cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PASCA PANEN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN BIJI-BIJIAN Nihatul Falasifah; Rindy Sulu Setyowati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17793

Abstract

Abstrak: Sektor pertanian biji-bijian memiliki peranan penting dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan. Namun, yang menjadi permasalahan bagi petani diantaranya harga biji-bijian yang dijual cenderung murah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah supaya Ibu-Ibu PKK yang tergabung dalam kelompok tani memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah biji-bijian guna meningkatkan nilai jual untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Metode yang digunakan antara lain sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna pasca panen pertanian biji-bijian. Sasaran utama dari kegiatan pengabdian ini adalah Ibu-Ibu PKK sejumlah 15 orang yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Bendungan Kelurahan Sumur Welut Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya. Kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan yang dilanjutkan dengan pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna pengolahan biji-bijian menjadi produk setengah jadi berupa tepung dan produk jadi yang lainnya. Hasil yang dicapai diantaranya 100% Ibu-Ibu PKK memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah biji-bijian menjadi produk tepung dan produk jadi yang lain. Hal ini diharapkan dapat membentuk kemandirian ekonomi masyarakat khususnya dalam meningkatkan nilai ekonomi dan produktivitas di bidang pertanian biji-bijian.Abstract: Grain agriculture sector has an important role in order to meet food needs. However, the problem for farmers is that the price of grain sold often fluctuates and the price tends to be cheap. The purpose of this community service activity is grain processing to increase the selling value of grains and also extend shelf life through the use of Appropriate Technology in order to increase agricultural productivity. The methods used include program socialization, training, and assistance in post-harvest processing of grain agriculture. The main target of this activity is PKK (Family Welfare Empowerment) mothers totaling 15 people who work in the agricultural sector in Bendungan, Sumur Welut Village, Lakarsantri District, Surabaya City. From the results of the activity, socialization has been carried out followed by training and assistance in processing grains into flour products. The results that have been achieved include PKK mothers already have knowledge and skills in processing grains into flour products. All activity participants can independently carry out post-harvest processing into flour products. This is expected to increase economic value and productivity in grain agriculture.
PEMANFAATAN POWERPOINT DAN LEAFLET SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN TENTANG ANEMIA DAN KEK PADA IBU HAMIL Lia Arian Apriani; Reza Indra Wiguna; Hasrun Ningsih; Lalu Muhammad Sadam Husen
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17014

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan gizi pada ibu hamil seperti anemia maupun KEK masih menjadi masalah kesehatan serius di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2022, prevalensi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis yaitu sebanyak 1866 ibu hamil, sedangkan ibu hamil penderita anemia pada tahun 2022 sebanyak 2.287 ibu hamil dilaporkan mengalami anemia. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kelompok ibu hamil mengenai masalah anemia selama kehamilan dan masalah KEK (kekurangan energi kronis) serta dampaknya dalam kehamilan. Metode kegiatan pada pengabdian ini berupa kegiatan edukasi kesehatan dengan menggunakan media audiovisual powerpoint dan leaflet, instrumen untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta menggunakan kuesioner yang dilakukan dalam bentuk pre-test dan post-test, Adapun peserta yang hadir sebanyak 22 ibu hamil. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan didapatkan tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum kegiatan edukasi mendapatkan skor rata-rata 66,00 dimana angka ini menunjukkan tingkat pengetahuan cukup, sedangkan setelah kegiatan didapatkan nilai tingkat pengetahuan rata-rata meningkat menjadi 90,00 yang menunjukkan tingkat pengetahuan sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa perubahan ini berdampak positif pada aspek peningkatan pengetahuan ibu hamil yang berarti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermanfaat untuk ibu hamil di Desa Beleka.Abstract: Nutritional health problems in pregnant women such as anemia and KEK are still a serious health problem in NTB Province. Based on data from the West Lombok District Health Office in 2022 the prevalence of pregnant women suffering from Chronic Energy Deficiency was 1866 pregnant women, while pregnant women with anemia in 2022 were 2287 pregnant women who had anemia. The purpose of this community service is to increase the knowledge of groups of pregnant women regarding the problem of anemia in pregnancy and the problem of chronic energy deficiency and its impact during pregnancy.The method of this community service activity is health education using powerpoint and leaflet audiovisual media, instruments to measure the level of knowledge of participants using a questionnaire which is carried out in the form of a pre-test and post-test. Participants involved were 22 pregnant women. Based on the results of the activity evaluation to obtain the level of knowledge of pregnant women before the extension activities, an average score of 66.00 was obtained which indicated a sufficient level of knowledge, while after the activity the average level of knowledge increased to 90.00, indicating a very good level of knowledge. It can be interpreted that these changes have a positive impact on the level of knowledge of pregnant women, which means that this community service activity is beneficial for pregnant women.
PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASCA MENDERITA INFEKSI COVID-19 Fahrun Nur Rosyid; Beti Kristinawati; Guntur Nurcahyanto; Sidqon Mustofa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19320

