cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMBUATAN PIRAMIDA TUMBUH DI LAHAN SEMPIT DALAM MENCIPTAKAN PANGAN MANDIRI Windirah, Nola; Yuliarti, Ellys; Sriyoto, Sriyoto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4588

Abstract

Abstrak: Masa pandemi yang diakibatkan oleh keberadaan virus Covid-19 memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan terutama dibidang perdagangan. Wilayah Kota Bengkulu menjadi salah satu sasaran utama penerima dampak dikarenakan sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupanya dalam dunia perdagangan. Penurunan pendapatan rumah tangga dari kegiatan berdagang mengakibatkan adanya penurunan angka belanja, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program pangan mandiri berupa pengadaan kebutuhan pangan keluarga melalui kegiatan menanam menjadi salah satu solusi dalam mengatasi keterbatasan memenuhi kebutuhan utama rumah tangga. Namun, minimnya lahan untuk kegiatan tanam menjadi alasan masyarakat Kota Bengkulu untuk tidak bisa menciptakan pangan mandiri. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan pelatihan penanaman melalui media piramida tumbuh menjadi solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Tanaman sayuran dan TOGA dipilih menjadi tanaman yang akan dibudidayakan pada media piramida tumbuh karena sebagai salah satu upaya pengadaan salah satu pangan (sayuran) yang dibutuhkan dan meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi TOGA untuk mencegah terjangkit Virus Covid-19. Metode kegiatan diawali dengan sosialisasi terkait manfaat program pangan mandiri dan media piramida tumbuh melalui poster. Selanjutnya, pembagian alat dan bahan untuk kegiatan penanaman di media piramida. Tahapan terakhir berupa kontroling secara virtual yang dilakukan selama proses perawatan hingga panen. Kegiatan ini dilakukan di lokasi rumah masing-masing mitra, dengan alasan menghindari kerumunan. Hasil dari kegiatan ini, mitra dapat memenuhi kebutuhan sayuran keluarga melalui hasil panen sayur dan TOGA, serta mitra mendapat tambahan pendapatan melalui kegiatan penjualan hasil panen yang tidak dikonsumsi. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini mampu memberikan solusi kepada masyarakat Kota Bengkulu dalam mengatasi masalah berupa penurunan pendapatan yang berdampak pada kemampuan memenuhi kebutuhan utama rumah tangga. Selain itu, adanya kegiatan penanaman ulang oleh mitra setelah panen menjadi bukti adanya dampak positif yang diberikan dari kegiatan pengabdian ini. Abstract:  The pandemic period caused by the presence of the Covid-19 virus had significant economic impact, especially in the trade sector. City of Bengkulu is one of the main targets for impact recipients because most people depend on trade sector. The decline in household income from trading activities resulted in a decrease in spending, , making it difficult to meet their daily needs. The independent food program in the form of supplying family food needs through planting activities is one of the solutions in overcoming the limitations of meeting the main needs of the household. However, the lack of land for planting activities is the reason for the people of Bengkulu City not to be able to create independent food. Therefore, planting education and training activities through growing pyramid media are a solution in overcoming this problem. Vegetable plants and TOGA were chosen as plants to be cultivated on growing pyramid media because as an effort to procure one of the foods (vegetables) needed and increase body immunity by consuming TOGA to prevent contracting the Covid-19 Virus. The activity method begins with socialization related to the benefits of the independent food program and growing pyramid media through posters. Next, the distribution of tools and materials for planting activities in pyramid media. The final stage is in the form of virtual control, which is carried out during the treatment process until harvesting. This activity was carried out at the location of each partner's house, with the excuse of avoiding crowds. As a result of this activity, partners can meet the family's vegetable needs through vegetable crops and TOGA, and partners can get additional income through selling un-consumed crops. In conclusion, this service activity is able to provide solutions to the people of Bengkulu City in overcoming problems in the form of decreased income which has an impact on the ability to meet the main needs of the household. In addition, the existence of replanting activities by partners after harvest is evidence of the positive impact of this service activity.
PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR DAUN SIRIH PADA KOMUNITAS GURU SDK AKEL Jediut, Mariana; Madu, Fransiska Jaiman; Ntelok, Zephisius R.E.; Mulu, Marlinda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5031

