cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL REMAJA PANTI ASUHAN MELALUI PELATIHAN KONSELING TEMAN SEBAYA Muhammad Rizky Nur Prakoso; Sri Hartini; Irfan Febrianto Nur Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19255

Abstract

Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema peningkatan softskills keterampilan konseling teman sebaya pada remaja panti asuhan dalam meningkatkan literasi kesehatan mental merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memberdayakan masyarakat, khususnya bagi remaja di PAKYM Surakarta. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di PAKYM Surakarta adalah untuk mengembangkan dan mengolah keterampilan konseling teman sebaya dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja yang sehat dalam mencapai tugas perkembangan remaja, serta memiliki jiwa produktif dan humanis sebagai sesama manusia untuk menolong dan mengarahkan rekan-rekan melalui keterampilan konseling teman sebaya yang menjadi tema dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode Brainstorming diawali dengan penyampaian materi oleh Narasumber, diskusi, tanya jawab, dan simulasi singkat keterampilan konseling teman sebaya agar peserta dapat memahami dan mengikuti materi dan keterampilan yang disampaikan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan jumlah total 50 anak dan 4 pengasuh, sehingga selain mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan baru, tetapi peserta juga dapat belajar praktik konseling teman sebaya dalam kehidupan sehari-harinya. Peserta program mengalami peningkatan pemahaman terkait literasi kesehatan mental yang dilaksanakan melalui Konseling Teman Sebaya dengan rata-rata prosentase peningkatan sebesar 87,5%. Sistem evaluasi dan tindak lanjut dilaksanakan setelah sesi simulasi konseling teman sebaya dilaksanakan untuk meninjau kembali hasil akhir program.Abstract: The Community Service with the theme of improving soft skills, peer counseling skills for teenagers in orphanages in increasing mental health literacy is a form of implementing the Tri Dharma of Higher Education, through the development of science and technology in order to empower the community, especially for teenagers at PAKYM Surakarta. The aim of implementing Community Service carried out at PAKYM Surakarta is to develop and cultivate peer counseling skills in increasing the mental health literacy of healthy teenagers in achieving adolescent development tasks, as well as having a productive and humanistic spirit as fellow human beings to help and direct their peers. Through peer counseling skills which is a theme in implementing Community Service. Implementation of Community Service is carried out using the Brainstorming method starting with the presentation of material by the resource person, discussion, questions and answers, and a short simulation of peer counseling skills so that participants can understand and follow the material and skills presented. The activities were carried out in 4 meetings with a total of 50 children and 4 caregivers, so that apart from gaining new knowledge and insight, participants could also learn the practice of peer counseling in their daily lives. Program participants experienced an increase in understanding regarding mental health literacy carried out through Peer Counseling with an average percentage increase of 87.5%. An evaluation and follow-up system is implemented after the Peer Counseling simulation session is carried out to review the final results of the program.
PENINGKATAN KAPASITAS LSM TIGER HEART DALAM MELAKUKAN ANALISIS TUTUPAN LAHAN Arie Vatresia; Ferzha Putra Utama; Lindung Zalbuin Mase; Rendra Regen Rais
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17387

