cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
DEMONSTRASI KESADARAN LINGKUNGAN BAGI PELAJAR MELALUI PROGRAM PWP (PURE WATER FOR PEMALUAN) DI KAWASAN IKN NUSANTARA Uni W. Sagena; Viona Salsa Bylla; Ocxynuel Panjaitan; Zenobia Zenobia; Masjaya Masjaya; Hadi Pranoto; M. Hasyim M.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14846

Abstract

Abstrak: Perpindahan Ibukota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terkhususnya di Kelurahan Pemaluan menghadapi masalah lingkungan hidup berupa water insecurity. Ketidakamanan air merupakan salah satu dimensi dari krisis lingkungan hidup yang cukup serius. Masyarakat sangat bergantung pada air sumur dan air hujan yang tidak menentu, kurang sehat dan tidak bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat menghadapi krisis lingkungan terhadap keterbatasaan mengakses air bersih karena sanitasi yang kurang. Dengan kondisi tersebut dibutuhkan solusi alternatif agar masyarakat mendapatkan edukasi soal menjaga kebersihan air untuk kebutuhannnya. Tim pengabdi melakukan edukasi menghindari krisis lingkungan khususnya minimnya air bersih, melalui program PWP (Pure Water for Pemaluan). Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi dampak buruk dari penggunaan air tadah hujan dengan menanamkan kesadaran sejak dini terkait air bersih. Kegiatan ini menggunakan beberapa metode: (1) ceramah sebagai edukasi mengenai air bersih kepada siswa-siswi; dan (2) melakukan demonstrasi pengelolaan air bersih dengan pemberian bubuk abate sebagai upaya memberantas jentik nyamuk. Target kegiatan ini fokus pada 33 siswa SDN 014 Sepaku karena mereka kelompok rawan terjangkit masalah kesehatan air. Evaluasi dilakukan dengan cara tes tertulis dengan hasil 80% mengindikasikan tingginya pemahaman siswa-siswi untuk mengetahui materi edukasi dan meningkatkan pemahaman mereka mengenai cara mengelola dan menggunakan air bersih.Abstract: The transfer of the capital of Nusantara (IKN) in Sepaku District, North Penajam Paser, East Kalimantan, especially in Pemaluan village, faces environmental problems in the form of water insecurity. Water insecurity is one dimension of a serious environmental crisis. The communities depend heavily on well water but unsanitary well also use rainwater for their daily. Communities are facing an environmental crisis of limited access to clean water due to lack of sanitation. With these conditions, alternative solutions are needed so that people get education about maintaining clean water for their needs. The service team conducts education to avoid environmental crises, especially the lack of clean water, through the PWP (Pure Water for Pemaluan) program. The purpose of this activity is to reduce the adverse effects of rainwater use by instilling awareness early on related to clean water. This activity uses several methods: (1) tell a story as education about clean water to students; and (2) conduct a demonstration of clean water management by administering abate powder as an effort to eradicate mosquito larvae. The Target of this activity is to focus on the 33 students of SDN 014 Sepaku because they are prone to water health problems. The evaluation was conducted by means of a written test with 80% results indicating a high understanding of students to find out educational materials and improve their understanding of how to manage and use clean water. 
PENINGKATAN KAPASITAS DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU PADA ADAPTASI KEBIASAAN BARU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Aisah Nur Ana Bilah; Hario Megatsari; Sri Sumarmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14218

