cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PELATIHAN MEMBUAT MEDIA BLENDED LEARNING BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN WAKELET BAGI GURU IPA Muhamad Arif Mahdiannur; Wahono Widodo; Hasan Subekti; Siti Nurul Hidayati; Ernita Vika Aulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.343 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5314

Abstract

Abstrak: Penerapan pembelajaran daring dan tatap-muka terbatas di sekolah menimbulkan masalah, khususnya dengan tuntutan kurikulum dan pengurangan waktu belajar di sekolah akibat pandemi. Para guru IPA belum akrab dengan media blended learning yang mendukung pembelajaran sains dengan pendekatan saintifik dan belum melaksanakan pembelajaran daring yang efektif. Pelatihan ini bertujuan untuk melatihkan para guru IPA dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran dengan model blended learning secara praktis dan efisien. Metode yang digunakan adalah pelatihan dalam studi evaluasi kelompok tunggal secara campuran. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah MKKS SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sasaran pelatihan adalah 42 guru pengampu IPA. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru IPA dalam membuat media blended learning dengan pendekatan saintifik sebesar 50%. Perubahan pengetahuan dan keterampilan ini tampak dari produk koleksi RPP interaktif serta Sumber Belajar atau Tugas Proyek digital dengan memperhatikan konten, desain, serta aspek teknis dan fungsionalitas.Abstract: The limited implementation of online and face-to-face learning in schools creates problems, especially with the demands of curriculum and reduced learning time in schools. Science teachers are not familiar with blended learning media and have not implemented online learning effectively. This community service activity aimed to facilitate the science teachers in designing, implementing, and evaluating the learning process with the blended learning model that met practical and efficient criteria. The method used is training in a single-group evaluation study that arranged in a blended program. The partner of this community service activity was the Principal Association (MKKS) for Public and Private Junior High Schools in the Gresik Regency, East Java. The target of this program were 42 science teachers. This training succeeded to improve the knowledge and skills of science teachers in making blended learning media by 50%. This change in knowledge and skills reflected from the collection of digital interactive Lesson Plans and Learning Resources or Project Assignments that met the content, 
PENTINGNYA GIZI PADA IBU HAMIL DI MASA PANDEMI COVID 19 Nurul Hidayah Bohari; Haerani Rani Gaffar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.603 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5105

Abstract

Abstrak: Masa pandemi COVID-19 merupakan kejadian wabah virus terbesar yang terjadi di dunia. Dampak klinis dari COVID-19 menyerang keluarga, komunitas, bahkan negara termiskin akan terkena dampak paling parah. Jika digabungkan, dampak-dampak ini kemungkinan besar akan memiliki konsekuensi besar pada gizi ibu hamil dalam jangka pendek, menengah dimana wanita yang paling rentan terkena dampak kekurangan gizi pada ibu hamil. Tujuannya untuk memberi edukasi pada ibu hamil bahwa pentingnya gizi pada ibu hamil selama pandemi COVID 19. Adapun metode yang digunakan yaitu dengan cara penyuluhan. Mitra kerjasama yaitu dengan Puskesmas Caile Kabupaten Bulukumba. Kegiatan evaluasi yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) Evaluasi formatif yang mencakup evaluasi awal (pre-test) dan evaluasi akhir (post-test). Para ibu hamil sangat antusias selama kegiatan berlangsung, banyaknya yang ingin bertanya setelah pemaparan materi diberikan. Sebaliknya, pemateri memberikan umpan balik kepada peserta untuk melihat sejauh mana pemahaman ibu hamil terkait materi yang telah diberikan. Dari 20 peserta untuk soal pretest adapun hasil yang didapatkan yaitu 65% dari total keseluruhan jawaban yang benar dijawab oleh peserta. Sedangkan untuk posttest didapatkan hasil 94%. Dilihat dari peningkatan hasil posttest dapat dilihat bahwa ibu mendapatkan beberapa ilmu terkait gizi ibu hamil selama di masa pandemi covid 19, karena adanya peningkatan dari 65% menjadi 94%. Abstract:  The COVID-19 pandemic is the largest viral outbreak in the world. The clinical impact of COVID-19 on families, communities, and even the poorest countries will be most severely affected. Combined, these impacts are likely to have major consequences on the nutrition of pregnant women in the short, medium term where women are most vulnerable to malnutrition in pregnant women. The goal is to educate pregnant women that the importance of nutrition in pregnant women during the COVID 19 pandemic. The method used is by means of counseling. Cooperation partners are with the Puskesmas Caile Bulukumba Regency. Evaluation activities conducted are as follows: (1) Formative evaluation which includes pre-test and post-test. Pregnant women are very enthusiastic during the activity, many want to ask questions after the exposure of material is given. Instead, the presenter provided feedback to participants to see the extent of the pregnant woman's understanding of the material that had been given. Of the 20 participants for the pretest question, the results were 65% of the total answer answered by the participants. As for posttest obtained results 94%. Judging from the increase in posttest results can be seen that mothers get some knowledge related to nutrition of pregnant women during the covid 19 pandemic, due to an increase from 65% to 94%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU SDN NGARGOGONDO MAGELANG DALAM MELAKUKAN PENILAIAN MELALUI WORKSHOP EVALUASI KURIKULUM 2013 Aslam Aslam; Sri Lestari Handayani; Zulherman Zulherman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.611 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5246

