cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PENGEMBANGAN KAPASITAS SELF JUMANTIK SEBAGAI UPAYA DINI DALAM PREVENTIF TRANSMISI DEMAM BERDARAH DENGUE Salsabilla Putri Kinanti Abdullah; Adin Nasichah; Astrid Prameswari Lestari; Eucharistia Crisantika; Rezandara Anggita Wigunawanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14748

Abstract

Abstrak: DBD merupakan infeksi virus yang menular pada manusia melalui vektor nyamuk Aedes aegypti yang tersebar di negara-negara iklim tropis maupun subtropis. Berdasarkan data Puskesmas Bojonegoro menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD tertinggi tahun 2021 sebanyak 39 kasus dengan 13 kasus diantaranya terjadi di Desa Sukorejo. Jumlah kasus ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peran Jumantik sangat penting dalam mencegah transmisi perkembangan vektor penular DBD. Oleh karena itu diperlukan upaya pengembangan kapasitas Jumantik per rumah tangga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam membentuk karakteristik masyarakat yang mandiri dalam praktik PSN sebagai tindak pencegahan DBD. Pengembangan kapasitas Jumantik ini dilakukan sebagai bagian dari praktik kerja lapangan berbasis pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sukorejo bersama 20 orang yang umumnya tergabung dalam kelompok Dasawisma. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi disertai monitoring dan evaluasi melalui angket pemahaman pengetahuan dan observasi praktik partisipan. Pengembangan kapasitas Jumantik ini berdampak pada peningkatan pengetahuan pada 70% partisipan dan peningkatan keterampilan praktik pada 100% partisipan.Abstract: DHF is a viral infection transmitted to humans by the Aedes aegypti mosquito vector that spreads in tropical and subtropical climate countries. Based on the Bojonegoro Health Center in 2021 shows the DHF's highest number of 39 cases and 13 cases of which occurred in Sukorejo Village. The Jumantik's role is important to prevent the DHF from transmitting vector development. Therefore, it's necessary to develop the Jumantik's capacity to increase their knowledge and skills in forming the independent community characteristics in PSN as a DHF prevention act. Jumantik's capacity building as part of a community service-based fieldwork practice in Sukorejo Village with 20 people who are Dasawisma group. This activity uses counseling and demonstration methods accompanied by monitoring and evaluation by a knowledge-understanding questionnaire and observation of participant practice. This Jumantik's capacity building has an impact on increasing the knowledge of 70% of participants and increasing the skills of 100% of participants.
PELATIHAN KADER COMMUNITY-BASED PALLIATIVE CARE Dahniar Dahniar; Juliani Ibrahim; Rahmawati Rahmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14117