Abstract

Abstrak: Guru selalu berinteraksi dengan banyak orang antara lain dengan peserta didik. Pada masa pandemik Covid 19, maka perlu menyediakan hand sanitizer. Akan tetapi para guru di SDK Akel mengalami kesulitan dalam mempeoleh hand sanitizer yang bermerk. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pelatihan pembuatan hand sanitizer. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat hand sanitizer berbahan dasar daun sirih. Mitra kegiatan adalah para guru di SDK Akel yang berjumlah 13 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik. Pada akhir kegiatan, guru diminta mempraktikkan ulang langkah-langkah pembuatan hand sanitizer di depan tim. Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan pembuatan hand sanitizer adalah daun sirih, jeruk nipis, dan air bersih. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembuatan peserta dalam membuat hand sanitizer. Hal ini terlihat pada hasil angket dan praktik.  Abstract:  Teachers always interact with many people, including with students. During the Covid-19 pandemic, it is necessary to provide hand sanitizer. However, the teachers at the Akel have difficult in obtaining branded hand sanitizers. Therefore, training activities for making hand sanitizers are needed. The purpose of this activity is to improve the skills of teachers in making hand sanitizers made from betel leaf. The activity partners are 13 Elementary School teachers at Akel. The method used is lecture, demonstration, and practice. At the end of the activity, the teacher was asked to re-practice the steps for making hand sanitizers. The materials used in the manufacture of hand sanitizers are betel leaf, lime, and clean water. The results of this activity indicate an increase in the knowledge and skills of participants in making hand sanitizers. This can be seen in the results of the questionnaire and practice.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMASARAN “TOKO LAPAK POLTEKBA GRAHA POLTEKBA” MELALUI DISEMINASI TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN EKONOMI DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Wijayani, Dahyang Ika Leni; Suhaedi, Suhaedi; Finanto, Hasto; Kusno, Hendra Sanjaya; Kango, Riklan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4896

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 memberikan implikasi pada sisi ekonomi Indonesia yang didominasi oleh Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM). Permasalahan ini perlu perhatian khusus karena kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional yang cukup besar, termasuk UMKM Lapak Poltekba yang menjadi mitra pengusul dalam PKM ini. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra UMKM Lapak Poltekba, antara lain: (1) penjualan masih dilakukan secara konvensional; (2) keterbatasan akses jarak akibat pandemi COVID – 19; (3) kurangnya pemahaman mitra mengenai keberlanjutan bisnis dalam situasi pandemi; (4) mitra tidak pernah melakukan pencatatan dan pengeloaan keuangan. Tujuan kegiatan PKM ini untuk memberikan paradigma baru dan solusi kepada mitra dalam berjualan pada masa pandemi Covid-19. Tiga keterampilan akan disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu pembuatan Website, pengisian konten Website, dan promosi penjualan melalui media sosial. Metode dilakukan dengan: (1) Pendampingan pembuatan Website penjualan; (2) Pelatihan dan bimbingan teknis terkait pengoperasian aplikasi sistem informasi penjualan berbasis Website; (3) Pendampingan peningkatan pemahaman tantangan pandemi dengan menerapkan solusi darurat secara daring. Setelah program terjadi peningkatan penjualan sebesar 25% dikarenakan media promosi yang menjangkau wilayah penjualan yang lebih luas. Pelatihan serta pendampingan pada kelompok mitra terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada warga mitra yang tentang pemanfaatan IT dalam pandemi ini sebesar 100%.Abstract:  COVID-19’s pandemic gave an impact to the condition of economy in Indonesian especially for the small medium enterprise that play a vital role to the whole economics. Lapak Poltekba – as a partner to this program – is one of the small medium enterprise in Balikpapan deals with some problems in this pandemic situation, etc: (1) a conventional sales system; (2) distance barrier during pandemic situation; (3) limitation knowledge about business sustainability; (4) the difficulty to prepare financial statements and how to manage the financial management. This program was come to give a solution to the partners – Lapak Poltekba – to survive its business during this difficult situation. The actions are to give some solutions to the partner and it was categorized in 3 skill: (1) establish a Website; (2) fill the sales content on that Website; (3) sales promotion through social media. That action will followed by three methods: (1) accompany partner during sales Website operation; (2) giving training to the partner in order to give a direction how to manage a sales Website; (3) giving an education about how to survive and handle the sales during this covid – 19 pandemic through social media. As the result of this program, sales are increased by 25% and the knowledge of Lapak Poltekba about IT and sales website are increased by 100%.
PELATIHAN PERANGKAT DESA DALAM PENGGUNAAN SISTEM PENGADUAN ONLINE BERBASIS WEB (EC-RESOLVER) UNTUK MENUJU DESA DIGITAL Gede Surya Mahendra; Putu Gede Surya Cipta Nugraha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.201 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4993

