cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN LITERASI BACA TULIS BERMUATAN PENDIDIKAN INKLUSIF DAN DISIPLIN POSITIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR Asrul Asrul; Indri Anugrah Ramadhani; Ismail Marzuki; Patmawati Patmawati; Annisa Rahma Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19477

Abstract

Abstrak: Rendahnya litrerasi baca tulis sekolah dasar di kabupaten sorong menuntut guru untuk melakukan perbaikan salah satunya metode pengajaran yang inovatif dan dapat mengakomodir seluruh karakteristik peserta didik. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam pengajaran literasi baca tulis bermuatan pendidikan inklusif dan disiplin positif pada kelas bawah di sekolah dasar. Metode pengabdian meliputi tahap persiapan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Peserta merupakan Guru Sekolah Dasar di kabupaten sorong sebanyak 7 sekolah total 20 guru kelas 1-3. Hasil Pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman awal peserta saat dilakukan test mendapatkan interval skor 65-100 atau kategori baik yakni 1 peserta sama dengan 5% dan tes akhir yang meningkat signifikan yakni 16 peserta atau sama dengan 80% kategori baik, data tersebut diukur berdasarkan pemahaman pendidikan inklusif, disiplin positif dan keterampilan pengajaran literasi baca tulis dan diakhir Pelatihan terdapat sesi praktik pengajaran literasi pada sembilan komponen utama pengajaran literasi yang sangat baik oleh peserta sehingga pelatihan dapat disimpulkan dengan tingkat keberhasilan tinggi.Abstract: The low literacy rate in primary schools in Sorong district requires teachers to make improvements, one of which is innovative teaching methods that can accommodate all the characteristics of students. This service aims to improve teachers' competencies and skills in teaching literacy with inclusive education and positive discipline in lower grades in elementary schools. The service method includes preparation, implementation, and evaluation stages. Participants are elementary school teachers in Sorong district as many as 7 schools totaling 20 teachers of grades 1-3. The results of the training showed that the initial understanding of the participants when the test was carried out got a score interval of 65-100 or a good category, namely 1 participant equal to 5% and a final test that increased significantly, namely 16 participants or equal to 80% of the good category, the data was measured based on understanding inclusive education, positive discipline and literacy teaching skills and at the end of the training there was a literacy teaching practice session on the nine main components of excellent literacy teaching by the participants so that the training could be concluded with a high success rate.
PENDAMPINGAN KEPADA LEMBAGA PENYELENGGARA KESEJAHTERAAN SOSIAL (LKPS) DALAM MEMBINA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA Liza Agnesta Krisna; Rini Fitriani; Nur Asyiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20823

Abstract

Abstrak: Anak merupakan investasi negara guna menopang pembangunan negara di masa yang akan datang. Anak dalam menjalankan kehidupannya diharuskan mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak dasar sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan-undangan. Dalam menjalani kehidupannya, anak tidak luput dari kesalahan termasuk dalam hal melakukan tindak pidana. Sehingga anak tersebut berhadapan dengan hukum. Anak yang berhadapan dengan hukum baik sebagai pelaku maupun sebagai korban tetap harus diperlakukan sebagaimana anak pada umumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendamping LKPS dalam membina anak pelaku tindak pidana yang dititipkan di LKPS Ayeum Mata. Metode yang digunakan mencakup observasi, praktek, dan ceramah terhadap LPKS Ayeum Mata. Hasil kegiatan dapat dilihat pola pembinaan anak pada LPKS Ayeum Mata sebelumnya masih standar, namun dengan adanya kegiatan pengabdian ini justru membawa perubahan terhadap terhadap pemahaman pendampingan pada LPKS telah 100% tersampaikan dengan baik. Selain itu, peran serta masyarakat dan orang tua juga dibutuhkan untuk memperbaiki psikis anak dalam masa pembinaan.Abstract: Children are a state investment to support the country's development in the future. In carrying out their lives, children are required to receive protection and fulfill their basic rights as regulated in statutory regulations. In living their lives, children are not free from mistakes, including committing criminal acts. So the child faces the law. Children who are in conflict with the law, either as perpetrators or as victims, must still be treated like children in general. This activity aims to increase the understanding of LKPS assistants in developing children who have committed criminal acts who are entrusted to LKPS Ayeum Mata. The methods used include observation, practice and lectures on the Ayeum Mata LKPS. From the results of the activity, it can be seen that the pattern of coaching children at LPKS Ayeum Mata was previously still standard, but with this service activity it has actually brought changes to the understanding of mentoring at LPKS that has been 100% well conveyed. Apart from that, the participation of the community and parents is also needed to improve children's psychology during the coaching period. 
PEMANFAATAN PANGAN LOKAL PADAT PROTEIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Sudirman Efendi; Ismi Irfiyanti Fachruddin; Ahmad Farhan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19887