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia dibawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek dari usianya. Peran posyandu sangat penting dalam pencegahan stunting pada balita. Sejak pandemi Covid-19, kegiatan posyandu mengalami penurunan. Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/12763/2020, pemangku kepentingan dan pemberi layanan upaya kesehatan dapat tetap menjalankan kegiatan posyandu. Dalam menjalankan kegiatan posyandu pada adaptasi kebiasaan baru, peningkatkan pengetahuan dan keterampilan perlu diberikan untuk kader. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dan pengelola posyandu dalam melaksanakan kegiatan posyandu pada adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya pencegahan stunting. Sasaran kegiatan ini merupakan kader dan pengelola posyandu berjumlah 5 orang. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan koordinasi, orientasi kader dan pengelola posyandu, dan pendampingan di posyandu. Hasil menunjukan bahwa pengetahuan peserta mengalami peningkatan sebesar 27,72% setelah dilakukannya kegiatan orientasi. Kegiatan pendampingan di posyandu terlaksana dengan baik dan lancar, serta sesuai prinsip pelaksanaan posyandu dalam adaptasi kebiasaan baru.Abstract: Stunting is a chronic malnutrition-related growth failure in children under the age of five that causes them to be shorter than their age. The role of Integrated Health Post is very important in preventing stunting in children. Since the Covid-19 pandemic, Integrated Health Post activities have decreased. Through Minister of Health Decree HK.01.07/MENKES/12763/2020, stakeholders and health service providers can continue to carry out Integrated Health Post activities. In carrying out Integrated Health Post in post pandemic, it is necessary to increase knowledge and skills for cadres. This activity aims to increase the capacity of cadres in carrying out Integrated Health Post activities in the post pandemic as an effort to prevent stunting. The targets of this activity are Integrated Health Pos cadres and managers totaling 5 people. Activity stages include preparation and coordination, orientation, and assistance at the Integrated Health Post. The results showed that participants experienced an increase in knowledge of 27.72%, after orientation. The assistance programs were carried out well and in accordance with the principles of implementing Integrated Health Pos in post pandemic.
BAITUL ARQOM INTERNASIONAL BAGI PIMPINAN CABANG ISTIMEWA MUHAMMADIYAH JERMAN DAN HONGARIA DALAM RANGKA MEMBANGUN KOSMOPOLITANISME ISLAM DI EROPA Tanto Lailam; Diyah Nahdiyati; Hazim Hamid; Nita Andrianti; Achmad Hidayatullah; Indar Surahmat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14173

Abstract

Abstrak: Program pengabdian internasional ini memfokuskan pada kegiatan Baitul Arqom Internasional bagi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (selanjutnya disebut PCIM) Jerman dan Hongaria. Program ini sangat penting mengingat PCIM merupakan ujung tombak Muhammadiyah dalam melaksanakan dakwah Islam berkemajuan bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat asli negara tersebut. Tujuan utama pengabdian ini adalah menyamakan persepsi pengurus PCIM dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sekaligus meningkatkan pemahaman gerakan internasionalisasi yang dilakukan Muhammadiyah. Metode pengabdian yang dilakukan dalam bentuk Musyawarah dan Rencana, Realisasi, dan Rawat (M3R) dengan jumlah peserta aktif 40 orang dari PCIM Jerman dan Hongaria melalui daring (dalam jaringan) dengan menggunakan platform zoom cloud meeting. Untuk mengukur peningkatan pemahaman dan komitmen berorganisasi peserta mengisi kuesioner dengan beberapa pernyataan secara daring. Hasil pengukuran menunjukkan adanya signifikansi peningkatan, sebelum dan setelah pengabdian. Sebelum pengabdian nilai rata-rata peserta sebesar 82,5%, dan setelah dilakukan program pengabdian sebesar 90,8 %, artinya terdapat peningkatan sebesar 8,3% dari nilai rata-rata peserta. Hasil pengabdian bahwa PCIM merupakan tombak dakwah internasionalisasi Muhammadiyah di berbagai negara di dunia. Model dakwah gerakan yang dibangun adalah kosmopolitanisme Islam, yaitu gerakan pemikiran Islam yang reformis - modernis – kritis yang menebarkan Islam tengahan atau wasathiyah, sekaligus mengikis Islamophobia di Eropa. Selain itu, untuk membangun sistem organisasi PCIM yang berkelanjutan perlu dilakukan beberapa penguatan, yaitu: penguatan kelembagaan yang memiliki status hukum, seperti e.V di Jerman. Pengembangan amal usaha dan membangun kolaborasi dengan institusi lain baik di Jerman, Hongaria, Indonesia maupun negara lain; serta yang terakhir memperkuat sistem kaderisasi dan hubungan kekeluargaan antar sesama kader.Abstract: The international community service program focuses on Baitul Arqom International activities for the Leaders of the Special Branch of Muhammadiyah/ Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) in Germany and Hungary. This programme is very important considering that PCIM is the spearhead of Muhammadiyah in preaching progressive Islam for the Indonesian people and the country's original people. The main purpose is to create the same perception between the PCIM and the Muhammadiyah Central Board and increase the understanding of the internationalisation of Muhammadiyah for the PCIM. Deliberations Planing, Realisation, and Monitoring- Evaluation is the community service method, and 40 active participants are online using the Zoom cloud meeting platform. The results saw a significant increase before and after the service. Before the service, the average score of the participants was 82.5%, and after the service programme, it was 90.8%, an increase of 8.3%. Due to this commitment, PCIM is at the forefront of Muhammadiyah in several countries. The da'wa model in European is Islamic cosmopolitanism. It is a reformist-modernist-critical thinking movement (Islam Wasathiyah) while decreasing cases of Islamophobia in Europe. Several strengthenings are required to build a sustainable organisational system, including institutional strengthening with legal status, for example, e.V in Germany. Hence, business charity development and collaboration with other institutions in Germany, Hungary, Indonesia, and other countries. Last, strengthening the regeneration system and brotherhood among Muhammadiyah cadres.
PENGEMBANGAN KAWASAN SEHAT TERPADU MASYARAKAT PENDERITA KUSTA St. Aminah; Abd. Wahidin; Fausiah Nurlan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14859

