cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN IBU-IBU PKK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU ANTIHIPERTENSI Manshur, Ahmad; Saputri, Romadhiyana Kisno; Izza, Yogi Prana; Sofiyatun, Siti; Fauziyah, Ima
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.18307

Abstract

Abstrak: Desa Drajat memiliki budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan jamu untuk pengobatan penyakit penyakit hipertensi. Hipertensi di Desa Drajat menjadi salah satu penyakit terbanyak yang dialami masyarakat. Pemanfaatan TOGA dalam bidang kesehatan selain sebagai bahan dasar pembuatan jamu untuk pengobatan hipertensi dapat juga digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak untuk mencegah stunting. Jamu dan PMT yang dikembangkan memerlukan jaminan keamanan produk, salah satunya jaminan halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan memiliki tujuan meningkatkan keterampilan mitra, yaitu ibu-ibu PKK Desa Drajat yang berjumlah 45 orang dalam membuat jamu antihipertensi dan PMT halal untuk pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan di Balai Desa Drajat dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan simulasi atau praktik langsung. Penilaian keterampilan mitra dilakukan dengan meminta mitra untuk mempraktikkan proses pembuatan jamu dan PMT secara simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan mitra memiliki keterampilan dalam pembuatan jamu antihipertensi halal dalam kategori sedang sebesar 55,5% dan pembuatan PMT Halal dalam kategori tinggi sebesar 66,7%. Kegiatan dapat berjalan dengan baik dan disambut antusias sasaran.Abstract: Drajat Village has a cultivation of Family Medicinal Plants (TOGA) that can be utilised as raw materials in the manufacture of herbal medicine for the treatment of hypertension. Hypertension in Drajat Village is one of the most common diseases experienced by the community. The utilisation of TOGA in the health sector, apart from being the basic ingredient for making herbal medicine for the treatment of hypertension, can also be used as an additional ingredient in making Supplementary Food Provision (PMT) for children to prevent stunting. The herbal medicine and PMT developed require product safety assurance, one of which is halal assurance. The community service activities carried out have the aim of improving the skills of partners, namely 45 PKK women of Drajat Village in making antihypertensive herbs and halal PMT for stunting prevention. Activities were carried out at the Drajat Village Hall using lecture, discussion and simulation or hands-on practice methods. Assessment of partners' skills was carried out by asking partners to practice the process of making herbal medicine and PMT in simulation. The results of the activity showed that partners had skills in making halal antihypertensive herbs in the medium category of 55.5% and making Halal PMT in the high category of 66.7%. The activity can run well and is welcomed enthusiastically by the target.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN UMKM DESA WISATA MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA Antony, Antony; Natalia, Nila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19399

Abstract

Abstrak: Pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi UMKM desa wisata, merupakan jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Binaan Desa Wisata Parungseah, yaitu rendahnya pemahaman terkait neraca, laporan laba rugi, arus kas, dan laporan perubahan atas modal serta keterampilan dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi UMKM desa wisata. Metode kegiatan ini adalah pelatihan yang dilaksanakan secara offline di Aula Desa Parungseah Kabupaten Sukabumi dengan peserta sebanyak 40 orang. Mitra kegiatan pelatihan ini adalah UMKM Binaan desa wisata Parungseah Kabupaten Sukabumi. Pada tahap evaluasi yaitu diberikan pertanyaan kepada peserta sebanyak 30 soal sebelum (pretest) dan sesudah (posttest), dengan tujuan untuk melihat kemampuan peserta. Di mana saat pretest pemahaman peserta sebesar 45,9% dan setelah penyampaian materi, nilai posttest sebesar 84,53% yang menandakan pemahaman peserta meningkat sebesar 38,64%. Adapun indicator keberhasilan program ini yaitu terselenggaranya kegiatan dengan baik dan antuasiasme dari para peserta, yang berdampak pada meningkatnya pemahaman peserta pelatihan.Abstract: Training on preparing simple financial statements for tourism village MSMEs, is the answer to the problems faced by MSMEs assisted by Parungseah Tourism Village, namely low understanding related to balance sheets, income statements, cash flows, and statements of changes in capital as well as skills in preparing simple financial statements. The purpose of this activity is to provide education to improve understanding and skills in preparing simple financial statements for MSMEs in tourism villages. The method of this activity is a training that is carried out offline at the Parungseah Village Hall, Sukabumi Regency with 40 participants. The partners of this training activity are MSMEs assisted by Parungseah Tourism Village, Sukabumi Regency. At the evaluation stage, 30 questions were given to participants before (pretest) and after (posttest), to see the participants' abilities. Where during the pretest participants' comprehension was 45.9% and after delivering the material, the posttest score was 84.53% which indicates that the participants' understanding increased by 38.64%. The indicators of the success of this program are the implementation of activities properly and the enthusiasm of the participants, which has an impact on increasing the understanding of training participants.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENYANGRAIAN DAN PENGGILINGAN KELAPA UNTUK AGROINDUSTRI KELAPA GONGSENG (U-NEULHEU) Sri Hartuti; Cut Erika; Susilawati Susilawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19437

