cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENGUATAN KELOMPOK KADER PTM ASMA DENGAN DUKUNGAN INFORMASI MANAJEMEN DIRI DENGAN PENDEKATAN INTERPROFESI TIM MAHASISWA KESEHATAN Enita Dewi; Kartinah Kartinah; Dyah Intan Puspitasari; Budi Hernawan; Wahyuni Wahyuni; Riska Cahyani Zahra; Budi Kristanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23213

Abstract

Abstrak: Perubahan suhu, polusi udara akibat industri, dan aktivitas fisik berlebihan dapat memperburuk asma. Pasien asma desa Trangsan belum mampu menunjukan perubahan perilaku keseharian secara holistik dalam manajemen diri asma, sehingga memerlukan paparan informasi dan pendampingan manajemen diri asma dari kader kesehatan. Oleh karena itu, pemberian pendidikan kesehatan terhadap kader PTM asma desa Trangsan secara holistik dengan melibatkan interprofesi menjadi urgensi yang harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manajemen diri asma, mengenalkan informasi dengan beberapa media penyuluhan dan Youtube dengan pendekatan interprofesi tim mahasiswa kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi kelompok dari tim mahasiswa keperawatan, gizi, kedokteran dan fisioterapi terhadap 22 kader PTM asma desa Trangsan. Hasil kegiatan yaitu terbentuknya kelompok kader PTM asma desa Trangsan, terlaksananya paket program penguatan  manajemen asma Tim interprofesi, dan adanya keaktifan 95% kader dalam kegiatan penyuluhanAbstract:  Temperature fluctuations, industrial air pollution, and excessive physical exertion can exacerbate asthma. Patients with asthma in Trangsan village have not exhibited comprehensive alterations in their daily routines with regard to asthma self-management. Consequently, they require exposure to information and assistance in the self-management of asthma from healthcare professionals. Therefore, it is imperative to provide comprehensive health education to asthma PTM cadres in Trangsan village through interprofessional collaboration. The objective of this initiative was to enhance asthma self-management knowledge, disseminate information through various counseling media, and utilize YouTube as an interprofessional approach to educate the health student team. The methodology employed involved lectures and group discussions conducted by a team of nursing, nutrition, medicine, and physiotherapy students for 22 asthma PTM cadres in Trangsan village. The results of the activity included the formation of a PTM asthma cadre group in Trangsan village, the implementation of an interprofessional team asthma management strengthening program package, and the active participation of 95% of cadres in counseling activities.
BUDIDAYA MAGGOT BSF (BLACK SOLDIER FLY) DAN BANK SAMPAH DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM MERTANI BACK TO NATURE M. Farid Dimjati Lusno; Leona Adinda Putri Sosronegoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21901

Abstract

Abstrak: Sampah organik maupun non organik menjadi salah satu permasalahan yang masih ada di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur. Pengelolaan sampah yang masih rendah sering terjadi karena adanya pandangan masyarakat bahwa sampah tidak memiliki nilai jual sehingga masyarakat kurang memiliki kesadaran untuk melakukan pengelolaan sampah. Program Pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dalam aspek pengelolaan sampah. Program Mertani Back to Nature dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan program Program ini melibatkan 20 kader lingkungan yang terkumpul dari 6 RT dan terkumpul 50 nasabah dari 6 Bank Sampah. Evaluasi dilakukan melalui proses rapat dengan memantau buku kehadiran bank sampah serta jumlah nasabah yang terlibat di setiap bank sampah. Selain itu, juga dilihat jumlah sampah organik yang terolah melalui budidaya maggot dan berat telur maggot yang baru. Hasil kegiatan ini adalah terbentuknya 6 bank sampah RT di Desa Mertani yang sebelumnya hanya terdapat 1 bank sampah, serta menambah usaha baru yaitu budidaya maggot BSF.Abstract: Organic and non-organic waste has become one of the persistent issues in several regions of East Java Province. Low waste management often occurs due to the community's perception that waste has no market value, leading to a lack of awareness in waste management. Community Service Programs are carried out with the aim of increasing awareness and capacity in waste management for the residents of Mertani Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency, East Java. The Mertani Back to Nature program is implemented through socialization activities, training, and program mentoring. This program involves 20 environmental cadres gathered from 6 neighborhoods (RT) and a total of 50 customers from 6 Waste Banks. Evaluation is conducted through meetings by monitoring the attendance records of waste banks and the number of customers involved in each waste bank. Additionally, the processed amount of organic waste through maggot cultivation and the weight of newly hatched maggot eggs are also observed. The outcome of this program is the establishment of 6 Waste Banks in Mertani Village, where there was previously only 1 Waste Bank, and the introduction of a new venture, namely BSF maggot cultivation.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA SIBER UNTUK PENINGKATAN LITERASI PEKEBUN DALAM MENDUKUNG PROGRAM SAWIT RAKYAT DAN ISPO Meki Herlon; Zulhamid Ridho; Fajar Restuhadi; Rosnita Rosnita; Arifudin Arifudin; Mustaqim Mustaqim; Roza Yulida; Yulia Andriani; Kausar Kausar; Didi Muwardi; M. Rasyid Hamidi; Imam Hidayat; Fanny Septya; Hanifaturrahmi Hanifaturrahmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26522

