cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PEMANFAATAN INOVASI DIGITAL APLIKASI RECONNECT UNTUK PENCEGAHAN PERILAKU MELUKAI DIRI SENDIRI DAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN MENTAL Kurniawan, Luky; Sutanti, Natri; Saputri, Nur Sholehah Dian; Rahmatullah, Ainurizan Ridho; Febriana, Arini; Sholikah, Fitria Akbar; Kurniawati, Anggie; Melinda, Cindy Okta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26671

Abstract

Abstrak: Perilaku melukai diri dan cukup terbatasnya literasi kesehatan mental pada komunitas Mugadeta Fast Response (MFR) membutuhkan peran inovasi aplikasi digital salah satunya Reconnect. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memanfaatkan inovasi digital aplikasi Reconnect untuk mencegah perilaku melukai diri sendiri (self-harm) dan peningkatan literasi kesehatan mental pada komunitas MFR yang berjumlah 28 siswa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian adalah kombinasi antara ceramah, games dan praktik langsung. Adapun langkah pelaksaannya meliputi koordinasi dan sosialisasi, penerapan teknologi, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan pendampingan pemanfaatan aplikasi Reconnect ini menunjukkan bahwa terdapat 82% peserta memiliki nilai post-test di atas 70 dan 89% anggota MFR menyatakan terbantu dengan adanya aplikasi ini. Sementara, 86% peserta mengalami peningkatan nilai pre-test ke post-test. Keberlanjutan PKM ini dimonitoring melalui kegiatan daring dengan masih memberikan pendampingan penggunaan aplikasi Reconnect. PKM ini merekomendasikan penggunaan aplikasi Reconnect lebih lanjut dengan memanfaatkan fitur lain seperti live chat untuk agenda pendampingan selanjutnya.Abstract: Self-harm behavior and limited mental health literacy in the Mugadeta Fast Response (MFR) community require the role of digital application innovation to interfere, one of which is utilising Reconnect application. This community service (PKM) aims to utilize the digital innovation of the Reconnect application to prevent self-harm behavior and increase mental health literacy in the MFR community which consisted of 28 students. The method was a combination between presenting, games and experiential learning, Therefore, steps for implementing community service include coordination and outreach, application of technology, training, mentoring, evaluation and program sustainability. The results of the mentoring activity in using the Reconnect application showed that 82% of participants had post-test scores above 70 and 89% of MFR members stated that they were helped by its presence. Meanwhile, 86% of participants experienced an increase in their pre-test to post-test scores. The sustainability of PKM is monitored through online activities while still providing assistance in using the Reconnect application. This PKM recommends further use of the Reconnect application by utilising other features such as live chat for further mentoring agendas.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BAGI KELOMPOK KERJA KELURAHAN SEHAT KOTA BAUBAU Slamet, Agus; Salam, Safrin; Aswan, Aswan; Abadina, Waode; Narti, Narti; Bahmid, Bahmid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26369