Abstract

Abstrak: Tingginya kemiskinan di Indonesia menjadi salah satu factor pemicu stunting. Program keluarga harapan merupakan program pengentasan kemiskinan yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga penerima manfaat yang difokuskan untuk pemenuhan makanan bergizi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang salah satunya adalah tempe. Persoalan muncul manakala kebanyakan anak di perkotaan yang lebih tertarik mengkonsumsi jajanan luar. Masyarakat di Jl. Terompet Blok.X Kelurahan Manggala, kota Makassar dengan jumlah penerima bansos yang cukup tinggi dan berbanding lurus dengan kejadian stuntingnya. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam mengolah makanan bergizi dan mengolah tempe menjadi kuliner seperti coto tempe, bakso tempe, tempe pedas manis, bolu cukke tempe dan tempe katsu. Metode yang digunakan menitik beratkan pada keaktifan peserta seperti demontrasi, simulasi dan edukasi. Peserta dalam kegiatan ini melibatkan 25 Anggota KPM Forum cahaya mata. Pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi 3 tahapan yaitu tahap perencanaan pelatihan,tahap pelaksanaan kegiatan dan selanjutnya tahap ketiga evaluasi pelaksanaan kegiatan. Adapun hasil pre-post tes yang didapatkan terkait pengetahuan mengenai pencegahan stunting yakni sebelum diberikan edukasi di identifikasi pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 8 peserta (32%) dan setelah diberikan edukasi naik menjadi 18 (72%) peserta,untuk kategori pengetahuan Cukup sebanyak 11 (44%) peserta turun menjadi 7 (28%) setelah diberikan edukasi.Sedangkan kategori pengetahuan kurang, dari 6 (24%)peserta menjadi 0 peserta. Kemudian hasil demo memasak dinilai secara obyektif dengan melihat tampilan dan juga cita rasa masakan oleh tim, semua peserta (100%) mampu melakukan masakan tersebut.Abstract: The high level of poverty in Indonesia is one of the factors that triggers stunting. The Family Hope Program is a poverty alleviation program that provides cash assistance to beneficiary families which is focused on providing nutritious food, by utilizing local food ingredients at affordable prices, one of which is tempeh. The problem arises when many children in urban areas are more interested in consuming outside snacks. People on Jl. Trumpet Blok x. The aim of the activity is to improve residents' ability to process nutritious food and process tempeh into culinary delights such as coto tempeh, tempeh meatballs, sweet and spicy tempeh, bolu cukke tempeh and tempeh katsu. The method used focuses on participant activity such as demonstrations, simulations and education. Participants in this activity involved 25 members of the KPM Cahaya Mata Forum. The steps for implementing activities are divided into 3 main stages, namely the training planning stage by holding an initial meeting with partners, the second stage of implementing activities which starts with education regarding stunting and strategies for starting a business, which then provides demonstration training on processing nutritious food ingredients for families based on ingredients. The local food tempeh is a culinary product that has selling value. The third stage of evaluation is to assess KPM's ability to produce culinary products as well as knowledge related to preventing stunting in children. The pre-post test results obtained were related to knowledge regarding stunting prevention, namely before being given the education, knowledge was identified in the good category as many as 8 participants (32%) and after being given the education it rose to 18 (72%) participants, for the Sufficient knowledge category there were 11 (44%) participants decreased to 7 (28%) after being given education. Meanwhile, the lack of knowledge category went from 6 (24%) participants to 0 participants. Then the results of the cooking demonstration were assessed objectively by looking at the appearance and taste of the cooking by the team, all participants (100%) were able to do the cooking.
GERAKAN PERILAKU “CERDIK” BAGI LANSIA SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF TERHADAP PTM DAN PENYAKIT INFEKSI Budiono Budiono; Sumirah Budi Pertami; Nurul Pujiastuti; Ira Rahmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19221

