cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
DIGITALISASI PRODUK BUMDES BERBASIS E-KATALOG SEBAGAI STRATEGI PROMOSI YANG BERDAYA SAING Nani Purwati; Tri Wahyudi; Akhmad Syukron; Elly Muningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26624

Abstract

Abstrak: BUMDes Usaha Sejahtera memiliki berbagai unit usaha diantaranya Pamsimas, Usaha Jasa Catering, Pengadaan ATK, Warung Sembako, Pengadaan Material Bangunan, Pemasaran hasil UMKM desa dan Peternakan. Permasalahannya BUMDes dari segi aspek sdm adalah kurangnya kemampuan dan keterampilan SDM pengelola BUMDes dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sedangkan dari aspek TIK belum memanfaatkan media digital sebagai bahan promosi dan Informasi berbagai produk yang dimiliki. Memiliki berbagai unit usaha dan produk akan tetapi masih kurang sosialisasi terhadap warga mengenai apa saja produk yang dimiliki BUMDes karena keterbatasan media promosi yang belum memanfaatkan digitalisasi marketing. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan aplikasi E-Katalog untuk membantu BUM Desa dalam meningkatkan media promosi dan Informasi. Metode pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode partisipasi mitra, mitra ikut terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi digitalisasi produk BUMDes berbasis e-katalog. Hasil evaluasi menggunakan quisioner pretest dan posttest menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola website berbasis e-katalog sebanyak 90%, dan sebanyak 100% dari peserta sepakat bahwa e-katalog sangat membantu sebagai media promosi produk BUMDes Usaha Sejahtera Desa Pejengkolan. Saran pengabdian selanjutnya adalah perlu diadakan pelatihan poto produk yang menarik.Abstract: BUM Desa Usaha Sejahtera has various business units including Pamsimas, Catering Services, Stationery Procurement, Grocery Stores, Building Material Procurement, Marketing of Village MSMEs and Animal Husbandry. The problem of BUMDes in terms of human resources is the lack of ability and skills of BUMDes management human resources in utilizing Information and Communication Technology. While from the ICT aspect, digital media has not been utilized as promotional material and information for various products owned. Having various business units and products, but there is still a lack of socialization to residents about what products BUMDes has due to limited promotional media that has not utilized digital marketing. This community service aims to develop an E-Catalog application to help BUM Desa in improving promotional media and information. This community service method uses the partner participation method, partners are actively involved in the socialization activities of BUMDes product digitalization based on e-catalog. The results of the evaluation using pre-test and post-test questionnaires showed an increase in participants' ability to manage e-catalog-based websites by 90%, and 100% of participants agreed that the e-catalog was very helpful as a promotional media for BUMDes Usaha Sejahtera products in Pejengkolan village. The next community service suggestion is that it is necessary to hold attractive product photo training.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN UNTUK PENGELOLAAN WEBSITE DESA WISATA Adhi Prasetio; Brady Rikumahu; Fajra Octrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26252

Abstract

Abstrak: Keberadaan website merupakan salah satu faktor penting dalam menyampaikan informasi bagi sebuah desa wisata. Untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai media promosi, website memerlukan peran aktif masyarakat untuk mengelola konten yang ditampilkan secara teratur. Pengelolaan konten website ini memerlukan keterampilan dan komitmen khusus dari masyarakat sasar. Melalui kegiatan workshop dan pendampingan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan soft skill dan hard skill nya untuk dapat mengelola konten website desa secara mandiri. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan tiga tahap, yaitu metode ceramah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya website dalam promosi, workshop pengelolaan konten website, dan proses pendampingan yang berkelanjutan. Mitra pada kegiatan ini adalah masyarakat desa wisata sebanyak 40 orang pada saat workshop, dan untuk pendampingan pengelola website sebanyk 15 orang. Evaluasi yanga dilakukan adalah dengan tanya jawab dan pengisian kuesioner. Hasil dari penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan dan lebih dari tujuh orang kandidat pengelola website aktif melakukan kegiatan penulisan artikel untuk konten website. Abstract: The existence of a website is one of the important factors in conveying information for a tourist village. In order to function as a promotional media, the website requires the active role of the community to manage the content that is displayed regularly. Managing the content of this website requires special skills and commitment from the target community. Through this workshop and mentoring activity, it is hoped that the community can improve their soft skills and hard skills to be able to manage the content of the village website independently. To achieve this, three stages are needed, namely the lecture method is carried out to increase awareness of the importance of websites in promotion, website content management workshops, and ongoing mentoring processes. The partners in this activity are 40 people from the tourist village community during the workshop, and 15 people for mentoring website managers. The evaluation carried out was through questions and answers and filling out questionnaires. The results of this community service activity showed that more than 90% of participants felt the benefits of the training provided and more than seven candidate website managers actively wrote articles for website content.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MILIEU PRAKTIK MENGAJAR GURU BERBASIS RISET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA DI SEKOLAH DASAR Yoppy Wahyu Purnomo; Irfan Wahyu Prananto; Octavian Muning Sayekti; Nawang Sulistyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26475