Abstract

Abstrak: Klinik Sitti Khadijah ‘Aisyiyah merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan kesehatan umum pada masyarakat. Pada masa pandemi Covid-19 klinik mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat masih mempunyai rasa takut datang berobat di klinik dan pada umumnya melakukan pengobatan mandiri di rumah dengan membeli obat tanpa resep di apotik. Tujuan kegiatan ini yaitu membentuk kader perawatan paliatif dikomunitas yang akan memberikan pelayanan secara terintegrasi dibawah binaan Klinik Sitti Khadijah ‘Aisyiya. Metode pada program pengabdian masyarakat ini adalah melatih kader perawatan paliatif berbasis komunitas Pada pelatihan ini metode yang dilakukan adalah melalui metode interpersonal interaction dalam hal ini melakukan komunikasi interpersonal tentang materi asuhan paliatif berbasis islam, dan bermain peran mengenai cara pengelolaan perawatan paliatif berbasis komunitas serta tehnik komunikasi/dukungan psikospiritual pada pasien paliatif, kemudian dilanjutkan dengan simulasi visual perawatan luka dasar pada pasien paliatif.Hasilnya telah terbentuk 20 kader community-based paliatif care diwilayah kerja Klinik Sitti Khadijah ‘Aisyiyah. Kader ini telah melakukan home visit di komunitas masing-masing bersama Tim paliatif di klinik terhadap pasien paliatif. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan responden sebesar 62.34% dari pengetahuan awal peserta pelatihan. Diharapkan dengan adanya kader komunitas ini pasien paliatif mendaptkan pelayanan yang berkelanjutan setelah mendapatkan pengobatan di klinik.Abstract: The Sitti Khadijah 'Aisyiyah Clinic is a first level health service facility that provides general health services to the community. During the Covid-19 pandemic, clinics experienced a decrease in the number of patient visits. One of the reasons was that people still had a fear of coming for treatment at clinics and generally carried out independent treatment at home by buying drugs without a prescription at pharmacies. The aim of this activity was to form palliative care cadres in the community that will provide integrated services under the guidance of the Sitti Khadijah 'Aisyiya Clinic. The method in this community service program is to train community-based palliative care cadres. In this training, the method used is through interpersonal interaction methods, in this case conducting interpersonal communication about Islamic-based palliative care materials, and playing roles on how to manage community-based palliative care and communication techniques/psychospiritual support for palliative patients, then followed by a visual simulation of basic wound care for palliative patients. The results have formed 20 community-based palliative care cadres in the working area of the Sitti Khadijah 'Aisyiyah Clinic. These cadres have conducted home visits to their respective communities with the palliative team at the clinic for palliative patients. The results of the activity evaluation showed that there was an increase in the respondents' knowledge of 62.34% of the participants' initial knowledge. It is hoped that with this community cadre, palliative patients will get continuous service after receiving treatment at the clinic.
PENYUSUNAN POTENSI DESA BUDAYA MELALUI FOCUS GROUP DISCUSS BERBASIS LOCAL ADVANTAGE Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Restu Wigati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14019

Abstract

Abstrak: Dengan ditetapkannya Kelurahan Kubangsari sebagai desa budaya berdasarkan keputusan Wali Kota Cilegon nomor 430/Kep.631-Disparbud/2019, dipandang perlu untuk mengidentifikasi local advantage berupa atraksi kesenian dan wisata religi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) adalah melakukan penyusunan potensi desa untuk memunculkan jati diri dan keunikan budaya setempat dalam mewujudkan destinasi Desa Budaya di Kota Cilegon. Melalui metode pendekatan deskriptif kuantitatif, in depth interview, participatory mapping terhadap objek potensi desa dengan cara menginventarisir, mengidentifikasi data dasar potensi budaya dengan melibatkan unsur lembaga: Bappedalitbang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disperkim, Camat, Lurah, LPPM Untirta, Kelompok Sadar Budaya, kelompok masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta PKK. Hasil keputusan disepakati dalam dokumen berita acara FGD tanggal 10 November 2022 yang dihadiri 16 orang pemangku kepentingan. Berita acara tersebut berisi kesepakatan isu strategis dalam penataan kawasan desa budaya. Data yang sudah disepakati selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam penyusunan masterplan kawasan, program pengembangan sarana prasarana lingkungan dan fasilitas pendukung, pelaksanaan pekerjaan perencanaan Detail Engineering Design.Abstract: With the designation of the Kubangsari Village as a cultural village based on the decision of the Mayor of Cilegon number 430/Kep.631-Disparbud/2019, it is deemed necessary to identify local advantages in the form of artistic attractions and religious tourism. The purpose of community service activities through the approach Focus Groups Discussion (FGD) is to organize village potential to bring out local identity and cultural uniqueness in realizing the destination of a Cultural Village in Cilegon City. Through the method of quantitative descriptive approach, in-depth interview, participatory mapping of village potential objects by taking inventory, identifying basic data on cultural potential by involving elements of institutions: Bappedalitbang, Education and Culture Office, Disperkim, Camat, Lurah, LPPM Untirta, Culture Awareness Groups, community groups, community leaders and youth leaders as well as the PKK. The results of the decision were agreed upon in the minutes' document of the FGD on 10 November 2022 which was attended by 16 stakeholders. The minutes of the event contains an agreement on strategic issues in structuring the cultural village area. The data that has been agreed upon can then be used as a reference in the preparation masterplan area, development program for environmental infrastructure and supporting facilities, implementation of planning work Detail Engineering Design.
PENGENALAN DIGITAL MARKETING DALAM MEMASARKAN PRODUK INOVASI SAMBAL TOMAT Maria Salestina Ngoni; Maryance Vivi Murnia Bana; Ester Nurani Keraru; Astried Priscilla Cordanis; Rizki Adiputra Taopan; Paulus Every Sudirman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.15108

