cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PEMBENTUKAN POSYANDU REMAJA SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT PENANGGULANGAN STUNTING Ane Permatasari; Bhakti Gusti Walinegoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14840

Abstract

Abstrak: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong semua daerah untuk membentuk posyandu remaja. Tujuannya adalah untuk memperkuat upaya pengawasan terhadap tumbuh kembang para remaja, menjadi wadah pengetahuan tentang kesehatan para remaja, hingga menanggulangi stunting. Kapanewon Gamping memiliki mayoritas penduduk di usia remaja. Kapanewon ini merupakan salah lokus stunting di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, dengan kondisi tersebut, Kapanewon Gamping tidak memiliki Posyandu Remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi Kapanewon Gamping dalam membentuk posyandu remaja. Pengabdian ini dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, pelatihan cek kesehatan, pemberian hibah alat kesehatan, dan pembentukan struktur kepengurusan inti posyandu remaja. Mitra utama dalam pengabdian ini yaitu Pemerintah Kapanewon Gamping (Panewu/Camat) dan Karang Taruna Kapanewon Gamping (15 orang). Sementara pihak lain yang terlibat, yaitu dari Puskesmas Gamping 1 dan 2 (5 orang) dan mahasiswa (2 orang). Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui diskusi dan pengisian angket bersama para mitra dengan cara menilai kelancaran acara, partisipasi peserta yang terlibat, ketercapaian target, dan rencana tindak lanjut. Pengabdian yang dilaksanakan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target pengabdian, yaitu adanya struktur inti posyandu remaja, adanya pembekalan tentang posyandu remaja, tersedianya alat kesehatan, dan peserta dapat menggunakan alat kesehatan yang telah dihibahkan.Abstract: The Ministry of Health encourages regions to establish youth integrated healthcare center (YIHC). The aim is to strengthen efforts to supervise the growth of adolescents, become a knowledge forum about health, and overcome stunting. Gamping District has most of the population in their teens. Gamping is one of the stunting loci in Sleman Regency. However, Gamping does not have a YIHC. This community service aims to assist Gamping in forming a YIHC. This service is carried out through counseling, health check training, medical equipment grants, and the establishment of the core management of YIHC. Main partners in this service are the Government (Head of Gamping District) and Youth Organization of Gamping District (15 people). While other parties were involved, namely from the Gamping 1 and 2 Health Centers (5 people) and students (2 people). Evaluation of activities is carried out through discussions and filling out questionnaires with partners by assessing the smooth running of the event, the participation of the participants involved, target achievement, and follow-up plans. The service carried outran smoothly and in accordance with the service target, namely the core structure of the YIHC, the provision of YIHC information, the availability of medical devices, and participants can use the medical devices.
PENDAMPINGAN PERGURUAN TINGGI UNTUK MEWUJUDKAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE Muhammad Mas'ud Said; Muhammad Djunaidi Ghony; Nur Fajar Arief; Rulam Ahmadi; Akhmad Tabrani; Slamet Muchsin; Pardiman Pardiman; Mohammad Afifulloh; Sumartono Sumartono; Mohammad Muhibbin; Sunardi Sunardi; Mutmainnah Mustofa; Dwi Ari Kurniawati; Surya Sari Faradiba
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14086

Abstract

Abstrak: Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan Pendidikan tinggi yang berkualitas menjadi tantangan bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk berlomba-lomba menarik minat masyarakat agar memilih institusinya. Ditengah persaingan yang cukup berat, peningkatan mutu menjadi hal yang mutlak bagi PTS agar tetap eksis. PTS dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dan berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan akomodasi bagi internasionalisasi PTS, meningkatkan daya saing, meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kualitas manajemen internal, serta untuk meningkatkan kinerja dalam rangka memenangkan persaingan tersebut. Pendampingan yang telah dilakukan oleh Program Pascasarjana, Universitas Islam Malang, untuk mewujudkan Good University Governance dilakukan di empat universitas, antara lain: Universitas Islam Kadiri, Universitas Kadiri, Universitas Wahidiyah Kediri, dan STKIP Modern Ngawi selama bulan Februari 2023. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa keempat perguruan tinggi telah menerapkan prinsip Good University Governance yang meliputi: transparansi, akuntabilitas, kemandirian, tanggung jawab, dan kewajaran.Abstract: The increasing public demand for quality higher education is a challenge for private tertiary institutions (PTS) to compete in attracting the public's interest in choosing their institution. In the midst of quite tough competition, quality improvement is absolutely essential for PTS to continue to exist. PTS is required to be able to provide the best possible service to the community and be oriented to the needs of the community. This assistance aims to provide accommodation for the internationalization of PTS, increase competitiveness, improve the quality of the learning process and the quality of internal management, as well as to improve performance in order to win the competition. Assistance that has been carried out by the Postgraduate Program, Islamic University of Malang, to realize Good University Governance was carried out at four universities, including: Kadiri Islamic University, Kadiri University, Wahidiyah Kediri University, and STKIP Modern Ngawi during February 2023. The results of the assistance show that the four universities have implemented the principles of Good University Governance which include: transparency, accountability, independence, responsibility, and fairness.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI INOVASI TEKNOLOGI DALAM PENGOLAHAN NIRA AREN MENJADI GULA SEMUT Edi Jusriadi; Buyung Romadhoni; Nasrullah Nasrullah; Siti Aisyah; Moh. Aris Pasigai; M. Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14874