Abstract

Abstrak: Kemampuan numerasi siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bantul masih rendah, sebagaimana ditunjukkan data Asesmen Nasional yang mencatat hanya 46,67% siswa di atas batas minimum, serta hanya 20,5% dari 78 guru yang memiliki tingkat numerasi tinggi. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh pembelajaran yang belum berbasis riset. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa dan guru masih di bawah rata-rata dan belum optimal sehingga diperlukan pendampingan untuk guru dalam penyusunan milieu praktik mengajar guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan numerasi siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill guru dalam merancang milieu praktik mengajar berbasis riset dan softskill guru dalam menerapkan strategi pengajaran dalam meningkatkan kemampuan numerasi ssiwa. Metode kegiatan meliputi praktik langsung dan FGD penyusunan milieu dengan melibatkan 25 guru SD serta kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag Kabupaten Bantul Yogyakarta. Evaluasi dilakukan melalui angket untuk menilai pemahaman konsep, observasi praktik penyusunan milieu, serta umpan balik terkait penerapan strategi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran efektif hingga 90%.Abstract: Elementary school students' numeracy skills in Bantul Regency still need to improve, as shown by National Assessment data, which recorded only 46.67% of students above the minimum limit and only 20.5% of 78 teachers had a high level of numeracy. This low ability is caused by learning that still needs to be research-based. This finding shows that the numeracy skills of students and teachers are still below average and not optimal, so mentoring is needed for teachers in compiling teaching practice milieu in order to improve the quality of student learning and numeracy. This activity aims to improve teachers' hard skills in designing research-based teaching practice milieu and teachers' soft skills in implementing teaching strategies to improve students' numeracy skills. The activity methods include direct practice and FGD on compiling a milieu involving 25 elementary school teachers and collaboration with the Bantul Regency Youth and Sports Education Office, Yogyakarta. Evaluation is carried out through questionnaires to assess understanding of concepts, observation of milieu compilation practices, and feedback related to strategy implementation. This activity has succeeded in increasing teacher competence in designing effective learning by up to 90%.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN WAJAH SESUAI JENIS KULIT BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DI BOJONEGORO Akhmad Al-Bari; Romadhiyana Kisno Saputri; Yani’ Qoriati; Rika Amelia; Muhammad Habiburrohman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26670

Abstract

Abstrak: Remaja pada usia prapubertas atau pubertas rentan mengalami gangguan kulit seperti jerawat. Sekitar 84% santri Pondok Pesantren Adnan Al Charish mengalami gangguan kulit seperti jerawat kulit kering, gatal atau alergi dan infeksi kulit. Alternatif yang dapat dilaksanakan untuk menurunkan masalah kulit adalah dengan pembuatan sabun natural. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri terkait dengan kondisi kulit dan pembuatan sabun wajah sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki. Mitra merupakan santri putri santri putri dengan usia 17-18 tahun yang berjumlah 40 santri. Metode pengabdian dilaksanakan dengan cara pemaparan materi tentang kondisi kulit yang dilanjutkan dengan diskusi, selanjutnya pelatihan pembuatan sabun wajah sesuai jenis kulit dilakukan dengan metode praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan mitra yang dinilai dari nilai pre-post test mengalami peningkatan, saat post test pengetahuan pada kategori sangat baik naik sebesar 47,5% dan pada kategori baik naik sebesar 22,5%. Pengukuran keterampilan membuat sabun di akhir pelatihan menunjukkan 55% mitra memiliki keterampilan dalam kategori baik.Abstract: Adolescents at prepubertal or pubertal age are prone to skin disorders such as acne. About 84% of Adnan Al Charish Islamic Boarding School students experience skin disorders such as dry skin acne, itching or allergies and skin infections. An alternative that can be implemented to reduce skin problems is by making natural soap. Community service activities aim to increase the knowledge and skills of students related to skin conditions and making facial soap according to their skin type. Partners are female santri with the age of 17-18 years, totalling 40 santri. The method is carried out through a presentation on skin conditions, followed by a discussion. This is then followed by a hands-on training session on making facial soap tailored to different skin types.. The results of the activity show that partner knowledge assessed from the pre-post test scores has increased, when the post test knowledge in the excellent category increased by 47.5% and in the good category increased by 22.5%. Measurement of soap making skills at the end of the training showed 55% of partners had skills in the good category.
ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN SELF-CONFIDENCE DALAM KEPUTUSAN KARIER PADA PESERTA DIDIK SMK Aryani, Eka; Nurbaiti, Anifa Tuzzuhroh; Hadi, Abdul; Rahmawati, Endah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26608

