cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
MITIGASI COVID 19 MELALUI PELATIHAN MEMBUAT HAND SANITIZER TAKMIR MASJID SEBAGAI UPAYA MINIMALISASI PENYEBARAN VIRUS CORONA DI KLASTER TEMPAT IBADAH Ulfi Andrian Sari; Hayyun Lathifaty Yasri; Khadijah Fahmi Hayati Holle
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.531 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5242

Abstract

Abstrak: Di era new normal, kebutuhan hand sanitizer penting untuk mencegah penyebaran virus corona, sehingga perlu diadakan pelatihan pembuatan hand sanitizer sesuai standar WHO. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada takmir masjid untuk membuat hand sanitizer secara mandiri. Metode pengabdian menggunakan Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari plan, action dan refleksi. Peserta pelatihan adalah takmir masjid di Kelurahan Purwantoro sebanyak 50 orang. Hasil dari pengabdian ini adalah 1) perencanaan dilakukan dengan pihak kelurahan Purwantoro dan kepala rukun warga (RW) 5 terlaksana dengan baik. 2) Tahap action terlaksana dengan baik. Hasil pengamatan yang dilakukan saat praktik membuat hand sanitizer sebanyak 75% takmir masjid mampu membuat hand sanitizer. 3) Refleksi dilakukan dengan pendistribusian hand sanitizer dan masker ke masjid-masjid di Purwantoro.Abstract:  In the new normal era, the need for Hand Sanitizers to prevent the spread of the COVID-19 pandemic is urgently needed, so training on making hand sanitizers is needed according to WHO standards. The purpose of this service is to provide training to the manager’s mosque to make hand sanitizers independently. The service method uses Participatory Action Research (PAR) which consists of plan, action and reflection. The training participants are manager’s mosque in Purwantoro Village as many as 50 people. The results of this service are 1) the planning carried out with the Purwantoro village and the head of the community unit (RW) 5 is carried out well. 2) The action stage was carried out well. The results of observations made during the practice of making hand sanitizers were 75% of manager’s mosque were able to make hand sanitizers. 3) Reflection is done by distributing hand sanitizers and masks to mosques in Purwantoro.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DAN PELATIHAN GOOGLE CLASSROOM PADA MATERI PARAGRAPH WRITING Pranoto, Yohanes Heri; Inharjanto, Anselmus; Ratnaningsih, Paskalina Widiastuti; Clara, Catharina; Leovani, Ega
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.935 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4999

Abstract

Abstrak: Pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi telah mendapatkan banyak evaluasi dari setiap institusi atau satuan pendidikan. Seperti kebanyakan sekolah, Seminari Menengah Santo Paulus Palembang sebagai dormitory school juga mengalami tantangan dalam menjalankan pembelajaran dengan tetap mengutamakan mutu. Satu kebijakan yang diambil adalah program seminaris diaspora - siswa tinggal di paroki asal mereka atau unit pastoral terdekat dengan tempat tinggal mereka. Selama program diaspora, seminaris tetap mendapatkan materi belajar dan pendampingan rohani yang memadahi dan berkesinambungan, baik dari pamong seminari maupun pastor paroki tempat mereka tinggal. Melalui program ini, siswa mendapatkan pendampingan tentang self-management selama pembelajaran jarak jauh dan bagaimana penggunaan media google classroom dalam proses pembelajaran secara umum dan dalam English writing secara khusus. Kegiatan dilakukan dengan metode workshop, pendampingan, dan praktik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan tes. Peserta kegiatan adalah siswa kelas akhir (rethorica) yang berjumlah 37 orang yang diselenggarakan pada bulan Juli – September 2020. Umpan balik dari peserta memberikan gambaran bahwa 2 materi tersebut dapat diterima oleh siswa dan aplikasi google classroom pada kegiatan writing dapat berjalan dengan lancar. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner dan hasil tes English writing peserta. Abstract: The distance learning during the pandemic has been assessed by many educational institutions. St. Paul Minor Seminary, like other schools, also has been challenged in carrying out learning while still prioritizing the quality. One of the policies taken is the diaspora seminarian program – the students live in their home parishes or pastoral units closest to their place of residence. During the diaspora program, seminarians still get adequate and sustainable learning materials and spiritual assistance. For the success of this program and through this program, students will receive assistance on self-management during distance learning and how to use google classroom media in the learning process in general and in English writing specifically. The program was carried out by lecturing, mentoring, and practicing. The instruments used were questionnaires and tests. Participants in the activity are 37 final class students held in July - September 2020. By the end, feedbacks from participants gave the emphasis that the 2 materials were accepted by students and the google classroom application in writing activities could run with smooth. This can be seen from the results of the questionnaire and the results of the participants' English writing tests.
OLAHAN DAUN PANDAN DURI (PANDANUS TECTORIUS) MENJADI TIKAR DI KABUPATEN KAMPAR Aprilla, Nia; Viora, Dwi; Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.656 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5310