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini telah dilakasnakan pada 25-26 Februari 2019 dan bermitra dengan SDN Ngargogondo Magelang Jawa Tengah. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan memperdalam pemahaman guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran khususnya penilaian yang digunakan pada kurikulum 2013. Peserta kegiatan pengabdian ini adalah 21 guru-guru perwakilan SDN di sekitar daerah Ngargogondo. Terdapat 4 sekolah yang menjadi peserta kegiatan pengabdian ini yaitu SDN Tanjungsari, SDN Ngargogondo, SDN Borobudur, dan SDN Wanurejo. Kegiatan pengabdin ini dilakukan berdasarkan informasi bahwa mayoritas guru di SD tersebut mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian Kurikulum 13 yang berbasis komputer. Hal ini dikarenakan mayoritas guru belum mahir dalam mengoperasikan komputer dengan baik dan kemampuan guru dalam melakukan evaluasi masih minim sehingga dibutuhkan pelatihan yang cocok untuk mengatasi hal tersebut yaitu pelatihan penilaiakan K13. Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan adalah (1) Tahap persiapan berupa observasi, pemantapan dan penentuan lokasi sasaran, dan komunikasi dengan mitra; (2) Tahap pelaksanaan berupa paparan materi dan simulasi; dan (3) Tahap evaluasi diberikan dengan diskusi hasil pelaksanaan kegiatan. Hasil. akhir kegiatan menunjukan bahwaMelalui pelatihan yang dilakukan, kompetensi guru-guru meningkat dalam melakukan evaluasi kurikulum 2013.guru-guru di SDN Ngargogondo dapat meningkatkan pengetahuan dan memperdalam pemahaman guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran khususnya penilaian yang digunakan pada kurikulum 2013. Abstract: This service activity has been carried out in partnership with SDN Ngargogondo Magelang, Central Java. The purpose of this activity is to increase knowledge and deepen teachers' understanding in evaluating learning, especially the assessment used in the 2013 curriculum. The participants of this service activity are 21 teachers from SDN representatives around the Ngargogondo area. There are 4 schools participating in this service activity, namely SDN Tanjungsari, SDN Ngargogondo, SDN Borobudur, and SDN Wanurejo. This service activity was carried out based on information that the majority of teachers in the elementary school had difficulties in conducting computer-based Curriculum of 13 assessments. The steps of the activities to be carried out are (1) the preparation stage in the form of observation, stabilization and determination of target locations, and communication with partners; (2) The implementation stage is in the form of material exposure and simulation; and (3) the evaluation stage is given a question in the form of a post-test. The final result of the activity shows that the competence of teachers increases in evaluating the 2013 curriculum.This service activity was carried out on February 25-26, 2019, in partnership with SDN Ngargogondo Magelang, Central Java. The participants of this service activity were 21 teachers representing SDN around the Ngargogondo area. Four schools participate in this service activity, namely SDN Tanjungsari, SDN Ngargogondo, SDN Borobudur, and SDN Wanurejo. This service activity was carried out based on information that most teachers in the elementary school had difficulties conducting computer-based K13 assessments. This was because most teachers were not proficient in operating computers properly, and the ability of teachers to conduct evaluations was still minimal, so that appropriate training is needed to overcome this, namely K13 assessment training. The steps of the activities to be carried out are: 1) The preparation stage in the form of observation, stabilization, and determination of target locations, and communication with partners; 2) The implementation stage is in the form of material exposure and simulation; and 3) Evaluation stage. Teachers at SDN Ngargogondo can increase knowledge and deepen teachers' understanding in evaluating learning, especially the assessment used in the 2013 curriculum. 
PEMBANGUNAN KOMPETENSI LITERASI DIGITAL SEKTOR PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI #RTIKABDIMAS Rinda Cahyana; Ridwan Setiawan; Hilmi Aulawi; Bambang Tri Santoso
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.579 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5076

