cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN KETERAMPILAN PERSON-CENTERED BAGI GURU BK SMP DI KABUPATEN KULON PROGO Sigit Sanyata; Suwarjo Suwarjo; Natri Sutanti; Kanaya Serril Vania Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19192

Abstract

Abstrak: Masih banyak guru yang tidak mendasarkan bantuan yang diberikan pada pendekatan konseling tertentu sehingga tidak jarang sesi konseling berubah dan cenderung menasehati. Oleh karena itu, dirancanglah PkM dengan tema pelatihan keterampilan konseling person-centred untuk guru BK SMP di Kabupaten Kulon Progo. Pendekatan konseling person-centred termasuk dalam rumpun konseling humanistik yang bertujuan membantu konseli menuju arah pengembangan yang ingin dia capai. Program yang dirancang dalam pelatihan ini terdiri dari dua moda yaitu luring dan daring. Kegiatan luring yang dilakukan terdiri dari penyampaian landasan teori dan praktik, 5 keterampilan konseling person-centred dan simulasi sesuai teori yang sudah dipelajari. Sementara kegiatan daring dilakukan dengan memberikan peserta guru BK kesempatan eksplorasi kasus di sekolahnya melalui project based learning yang kemudian dilengkapi dengan kegiatan penugasan mandiri dan evaluasi. Dalam mengukur peningkatan selama pelatihan ini, peserta diberikan pre dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pada aspek pemahaman dan praktik keterampilan dasar konseling person centred sebesar 22,5% pada 30 peserta. Harapannya setelah pelatihan ini, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga proses pemberian layanan bimbingan dan konseling disekolah dapat berjalan dengan baik.Abstract: There are still many teachers who do not base the assistance provided on a particular counseling approach, so it is not uncommon for counseling sessions to change and tend to give advice. Therefore, PkM was designed with the theme of person-centred counseling skills training for junior high school guidance and counseling teachers in Kulon Progo Regency. The person-centred counseling approach is included in the humanistic counseling group which aims to help the client towards the development direction he wants to achieve. The program designed in this training consists of two modes, namely offline and online. The offline activities carried out consist of conveying the theoretical and practical basis, 5 person-centred counseling skills and simulations according to the theory that has been studied. Meanwhile, online activities are carried out by giving BK teacher participants the opportunity to explore cases in their schools through project-based learning which is then complemented by independent assignment and evaluation activities. In measuring improvement during this training, participants were given pre and post-tests. The results of the training showed an increase in aspects of understanding and practice of basic person-centred counseling skills by 22.5% for 30 participants. The hope is that after this training, the knowledge gained can be applied so that the process of providing guidance and counseling services in schools can run well.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA PEMENUHAN AKSESIBILITAS UNTUK PENYANDANG DISABILITAS GUNA MEWUJUDKAN KESAMAAN KESEMPATAN Rosalia Dika Agustanti; Bambang Waluyo; Sulastri Sulastri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17105