Abstract

Abstrak: Deforestasi yang terjadi di Taman Buru Semidang Bukit Kabu (SBK) Provinsi Bengkulu didominasi oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan. Masifnya pembukaan perkebunan dengan cara penebangan hutan secara liar membuat hutan SBK kehilangan fungsinya sebagai ekosistem serta habitat bagi harimau sumatera. Kegiatan pengabdian pada masyarakat berbasis riset ini bertujuan untuk membantu Lembaga Swadaya Masyarakat, Tiger Heart sebagai mitra dalam pengabdian ini, dalam mendukung upaya konservasi yang menjadi kegiatan utama mereka. Peningkatan softskill kepada lima orang mitra diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas bagi penggiat konservasi melalui penyediaan data analisa tutupan lahan. Pelaksanaan pengabdian ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu pengumpulan data, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey lapangan untuk mengetahui kondisi aktual di wilayah hutan SBK. Hasil pemantauan di lapangan diketahui bahwa para perambah hutan melakukan perubahan wilayah hutan menjadi lahan pertanian yang disebabkan oleh kebutuhan ekonomi, rendahnya pendidikan, serta kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai batas dan fungsi hutan SBK sebagai habitat harimau sumatera. Setelah itu dilakukan pelatihan bagi mitra untuk menganalisis perubahan tutupan lahan melalui perangkat lunak dan data remote sensing. Berdasarkan empat kriteria pengukuran yang terdiri dari pengalaman penggunaan aplikasi, pengetahuan ketersediaan data, kemampuan analisis, dan kemandirian, terjadi peningkatan rata-rata 45% pada mitra yang telah dilatih.Abstract: The deforestation of Taman Buru Semidang Bukit Kabu (SBK) in Bengkulu Province has been caused by the conversion of land into plantations. Unfortunately, this has resulted in the loss of the SBK forests' role as an ecosystem and habitat for Sumatran tigers due to illegal logging and mass clearing of plantations. This research-based community service initiative aims to support the conservation efforts of Non-Governmental Organizations like Tiger Heart. The objective of our project endeavours to augment the interpersonal abilities of our five partner members and furnish conservationists with comprehensive land cover analysis data. To achieve this, we conducted field surveys to gather data that revealed forest encroachers converted forest areas into agricultural land due to economic needs, low education, and a lack of awareness about the boundaries and functions of SBK forests as Sumatran tiger habitats. This program provided training to our partners on how to analyze land cover changes through remote sensing software and data. The training resulted in an average improvement of 45% in partner's knowledge and skills, measured through application experience, data availability, analytical skills, and independence. Our ultimate goal is to support Tiger Heart's conservation efforts and make a positive impact on the conservation of Sumatran tigers and their habitat. 
EDUKASI GIZI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENERAPAN DIET DIABETES MELLITUS SELAMA PUASA RAMADAN Mohammad Jaelani; Dian Luthfita Prasetya Muninggar; Meirina Dwi Larasati; J. Supadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19531

Abstract

Abstrak: Seseorang yang memutuskan menjalankan puasa Ramadan berisiko mengalami hipoglikemi maupun hiperglikemi. Kepatuhan diet selama puasa Ramadan dapat membantu kestabilan glukosa darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa kegiatan edukasi dan penerapan diet DM selama puasa Ramadan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menerapkan diet DM saat menjalankan puasa Ramadan. Peserta kegiatan adalah perwakilan wanita dewasa dari setiap RW di Kelurahan Pedurungan Tengah Kota Semarang sejumlah 22 orang. Kegiatan berupa edukasi Diet DM dan demonstrasi menu makan selama berpuasa Ramadan. Evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pemahaman terkait terkait Diet DM selama Puasa Ramadan. Kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan Diet DMterkait jadwal makan, pemilihan jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi menggunakan form Recall 1x 24 jam untuk memastikan penerapan Diet DM terkait jadwal makan, pemilihan jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi selama puasa Ramadan. Skor pengetahuan peserta terkait Diet DM selama puasa Ramadan (skor ≥ 80) meningkat sebesar 12,9%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa sebagian peserta patuh terhadap jadwal makan. Jenis makanan yang dikonsumsi cenderung tinggi karbohidrat, gula, dan lemak, sementara asupan sayur dan buah masih rendah. Rata-rata asupan energi memenuhi 70,4% dari kecukupan gizi perempuan usia 50-64 tahun kebutuhan. Edukasi mampu meningkatkan pengetahuan dan penerapan diet DM selama puasa Ramadan.Abstract: People Muslims who decide choose to fast during Ramadhan have an increased risk of experiencing on Ramadan fasting are at risk of hypoglycemia or hyperglycemia. Adherence to diabetes dietary Dietary compliance during Ramadan fasting can helps to control blood glucose levels. This community service activity is including educational activities and the implementation of the DMdiabetes dietary recommendation during Ramadan fasting. The aim is to increase knowledge and ability practice to implement the diabetes dietary recommendation DM diet when fasting during Ramadan fasting. Participants were twenty two adult female representatives from each RW hamlet in Central Pedurungan Tengah Subdistrict, Semarang City a total of 22 people. Activities were nutrition education and menu demonstrations during Ramadan fasting. Monitoring and eEvaluation of nutrition education were using pre-post test to evaluate understanding diabetes dietary recommendation during Ramadan fasting. Monitoring and evaluating activities for implementing the diabetes dietary recommendation using 24 hour Recall form to insure the implementation of meal schedules, food choices, and the amount of food consumed during the Ramadan fasting. activities related to meal schedules, selection of types of food, and amount of food consumed to ensure implementation of the DM Diet during Ramadan fasting. Participants' knowledge scores regarding diabetes dietary recommendation DM diet during Ramadan fasting (score ≥ 80) were increased by 12.9%. Monitoring and evaluation results showed that some participants adhere to the eating meal schedule. The types of food consumed tend prone to be high in carbohydrates, sugar, and fat, while vegetable and fruit intake is still low. The average energy intake were meetts 70.4% of the nutritional needs of women aged 50-64 years. Education can increase knowledge and application implementation of the diabetes dietary recommendationDM diet during Ramadan fasting. 
PEMBINAAN DAN PENGUATAN STRUKTURISASI LEMBAGA PANGLIMA LAOTSEBAGAI HAKIM PERADILAN ADAT LAOT Zaki Ulya; Meta Suriyani; Imam Hadi Sutrisno
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17819