Abstract

Abstrak: Kebijakan pemerintah terkait pembelajaran daring untuk pencegahan penyebaran Covid-19 menjadi masalah bagi lembaga pendidikan di Garut yang belum menerapkan sistem pembelajaran daring, di mana tenaga pendidik dan peserta didiknya belum memiliki kompetensi literasi digital yang memadai. Pengabdian ini bertujuan untuk membangun kompetensi literasi digital sektor pendidikan. Sasaran mitra kegiatannya adalah lembaga pendidikan formal dan non formal di kabupaten Garut. Tiga puluh sembilan tim dari empat kelas paralel mata kuliah Relawan TIK melaksanakan kegiatan pelayanan berupa sosialisasi dan workshop secara luring dan daring di bawah bimbingan 4 orang dosen dan asistennya. Laporan akhir tim #RTIKAbdimas mengungkapkan kinerja relawan TIK yang berhasil menerapkan 54 teknologi informasi di lingkungan mitra, menyebarkan 62 konten digital terkait literasi digital, dan meningkatkan rata-rata pengetahuan literasi digital mitra sekitar 17,26 poin dari skor awal 60 poin. Sekitar 80% mitra kegiatannya adalah lembaga pendidikan formal, dan 20% adalah lembaga pendidikan non formal.Abstract:  Government policies related to online learning to prevent the spread of Covid-19 are a problem for educational institutions in Garut that have not implemented an online learning system, where educators and students do not yet have adequate digital literacy competencies. This service aims to build digital literacy competencies in the education sector. The target partners of its activities are formal and non-formal educational institutions in the Garut district. Thirty-nine teams from four parallel classes of ICT Volunteer courses carry out service activities in the form of socialization and workshops offline and online under the guidance of 4 lecturers and their assistants. The final report of the #RTIKAbdimas team revealed the performance of ICT volunteers who successfully implemented 54 information technologies in partner environments, disseminated 62 digital content related to digital literacy, and increased the average digital literacy knowledge of partners 17.26 points from an initial score of 60 points. About 80% of its activity partners are formal education institutions, and 20% are non-formal education institutions.
PERAN AKTIF KADER PKK MELALUI WIRAUSAHA TERHADAP PENINGKATAN PEREKONOMIAN KELUARGA Asmi Ayuning Hidayah; Arum Wahyuni Purbohastuti; Didik Aribowo; Desmira Desmira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.836 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5273