Abstract

Abstrak: Sebagian besar penyandang disabilitas di Indonesia hidup dalam kondisi rentan, terbelakang, dan/atau miskin disebabkan masih adanya pembatasan, hambatan, kesulitan, dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas. Berdasarkan data pada Survei Penduduk Antar Sensus 2015, sekitar 21,84 juta warga negara Indonesia merupakan penyandang disabilitas. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pemenuhan aksesibilitas untuk penyandang disabilitas guna mewujudkan kesamaan kesempatan serta pemenuhan aksesibilitas penyandang disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan Sosialisasi. Mitra Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (BRSPDSRW) Melati yang beralamat di Jl. Gebang Sari Nomor 38, Bambu Apus, Kota Jakarta Timur berjumlah 10 (sepuluh) orang. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dalam bentuk angket dengan soal berjumlah 3 (tiga) butir. Hasil menunjukkan bahwa dari semua materi yang disampaikan oleh tim terdapat peningkatan pengetahuan mitra mengenai aksesibilitas dan jenisnya sebesar 60%, mengenai hak-hak dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sebesar 40%, dan mengenai tanggung jawab Negara dan peran masyarakat sebesar 10%. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar terutama perhatian yang diberikan oleh pemerintah kepada penyandang disabilitas dalam pemenuhan aksesibilitas.Abstract: Most persons with disabilities in Indonesia live in vulnerable, underdeveloped and/or poor conditions due to limitations, barriers, difficulties and accommodation or exclusion of the rights of persons with disabilities. Based on data from the 2015 Inter-Census Population Survey, approximately 21.84 million Indonesian citizens are persons with disabilities. The main goal to be achieved in this activity is to increase knowledge about the importance of fulfilling accessibility for persons with disabilities in order to realize equal opportunities and fulfill the accessibility of persons with disabilities in various fields of life. Partners of the Social Rehabilitation Center for People with Deaf Sensory Disabilities (BRSPDSRW) Melati, whose address is at Jl. Gebang Sari Number 38, Bambu Apus, City of East Jakarta totaling 10 (ten) people. Monitoring and evaluation is carried out in the form of a questionnaire with 3 (three) items. The results showed that from all the material presented by the team there was an increase in partners' knowledge about accessibility and its types by 60%, about the rights and fulfillment of the rights of persons with disabilities by 40%, and about State responsibilities and the role of society by 10%. Carrying out this activity can provide great benefits, especially the attention given by the government to persons with disabilities in fulfilling accessibility.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Wina Mariana Parinduri; Renni Ramadhani Lubis; Nurhamimah Rambe; Titin Rahmayanti Rambe; Riskyka Riskyka; Yusda Novianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19492

Abstract

Abstrak: Penggunaan modul yang digunakan guru didalam kelas dapat mendukung proses pembelajaran, agar pembelajaran dapat berjalan efektif, efisien dan sistematis. Tujuan dari kegiatan pengabdianyaitu untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat modul berbasis pendidikan karakter untuk mendukung proses pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan pembuatan modul berbasis pendidikan karakter. Pelatihan dilaksanakan di SD Negeri 056002 Lorong Ibadah dengan jumlah 33 peserta yang terdiri dari 6 orang sebagai pemateri dan 27 orang guru dari sekolah mitra. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa kegiatan pelatihan menggunakan metode ceramah, praktik dan diskusi. Kegiatan pengabdian sudah berjalan baik dan lancar selama dua pertemuan. Sedangkan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pelatihan yaitu: (a) tahap persiapan; (b) tahap pelaksanaan; dan (c) tahap evaluasi. Rata-rata persentase dari hasil tanggapan para peserta dari sekolah mitra setelah mengikuti pelatihan yaitu sebesar 89,85%. Evaluasi yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian yaitu tim pengabdi memberikan penjelasan materi yang berkaitan dengan pembuatan modul secara berulang kali dan lebih sabar ketika para guru-guru sedang melakukan praktik membuat modul berbasis pendidikan karakter.Abstract: The use of modules used by teachers in the classroom can support the learning process, so that learning can run effectively, efficiently and systematically. The aim of the service activities is to improve teachers' abilities in creating character education based modules to support the learning process. This activity is carried out in the form of training in the creation of character education-based modules. Training was carried out at SD Negeri 056002 Ibadah Hall with 33 participants consisting of 6 people as presenters and 27 teachers from partner schools. Based on the results obtained, it is known that the training activities used lecture, practice and discussion methods. The service activities have run well and smoothly during the two meetings. Meanwhile, the steps for implementing training activities are: (a) preparation stage; (b) implementation stage; and (c) evaluation stage. The average percentage of participants' responses from partner schools after attending the training was 89.85%. The evaluation carried out in service activities is that the service team provides an explanation of the material related to the creation of modules repeatedly and is more patient when the teachers are carrying out the practice of creating character education based modules. 
PELATIHAN FOTOGRAFI KEMANUSIAAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN CAKAP BERMEDIA DIGITAL Rifma Ghulam Dzaljad; Yulia Rahmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17657