Abstract

Abstrak: Pasca COVID-19 dapat menimbulkan dampak yang signifikan pada kualitas hidup terkait kesehatan individu yang terinfeksi, yaitu memburuknya kualitas hidup mereka. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan produk herbal habbatusauda, madu dan minyak VCO. Pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan pretest untuk mengetahui pengetahuan perta promosi kesehatan sebelum dilakukan edukasi. Kegiatan PkM dilanjutkan dengan penberian edukasi dan diakhiri dengan melakukan evaluasi paska dilakuakna edukasi untuk menilai pengetahuan posttest edukasi kesehatan. Pelaksanaan PkM dilakukan terhadap mitra pertama yang berjumlah 15 orang pada hari Kamis, 16 Desember 2021 dan mitra kedua yang juga berjumlah 15 orang pada hari Jum’at, 17 Desember 2021 dengan tema edukasi yang sama yaitu tentang manfaat suplemen herbal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien paska infeksi COVID-19 dengan menurunkan atau menghilangkan gejala sisa persisten yang dialaminya. Hasil pemberian edukasi setelah dilakukan evaluasi menunjukan perubahan signifikan skor pengetahuan peserta sebelum (30%) dan setelah edukasi (66%).Abstract: Post-COVID-19 can have a significant impact on the health-related quality of life of infected individuals, namely worsening their quality of life. This health promotion activity aims to increase public knowledge regarding the use of black seed herbal products, honey and VCO oil. This community service begins with conducting a pretest to find out knowledge about health promotion before education is carried out. PkM activities continue with providing education and end with conducting a post-education evaluation to assess knowledge of the health education posttest. The implementation of PkM was carried out on the first partner, numbering 15 people, on Thursday, 16 December 2021 and the second partner, also numbering 15 people, on Friday, 17 December 2021 with the same educational theme, namely about the benefits of herbal supplements to improve the quality of life of patients. Post-COVID-19 infection by reducing or eliminating the persistent residual symptoms they experience. The results of providing education after the evaluation showed significant changes in participants' knowledge scores before (30%) and after education (66%).
PEMBERDAYAAN KELOMPOK GIZI REMAJA CEGAH STUNTING NUTRIHERO Febrina Sulistiawati; Muhammad Zoher Hilmi; Mukminah Mukminah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17658