Abstract

Abstrak: Kegiatan Gerakan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) menekankan pada prinsip pemberdayan dan partisipasi masyarakat lewat pemberdayaan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa peran serta dan kontribusi 20 kader dan pengurus PKK terhadap sinergitas di lingkungan masyarakat Kota Cilegon, khususnya di Kecamatan Jombang Kota Cilegon Propinsi Banten. Metode yang digunakan adalah berupa sosialisasi dan pelatihan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif dalam rangka mendapatkan kesimpulan dari data yang diperoleh dan di analisis untuk proses selanjutnya adalah menyusun kriteria dari gambaran umum institusi sebagai objek penelitian. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan 92 % peran pengurus dan kader PKK dalam bidang perekonomian masyarakat di Kecamatan Jombang Kota Cilegon terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dengan indictor peningkat diperoleh dari pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mempersiapkan kader PKK melalui berwirausaha. Hasil lainnya berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipatkan kader PKK yang bermanfaat untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengembangan usaha kader PKK peningkatan pendapatan keluarga. Abstract: The activities of the PKK (Family Empowerment and Welfare) movement emphasize the principles of community empowerment and participation through family empowerment. This activity aims to identify and analyze the participation and contribution of 20 PKK cadres and administrators to the synergy in the Cilegon City community, especially in Jombang District, Cilegon City, Banten Province. The method used is in the form of socialization and training using descriptive qualitative research methods that are explorative in order to obtain conclusions from the data obtained and analyzed for the next process is to develop criteria from the general description of the institution as the object of research. The results achieved showed a 92% increase in the role of PKK administrators and cadres in the community economy in Jombang District, Cilegon City towards improving the community's economy with increasing indicators obtained from knowledge and skills in order to prepare PKK cadres through entrepreneurship. Another result is an increase in the knowledge and skills that have been obtained by PKK cadres which are useful for solving various problems faced in daily life, especially in developing the business of PKK cadres to increase family income.
PELATIHAN MANAJEMEN MASJID PADA ERA INDUSTRI 4.0 Rianto, Hartato; Putri, Anita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.932 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5133

Abstract

Abstrak: Program kemitraan masyarakat (PKM) ini merupakan salah satu bentuk solusi yang ditawarkan oleh Tim Abdimas untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi para pengurus masjid di Kecamatan Sunggal. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini memberikan pelatihan pembuatan laporan keuangan secara manual dan digital, penggunaan dana zakat infak secara produktif, serta penggunaan teknologi informasi pada setiap aktivitas masjid. Pelatihan telah dilakukan dengan metode ceramah dan terdapat tiga materi pokok dalam ceramah tersebut. 1) Membuat Laporan keuangan Masjid secara manual dan menggunakan teknologi, 2) Manajemen Masjid Moderen, 3) Masjid Sebagai Pusat Peradaban Islam. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman mengenai akuntabilitas secara signifikan, khususnya laporan keuangan, serta munculnya motivasi untuk berupaya meningkatkan akuntabilitas masjid.Abstract: This community partnership service  is one form of solution offered by researchers to overcome the problems that are being faced by mosques in Sunggal District. This Community Partnership Service provides training in making financial reports manually and digitally, using zakat infaq funds productively, and using information technology in every mosque activity. The training will be conducted using the lecture method and there are three main topics in the lecture. 1) Making Mosque financial reports manually and using technology, 2) Modern Mosque Management, 3) Mosques as Centers of Islamic Civilization. The results of this community service can be seen from the increase in knowledge, understanding of accountability, especially financial reports, as well as the emergence of motivation to seek to improve mosque accountability.
PELATIHAN DESAIN MOCKUP DAN LOGO SEBAGAI BRANDING PRODUK UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL BAGI UMKM Dani Arifudin; Linda Heryanti; Dian Pramesti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.746 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5304