Abstract

Abstrak: Fotografi sebagai salah satu media komunikasi visual yang sangat signifikan dalam menyampaikan pesan di era digital, terutama nilai-nilai kemanusiaan. SMK Nusantara 1 Ciputat merupakan sekolah yang memiliki visi menguasai iptek, unggul, religius, inovatif, demokratis, dan berwawasan lingkungan. Keterampilan fotografi kemanusiaan menjadi suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh para pelajar selaku generasi muda dalam menggunakan media digital. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan fotografi kemanusiaan pada pelajar SMK Nusantara 1 Ciputat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat dengan ceramah, diskusi, praktik dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukan bahwa peserta terdiri dari 40 pelajar dari SMK Nusantara 1 Ciputat, dengan 14 perempuan dan 26 laki-laki. Kelas yang mengikuti dari kelas 10 dengan jumlah 16 pelajar dan kelas 11 dengan jumlah 24 pelajar. Dalam pengetahuan dasar fotografi dan kemanusiaan, seperti alat kamera, cara mengambil gambar, dan nilai kemanusiaan terdapat peningkatan dengan rentang 1 sampai 7 poin.Abstract: Photography is a very significant visual communication medium in conveying messages in the digital era, especially human values. SMK Nusantara 1 Ciputat is a school that has a vision of mastering science and technology, excellence, religion, innovation, democracy and environmental insight. Humanitarian photography skills are an ability that students as the younger generation must have when using digital media. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of humanitarian photography among students at SMK Nusantara 1 Ciputat. The methods used in community service include lectures, discussions, practice and evaluation. The results of the service showed that the participants consisted of 40 students from SMK Nusantara 1 Ciputat, with 14 women and 26 men. The classes that take place are from class 10 with a total of 16 students and class 11 with a total of 24 students. In basic knowledge of photography and humanity, such as camera equipment, how to take pictures, and human values, there is an increase in the range of 1 to 7 points.
PENINGKATAN KAPASITAS WARGA SEKOLAH DI KAWASAN RAWAN BENCANA DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA GUNUNG API Agung Nugroho; Sri Muryaningsih; Lia Mareza; Aji Heru Muslim; Dedy Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16963

Abstract

Abstrak: Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langusng dengan Gunung Slamet sebagai salah satu gunung api aktif di Pulau Jawa. Oleh karenanya pengetahuan kebencanaan menjadi kebutuhan mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat yang berada di daerah rawan bencana termasuk siswa sebagai calon generasi penerus dalam rangka mengurangi resiko dampak dari bencana tersebut. Permasalahan yang dialami mitra yaitu belum terlaksananya pelatihan mitigasi bencana secara rutin dalam menghadapi potensi bencana gunung meletus. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kebencanaan dan keterampilan warga dalam menghadapi potensi bencana gunung api. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MI Muhammadiyah Gandatapa, Banyumas yang berada di kawasan resiko bencana. Jumlah peserta sebanyak 22 orang. Kegiatan dilaksankan dengan dua tahapan, tahap pertama berupa workshop atau pemaparan dari dua narasumber yang memang mendalami kajian mitigasi. Tahap kedua berupa praktek mitigasi yang diikuti oleh siswa sebagai peserta dalam pelatihan ini. Evaluasi kegiatan berupa pemberian angket setelah kegiatan selesai. Rangkaian kegiatan berjalan baik dan hasil dari pengisian angket peserta dapat disimpulkan bahwa respon peserta kegiatan sangat baik. Ada peningkatan dari pemahaman mitigasi bencana gunung meletus serta pengalaman praktek simulasi yang awalnya hanya 11% dari peserta pernah ikut simulasi menjadi 100%.Abstract: Banyumas is one of the regencies directly adjacent to Mount Slamet, one of the active volcanoes on the island of Java. Therefore disaster knowledge is an absolute necessity for all levels of society who are in disaster-prone areas, including students as candidates for the next generation in order to reduce the risk of the impact of the disaster. The problem experienced by partners is that they have not carried out routine disaster mitigation training in dealing with potential volcanic eruption disasters. Service activities are carried out through disaster mitigation training to provide disaster knowledge for residents of MI Muhammadiyah Gandatapa, Banyumas who are in disaster risk areas. The number of participants was 22 people. The activity was carried out in two stages, the first stage was in the form of a workshop or presentations from two resource persons who really studied mitigation studies. The second stage is in the form of mitigation practices followed by students as participants in this training. Evaluation of activities in the form of giving questionnaires after the activity is complete. The results of filling out the participants' questionnaire can be concluded that the understanding of volcanic eruption disaster mitigation after the participants attended the training was in the good category.
APLIKASI FINANSIAL TEKNOLOGI BERBASIS ANDROID GUNA MENDUKUNG POTENSI UMKM Praswati A. N.; Muhammad R. Kurniawan; Wijayanto K.; Utomo I. C.; Prayoga R. D.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17347