Abstract

Abstrak: Menyambut implementasi dari Industri 4.0 di Indonesia, melalui praktik e-government, berbagai sektor telah mengembangkan beragam inovasi untuk pelayanan publik, salah satunya pada sektor pelayanan pengaduan. Untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, penggunaan e-complaint harus digunakan dengan lebih baik, disosialisasikan lebih luas, diajarkan penggunaannya baik oleh perangkat desa sebagai pengelola sistem dan juga masyarakat sebagai pengguna untuk dapat menyampaikan informasi yang terjadi dengan lebih cepat dan selalu dapat digunakan 24 jam. Tujuan yang ingin dicapai adalah Desa Kukuh dapat memiliki sarana e-complaint dengan penggunaan yang luas, dapat digunakan secara efektif dan efesien, dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengusung e-government dengan baik. Metode pelaksanaan pengabdian ini berupa pemberian pelatihan penggunaan EC-Resolver. Hasil kegiatan pelatihan dan pengembangan EC-Resolver pada Desa Kukuh adalah implementasi EC-Resolver serta pengelolaan komplain dapat ditingkatkan yang semula manual menjadi digital dengan pendokumentasian komplain lebih baik dan efesien. Pelaksanaan pelatihan mencapai 79,6% dalam kategori baik. Dari pelatihan ini didapatkan peningkatan kemampuan mitra dalam penggunaan teknologi untuk pengelolaan e-complaint.Abstract: Welcoming the implementation of Industry 4.0 in Indonesia, through e-government practices, various sectors have developed various innovations for public services, one of which is the complaint service sector. To increase the convenience of the community, the use of e-complaint must be better used, more widely disseminated, taught its use both by village officials as system managers and also by the community as users to be able to convey information that occurs more quickly and always be used 24 hours. The goal to be achieved is that Kukuh Village can have e-complaint facilities with wide use, can be used effectively and efficiently, and can improve service quality by properly promoting e-government. The method of implementing this service is in the form of providing training in the use of the EC-Resolver. The result of the training and development of the EC-Resolver in Kukuh Village is that the implementation of the EC-Resolver and complaint management can be improved from being manual to digital by documenting complaints better and more efficiently. The implementation of training reached 79.6% in the good category. From this training, it was found that the partners' ability to use technology for e-complaint management was increased.
PELATIHAN PADA PENGELOLAAN ADMINISTRASI MENGGUNAKAN MICROSOFT OFFICE BAGI STAF DESA PERKEBUNAN LIMAU MANIS Hutahaean, Jeperson; Mulyani, Neni; Azhar, Zulfi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4702

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi terus berkembang namun di desa Limau Manis masih tertinggal dalam hal teknologi khususnya dalam penggunaan komputer. Selain itu tempat kawasan desa jauh dari perkotaan yang masih banyak kekurangan, terutama untuk kawasan yang ada di desa Limau Manis. Beberapa masalah yang dihadapi staf desa di desa limau manis adalah kurang memanfaatkan teknologi perangkat lunak yang ada dalam program komputer. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam menggunakan Microsoft Office dengan baik dan meningkatkan ketrampilan dalam melakukan pelayanan masyarakat menggunakan Microsoft Office. Metode pelatihan yang dilaksanakan dengan cara diskusi dan interaktif untuk menyampaikan pengetahuan kepada peserta pelatihan. Kegiatan ini menggunakan pengetahuan secara teori dan praktek di kelas.  Keberhasilan kegiatan pelatihan ini diukur dengan hasil penilaian peserta melalui tes tertulis. Pelatihan ini berhasil memberikan pemahaman dan pengetahuan yang dapat diimplementasikan di tempat pekerjaan para peserta pelatihan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kemampuan administrasi aparat desa yang sangat membantu dalam penyelesaian tugas-tugas administrasi di desanya. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini ada berjumlah 20 orang, semua peserta mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Hasil penilaian dalam mengikuti kegiatan menggunakan pretest dan posttest.  Para peserta  sudah mampu memahami materi yang disampaikan berdasarkan hasil angka penilaian  untuk hasil pretest mulai 45 sampai 65 dengan nilai rata-ratanya 55,5,  sementara hasil posttest nilainya mulai dari 70 sampai 95 dengan nilai rata-ratanya 86,5.  Abstract: The development of technology continues to develop, but in Limau Manis village, it is still behind in terms of technology, especially in the use of computers. In addition, the location of rural areas far from urban areas is still a lot of shortcomings, especially for the area in the village of Limau Manis. Some of the problems faced by village staff in the village of limau manis were not utilizing the existing software technology in the Computer program. The purpose of this community service activity is to improve the ability of village officials to use Microsoft Office properly. And improving services to the community with the skills to use Microsoft Office. The training method is carried out by means of discussion and interactive ways to convey knowledge to training participants. This activity uses theoretical and practical knowledge in the classroom. The success of this training activity is measured by the results of the participant's assessment through written tests. This training has succeeded in providing understanding and knowledge that can be implemented in the workplaces of the training participants. This knowledge is expected to contribute to improving the administrative capacity of village officials who are very helpful in completing administrative tasks in the village. There were 20 participants who took part in this activity, all participants participated in this activity until it was finished. The results of the assessment in participating in the activities used a pretest and posttest. The participants were able to understand the material presented based on the results of the assessment scores for the pretest results ranging from 45 to 65 with an average score of 55.5, while the posttest results ranged from 70 to 95 with an average score of 86.5.
PELATIHAN TEKNIK MENGIKAT RUMPUT LAUT KEPADA PETANI RUMPUT LAUT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN PROSES PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT Plaimo, Paulus Edison; Wabang, Imanuel Lamma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4852