Abstract

Abstrak: Produk UMKM hingga saat ini terus mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan trend permintaan pasar. Dilihat pada data Bantuan Pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) hingga saat ini ada sekira 53.778 unit usaha. Sebagai upaya dalam mengimbangi persaingan pasar, pelaku UMKM harus terus melakukan inovasi dan kreatifitas untuk meningkatkan kualitas produk nya, salah satunya melalui branding produk berupa desain mockup dan logo. Tujuan pelatihan ini agar pelaku UMKM mengerti tentang pentingnya membangun branding produk melalui desain mockup dan logo untuk memberikan identitas pada sebuah produk yang mampu mempengaruhi konsumen untuk memilih produknya dibandingkan produk pesaing lainnya. Metode pelaksanaan pelatihan dimulai dari tahap survei dan observasi kepada mitra, yakni pelaku UMKM di Purwokerto, kemudian penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan melalui workshop dengan media zoom dan tahap terakhir evaluasi kegitan dengan melihat hasil karya desain mockup dan logo masing-masing pelaku UMKM setelah mengikuti workshop. Hasil dari pelatihan tersebut 30 peserta dapat mengoperasikan aplikasi Canva sebagai media pembuatan desain mockup dan logo.  Abstract:  Until now, UMKM products continue to experience quite rapid development in line with market demand trends. Judging from the data on Government Assistance for Micro Business Actors (BPUM) to date there are approximately 53,778 business units. As an effort to balance market competition, UMKM actors must continue to innovate and be creative to improve the quality of their products, one of which is through product branding in the form of mockup and logo designs. The purpose of this training is for UMKM actors to understand the importance of building product branding through mockup and logo designs to give identity to a product that is able to influence consumers to choose their products compared to other competing products. The training implementation method starts from the survei and observation stage to partners, namely UMKM actors in Purwokerto, then preparing materials, conducting training through a workshop with zoom media and the final stage of evaluating activities by looking at the results of mockup designs and logos of each UMKM actor after attending the workshop. As a result of the training, 30 participants were able to operate the Canva application as a medium for making mockup and logo designs.Keywords: Abstrak: Produk UMKM hingga saat ini terus mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan trend permintaan pasar. Dilihat pada data Bantuan Pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) hingga saat ini ada sekira 53.778 unit usaha. Sebagai upaya dalam mengimbangi persaingan pasar, pelaku UMKM harus terus melakukan inovasi dan kreatifitas untuk meningkatkan kualitas produk nya, salah satunya melalui branding produk berupa desain mockup dan logo. Tujuan pelatihan ini agar pelaku UMKM mengerti tentang pentingnya membangun branding produk melalui desain mockup dan logo untuk memberikan identitas pada sebuah produk yang mampu mempengaruhi konsumen untuk memilih produknya dibandingkan produk pesaing lainnya. Metode pelaksanaan pelatihan dimulai dari tahap survei dan observasi kepada mitra, yakni pelaku UMKM di Purwokerto, kemudian penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan melalui workshop dengan media zoom dan tahap terakhir evaluasi kegitan dengan melihat hasil karya desain mockup dan logo masing-masing pelaku UMKM setelah mengikuti workshop. Hasil dari pelatihan tersebut 30 peserta dapat mengoperasikan aplikasi Canva sebagai media pembuatan desain mockup dan logo.Kata Kunci: Branding Produk; Desain Mockup; Logo; UMKMAbstract:  Until now, UMKM products continue to experience quite rapid development in line with market demand trends. Judging from the data on Government Assistance for Micro Business Actors (BPUM) to date there are approximately 53,778 business units. As an effort to balance market competition, UMKM actors must continue to innovate and be creative to improve the quality of their products, one of which is through product branding in the form of mockup and logo designs. The purpose of this training is for UMKM actors to understand the importance of building product branding through mockup and logo designs to give identity to a product that is able to influence consumers to choose their products compared to other competing products. The training implementation method starts from the survei and observation stage to partners, namely UMKM actors in Purwokerto, then preparing materials, conducting training through a workshop with zoom media and the final stage of evaluating activities by looking at the results of mockup designs and logos of each UMKM actor after attending the workshop. As a result of the training, 30 participants were able to operate the Canva application as a medium for making mockup and logo designs.Keywords: Product Branding; Mockup Design; Logo; UMKM  
PENERAPAN ALAT CUCI TANGAN PORTABEL DENGAN TEKNIK MOVEABLE HAND WASHER (MHW) SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENULARAN COVID-19 Ratih Permana Sari; Muhammad Yakob; Molani Paulina Hasibuan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.557 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5096