Abstract

Abstrak: Pelatihan asertif bertujuan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten dalam pengambilan keputusan karier. Masalah yang sering dihadapi remaja adalah kurangnya pemahaman mengenai konsep diri dan kesulitan dalam mengekspresikan diri secara asertif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep diri, perilaku asertif, dan kepercayaan diri dalam memilih karier. Metode yang digunakan adalah pelatihan asertif melalui sosialisasi, penyuluhan, dan simulasi. Pelatihan ini diikuti oleh 45 peserta didik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan kepercayaan diri peserta dengan jumlah pernyataan pada skala self confidence dan kematangan karir masing-masing berjumlah 25 butir pernyataan. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator, yaitu 40% untuk pemahaman konsep diri, 38% untuk perilaku asertif, dan 55% untuk kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan karier. Kesimpulan, pelatihan asertif terbukti efektif meningkatkan soft skills peserta didik, khususnya dalam hal kepercayaan diri dan pengambilan keputusan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengembangkan program pelatihan lanjutan yang fokus pada komunikasi berbasis self-instruction untuk memperkuat hasil yang telah dicapai. Abstract: Assertive training aims to increase the self-confidence of SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten students in making career decisions. Problems often faced by adolescents are lack of understanding of self-concept and difficulty in expressing themselves assertively. The purpose of this activity is to increase students' understanding of self-concept, assertive behavior, and self-confidence in choosing a career. The method used is assertive training through socialization, counseling, and simulation. This training was attended by [number] students. Evaluation was carried out through pre-test and post-test to measure the increase in understanding and self-confidence of participants. The results showed a significant increase in all indicators, namely 40% for understanding self-concept, 38% for assertive behavior, and 55% for self-confidence in making career decisions. In conclusion, assertive training has proven effective in increasing students' soft skills, especially in terms of self-confidence and decision making. Recommendations for further research are to develop advanced training programs that focus on self-instruction-based communication to strengthen the results that have been achieved. 
IMPLEMENTASI RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PADA BANGUNAN BERINGKAT TINGGI Basori, Basori; Ruliyanta, Ruliyanta; Setiawan, Jodi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Baku mutu air sungai dipengaruhi oleh air yang masuk kedalamnya. Pada bangunan tinggi, sebelum air bilas atau air bekas dibuang ke sungai atau saluran kota, wajib diolah. Permasalahan yang ditemui pada mitra adalah belum dilakukan pelaporan atas kegiatan ini selama periode 2023. Tujuan kegiatan ini menyusun laporan pembuangan air limbah periode Semester 1 dan Semester 2 tahun 2023 yang wajib dilaporkan pada tahun 2024. Metodenya dengan merekap hasil pengukuran kualitas baku mutu air setiap triwulan. .Mitra kami adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta Timur. ecara keseluruhan, hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa kualitas air limbah yang diuji jauh dari standar baku mutu yang berlaku. Hampir semua parameter, kecuali pH, melebihi batas yang diperbolehkan, yang menunjukkan bahwa sistem pengolahan air limbah ini tidak efektif dan memerlukan perbaikan signifikan. Hasil rata-rata dalam setahun adalah Amonia 51,1 untuk BOD, 50,53 COD (Dikromat), 102,4 minyak dan lemak, 9,75 untuk pH dan 7,49 Total Coliform 80.000. Sementara hasil zat padat tersuspensi 17.875. Jika air limbah ini dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan tambahan, hal ini dapat menyebabkan pencemaran yang serius, berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Langkah-langkah perbaikan dalam sistem pengolahan air limbah harus segera dilakukan untuk mengurangi dampak negatif ini.Abstract: River water quality standards are influenced by the water that enters it. In high-rise buildings, before rinse water or used water is discharged into rivers or city channels, it must be treated. The problem encountered by partners is that reporting on this activity has not been carried out during the 2023 period. The aim of this activity is to prepare a report on wastewater disposal for the 1st and 2nd semester of 2023 which must be reported in 2024. The method is to recap the results of measuring the quality of water quality standards every quarter. Overall, the results of these measurements show that the quality of the wastewater tested is far from the applicable quality standards. Almost all parameters, except pH, exceed the permissible limits, which indicates that this wastewater treatment system is ineffective and requires significant improvement. Average results in a year are Ammonia 51.1 for BOD, 50.53 COD (Dichromate), 102.4 oils and fats, 9.75 for pH and 7.49 Total Coliform 80,000. Meanwhile the yield of suspended solids was 17,875. If this wastewater is discharged into the environment without additional treatment, it can cause serious pollution, negatively impacting the environment and public health. Improvement steps in the wastewater treatment system must be taken immediately to reduce this negative impact.
MEMBANGUN BUDAYA K3 DI KALANGAN MAHASISWA: LANGKAH AWAL MENUJU LINGKUNGAN KERJA YANG AMAN Prasetyo, Cahyono Heri; Masyudi, Masyudi; Repi, V. Vekky Ronald
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26438

