah, sehingga diperlukan kegiatan pengabidian masyarakat melalui program Mas Geri Berdikari dan Si Manis. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait diabetes melitus, sehingga dapat mencegah kejadian diabetes melitus di Desa Geger. Metode pelaksaan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi dan pelatihan terkait pencegahan kejadian diabetes melitus di Desa Geger dengan sistem evaluasi melalui jumlah kehadiran peserta dan peningkatan nilai post tes. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari sampai dengan 18 Februari 2022 dan ditujukan untuk seluruh masyarakat di Desa Geger. Hasil dari kegiatan program Mas Geri Berdikari adalah terjadinya peningkatan pengetahuan kader dan perwakilan ibu-ibu PKK yang dibuktikan melalui peningkatan nilai post test sebesar 30% dari nilai pre test, serta untuk progam Si Manis adalah acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target indikator keberhasilan yang dibuktikan melalui jumlah partisipan yang hadir melebihi 50 peserta.Abstract: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that occurs due to insulin resistance or deficiency. The number of people with diabetes mellitus in the Geger Health Centre working area ranks third in Madiun Regency in 2020, while the number of people with diabetes mellitus in Geger Village is 29 people. Lack of knowledge related to a healthy lifestyle can increase the risk of diabetes mellitus, this is closely related to the fairly low educational background of the Geger Village community, so community service activities are needed through the Mas Geri Berdikari and Si Manis programmes. The purpose of this community service is to increase public awareness and knowledge related to diabetes mellitus, so as to prevent the incidence of diabetes mellitus in Geger Village. The method of implementing this community service is in the form of socialisation and training related to the prevention of diabetes mellitus in Geger Village with an evaluation system through the number of attendees and the increase in post-test scores. The implementation of this activity was carried out from 17 January to 18 February 2022 and was intended for the entire community in Geger Village. The results of the Mas Geri Berdikari programme activities were an increase in the knowledge of cadres and representatives of PKK mothers as evidenced by an increase in post test scores by 30% from pre-test scores, and for the Sweet Si programme, the event ran smoothly and in accordance with the target success indicators as evidenced by the number of participants who attended exceeding 50 participants.
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETEPATAN PERILAKU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH Henny Yolanda; Melati Inayati Albayani; Haryani Haryani; Zurriyatun Thoyibah; Kusniyati Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.15118

Abstract

Abstrak: Secara nasional, prevalensi masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak 0 – 59 bulan menurut indeks berat badan menurut umur tahun 2013 adalah 19,6%, dan pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 17,7%, namun masih di atas target RPJMN tahun 2019, yaitu 17%. Berdasarkan hasil diskusi terfokus berkelompok yang dilakukan penulis ditemukan bahwa perilaku anak dalam makan masih tidak tepat, kebiasaan anak makan snack, variasi makanan anak setiap kali makanan tidak mematuhi kaidah gizi seimbang. (1) Tujuan pengabdian: Tujuan dari pengabdian ini adalah memanfaatkan media audio visual dalam meningkatkan hard skill anak berupa ketepatan perilaku makan pada anak sekolah ; (2) Metode: Pengabdian ini merupakan pendampingan promosi kesehatan yang dilakukan mahasiswa dengan metode penyuluhan menggunakan audio visual kepada 38 anak SD usia 7-9 tahun; dan (3) Hasil yang ditemukan setelah dilakukan evaluasi dengan observasi setelah tindakan adalah terdapat peningkatan perilaku makan pada anak sekolah setelah diberikan edukasi melalui media audio visual yaitu sebesar 37%.Abstract: Nationally the prevalence of undernutrition and malnutrition in children 0-59 months according to the weight-for-age index in 2013 was 19.6%, and in 2018 it decreased by 17.7%, but it was still above the 2019 RPJMN target, i.e. 17%. Based on the results of the disturbed group discussion conducted by the author, it was found that the child's eating behavior was still inappropriate, the child's habit of eating snacks, the variety of children's food at each meal did not comply with the rules of balanced nutrition. (1) Purpose of service; The purpose of this service is to utilize audio-visual media to increase the satisfaction of eating behavior in school children; (2) Method: This service is health promotion assistance carried out by students using counseling methods using audio-visual to elementary school children aged 7-9 years; and (3) The results found were that there was an increase in eating behavior in school children after being given education through audio-visual media.
PELATIHAN PENULISAN PKM PADA MAHASISWA AKUNTANSI GUNA MENDUKUNG PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Lesi Hertati; Lilis Puspitawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14158