Abstract

Abstrak: Perilaku CERDIK merupakan tindakan preventif agar lansia tetap sehat, bugar, dan bebas dari penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit infeksi. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku CERDIK, mencegah serta menghindari terjadinya PTM dan penyakit infeksi pada lansia. Metode kegiatan berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bertempat di Desa Sumberporong selama 3 bulan (Juni-Agustus 2022), melibatkan 35 lansia. Hasil kegiatan; terjadi peningkatan pengetahuan dan perilaku dalam menjalankan perilaku CERDIK pada peserta. Pengetahuan peserta saat pre-test sebesar 60% baik dan post-test sebesar 85% baik. Pada pemeriksaan kesehatan terjadi penurunan rerata tekanan darah dari (148,05/90,34 mmHg) menjadi (138,35/82,94 mmHg), rerata kadar gula darah dari (164,8mg/dL) menjadi (152,74mg/dL), dan rerata kadar kolesterol total dari (195,34 mg/dL) menjadi (180,32 mg/dL). Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Gerakan Perilaku CERDIK berhasil meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat, dibuktikan terjadinya penurunan rerata tekanan darah dan kadar glukosa darah pada peserta kegiatan. Diharapkan lansia tetap melakukan perilaku CERDIK sebagai tindakan preventif pada PTM dan penyakit infeksi.Abstract: CERDIK behavior is a preventive measure so that the elderly remain healthy, fit and free from non-communicable diseases (NCDs) and infectious diseases. The aim of the service is to increase CERDIK knowledge and behavior, prevent and avoid the occurrence of NCDs and infectious diseases in the elderly. The activity method is in the form of counseling and health checks taking place in Sumberporong Village for 3 months (June-August 2022), involving 35 elderly people. Activity results; there was an increase in knowledge and behavior in carrying out CERDIK behavior among participants. Participants' knowledge during the pre-test was 60% good and post-test was 85% good. During the health examination, there was a decrease in the average blood pressure from (148.05/90.34 mmHg) to (138.35/82.94 mmHg), the average blood sugar level from (164.8mg/dL) to (152.74mg/dL), and the average total cholesterol level from (195.34 mg/dL) to (180.32 mg/dL). Conclusion: The community service activities of the CERDIK Behavior Movement succeeded in increasing knowledge and healthy living behavior, as evidenced by a decrease in the average blood pressure and blood glucose levels in activity participants. It is hoped that the elderly will continue to carry out CERDIK behavior as a preventive measure against NCDs and infectious diseases.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN KADER DALAM SKRINING DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA Susilo Damarini; Epti Yorita; Sri Yanniarti; Rolita Efriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23406

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi, termasuk di Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Seluma, dengan salah satu lokus di Kelurahan Babatan. Stunting berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas, dan kemampuan akademik anak. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita perlu dilakukan secara rutin dan teratur, melibatkan kader sebagai modal sosial masyarakat di bidang kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui pendampingan dalam skrining Deteksi Dini Tumbuh Kembang (SDDTK) Balita. Tahapan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Mitra kegiatan berupa kader sebagai peserta pendampingan berjumlah 15 orang, sementara mitra sasaran adalah ibu dengan anak balita berjumlah 30 orang dan anak balita berjumlah 30 orang. Tempat pelaksanaan adalah Kelurahan Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi dengan lembar checklist untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan kader dalam SDDTK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, dengan jumlah kader berkategori baik meningkat dari 5 orang (33,3%) menjadi 12 orang (80%). Pengetahuan kader yang kurang menurun dari 10 orang (66,7%) menjadi 3 orang (20%) setelah kegiatan. Keterampilan kader dalam melakukan skrining SDDTK juga meningkat, dari 26,7% dalam kategori terampil menjadi 80%, sedangkan kategori kurang terampil menurun dari 73,3% menjadi 20%.Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is still high, including in Bengkulu Province and Seluma Regency, with one of the loci in Kelurahan Babatan. Stunting has a negative impact on children's cognitive development, reduced productivity and school performance. Monitoring the growth and development of young children needs to be done routinely and regularly, involving cadres as the community's social capital in the health sector. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of cadres by supporting them in the screening of young children's growth and development (SDDTK). Stages of preparation, implementation, monitoring and evaluation. Activity partners in the form of cadres as mentoring participants are cadres for a total of 15 people, while the target partners are mothers with toddlers for a total of 30 people and the toddlers themselves for a total of 30 people. The implementation site was Babatan village, Sukaraja sub-district, Seluma district. The evaluation was conducted using a questionnaire and observation with a checklist sheet to measure cadres' knowledge and skills in SDDTK. The results showed an increase in cadre knowledge, with the number of cadres in the good category increasing from 5 (33.3%) to 12 (80%). Poor cadre knowledge decreased from 10 people (66.7%) to 3 people (20%) after the activity. The skills of cadres in conducting SDDTK screening also increased from 26.7% in the skilled category to 80%, while the less skilled category decreased from 73.3% to 20%.
PENDAMPINGAN GURU DALAM PENYUSUNAN ASESMEN KURIKULUM MERDEKA DI KOTA DUMAI Resma Wahyuni; Mariani Natalina Linggasari; Zulfarina Zulfarina; Imam Mahadi; Elya Febrita; Nursal Nursal; Yuslim Fauziah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.21505