Abstract

Abstrak: Pembangunan pertanian dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di perkebunan kelapa sawit adalah dengan membuat Program Sawit Rakyat (PSR). Dalam pelaksanaan dan penerapan PSR akan mengutamakan ketentuan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Tuntutan pencapaian PSR perlu diimbangi dengan perkembangan sumberdaya pekebun melalui pendekatan kemampuan literasi media. Tuntutan ini sejalan dengan upaya dilakukan oleh Desa Lubuk Bendahara Timur dalam mendapatkan dana PSR. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan keterampilan pekebun tentang pembuatan media siber. Metode yang digunakan berupa pelatihan, diskusi, dan pendampingan monitoring maupun kontroling. Mitra pengabdian ini adalah pemerintah desa dan 13 kelompok tani dengan partisipasi 50 peserta di Desa Lubuk Bendahara Timur. Sistem evaluasi dilakukan dua bentuk, yaitu melalui pre dan posttest selama kegiatan pengabdian. Hasil dari kegiatan ini, terbentuknya website Desa Lubuk Bendahara Timur dengan nama luben.id, kemudian mayoritas 90% pekebun tahu teknis, pengetahuan penggunaan website dan 10% paham mengelola website.Abstract: The government carries out agricultural development to improve community welfare, especially in oil palm plantations, by creating the People's Palm Oil Program (PSR). In the implementation and application of PSR, the provisions of ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) will be prioritized. The demand for achieving PSR needs to be balanced with the development of planter resources through a media literacy skills approach. This demand is in line with the efforts made by Lubuk Bendahara Timur Village to obtain PSR funds. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of planters regarding creating cyber media. The methods used are training, discussion, and monitoring and controlling assistance. The service partners are the village government and 13 farmer groups with the participation of 50 participants in Lubuk Bendahara Timur Village. The evaluation system is carried out in two forms, namely through pre and posttests during service activities. As a result of this activity, the Lubuk Bendahara Timur Village website was formed with the name luben.id, then the majority of 90% of the planters had technical knowledge, knowledge of using websites and 10% understood managing websites.
PENINGKATAN PRODUKTIFITAS UMKM PO ARF DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PRODUKSI Lilik Suprianti; Hervina Puspitosari; Rida Perwitasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26650