Abstract

Abstrak: Permasalahan mitra terkait masih rendahnya kemampuan inovasi usaha, perilaku konsumsi tuak beralkohol, dan produk kelompok belum tersertifikasi halal. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan life skill kelompok melalui inovasi teknologi berbasis ekonomi kreatif dalam pengelolaan nira aren menjadi gula semut. Metode pelaksanaan program PKM dalam bentuk edukasi, pelatihan dan pendampingan kepada mitra sasaran sebanyak 9 kelompok pengolah nira aren yang ada di Desa Timbuseng, dengan jumlah anggota kelompok 70 orang. Evaluasi pelaksanaan program pelatihan dilakukan melalui evaluasi reaksi, evaluasi pembelajaran, dan evaluasi perilaku. Evaluasi terhadap ketercapaian tujuan program Hasil PKM menunjukkan bahwa potensi nira aren di Desa Timbuseng sangat prospek dikembangkan dengan tingkat produksi rata-rata 2500 liter perhari, akan tetapi 75% dijual dalam bentuk tuak beralkohol. Sehingga hal ini berdampak pada menurunya produksi gula aren di Desa Timbuseng. Hasil evaluasi proses dan dampak dari program pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa 85% peserta pelatihan dan pendampingan menyatakan mendapatkan informasi baru dari materi-materi yang disampaikan tim PKM.Abstract: Partner problems related to the low ability of business innovation, consumption behavior of alcoholic palm wine, and group products not yet halal certified. This PKM activity aims to:increase life skills group through technological innovation based on creative economy in the management of palm sap into ant sugar. The method of implementing the PKM program is in the for meducation, training and assistance to target partners as many as 9 groups of palm sap processing in Timbuseng Village, with a total of 70 group members. Evaluation of the implementation of the training program is carried out through evaluation of reactions, evaluation of learning, and evaluation of behavior. Evaluation of the achievement of program objectives The PKM results show that the potential for palm sap in Timbuseng Village is very prospected for development with an average production rate of 2500 liters per day, but 75% is sold in the form of alcoholic wine. So that this has an impact on decreasing palm sugar production in Timbuseng Village. The results of the process and impact evaluation of the training and mentoring program show that 85% of training and mentoring participants statedget new information from the materials presented by the PKM team.
PENGUATAN KAPASITAS KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Hendy Lesmana; Widyastuti Cahyaningrum; Syahran Syahran; Nia Kurniasih Suryana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14043

