cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
WAHANA PAPAN SELUNCUR SEBAGAI SARANA INTERAKSI ANAK DENGAN DUNIA LUAR Zainal Arifin; Rendy Adhi Rachmanto; Suyitno Suyitno; Dominicus Danardono Dwi Prija Tjahjana; Wibawa Endra Juwana; Yudin Joko Prasojo; Singgih Dwi Prasetyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17476

Abstract

Abstrak: Taman bermain merupakan lingkungan yang dirancang khusus untuk menyediakan kesempatan bermain, belajar, dan berinteraksi bagi anak-anak. Taman bermain tidak hanya merupakan tempat hiburan semata, tetapi juga berperan sebagai ruang pendidikan yang mendukung perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak-anak. Pengabdian ini bertujuan untuk merancang desain wahana bermain papan seluncur yang dirancang dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, kenyamanan, dan pengembangan anak di Taman Mekarsari Desa Kaligentong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Papan seluncur merupakan sebuah wahana dengan bentuk seperti seluncuran yang difungsikan sebagai sarana anak-anak untuk berinteraksi pada lingkungan luar. Metode yang digunakan pada pengabdian ini berupa deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui tahapan wawancara dan observasi. Pengabdian ini merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sebelas Maret, Surakarta dengan Kelompok Tani (PokTan) Desa Kaligentong, Gladagsari, Boyolali sebagai pengelola Taman Mekarsari. Evaluasi yang dilakukan untuk wahana bermain ini yaitu dengan melakukan simulasi percobaan papan seluncur secara langsung. Dari kolaborasi ini didapatkan hasil berupa desain papan seluncur yang kokoh dan dibuatnya wahana bermain papan seluncur yang aman dan nyaman di Taman Mekarsari. Diharapkan dengan adanya wahana bermain ini dapat mendorong interaksi sosial dan pengembangan keterampilan anak-anak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dengan memberikan kesempatan bermain dan belajar secara menyeluruh.Abstract:  Playgrounds are environments specifically designed to provide opportunities for children to play, learn and interact. Playgrounds are not only places of entertainment, but also act as educational spaces that support children's physical, cognitive, social, and emotional development. This service aims to design a skateboard playground that is designed by considering safety, comfort, and child development factors at Mekarsari Park, Kaligentong Village, Gladagsari District, Boyolali Regency. Papan seluncur is a vehicle with a shape like a slide that functions as a means for children to interact with the outside environment. The method used in this service is descriptive qualitative which is carried out through interviews and observations. This service is a collaboration between lecturers and students of the Mechanical Engineering, Universitas Sebelas Maret, Surakarta with the Farmer Group (PokTan) of Kaligentong Village, Gladagsari, Boyolali as the manager of Mekarsari Park. The evaluation carried out for this playground is by simulating the papan seluncur experiment directly. From this collaboration, the results were obtained in the form of a sturdy papan seluncur design and the creation of a safe and comfortable papan seluncur playground in Mekarsari Park. It is hoped that this playground can encourage social interaction and skill development of children to improve the quality of life by providing comprehensive play and learning opportunities.  
TRANSFORMASI PENDIDIK: MENGUATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR MELALUI DIGITALISASI MEDIA Titi Prihatin; Ghanis Putra Widhanarto; Haryono Haryono; Heri Triluqman Budisantoso; Ali Formen; Seftia Kusumawardani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17078