Abstract

Abstrak: Daun pandan duri (Pandanus Tectorius) adalah sejenis tanaman yang biasa ditemui disekitar kita. Daun pandan duri ini tumbuh pada rentang ketinggian antara 0–610 m dpl di seluruh pantai dan pulau di kawasan Asia Selatan dan Timur sampai ke Polinesia. Tanaman ini sekarang mulai dilupakan oleh masyarakat dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Padahal daun pandan duri ini bisa diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual tinggi dan tentunya akan menambah pendapatan masyarakat. Daun pandan duri bisa diolah menjadi anyaman tikar. Tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang membuat kerajinan olahan pandan duri menjadi tikar dan olahan kerajinan anyaman produk dnegan desain-desain baru yang lebih beragam, meningkatkan pendampingan mitra dengan produk-produk kerajinan anyaman dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas kerajinan. Menigkatakn mitra dalam pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana memanfaatkan media-media sosial yang ada untuk kegiatan e-marketing.Abstract: Pandan thorn leaf (Pandanus tectorius) is a type of plant that is commonly found around us. This thorny pandan leaf grows at an altitude range between 0–610 m above sea level on all coasts and islands in the South and East Asia region to Polynesia. This plant is now starting to be forgotten by the community and is not used properly by the community. Even though this thorny pandan leaf can be processed into handicrafts that have a high selling value and will certainly increase people's income. Pandan thorn leaves can be processed into woven mats. The goal is to provide knowledge and skills about making processed pandanus thorns crafts into mats and processed woven craft products with new and more diverse designs, increasing partner assistance with woven craft products by paying attention to the quality and quantity of handicrafts. Increase partners in a better understanding of how to utilize existing social media for e-marketing activities.
PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR DAUN SIRIH PADA KOMUNITAS GURU SDK AKEL Jediut, Mariana; Madu, Fransisika Jaiman; Ntelok, Zephisius R.E.; Mulu, Marlinda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.778 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5101

Abstract

Abstrak: Guru selalu berinteraksi dengan banyak orang antara lain dengan peserta didik. Pada masa pandemik Covid 19, maka perlu menyediakan hand sanitizer. Akan tetapi para guru di SDK Akel mengalami kesulitan dalam mempeoleh hand sanitizer yang bermerk. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pelatihan pembuatan hand sanitizer. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat hand sanitizer berbahan dasar daun sirih. Mitra kegiatan adalah para guru di SDK Akel yang berjumlah 13 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik. Pada akhir kegiatan, guru diminta mempraktikkan ulang langkah-langkah pembuatan hand sanitizer di depan tim. Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan pembuatan hand sanitizer adalah daun sirih, jeruk nipis, dan air bersih. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembuatan peserta dalam membuat hand sanitizer. Hal ini terlihat pada hasil angket dan praktik. Abstract:  Teachers always interact with many people, including with students. During the Covid-19 pandemic, it is necessary to provide hand sanitizer. However, the teachers at the Akel have difficult in obtaining branded hand sanitizers. Therefore, training activities for making hand sanitizers are needed. The purpose of this activity is to improve the skills of teachers in making hand sanitizers made from betel leaf. The activity partners are 13 Elementary School teachers at Akel. The method used is lecture, demonstration, and practice. At the end of the activity, the teacher was asked to re-practice the steps for making hand sanitizers. The materials used in the manufacture of hand sanitizers are betel leaf, lime, and clean water. The results of this activity indicate an increase in the knowledge and skills of participants in making hand sanitizers. This can be seen in the results of the questionnaire and practice.
INISIASI PEMBENTUKAN PUSAT INFORMASI KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Longgupa, Lisda Widianti; Nurfatimah, Nurfatimah; Kasmawati, Kasmawati; Nadia, Fauziyah; Ramadhan, Kadar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.234 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5838