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering menghadapi tantangan dalam pengembangannya karena kurangnya kapabilitas manajerial usaha serta keterbatasan akses modal. PO ARF, sebuah UMKM di Surabaya dengan usaha bawang merah goreng tidak mengalami peningkatan aset maupun pendapatan walaupun telah menjalankan usaha lebih dari lima tahun. Kurangnya manajemen dalam menjalankan usaha, seperti proses produksi tidak teratur serta peralatan produksi yang serba manual menjadi faktor penghambat perkembangannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha bawang goreng PO ARF melalui peningkatan keterampilan mitra dalam manajemen produksi, khususnya produk makanan serta kemampuan menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Metode yang dilakukan diantaranya adalah pelatihan, pendampingan, dan transfer teknologi. Mitra kegiatan adalah UMKM PO ARF yang berlokasi di Medokan Ayu, Surabaya. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis perubahan pada area produksi dan proses produksi sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Keberhasilan program diukur melalui peningkatan wawasan dan pengetahuan mitra tentang manajemen produk pangan, kapasitas produksi dan penambahan aset yang dimiliki oleh mitra sebagai hasil dari pelatihan dan implementasi teknologi yang diberikan.Program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi sampai 300%, kualitas produk 80%, peningkaatn skill manajemen produksi mitra 40% ketrampilan penggunaan teknologi produksi sebesar 80%.Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) often face challenges in their development due to a lack of business managerial capabilities and limited access to capital. PO ARF, an MSME in Surabaya with a fried shallot business has not experienced an increase in assets or revenue despite running the business for more than five years. Lack of management in running the business, such as irregular production processes and manual production equipment are factors that hinder its development. This community service activity aims to increase the productivity of PO ARF's fried shallot business through improving partner skills in production management, especially food products and the ability to use technology to increase productivity. The methods include training, mentoring, and technology transfer. The activity partner is PO ARF MSME located in Medokan Ayu, Surabaya. The evaluation was carried out by analyzing changes in the production area and production process before and after the activity took place. The success of the program was measured through an increase in partners' insights and knowledge about food product management, production capacity and additional assets owned by partners as a result of the training and implementation of the technology provided.This community service program succeeded in increasing production capacity by 300%, product quality by 80%, improving partners' production management skills by 40%.
PENINGKATAN KUALITAS DAN EKONOMI NELAYAN MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PENGERING IKAN (DRYFITECH) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IOT I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; I Komang Arya Ganda Wiguna; I Dewa Putu Gede Wiyata Putra; I Made Aditya Nugraha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26445

Abstract

Abstrak: Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, adalah komunitas nelayan yang sangat bergantung pada hasil tangkapan laut. Namun, metode pengeringan ikan yang tradisional menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan kualitas produk dan kerugian ekonomi. Untuk mengatasi masalah ini, program pelatihan penggunaan alat pengering ikan berbasis IoT, yang dikenal sebagai DryFiTech, telah diimplementasikan. Alat ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kebersihan proses pengeringan ikan dengan memanfaatkan tenaga surya dan sistem pemantauan berbasis cloud. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali 38 nelayan atau mitra di Desa Sukadana, dengan keterampilan operasional dan pemeliharaan alat DryFiTech. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara untuk menilai keterampilan dan tingkat kepercayaan diri peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa 80% peserta merasa percaya diri dalam menggunakan alat, 75% mampu mengatur suhu dan kelembapan, serta 70% dapat menjelaskan fungsi komponen alat. Program ini menunjukkan peningkatan keterampilan mitra secara keseluruhan, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan, mendukung perekonomian lokal, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan terhadap lingkungan pesisir.Abstract: Sukadana Village, Kubu Sub-district, Karangasem Regency, Bali, is a fishing community that relies heavily on marine catches. However, traditional fish drying methods face various challenges, including reduced product quality and economic losses. To address these issues, a training program on the use of an IoT-based fish dryer, known as DryFiTech, was implemented. The device is designed to improve the efficiency and hygiene of the fish drying process by utilizing solar power and a cloud-based monitoring system. The training aims to equip 38 fishermen or partners in Sukadana Village, with the operational and maintenance skills of the DryFiTech device. Evaluation was conducted through direct observation and interviews to assess participants' skills and confidence levels. The results showed that 80% of participants felt confident in using the equipment, 75% were able to regulate temperature and humidity, and 70% could explain the function of the equipment components. The program showed an overall improvement in partners' skills, which is expected to improve fishermen's welfare, support the local economy, and have a sustainable positive impact on the coastal environment.
EDUKASI POKDAKAN MINA SEJAHTERA MELALUI TEKNOLOGI FLOW WATER AQUAPHONIC UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Afrah Junita; Agus Putra Abdul Samad; Fairus Fairus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26493