Abstract

Abstrak: Kurikulum merdeka memiliki berbagai perbedaan dengan kurikulum pendahulunya. Salah satu aspek pembeda adalah asesmen yang menekankan pada perkembangan karakter peserta didik dan mengutamakan asesmen formatif. Hasil wawancara pada sekolah mitra, diketahui masih banyak guru yang belum memahami penyusunan asesmen pada kurikulum merdeka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Metode pengabdian ini yaitu sosialisasi dan praktik penyusunan asesmen oleh guru dengan didampingi oleh tim pengabdi. Terdapat tiga tahap yang dilaksanakan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terdiri dari 10 soal pretest dan postest. Peserta pengabdian terdiri dari guru-guru yang tergabung dalam MGMP Fisika, Kimia, dan Biologi SMA berjumlah 18 orang. Tingkat ketercapaian kegiatan didasarkan pada peningkatan nilai pretest-posttest dan angket kepuasan peserta yang dibagikan melalui googleform. Hasil kegiatan diperoleh bahwa (1) pengetahuan peserta tentang penyusunan asesmen meningkat sebesar 58%; (2) hasil angket kepuasan mendapatkan nilai 94%; dan (3) adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun asesmen kurikulum merdeka.Abstract: The independent curriculum has various differences from its predecessor curriculum. One of the differentiating aspects is assessment which emphasizes the development of students' character and prioritizes formative assessments. As a result of interviews at partner schools, it is known that there are still many teachers who do not understand the preparation of assessments in the independent curriculum. This service activity aims to increase teacher competence in preparing diagnostic, formative and summative assessments. This service method is socialization and practice of preparing assessments by teachers accompanied by a service team. There are three stages carried out, namely preparation, implementation and evaluation which consists of 10 questionspretest andposttestThe service participants consisted of 18 teachers who were members of the MGMP Physics, Chemistry and Biology High School. The level of activity achievement is based on increasing valuepretest-posttest and participant satisfaction questionnaires distributed viagoogleform. The results of the activity showed that (1) participants' knowledge about preparing assessments increased by 58%; (2) the results of the satisfaction questionnaire got a score of 94%; and (3) there was an increase in teacher competence in preparing independent curriculum assessments.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA YANG SEHAT SECARA SYARIAH Misdawita Misdawita; Supriani Sidabalok; Bunga Chintia Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21527

Abstract

Abstrak: Kondisi modernisasi dan kemudahan dalam memperoleh barang/jasa membuat masyarakat semakin konsumtif. Tingginya konsumtifitas menyebabkan pengelolaan keuangan keluarga yang tidak terkontrol. Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu meningkatkan stabilitas keuangan, pengambilan keputusan yang baik dalam situasi keuangan yang sulit, serta membantu mencapai tujuan keuangan jangka Panjang. Tujuan kegiatan ini adalah membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara mengelola keuangan yang baik sesuai dengan prinsip syariah sehingga dapat memperbaiki kondisi keuangan keluarga dan meminimalisir risiko kerugian keuangan di masa depan. Metode yang dilakukan berupa sosialisasi dan pelatihan tentang pengelolaan keuangan yang sehat secara syariah kepada Ibu-Ibu PKK Kelurahan Industri Tenayan Kota Pekanbaru sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pretest dan posttest sebelum dan setelah kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan ibu-ibu PKK tentang pengelolaan, perencanaan, pilar, ciri-ciri, dan tipe-tipe pengeluaran pada keuangan rumah tangga sebesar 62% dan peningkatan pemahaman mereka tentang dana darurat, investasi, tingkatan perencanaan dam budgeting mengalami kenaikan rata-rata sebesar 64%.Abstract: Conditions of modernization and ease of obtaining goods/services make society increasingly consumptive. High consumerism causes uncontrolled family financial management. Good financial management can help increase financial stability, make good decisions in difficult financial situations, and help achieve long-term financial goals. The aim of this activity is to help increase public knowledge about how to manage finances well in accordance with sharia principles so that they can improve the family's financial condition and minimize the risk of financial loss in the future. The method used was socialization and training on healthy financial management according to sharia to 30 PKK mothers, Tenayan Industrial Village, Pekanbaru City. Evaluation is carried out in the form of a pre-test and post-test before and after the activity. Based on the results of this evaluation, there was an increase in the average knowledge of PKK women about management, planning, pillars, characteristics and types of expenditure in household finances by 62% and an increase in their understanding of emergency funds, investment, planning levels and budgeting experienced an average increase of 64%.
PENERAPAN AI SEBAGAI ALAT BANTU PROSES PEMBELAJARAN DI TINGKAT PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Nurkhalik Wahdanial Asbara; Agunawan Agunawan; Fitriani Latief; Nurani Nurani; Auliyah Zakilah Ifani; Selvia Deviv; Dara Ayu Nianty; Yusri Mahendra; Tenri Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20083