Abstract

Abstrak: Insiden COVID-19 saat ini terus mengalami peningkatan, tidak hanya jumlah penderita tetap jumlah kematian pun meningkat. Demikian pula dengan Kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Utara tercatat kasus aktif sebanyak 1.582 (14,947 %) dan kasus terkonfirmasi akumulatif 10.584 orang. Strategi untuk mengatasi peningkatan kasus covid di masyarakat dengan melakukan promosi kesehatan mengenai pencegahan penularan COVID-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga mengenai pencegahan penularan COVID-19, memakai dan melepaskan masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih secara benar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol Kesehatan pencegahan penularan COVID-19, Lokasi kegiatan di Desa Tanjung Agung dan Desa Mangkupadi, metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan kepada keluarga dari rumah ke rumah guna menghindari berkumpulnya masyarakat. Hasil kegiatan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan keluarga dalam pencegahan penularan COVID-19 dimana tingkat pengetahuan keluarga paling banyak berada di tingkat pengetahuan baik (78 %) dengan menggunakan evaluasi kuesioner, demikian pula dengan keterampilan keluarga meningkat dalam hal memakai dan melepaskan masker dengan benar serta mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dengan tehnik 11 langkah.Abstract: The current incidence of COVID-19 continues to increase, not only the number of sufferers remains the number of deaths has also increased. Likewise with the COVID-19 cases in North Kalimantan Province, there were 1,582 active cases (14.947%) and an accumulative confirmed case of 10,584 people. Strategies to deal with increasing cases of covid in the community by carrying out health promotion regarding the prevention of transmission of COVID-19. The purpose of this activity is to increase family knowledge and skills regarding preventing transmission of COVID-19, wearing and removing masks and washing hands properly with soap and clean water. This activity was carried out by implementing the health protocol to prevent transmission of COVID-19, the location of the activities in Tanjung Agung Village and Mangkupadi Village, the method of carrying out outreach activities to families from house to house to avoid community gatherings. The results of the activity showed that there was an increase in family knowledge in preventing transmission of COVID-19 where the level of family knowledge was at the good knowledge level (78%) using an evaluation questionnaire, as well as increasing family skills in wearing and removing masks properly and washing hands. with soap and clean water with the 11 step technique.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Tri Wulandari Kesetyaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14557

Abstract

Abstrak: Lansia merupakan kelompok rentan terkena penyakit degeneratif dan komplikasinya. Abdimas ini bertujuan untuk deteksi dini dan meningkatkan pemahaman tentang penyakit tidak menular (PTM) dan pencegahannya di dusun Balong I, desa Banjarsari, kecamatan Samigaluh, kabupaten Kulon Progo. Sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan dilakukan pengukuran kadar gula darah, tekanan darah, juga pada sebagian lansia komorbid diukur kadar asam urat dan kolesterol. Sosialisasi PTM diawali dengan pretes, penjelasan materi, tanya jawab dan diskusi, serta posttes. Evaluasi dilakukan dengan pretes dan posttes. Kegiatan ini dihadiri oleh 39 orang lansia. Lansia di dusun Balong I memiliki tensi tinggi (69,23%) dan memiliki kadar glukosa darah di atas ambang normal (25,64%). Lansia, kader kesehatan dan perangkat dusun antusias mengikuti kegiatan sosialisasi PTM. Hasil pretes (59,05 ± 18,68) dibandingkan postes (79,05 ± 17,65) menunjukkan terjadi peningkatan bermakna pemahaman lansia tentang PTM dan pencegahannya (p<0,05). Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman lansia setelah dilakukan sosialisasi tentang PTM dan pencegahannya sebesar 33,87%.Abstract: The elderly are a vulnerable group for degenerative diseases and their complications. This community service aims to detect early and increase understanding of non-communicable diseases (NCD) and their prevention in the hamlet of Balong I, Banjarsari, Samigaluh, Kulon Progo. The socialization was carried out with lectures and blood sugar levels and blood pressure were measured. In some comorbid elderly, uric acid and cholesterol levels were measured. PTM socialization begins with a pre-test, material explanation, question and answer and discussion, as well as post-test. Evaluation is done by pretest and posttest. This activity was attended by 39 elderly people. Most of the elderly have high blood pressure (69.23%) and blood sugar levels (25.64%) above the normal threshold. Elderly, health cadres and hamlet officials enthusiastically participated in PTM outreach activities. The results of the pretest (59.05 ± 18.68) compared to the posttest (79.05 ± 17.65) showed a significant increase in the understanding of the elderly about NCDs and their prevention (p<0.05). It was concluded that there was an increase in the understanding of the elderly after socialization about NCDs and their prevention by 33.87%.
PENINGKATAN KOMPETENSI BIDAN DALAM YOGA DAN RELAKSASI PADA KEHAMILAN DI KABUPATEN MALINAU Ririn Ariyanti; Doris Noviani; Rahmi Padlilah; Gusriani Gusriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14042