Abstract

Abstrak: Digital marketing adalah kegiatan mempromosikan dan memasarkan produk secara online melalui platform media sosial. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para siswa SMK Restorasi Timung Wae Ri’i terkait dengan market digital supaya dapat memberikan bekal di dunia pekerjaan atau di jenjang perguruan tinggi. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan pelatihan dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang. Pelaksana kegiatan pengabdian diawali dengan prakegiatan, kegiatan, evaluasi dan monitoring. Materi yang disampaikan adalah digital marketing dengan memanfaatkan sosial media facebook, instagram, whatsapp, tik tok dan youtube sebagai media pemasarannya. Hasil pelaksanaan menunjukan bahwa para siswa sangat partisipasi untuk mengikuti kegiatan PkM ini karena market digital merupakan salah satu tekologi yang belum banyak dipahami oleh siswa SMK di era teknologi saat ini. Pada saat melakukan demonstrasi siswa SMK Restorasi begitu antusias untuk mendengarkan penjelasan. Berdasarkan hasil presentase kemampuan siswa rata-rata untuk pretest 61 % dan posttest 95 % di ketahui bahwa metode yang digunakan sangat efektif sehingga sesuai dengan tingkat kepuasan siswa SMK sangat baik.Abstract: Digital marketing is the activity of promoting and marketing products online through social media platforms This PkM activity aims to provide training to students of SMK Restorasi Timung Wae Ri'I related to the digital market so that they can provide provisions in the world of work or at the university level. The method used is counseling and training with a total of 32 students. The implementation of service activities begins with pre-activities, activities, evaluation and monitoring. The material presented is digital marketing by utilizing social media Facebook, Instagram, WhatsApp, Tik Tok and YouTube as marketing media. The results of the implementation showed that the students were very participating in this PkM activity because the digital market is one of the technologies that is not widely understood by SMK students in the current technological era. During the demonstration, the students of SMK Restorasi were so enthusiastic to listen to the explanation. Based on the results of the average student ability percentage for pretest 61% and posttest 95%, it is known that the method used is very effective so that it suits the level of satisfaction of SMK students very well.
APLIKASI TEKNIK PENGEMASAN VAKUM UNTUK MENINGKATKAN MASA SIMPAN PRODUK HASIL PERAIRAN DAN PETERNAKAN Maherawati Maherawati; Tri Rahayuni; Lucky Hartanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14338

Abstract

Abstrak: Hasil pertanian dan perikanan merupakan kelompok bahan pangan yang mempunyai kadar air tinggi dan kandungan nutrisi lengkap sehingga mudah rusak karena pertumbuhan mikrobia selama penyimpanan. Kelompok usaha Jaya Bersama mempunyai masalah dalam pemasaran produk ikan/ayam segar karena penurunan mutu selama masa penjualan. Faktor penting yang menyebabkan masalah tersebut adalah kemasan yang digunakan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk pengenalan dan praktik teknik pengemasan vakum untuk memperpanjang masa simpan produk segar ikan/ayam. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan, praktik, dan evaluasi pelaksanaan program. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pengemasan vakum pada peserta meningkat dari 54% menjadi 100%, sedangkan pemahaman tentang tujuan pengemasan vakum meningkat dari 42% menjadi 92%. Peserta juga sudah dapat melakukan pengemasan vakum dengan alat yang diberikan. Hasil ini perlu ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi program yang melibatkan pemerintah setempat, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.Abstract: Agricultural and fishery products are foodstuffs that have high water content and complete nutritional content, making them easily prone to damage due to microbial growth during sales period. The Jaya Bersama business group has faced issues marketing fresh fish and chicken products due to a decrease in quality during storage, which is caused by several factors, including the packaging used. The purpose of this activity is to introduce and practice vacuum packaging techniques to extend the shelf life of fresh fish and chicken products. The method used consists of counseling, practice, and evaluation of 20 partner members. The results showed that the participants' knowledge of vacuum packaging increased from 54% to 100%, while their understanding of the purpose of vacuum packaging increased from 42% to 92%. The participants were also able to perform vacuum packaging using the tools provided. These results need to be followed up by conducting program evaluations involving the local government so that the community can benefit further.
DIVERSIFIKASI EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DALAM PEMBENTUKAN KAMPUNG MARITIM TANGGUH DESA BAGAN SERDANG Hanifa Martogi Chairunnisa Siahaan; Sahran Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14981