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan, mendampingi guru tentang perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatkan softskill dalam proses belajar mengajar, mulai dari bagaimana guru membuat materi pembelajaran berbasis media, video pembelajaran yang menarik dengan menggunakan AI, sehingga para siswa mudah memahami apa yang disampaikan oleh gurunya dan mengintegrasikan AI dalam proses pembelajaran sehari-hari. Diharapkan setelah kegiatan ini akan membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan siswa dan guru. Dengan pendekatan yang teliti dan bijaksana, mulai dari pemaparan teori dan praktek langsung, pengembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan dapat membawa manfaat positif dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Mitra pada kegiatan ini adalah guru SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar sebanyak 18 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat kepahaman peserta sebanyak 54%, kurang paham 29 %, dan tidak paham 17%. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah mitra dapat memanfaatkan AI dalam mendesain materi pembelajaran, mengelola dan mengevaluasi proses pembelajaran.Abstract: The purpose of this service activity is to provide training, accompany teachers about the development of Artificial Intelligence (AI) in the world of education. With this activity, it can improve soft skills in the teaching and learning process, starting from how teachers create media-based learning materials, interesting learning videos using AI, so that students can easily understand what is conveyed by their teachers and integrate AI in the daily learning process. It is hoped that following these activities will help create a learning environment that is more effective, efficient, and responsive to the needs of students and teachers. With a rigorous and thoughtful approach, starting from the presentation of theory and direct practice, the development of Artificial Intelligence (AI) in education can bring positive and sustainable benefits to all parties involved in the educational process. Partners in this activity are 18 teachers of SD Inpres Unggul BTN Pemda Makassar. The result of this service activity is that partners can utilize AI in designing learning materials, managing and evaluating the learning process.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELAS JALANAN SEBAGAI PENDAMPINGAN PENDIDIKAN PADA ANAK JALANAN Nur Rahmadani; M. Fajriannor TM
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17636

Abstract

Abstrak: Anak jalanan yang berada di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan merupakan kelompok target dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Sebagian dari mereka adalah penduduk asli, berdomisili tetap dan memiliki orangtua lengkap. Melalui hasil observasi bersama mitra, anak-anak tersebut bekerja di jalanan sebagai badut jalanan, pengemis, penjaja dagangan, pengamen, dan lain-lain. Mereka hampir seluruhnya mengenyam pendidikan, namun karena faktor ekonomi keluarga dan kesadaran orangtua yang rata-rata golongan menengah kebawah membuat mereka lebih fokus untuk bekerja di jalanan daripada fokus terhadap pendidikan di sekolah. Tujuan utama program ini adalah memberikan akses pendidikan dan dukungan kepada anak-anak yang hidup di jalanan untuk meningkatkan kualitas hidup anak jalanan melalui peningkatan softskill berupa keterampilan sosial, kemandirian, juga rasa percaya diri dan kemampuan akademik berupa peningkatan kemampuan akademik, dan literasi. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan personal yang terdiri dari beberapa tahap, termasuk identifikasi anak jalanan, pembentukan kelompok belajar, penyediaan fasilitas belajar, serta pendampingan sosial dan konseling bagi anak jalanan. Hasil program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat partisipasi anak jalanan di Kelas Jalanan yang mencapai 75%. Selain itu, program ini membantu meningkatkan keterampilan sosial, kemandirian, dan rasa percaya diri anak jalanan. Anak Jalanan yang mengikuti kelas jalanan tersebut juga mengalami peningkatan berupa kepercayaan diri dalam berkomunikasi, mengelola emosi, serta kontrol kemandirian yang mana hal ini dapat membantu mereka berinteraksi lebih baik dengan lingkungan sosial serta keinginan bersekolah lebih giat lagi.Abstract: Street children in Banjarmasin, South Kalimantan are the target group for this Community Service activity. Some of them are native residents, permanently domiciled and have complete parents. These children work on the streets as street clowns, beggars, hawkers, buskers, and so on. Through observations with partners, almost all of them have received an education. Still, due to family economic factors and parents' awareness that on average they are from the lower middle class, they are more focused on working on the streets rather than focusing on education at school. The aim of this program is to provide access to education and support to children living on the streets to improve the quality of life of street children through improving soft skills in the form of social skills, independence, as well as self-confidence and academic abilities in the form of improving academic abilities and literacy. This program is implemented through a personal approach which consists of several stages, including identification of street children, formation of study groups, provision of learning facilities, as well as social assistance and counselling for street children. The results of this program show a significant increase in the participation rate of street children in Street Class which reached 75%. In addition, this program helps improve street children's social skills, independence and self-confidence. Street children who take part in street classes also experience an increase in self-confidence in communicating, managing emotions, and controlling independence, which can help them interact better with the social environment and want to go to school more actively.
PENDAMPINGAN KELOMPOK WANITA SEHAT SEDOYO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SECARA DINI Siti Maryani; Esti Handayani; Siti Chunaeni; Ribkha Itha Idhayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24837