Abstract

Abstrak: Kehamilan membuat ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis yang menimbulkan ketidaknyamanan pada kehamilan. Yoga pada kehamilan dapat mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan ibu sepanjang kehamilan. Ibu hamil dalam melakukan yoga kehamilan harus di damping oleh fasilitator yang terlatih untuk mencegah trauma. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam melakukan yoga dan relaksasi pada kehamilan. Peningkatan kompetensi ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada 30 bidan di kabupaten Malinau yang dilaksanakan pada 5-6 November 2022, dimana pelaksanaan pengabdiaan masyarakat ini bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Malinau serta pengurus cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Malinau. Peningkatan kompetensi ini dilakukan dengan pemberian materi dan evaluasi praktikum dimana beradasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan observasi dan daftar tilik seluruh bidan memiliki nilai sangat baik dengan nilai rata-rata 82,5 sehingga dapat di simpulkan bahwa peningkatan kompetensi bidan dalam yoga dan relaksasi kehamilan sangat baik.Abstract: Women are physically and psychologically altered during pregnancy. Pregnant women can reduce discomfort with yoga during pregnancy. A trained facilitator must accompany pregnant women doing pregnancy yoga to prevent trauma. This community service aims to increase midwives' competency in yoga and relaxation during pregnancy. This competence increase was carried out by providing training to 30 midwives in the Malinau district which was held on 5-6 November 2022, where the implementation of this community service was in collaboration with the Malinau district government and the management of the Malinau branch of the Indonesian Midwives Association (IBI). This competence increase is carried out by providing material and practicum evaluation which is based on the results of monitoring and evaluation carried out using observation and checklists, all midwives have a very good score with an average value of 82.5 so it can be concluded that the increase in competence of midwives in yoga and relaxation very good pregnancy.
EDUKASI PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN YANG RASIONAL PADA TIM PENGGERAK PKK Tamara Gusti Ebtavanny; Sri Winarsih; Ayuk Lawuningtyas Hariadini; Oktavia Rahayu Adianingsih; Arsy Arundina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.15051

Abstract

Abstrak: Suplemen kesehatan adalah produk yang dapat melengkapi, meningkatkan dan memelihara kebutuhan zat gizi, serta dapat memperbaiki fungsi kesehatan karena memiliki nilai gizi dan atau efek fisiologis. Banyaknya beredar suplemen yang diklaim mampu mencegah dan mengobati penyakit di kalangan masyaratakat membuat penggunaan suplemen yang tidak rasional dan memiliki potensi resiko yang tinggi. Sasaran kegiatan ini adalah tim penggerak PKK kelurahan di Kota Malang. Pada kegiatan ini setiap kelurahan akan diundang 3 (tiga) orang perwakilan TP PKK dari 5 kecamatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi penggunaan suplemen kesehatan pada tim penggerak PKK Kelurahan Kota Malang yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan suplemen kesehatan yang rasional. Rangkaian kegiatan diadakan pada bulan Agustus - September 2022. Kegiatan meliputi : Penyuluhan mengenai imunitas dan sistem daya tahan tubuh; penyuluhan mengenai penggunaan suplemen kesehatan yang Rasional; penyuluhan mengenai bentuk sediaan khusus dari suplemen kesehatan yang beredar di masyarakat; permainan bagi peserta, yaitu Hoax Buster Games; Pretest dan posttest, kegiatan Konsultasi setelah edukasi serta evaluasi kepuasan peserta. Hasil kegiatan adalah : dari 180 peserta yang ditargetkan, 146 peserta atau 81,11% peserta hadir di acara penyuluhan; Rata-rata nilai pretest adalah 60 dan nilai rata-rata posttest sebesar 75, dapat terlihat adanya peningkatan nilai rata-rata peserta berturut-turut sebesar 25%. Peserta dengan tingkat pengetahuan “Baik” naik secara signifikan dari 10,95% menjadi 50%. Selain itu, peserta dengan tingkat pengetahuan “Cukup” juga turun secara signifikan dari 89,04% menjadi 50%. Hasil rata-rata kepuasan masyarakat adalah 4,68 atau 93,52 atau dapat disimpulkan peserta merasa keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat telah berjalan dengan sangat baik. Dari kegiatan ini diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan tim penggerak PKK Kelurahan Kota Malang mengenai penggunaan suplemen kesehatan. Diharapkan pada kader akan dapat mengedukasi masyarakat.Abstract: Health supplement is a product to supplement nutritional needs, increase, maintain, have nutritional value and/or physiological effects to improve health function. The large number of supplements circulating which are claimed to be able to prevent and treat disease among the public makes the use of supplements irrational, which had high potential risk. The target of this activity is Team for Empowerment and Family Welfare (TP-PKK) in Malang City. In this activity, 3 (three) TP PKK representatives from 5 sub-districts will be invited to each sub-district. The purpose of community service activities in the form of education on the use of health supplements in the PKK Team of Malang City Village is to increase public knowledge about the rational use of health supplements. The series of activities will be held in August - September 2022. Activities include: Counseling on immunity and the immune system; counseling regarding the rational use of health supplements; counseling regarding special dosage forms of health supplements circulating in the community; games for participants, namely Hoax Buster Games; Pretest and posttest, Consultation activities after education and evaluation of participant satisfaction. The results of the activity were: of the 180 targeted participants, 146 participants or 81.11% of the participants attended the counseling event; The average pretest score was 60 and the posttest average score was 75. It can be seen that there was an increase in the average participant score by 25% respectively. Participants with a "Good" level of knowledge rose significantly from 10.95% to 50%. In addition, participants with an "Enough" level of knowledge also fell significantly from 89.04% to 50%. The average result of community satisfaction was 4.68 or 93.52 or it could be concluded that the participants felt that the overall community service activities had gone very well. From this activity it is known that there has been an increase in the knowledge of the Malang City Urban Village PKK driving team regarding the use of health supplements. It is hoped that the cadres will educate the community.
DOUBLE METHOD PELATIHAN PENINGKATAN MUTU BIJI KAKAO PETANI Mulono Apriyanto; Arif Munandar; Eman Sulaiman; Yulianti Yulianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14830