Abstract

Abstrak: Urgensi Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan disebabkan Panglima laot desa Matang Rayeuk, dalam menyelesaikan sengketa/perselisihan antar nelayan dan pelanggaran terhadap hukum adat laut, selama ini masih terdapat kebingungan dalam penerapannya. Pedoman Peradilan Adat di Aceh yang telah ada, dianggap masih sangat umum dalam pembahasannya dengan pembahasan proritas tentang Peradilan Adat Gampong/desa. Sedangkan peradilan adat laot belum spesifik mekanisme pelaksanaannya. Padahal penyelesaian peradilan adat laot dan peradilan adat gampong itu berbeda, serta lembaga adat yang menyelesaikan juga berbeda. Sehingga berpotensi akan bertentangan dengan hukum positif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan menetapkan mitra kegiatan yaitu Geuchik Matang Rayeuk PP, Dinas Perikanan Aceh Timur, Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan dilakukan dengan cara menginventarisasi masalah dilapangan, menentukan program, pembinaan dan pelatihan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu peningkatan pemahaman masyarakat berkaitan penyelesaian sengketa adat laut melalui kelembagaan panglima laot meningkat. Dari 20 orang nelayan,18 orang menyatakan bahwa keberadaan panglima laot sangat penting dan perlu ditingkat agar selaras dengan ketentuan Qanun Aceh No. 10 Tahun 2008 tentang Lembaga Adat.Abstract: The urgency of the Community Service was carried out because the Panglima laot of Matang Rayeuk village, in resolving disputes between fishermen and violations of marine customary law, so far there is still confusion in its application. The existing Guidelines for Customary Courts in Aceh are considered to be very general in their discussion with a priority discussion on Gampong/village Customary Courts. Meanwhile, the laot customary court has not yet specified its implementation mechanism. Whereas the settlement of laot customary courts and gampong customary courts are different, and the customary institutions that resolve them are also different. So that it has the potential to conflict with positive law. The method of implementing the activity was to establish activity partners, namely Geuchik Matang Rayeuk PP, East Aceh Fisheries Service, East Aceh District Aceh Customary Council. Activities are carried out by inventorying problems in the field, determining programmes, coaching and training. The results achieved in this activity are an increase in community understanding regarding the settlement of customary marine disputes through panglima laot institutions. Of the 20 fishermen, 18 stated that the existence of panglima laot is very important and needs to be improved to be in line with the provisions of Aceh Qanun No. 10 of 2008 concerning Customary Institutions.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN KOMPUTERISASI AKUNTANSI DI SEKTOR PETERNAKAN BEBEK PETELUR Aris Kusumawati; Alifiansyah Arrizqy Hidayat; Tita Ayu Rospricilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17798