Abstract

Abstrak: Kecelakaan akibat kerja banyak terjadi di dunia industri. Untuk itu pengenalan K3 sejak dini di kalangan mahasiswa diharapkan mampu mengatasi tingginya kecelakaan kerja. Tujuan pelatihan ini adalah mengenalkan budaya K3 sejak dini kepada mahasiswa sebelum masuk ke dunia industri. Peningkatan budaya K3 merupakan peningkatan softskill bagi seluruh peserta latihan. Metode yang digunakan dengan workshop menggunakan aplikasi Zoom Online. Kegiatan diikuti oleh 98 peserta dengan 63 orang diantaranya adalah mahasiswa dari Jakarta dan sekitarnya, sisanya diikuti oleh masyarakat umum dan pekerja. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta angket kepuasan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 78,27% menjadi 86,63%, atau sebesar 7,88%. Efektivitas pelatihan juga dinilai sangat baik dengan skor 4,375 pada skala 5. Pelatihan ini berhasil meningkatkan softskill peserta, namun diperlukan penambahan waktu pelatihan dan sesi praktik untuk memperkuat hasil.Abstract: Work-related accidents often occur in the industrial world. For this reason, introducing K3 from an early age among students is expected to be able to overcome the high number of work accidents. This training aims to introduce K3 culture from an early age to students before entering the industrial world. Improving K3 culture is an improvement in soft skills for all training participants. The method used in the workshop is the Zoom Online application. The activity was attended by 98 participants with 63 of them being students from Jakarta and surrounding areas. Evaluation is carried out through pre-test and post-tests as well as participant satisfaction questionnaires. The results of the training showed an increase in participants' knowledge from 78.27% to 86.63% or 7.88%. The effectiveness of the training was also rated as very good with a score of 4.375 on Scale 5. This training was successful in improving participants' soft skills, but additional training time and practice sessions were needed to strengthen the results.
WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA DAERAH RAWAN BENCANA DI TIMOR TENGAH SELATAN Pradana, I Putu Yoga Bumi; Andayana, Made Ngurah Demi; Toda, Hendrik; Pah, Theny Intan Berlian Kurniati; Benyamin, Rouwland Alberto; Ibiruni, William Febrianus Umbu; Wijayanti, Nadia Sasmita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26530

Abstract

Abstrak: Program pencegahan stunting merupakan upaya krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana seperti Desa Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting, mengingat tingginya prevalensi stunting di desa ini dan keterbatasan kapasitas kader yang berperan penting dalam mendeteksi dan menangani kasus stunting. Mitra kegiatan ini adalah kader kesehatan posyandu Desa Fatumnasi, yang merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan masyarakat di daerah rawan bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pelatihan dan workshop difokuskan pada pemetaan wilayah rawan stunting serta peningkatan keterampilan kader dalam menghadapi tantangan geografis dan situasi darurat akibat bencana alam. Evaluasi program dilakukan menggunakan metode angket dan survei terhadap peserta untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan bahwa 50% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi, dengan 25% partisipasi aktif dalam diskusi dan workshop. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendukung upaya nasional dalam menurunkan angka stunting, terutama di wilayah rawan bencana.Abstract:.The stunting prevention program is crucial to enhance human resource quality, particularly in disaster-prone areas such as Fatumnasi Village and Timor Tengah Selatan Regency. This program aims to strengthen the capacity of healthcare cadres to prevent stunting, given the high prevalence of stunting in the village and the limited capacity of the cadres, who play a vital role in detecting and addressing stunting cases. The program's partners are the Fatumnasi Village posyandu health cadres, who serve as the frontline in providing public health services in disaster-prone areas. This community service initiative (PkM) involves several stages: preparation, implementation, and evaluation. Training and workshops are focused on mapping areas vulnerable to stunting and enhancing the cadres' skills in tackling geographic challenges and emergencies due to natural disasters. Program evaluation was conducted through questionnaires and surveys to assess participants' understanding. The results indicated that 50% of participants demonstrated improved comprehension of the material, with 25% actively participating in discussions and workshops. This program is expected to be sustainable and support national efforts to reduce stunting rates, particularly in disaster-prone regions. 
PEMBERDAYAAN PKK DALAM PENGEMBANGAN KLOROFIL DAUN KATUK SEBAGAI MINUMAN HERBAL UNTUK ANEMIA Suparmi, Suparmi; Latifah, Fadzil; Hussana, Atina; Ratnawati, Ratnawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26637