Abstract

Abstrak: Saat ini dunia sedang fokus pada penanganan wabah virus COVID-19 yang sudah dinyatakan sebagai pandemi pada awal Januari 2020. Desa Lhok Banie Relokasi Perumahan Pusong adalah salah satu wilayah di kota Langsa yang sudah dinyatakan sebagai daerah zona merah penyebaran COVID-19 oleh Bapak Walikota. Terdapat 9 kasus positif COVID-19 pada bulan Agustus 2020 di wilayah ini. Maka dari itu dilakukan suatu penanganan dengan cara menjaga kebersihan dari virus tersebut. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pelatihan mengenai penerapan alat cuci tangan portable dengan teknik moveable hand washer yang bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Peserta pengabdian adalah masyarakat Desa Lhok Banie Relokasi Perumahan Pusong Kota Langsa Provinsi Aceh. Metode yang digunakan yaitu survai mitra, desain alat, konsultasi desaian, pembuatan alat, penyerahan alat, pelatihan penggunaan dan pelatihan perawatan alat. Hasil yang diperoleh adalah alat dapat dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan masyarakat Desa. Alat cuci tangan ini telah digunakan dengan baik oleh warga masyarakat Desa Lhok Banie Relokasi Perumahan Pusong. Setelah mendapat penyuluhan tentang pentingnya cuci tangan, berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk cuci tangan. Abstract: Currently the world is focusing on handling the COVID-19 virus outbreak which was declared a pandemic in early January 2020. Lhok Banie Village Pusong Housing Relocation is one of the areas in Langsa city that has been declared a red zone area for the spread of COVID-19 by the Mayor. There were 9 positive cases of COVID-19 in August 2020 in the region. Therefore, a treatment is carried out by maintaining the cleanliness of the virus. The purpose of this Community Service activity is training on the application of portable hand washing equipment with a movable hand washer technique that can be used and utilized by village communities as an effort to prevent the transmission of Covid-19. The service participants are the people of Lhok Banie Village for Pusong Housing Relocation, Langsa City, Aceh Province. The methods used are partner survey, tool design, design consultation, tool manufacture, tool delivery, use training and tool maintenance training. The results obtained are that the tool can be used properly and is beneficial for the community in the village community. This hand washing tool has been used well by residents of Lhok Banie Village for Pusong Housing Relocation. After receiving counseling about the importance of hand washing, it has an impact on increasing public awareness to wash hands.
CINEMA THERAPY DAN FOCUS GROUP DISCUSSION: UPAYA PREVENTIF INTERNALIZED SEXISM TERHADAP BUDAYA PATRIAKI Situmorang, Lisbet; Widyanta, Mentari Nadia; Mardiana, Lisna; Rosidah, Kholifatur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.345 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5059