Abstract

Abstrak: Kuantitas kakao yang diproduksi di Indonesia telah berkembang secara signifikan, meskipun kualitasnya telah berfluktuasi. Teknik pengolahan kakao yang tidak memadai, termasuk fermentasi dan pengeringan, menghasilkan kualitas yang buruk. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatan mutu biji kakao petani melalui pelatihan fermentasi. Pelaksanaan kegiatan 15 Maret 2022 sampai dengan 15 April 2022, metode yang digunakan adalah teori dan praktek diakhiri dengan evaluasi. Metode teori merupakan pemberian pemahaman tentang tingkat kematangan buah kakao serta pentingnya fermentasi terhadap mutu biji kakao secara ceramah dalam kelas. Metode praktek dilakukan dilapangan secara langsung, baik menentukan kematangan buah kakao dan melakukan fermentasi. Kegiatan ini menghasilkan perubahan mutu biji kakao sebelum dan setelah pelatihan, serta peningkatan teknologi pengolahan biji kakao. Mitra pada kegiatan ini yaitu Evaluasi di Desa Sungai Dusun, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Guna mengetahui perubahan pengetahuan memakai metode test tulis dan lisan dari hasil kegiatan dapat disimpulkan terjadi peningkatan mutu biji kakao petani sebesar 32%.Abstract: The quantity of cocoa produced in Indonesia has grown significantly, although its quality has fluctuated. Inadequate cocoa processing techniques, including fermentation and drying, results in poor quality. The purpose of this activity is to improve the quality of farmers' cocoa beans through fermentation training. Implementation of activities March 15 2022 to April 15 2022, the method used is theory and practice ending with evaluation. The theoretical method is the provision of an understanding of the maturity level of cocoa pods and the importance of fermentation on the quality of cocoa beans through lectures in class. The practical method is carried out directly in the field, both determining the maturity of the cocoa pods and carrying out the fermentation. This activity resulted in changes in the quality of cocoa beans before and after training, as well as improvements in cocoa bean processing technology. The partner in this activity is Evaluation in Sungai Dusun Village, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. In order to find out changes in knowledge using the written and oral test methods from the results of the activity it can be concluded that there was an increase in the quality of the farmers' cocoa beans by 32%.
PENINGKATAN KAPASITAS WARGA DALAM MENGENALI KONDISI HENTI JANTUNG, PEMBERIAN PERTOLONGAN PERTAMA DAN RAWAT JENAZAH MELALUI PELATIHAN TERSTRUKTUR Nur Chayati; Nur Hidayati; Gema Akbar Purnama Juandi; Yuliani Setyaning Rizki; Auladia Muftikha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14945