Abstract

Abstrak:Pelatihan pembuatan pupuk organic cair bagi pokja kelurahan sehat Baadia merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengolah sampah organic secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan sampah organic untuk pembuatan pupuk cair yang ramah lingkungan. Pelatihan yang diselenggarakan oleh tim pengabdi Universitas Muhammadiyah Buton ini difokuskan pada kelompok kerja Kelurahan Sehat Baadia dengan jumlah anggota sebanyak 11 orang. Pada Kegiatan ini Pokja Kelurahan Baadia diajarkan tentang pembuatan pupuk cair. Jenis pupuk cair organik yang dibuat yakni: (1) POC bahan baku air cucian beras+M4; (2) POC berbahan baku air cucian beras+yakult; (3) POC barbahan baku air cucian beras+ektrak kulit pisang+EM4; dan (4) POC berbahan baku air cucian beras+ekstrak kulit pisang+yakult. Berdasarkan evaluasi, pelatihan ini mencapai keberhasilan sebesar 87,5 % dengan 95 % peserta aktif berpartisipasi dan 85 % mampu mempraktekkan teknik pembuatan pupuk organic cair secara mandiri. Hasil pelatihan ini menunjukan peningkatan kesadaran lingkungan dan potensi ekonomi di kalangan peserta serta memberikan solusi terhadap permasalahan sampah organic. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diterapkan secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Baadia.Abstract: The training on making liquid organic fertilizer for the Baadia healthy village working group is part of the community empowerment effort to process organic waste in a sustainable manner. This service program provides a real contribution that can be felt by the community. This activity focuses on community empowerment, through training in making Liquid Organic Fertilizer (POC). This training was aimed at the Healthy Village Working Group (Pokja) as an effort to increase skills and awareness in sustainable organic waste management with a total of 11 members. In this activity, the Baadia Village Working Group was taught about making liquid fertilizer. The types of organic liquid fertilizer made are: (1) POC raw material for rice washing water+M4; (2) POC is made from rice + yakult washing water; (3) POC as raw material for rice washing water + banana peel extract + EM4; and (4) POC is made from rice washing water + banana peel extract + yakult. The results of this activity support the healthy village program, processing waste into appropriate and economic value and reducing community dependence on chemical fertilizers.
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN DAN KECAKAPAN HIDUP BAGI ANAK PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Rahmi, Lailatur; Anwar, Syafri; Fitriah, Rahmulyani; Sari, Yulia Permata
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26390

Abstract

Abstrak: Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka putus sekolah akibat faktor geografis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya-upaya strategis yang dapat meningkatkan kesadaran pendidikan dan kecakapan hidup bagi anak-anak putus sekolah di wilayah tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melahirkan program yang berperan dalam mengedukasi anak-anak putus sekolah melalui indikator kecakapan hidup, diantaranaya kecakapan mengenal diri (self awarness) atau kemampuan personal (personal skills), kecakapan sosial (social skills), dan kecakapan vokasional (vocational skills). Kami melakukan wawancara dan observasi menyeluruh pada anak-anak desa matobe yang mengalami masalah serius pada jarak sekolah yang mengakibatkan mereka harus putus sekolah. Untuk itu, demi meningkatkan kecakapan hidup anak-anak desa matobe diberikan workshop praktik pembuatan ecoprint sederhana, memberikan sosialisasi pengenalan tentang pendidikan seks, serta kemampuan belajar berbahasa Indonesia yang baik. Hasil dari kegiatan ini yaitu anak-anak desa Matobe bisa memiliki kecakapan hidup diantaranya memiliki keterampilan pengenalan dan pendidikan seks yang berguna untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi dan hubungan yang sehat, mimiliki kecakapan hidup dengan mampu berbahasa Indonesia yang baik serta memiliki kecakapan membuat bahan produk dari kain dengan teknik ecoprint sederhana.Abstract: Mentawai Islands Regency faces serious challenges related to the high dropout rate due to geographical, social, and economic factors. This study aims to identify strategic efforts that can increase educational awareness and life skills for school dropouts in the region. This service activity aims to give birth to a program that plays a role in educating school dropouts through life skills indicators, including self-awareness or personal skills, social skills, and vocational skills. We conducted thorough interviews and observations on children in Matobe village who experienced serious problems with school distance resulting in them having to drop out of school. For this reason, in order to improve the life skills of the children of Matobe village, a practical workshop on making simple ecoprints was given, providing socialization of introduction to sex education, as well as good Indonesian language learning skills. The result of this activity is that the children of Matobe village can have life skills, including having sex introduction and education skills that are useful to improve their understanding of reproductive health and healthy relationships, having life skills by being able to speak good Indonesian and having the ability to make product materials from fabric with simple ecoprint techniques.
IMPLEMENTASI COLLABORATIVE LEARNING COMMUNITY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ramadhani, Rahmi; Eliawati, Titim; Meizar, Abdul; Pakpahan, Ramadani Br
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26569