Abstract

Abstrak: Mina Sejahtera merupakan pokdakan pemula dibidang budidaya ikan air tawar yakni ikan gurame, lele, nila, dan ikan patin. Akan tetapi usaha yang dilakukan pokdakan ini tidak mengalami peningkatan, padahal potensi untuk mengembangkan usaha pokdakan ini cukup baik karena memiliki lahan luas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai teknologi budidaya perikanan yang efektif dan efesien serta melatih mitra membuat flow water aquaphonic dan catatan keuangan sederhana untuk untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Solusi yang ditawarkan adalah Edukasi dan pelatihan teknologi flow water aquaphonic, dan pelatihan pembuatan catatan keuangan sederhana. Pengabdian menggunakan metode Rapid Rural Appraisal dan Participatory Rural Appraisal. Mitra pengabdian ini adalah Pokdakan “Mina Sejahtera” berjumlah 10 orang. Evaluasi dilakukan saat pelaksanaan dan pasca pengabdian. Hasil PKM menunjukkan bahwa 82% mitra mengalami peningkatan pengetahuan tentang teknologi budidaya perikanan, 89% mitra memahami cara membuat flow water aquaphonic dan catatan keuangan sederhana, dan Pendapatan mitra meningkat 64%.Abstract: Mina Sejahtera is a beginner pokdakan in the field of cultivating freshwater fish, namely gourami, catfish, tilapia and catfish. However, the business carried out by this pokdakan has not increased, even though the potential for developing this pokdakan business is quite good because it has a large area of land. The aim of this service activity is to educate the public about effective and efficient fish farming technology as well as train partners to make aquaphonic flow water and simple financial records to improve family welfare. The solutions offered are: Education and training on flow water aquaphonic technology, and Education and training on making simple financial records. The service uses the Rapid Rural Appraisal and Participatory Rural Appraisal methods. This service partner is Pokdakan "Mina Sejahtera" totaling 10 people. Evaluation is carried out during implementation and after service. PKM results show that: 82% of partners experienced an increase in knowledge about aquaculture technology; 89% of partners understand how to create aquaphonic flow water and simple financial records; and Partner revenue increased 64%.
PENINGKATAN KOMPETENSI TATA KELOLA KEUANGAN PADA KARYAWAN DISTRIBUTOR AIR MINUM DALAM KEMASAN KOTA SURAKARTA Indah Permata Dewi; Laila Oshiana Fitria A'zizah; Candra Kusuma Wardana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26434

Abstract

Abstrak: Tata kelola keuangan merupakan hal yang penting bagi pelaku usaha, terutama dalam hal penyusunan laporan keuangan guna memastikan keakuratan dan keandalan pelapooran keuangannya. Sayangnya, masih terdapat banyak pelaku usaha yang belum mampu membuat laporan keuangan, terlebih seusai dengan standar EMKM. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas hardskill pelaku usaha untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Mitra tim pengabdian adalah karyawan distributor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dengan merek dangan AirMU yang terletak di Desa Pajang, Kota Surakarta yang berjumlah dua orang. Pelaksanaan pengabdian ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Metode pengabdian mencakup tiga tahapan, yaitu: (1) tahap observasi identifikasi masalah; (2) tahap pelatihan dan pemberian materi; dan (3) tahap pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui diskusi saat pendampingan serta memberikan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait pencatatan dan pelaporan keuangan meningkat secara signifikan sebesar 52,78%. Selain itu, mitra juga telah mampu membuat catatan transaksi dan pelaporan keuangan seusai standar EMKM.Abstract: Financial governance is important for business actors, especially in terms of preparing financial reports to ensure the accuracy and reliability of their financial reports. Unfortunately, there are still many business actors who have not been able to make financial reports, especially in accordance with EMKM standards. The purpose of this community service activity is to increase the hardskill capacity of business actors to produce accurate financial reports. The service team partner is a bottled drinking water (AMDK) distributor with the AirMU brand located in Pajang Village, Surakarta City. The implementation of this service involved lecturers and students from Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). The service method includes three stages, namely: (1) problem identification observation stage; (2) training and material provision stage; and (3) mentoring stage. Evaluation was carried out through discussions during mentoring and providing pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results showed that the participants' understanding of financial recording and reporting increased significantly by 55%. In addition, partners have also been able to make transaction records and financial reporting in accordance with EMKM standards.
PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN PADA KELOMPOK IBU PKK DI LAMPUNG SELATAN Atri Sri Ulandari; Hesti Yuningrum; Suryani Agustina Daulay; Andi Eka Yunianto; Desi Astri; Alya Izzaty Riduan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26491