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode tanggung karena merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Berbagai perubahan fisik dan psikis akan terjadi sehingga cenderung akan menimbulkan masalah dalam kehidupan mereka jika tidak didampingi dengan baik. Mengantisipasi maraknya persoalan di kalangan remaja, Pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan KB membuat suatu program Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR). Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini, meningkatkan pengetahuan santri tentang pendewasaan usia perkawinan dan menginisiasi pembentukan PIK-KRR di Pondok Pesantren. Metode dalam pelaksanaan ini diawali dengan pretest, penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, posttest, dan inisiasi pembentukan PIK-KRR. Peserta program kemitraan ini merupakan kelompok santriwati Pondok Pesantren Islam Amanah Putri Gebangrejo sebanyak 22 orang. Pertemuan ini dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Evaluasi yang dilakukan adalah membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini setelah diberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja yaitu adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dari rata-rata 63,1% menjadi 72,5% serta pihak Pondok Pesantren menyetujui terbentuknya PIK-KRR di tempat mereka. Abstract: Adolescence is a period of responsibility because it is a transition period from childhood to adulthood. Various physical and psychological changes will occur so that they tend to cause problems in their lives if they are not accompanied properly. Anticipating the rise of problems among teenagers, the Government through the Department of Population and Family Planning has created a program for the Information Center for Adolescent Reproductive Health Counseling (PIK-KRR). The aim of this activity is to increase students' knowledge about maturing age at marriage and initiate the formation of PIK-KRR in Islamic Boarding Schools. The method in this implementation begins with a pretest, adolescent reproductive health counseling, posttest, and initiation of the formation of PIK-KRR. The participants of this partnership program are a group of 22 students from the Amanah Putri Gebangrejo Islamic Boarding School. This meeting was held 2 times. The evaluation carried out was to compare the results of the pretest and posttest. The results achieved from this activity after being given counseling on adolescent reproductive health were an increase in knowledge about adolescent reproductive health from an average of 63.1% to 72.5% and the Pondok Pesantren agreed to the formation of PIK-KRR in their place.
PRODUK PERAWATAN KULIT BERBAHAN DASAR GARAM REBUS SEBAGAI DIVERSIFIKASI USAHA DI MASA PANDEMI Hartati, Retno; Widianingsih, Widianingsih; Broto, R. T.D Wisnu; Supriyo, Edy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.575 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5747

Abstract

Abstrak: Garam rebus diproduksi dengan cara merebus air laut atau larusan garam laut. Garam laut merupakan bahan alami yang dapat digunakan untuk perawatan kulit. Untuk itu kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan produk perawatan kulit berbahan dasar garam rebus. Mitra kegiatan adalah Usaha Kecil Mekarsari, yang berlokasi di Desa Kaliwlingi Brebes. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan dimana dilakukan penyusunan leaflet, pembuatan contoh produk dan koordinasi dengan Mitra. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi produksi produk perawatan kulit berbahan dasar garam rebus dilakukan dengan peserta terbatas, dilanjutkan dengan perkenalan bahan-bahan baku, praktek bersama dengan Tim Pengabdi dan praktek mandiri oleh Mitra. Kegiatan ini Mitra telah menghasilkan produk perawatan kulit berbahan dasar garam rebus, yaitu Bath Salt, Toner, Scrub/Lulur, Honey Mask, Traditional mask, dan Spirulina Salt Mask. Monitoring dan evaluasi kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan berupa jawaban benar sebanyak 70%. Memperhatikan antusiasme Mitra, kegiatan ini dapat dilanjutkan dalam program pengembangan produk, yaitu pengemasan dan produksi yang higienis serta sosialisasi produk ke masyarakat untuk memperluas pasar.  Abstract: Boiled salt is produced by boiling sea water or a saturated sea salt solution. Sea salt is a natural ingredient, can be used for skin care. Therefore, this activity aims to socialize skin care products made from boiled salt. The activity partner is the Mekarsari Small Business, located in the Kaliwlingi Village, Brebes. The activity begins with the preparation of leaflets, product samples are made and did coordination with partners. The socialization of the production of skin care products made from boiled salt was carried out with a limited number of participants, followed by the introduction of raw materials, joint practice with the Team and independent practice by partners. In this activity, Mekarsari is able to produce Bath Salt, Toner, Scrub, Honey Mask, Traditional mask, and Spirulina Salt Mask. Monitoring and evaluation of activities showed a 70% increase in knowledge in the form of correct answers. The enthusiasm of Partners, revealed that this activity can be continued in product development programs, such as hygienic packaging and production as well as product socialization to the public to expand the market.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA SEBAGAI CALON RADIOGRAFER TENTANG PETUGAS PROTEKSI RADIASI Mayani, Anita Nur; Adi, Efita Pratiwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.924 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.6024