Abstract

Abstrak: Kemampuan literasi dan numerasi bagi guru merupakan salah satu dari kemampuan yang harus dimiliki dalam hal kepemimpinan instruksional. Guru berperan dalam manajemen pembelajaran dengan merancang pembelajaran sesuai capaian pembelajaran terfokus pada pengembangan kemampuan literasi-numerasi siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi guru melalui implementasi collaborative learning community. Mitra kegiatan merupakan guru-guru di SMP di Kabupaten Karo yang berjumlah 24 orang. Metode pelaksananaan kegiatan dilakukan dengan tiga cara, yakni sosialisasi, workshop, dan pendampingan praktik. Angket kemampuan manajemen pembelajaran numerasi dan literasi digunakan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan, serta dianalisis secara kuantitatif. Analisis hasil angket menemukan bahwa terdapat peningkatan manajemen pembelajaran numerasi dan literasi sebesar 82% (kategori Sangat Baik). Berdasarkan hasil analisis, maka kegiatan penerapan manajemen pembelajaran literasi dan numerasi melalui collaborative learning community direkomendasikan untuk dilanjutkan pada kegiatan berikutnya, yakni penerapan dan evaluasi keterampilan manajemen pembelajaran literasi dan numerasi.Abstract: Literacy and numeracy skills for teachers are one of the abilities that must be possessed in terms of instructional leadership. Teachers play a role in learning management by designing learning according to learning outcomes focused on developing students' literacy-numeracy skills. Based on this, community service activities are carried out to improve teachers' literacy and numeracy skills through the implementation of collaborative learning communities. The activity partners are teachers at junior high schools in Karo Regency totaling 24 people. The method of implementing activities is carried out in three ways, namely socialization, workshops, and practical assistance. Questionnaires on numeracy and literacy learning management skills were used before and after the implementation of the activities, and analyzed quantitatively. Analysis of the questionnaire results found that there was an increase in numeracy and literacy learning management of 82% (Very Good category). Based on the results of the analysis, the activity of implementing literacy and numeracy learning management through collaborative learning communities is recommended to be continued in the next activity, namely the implementation and evaluation of literacy and numeracy learning management skills.
EDUKASI REGULASI SAMPAH SEBAGAI UPAYA PERILAKU HIDUP SEHAT DI WILAYAH RING 1 IBU KOTA NUSANTARA Afiah, Nurul; G, Ike Anggraeni; Auliya, Jumi; Adila, Alfina Rahma; Fitriana, Risma; Nisa, Elma Hafizatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26621

Abstract

Abstrak: Desa Bukit Raya yang terletak di ring 1 Ibu Kota Negara (IKN) menghadapi tantangan kesehatan masyarakat akibat peningkatan populasi dan perubahan lingkungan yang signifikan. Banyaknya pendatang baru ditambah praktik pengelolaan sampah yang tidak tepat, seperti pembakaran sampah, telah menyebabkan masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengawal perubahan praktik buruk pengelolaan sampah di Desa Bukit Raya. Adapapun program pendampingan yang dilakukan adalah Program BERSIH (Bersama Edukasi Regulasi Sampah untuk Hidup Sehat) melalui intervensi pembuatan video edukasi dan sosialisasi peraturan sampah dengan metode ceramah interaktif, dengan sasaran seluruh masyarakat Desa Bukit Raya sebanyak 121 Kepala Keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 46% mengenai tata tertib pembuangan sampah yang dievaluasi dari program Sosialisasi melalui metode pre-post test, selain itu, seluruh responden (57 orang) yang vote melalui akun instagram resmi desa Bukit Raya menyatakan video edukasi yang dibuat bermanfaat untuk mereka.Program BERSIH berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Desa Bukit Raya.Abstract: Bukit Raya Village, which is located in Ring 1 of the National Capital City (IKN), is facing public health challenges due to increasing population and significant environmental changes. The large number of new arrivals plus inappropriate waste management practices, such as burning waste, have caused health problems such as acute respiratory infections and diarrhea. This activity aimed to oversee changes in bad waste management practices in Bukit Raya. The assistance program carried out is BERSIH (Together with Waste Regulation Education for Healthy Living) which is implemented through interventions such as making educational videos and socializing waste regulations with interactive lecture methods, The evaluation results showed an increase in knowledge of 46% regarding waste disposal regulations which was evaluated using the pre-post test method, apart from that, There were 57 responses stating the benefits of educational videos through the official Bukit Raya Village Instagram vote. The BERSIH program has succeeded in improving awareness of the importance of environmental quality and public health in Bukit Raya Village. 
OPTIMALISASI POTENSI EKONOMI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR BAGI IBU-IBU PKK DESA SINDANGASIH MELALUI METODE PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI Ruswanto, Ruswanto; Ismail, Muhammad; Wahdah, Lestari; Nasipah, Anis; Sarah, Ai; Novitasari, Silvi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26319