Abstract

Abstrak: Pada umumnya, pengusaha kuliner atau ibu rumah tangga menghasilkan limbah minyak goreng dari proses penggorengan, yang dikenal sebagai "minyak jelantah", yang berarti penggunaan minyak berulang kali. Banyak orang, seperti ibu rumah tangga atau pengusaha kuliner, belum menyadari dampak buruk dari mengkonsumsi minyak yang digunakan berkali-kali dan memanfaatkannya sebelum dibuang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang cara menggunakan minyak jelantah sebagai bahan utama pembuatan sabun. Responden dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK salah satu desa di Lampung selatan yang berjumlah 25 orang. Responden diberi pretest terlebih dahulu. Sebelum pelatihan, pretest diberikan kepada responden untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka tentang pelatihan yang akan diberikan. Setelah pelatihan, posttest diberikan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengetahuan ibu PKK meningkat setelah pelatihan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 8,44% dan nilai rata-rata post-test sebesar 9,08%.Abstract: In general, culinary entrepreneurs or housewives produce waste cooking oil from the frying process, known as "oil used", which means repeated use of oil. Many people, such as housewives or culinary entrepreneurs, are not yet aware of the negative impacts of repeated use of cooking oil and utilize it before throwing it away. The purpose of this service is to provide training on how to use used cooking oil as the main ingredient in making soap. A group of PKK women in Karang Anyar Village, South Lampung, held a demonstration of making soap using used cooking oil. A total of 25 people became respondents. Respondents were given a pretest first. The purpose of this service is to provide training on the use of used cooking oil as a basic ingredient for making soap. The PKK mothers' group in Karang Anyar Village, South Lampung, conducted a demonstration of making soap using used cooking oil. A total of 25 people became respondents. Before the training, a pretest was given to respondents to find out how far their knowledge was about the training that would be given. After the training, a posttest was given. The results of the descriptive analysis showed that the knowledge of PKK mothers increased after the training, with an average pre-test value of 8.44% and an average post-test value of 9.08%.
PEMBERDAYAAN SOCIO-TECHNOPRENEUR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KESEJAHTERAAN PELAKU USAHA PENGGILING PADI Rianita Puspa Sari; Deri Teguh Santoso; Winda Rianti; Desi Ristianti; Eva Fauziah; Radif Ramadan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26635