Abstract

Abstrak: Mahasiswa program studi Radiologi STIKES Guna Bangsa mayoritas berasal dari luar jawa khususnya Indonesia timur. Pembangunan yang masih terpusat di pulau jawa mengakibatkan ketidaksetaraan khususnya di bidang pendidikan kesehatan. Sosialisasi mengenai Profesi Petugas Radiasi (PPR) dilakukan untuk menambah wawasan bagi mahasiswa calon radiografer untuk dapat mengaplikasikan keselamatan radiasi dengan baik sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia saat kembali ke daerah asal. Kegiatan sosialisasi profesi petugas proteksi radiasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 35 mahasiswa semester akhir program studi Radiologi STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait profesi petugas proteksi radiasi pada seluruh peserta dengan rata-rata peningkatan nilai sebanyak 14 poin yang diukur menggunakan kuesioner melalui pre-test dan post-test pada saat kegiatan. Abstract:  The majority of students from the STIKES Guna Bangsa Radiology study program come from outside Java, especially eastern Indonesia. Development that is still centered on the island of Java results in inequality, especially in the field of health education. The socialization of the Radiation Officer Profession (PPR) was carried out to add insight for prospective radiographer students to be able to apply radiation safety properly according to the regulations in force in Indonesia when returning to their area of origin. The professional socialization of radiation protection officers was carried out using lecture and question and answer methods. Participants who took part in this activity consisted of 35 final semester students of the Radiology study program STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. The results of this activity indicate a increase in knowledge related to the profession of radiation protection officers by 14 point as measured using a questionnaire through pre-test and post-test during the activity. 
PENINGKATAN KETRAMPILAN PENDIDIK DALAM PENYUSUNAN MODUL ELEKTRONIK DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED Effendi, Moh. Mahfud; Susanti, Reni Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.828 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5527

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan pendidik dalam penyusunan modul elektronik dengan pendekatan open ended. Kegiatan ini dilakukan di SMA N 2 kota Batu yang terdiri dari 7 subjek. Permasalahan ini diperoleh dengan adanya kegiatan Forume Group Discussion yang mana dalam pelaksanaannya tersebut disampaikan perlunya pelatihan penyusunan modul elektronik guna menunjang pelaksanaan pembelajaran blended learning. Metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Dimana kegiatan pelatihan diisi oleh ahli penyusunan bahan ajar dan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan penyusunan bahan ajar elektronik setelah kegiatan pelatihan tersebut serta kegiatan evaluasi program yang diberikan melalui google form. Hasil dari kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan berjalan dengan baik dan mendapat antusias dari subjek. Selain itu juga terlihat dari hasil evaluasi melalui google form yang mendapatkan rata-rata 82,33 % dan persentase tertingga adalah pada penjelasan materi yaitu 86%. Pelatihan dan pendampingan penyusunan e-modul ini dianggap penting karena dapat membantu pendidik dalam mempersiapkan bahan ajar guna menunjang kegiatan pembelajaran sehingga semua peserta didik dapat mendapatkannyaAbstract: The goal of this service activity is to help educators enhance their skills in creating electronic modules using an open-ended approach. This exercise was place in SMA Negeri 2 Batu City and involved seven subjects. This issue was discovered through the Forume Group Discussion activity, in which it was communicated that training in the development of electronic modules was required to enable the deployment of blended learning. Training and mentoring activities are employed as the method. Where professionals in the development of teaching materials fill the training activities, which are followed by mentoring activities in the preparation of electronic teaching materials after the training activities and program assessment activities provided through a google form. The outcomes of the training and mentoring activities revealed that the training and mentoring went well and that the subjects were enthusiastic about it. Furthermore, it can be observed from the results of the evaluation through the google form, which received an average of 82.33 percent, with the highest percentage (86 percent) in the material explanation. This training and assistance in the creation of e-modules is significant because it can help instructors create teaching resources to support learning activities that are accessible to all students.
PENYULUHAN DAN DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DUSUN BAGUNUNG JAWA TIMUR Suminar, Ervi; Putri, Lidia Aditama; Yunita, Nourma; Zuhriyah, Halimatuz; Rokani, Rokani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.75 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5456