Abstract

Abstrak: Kelapa merupakan komoditi andalan, yang dimanfaatkan menjadi berbagai produk makanan, minuman, dan kosmetik. Di Aceh, kelapa juga dimanfaatkan menjadi bumbu masakan, seperti kelapa gongseng atau kelapa sangrai giling (U Neulheu), kelapa fermentasi (Pliek U) dan lainnya. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi U Neulheu melalui penerapan Teknologi Tepat Guna penyangraian dan penggilingan kepada kelompok mitra. Mitra kegiatan ini adalah: Kelompok Usaha Agro meutuah dan UMKM Bungong Jeumpa yang berjumlah 11 Orang. Metode kegiatan ini terdiri atas: survei, FGD, perancangan dan atau pembuatan penyangrai dan penggiling, diseminasi, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa U Neulheu yang dihasilkan relatif lebih halus, higienis, dan tingkat kematangan lebih seragam, sehingga warna tampilan produk lebih menarik. Mitra kegiatan terbantu dengan adanya penerapan kedua TTG tersebut, dan bahkan kedua mitra sudah mampu menggunakan dan melakukan perawatan kedua TTG dengan baik. Upaya penerapan TTG kepada mitra perlu dibarengi dengan pemahaman analisis ekonomi usaha, agar mitra yang menerima manfaat mengetahui kondisi usaha dan memahami hal-hal yang perlu ditingkatkan, agar usaha yang dirintis mendapatkan keuntungan dan layak dijalankan.Abstract: Coconut is a mainstay commodity, which is used to make various food, beverage and cosmetic products. In Aceh, coconut is also used as a cooking spice, such as gongseng coconut or ground roasted coconut (U Neulheu), fermented coconut (Pliek U) and others. The aim of the activity is to improve the quality and quantity of U Neulheu production through the application of Appropriate Technology for roasting and milling to partner groups. The partners for this activity are: Meutuah Agro Business Group and Bungong Jeumpa MSMEs, totaling 11 people. The method of this activity consists of: survey, FGD, design and/or manufacture of roasters and grinders, dissemination, mentoring and evaluation. The results of the activity show that the U Neulheu produced is relatively smoother, hygienic, and the maturity level is more uniform, so that the color of the product appearance is more attractive. The activity partners were helped by the implementation of the two TTGs, and both partners were even able to use and maintain the two TTGs well. Efforts to apply TTG to partners need to be accompanied by an understanding of business economic analysis, so that partners who receive benefits know business conditions and understand things that need to be improved, so that the business they start can make a profit and be worth running.
PEMBERDAYAAN KADER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELOMPOK BINA KELUARGA REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN Epti Yorita; Diah Eka Nugraheni; Sri Yanniarti; Wewet Savitri; Ratna Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17734