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pembudidaya rumput laut Desa Blang Merang terkait teknik mengikat bibit rumput laut, agar tidak terlepas ke lingkungan dan proses budidaya dapat berhasil. Tali pengikat yang tidak kuat atau mudah terkelupas dapat meninggalkan serpihan pada tallus rumput laut dan mengurangi kualitas rumput laut sebagai komoditi ekspor. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan dan penyuluhan meliputi; (1) tahap persiapan; (2) tahap penerapan; (3) tahap evaluasi (mengamati proses aplikasi dilokasi budidaya oleh masyarakat pembudidaya). Kegiatan pelatihan dan penyuluhan teknik mengikat bibit rumput laut, dikatakan berhasil oleh sebab adanya perubahan metode atau pola mengikat rumput laut oleh masyarakat pembudidaya. Hal ini tergambar dari kemampuan ketrampilan masyarakat pembudidaya rumput laut Desa Blang Merang yang sudah menerapkannya, seusai kegiatan pelatihan dan penyuluhan teknik mengikat bibit rumput laut dilaksanakan.Abstract:  This community service activity (PkM) aims to improve the understanding of the seaweed farming community of Blang Merang Village related to seaweed seedling binding techniques, so that it does not escape to the environment and the cultivation process can be successful. Fastening straps that are not strong or easily chipped can leave flakes on seaweed tallus and reduce the quality of seaweed as an export commodity. Methods of implementation of training and counseling activities include; (1) the preparatory stage; (2) the implementation stage; (3) the evaluation stage (observing the application process at the location of cultivation by the cultivating community). Training activities and counseling techniques binding seaweed seedlings are said to be successful because of changes in methods or patterns of binding seaweed by the farming community. This is illustrated from the skills of the seaweed farming community of Blang Merang Village who have implemented it, after training activities and counseling techniques binding seaweed seedlings were implemented.
PENINGKATAN GIZI ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBUATAN MP-ASI BERBAHAN IKAN MAIRO Maryam, Andi; Rahmawati, Rahmawati; Elis, Andi; Lismayana, Lismayana; Yurniati, Yurniati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4456