Abstract

Abstrak: Pentingnya kegiatan ini dilaksanakan guna mendorong mahasiwa mengembangkan keterampilan, sikap untuk masa depan dilingkungan masyarakat agar dapat berinteraksi dengan masyarakat dari latar belakang yang berbeda serta dapat menginspirasi mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat. Kegiatan ini mendukung program pemerintah Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang ditetapkan Kemenristek dikti berdasarkan publikasi masing-masing perguruan tinggi dan cara mensosialisasikan inovasi riset dalam pengabdian kepada masyarakat. Tujuan pelatihan ini mevaluasi kompetensi mitra secara menyeluruh untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Secara umum mitra belum memenuhi persyaratan hard skill yang dibutuhkan dalam pekerjaannya seperti pengembangan produk digital marketing, aliran kas, laporan keuangan online sangat penting guna mengenal hasil industri kreatif dan berinteraksi dengan pelanggan secara luas. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini konteks lokal dan solusi yang relevan pada masalah yang dihadapi masyarakat guna peningkatan skill, seperti dukungan Perguruan Tinggi dan lingkungan kerja yang harmonis. Peserta pelatihan terdiri dari 150 mahasiswa program studi akuntansi angkatan 2020-2021 Universitas Indo Global Mandiri. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket pre-test dan post-test, dan dokumentasi. Pelatihan pengembangan kapasitas mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Indo Global Mandiri terselenggara dengan lancar. Materi pelatihan modul gambaran dalam menyiapkan ide, rancangan, draft, dan praktik menulis pengabdian masyarakat dalam menggambarkan kegiatan yang dipilih.Abstract: The importance of this activity is to encourage students to develop skills and attitudes for the future in the community so that they can interact with people from different backgrounds and can inspire them to become agents of positive change in society. This activity supports the government program Merdeka Learning Kampus Merdeka which was established by the Ministry of Research, Technology and Higher Education based on the publications of each tertiary institution and how to socialize research innovations in community service. The aim of this training is to evaluate partner competencies as a whole to identify areas that need improvement. In general, partners have not met the hard skill requirements needed in their work such as digital marketing product development, cash flow, online financial reports which are very important for getting to know the results of the creative industry and interacting with customers broadly. The methods used in this training are local contexts and relevant solutions to problems faced by the community in order to improve skills, such as university support and a harmonious work environment. The training participants consisted of 150 students of the accounting study program batch 2020-2021 at Indo Global Mandiri University. Data collection uses observation, pre-test and post-test questionnaires, and documentation. The capacity building training for students of the Indo Global Mandiri University Accounting Study Program was held smoothly. Outline module training material in preparing ideas, designs, drafts, and practice writing community service in describing selected activities.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI INFEKSI SALURAN KEMIH PADA IBU HAMIL Vera Iriani Abdullah; Fitra Duhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14949

Abstract

Abstrak: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tahun 2016 merekomendasikan layanan Ante Natal Care (ANC) berkualitas, salah satunya merekomendasikan pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih pada semua ibu hamil. ISK Jika tidak segera diobati maka dapat menyebabkan dampak pada janin seperti premature, berat badan lahir rendah, retardasi pertumbuhan intrauterin, IUFD, dan peningkatan mortalitas dan morbiditas. Pemeriksaan urine hanya dilakukan jika sudah simtomatik (muncul gejala), padahal sebenarnya skrining ini telah masuk dalam rekomendasi 10 T- ANC berkualitas (tes laboratorium). Masalah; belum terlaksananya program pemeriksaan skrining ISK di Puskesmas. Tujuan pengabdian; untuk mendeteksi kejadian ISK pada ibu hamil. Metode; penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Mitra sasaran; ibu hamil sebanyak 40 orang. Hasil; Ibu hamil mayoritas pada usia kehamilan trimester 2 dan 3, multigravida, dan berpendidikan menengah serta berada pada usia 20 – 35 tahun. Hasil analisa menunjukkan sejumlah 18 (45%) ibu hamil mengalami ISK simptomatik dan 4 (10%) ibu mengalami ISK asimptomatik. Sedangkan 18 (45%) ibu hamil dengan kondisi tidak mengalami ISK.Abstract: The World Health Organization (WHO) in 2016 recommends quality Ante Natal Care (ANC) services, one of which recommends examining Urinary Tract Infections for all pregnant women. ISK If not treated immediately it can cause effects on the fetus such as premature, low birth weight, intrauterine growth retardation, IUFD, and increased mortality and morbidity. Urine examination is only done if it is symptomatic (symptoms appear), even though this screening is actually included in the recommendation for quality 10 T-ANC (laboratory test). Problem; ISK screening examination program has not yet been implemented at the Puskesmas. Purpose of service; to detect the incidence of ISK in pregnant women. Method; treatment and health check. Target partner; 40 pregnant women. Results; The majority of pregnant women are in the 2nd and 3rd trimesters of pregnancy, multigravida, and have secondary education and are aged 20-35 years. The results of the analysis showed that 18 (45%) pregnant women had symptomatic ISK and 4 (10%) women had asymptomatic ISK. Meanwhile, 18 (45%) pregnant women did not experience a ISK.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DUTA KADER KESEHATAN JIWA Kurniawan Kurniawan; Iyus Yosep; Khoirunnisa Khoirunnisa; Yuni Nur’aeni; Puput Nugraha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14320