Abstract

Abstrak: Terdapat dua permasalahan yang dialami warga yaitu ketika ada warga yang tiba-tiba tidak sadarkan diri, anggota keluarga yang lain lebih memilih untuk menunggu sampai bisa sadar kembali hingga 30 sampai 60 menit, jika tidak sadar, baru memanggil petugas kesehatan dan biasanya kondisi pasien telah meninggal. Permasalahan kedua adalah setelah dinyatakan meninggal, keluarga pasien serta warga juga tidak segera melakukan rukti jenazah secara mandiri, namun menunggu tokoh masyarakat untuk memulai rukti jenazah. Tujuan kegiatan adalah melakukan pendidikan kesehatan, terkait materi henti jantung, dan perawatan jenzah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, simulasi dan praktek langsung dengan sasaran kelompok ibu pengajian serta anggota pimpinan ranting ‘Aisyiah. Kegiatan dihadiri kurang lebih 30 orang. Hasil posttest menunjukkan peningatan pengetahuan tentang penanganan henti jantung (19,3%) dan rukti jenazah dibanding pretes (35,7%). Untuk kemampuan/skill melakukan pertolongan pertama bervariasi dari skor sangat rendah hingga tinggi. Evaluasi dan tindak lanjut yang ditetapkan yaitu melakukan sosialisasi hasil kegiatan kepada warga lain yang tidak bisa hadir, melalui forum pengajian desa.Abstract: There are two problems experienced, namely when there are residents who suddenly become unconscious, other family members prefer to wait until they can regain consciousness for up to 30 to 60 minutes, then call health workers and usually the patient's condition has died. After being declared dead, the patient's family and residents also do not immediately carry out the funeral independently, but wait for community leaders. The aim of the activity is to conduct health education, related to cardiac arrest, and care for dead bodies. Methods include counseling, simulations and hands-on practice with the target group of recitation mothers and members of the leadership of the 'Aisyiah branch. The event was attended by 30 people. The results of the post test showed an increase in knowledge compared to the pretest (19,3% for hearth failure, and 35,7% for post mortem care). The ability to perform first aid varies from very low to high scores. Evaluation and follow-up have been determined by socializing the results of activities through village recitation forums.
TEKNIK PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DI KELOMPOK TANI KABUPATEN NAGEKEO Defiyanto Djami Adi; Rizki Adiputra Taopan; Devi Liana; Tri Astuti; Imaculata Safitry Dir; Maximilianus Riyanto Alem
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.13927

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang mata pencahariannya dari sektor pertanian. Pertanian telah menjadi bagian dari budaya Indonesia dan merupakan nadi kehidupan bagi sebagian besar masyarakat. Persediaan bahan organik pada lahan pertanian semakin berkurang. Terjadi penurunan produksi pada tanaman pertanian seperti padi dan sayuran jika petani tidak memperbaiki masalah tersebut. Teknologi yang ramah lingkungan merupakan solusi dalam membantu menjaga kondisi pertanian dan mendorong sistem budidaya yang berkelanjutan. Penggunaan pupuk bokashi EM (Effective Microorganisms) merupakan alternatif yang diterapkan pada pertanian saat ini dan merupakan langkah untuk mendukung program pemerintah menuju pertanian organik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah melatih dan memberi pemahaman kepada masyarakat Nagekeo khususnya masyarakat petani tentang pentingnya pupuk bokashi dalam mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah. Metode pelaksanaan meliputi persiapan (diskusi dan penjelasan terkait teknik pembuatan pupuk bokashi), dan persiapan (demonstrasi cara pembuatan pupuk bokashi). Kelompok tani Kema Rasa dibentuk tahun 2018 diketuai oleh Bpk. Yoakim Bajo, beranggotakan 25 orang. Pendampingan terhadap anggota kelompok tani Kema Rasa bokashi telah berhasil, terlihat dari bokashi yang dihasilkan telah matang yang ditandai dengan warna kehitaman, tidak berbau, dan bertekstur remah. Kurang lebih 97,5% kelompok tani binaan memahami tentang teknik pembuatan pupuk bokashi serta pemanfaatannya.Abstract: Indonesia is an agrarian country, which means that Indonesia lives from farming. Agriculture has become part of Indonesian culture and is the lifeblood of most people. The supply of organic matter on agricultural land is decreasing. The production of agricultural crops such as rice and vegetables will decline if farmers do not solve the problem. One solution to help maintain agricultural conditions and promote sustainable farming systems is environmentally friendly technology. The use of EM (Effective Microorganisms) Bokashi fertiliser is an alternative that is being applied to agriculture today and is a step towards supporting government programmes towards organic farming. The aims to activity train and provide understanding of Nagekeo community, especially the farming community, about the importance of bokashi fertilizer in maintaining and improving soil fertility. The implementation method includes preparation (discussion and explanation related to the technique of making bokashi fertilizer), and preparation (demonstration of how to make bokashi fertilizer). The Kema Rasa farmer group was formed in 2018 chaired by Mr. Yoakim Bajo, consisting of 25 members. Assistance to members of the Kema Rasa bokashi farmer group has been successful, it can be seen from the bokashi produced has matured which is characterized by a blackish color, odorless, and crumb texture.Around 97,5% of the assisted farmer groups understand the technique of making bokashi fertilizer and its use.