Abstract

Abstrak: Di era perkembangan teknologi yang semakin berkembang, membuat dan menjalankan suatu bisnis menjadi lebih mudah. Mayoritas masyarakat saat ini memiliki usaha melalui online karena memanfaatkan teknologi yang ada, seperti halnya UMKM di lingkungan Muhammadiyah khususnya daerah Kartasura. Namun, para pelaku UMKM memiliki beberapa permasalahan, salah satunya mayoritas masih kesulitan dalam menyusun laporan keuangan dengan benar dan rendahnya atensi di google. Tujuan dari pengabdian ini agar pelaku UMKM dapat membuat laporan keuangan dengan benar dan terstruktur sehingga dapat digunakan untuk mengajukan pembiayaan di Lembaga Keuangan. Tujuan lainnya meningkatkan potensi bisnis pelaku UMKM di lingkungan Muhammadiyah daerah Kartasura dan pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini pelatihan penggunaan aplikasi, pemanfaatan google bisnisku, dan pendampingan monitoring dan kontroling. Terdapat 11 Peserta dari 30 UMKM yang mengikuti pelatihan pelaku UMKM yang terdapat di Lingkungan Muhammadiyah Surakarta. Pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi dan optimasi google bisnisku untuk pelaku UMKM di lingkungan Muhammadiyah Kartasura terselenggara dengan lancar. dan beberapa pelaku UMKM di PCM Kartasura sudah menggunakan aplikasi tersebut. Namun masih ada juga yang belum maksimal memanfaatkan aplikasi dan google bisnisku untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pengabdian lanjutan.Abstract: Creating and running a business has become more accessible in this era of ever-growing technological developments. Most people currently have businesses online because they utilize existing technology, such as MSMEs in the Muhammadiyah environment, especially the Kartasura area. However, MSME players have several problems, one of which is that most still need help compiling financial reports correctly and pay little attention to Google. The aim of this service is so that MSME players can make financial reports correctly and in a structured manner to be used to apply for financing at financial institutions. Another aim is to increase the business potential of MSME players in the Muhammadiyah Kartasura area and digital marketing. The methods used in this service are training in application use, use of Google My Business, and monitoring and control assistance. There were 11 participants from 30 MSMEs who took part in training for MSME actors in the Muhammadiyah Surakarta environment. Data collection uses observation, questionnaires, and documentation. Training activities on using applications and optimizing Google My Business for MSMEs in the Muhammadiyah Kartasura environment were held smoothly. And several MSME players at PCM Kartasura are already using the application. However, some still need to utilize the application optimally and Google My Business to develop their business. Therefore, further service activities are needed.
PENGENALAN KONSEP NILAI TAMBAH DAN PELATIHAN PEMBUATAN SAMBAL TOMAT PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PERTANIAN Paulus Every Sudirman; Ester Nurani Keraru; Maryance Vivi Murnia Bana; Maria Salestina Ngoni; Astried Priscilla Cordanis; Rizki Adiputra Taopan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17551