Abstract

Abstrak: Desa Bagan Serdang memiliki beragam potensi yaitu hasil tangkapan laut, produksi terasi, pantai, dan hutan bakau namun belum dimaksimalkan pengelolaannya. Masyarakat hanya fokus menjadi nelayan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari tapi masih sulit untuk menjadi sejahtera. Maka dari itu penting dilakukan diversifikasi ekonomi yang bertujuan meningkatkan pendapatan ekonomi desa, meningkatkan keterampilan dan penghasilan nelayan beserta keluarga, serta memperbaiki kualitas lingkungan untuk memaksimalkan potensi pariwisata. Manfaat dari kegiatan ini yaitu masyarakat bisa mendayagunakan potensi yang ada di Desa Bagan Serdang dengan maksimal dan berkelanjutan. Adapun metode pelaksanaan yaitu dimulai dari pra kegiatan yaitu tahap inisiasi, lalu pelaksanaan dengan penyuluhan dan pelatihan, dan pasca kegiatan dengan monitoring, evaluasi. Mitra program ini adalah 212 masyarakat Desa Bagan Serdang. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan pemahaman sebesar 92% dengan peningkatan softskill yaitu kretivitas menghasilkan komoditas usaha, kepekaan dan kepedulian pada lingkungan serta hardskill yaitu perencanaan bisnis dan pemasaran.Abstract: Bagan Serdang Village has variety of potentials, namely marine catches, shrimp paste production, beaches, and mangroves but has not been maximized for management. People only focus on being fishermen to meet their daily needs but it is still difficult to become prosperous. Therefore, it is important to diversify the economy aimed at increasing village economic income, increasing the skills and income of fishermen and their families, and improving environmental quality to maximize tourism potential. The benefit of this activity is that the community can utilize the potential in Bagan Serdang Village optimally and sustainably.. The implementation method starts from the pre-activity, namely the initiation stage, then implementation with counseling and training, and post-activity with monitoring, evaluation. The partners of this program are 212 people in Bagan Serdang Village. The result of this activity is an understanding of 92% consisting of increasing soft skills, namely creativity in producing business commodities, sensitivity and concern for the environment and hard skills, namely business planning and marketing.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENANGANAN CEDERA MUSKOLUSKELETAL AKIBAT KECELAKAAN PADA MASYARAKAT AWAM Beti Kristinawati; Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah; Ardhu Rizkiawan; Nyofan Wahyu Mardana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14806