Abstract

Abstrak: Pendidik di jawa tengah sedang mengalami proses transformasi kompetensi yang dianggap masif dan inovatif. Perkembangan teknologi menuntut pendidik membangun proses pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman menyenangkan dan dapat menyediakan fasilitas belajar berbasis digital. Namun, pendidik di wilayah Kota Semarang mengalami kesulitan mengelola kelas dengan integrasi media digital, sehingga banyak pembelajaran yang belum bisa mengikuti inovasi dalam teknologi. Media pembelajaran digital bisa digunakan untuk pembelajaran mandiri jika disiapkan secara baik dan memperhatikan prinsip pedagogy yang memuat tujuan belajar dan teknologi pembelajaran. Melalui peningkatan kemampuan mengajar berbasis digital media diharapkan para pendidik bisa mengurangi kekhawatiran akan tidak efektifnya pembelajaran yang disampaikan. Mitra pengabdian ini adalah Dinas Pendidikan Kota Semarang, dengan subjek pelatihan guru di wilayah Dinas Pendidikan Kota Semarang sebanyak 241 guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Transfer pengetahuan disampaikan melalui metode pendampingan secara berkelanjutan dengan program pelatihan pengembangan digital media untuk pembelajaran individu. Program pengabdian yang dilakukan menghasilkan peningkatan keterampilan guru dalam mengembangkan digital media untuk peningkatan kualitas pembelajaran dengan rata-rata peningkatan keterampilan sebesar 45%.Abstract: Educators in Central Java are undergoing a competency transformation process that is considered massive and innovative. The development of technology requires educators to build a learning process that can provide a fun experience and can provide digital-based learning facilities. However, educators in the Semarang City area have difficulty managing classes with digital media integration, so many lessons have not been able to keep up with innovations in technology. Digital learning media can be used for independent learning if it is well-prepared and pays attention to pedagogy principles that include learning objectives and learning technology. Through improving teaching skills based on digital media, it is hoped that educators can reduce concerns about the ineffectiveness of the learning delivered. The partner of this service is the Semarang City Education Office, with the subject of teacher training in the Semarang City Education Office area totaling 241 teachers of kindergarten, elementary, junior high, high school and vocational school.. Knowledge transfer is delivered through a sustainable mentoring method with a digital media development training program for individual learning. The service program increased teacher skills in developing digital media to improve learning quality with an average skill improvement of 45%.
PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN KULIT UDANG DAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN NUGGET KAYA NUTRISI Aris Fadillah; Lia Mardiana; Muhammad Fauzi; Didi Susanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19392

Abstract

Abstrak: Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung kaya akan potensi hasil laut, salah satunya adalah udang. Kulit udang yang umumnya dianggap sebagai limbah, diketahui mengandung protein yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai bahan pada olahan makanan. Daerah ini juga banyak ditumbuhi tanaman kelor (Moringa oleifera). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor sangat kaya akan nutrisi, diantaranya kalsium, besi, protein, vitamin A, B dan C serta memiliki zat antioksidan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi limbah kulit udang dan daun kelor, serta memberikan pelatihan pembuatan nugget kaya nutrisi. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan serta pelatihan pembuatan nugget berbahan kulit udang dan daun kelor. Kegiatan ini diikuti oleh 29 orang peserta yang terdiri dari kader PKK dan warga setempat. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 34,81% dari hasil pre dan post-test.Abstract: Telaga Langsat Village have a big potential in marine products and one of them is shrimp. Shrimp shells that generally considered as a food waste, is known as a high-protein ingredient so it is suitable to be used as food additive. Moringa plants (Moringa oleifera) can also easily found there. Several studies have shown that Moringa leaves contains a variety of nutrients as calcium, iron, protein, vitamin A, B and C and also some antioxidants. This program aims to provide knowledge about the potential of shrimp shell and moringa leaf as food additives, as well as provide direct training in making nuggets. The methods used in this program are providing a course and training in making nuggets with shrimp shells and Moringa leaves as additives. This program was attended by 27 participants consisting of PKK cadres and local residents. There was an increase in participants's knowledge by 34.81% from the pre and post test results.
PENINGKATAN MUTU PRODUK DAN PRODUKTIVITAS KOPI LENGKUAS MELALUI TEKNOLOGI MASERASI Ika Fatmawati P.; Nur Qoudri Wijaya; Ismawati Ismawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17724