Abstract

Abstrak: Pernikahan usia muda masih tinggi, menyebabkan kehamilan usia muda yang berrisiko komplikasi kehamilan, persalinan, Ibu usia muda berisiko mengalami kematian pada saat hamil dan bersalin. Pendidikan, sosial ekonomi, teman sebaya, tidak menjadi beban orang tua, dorongan orang tua karena malu anak sudah hamil diluar nikah merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kejadian pernikahan dini. Diperlukan pendidikan berbasis keluarga melalui kelompok Bina Keluarga Remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pendewasaan usia perkawinan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader sebagai pendamping Kelompok BKR dengan tahapan sosialisasi, pembentukan kelompok BKR dan pelatihan kader. Mitra terdiri dari mitra sasaran utama kader, kelompok BKR, dan mitra kegiatan yaitu petugas Puskesmas, Petugas PLKB, kepala desa dan camat berjumlah 56 orang. Tempat pelaksanaan Desa Padang Kuas dan Kuti Agung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Evaluasi menggunakan kuesioner dan observasi untuk mengukur pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader sebagai pendamping kelompok BKR. Hasil kegiatan ada peningkatan pengetahuan kader dari rerata skor 12.50 meningkat menjadi 17.7. Terjadi peningkatan rerata sikap kader dari skor 34.60 menjadi 52.30 setelah pelatihan. Kemampuan kader dalam melakukan penyuluhan pada kelompok BKR 93.75% baik. Terjadi peningkatan pengetahuan kelompok BKR dari rerata skor 8.6 menjadi 13.53 dan peningkatan rerata skor sikap dari 27.96 menjadi 35.90.Abstract: Early marriage is still high, resulting in young pregnancies that are at risk of complications during pregnancy and childbirth, young mothers are at risk of dying during pregnancy and childbirth. Education, socioeconomics, peers, not being a burden to parents, parental encouragement due to embarrassment that their child is pregnant outside of marriage are factors that contribute to the incidence of early marriage. Family-based education through the Bina Keluarga Remaja group is needed to improve knowledge and attitudes about maturing at the age of marriage. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of cadres as BKR group facilitators through the stages of socialization, BKR group formation, and cadre training. Partners consisted of the main target partners of cadres, BKR groups and activity partners, namely Puskesmas Officers, PLKB Officers, Village Heads and Subdistrict Heads, totaling 56 people. Place of implementation Padang Kuas village and Kuti Agung Sukaraja subdistrict, Seluma Regency. Evaluation using questionnaires and observation to measure the knowledge, attitudes and skills of cadres as BKR group assistants. As a result of the activity, the knowledge of the cadres increased from an average score of 12.50 to 17.7. The average attitude of cadres increased from 34.60 to 52.30 after the training. The ability of cadres to conduct counseling in BKR groups is 93.75% good. There was an increase in the knowledge of the BKR group from an average score of 8.6 to 13.53 and an increase in the average score of attitudes from 27.96 to 35.90.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU SEBAGAI PENDEKATAN HOLISTIK INTEGRAL PENURUNAN ANGKA STUNTING DI BANJARNEGORO Effatul Afifah; Citra Amelia Putri; Putra Panglima Perkasa; Fina Syafeti; Siti Maspufah; Dian Wijayanti; Riska Audia Putri; Afidatul Latifah; Wahyunita Okta Fahlevi; Sir Rocky Muyamman; Muhammad Jamalludin; Ela Parena; Naila 'Ainaya Sholihati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19302