Abstract

Abstrak: Kecamatan Wae Rii merupakan wilayah penghasil hortikultura untuk disuplai ke Kabupaten Manggarai. Produk yang dihasilkan sebagian besar dalam bentuk produk mentah. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk bernilai tambah dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang memadai. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pengenalan konsep nilai tambah dan praktik pengolahan tomat menjadi sambal kepada para siswa di SMKN Restorasi Timung. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran di kelas mengenai pengenalan konsep nilai tambah dan pelatihan pembuatan sambal tomat yang melibatkan 30 orang siswa di SMKN Restorasi Timung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui Pre-test dan Post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua tujuan kegiatan PkM telah tercapai yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rerata tes sebesar 26% antara sebelum dan sesudah kegiatan. Pada aktivitas pelatihan, seluruh peserta diikutsertakan secara aktif melalui pembagian kelompok kerja sehingga dapat mengalami secara langsung proses perubahan nilai suatu komoditi. Melalui kegiatan ini diharapkan pihak sekolah dapat menindaklanjuti produk sambal ini sebagai produk unggulan.Abstract: Horticulture is produced in Wae Rii District for Manggarai Regency. Most of the output consists of raw materials. This potential can be leveraged to add value product if adequate people are employed. The goal of this PkM activity is to introduce the concept of added value and the production of tomato sauce to the students at SMKN Restorasi Timung. The techniques utilized included teaching 30 students by introducing the idea of added value and how to make tomato sauce. The activity is evaluated using the Pre-test and posttest. The activity's results show that the goals have been achieved. The activity findings reveal a 26% rise in the average test score between before and after the activity. All participants are actively involved in training activities through the creation of work groups, allowing them to directly experience the process of changing the value of a commodity. It is hoped that the school will continue to promote this as an outstanding product.
IMPLEMENTASI STANDARD KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BENGKEL TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR SMK YAPIN KERTASEMAYA Jauharotul Maknunah; Fauzan Amri; Karsid Karsid; Indra Fitriyanto; Tri Haryanti; Icha Fatwasauri; Sohib Naluri Jaelani; Kriesna Kharisma Purwanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17852

Abstract

Abstrak: Implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja, khususnya di Bengkel Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor, SMK Yapin Kertasemaya perlu dilaksanakan karena mengandung potensi bahaya tertentu. Berdasarkan hasil survei awal tersebut, maka diperlukan kegiatan yang bertujuan mengetahui potensi bahaya dari bengkel TBSM untuk selanjutnya dilakukan implementasi standar K3 di Bengkel tersebut serta memastikan keberlanjutannya melalui rencana dan laporan tindak lanjut. Implementasi standar K3 dilaksanakan melalui beberapa tahapan yakni survei dan pendampingan untuk mengidentifikasi keterlaksanaan K3 berdasarkan indikator keterlaksanaannya yang berjumlah 8 indikator. Selanjutnya dilaksanakan acara workshop terkait pentingnya K3 serta manajemen K3 yang oleh seluruh pihak sekolah termasuk guru, siswa dan karyawan lain terutama yang terlibat di Bengkel yang berjumlah 50 orang. Evaluasi dilaksanakan dengan beberapa metode yakni melalui laporan tindak lanjut dari keterlaksanaan standar K3 dan juga survey kepuasan terkait kegiatan. Hasil dari workshop adalah implementasi dan tindak lanjut setelah workshop oleh pihak sekolah untuk diidentifikasi keterlaksanaan K3 di Bengkel. Berdasarkan hasil laporan tindak lanjut dan implementasi K3 di Bengkel, didapatkan bahwa Implementasi standar K3 di Bengkel TBSM SMK Yapin telah tercapai serta menunjukkan ketercapaian 8 indikator keterlaksanaan K3 dari yang sebelumnya hanya terlaksana 3 indikator saja. Selain itu juga hasil survei kegiatan menunjukkan bahwa 88% peserta merasa setuju terkait keberhasilan kegiatan ini.Abstract: Implementation of Occupational Safety and Health (K3) standards in the workplace, especially in the Motorcycle Engineering and Business Workshop, Yapin Kertasemaya Vocational School needs to be implemented because it contains certain potential dangers. Based on the results of the initial survey, activities are needed that aim to determine the potential dangers of the TBSM workshop, then implement K3 standards in the workshop and ensure its sustainability through follow-up plans and reports. Implementation of K3 standards is carried out through several stages, namely surveys and assistance to identify K3 implementation based on 8 indicators of implementation. Furthermore, a workshop was held regarding the importance of K3 and K3 management by all school parties including teachers, students and other employees, especially those involved in the workshop, totaling 50 people. Evaluation is carried out using several methods, namely through follow-up reports on the implementation of K3 standards and also satisfaction surveys related to activities. The results of the workshop are implementation and follow-up after the workshop by the school to identify K3 implementation in the workshop. Based on the results of the follow-up report and implementation of K3 in the Workshop, it was found that the implementation of K3 standards in the TBSM SMK Yapin Workshop had been achieved and showed the achievement of 8 indicators of K3 implementation from previously only 3 indicators were achieved. Apart from that, the results of the activity survey showed that 88% of participants agreed regarding the success of this activity.
IMPLEMENTASI PEMBERIAN EDUKASI CARA MEMBUAT MINUMAN KUNYIT ASAM UNTUK MENGATASI DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI Fransisca Noya; Marlina Fitriya Lailatul K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16888