Abstract

Abstrak:Kabupaten Takalar berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Salah satu Desa yang cukup tinggi adalah Desa Palalakkang, Kecamatan Galesong. Berdasarkan survey awal bahwa kelompok ibu memiliki kecenderungan kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah stunting. Tujuan   pengabdian   kepada   masyarakat   ini   adalah   untuk meningkatkan gizi anak sebagai upaya pencegahan stunting melalui pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal yaitu ikan mairo. Metode sosialisasi dalam bentuk interaktif dialog dan demonstrasi membuat makanan tambahan MP-ASIuntuk mencegah stunting yang kaya gizi dan mudah diolah.  Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dengan 51% mengenai stunting dan pengolahan makanan tambahan berbahan lokal. Setelah kegiatan dilakukan, dapat dilihat bahwa terdapat perubahan perilaku peserta dalam mengolah dan memilih makanan tambahan untuk anak dalam mencegah stunting. Abstract: Takalar Regency contributes to the high stunting rate in South Sulawesi Province, Indonesia. One of the villages that is quite high is Palalakkang Village, Galesong District. Based on the initial survey that the group of mothers have a tendency to lack knowledge and skills in preventing stunting.  The purpose of this community service is to improve children's nutrition as an effort to prevent stunting through the manufacture of MP-breast milk made from local food, namely mairo fish. Socialization methods in the form of interactive dialogues and demonstrations make mp-breast milk supplemental foods to prevent stunting that is rich in nutrients and easy to process.  This activity succeeded in increasing participants' knowledge with 51% about stunting and processing additional food made from local materials. After the activity, it can be seen that there is a change in participants' behavior in processing and choosing additional food for children in preventing stunting.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS ZERO WASTE SKALA RUMAH TANGGA SECARA MANDIRI Supinganto, Agus; Haris, Abdul; Utami, Kusniyati; Aswati, Aswati; Riezqy Ariendha, Dian Soekmawaty; Sadakah, Syamsuriansyah; Hardani, Hardani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4721

Abstract

Abstrak: Sampah menjadi permasalahan utama di Indonesia, bahkan termasuk di Kota Mataram. Masih tingginya produksi sampah setiap hari yang dihasilkan oleh rumah tangga dan kurangnya armada pengangkut sampah serta peran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik perlu ditingkatkan. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi mitra yaitu belum sepenuhnya masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik, sehingga pengelolaan sampah organik belum maksimal. Pengabdian ini bertujuan untuk (1) Membekali pengetahuan masyarakat umumnya penerapan prinsip 3R (Refuse, Reduse, Recycle); (2) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya dari sampah; (3) Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatan sampah organik berbasis zero waste. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu berupa penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan materi berupa (1) Pengenalan tentang pengelolaan sampah organik; (2) Pengenalan hasil pengelolaan sampah organik dengan 3R; (3) Pengenalan peralatan untuk pengolahan sampah dengan Prinsip 3R. Mitra pengabdian ini yaitu Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Jumlah peserta yang mengikuti penyuluhan dan pendampingan sebanyak 25 Kepala Keluarga dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telah mendapat pengetahuan dan wawasan tentang pengelolaan sampah organik sejumlah 44% dengan prinsip 3R yang dapat mengatasi masalah limbah rumah tangga dan mengubah limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomis. Sehinga secara luas dapat mengatasi masalah sampah di Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram Kota Mataram. Abstract:  Garbage is the main problem in Indonesia, even including in Mataram City. The high daily waste production produced by households and the lack of waste transport fleets and the role of the community in organic waste management need to be improved. Based on the analysis of the situation, the problem faced by partners is not yet fully the community has knowledge and skills in organic waste management, so organic waste management has not been maximized. This service aims to (1) Equip the knowledge of the public generally the application of the principle of 3R (Refuse, Reduse, Recycle); (2) Provide knowledge to the public about the dangers of waste; (3) Improving people's skills in utilizing zero waste-based organic waste. The method used in this service is in the form of counseling and mentoring conducted by the community service team with materials in the form of (1) Introduction to organic waste management; (2) Introduction of organic waste management results with 3R; (3) Introduction of equipment for waste processing with Principle 3R. This service partner is Pejanggik Village, Mataram District, Mataram City. The number of participants who participated in counseling and mentoring as many as 25 Family Heads with evaluation in the form of pre-test and post-test. The results showed that the community has gained knowledge and insight about organic waste management amounting to 44% with the principle of 3R that can overcome the problem of household waste and turn the waste into economically valuable products. Sehinga can broadly solve the problem of garbage in Pejanggik Village, Mataram District, Mataram City.
EDUKASI KESEHATAN PADA KELOMPOK IBU NIFAS TENTANG ASI EKSKLUSIF DAN PERAWATAN PAYUDARA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Elis, Andi; Maryam, Andi; Yurniati, Yurniati; Mustari, Rohani; Marlina, Marlina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4640