Abstract

Abstrak: Kopi lengkuas merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) APP Al-Ihsan. Metode ekstraksi yang digunakan selama ini yaitu menggunakan teknologi sederhana dengan pelarut air. Untuk optimalisasi proses ekstraksi dan efisiensi waktu dan tenaga diperlukan alat ekstraksi yang sesuai untuk lengkuas. Hal ini diperlukan dukungan sarana produksi untuk alat ekstraksi lengkuas dalam pembuatan kopi lengkuas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu produk dan produktivitas kopi lengkuas melalui peningkatan pengetahuan. Metode kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan. Pendekatan pelatihan yaitu melalui Pelatihan Teknologi Maserasi Ekstrak Lengkuas untuk meningkatan mutu produk. Sedangkan metode pendampingan yaitu berupa pendampingan desain alat dan pendampingan dalam penggunaan alat dan teknologi maserasi ekstrak lengkuas untuk menghasilkan produk kopi lengkuas yang berkualitas. Mitra kegiatan ini adalah Pokmas APP Al-Ihsan Desa Matanair Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep yang dengan jumlah anggota 20 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan kuantitas ekstrak lengkuas sebesar 85 % per produksi dan peningkatan pemberdayaan mitra yaitu adanya peningkatan pengetahuan serta pemahaman mitra masyarakat sebesar 85% terhadap teknologi maserasi ekstrak lengkuas.Abstract: Galangal coffee is one of the products produced by Pokmas APP Al-Ihsan. The extraction method used so far is using simple technology with water as a solvent. To optimize the extraction process and save time and energy, appropriate extraction tools are needed for galangal. This requires support for production facilities for galangal extraction tools in making galangal coffee. This activity aims to improve the quality and productivity of galangal coffee. This activity method uses a training and mentoring approach. The training approach is through Galangal Extract Maceration Technology Training. Meanwhile, the mentoring method is in the form of assistance with skills in using the galangal extract maceration tool to produce quality galangal coffee products. The partner for this activity is Pokmas APP Al-Ihsan, Matanair Village, Rubaru District, Sumenep Regency, with 20 members. The results obtained from this activity are an increase in the quantity of galangal extract by 85% per production and an increase in partner empowerment, namely an increase in knowledge and understanding of community partners by 85% regarding galangal extract maceration technology.
UPAYA KENALI, CEGAH DAN ATASI STUNTING MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN IBU MENYUSUI Elzina Dina De Fretes; Heny Hendrik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17369

Abstract

Abstrak: Kegagalan tumbuh dan kembang pada anak diakibatkan karena kekurangan gizi yang lama pada saat usia 1000 hari pertama sehingga anak menjadi stunting. Stunting di Kabupaten Fakfak tahun 202219 menurut data dari Dinas Kesehatan adalah 23,4%. Kampung Lusiferi merupakan wilayah pelayanan Puskesmas Fakfak yang juga memiliki balita stunting lebih dari 10 anak, salah satu sebabnya adalah cakupan ASI eksklusif yang masih rendah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk mencegah balita stunting. Metode pendekatan dalam menyelesaikan masalah yaitu dengan penyuluhan dan pelatihan pada 408 orang mitra terdiri dari ibu hamil dan ibu menyusui, remaja putri dan kader posyandu. Evaluasi diberikan sebelum kegiatan denganberupa pre-test dan evaluasi setelah kegiatan dengan post-test terdiri dari 15 soal untuk menilai pengetahuan.. Hasil kegiatan ini menunjukkan, pengetahuan kelompok sasaran di Kampung Lusiferi Kabupaten Fakfak mengalami peningkatan setelah pemberian penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hal ini dibuktikan melalui skor jawaban, dimana rerata skor post-test adalah 87,20 lebih tinggi dibanding skor pre-test yaitu 68,30. Presentase peningkatan pengetahuan meningkat 21.9 %. Hasil pengabdian kepada masyarakat dapat diterima oleh kelompok sasaran dengan baik.Abstract: Failure to grow and develop in children is caused by prolonged malnutrition during the first 1000 days of age so that children become stunted. Stunting in Fakfak Regency in 202219 according to data from the Health Service was 23.4%. Lusiferi Village is a service area for the Fakfak Health Center which also has more than 10 stunted children under five, one of the reasons is the low coverage of exclusive breastfeeding. The purpose of this community service is to increase knowledge, skills and raise awareness about the importance of exclusive breastfeeding to prevent stunting under five. The approach method in solving the problem is by counseling and training for 48 partners consisting of pregnant women and breastfeeding mothers, young women and posyandu cadres. Evaluation in the form of a pre-test and post-test consists of 15 questions to assess knowledge. Evaluation is given before the activity with a pre test and evaluation after the activity with a post test. The results of this activity show that the knowledge of the target group in Lusiferi Village, Fakfak Regency, has increased after providing counseling, training and mentoring. This is evidenced by the answer score, where the mean post-test score is 87.20 which is higher than the pre-test score which is 68.30. The percentage increase in knowledge increased by 21.9 %. The results of community service can be well received by the target group.
TRAINING AND ASSISTANCE FOR PROCESSING CORN INTO BISCUIT AS A SNACK WITH MARKETABLE VALUE Zainal Abidin; Hironnymus Jati; Titik Sri Harini; Lewi Jutomo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17618