Abstract

Abstrak: Kawasan Lauleng yang berada di Kota Parepare sejak dulu dikenal sebagai pemukiman penderita Kusta. Mayoritas mayarakat yang hidup diwilayah ini merupakan masyarakat miskin dengan situasi perumahan dan pemukiman rata-rata belum memenuhi kriteria kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyusun dokumen Rencana Jangka Menengah Pengembangan Masyarakat Kawasan Sehat yang dimulai dengan melakukan kajian terhadap fenomena sosial kemiskinan masyarakat dan hasilnya menjadi referensi untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, swasta dan akademisi melalui kegiatan advokasi dan desiminasi. Harapannya adalah terjadi rencana aksi secara terpadu yang pro poor dan pro budget. Kegiatan pengabdian ini menggunakan tehnik Rapid Rural Appraisal (RRA) dengan pendekatan partisipatif pada masyarakat dikawasan Lauleng yang berjumlah 203 kepala keluarga. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil memetakan permasalahan yang ada di Kawasan Lauleng serta menyusun skenario pengembangan kawasan sehat terpadu. Hasil evaluasi yang dilakukan menggunakan Key Peformance Indicator (KPI) terhadap realisasi program menunjukkan 8% program yang terealisasi sesuai Dokumen Strategi Perencanaan Jangka Menengah.Abstract: Lauleng area which is located in Parepare City has always been known as a settlement for people with leprosy. The majority of the people who live in this area are poor people with average housing and settlement situations that do not meet health criteria. This community service activity aims to compile a Medium-Term Development Plan for Communities in Healthy Areas which begins with conducting a study of the social phenomenon of community poverty and the results become a reference for follow-up by local governments, the private sector and academics through advocacy and outreach activities. The hope is that there will be an integrated action plan that is pro-poor and pro-budget. This service activity uses the Rapid Rural Appraisal (RRA) technique with a participatory approach to the community in the Lauleng area totaling 203 heads of households. This service activity has succeeded in mapping the problems that exist in the Lauleng area and developing scenarios for the development of an integrated healthy area. To realize this scenario, continuous assistance and advocacy is needed at the Government, and private/CSR levels. At the community level, the ongoing assistance needed is education and counseling. The results of the evaluation carried out using the Key Performance Indicator (KPI) on program realization showed that 8% of the programs were realized according to the Medium Term Planning Strategy Document.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS PREZI BAGI GURU Nurazmi Nurazmi; Ardiana Ardiana; Ariana Ariana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14277