Abstract

Abstrak: Hingga saat ini kegiatan akuntansi seperti pencatatan pendapatan, pengeluaran, penjualan, tagihan pelanggan, aset, tagihan serta laporan akhir di UMKM “Ferdi Jaya” dilakukan secara manual menggunakan buku dan pencatatan kalender. Kegiatan tersebut dinilai kurang efektif dan efisien seiring pesatnya perkembangan usaha. Pelaku usaha menyadari pentingnya penggunaan komputer untuk menyelesaikan kegiatan akuntansi tetapi belum memiliki keterampilan untuk melakukan akuntansi komputerisasi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill akuntansi komputerisasi UMKM “Ferdi Jaya” sebagai mitra yang bergerak di sektor peternakan bebek petelur. Metode yang digunakan berupa sosialisasi terkait pentingnya akuntansi komputerisasi dan praktikum menggunakan software accurate. Sosialisasi dan pelatihan diikuti oleh tiga orang perwakilan dari mitra UMKM. Pasca pelatihan dilakukan evaluasi dengan praktikum serta monitoring implementasi aplikasi akuntansi di mitra dengan menggunakan checklist yang diisi oleh tim pengabdi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap modul yang diberikan sebesar 60%. Selain itu hasil monitoring juga menunjukkan bahwa mitra UMKM berhasil mengimplementasikan modul software accurate dengan baik di kegiatan mereka.Abstract: Until now, accounting activities such as recording income, expenses, sales, customer bills, assets, invoices, and final reports at MSME Ferdi Jaya are done manually using books and calendar entries. These activities are considered less effective and efficient in line with the rapid development of business. Business actors realize the importance of using computers to complete accounting activities but still need to gain the skills to perform computerized accounting. This training aims to increase Ferdi Jaya's computerized accounting knowledge and soft skills as a partner in the laying duck farming sector. The method used is socialization regarding the importance of computerized accounting and practicum using accurate software. Three representatives from MSME partners attended the socialization and training. After the training, evaluation is carried out with practicums and monitoring the implementation of accounting applications in partners. The evaluation results showed an increase in participants' understanding of the modules provided by 60%. In addition, monitoring results also show that MSME partners have successfully implemented accurate software modules well in their activities.
INISIASI POS PEMBINAAN TERPADU DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Suparmi Suparmi; Ulfah Musdalifah; Titik Sapartinah; Hesti Kurniasih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16548