Abstract

Abstrak: Mitra tani belum mampu mengolah jagung menjadi biskuit sebagai camilan sehat bernilai jual, karena keterbatasan pengetahuan dan rendahnya penguasan teknologi pembuatan biscuit. Tujuan kegiatan untuk mengenalkan teknologi pengolahan jagung, meningkatkan kapabilitas mitra dalam aspek produksi biskuit jagung, organisasi dan manajemen demi peningkatan pendapatan mitra. Metode yang digunakan: penyuluhan, pelatihan, diskusi dan pendampingan mitra. Evaluasi menggunakan kuesioner tentang Teknik pembuatan biscuit jagung, manajemen, cita rasa biskuit yaitu uji organoleptik dan uji kesukaan konsumen. Hasilnya, pengetahuan peserta terkait pengolahan tepung jagung menjadi biscuit meningkat 98% dan keterampilan teknis meningkat 40%. Hasil pengujian organoleptik sediaan biscuit menunjukkan berwarna kuning kecoklatan dengan aroma khas susu, rasa khas biscuit jagung dan berbentuk padat. Uji kesukaan biskuit menunjukkan rasa sangat suka (24%), suka (65%) dan kurang suka (3%). Uji kerenyahan menunjukkan rasa renyah (86%), suka warna dan aroma (94%). Uji kekerasan menunjukkan lembut dikonsumsi (100%). Hasil kegiatan memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi mitra tentang cara pembuatan biskuit jagung sebagai makanan sehat yang bernilai jual.Abstract: Farmers partners have not been able to process corn into biscuits as a healthy snack with marketable value, due to limited knowledge and low mastery of biscuit-making technology. The aim of the activity is to introduce corn processing technology, increase partner capabilities in aspects of corn biscuit production, organization and management in order to increase partner income. Methods used: counseling, training, discussions and partner assistance. Evaluation using a questionnaire regarding techniques for making corn biscuits, management, biscuit taste, namely organoleptic tests and consumer preference tests. As a result, participants' knowledge regarding processing corn flour into biscuits increased by 98% and technical skills increased by 40%. The organoleptic test results of the biscuit preparation showed that it was brownish yellow in color with a typical milk aroma, a typical taste of corn biscuits and a solid shape. The biscuit preference test showed that they liked it very much (24%), liked it (65%) and disliked it (3%). Crisp test showed crunchy taste (86%), liked color and aroma (94%). The hardness test shows that it is soft to consume (100%). The results of the activity provide new insight and knowledge for partners about how to make corn biscuits as a healthy food with marketable value.
PELATIHAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI WISATA BALAI SAWALA SUKABUMI Nila Natalia; Lia Liliawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16982

Abstract

Abstrak: Pelatihan social media tiktok dan Instagram sebagai media promosi wisata, merupakan jawaban atas permasalahan yang dihadapi Pemerintah Desa Parungseah, pengelola wisata, dan pelaku budaya kearifan lokal yaitu tidak adanya SDM terampil yang mengelola media sosial untuk mempromosikan wisata balai sawala. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi untuk meningkatkan softskill dan hardskill penggunaan media sosial tiktok dan Instagram sebagai media promosi wisata kepada pengelola wisata Balai Sawala, dalam meningkatkan jumlah wisatawan. Metode kegiatan ini adalah pelatihan yang dilaksanakan secara offline di Balai Sawala Desa Parungseah Kabupaten Sukabumi dengan peserta sebanyak 50 orang. Mitra kegiatan pelatihan ini adalah Pemerintah Desa Parungseah Kabupaten Sukabumi. Evaluasi peningkatan pemahaman terdiri dari softskill yaitu membagikan kuesioner yang berjumlah 20 pertanyaan yang terbagi ke dalam 5 indikator utama, sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penyampaian materi kepada peserta. Sedangkan hardskill dinilai dengan kemampuan peserta membuat akun tiktok dan instagran, dan menyusun kalimat promosi. Hasil kegiatan pelatihan ini yaitu meningkatnya softskill peserta sebesar 41%, dan peningkatan hardskill sebesar 43,33%.Abstract: TikTok and Instagram social media training as tourism promotion media, is the answer to the problems faced by the Parungseah Village Government, tour managers, and local wisdom cultural actors, namely the absence of skilled human resources who manage social media to promote sawala hall tourism. The purpose of this activity is to provide education to improve soft skills and hard skills in the use of TikTok and Instagram social media as tourism promotion media to sawala hall tour managers, in increasing the number of tourists. The method of this activity is training held offline at Sawala Hal Parungseah Village Government of Sukabumi Regency with 50 participants. The partner of this training activity is the Parungseah Village Government of Sukabumi Regency. The evaluation of increasing understanding consists of soft skills, namely distributing questionnaires totaling 20 questions divided into 5 main indicators, before (pretest) and after (posttest) material delivery to participants. While hard skills are assessed by the ability of participants to create Tiktok and Instagram accounts and compose promotional sentences. The results of this training activity were an increase in participants' soft skills by 41% and an increase in hard skills by 43.33%.
PERBAIKAN PAKAN SAPI MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI SILASE PELAPAH SAWIT Duta Setiawan; Siti Aprizkiyandari; Heriyanto Heriyanto; M. Awaluddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19285