Abstract

Abstrak: Sabun adalah senyawa kimia yang terdiri dari natrium atau kalium dengan asam lemak. Masyarakat belum mengetahui bahwa sabun bisa menciptakan peluang usaha. kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pembuatan sabun cuci piring dan pakaian untuk mengurangi pengeluaran masyarakat terhadap pembelian sabun sekaligus untuk menciptakan peluang usaha baru. Penyuluhan dan demonstrasi ini bertempat di balai Desa Sindangasih yang berada di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Tahapan yang dilakukan yaitu penyuluhan, demonstrasi, evaluasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK sebanyak 23 orang. Dari hasil analisis data dibantu menggunakan software SPSS dengan metode Paired Sample T-Test menghasilkan adanya diferensiasi yang signikan diantara pre-test juga post-test yang artinya telah terjadi peningkatan pengetahuan tentang pembuatan sabun cuci piring dan pakaian dengan nilai Sig. (2-tailed) setinggi 0,000 < 0,05.Abstract: Soap is a chemical compound consisting of sodium or potassium with fatty acids. People don't yet know that soap can create business opportunities. This activity aims to provide knowledge and training about making dish and clothes washing soap to reduce people's spending on purchasing soap as well as to create new business opportunities. This counseling took place at the Sindangasih Village Hall in Cikatomas District, Tasikmalaya Regency, West Java. The stages carried out are counseling, demonstration, evaluation. The partners in this activity were 23 PKK women. From the results of data analysis assisted using SPSS software with the Paired Sample T-Test method, it resulted in significant differentiation between the pre-test and post-test, which means there has been an increase in knowledge about making dish and clothing washing soap with a Sig value. (2-tailed) as high as 0.000 < 0.05. 
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK USAHA RUMAHAN DALAM MENINGKATKAN PENGELOLAAN MAKANAN KHAS JEPA MANDAR Nasiruddin, Nurfadilah; Syam, Sitti Mutmainnah; Sajidin, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26551