Abstract

Abstrak: Dalam kehidupan bermasyarakat, laki-laki mendapatkan peran yang asimetris daripada perempuan. Sehingga, bermunculan ungkapan ketidaksetaraan dalam keinginan untuk berkontribusi untuk lingkungan sekitar dari perempuan. Masyarakat menanggap sebuah hal ini “tidak sesuai” dengan norma-norma yang ada karena laki-laki dianggap sebagai individu paling utama, paling unggul, dan dominan dalam masyarakat. Ketidaksetaraan antara peran laki-laki dan perempuan menjadi salah satu hambatan struktural yang menyebabkan individu dalam masyarakat tidak memiliki akses yang sama. Permasalahan yang diangkat di alam pengabdian program ini adalah ketidaksetaraan gender dalam beraktifitas sebagai perempuan di Kota Samarinda. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pengetahuan pentingnya kesetaraan gender dalam berkehidupan. Program unggulan Cinema Therapy dan Focus Group Discussion, program edukasi keseteraan gender ke masyarakat sebagai metode penyelesaian masalah. Langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah yaitu (1) edukasi perilaku internalized sexism dan budaya patriaki, (2) Menonton Film Kartini, (3) berdiskusi nilai / makna dari film. Setelah materi dan film diperlihatkan, masyarakat mengalami penurunan tingkat internalized sexism. Sehingga, para remaja dapat memahami kesetaraan gender.Setelah materi dan film diperlihatkan, masyarakat mengalami penurunan tingkat internalized sexism. Abstract: In social life, men get asymmetrical roles than women. Thus, there are expressions of inequality in desire to contribute to environment from women. Society considers this matter "incompatible" with existing norms because men are considered the important, superior, and dominant individuals in society. Inequality between the roles of men and women is one of the structural barriers that causes individuals in society to not have equal access. The problem raised in this program is gender inequality in activities as women in Samarinda City. This Community Service Program aims to increase knowledge about the importance of gender equality in life. Cinema Therapy and Focus Group Discussion flagship programs, gender equality education programs community as a method of problem solving. The steps in solving the problem are (1) educating the behavior of internalized sexism and patriarchal culture, (2) watching Kartini, (3) discussing the meaning of the film. After the materials and films were shown, society experienced a decrease in the level of internalized sexism. So, young people can understand gender equality.In social life, men get asymmetrical roles than women. Thus, there are expressions of inequality in the desire to contribute to environment from women. Society considers this matter "incompatible" with existing norms because men are considered the most important, superior, and dominant individuals in society. Inequality between men and women is one of the structural barriers that causes individuals in society to haven’t equal access. The problem raised in is gender inequality in activities as women in Samarinda City. This Community Service Program to help increase knowledge about importance of gender equality in life. Cinema Therapy and Focus Group Discussion flagship programs, gender equality education programs to the community as a method of problem solving. The steps in solving the problem are (1) educating internalized sexism and patriarchal culture, (2) watching the Kartini film, (3) discussing the value / meaning of the film. After the materials and film were shown, society experienced a decrease in the level of internalized sexism. 
PENCEGAHAN COVID-19 DAN PENGUATAN GIZI MASYARAKAT PADA KELOMPOK TANI PELANGI Sudarma, I Made Adi; Pari, Aris Umbu Hina; Pati, Denisius Umbu; Sirappa, Iven Patu; Uli, Reynaldy D.P.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.858 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5260

Abstract

Abstrak: Penyebaran Covid-19 semakin tinggi setiap harinya baik di tingkat nasional maupun daerah termasuk di Kabupaten Sumba Timur. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan untuk menyediakan informasi kepada masyarakat terkait bahaya dan cara pencegahan virus Covid-19 melalui penyediaan kebutuhan pokok dan pelatihan pembuatan pakan ternak itik. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan kepada 10 orang perwakilan kelompok Tani Pelangi di Kelurahan Kawangu dan dievaluasi dengan metode kuesioner. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah 50% anggota kelompok belum memahami pencegahan Covid-19, 80% anggota kelompok tani menyatakan bahwa pemberian kebutuhan pokok berupa beras, telur, bak cuci tangan dan sabun sangat membantu, 70% anggota kelompok tani memahami materi sosialisasi Covid-19 dengan GERMAS, 70% anggota kelompok tani memahami materi pelatihan yang diberikan terkait pembuatan pakan ternak itik, dan 50% anggota kelompok tani bersedia untuk mempraktekkan teknik pembuatan ransum itik di rumah masing-masing. Abstract: The spread of Covid-19 increase day by day in nasional and regional level include Sumba Timur Region. The purpose of this community service activity is to provide information to the public about the dangers and ways of preventing Covid-19 through providing basic food assistance and training for ducks feed. The activity method uses socialization and training for 10 farmers as members of the Pelangi farmer group and also using questioner as part of evaluation. The results show that 50% of group members do not understand the prevention of Covid-19, 80% of farmer group members state that providing basic necessities in the form of mask, rice, eggs, washing tubs and soap is very helpful, 70% of farmer group members understand Covid-19 socialization materials with GERMAS, 70% of farmer group members understand the training materials provided regarding the manufacture of duck feed, and 50% of farmer group members are willing to practice techniques for making duck rations in their respective homes.

Page 58 of 309 | Total Record : 3084