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan bersama 28 kader posyandu Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan kader mengenai stunting dan praktik pengukuran antropometri yang belum tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan peran kader dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan pencegahannya sebagai upaya pendekatan holistik integral penurunan angka stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan model pentaheliks yaitu model perumusan kegiatan dengan melibatkan pemerintah, akademisi, mitra terkait, masyarakat dan media masa. Pemberdayaan kader posyandu dilakukan melalui dua metode yaitu pendekatan edukatif dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dan terus menerus selama masa pengabdian masyarakat. Pendekatan edukatif dan pendampingan dilaksanakan di tujuh posko posyandu. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan sebesar 44,6% pemahaman kader baik dalam teori maupun praktiknya, dari 59,28% menjadi 85,71%.Abstract: Community service activities were carried out with 28 posyandu cadres in Banjarnegoro Village, Mertoyudan District, Magelang Regency, Central Java. The implementation of this activity was motivated by the low knowledge of cadres about stunting and the inappropriate practice of anthropometric measurements. The purpose of this community service activity is to empower the role of cadres in order to increase knowledge about stunting and its prevention as an integral holistic approach to reducing stunting rates. This community service activity is designed with a pentaheliks model, namely an activity formulation model involving the government, academics, related partners, the community and the mass media. Empowerment of posyandu cadres is carried out through two methods, namely educational and mentoring approaches. The educational approach and mentoring were carried out in seven posyandu posts. The result of this activity was an increase of 44,6% in cadre understanding both in cadres’ understanding both in theory and practice, from 59,28% to 85,71%.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN ORANG TUA ASUH ANAK STUNTING DALAM PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN STUNTING Matje Meriaty Huru; Kamilus Mamoh; Jane Leo Mangi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17638

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan kekurangan gizi kronis pada anak balita yang menyebabkan gagal tumbuh yang terjadi sejak awal kehidupan sampai umur 2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan) yang disebabkan karena kurangnya asupan makanan bergizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam kurung waktu yang lama dan adanya infeksi berulang. Indonesia menargetkan angka stunting turun hingga 14 persen pada tahun 2024. Salah satu upaya melalui gerakan orang tua asuh anak stunting (OTA2S). Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam pencegahan dan penatalaksanaan stunting. Metode yang digunakan melalui penyuluhan dan pemberian makanaan tambahan bagi balita stunting. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu sebayak 24 orang, orangtua dan balita stunting sebanyak 38 orang yang berada di Kelurahan Liliba. Evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Keberhasilan pemberian makanan tambahan dilakukan pemeriksaan antropometri setiap bulan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pre-test adalah 40,3,0±13,57 dan rata-rata skor post-test adalah 95,0±8,04. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu dan orangtua balita yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan (p=0,000; α < 0,05) dan adanya kenaikan berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan pada balita setelah mendapatkan pemberian makanan tambahan selama 90 hari.Abstract: Stunting is chronic malnutrition in children under five that causes failure to thrive that occurs from the beginning of life to the age of 2 years (First 1000 Days of Life) caused by lack of nutritious food intake that is not in accordance with nutritional needs in long time brackets and repeated infections. Indonesia targets the stunting rate to decrease to 14 percent by 2024. One of the efforts is through the stunting child foster parent movement (OTA2S). The purpose of this activity is to improve the knowledge of posyandu cadres in stunting prevention and management. The method used is through counseling and supplementary feeding for stunted toddlers. Partners in this activity are 24 Posyandu cadres, 38 stunted parents and toddlers in Liliba Village. Evaluation of knowledge using pre-test and post-test questionnaires. The success of supplementary feeding is carried out anthropometric examination every month. The assessment results showed that there was a difference in the average pre-test score was 40.3.0±13.57 and the average post-test score was 95.0±8.04. The results of statistical tests showed that there was a significant increase in knowledge of posyandu cadres and parents of toddlers after counseling (p = 0.000; α < 0.05) and an increase in weight, height and arm circumference in toddlers after receiving additional feeding for 90 days.
DISEMINASI MESIN SEDOT LINOT PORTABELPADA KELOMPOK TANI MAJU JAYA ACEH TAMIANG DEMI EKSISTENSI KUALITAS PRODUK Imam Hadi Sutrisno; Baihaqi Baihaqi; Puty Andini; Zidni Ilman Navia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19338