Abstract

Abstrak: Penggunaan media pembelajaran yang baik menjadi salah satu pilar yang mendukung keberhasilan pembelajaran. Prezi merupakan salah satu media yang menonjolkan fitur-fitur presentasi yang berbeda dari aplikasi lainnya dengan tujuan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Kegiatan pengabdian ini difokuskan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Prezi. Metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada 16 guru di MTs Muhammadiyah Mandalle secara luring. Tingkat keberhasilan pelatihan dilihat dari kemampuan peserta untuk menghasilkan produk berupa media presentasi interaktif menggunakan aplikasi Prezi, serta persepsi peserta terhadap pelatihan yang diperoleh melalui angket yang dibagikan di akhir pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 15 dari 16 peserta atau 93.75% guru telah mampu mengembangkan media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ditawarkan dalam aplikasi Prezi. Selain itu, peserta pelatihan memberikan persepsi yang sangat baik terhadap jalannya pelatihan ini. Pelatihan semacam ini diharapkan lebih banyak dilaksanakan agar guru dapat terus meningkatkan kompetensi mengajarnya dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran di kelas.Abstract: The use of good learning media is one of the pillars that supports successful learning. Prezi is a media that highlights presentation features that are different from other applications with the aim of making learning more interesting. This community service activity focuses on providing teachers with knowledge and skills in developing Prezi-based learning media according. The method used is workshop and mentoring given to 16 teachers at MTs Muhammadiyah Mandalle offline. The success of the training can be seen from the ability of the participants to produce an interactive presentation product using the Prezi application, as well as the participants' perceptions of the training which is obtained through a questionnaire distributed to the participants at the end of the training. The results show that 15 out of 16 trainees or 93.75% of the teachers have been able to develop interactive learning media by utilizing the features offered in the Prezi application. In addition, the training participants gave a very good perception of the course of this training. It is hoped that more training of this kind will be carried out in the future so that teachers can continue to improve their teaching competence by integrating technology into classroom learning.
SOSIALISASI PROGRAM SAFETY INDUCTION PADA MAHASISWA ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS MULAWARMAN Wira Bharata; Sherluna Annisa; Nurul A’enaya Qalbi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.15063

Abstract

Abstrak: Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja secara umum di Indonesia masih sering terabaikan, hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya angka kecelakaan kerja setiap tahunnya. Pengenalan keselamatan kerja sangat penting untuk dilakukan kepada mitra yang merupakan mahasiswa yang pada akhirnya akan memasuki dunia kerja. Tujuan sosialisasi adalah menambah pengetahuan dan pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap 50 mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Mulawarman angkatan 2020. Adapun metode yang dilakukan berupa sosialiasi materi terkait safety induction melalui aplikasi Zoom meeting. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen posttest yang diberikan kepada peserta. Berdasarkan hasil evaluasi di akhir kegiatan sosialisasi, dapat disimpulkan bahwa peserta mahasiswa mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 95% terkait program safety induction ini. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan lancar dan mencapai target yang diharapkan.Abstract: Occupational safety and health issues in general in Indonesia are often neglected, this is indicated by the increasing number of work accidents every year. Introduction to work safety is very important to do for students who will eventually enter the world of work. The purpose of the socialization is to increase knowledge and understanding of Occupational Safety and Health (K3) for Business Administration students at Mulawarman University class of 2020. The method used is in the form of socializing material related to safety induction through the Zoom meeting application. The evaluation was carried out using the posttest instrument given to the participants. Based on the results of the evaluation at the end of the socialization activity, it can be concluded that student participants gained new knowledge regarding this safety induction program. It can be concluded that this activity ran smoothly and achieved the expected target.
PENERAPAN TEKNOLOGI ALAT PRESS DAN POTONG TAHU ELECTRIK MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIS Sakuri Sakuri; Nana Supriyana; Hartono Hartono; Yusmedi Nurfaizal; Reza Azizul Nasa Al Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14050

Abstract

Abstrak: Kalisari merupakan desa sentra industri tahu terbesar di Kabupaten Banyumas. UKM Mekar Rasa dengan jumlah karyawan 10 orang produktivitasnya cenderung menurun disebabkan kelelahan karena peralatan press menggunakan batu yang diangkat dan diturunkan setiap proses dan potong tahu secara konvensional. Waktu pekerjaan menjadi lambat, tahu kurang kenyal, ukuran tahu tidak sama. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan produkstivitas pengolahan tahu dengan menerapkan peralatan elektrik agar dapat berkerja secara ergonomis. Penerapan teknologi alat pres dan potong tahu elektrik digunakan untuk meningkatkan produktivitas pemotongan tahu dan mengurangi kelelehan para perkerja. Pengabdian dilakukan dengan pembuatan alat press & potong tahu dan penyuluhan penggunaan alat dan keselamatan kerja. Sistem press dan potong terdiri dari press, potong, dan press dalam satu stasiun kerja. Hasil evaluasi menggunakan penimbanganb bobot menunjukkan adanya peningkatan produktivitas dan 120 kg menjadi 150 kg, para pekerja berkurang tingkat kelelahannya, dan waktu pengerjaan press dan potong lebih cepat dari 5 menit menjadi 3 menit satu proses terpotong 144 tahu dengan ukuran 5 x 5 cm.Abstract: Kalisari is the largest tofu industry center village in Banyumas Regency. Mekar Rasa UKM with 10 employees tends to decrease in productivity due to fatigue because the press equipment uses stones which were lifted and lowered each process and conventionally cut tofu. Working time is slow, the tofu is less chewy, the size of tofu is not the same. The purpose of community service is to increase the productivity of tofu processing by applying electrical equipment so that it can work ergonomically. The application of electric tofu pressing and cutting equipment technology is used to increase the productivity of tofu cutting and reduce worker fatigue. The service is carried out by making press tools & cutting tofu and counseling on the use of tools and work safety. The press and cut system consists of press, cut and press in one work station. The evaluation use a weighing scale results showed an increase in productivity from 120 kg to 150 kg, workers had less fatigue, and the time for pressing and cutting was faster from 5 minutes to 3 minutes for one process, 144 tofu was cut with a size of 5 x 5 cm.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SEBAGAI ALAT BANTU KERJA DI PUSKESMAS NUNKOLO Noorce Christiani Berek; Ben Vasco Tarigan; Diana Juniati Nabuasa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14078