Abstract

Abstrak: Kesehatan mental merupakan kondisi sejahtera dari individu. Dalam tiga dekade terakhir, isu kesehatan mental sangat penting dalam pembangunan kesehatan. Fenomena gangguan mental di Indonesia meningkat dari hasil riset sebelumnya. Pencegahan primer sebagai suatu upaya untuk menekan angka gangguan mental yang dapat dilakukan dengan memberdayakan kader. Berdasarkan observasi, di Desa Cintaratu belum memiliki kader khusus kesehatan jiwa serta para kader memiliki pemahaman yang kurang terkait konsep dan sikap yang sesuai untuk berhadapan dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kader mengenai kesehatan mental. Metode pelatihan yang digunakan yaitu seminar dan simulasi mengenai deteksi dini dan Psychological First Aids (PFA) yang diikuti oleh 19 orang kader. Pelatihan ini dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan evaluasi, terdapat peningkatan pemahaman kader yang mengikuti pelatihan dengan kenaikan skor rata-rata dari pre-test ke post-test sebesar 0,16. Para kader sangat antusias selama mengikuti kegiatan pelatihan.Abstract: Mental health is the state of well-being of the individual. In the last three decades, mental health issues are very important in health development. The phenomenon of mental disorders in Indonesia has increased from the results of previous research. Primary prevention is an effort to reduce the number of mental disorders that can be done by empowering cadres. Based on observations, Cintaratu Village does not yet have special mental health cadres and the cadres have a lack of understanding regarding appropriate concepts and attitudes for dealing with People with Mental Disorders. The purpose of this activity is to increase the understanding and awareness of cadres regarding mental health. The training methods used were seminars and simulations regarding early detection and Psychological First Aids (PFA) which were attended by 19 cadres. This training was evaluated using pre-test and post-test. Based on the evaluation, there was an increase in the understanding of cadres who attended the training with an increase in the average score from pre-test to post-test of 0.16. The cadres were very enthusiastic during the training activities.
PENGUATAN SUMBER PROTEIN DAN ZAT BESI UNTUK PENCEGAHAN STUNTING MELALUI BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER Sri Wafiq Azisah; Hijrana Mahmuddin; Muhammad Rachmat; Nur Asysa; Rifqah Amaliah Syam; Dian Lestari; Mita Wijaya; Citrakesumasari Citrakesumasari; Nasrah Nasrah; Muhammad Subhan Hamka; Muhammad Asfar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14516

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah nasional yang harus ditangani secara serius. Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis akibat kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Penguatan sumber protein dan zat besi pada tingkat rumah tangga merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting. Salah satu upaya penguatan sumber protein dan zat besi masyarakat yaitu melakukan budidaya ikan yang kaya akan protein dan penanaman sayur yang kaya zat besi. Oleh karena itu, solusi yang dilakukan yaitu Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) disertai dengan penanaman sayur. Program Budikdamber ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga melakukan budidaya ikan dalam ember dan penanaman sayur dalam satu media. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Stunting dengan metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan Budikdamber oleh mahasiswa KKN. Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini yaitu warga dapat merakit media Budikdamber dan melakukan budidaya ikan dan sayuran secara mandiri. Terdapat 12 set media Budikdamber yang dirakit dengan jumlah benih ikan lele dan nila sebanyak 10–60 ekor dan penyemaian bibit sayur kangkung dan bayam dalam 10 gelas media tanam per ember. Hasil monitoring selama dua–tiga pekan menunjukkan pertumbuhan tanaman kangkung dan bayam sesuai harapan. Ikan berkembang cukup baik namun sebagian mati, bahkan tidak tersisa di Desa Panaikang.Abstract: Stunting remains a severe national issue that needs to be addressed. Due to a prolonged shortage of nutrient intake, stunting is an issue of chronic malnutrition. Stunting can be avoided by strengthening supplies of protein and iron at the household level. Planting vegetables high in iron and raising fish high in protein are two ways to improve the community's supply of these nutrients. Budikdamber (Cultivating Fish in Buckets), along with vegetable growing as the solution. The Budikdamber programme is designed to help community become more proficient at growing vegetables and raising fish in buckets. During the Thematic Stunting Real Work Lecture (KKN), this community service project was implemented using the techniques of counselling, training, and Budikdamber mentorship by KKN students. The community should be able to assemble Budikdamber media and autonomously cultivate fish and vegetables as a result of this activity. There are 10 cups of planting media in each bucket, 12 sets of Budikdamber media, 10–60 catfish and tilapia seeds, and seeds for kale and spinach. The growth of the kale and spinach plants was as anticipated, according to the findings of monitoring for two to three weeks. Although most of the fish survived and were still in Panaikang Village, others died.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM MEMBUAT OLAHAN DAUN KATUK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN STUNTING Nurul Pujiastuti; Nur Rahman; Siti Asiyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14550