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur (WHO). Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Peran perempuan dalam pencegahan stunting dapat dilakukan dengan mengonsumsi tablet tambah darah saat berusia remaja, periksa kehamilan, nifas, ASI eksklusif, mengikuti posyandu, pemenuhan gizi anak, dan deteksi tumbuh kembang. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pendekatan keluarga. 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pencegahan stunting. Tujuan dalam kegiatan ini agar terbentuk kelompok Wanita yang sehat sehingga dapat melakukan pencegahan stunting di setiap fase kehidupan. Kegiatan pengabdian ini dengan melakukan Pendampingan Kelompok Wanita Sehat Sedoyo Sebagai Upaya Pencagahan Stunting sebagai upaya mencegah kejadian stunting di lingkungan keluarga. Kegiatan pendampingan di harapkan sasaran dapat meningkat pengetahuannnya dan dapat mempraktikan upaya pencegahan stunting di sepanjang fase kehidupan Wanita. Metode dalam kegiatan ini dengan menggunakan metode ceramah, praktik pencegahan stunting dan FGD pada tiap kelompok. Sasaran dalam kelompok ini adalah kelompok remaja, ibu hamil, ibu nifas dan menyusui dan Ibu balita sejumlah 20 orang. Evaluasi dalam kegiatn ini menggunakan kuesioner berisi 20 pertanyaan tentang stunting sesuai dengan kelompok sasaran. Kegaiatn pendampingan kelompok Wanita sehat sedoyo mampu meningkatkan pengetahuan setiap kelompok. Peningkatan Pengetahuan pada kelompok remaja meningkat 20%, kelompok ibu hamil sebesar 8%, Ibu nifas 17% sedangkan ibu balita 14%.Abstract: Stunting is a condition where toddlers have less length or height compared to their age (WHO). Stunted toddlers are a chronic nutritional problem caused by many factors such as socio-economics, maternal nutrition during pregnancy, pain in babies, and lack of nutritional intake in babies. Women's role in preventing stunting can be done by consuming blood supplement tablets when they are teenagers, checking pregnancy, postpartum, exclusive breastfeeding, attending posyandu, fulfilling child nutrition, and detecting growth and development. Stunting prevention can be done with a family approach. The first 1000 days of life are an important period in preventing stunting. The aim of this activity is to form a group of healthy women so that they can prevent stunting in every phase of life. This service activity involves providing assistance to the Sedoyo Healthy Women's Group as a Stunting Prevention Effort as an effort to prevent stunting incidents in the family environment. It is hoped that the target will increase their knowledge and be able to practice stunting prevention efforts throughout all phases of a woman's life. The method for this activity uses the lecture method, stunting prevention practices and FGD for each group. The targets for this group are teenagers, pregnant women, postpartum and breastfeeding mothers and 20 mothers of toddlers. Evaluation in this activity uses a questionnaire containing 20 questions about stunting according to the target group. The mentoring activities of the Sedoyo Healthy Women group are able to increase the knowledge of each group. The increase in knowledge in the adolescent group increased by 20%, in the group of pregnant women by 8%, postpartum mothers by 17% while mothers under five were 14%.