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan tanaman obat di Taman Tanaman Obat Tradisional (TOGA) merupakan salah satu realisasi dari program pangan, kesehatan, dan perencanaan sehat dari kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader PKK dalam mengolah daun katuk sebagai minuman herbal pencegah anemia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: sosialisasi tentang manfaat klorofil daun katuk dalam mencegah anemia dan pelatihan pembuatan minuman herbal dari daun katuk. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang kader PKK RW 08 Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Evaluasi keberhasilan program dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Dampak pelatihan terhadap pencegahan anemia diamati berdasarkan pengukuran kadar hemoglobin warga RW 08 sebanyak 70 orang sebelum dan sesudah PkM. Tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader PKK RW 08 mengenai pemanfaatan daun katuk meningkat dari 60% menjadi 90%. Hasil pengukuran kadar hemoglobin menunjukkan terdapat penurunan jumlah warga yang mengalami anemia dari yang semula 27% menjadi 19,4%. Hasil PkM ini diharapkan dapat mendukung kemandirian penyediaan minuman herbal antianemia bagi keluraga dengan memanfaatkan daun katuk.Abstract: The utilization of medicinal plants in the Traditional Medicinal Plant Garden (TOGA) is one realization of the food, health, and wellness planning program led by Family Welfare Empowerment (PKK) cadres. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of PKK cadres in processing katuk leaves into an herbal drink to prevent anemia. The methods of the activity include: educating participants about the benefits of katuk leaf chlorophyll in preventing anemia and training them to make herbal drinks from katuk leaves. Fifteen PKK cadres from RW 08, Sembungharjo Village, Genuk District, Semarang City, participated in this program. Program success was evaluated through questionnaires measuring knowledge and skills before and after the training. The impact of the training on anemia prevention was observed based on hemoglobin measurements of 70 RW 08 residents before and after the community service activity. The knowledge and skills level of RW 08 PKK cadres regarding the use of katuk leaves increased from 60% to 90%. Hemoglobin measurements showed a decrease in the number of residents with anemia, from 27% to 19.4%. The results of this community service activity are expected to support the self-sufficiency of families in providing anti-anemia herbal drinks by utilizing katuk leaves.
PELATIHAN DASAR TEKNOLOGI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA Nurlaily, Diana; Sari, Surya Puspita; Silfiani, Mega; Rama, Luthfy Ahmad; S, Hadiyyan Falakha; Sembiring, Brema; Iqbal, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26453

Abstract

Abstrak: Kompetensi teknologi dasar merupakan hal dasar yang perlu dimiliki oleh siswa. Pemebelajaran terkait teknologi dasar perlu diberikan kepada siswa sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali siswa sekolah dasar terkait teknologi dasar khususnya Ms. Word. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pengajaran yang dilaksanakan di dalam kelas. Pada proses pengajaran siswa diberi materi dan melaksanakan praktikum langsung menggunakan Ms. Word. Mitra kegiatan ini adalah siswa SD kelas 6. Jumlah siswa yang mengiktui pelatihan sebanyak 58 siswa yang dibagi menjadi kelas A, B, dan C. Dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada siswa setelah kegiatan pengajaran didapatkan informasi bahwa kegiatan ini meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan Ms.Word sebesar 72.41%.Abstract: Basic technological competency is a basic thing that students need to have. Learning related to basic technology needs to be given to students from an early age. This community service activity aims to equip elementary school students with basic technology, especially Ms. Word. The method used in this activity is teaching carried out in the classroom. In the teaching process, students are given material and carry out direct practicums using Ms. Word. The partners of this activity are 6th grade elementary school students. The number of students who participated in the training was 58 students who were divided into classes A, B, and C. From the results of the questionnaire distributed to students after the teaching activity, information was obtained that this activity increased students' ability to use Ms. Word by 72.41%.