Abstract

Abstrak: Stunting hingga saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. Stunting dapat dicegah sejak masa remaja, pada fase kehidupan dengan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga nantinya dapat berperan sebagai agen perubahan yang dapat membantu mencegah kejadian stunting. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran santri sebagai role model dan edukator bagi teman sebaya dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan bagi Kelompok Gizi Remaja “Nutrihero” dilanjutkan dengan praktek edukasi oleh anggota Nutrihero kepada santri lainnya. Mitra dalam pengabdian ini adalah 31 santri perwakilan kelas VII-IX Madrasah Tsanawiyah dan kelas X-XII Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tarbiyatul ‘Uluum Al-Islamiyah Hadil Ishlah Bilebante, Lombok Tengah. Evaluasi kegiatan didapatkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan sebelum dan setelah edukasi, serta praktek edukasi dari anggota Nutrihero kepada teman sebayanya. Dari kegiatan ini didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan santri dimana tingkat pengetahuan dengan kategori baik dari 10% menjadi 55%. Selain itu, anggota Nutrihero telah mampu mengedukasi teman sebayanya menggunakan media KIE.Abstract: Stunting is still a concern for the government. Stunting can be prevented since adolescence, in the phase of life with high curiosity so that later it can play a role as an agent of change that can help prevent stunting. This service aims to increase the knowledge and role of santri as role models and educators for peers in preventing stunting. The method used in this activity is training for the Youth Nutrition Group "Nutrihero" followed by educational practices by Nutrihero members to other students. The partners in this service were 31 students representing classes VII-IX of Madrasah Tsanawiyah and classes X-XII of Madrasah Aliyah of Tarbiyatul 'Uluum Al-Islamiyah Hadil Ishlah Islamic Boarding School in Bilebante, Central Lombok. Evaluation of the activity was obtained through a questionnaire on the level of knowledge before and after education, as well as the practice of education from Nutrihero members to their peers. From this activity, it was found that there was an increase in santri knowledge where the level of knowledge in the good category increased from 10% to 55%. In addition, Nutrihero members have been able to educate their peers using IEC media.
PENGEMBANGAN UMKM MELALUI DIGITALISASI SEBAGAI MEDIA PROMOSI Anugrah Wing Nurcholis; Nina Noptrina; Dimas Wibisono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19352

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki pengaruh yang penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia, karena UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar baik dari segi pemberdayaan masyarakat, pendapatan negara (pajak usaha dagang) dan peluang munculnya pembinsis-pembisnis baru. Dengan banyaknya UMKM yang berkembang baik dari tingkat daerah sampai tingkat nasional, akan berdampak terhadap kondisi perekonomi masyarakat sekitar. Desa Wangandalem belum memiliki banyak kebijakan terkait pengembangan UMKM, oleh karena itu tujuan kami melakukan pengabdian ini agar bisa mendukung perkembangan UMKM yang sudah ada. Pada kegiatan pengabdian ini, kami melaksanakannya dua orang dengan menggunakan cara pengumpulan data dengan cara observasi lapangan, wawancara dan praktik langsung di lokasi. Sistem evaluasi diagnotic evaluation, formatitiv evaluation dan summative evaluation, dengan indikator keberhasilan yaitu publikasi jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Desa Wangandalem terdapat 12 dari 54 UMKM dengan tingkat presentase 22,2% UMKM yang berhasil didaftarkan.Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important influence on economic development in Indonesia, because MSMEs have quite a large contribution both in terms of community empowerment, state income (trade business tax) and opportunities for the emergence of new businesses. With so many MSMEs developing from regional to national level, this will have an impact on the economic conditions of the surrounding community. Wangandalem Village does not yet have many policies regarding the development of MSMEs, therefore our aim in carrying out this service is to support the development of existing MSMEs. In this service activity, we carried it out with two people using data collection methods through field observations, interviews and direct practice at the location. Evaluation system for diagnostic evaluation, formative evaluation and summative evaluation, with indicators of success, namely scientific journal publications. Based on the results obtained from Wangandalem Village, 12 out of 54 MSMEs with a percentage rate of 22.2% MSMEs were successfully registered.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR ANTI NAJIS SEBAGAI PRODUK UNGGULAN TP PKK DESA MERTAN SUKOHARJO Emi Erawati; Anisa Ur Rahmah; Muzakar Isa; Herlambang Prima Yoga; Safira Rijka Ardima; Syahrani Shabrina D; Zada Almira Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17272