Abstract

Abstrak: Posbindu PTM merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang bersifat promotif dan preventif dalam rangka deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Masyarakat diberi fasilitas dan bimbingan dalam mengembangkan wadah untuk berperan, dibekali pengetahuan . Bentuk pengabdian berupa pelatihan pada kader baru posbindu yang ditargetkan 15 orang di Kelurahan Gedawang. Kemudian dilakukan pemeriksaan faktor risiko PTM. Pelaksanaan pengabdian masyarakat mengacu pada pedoman penyelenggaraan posbindu PTM. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Telah terbentuk Posbindu di Kelurahan Gedawang. Kegiatan pelatihan hanya diikuti oleh 10 orang kader. Hasil pre dan posttest menunjukan peningkatan nilai rata-rata dari 34 menjadi 81 dan proporsi nilai 8 keatas meningkat. Kegiatan pelatihan pada kader diharapkan dapat dilakukan secara berkala oleh Dinkes dan pihak Puskesmas dapat memberikan tindak lanjut pada masyarakat yang terjaring memiliki faktor risiko PTM. Untuk posbindu PTM, jumlah partisipan yang dating berjumlah 20 orang. Didapatkan berdasarkan ahsil pemerikasaan IMT melebihi nilai normal, 67% tekanan darah tinggi, 87% kolesterol tinggi. Kurang dari 50% partisipan punya kebiasaan olahraga, konsumsi makanan asin, berlemak dan manis. Kegiatan pelatihan pada akder diharapkan dapat dilakukan secara berkala oleh Dinkes dan pihak Puskesmas dapat memberikan tindak lanjut pada masyarakat yang terjaring memiliki faktor risiko PTM.Abstract: Posbindu NCD is one of the community-based health efforts that are promotive and preventive in the context of early detection and monitoring of the main NCD risk factors which are carried out in an integrated, routine and periodic manner. Communities are given facilities and guidance in developing platforms to play a role, equipped with knowledge. The form of service is in the form of training for new posbindu cadres targeted at 15 people in the Gedawang Village. Then an examination of NCD risk factors is carried out. The implementation of community service refers to the guidelines for the implementation of Posbindu NCD. The activity implementation phase includes activity planning, activity implementation and activity evaluation. Posbindu has been formed in Gedawang Village. Only 10 cadres participated in the training activities. The results of the pre and posttest showed an increase in the average score from 34 to 81 and the proportion of scores above 8 increased. Training activities for cadres are expected to be carried out periodically by the Health Office and the Puskesmas to provide follow-up to people who are caught having NCD risk factors. For Posbindu NCD, the number of participants who came was 20 people. Obtained based on BMI examination results exceeding normal values, 67% high blood pressure, 87% high cholesterol. Less than 50% of participants have a habit of exercising, consuming salty, fatty and sweet foods. It is hoped that the training activities for akder can be carried out periodically by the Health Office and the Puskesmas to provide follow-up to people who are caught having NCD risk factors.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI INTERVENSI SPESIFIK DAN SENSITIF Indra Domili; M. Anas Anasiru; Arifasno Napu; Rabia Zakaria; Yanti Mustafa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19181

Abstract

Abstrak: Pemantauan Status Gizi 2020 Kabupaten Gorontalo menyatakan temuan kasus stunting wilayah Kecamatan Tilango sebesar 151 kasus (15,1%) dan wilayah Kecamatan Telaga Jaya sebesar 73 kasus (7.5 %), SSGI 2021 prevalensi stunting di Kabupaten Gorontalo sebesar 28,3 %. Salah satu upaya pencegahan stunting dilakukan dengan menggunakan pendekatan intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan. Intervensi gizi sensitif, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan ibu hamil tentang pencegahan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif, menggunakan metode penyuluhan, pemantauan tumbuh kembang, kelengkapan imunisasi, pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah dan sumber air minum. Mitra yang terlibat mitra pendukung (Kepala Desa, aparat desa dan kader kesehatan) dan mitra sasaran (ibu hamil, ibu yang memiliki anak usia 0-59 bulan sebanyak 80 orang). Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan baik 81,25%, cukup 12,50% dan 6,25% kurang. Tumbuh kembang dan kelengkapan imunisasi menunjukkan 90,56% sesuai. Gambaran konsumsi TTD sebanyak 23 orang baik dan 4 orang kurang baik, sumber air minum keluarga yaitu air isi ulang 13 orang, air PDAM 58 orang dan 9 orang menggunakan sumur bor.Abstract: The 2020 Nutrition Status Monitoring of Gorontalo Regency stated that the findings of stunting cases in the Tilango District were 151 cases (15.1%) and the Telaga Jaya District area were 73 cases (7.5%). SSGI 2021 the prevalence of stunting in Gorontalo Regency is 28.3%. One of the efforts to prevent stunting is carried out by using a specific and sensitive intervention approach. Specific nutrition interventions, namely interventions related to improving nutrition and health. Sensitive nutrition interventions, such as provision of clean water and sanitation. The aim of the activity is to increase the knowledge of mothers under five and pregnant women about Stunting Prevention through Specific and Sensitive Interventions, using counseling methods, monitoring growth and development, completeness of immunization, monitoring consumption of Blood Supplement Tablets and drinking water sources. Partners involved are supporting partners (Village Head, village officials and health cadres) and target partners (pregnant women, mothers with children aged 0-59 months). The results of the activity showed good knowledge of 81.25%, 12.50% enough and 6.25% lacking. Growth and development and completeness of immunization showed 90.56% appropriate. An overview of the consumption of TTD as many as 23 people are good and 4 people are not good, the family's source of drinking water is refill water for 13 people, PDAM water for 58 people and 9 people use drilled wells.
VALORISASI LIMBAH BONGGOL JAGUNG SEBAGAI MEDIA TANAM JAMUR DALAM UPAYA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE ENVIRONMENT Rizka Lestari; Fadli Robiandi; Muhammad Zulfikar; Dila Yunitha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17537