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi mesin sedot madu linot portabel kepada 25 anggota kelompok tani maju jaya desa batu bedulang kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang dalam rangka menjaga kualitas produk madu linot yang telah dihasilkan selama ini oleh pembudidaya. Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan terangkum melalui lembar post-test dimana 43,38% anggota kelompok sangat memahami teknik pembuatan mesin sedot madu linot, 15% anggota kelompok sangat memahami teknik upload produk melalui marketplace, 28% anggota kelompok memahami kecepatan menyedot madu dengan peralatan itu dan sebanyak 18 anggota kelompok (72%) mengetahui tata cara pengoperasian mesin sedot madu linot. Disimpulkan bahwa 16% anggota kelompok tani ini sangat memahami materi aspek pencatatan produk dan 64% anggota yang lain cukup memahami teknik penjualan produk. Hal ini memperlihatkan bahwa diseminasi mesin sedot linot sangat membantu mitra dalam mempercepat proses panen dan rumah topping madu tetap dalam kondisi terawat dengan baik.Abstract: This community service (PKM) aims to introduce portable Linot honey suction machine technology to 25 members of the Maju Jaya farmer group. The method used is participatory action research and technology transfer through a series of activity stages including coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activities carried out are summarized through a post-test sheet where 43.38% of group members really understand the technique of making a Linot honey suction machine, 15% of group members really understand the technique of uploading products via the marketplace, 28% of group members understand the speed of sucking honey with this equipment and As many as 18 group members (72%) knew the procedures for operating the Linot honey suction machine. It was concluded that 16% of group members really understood the product recording aspects and 64% of the other members had a good understanding of product sales techniques. This shows that the dissemination of linot suction machines really helps partners in speeding up the harvest process and the honey topping house remains in a well-maintained condition. 
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN DESA WISATA BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN Mahliza Nasution; Dwika Karima Wardani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17849

Abstract

Abstrak: Desa Ajamu mempunyai potensi panen yang besar pada areal pertanian kelapa sawit. Desa Ajamu juga mempunyai daya tarik wisata yang berpotensi menarik wisatawan untuk datang ke daerah tujuan wisata. Tujuan dari penyelenggaraan pemerintah daerah ini adalah untuk menguraikan ide-ide ekowisata yang akan diterapkan di Desa Perkebunan Ajamu dan membedah dampak ide-ide ekowisata terhadap ruang hierarki di Desa Perkebunan Ajamu untuk lebih mengembangkan wilayah setempat. Ekonomi, ekspansi, penggunaan lah sehingga meningkatkan softskill mitra untuk lebih mengembangkan wilayah setempat, ekonomi, ekspansi, penggunaan lahan pedesaan dan budaya di sekitar. Budaya saat ini di sekitar. Langkah pertama yang dilakukan dalam membangun desa wisata adalah dengan melakukan upaya dan diskusi dengan seluruh lapisan masyarakat. PKM ini telah berjalan efektif atau lancar dengan tingkat keberhasilan 90% dari kegiatan yang dilakukan.Abstract: Ajamu Village has large harvest potential in the oil palm farming area. Ajamu Village also has a tourist attraction that has the potential to attract tourists to come to the tourist destination area. The aim of this regional government implementation is to outline ecotourism ideas that will be implemented in Ajamu Plantation Village and dissect the impact of ecotourism ideas on the hierarchical space in Ajamu Plantation Village so as to improve partners' soft skills to further develop the local area, economy, expansion, land use surrounding countryside and culture. The first step taken in building a tourist village is to make efforts and discussions with all levels of society. This PKM has been running effectively or smoothly, with a success percentage of 90% of the activities carried out.
PENYULUHAN DAN PEBUATAN INSTALASI BIOGAS BERBAHAN LIMBAH TERNAK SAPI DI DESA ANDALAN LOMBOK UTARA Muanah Muanah; Budy Wiryono; Ahmad Akromul Huda; Afriatin Afriatin; Julkarnain Julkarnain; Yoel Pasae; Yulianus Songli; Sita Yubelina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.20126