Abstract

Abstrak: Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan rangkaian pengabdian masyarakat yang terdiri dari 6 kali pertemuan. Pertemuan I dan Pertemuan II dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2023 di Balai Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo. Pengabdian Masyarakat PKM diikuti oleh 10 ibu Tim Penggerak (TP) PKK Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pendampingan pembuatan sabun mandi cair bentonit sebagai produk unggulan TP PKK Desa Mertan Sukoharjo. Metode pengabdian masyarakat terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi efektivitas kegiatan. pengabdian masyarakat. Tahap persiapan dilaksanakan dengan koordinasi awal untuk memaksimalkan kegiatan dan menargetkan penyampaian materi, praktik dan pelatihan. Tahap pelaksanaan dilaksanakan dalam 3 sesi yaitu memperkenalkan tentang teori pembuatan sabun mandi cair, pengenalan bahan-bahan pembuatan sabun mandi cair, dan praktik pembuatan sabun mandi cair anti najis dengan menggunakan bentonit. Evaluasi pengabdian masyarakat dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil post-test diperoleh hasil terjadi peningkatan pengetahuan peserta pengabdian masyarakat sebesar 100%.Abstract: The Community Partnership Empowerment Community Service (PKM) is a series of community services consisting of 6 meetings. In the first and second meeting held on 5 August 2023 in Mertan Village Hall, Bendosari, Sukoharjo. Community services is followed by 10 members of Family Welfare Development Mertan Village, Bendosari, Sukoharjo. The aim of this community service is to provide assistance in making bentonite liquid bath soap as a featured product for TP PKK Mertan Sukoharjo Village. Community services consist of three methods namely preparation, implementation, and evaluation steps. The preparation stage is carried out with initial coordination to maximize activities and target the delivery of material, practice and training. The implementation phase was carried out in 3 sessions, namely introducing the theory of making liquid bath soap, introducing the ingredients for making liquid bath soap, and the practice of making anti-unclean liquid bath soap using bentonite. Evaluation of community service is carried out using pre-test and post-test. Based on the post-test results, it was found that there was an increase in the knowledge of community service participants by 100%.
INTRODUKSI ALAT SERUT BAMBU RAMAH LINGKUNGAN BAGI PENCIPTAAN ADDED VALUE PADA KELOMPOK TANI OLOH ACEH TAMIANG Baihaqi Baihaqi; Imam Hadi Sutrisno; Muhammad Jamil; Adnan Adnan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18875