Abstract

Abstrak: Masalah stunting merupakan masalah yang penting untuk segera ditangani khususnya di Puskesmas Nunkolo. Penanganan stunting dapat dilakukan dengan 2 intervensi gizi yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitive. Salah satu bentuk intervensi gizi spesifik yaitu menggunakan teknologi tepat guna berupa lemari pengering dan mesin penepung yang dapat digunakan masyarakat dalam hal ini ibu kader posyandu untuk membuat berbagai bubuk makanan yang dapat lebih bertahan lama dan mudah untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan balita stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting di Puskesmas Nunkolo dengan cara memberikan sosialisasi kepada 18 petugas puskesmas dan 14 kader posyandu terkait penggunaan teknologi tepat guna berupa penggunaan lemari pengering dan mesin penepung dengan bahan baku marungga. Setelah sosialisasi, dilakukan praktek penggunaan lemari pengering dan mesin penepung dengan bahan baku yang ada pada masyarakat, dan pendampingan dalam penggunaan lemari pengering dan mesin penepung tersebut, sehingga terjadi transfer teknologi. Evaluasi kegiatan sosialisasi penggunaaan lemari pengering, mesin penepung dan inkubator bayi diukur dengan kemampuan tenaga kesehatan dan kader dalam mengoperasikan alat tersebut. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa alat yang diberikan, digunakan dengan baik oleh Puskesmas Nunkolo dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejak penyerahan inkubator bayi, alat tersebut telah dimanfaatkan oleh 1 keluarga bayi prematur. Keluarga bayi tersebut merasa sangat terbantu dengan adanya inkubator ini dan berharap masih dapat menggunakannya hingga bayinya memiliki berat badan yang cukup. Sedangkan lemari pengering dan mesin penepung digunakan di bagian gizi dan dapat berproses dengan baik, hingga telah dilakukan 3 kali pengeringan daun marungga yang kemudian dijadikan tepung marungga.Abstract: The problem of stunting is an important problem to be addressed immediately, especially at the Nunkolo Health Center. Handling stunting can be done with 2 nutrition interventions, namely specific nutrition interventions and sensitive nutrition interventions. One form of specific nutrition intervention is using appropriate technology in the form of drying cabinets and flouring machines that can be used by the community in this case the Integrated Service Post cadre mothers to make various food powders that can last longer and are easy to consume by pregnant women and stunting toddlers. This community service activity aims to reduce stunting rates at the Nunkolo Health Center by providing socialization to 18 health center officers and 14 Integrated Service Post cadres regarding the use of appropriate technology in the form of the use of drying cabinets and flouring machines with Moringa raw materials. After the socialization, the practice of using drying cabinets and flouring machines with raw materials available in the community was carried out, and assistance in using the drying cabinets and flouring machines, so that technology transfer occurred. Evaluation of the socialization of the use of drying cabinets, flouring machines, and baby incubators is measured by the ability of health workers and cadres to operate these tools. The results of the mentoring activities show that the tools provided are well used by the Nunkolo Health Center in providing health services to the community. Since the delivery of the baby incubator, the tool has been utilized by 1 family of premature babies. The baby's family feels very helped by the incubator and hopes to still be able to use it until the baby has enough weight. Meanwhile, the drying cabinet and flouring machine are used in the nutrition department and can process well, so 3 times the drying of moringa leaves has been carried out which are then made into Moringa flour.
PENERAPAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN KELUARGA DI KABUPATENMADIUN Fabiola Dyandra De Ussy Whandyra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14972