Abstract

Abstrak: Limbah ternak sapi yang dihasilkan masyarakat Desa Andalan Kabupaten Lombok Utara sebagain kecil dikelola dengan mengumpulkannya disatu tempat. Metode ini dapat dikatan jauh dari efektif disebbakan masih menimbulkan pencemaran lingkungan ketika musim hujan. Mengatasi permasalahan ini dilakukan pengolahan yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga masyarakat harus dibenahi dengan pengetahuan dan keterampilan melalui kegian pendampingan program kosabangsa. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam pengolahan limbah ternak sapi menjadi biogas. Metode yang digunakan ada 3 yaitu sosialisasi, pendampingan pembuatan instalasi biogas, dan evaluasi kegiatan. Dalam kegiatan ini mitra dalam kegiatan adalah kelompok tani Datu Andalan dan Kelompok ternak Pade Angen dengan total berjumlah 60 orang. kegiatan dilaksanakan tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi dengan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan adanya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pembuatan instalasi biogas sebesar 70%, selain pengetahuan keterampilan juga meningkat dengan baik hal ini terlihat dari antusias masyarakat terlibat dalam pembuatan instalasi biogas. Peningkatan keterampilan juga menunjukkan peningkatan sebesar 70%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan instalasi biogas ini penanganan limbah menjadi biogas dapat ditangani dengan baik serta terciptanya lingkungan yang bersih.Abstract: A small part of the cattle waste produced by the people of Andalan Village, North Lombok Regency is managed by collecting it in one place. This method can be said to be far from effective because it still causes environmental pollution during the rainy season. To overcome this problem, processing is carried out better than before, so that the community must be equipped with knowledge and skills through the assistance activities of the Kosabangsa program. This mentoring activity aims to increase community awareness, knowledge and skills in processing cattle waste into biogas. There are 3 methods used, namely socialization, assistance in making biogas installations, and evaluation of activities. In this activity, the partners in the activity were the Datu Andalan farmer group and the Pade Angen livestock group with a total of 60 people. The next stage of the activity carried out is to carry out an evaluation using a questionnaire given before and after the activity is carried out. The results and discussion show that through socialization and mentoring activities there has been an increase in community awareness and knowledge in making biogas installations by 70%, apart from knowledge, skills have also increased well, this can be seen from the enthusiasm of the community involved in making biogas installations. The increase in skills also showed an increase of 70%. So it can be concluded that with the knowledge and skills in making a biogas installation, the handling of waste into biogas can be handled well and a clean environment can be created.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MENGENAI PERMASALAHAN SOSIAL DAN KAITANNYA DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Laily Hanifah; Bintang Nurrahman Ali; Jazzy Dwi Arimurti; Nahda Fini Shabriyyah; Aulia Annisafitri; Nida Sabila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19187

Abstract

Abstrak: Remaja membutuhkan teman sebaya dalam kehidupannya. Kehadiran teman sebaya membentuk identitas diri seorang remaja. Akan tetapi, lingkungan teman sebaya yang negatif dapat menyebabkan kasus toxic relationship, toxic friendship, hingga bullying yang terkait dengan kesehatan reproduksi serta status gizinya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai permasalahan sosial yang sering dialami oleh remaja serta kaitannya dengan kesehatan reproduksi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada 288 siswa kelas XI di salah satu SMA di Jakarta menggunakan metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Hasil uji pre-test dan post-test sebagai indikator penilaian pengetahuan menunjukkan p-value sebesar 0,000, artinya edukasi yang disampaikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa.Abstract: Adolescents need peers in their life. The presence of peers shapes an adolescent's self-identity. However, a negative peer environment can lead to cases of toxic relationships, toxic friendships, and bullying. The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge of social problems commonly experienced by adolescents and their relationship to reproductive health. This community service was conducted among 288 students of class XI in one high school in Jakarta using the communication, information and education (IEC) method. The results of the pre-test and post-test as indicators of knowledge assessment showed a p-value of 0.000, which means that the education provided can increase the knowledge of the students.