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini didasarkan atas tingginya permintaan aneka produk kerajinan berbahan bambu oleh beberapa UMKM yang dihasilkan melalui teknologi alat serut bambu ramah lingkungan bagi peningkatan kualitas dan kuantitas produk sehingga berdampak terhadap penciptaan nilai tambah produk oleh kelompok tani oloh aceh tamiang. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar pretest dan post test dimana 5 anggota kelompok (33,3%) memahami prinsip kerja alat serut itu, 7 anggota kelompok (46,6%) cukup memahami materi gerakan alat serut bambu, 5 anggota kelompok (33,3%) memahami dengan baik materi teknik pencatatan produk, dan 2 anggota kelompok (13,3%) sangat memahami materi perhitungan neraca laba rugi Disimpulkan bahwa 6 anggota kelompok (40%) mengetahui prosedur penggunaan alat serut bambu, 13 anggota kelompok (86,6%) memahami jenis bambu yang cocok dijadikan aneka produk kerajinan, 10 anggota kelompok (66,6%) sangat mengetahui teknik penghalusan produk bambu, 4 anggota kelompok (26,6%) mengetahui teknik pencatatan buku kas kelompok dan 2 anggota kelompok (13,3%) memahami tatacara pengisian buku penjualan produk. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa produk stik bambu mampu menghasilkan pendapatan 50% bagi kelompok tani ini.Abstract: This service to the community is based on the high demand for various bamboo craft products by several MSMEs which are produced using environmentally friendly bamboo planer technology to increase the quality and quantity of products so that they have an impact on the creation of added value for products by oloh farmer group in Aceh Tamiang District. The method used is an educational approach and technology transfer through a series of activity stages including coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of the activities carried out were recorded through pretest and posttest sheets where 5 group members (33.3%) understood the working principle of the planer, 7 group members (46.6%) quite understood the material on the movement of the bamboo planer, 5 group members (33.3%) understand the product recording techniques well, and 2 group members (13.3%) really understand the profit and loss balance sheet calculation material. It was concluded that 6 group members (40%) knew the procedures for using bamboo planers, 13 group members (86.6%) understand the types of bamboo that are suitable for making various craft products, 10 group members (66.6%) really know the techniques for smoothing bamboo products, 4 group members (26.6%) know the group cash book recording techniques and 2 group members (13.3%) understand the procedures for filling out the product sales book. The results of the assistance show that bamboo stick products are able to generate 50% income for this farmer group.
PENGUATAN KELEMBAGAAN DESA WISATA MELALUI KAMPANYE SADAR WISATA 5.0 DALAM MENCIPTAKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Agung Sulistyo; Tri Eko Yudiandri; Rosalina Nur Annisa; Mudiono Mudiono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16808

Abstract

Abstrak: Beberapa pengelolaan desa wisata oleh POKDARWIS memiliki kekurangan dalam fungsi dan efektivitas kelembagaan. Kondisi tersebut secara langsung berpengaruh terhadap pengelolaan dan perkembangan desa wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat fungsi kelembagaan POKDARWIS dan lembaga masyarakat lainnya melalui implementasi kampanye sadar wisata 5.0 yang dicanangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program pengabdian yang dilakukan berfokus pada kegiatan: (1) pendampingan POKDARWIS; (2) pendampingan kelompok PKK; (3) pendampingan pelaku seni dan budaya; serta (4) pendampingan organisasi karang taruna. Peserta yang terlibat dalam pendampingan ini berjumlah 60 orang Lebih lanjut, kegiatan ini berupaya meningkatkan kapasitas, pemahaman serta kesadaran antar kelompok masyarakat dalam upaya menciptakan pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Evaluasi melalui postest dilakukan selama kegiatan pendampingan berlangsung dan pasca kegiatan pendampingan sebagai bentuk evaluasi. Hasil evaluasi menunjukan, sebanyak 51 peserta (85%) memahami pentingnya kampanye sadar wisata bagi penguatan kelembagaan dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan. Hasil pengabdian masyarakat ini mampu memberikan dampak positif dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Selain itu, hasil kegiatan ini mampu menyamakan presepsi positif masyarakat yang tertuang dalam nota kesepahaman.Abstract: Some of the management of tourist villages by POKDARWIS needs to improve in institutional function and effectiveness. These conditions directly affect the management and development of tourist villages. This community service activity aims to strengthen the institutional functions of POKDARWIS and other community organizations by implementing the 5.0 tourism awareness campaign launched by the Ministry of Tourism and Creative Economy. The community service program focuses on (1) POKDARWIS assistance; (2) PKK group assistance; (3) arts and culture actors assistance; and (4) youth organization assistance. Participants involved in this assistance amounted to 60 people. Furthermore, this activity seeks to increase capacity, understanding, and awareness among community groups to create sustainable tourism management. Evaluation through post-tests during and after mentoring activities as a form of evaluation. The evaluation results showed that 51 participants (85%) understood the importance of tourism awareness campaigns for institutional strengthening in creating sustainable tourism. The results of this community service can positively impact sustainable tourism management. In addition, the results of this activity were able to equate the positive perceptions of the community as contained in the memorandum of understandin. 
PELATIHAN TAHSIN BACAAN SHOLAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BACAAN SHOLAT MELALUI METODE MUQOTHA’AH PADA IBU-IBU AISYIYAH RANTING PUJI MULIO Abd Rahman; Muhammad Qorib; Zuliana Zuliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17846