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan kader posyandu merupakan metode atau teknik untuk meningkatkan kesadaran diri tentang pentingnya nilai dan kebutuhan untuk mencapai tujuan yang diharapkan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Daun katuk merupakan tanaman yang telah lama dikenal ibu menyusui untuk membantu meningkatkan produksi ASI karena mengandung papaverin, yaitu suatu alkaloid yang dapat mendukung produksi ASI. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam membuat olahan dari daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI dan sebagai upaya menurunkan stunting. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat berbasis riset aksi, melalui kegiatan pelatihan membuat berbagai macam olahan dari daun katuk. Sasaran pelatihan yaitu 40 kader posyandu Desa Martopuro. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan peserta saat pre-test sebesar 65% baik dan post-test sebesar 95% baik. Hasil pelatihan untuk nilai keterampilan, saat pre-test sebesar 58% baik dan post-test sebesar 82% baik. Kesimpulan pelatihan membuat olahan daun katuk berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang cara membuat berbagai macam olahan dari daun katuk sehingga dapat membantu ibu menyusui meningkatkan produksi ASI sebagai upaya menurunkan stunting.Abstract: Empowerment of integrated service post cadres is a method or technique to increase self-awareness about the importance of values and the need to achieve the expected goals through increased knowledge and skills. Katuk leaves are plants that have long been known by nursing mothers to help increase milk production because they contain papaverine, an alkaloid that can support milk production. The purpose of community service is to increase the knowledge and skills of integrated service post cadres in making preparations from katuk leaves to increase milk production and as an effort to reduce stunting. The method used in research-based community service through training activities is to make various preparations for katuk leaves. The target of the training is service post cadres. The results of the training showed that the participants' knowledge during the pre-test was 65% good and the post-test was 95% good. The results of the training for skill scores, when the pre-test was 58% good and the post-test was 82% good. The conclusion of the training on making processed katuk leaves has succeeded in increasing the knowledge and skills of integrated service post cadres on how to make various kinds of preparations from katuk leaves so that they can help to breastfeed mothers and increase milk production as an effort to reduce stunting.
PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERAN KELUARGA DALAM MANAJEMEN PENGOBATAN LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS Shila Wisnasari; Rustiana Tasya Ariningpraja; Akhiyan Hadi Susanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14886

Abstract

Abstrak: Angka kejadian diabetes mellitus (DM) pada lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Manajemen pengobatan menjadi kunci utama pencegahan komplikasi dan peningkatan kualitas hidup lansia dengan DM. Namun, lansia dengan DM seringkali mengalami kesulitan dalam menerapkan perilaku kesehatan untuk mengontrol glukosa darah secara konsisten akibat kurangnya pengetahuan dan komitmen pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan melibatkan keluarga dalam manajemen pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan peran keluarga dalam manajemen pengobatan lansia dengan DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada 21 lansia dengan DM di wilayah RW 10 Desa Genengan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian edukasi menggunakan leaflet, dan pendampingan lansia dan keluarga dalam manajemen pengobatan DM. Keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan dengan peningkatan skor pengetahuan dan peran keluarga setelah pemberian edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai manajemen pengobatan DM sebesar 77,75% dan peran keluarga dalam manajemen pengobatan lansia dengan DM sebesar 125,03% dibandingkan dengan sebelum pemberian edukasi. Selain itu, keluarga berkomitmen untuk berperan aktif dalam manajemen pengobatan dan peningkatan kualitas hidup lansia dengan DM.Abstract: The incidence of diabetes mellitus (DM) in older people continues to increase yearly. Treatment management is the primary key to preventing complications and improving the quality of life of older people with DM. However, due to a lack of knowledge and commitment, they often need help implementing health behaviors to control blood glucose consistently. One effort that can be made is to involve the family in treatment management. This community service activity aims to increase the knowledge and role of the family in the treatment management of older people with DM. This community service activity was conducted for 21 older people with DM in the RW 10 area of Genengan Village, Pakisaji District, Malang Regency. Activities include free health checks, providing education using leaflets, and assisting older people and families in managing DM. Increased knowledge scores and family roles after providing education indicate the success of this community service activities. The evaluation results showed an increase in family knowledge regarding DM treatment management by 77.75% and the role of the family in managing the treatment of elderly with DM by 125.03% compared to before the provision of education. In addition, the family is committed to playing an active role in treatment management and improving the quality of life for older people with DM.