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang ditemukan di lapangan yakni, pertama, alat yang digunakan dalam pengolahan masih kurang memadai. Kedua, kurangnya pengetahuan dan pemahaman tata kelola dan manajemen pemasaran. Ketiga, tingkat pendapatan Masyarakat di daerah setempat tergolong rendah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan tata Kelola dan manajemen pemasaran yang lebih produktif serta perubahan pola fikir Masyarakat terkait pemasaran yang lebih luas dan dapat menambah pendapatan dari sebelumnya. Metode yang dilaksanakan yakni dengan pelatihan dan pendampingan tentang tata Kelola dan manajemen pemasaran. Sebelumnya Jepa Mandar hanya dijual di kediaman tempat tinggal mitra, sehingga perlu adanya pendampingan untuk memasarkan Jepa Mandar ke pasar dan tempat wisata yang ada disekitar wilayah Majene. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah kelompok usaha rumahan Makanan Khas Jepa Mandar yakni Kelompok "Wartel". Jumlah anggota kelompok adalah 15 orang. Adapun hasil yang dicapai adalah adanya pemahaman dalam tata kelola dan manajemen pemasaran serta perubahan pola pikir untuk memasarkan Jepa Mandar di warung dan tempat wisata, tidak hanya di rumah atau tempat tinggal mitra. Adapun hasil evaluasi yang dilakukan sebesar 80% mengungkapkan bahwa pelatihan dan pendampingan ini bermanfaat dan memotivasi untuk Ibu Rumah Tangga untuk meningkatkan penjualan.Abstract: The problems found in the field are, first, the tools used in processing are still inadequate. Second, lack of knowledge and understanding of marketing governance and management. Third, the income level of the local community is relatively low. The purpose of this community service activity is to improve more productive marketing governance and management and change the mindset of the community regarding broader marketing and can increase income from before. The method implemented is through training and mentoring on marketing governance and management. Previously, Jepa Mandar was only sold at the partner's residence, so there needs to be mentoring to market Jepa Mandar to markets and tourist attractions around the Majene area. The partner for this community service activity is the Jepa Mandar Specialty Food home business group, namely the "Wartel" Group. The number of group members is 15 people. The results achieved are an understanding of marketing governance and management and a change in mindset to market Jepa Mandar in stalls and tourist attractions, not only at home or at the partner's residence. The results of the evaluation carried out by 80% revealed that this training and mentoring were useful and motivating for housewives to increase sales. 
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS, KUALITAS PRODUK DAN ERGONOMI KERJA KELOMPOK PEREMPUAN PENGRAJIN INGKE Dewi, Putu Dian Prima Kusuma; Tangkas, Ni Made Karlina Sumiari; Ferayani, Made Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26654

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada proses produksi akibat minimnya terapan teknologi tepat guna (IPTEKS) di Bini Sejahtera (Kelompok Perempuan Pengrajin Ingke Desa Depeha) dalam pengolahan hasil kerajinan ingka. Metode yang digunakan dalam pendampingan terhadap kelompok ini yaitu PALS (Participatory Action Learning System) melalui tahap (a) penyadaran (awareness), (b) pengkapasitasan (capaciting), dan pendampingan/pelembagaan (scaffolding/institunalization). Program PKM ini melibatkan mitra pengrajin ingka yang berjumlah 33 orang. Hasil yang telah dicapai yaitu terjadi peningkatan softskill atau hardskill mitra dari sebelumnya hanya 50% mencapai 100% setelah program dalam pengelolaan produk ingka, pemasaran, peningkatan nilai ekonomis melalui pendapatan kelompok mencapai lebih dari 25%, serta penurunan keluhan kesehatan yaitu sakit pinggang melalui ergonomic kerja yang baik.Abstract: Problems in the production process are due to the lack of application of appropriate technology (IPTEKS) in Bini Sejahtera (Group of Women's Ingke Craftsmen in Depeha Village) in processing ingka craft products. Processing is still traditional, with conventional work tools: household tools, partial processing, and lack of professionalism, making craftsmen unable to expand and escalate large-scale production turnover, thus having a significant impact on the accuracy of order timing, packaging, delivery, and cash transactions. The method used in assisting this group is PALS (Participatory Action Learning System) through stages (a) awareness, (b) capacity building, and mentoring/institutionalization (scaffolding/institutionalization). This PKM program involves ingka craftsmen partners. Totalling 33 people. The results that have been achieved are a 100% increase in soft skills or hard skills of partners in managing ingka products, as well as marketing, increasing economic value through group income reaching more than 25%, as well as reducing health complaints, namely back pain through good work ergonomics.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN GIZI SEIMBANG DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA STUNTING Sari, Ria Setia; Haliza, Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26519