Abstract

Abstrak: Program kesehatan pada kegiatan KKN dalam rangka pengabdian masyarakat dilakukan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lingkungan setempat, termasuk mengurangi permasalahan kesehatan yang meliputi penggunaan air bersih, minimnya pemahaman pengolahan limbah, serta anak yang berisiko stunting. Program kesehatan yang dilakukan termasuk pada rangkaian penelitian kualitatif yang meliputi program kesehatan lingkungan yang terdiri dari observasi penggunaan air bersih serta pengolahan limbah organik, dan program kesehatan keluarga yaitu edukasi stunting, demonstrasi masak, dan perlombaan kreasi menu makanan sehat. Kegiatan KKN ini dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari 10 mahasiswa terhadap masyarakat salah satu dusun di Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Indikator keberhasilan dari program Kesehatan didasari pada kehadiran, antusias, dan peningkatan pengetahuan maupun keterampilan yang diukur menggunakan pretest dan posttest. Hasilnya, seluruh program terselenggarakan dengan kehadiran, antusias, dan hasil pretest dan posttest yang melebihi target yaitu melebihi 80%.Abstract: Health programs in KKN activities in the context of community service are carried out based on problems that occur in the local environment, including reducing health problems which include the use of clean water, lack of understanding of waste management, and children who are at risk of stunting. The health program included in a series of qualitative research includes an environmental health program consisting of observing the use of clean water and processing organic waste, and a family health program, namely education on stunting, cooking demonstrations, and contests for creating healthy food menus. This KKN activity was carried out by a group consisting of 10 students with the community of one of the hamlets in Randualas Village, Kare District, Madiun Regency. Indicators of the success of the Health program are based on attendance, enthusiasm, and increased knowledge and skills as measured using the pretest and posttest. As a result, all programs were carried out with attendance, enthusiasm, and pre-test and post-test results that exceeded the target, which was more than 80%.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMURNIAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MINYAK GORENG KELAPA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA Nurhayati, Nurhayati; Dewi, Novi Yanti Sandra; Azhari, Azhari; Wardi, Hasri Kusuma; Huzair, Asrul; Maesaroh, Hety; Ghazali, Mursal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14570

Abstract

Abstrak: Pengolahan minyak kelapa masih menghasilkan kualitas yang rendah. hal ini ditandai dengan kadar air yang tinggi, berbau tengik, warna yang keruh, dan masih terdapat endapan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas minyak kelapa dengan teknologi pemurnian. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengolah minyak kelapa tentang aplikasi teknologi pemurnian. Mitra yang mengikuti kegiatan ini adalah kelompok pengolah minyak kelapa yang berjumlahkan 10 orang yang ada di Dusun Bilatepung Desa Beleka Kecamatan Gerung . Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan diantaranya: (1) Koordinasi dan sosialisasi kegiatan; (2) Penyuluhan teknologi pengolahan minyak kelapa dan aplikasi teknologi pemurnian pada proses pengolahan miyak kelapa; (3) Praktek produksi minyak kelapa dan implementasi teknik pemurnian pada minyak kelapa yang dihasilkan; dan (4) Monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 80%. Kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan untuk kmeningkatkan kualitas minyak kelapa yang diproduksi.Abstract: Coconut oil processing in Beleka Village still produces low quality. That is indicated by high water content, rancid smell, cloudy colors, and still precipitations. Therefore, it is necessary to improve the quality of coconut oil with purification technology. This service aims to increase the knowledge and skills of coconut oil processing by applying refining technology. Partners who participated in this activity were coconut oil processing groups in Bilatepung Hamlet, Beleka Village, and Gerung District. Implementing activities include (1) coordination and socialization of activities; (2) Counseling of coconut oil processing technology and applying refining technology in coconut oil; (3) Practice of coconut oil production and implementation of refining techniques in the resulting coconut oil; dan (4) Monitoring and evaluation. The results show that this service activity can increase partner knowledge and skills by 80%. This activity is expected to improve the quality of coconut oil produced.