Abstract

Abstrak: Kegiatan pelatihan tahsin bacaan sholat dalam program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan sholat dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Ranting Aisyiyah Puji Mulio tentang Tahsin atau perbaikan bacaan sholat mulai dari bacaan iftitah sampai Tasyahhud Akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sholat dari segi bacaannnya. Kegiatan ini diikuti oleh 67 peserta dari anggota Aisyiyah Puji Mulio. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sistem evaluasi menggunakan metode lisan dengan indikator keberhasilan adalah ketepatan dalam mengucapkan bacaan dari segi makharijul huruf, mad dan waqaf. Hasil dari kegiatan ini adalah dari 67 peserta terdapat 48 peserta (72%) dapat membaca dengan baik dan meningkat dari sebelumnya, serta 19 peserta (14%) masih membutuhkan bimbingan.Abstract: Tahsin prayer reading training activities in this community service program aims to improve the quality of prayer reading by providing training and mentoring to Aisyiyah Puji Mulio branch members about Tahsin or improvement of prayer readings ranging from Iftitah readings to final Tasyahhud. This activity aims to improve the quality of prayer in terms of reading. This activity was attended by 67 participants from Aisyiah Puji Mulio members. The methods used include preparation, implementation and evaluation. Evaluation system using the oral method with indicators of success is the accuracy in pronouncing the reading in terms of makharijul letters, mad and Waqf. The result of this activity is from 67 participants there are 48 participants (72%) can read well and improved from before, and 19 participants (14%) still need guidance.
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TUMBUH KEMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH Rika Sarfika; Nindy Eka Wijaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17558

Abstract

Abstrak: Usia sekolah merupakan periode perkembangan penting bagi individu. Di Usia ini, seorang anak akan menghadapi tantangan baru dalam berbagai aspek kehidupannya. Anak usia sekolah harus dibekali dengan pengetahuan tentang tumbuh kembang agar memiliki kesiapan optimal dalam menghadapi tugas tumbuh kembang. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang anak usia sekolah kepada siswa SDN X Tambang. Metode kegiatan ini menggunakan pendekatan ceramah, kuiz, dan diskusi. Mitra kegiatan ini adalah Sekolah Dasar Negeri X Tambang, Pesisir Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 61 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 yang didampingi oleh guru kelas masing-masing. Pengetahuan peserta tentang tumbuh kembang usia sekolah sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan diukur menggunakan kuesioner. Data pengetahuan diolah secara komputerisasi untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa skor rerata pengetahuan peserta sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 3,87 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 4,51. Ada perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dengan sesudah diberikan pendidikan kesehatan (p = 0,001; nilai selisih mean = -0,64). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang tumbuh kembang di usia mereka.Abstract: School-age is an important developmental period for individuals. At this age, a child will face new challenges in various aspects of his life. School-age children must be equipped with knowledge about growth and development to have optimal readiness in dealing with developmental tasks. This activity aimed to provide health education to school-age children to increase participants' knowledge about growth and development functions at their age. This activity method uses a lecture, quiz, and discussion approach. The partner for this activity is SDN X Tambang, Pesisir Selatan. This activity was attended by 61 students from grades 3 to 6 accompanied by their respective class teachers. Participants' knowledge about school-age growth and development before and after providing health education was measured using a questionnaire. Knowledge data is processed computerized to determine participant knowledge changes before and after providing health education. Based on the results of the data analysis, it is known that the average knowledge score of participants before being given health education was 3.87, and after being given health education was 4.51. There was a significant difference between participants' knowledge before and after being given health education (p = 0.001; mean difference = -0.64). The results of this activity show that health education can increase school-age children's knowledge about growth and development at their age.