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh seorang balita yang disebabkan oleh kekurangannya gizi kronis yang dapat menimbulkan tinggi badan dari pada rekan sebaya mereka. Gizi seimbang adalah pola makan sehari-hari yang menyediakan nutrisi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang tepat. Tujuan Pendidikan Kesehatan: untuk meningkatkan pengetahuan orang tua anak stunting tentang pemberian gizi seimbang. Metode: kegiatan edukasi pemberian gizi seimbang ini dengan menggunakan media leaflet. Sebelum dilakukan edukasi ibu diberikan kuesioner terlebih dahulu. Setelah mengisi kuesioner ibu diberikan edukasi pemberian gizi seimbang dilakukan selama 40 menit. Kemudian ibu diberikan kuesioner kembali setelah edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh 54 ibu yang memiliki balita stunting. Hasil kegiatan: pengaruh Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan pengetahuan baik 11,1% dan setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan pengetahuan baik meningkat menjadi 87%.Abstract: Stunting is a condition where toddlers fail to thrive which is caused by chronic nutritional deficiencies which can cause them to be taller than their peers. Balanced nutrition is a daily diet that provides the nutrients the body needs in the right amounts. Health Education Objective: to increase the knowledge of parents of stunted children about providing balanced nutrition. Method: This educational activity provides balanced nutrition using leaflet media. Before education is carried out, mothers are given a questionnaire first. After filling out the questionnaire, mothers were given education on providing balanced nutrition for 40 minutes. Then the mother was given the questionnaire again after education. This activity was attended by 54 mothers who have stunted toddlers. Activity results: the influence of the level of knowledge before the Health Education was carried out, good knowledge was 11.1% and after the Health Education was carried out, good knowledge increased to 87%.
PELATIHAN BERBICARA DALAM BAHASA INGGRIS UNTUK PARA SANTRI PONDOK PESANTREN DI MALAYSIA Elfiyanto, Sonny; Mustofa, Mutmainah; Mistar, Junaidi; Karimullah, Imam Wahyudi; Umam, Muhammad Khairul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26336

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris menjadi perhatian pengurus pondok An Nahdlah Malaysia, untuk bisa dikuasai oleh para santri. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para santri dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Pelatihan ini diikuti sebanyak duapuluh lima santri dan dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sehingga penggunaan metode ceramah, Focus Group Discussion dan praktik digunakan dalam pelatihan ini. Di samping itu, terciptanya modul pembelajaran pidato dalam Bahasa Inggris untuk santri, juga setelah diadakan posttest dengan cara mereka melakukan pidato dalam Bahasa Inggris, sehingga menghasilkan delapanbelas santri atau 72% yang mampu berbicara dalam Bahasa Inggris secara lancar. Selain itu, tujuh santri (28%) yang lainnya sudah bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang nantinya bisa ditingkatkan kemampuannya menjadi mahir jika pelatihan ini bisa berkelanjutan. Tujuh santri tersebut belum lancar, karena tiga faktor penghambat yakni materi belajar, waktu dan kedisiplinan. Sehingga disarankan untuk kegiatan pelatihan berikutnya bisa memberikan materi yang sesuai dengan kemampuan dan yang dibutuhkan oleh para santri, serta pelatihan ini bisa dilaksanakan secara rutin dan peserta memiliki komitmen untuk belajar. Serta, pentingnya melibatkan pengurus pondok pesantren dalam program ini.Abstract: The ability to speak in English is a concern of the board of An Nahdlah Malaysia, to be mastered by the students. Consequently, the purpose of this study is to improve the ability of santri to communicate in English. This training was attended by twenty-five santri and was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Thus, the use of lectures, Focus Group Discussion and practice methods were used in this training. In addition, the creation of a speech learning module in English for santri, also after a posttest was held by conducting a speech in English, eighteen santri, or 72%, were able to speak in English fluently. In addition, seven other santri (28%) can communicate in English which can later be improved to become proficient if this training can be sustainable. The seven santri are not yet fluent due to three inhibiting factors, namely learning materials, time and discipline. Therefore, it is suggested that the next training activities can provide material that is in accordance with the abilities and needs of the santri, as well as this training can be carried out regularly and participants have a commitment to learning. Also, it is important to involve the boarding school administrators in this program.