Abstract

Abstrak: Pengolahan limbah organik masih menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan padat penduduk. Salah satunya yaitu limbah bonggol jagung. Limbah tersebut dihasilkan dari salah satu UMKM yang memproduksi jagung pipil di daerah Karang Rejo, Kota Balikpapan. Limbah bonggol jagung yang dihasilkan, hanya dibuang begitu saja tanpa adanya pengolahan lanjutan. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat kali ini dilakukan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengolah limbah organik tersebut menjadi produk yang lebih bermanfaat serta dalam jangka panjang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Terdapat dua (2) mitra yang bergabung dalam satu rangkaian kegiatan. Mitra yang pertama yaitu RT.082 kelurahan Karang Rejo dan mitra yang kedua adalah UMKM Nona Mayo sebagai penyedia limbah bonggol jagung. Pelatihan yang diberikan adalah pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi media tanam untuk menumbuhkan jamur janggel. Metode yang digunakan dimulai dari survey lokasi kemudian persiapan program berupa studi literatur, sosialisasi program, pelatihan berupa praktik langsung bersama warga, monitoring hasil dan ditutup dengan pengisian kuesioner oleh warga yang terlibat selama proses kegiatan. Dari hasil kuesioner, 54% dari warga setuju bahwa proses pembuatan media tanam jamur janggel dengan memanfaatlan limbah bonggol jagung sangat sederhana sehingga mudah diterapkan serta menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di pasaran.Abstract: Treatment of organic waste is still the common issue that often occur in densely populated environments. One of them is corncob waste. The waste is generated from one of the small industries that produces shelled corn in Karang Rejo area, Balikpapan City. The corncob waste produced was just thrown away without any further processing. Therefore, our activity is carried out to provide training for the community to process the organic waste into more useful products and in the long term it is expected to be able to improve the economy of the community around the location of the activity. There are two (2) partners who join in a of activities. The first partner is RT.082 Karang Rejo and the second partner is UMKM Nona Mayo as a provider of corncob waste. The training provided is the utilization of corncob waste into planting media to grow Janggel mushrooms. The method used starts from a location survey, then program preparation in the form of literature studies, program socialization, training in the form of direct practice with residents, monitoring the results and closing with filling out questionnaires by residents involved during the activity process. From the results of the questionnaire, 54% of the residents agreed that the process of making planting media for Janggel mushrooms by utilizing corncob waste is very simple so that it is easy to apply and uses materials that are easily available on the market.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN PRODUK UMKM KERIPIK, KERUPUK, KEMPLANG Dedi Setiadi; Onne Akbar Nur Ichsan; Novi Susanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19422