Abstract

Abstrak: Frekuensi dismenore pada semua remaja putri pubertas meningkat dari 45% menjadi 75%. Di Indonesia prevalensi dismenorea mencapai 98,8%, ditandai dengan nyeri pada daerah pinggul, dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang manfaat dan cara membuat minuman kunyit asam. Metode pengabdian yang akan dilakukan yaitu meliputi tahap awal yaitu melakukan studi pendahuluan untuk memperoleh data remaja dan permasalahan terkait haid. Tahap kedua yaitu kegiatan pengabmas meliputi pemberian kuesioner prepost test dan pemberian materi. Tahap akhir kegiatan yaitu monitoring serta evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan ini menggunakan angket pengetahuan pre-posttest. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan dan cara membuat minuman kunyit asam meningkatkan pengetahuan remaja putri (100%).Abstract: The frequency of dysmenorrhea in all puberty young women increased from 45% to 75%. In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea reaches 98.8%, is characterized by pain in the hip area, and affects daily activities. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to increase youth's knowledge about the benefits and how to make sour turmeric drink. The service method that will be carried out includes the initial stage, namely conducting a preliminary study to obtain data on adolescents and problems related to menstruation. The second stage, namely community service activities including giving pre-post test questionnaires and providing material. The final stage of the activity is monitoring and evaluating activities. Evaluation of this activity using a pre-posttest knowledge questionnaire. The result of this community service is the provision of counseling and how to make a sour turmeric drink increases the knowledge of young women (100%).
PEMBERDAYAAN REMAJA BERBASIS LITERASI GIZI SEBAGAI UPAYA TANGGAP DARURAT STUNTING DI PASIR PUTIH DEPOK Sintha Fransiske Simanungkalit; Chandrayani Simanjorang; Duma Lumban Tobing; Utami Wahyuningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19394

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah gizi yang masih menjadi persoalan di Indonesia adalah stunting. Faktor penyebab masalah gizi adalah terbatasnya akses informasi dan rendahnya pengetahuan remaja. Kurangnya pengetahuan dan implementasinya terhadap pencegahan stunting juga dialami di Pasir Putih Depok. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatan pengetahuan dan ketrampilan remaja mengenai stunting dan anemia. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan dan pengukuran antropometri untuk para remaja putra dan putri dengan total 108 orang. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para remaja mengenai stunting dengan peningkatan pengetahuan sekitar 63%. Pemberian penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab juga dinilai tepat untuk membekali para peserta sebagai salah satu upaya pencegahan masalah stunting ini. Keikutsertaan dan inisiatif pihak sekolah (guru dan siswa), kelurahan dan Puskesmas memiliki peranan penting agar tercapainya output penyuluhan.Abstract: One of the nutritional problems that is still a problem in Indonesia is stunting. Factors causing nutritional problems are limited access to information and low knowledge of adolescents. Lack of knowledge and implementation regarding stunting prevention is also experienced in Pasir Putih Depok. This community service aims to increase teenagers' knowledge and skills regarding stunting and anemia. The activities carried out included counseling and anthropometric measurements for the participants. The results of this outreach activity show an increase in teenagers' knowledge about stunting. Providing counseling using lecture and question and answer methods is also considered appropriate to equip participants as an effort to prevent this stunting problem. The participation and initiative of schools (teachers and students), sub-districts and community health centers have an important role in achieving outreach output. After this activity ends, the community service team hopes that the teenagers will have a strong commitment to be at the forefront of emergency response to nutritional problems in the Pasir Putih area.