Abstract

Abstrak: Angka kejadian Stunting di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan kian meningkat dari tahun ke tahun, termasuk di Kota Makassar sebagai bagian penting wilayah penangan stunting. Survei awal yang dilakukan terkait pencegahan stunting masih kurangnya ibu balita atau ibu nifas memberikan ASI eksklusif pada bayinya dan cara merawat payudara. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan ibu nifas atau ibu balita terkait pemberian ASI ekslusif dan perawatan payudara sebagai upaya pencegahan stunting pada anak. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu nifas atau ibu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pattingaloang kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar karena terkait dengan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan, dialog interaktif dan praktik perawatan payudara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan mitra sebesar 70% mengenai pemberian ASI eksklusif dan praktik perawatan payudara sebagai pencegahan stunting pada anak serta perubahan perilaku dalam pemberian ASI eksklusif pada bayinya.Abstract:  The incidence of stunting in Indonesia, especially in South Sulawesi, is increasing from year to year, including in Makassar as an important part of the stunting management area. The initial survey conducted regarding the prevention of stunting is mothers of toddler or postpartum mothers still a lack to provide exclusive breastfeeding for their babies and how to care for breasts. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of postpartum mothers or mothers of toddlers regarding exclusive breastfeeding and breast care as an effort to prevent stunting in children. The target of this activity is postpartum mothers who are in the working area of the Pattingaloang Community Health Center in the Ujung Tanah sub-district, Makassar city, because they are related to exclusive breastfeeding. The methods used in this community service are counseling, interactive dialogue and breast care practices. This community service activity succeeded in increasing partners' knowledge by 70% regarding exclusive breastfeeding and breast care practices as a prevention of stunting in children as well as behavioral changes in exclusive breastfeeding for their babies.
PEMBERDAYAAN IBU MENYUSUI DALAM PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN MELALUI PENGELOLAAN BUAH NAGA Olii, Nancy; Claudia, Juli Gladis; Nurhidayah, Nurhidayah; Anggraeni, Ni Made Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4293

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan kurangnya konsentrasi hemoglobin (Hb) di dalam tubuh dan bukan suatu keadaan spesifik, melainkan akibat bermacam-macam reaksi patologis dan fisiologis. Kelompok wanita usia reproduksi lebih rentan terhadap kekurangan zat besi yang mengakibatkan anemia, terutama selama kehamilan dan menyusui. Zat besi merupakan mineral yang sangat dibutuhkan untuk membentuk eritrosit dan juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin dan berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh, saat hamil kebutuhan zat besi meningkat dua kali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam darah dengan mengkonsumsi buah naga. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi, demonstrasi, dan praktik kepada ibu menyusui agar bisa memahami tentang manfaat dan cara pengolahan buah naga serta mampu melakukan secara mandiri sebagai upaya dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Tahapan kegiatan terdiri dari (1) Melakukan pretest pengetahuan dan pemeriksaan hemoglobin; (2) Memberikan edukasi dan demonstrasi, (3) Melakukan  praktik tentang cara pengolahan buah naga; (4) Melakukan evaluasi peningkatan pengetahuan, kadar hemoglobin dan keterampilan mengolah buah naga.  Hasil yang dicapai yakni adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata 74,69% dan peningkatan kadar hemoglobin dengan rata-rata 12,01 gr/dl. Peserta juga mampu mengolah buah naga secara mandiri, serta diharapkan mampu mengajarkan kepada masyarakat sekitar. Abstract: Anemia is a lack of hemoglobin (Hb) concentration in the body and is not a specific condition, but a result of a variety of pathological and physiological reactions.  Women of reproductive age are more susceptible to iron deficiency which results in anemia, especially during pregnancy and breastfeeding.  Iron is a mineral that is needed to form erythrocytes and also acts as a component to form myoglobin and functions in the body's defense system.  One alternative that can be done to increase iron levels in the blood is by consuming dragon fruit.  The purpose of this activity is to provide education, demonstration, and practice to breastfeeding mothers so that they can understand the benefits and ways of processing dragon fruit and be able to do it independently as an effort to increase hemoglobin levels.  The activity stages consisted of (1) Conducting a pre-test of knowledge and checking hemoglobin; (2) Providing education, and demonstrations and (3) Practices on how to process dragon fruit; (4) Evaluate the increase in knowledge, hemoglobin levels and skills in dragon fruit processing.  The results achieved were an increase in the participants knowledge by an average of 74.69 and an increase in hemoglobin levels by an average of 12.01 g / dl.  Participants are also able to process dragon fruit independently, and are able to teach the surrounding community.

Page 38 of 309 | Total Record : 3084