Abstract

Abstrak: Usaha penggilingan padi memiliki masalah terkait penggunaan teknologi, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga masalah pemasaran dan promosi. Selain itu hambatan dalam konsep Socio-technopreneur pada suatu usaha (UMKM) merupakan terbatasnya penerapan teknologi. Tujuan Pengabdian pada program kemitraan masyarakat untuk pemberdayaan socio-technopreneur untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pada pelaku usaha (UMKM) penggiling padi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pada PB Dahlia selaku mitra pengabdian dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang. Melalui evaluasi pada penyebaran angket kuesioner hasil PKM menunjukkan 64.5% sumber daya manusia pada PB Dahlia Desa Pulomulya memiliki tingkat pendidikan SD, hasil evaluasi dengan kuesioner pada pre-test dan post-test menunjukkan setelah PKM adanya peningkatan pemahaman terkait penggunaan teknologi sebesar 68.52%, terdapatnya perencanaan pemasaran, adanya media promosi berupa website dan katalog produk untuk menunjang area pengembangan pasar, hingga adanya model bisnis canvas dengan keunggulan bisnis berupa usaha penggilingan padi yang dapat meningkatkan diversifikasi produk berupa jasa pengiringan padi sebagai penerapan teknologi yang dihibahkan.Abstract: Rice milling businesses have problems related to the use of technology, limited human resources, lack of use of science and technology, and marketing and promotion problems. In addition, the obstacle in the Socio-technopreneur concept in a business (UMKM) is the limited application of technology. The purpose of community service in the community partnership program (Program Kemitraan Masyarakat) is to empower socio-technopreneurs to increase productivity and welfare of rice milling business actors (UMKM). The methods used were socialization, training and mentoring at PB Dahlia as a service partner with a total of 31 participants. The results of the evaluation with questionare PKM show that 64.5% of human resources at PB Dahlia, Pulomulya Village have an elementary school education level, Pre-test and Post-test after the PKM was carried out there was an increase in understanding related to the use of technology by 68.52%, there was marketing planning, there was promotional media in the form of a website and product catalog to support market development areas, to the existence of a canvas business model with business advantages in the form of a rice milling business that can increase product diversification in the form of rice escort services as an application of the technology that was donated.
MANFAAT SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN DAN GEJALA MENOPAUSE PADA PEREMPUAN USIA DI ATAS 40 TAHUN M. Kus Fitriani Fruitasari; Irene Romlah; Anjelina Puspita Sari; Sri Indaryati; Mustika Sari Hutabarat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.24114

Abstract

Abstrak: Bagi perempuan dengan usia di atas 40 tahun, olahraga sangat banyak manfaatnya, diantaranya dapat meningkatkan kebugaran, dan menurunkan gejala menopause. Olahraga yang tepat dan cocok bagi perempuan dengan usia di atas 40 tahun adalah senam aerobik low impact. Masalah: Banyak perempuan yang kurang sadar akan pentingnya olahraga dan sama sekali tidak melakukan aktivitas olahraga, padahal perempuan dengan usia di atas 40 mulai mengalami penurunan kebugaran tubuh dan mulai merasakan gejala menopause. Tujuan PkM adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan perempuan usia 40 ke atas untuk melakukan olahraga senam aerobik low impact rutin untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan menurunkan gejala menopause. Metode: memberikan edukasi dan pelatihan aerobik low impact pada perempuan di Kota Palembang dengan system evaluasi menggunakan kuesioner MRS dan pengukuran tingkat kebugaran dengan Kasch Step. Hasil: setelah melakukan senam aerobik low impact, peserta mampu mengikuti gerakan yang dipandu oleh instuktur dengan baik. Hasil tingkat kebugaran: rata-rata: 44,4%, 16,7% di atas rata-rata, 27,8% baik, 11,1% sempurna. Gejala menopause: gejala menopause hanya dirasakan dalam skala ringan terutama gangguan tidur 77,8% dan kelelahan 66,7%.Abstract: For women over 40 years of age, exercise has many benefits, including improving fitness and reducing menopausal symptoms. Appropriate and suitable exercise for women over 40 years of age is low impact aerobics. Problem: Many women are not aware of the importance of exercise and do not do sports activities at all, even though women over the age of 40 begin to experience a decline in body fitness and begin to experience symptoms of menopause. The aim of PkM is to increase awareness and knowledge of women aged 40 and over to do routine low impact aerobic exercise to improve body fitness and reduce menopausal symptoms. Method: providing education and low impact aerobic training to women in Palembang City with evaluation system using MRS questionnaire and measuring fitness levels withKasch Step Test. Results: After doing low impact aerobic exercise, participants were able to follow the movements guided by the instructor well. Fitness level results: average: 44.4%, 16.7% above average, 27.8% good, 11.1% perfect. Menopausal symptoms: Menopausal symptoms are only felt on a mild scale, especially sleep disturbances 77,8% and fatigue 66,7%.