Abstract

Abstrak: Aktivitas dan mobilitas manusia merupakan faktor yang dapat mengakibatkan kejadian kecelakaan. Kecelakaan dapat terjadi karena kecelakaan kerja atau kecelakan di lalu lintas yang dapat menyebabkan komplikasi berupa cedera dan fraktur. Masyarakat awam yang merupakan penemu pertama korban kecelakaan memiliki peran yang penting dalam memberikan pertolongan pertama dan keselamatan korban kecelakaan. Kegiatan pengabdian yang berupa pelatihan bertujuan untuk menambah wawasan dan kemampuan Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dalam melakukan bantuan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Metode kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2023 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Polanharjo Klaten, dengan 30 peserta dari Pemuda Muhammadiyah dan 10 peserta dari Nasyiatul Aisyiyah. Instrumen yang digunakan yaitu dengan kuisioner yang diberikan pada saat pre dan posttest melalui google form. Hasil mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan skor pada tingkat pengetahuan dan ketrampilan yaitu dengan nilai 74,00 dan 78,25. Maka, dapat disimpulkan bahwa memberikan pelatihan dapat meningkatkan wawasan masyarakat dalam memberikan pertolongan pada korban kecelakaan.Abstract: Human activity and mobility are factors that can lead to accidents. Accidents can occur due to work accidents or traffic accidents which can cause complications in the form of injuries and fractures. Ordinary people who are the first discoverers of accident victims have an important role in providing first aid and safety for accident victims. Service activities in the form of training aim to broaden the insights and abilities of Muhammadiyah Youth and Nasyiatul Aisyiyah in providing first aid assistance to accident victims. The method of this service activity is in the form of training which was held on March 26 2023 at the Polanharjo Klaten Muhammadiyah Dakwah Building, with 30 participants from Muhammadiyah Youth and 10 participants from Nasyiatul Aisyiyah. The instrument used is a questionnaire given during the pre and posttest via the Google form. The results indicated that there was an increase in scores at the level of knowledge and skills, with values of 74.00 and 78.25. So, it can be concluded that providing training can increase public insight in providing assistance to accident victims.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN STRES: LATIHAN OTOT PROGRESIF DAN AUTOGENIK PADA SISWA EKSTRAKURIKULER USAHA KESEHATAN SEKOLAH Rasmawati Rasmawati; Syisnawati Syisnawati; Rasdiyanah Rasdiyanah; Azwar Azwar; Andi Sistawati; Muhammad Abdul Bagas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14932

Abstract

Abstrak: Remaja menjadi salah satu kelompok berisiko terjadinya stress, hal ini disebabkan karena merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan kondisi psikologis yang negatif, dapat berupa depresi, kecemasan dan stress. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar siswa dapat mengetahui dan memiliki kemampuan melakukan teknik manajemen stress pada siswa kelompok ektrakurikuler Usaha Kesehatan Sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gowa. Tingkat stress diukur menggunakan kuesioner Perseived Stress Scale (PSS-10). Pelatihan manajemen stress berupa latihan otot progresif dan latihan autogenik dilakukan pada siswa. Terdapat 12 siswa yang mengikut kegiatan ini hingga selesai. Hasil menunjukkan bahwa siswa mampu melaksanakan terapi relaksasi otot progresif dan latihan authogenik secara mandiri. Total rerata tingkat stress sebelum terapi yakni 20,75 menurun menjadi 16,00 setelah dierikan terapi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan skor stres yang diukur menggunakan PSS 10 setelah diberikan terapi.Abstract: Adolescents are a group that is at risk for stress due to their susceptibility to negative psychological conditions such as depression, anxiety, and stress. The aim of this commusahay service is to assess the stress levels and the effectiveness of stress management techniques, namely Progressive Muscle Relaxation and Autogenic exercises, for adolescent students in the extracurricular group of the School Health Usaha at Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gowa. The perceived stress levels of the participants were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire. The stress management training, which involved progressive muscle relaxation and autogenic exercises, was conducted for 12 students. The results indicated that the students were able to perform the relaxation techniques independently, and their average total stress level decreased from 20.75 to 16.00 after the therapy. Therefore, it can be concluded that stress scores, as measured by the PSS-10, decreased after the students received the stress management therapy.
MEMBANGUN EKOSISTEM EKONOMI KREATIF MELALUI KELEMBAGAAN, ASPEK LEGAL DAN PEMASARAN MENUJU RINTISAN DESA KREATIF Haniek Listyorini; Idah Kusuma Dewi; Yuniarto Rahmad Satato
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14726