Abstract

Abstrak: Limbah sawit seperti pelepah sawit banyak terdapat di desa Pinang Luar dan belum dimanfaatkan menjadi pakan ternak secara maksimal, untuk itu perlu edukasi kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperbaiki softskill peternak terhadap kualitas pakan sapi yang ada di Desa Pinang Luar, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan di Desa Pinang Luar, Kabupaten Kubu Raya. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan ialah penyuluhan dan pelatihan yang diikuti oleh 15 orang petani. Kegiatan pelatihan terdiri dari pengenalan bahan pakan sapi berbasis limbah kelapa sawit, pembuatan silase pelepah sawit. Sedangkan kegiatan penyuluhan meliputi pemanfaatan pakan silase berdasarkan program pemeliharaan sapi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan setelah penyuluhan kepada kelompok ternak dalam hal pengertian silase (45%), kegunaan silase (47%), bahan yang dapat digunakan untuk silase (20%), dan cara pembuatan silase (42%). Perubahan pengetahuan peternak di desa Pinang Luar setelah melakukan pelatihan silase pelepah sawit adalah pembuatan silase, pemberian silase dan majemen pakan berada pada angka 76%, 83% dan 86%. Kesimpulan pada pengabdian ini peternak sapi dapat mengikuti penyuluhan dan pelatihan membuat silase dari pelepah sawit sehingga menambah variasi pengolahan pakan ternak dan dapat menanggulangi limbah pelepah sawit yang tidak termanfaatkan.Abstract: Palm oil waste, such as palm fronds, is often found in Pinang Luar village and has yet to be utilized as animal feed optimally. For this reason, it is necessary to educate the community. This community service program attempts to enhance the quality of cattle feed in Pinang Luar Village, Kubu Raya Regency. This activity was conducted for one month in Pinang Luar Village, Kubu Raya Regency. The community service applied counseling and training methods. The training programs include the introduction of cattle feed ingredients based on palm oil waste, making palm frond silage. While counseling programs include the use of silage feed based on cattle nurturing plans. The results of these training and counseling activities can increase insights to rancher groups in Pinang Luar Village, Kubu Raya Regency in terms of understanding silage (45%), using silage (47%), materials that can be used for silage (20%), and how to make silage (42%). Improvement in techniques of ranchers in Pinang Luar village after conducting training on palm frond silage are silage making, silage feeding and feed management at 76%, 83% and 86%. The conclusion of this service is that cattle breeders can take part in counseling and training on making silage from palm midrib so as to increase the variety of fodders for livestocks and can solve unused palm midrib waste.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI EDUKASI MEDIA POSTER BERBASIS APLIKASI CANVA Muhammad Amran Shidik; Lidwina Felisima Tae; Ni Putu Yuni Astriani Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17585