Abstract

Abstrak: Kelurahan Tebat Giri Indah merupakan salah satu daerah yang memproduksi keripik, kerupuk, dan kemplang, tetapi terdapat permasalahan yaitu alat produksi yang digunakan masih sederhana sehingga produksi kurang optimal. serta kemasannya masih biasa, dan juga mitra terkendala pemasaran yang hanya bisa menjangkau wilayah lokal saja. Tujuan dari pengabdian ini yaitu mengadakan pelatihan dan pengabdian untuk mengoptimalkan produksi dan pemasaran produk keripik, kerupuk dan kemplang, di kelurahan Tebat Giri Indah. Dengan tahapan-tahapan yaitu analisis kebutuhan, perancangan, pendampingan dan implementasi, serta evaluasi. Peserta yaitu mitra dan masyarakat Tebat Giri Indah yang berjumlah 15 orang. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatkan hasil produksi keripik dari 3 tandan/minggu menjadi 5 tandan/minggu, produksi kerupuk dari 200 kg/minggu menjadi 300 kg/minggu, dan produksi kemplang dari 200 kg/minggu menjadi 350 kg/minggu. Hasil lainya yaitu keripik, kerupuk dan kemplang memiliki kemasan yang menarik dan kekinian dengan adanya merk pada kemasannya, serta mitra memiliki akun media sosial sebagai media pemasaran yang jangkauannya lebih luas.Abstract: Tebat Giri Indah sub-district is one of the areas that produces chips, crackers and kemplang, but there is a problem, namely that the production equipment used is still simple so production is less than optimal. and the packaging is still ordinary, and partners are also constrained by marketing which can only reach local areas. The aim of this service is to provide training and service to optimize the production and marketing of chips, crackers and kemplang products, in the Tebat Giri Indah sub-district. With stages, namely needs analysis, design, assistance and implementation, and evaluation. Participants were partners and the Tebat Giri Indah community, totaling 15 people. The results of this activity are increasing chip production from 3 bunches/week to 5 bunches/week, cracker production from 200 kg/week to 300 kg/week, and kemplang production from 200 kg/week to 350 kg/week. Another result is that chips, crackers and kemplang have attractive and contemporary packaging with branding on the packaging, and partners have social media accounts as marketing media with a wider reach. 
EDUKASI PENGGERAK PKK DALAM PENGOLAHAN SISA ORGANIK RUMAH TANGGA BERBASIS ECOPRENEURSHIP Rizkia Suciati; Suci Lestari; Hilman Faruq; Eka Nana Susanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19464

Abstract

Abstrak: Komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik, khususnya sampah sisa makanan yang mencapai 41,27%. Kurang lebih 38,28% dari sampah tersebut bersumber dari rumah tangga. Selain itu, sampah organik juga merupakan kontributor terbesar dalam menghasilkan emisi gas rumah kaca jika tidak terkelola dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah organik sangat penting dan perlu menjadi perhatian utama, khususnya sampah sisa makanan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberdayakan ibu-ibu penggerak PKK yang berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan yaitu self-directed learning dan project-based learning Tahap pertama, ibu-ibu diberikan edukasi danpre-test, lalu diberikan pengenalan dan tutorial mengenai penggunaan alat. Selanjutnya pada tahap praktik, ibu-ibu diberikan pengetahuan mengenai tata cara memilah, mengolah, dan membuat produk dari sisa organik rumah tangga, setelah itu diberikan post-test sebagai tahap evaluasi. Nilai rata-rata pre-test dan post-test tentang waste management adalah 33,59 meningkat menjadi 84,23. Edukasi penggerak PKK berbasis ecopreneurship dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengolahan sisa organik rumah tangga.Abstract: The composition of waste in Indonesia is dominated by organic waste, especially food waste, which reaches 41.27%. Approximately 38.28% of this waste comes from households. Organic waste is also the biggest contributor to greenhouse gas emissions if not managed properly. Therefore, community service activities to increase knowledge regarding organic waste management are very important and must be a main concern, especially food waste. Community service activities are carried out by empowering 20 responden from PKK. The methods used are self-directed learning and project-based learning. In the first stage, mothers are given education and a pre-test, then an introduction and tutorial on using the tools. Next, in the practical stage, mothers are given knowledge about the procedures for sorting, processing, and making products from organic household waste, after which they are given a post-test as an evaluation stage. The average pre-test and post-test score regarding waste management was 33.59, increasing to 84.23. Ecopreneurship-based PKK education can increase knowledge regarding the processing of household organic waste.