Abstract

Abstrak : Desa-desa yang telah mengembangkan daya tarik wisata didorong oleh pemerintah untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif sesuai potensi lokal. Namun pemerintah desa dan pelaku UMKM belum memahami sehingga perlu pendampingan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif di Desa Bojong dalam rangka merintis Desa Kreatif Inisiatif. Metode pengabdian yang dilakukan meliputi sosialisasi, FGD, survey, pelatihan dan praktek. Mitra kegiatan adalah pemerintah desa dan 51 pelaku UMKM local. Kegiatan ini berhasil membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui peningkatan pengetahuan ekonomi kreatif dari 20% menjadi 80%, terbentuknya kelembagaan desa kreatif, pendataan identitas dan sub sektor ekonomi kreatif UMKM lokal, pelatihan aspek legal dan upaya promosi dan penjualan. Tujuh upaya promosi dan penjualan telah dilakukan yaitu penjualan paket wisata ekraf, bazar, gerai UMKM, familiarization trip, penjualan produk ke hotel serta inovasi produk. Dari kegiatan ini masyarakat memperoleh softskill yaitu pengetahuan ekonomi kreatif, ketrampilan pelayanan, kolaborasi, kemampuan promosi dan penjualan, juga memperoleh hardskill dalam bentuk kemampuan inovasi produk dan literasi digital.Abstract: Villages that have developed tourist attractions are encouraged by the government to form a creative economy ecosystem. This community service aims to form a creative economy ecosystem in Bojong Village as a Creative Village. The service methods carried out include socialization, FGD, surveys, training and practice. This community service is in partnership with the village government and 51 local SME. This program successfully developed a creative economy ecosystem through increasing creative economy knowledge from 20% to 80%, forming creative community as the institution for creative village, collecting data on community subsector products, training on legal aspects and increasing promotion and sales. Seven promotional and sales efforts have been carried out, namely selling tour packages, bazaars, MSME outlets, familiarization trips, selling product to hotels and product innovation. From these activities the community gained a number of soft-skills such as knowledge skill, service skill, collaboration skill, promoting and selling skill, also gained hard-skill in product innovation and digital literacy.
OPTIMALISASI STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DAERAH PESISIR MELALUI PELATIHAN KADER KESEHATAN Khoirunnisa Khoirunnisa; Kurniawan Kurniawan; Siti Ulfah Rifa'atul Fitri; Puput Nugraha; Yuni Nur'aeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14889

Abstract

Abstrak: Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan anak. Perlu adanya optimalisasi untuk meningkatkan hal tersebut, salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan kader posyandu. Tujuan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran serta kader masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan stimulasi tumbuh kembang anak daerah pesisir di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap diantaranya (1) tahap persiapan melalui proses identifikasi masalah, koordinasi dan penyusuanan media; (2) tahap pelaksanaan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan deteksi dan stimulasi tumbuh kembang anak bagi para kader; dan (3) tahap evaluasi, partisipan yang terlibat adalah kader kesehatan yang bertugas di Posyandu Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran berjumlah 50 kader terdiri dari 6 (enam) posyandu, yaitu: Posyandu Srikandi 1, Srikandi 2, Srikandi 3, Mekarsari, Tunas Harapan, dan Saluyu. Berdasarkan hasil pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan sosialisasi dan pelatihan didapatkan data peningkatan pengetahuan peserta antara sebelum dan setelah edukasi rata-rata skor pengetahuan peserta adalah sebesar 2 poin, yaitu dari 11 menjadi 13. Selama kegiatan sosialisasi dan pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias dalam menerima materi yang disampaikan oleh para narasumber. Evaluasi lisan yang dilakukan selama kegiatan edukasi berlangsung juga mendapatkan respon positif dari para kader kesehatan.Abstract: Stimulation of children's growth and development is very important to improve children's health status. Optimization is needed to improve this, one of which is through posyandu cadre education and training. The purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge, skills, and participation of community cadres in meeting the needs and stimulating the growth and development of children in coastal areas in Karangjaladri Village, Parigi District, Pangandaran Regency. The method used consists of three stages including (1) the preparation stage through the process of problem identification, coordination, and media preparation; (2) the implementation stage through socialization activities, training on detection and stimulation of child growth and development for cadres; and (3) evaluation stage, the participants involved are There are 50 health cadres on duty at the Posyandu in Karangjaladri Village, Parigi District, Pangandaran Regency, consisting of 6 (six) Posyandu, namely: Posyandu Srikandi 1, Srikandi 2, Srikandi 3, Mekarsari, Tunas Harapan, and Saluyu. Based on the results of measuring the participants' knowledge before and after the socialization and training activities, it was found that the participants' knowledge increased before and after the education. The average participant knowledge score was 2 points, from 11 to 13. During the socialization and training activities, the participants seemed enthusiastic. about receiving the material presented by the speakers. Oral evaluations carried out during educational activities also received positive responses from health cadres.