Abstract

Abstrak: Canva merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu guru dalam mendesain media pembelajaran yang menarik. Aplikasi ini juga daat diakses seluruh fiturnya secara gratis bagi guru-guru. Hanya saja dilokasi mitra, guru-guru masih belum mengerti dan paham cara akses dan penggunaannya. Inilah yang menjadi tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengembangkan kompetensi profesional guru melalui edukasi media poster berbasis Canva. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada akhir bulan Juni 2023, yang pesertanya adalah guru-guru di SMP Negeri Fatumfaun berjumlah 19 orang. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada guru-guru secara langsung dalam membuat media poster menggunakan. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan produk berupa media poster yang dibuat oleh peserta pengabdian. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengisi kuesione r yang bersisi 7 pertanyaan bagi peserta untuk melihat respon terhadap kegiatan pengabdian. Dari hasil evaluasi diperoleh secara keseluruhan respon peserta sebesar 88,72% yang berarti berada pada kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini telah mencapai tujuan yakni mengembangkan kompetensi profesioanl guru melalui edukasi media poster menggunakan Canva. Selain itu, kegiatan ini juga telah menambah wawasan dan pengetahuan guru-guru untuk memanfaatkan aplikasi canva dalam pembuatan perangkat dan media pembelajaran yang lebih menarik.Abstract: Canva is one application that can help teachers in designing interesting learning media. This application can also be accessed all its features for free for teachers. It's just that at the partner location, teachers still don't understand and understand how to access and use it. This is the purpose of this activity, which is to develop teacher professional competence through Canva-based poster media education. This service activity will be carried out at the end of June 2023, with 19 teachers at Fatumfaun State Junior High School. This method of service is carried out by providing education through training and direct assistance to teachers directly in making poster media using. This service activity produces products in the form of poster media made by service participants. Evaluation of activities is carried out by filling out a questionnaire with 7 questions for participants to see the response to service activities. From the evaluation results, the overall response of participants was 88.72%, which means it is in the very good category. This shows that this service activity has achieved the goal of developing teacher professional competence through poster media education using Canva. In addition, activities.
PENINGKATAN KESADARAN SERTA KEMAMPUAN PRAKTIS MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MELALUI WORKSHOP PEMBUATAN ECOBRICK Wahyu Ratnaningsih; Ernawati Ernawati; Latifah Listyalina; Muhammad Fernadi Lukman; Eka Dharma Yana; Arief Mamoer Riawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16712

Abstract

Abstrak: Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Sampai saat ini, hanya sebagian kecil sampah plastik yang di daur ulang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan tersebut, Ecomoney Enterprise berbagi informasi dan ilmu pengetahuan terkait pengolahan plastik bekas dengan mengadakan ‘Workshop Pembuatan Ecobrick’. Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan terkait pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick dan masyarakat dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan workshop dilakukan secara daring dan berkolaborasi bersama Sanggar Hijau Indonesia. Direktur Sanggar Hijau Indonesia sebagai narasumber mengenalkan masyarakat pada ecobrick dan bagaimana tahapan pembuatan ecobrik yang baik dan benar. Kegiatan workshop ini menghasilkan peserta dengan pengetahuan mampu memahami tentang bahaya keberadaan sampah plastik di lingkungan, dan bagaimana mengolahnya menjadi ecobrick dengan baik dan benar. Antusiasme dan keaktifan peserta ditunjukkan dari proses tanya jawab dan diskusi yang aktif selama kegiatan workshop. Hasil yang diperoleh dari workshop ini, diharapkan mampu memberi bekal kepada masyarakat untuk peduli terhadap kondisi bumi dan lingkungan.Abstract: Plastic waste is an environmental problem that is still unresolved. To date, only a small percentage of plastic waste is recycled. As one of problem-solving scenario, Ecomoney Enterprise shared practical information and knowledge related to the processing of used plastics by holding an 'Ecobricking Workshop. Through this workshop, it is expected to provide information and knowledge related to the processing of plastic waste into ecobricks and the community can apply it in their daily lives. The method of implementing this workshop is online by collaborating with Sanggar Hijau Indonesia. The director of Sanggar Hijau Indonesia as a resource person introduced the community to ecobricks and how to make good and correct ecobricks. This workshop generated participants with the knowledge to understand the dangers of plastic waste in the environment, and how to process it into ecobricks properly. The enthusiasm and activeness of the participants were shown by the active questions and answers process and discussion during the workshop. With the results obtained from this workshop, it is expected to be able to provide provisions for the community to care about the condition of the earth and the environment.