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan masalah gizi yang paling sering dijumpai di dunia. Berdasarkan Laporan Nasional Riskesdas 2018, angka kejadian anemia pada remaja usia 15-24 tahun sebesar 32%. Angka ini termasuk tinggi untuk masalah kesehatan yang terkait gizi pada remaja. Kebutuhan zat besi yang meningkat pada remaja karena sedang berada pada masa pertumbuhan membuat para remaja sangat rentan mengalami anemia, terutama pada remaja putri. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mencegah penyakit anemia dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan haemoglobin (Hb) awal pada remaja putri di Jawa Timur. Sasaran pengabdian ini adalah remaja putri berusia 14-19 tahun, sebanyak 60 orang. Hanya remaja putri yang bersedia saja yang dilakukan pemeriksaan kadar Hb. Kegiatan dilakukan dalam tahap penyuluhan yaitu ceramah dan diskusi tentang anemia, dilanjutkan tahap pemeriksaan kadar Hb. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara door to door. Dari 60 remaja putri sebanyak 52 (86,6%) remaja putri yang bersedia untuk dilakukan pemeriksaan kadar Hb. Hasil pemeriksaan didapatkan bahwa 11 remaja putri (23%) yang memiliki kadar haemoglobin <12 g/dl dan 41 remaja putri (77%) dengan kadar haemoglobin >12 g/dl.Diharapkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijadikan sebagai gambaran kejadian anemia pada remaja putri sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan anemia. Memberikan motivasi dan kesadaran kepada remaja putri untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung zat besi atau untuk mengkonsumsi tablet darah tambahan. Kegiatan penyuluhan ini dianggap efektif untuk mengubah perilaku remaja putri dalam pencegahan penyakit anemia.Abstract: Anemia is the most common nutritional problem in the world. Based on the 2018 National Riskesdas Report, the incidence of anemia in adolescents aged 15-24 years is 32%. This incidence is high for nutrition-related health problems in adolescents. The increased need for iron in adolescents because they are in a period of growth makes them very vulnerable to anemia, especially in young women. The purpose of this service activity is to prevent anemia by providing counseling and early hemoglobin (Hb) checks for young women in West Java. The target of this service is young women aged 14-19 years, as many as 60 people. Only young women who are willing to have their Hb levels checked. The activity was carried out in the counseling stage, namely lectures and discussions about anemia, followed by the stage of checking Hb levels. All activities are carried out door to door. Of the 60 young women, 52 (86.6%) were willing to have their Hb levels checked. The results of the examination found that 11 young women (23%) had hemoglobin levels <12 g/dl and 41 young women (77%) had hemoglobin levels >12 g/dl. It is hoped that the results of this community service activity can be used as an illustration of the incidence of anemia. in adolescent girls so that prevention and control of anemia can be carried out. Provide motivation and awareness to young women to consume nutritious foods and contain iron or to consume additional blood tablets. This outreach activity is considered effective for changing the behavior of adolescent girls in preventing anemia.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI SHOPEE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BERBISNIS SECARA ONLINE Andriana, Ana Noor; H., Adietya Arie; Aisha, Zharifa; Kusuma, Alifia Nurul; Maura, Adinda El
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.815 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5426

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi menjadikan banyak orang bersaing membuat karya berbasis teknologi. Seiring berkembangnya waktu dan inovasi, mulai bermunculan aplikasi yang dirancang khusus untuk kegiatan jual beli yaitu E-Commerce, yang membuat kegiatan jual beli ini menjadi praktis, tidak harus bertemu antara penjual dan pembeli. Salah satunya yaitu aplikasi Shopee yang memudahkan proses jual beli tanpa harus bertemu langsung. Saat ini tidak semua mahasiswa dan masyarakat mampu menggunakannya, perlu dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Shopee untuk meningkatkan minat bisnis online. Tujuan dari kegiatan ini adalah terlaksananya program pengabdian kepada masyarakat dan menambah wawasan mahasiswa serta masyarakat dalam penggunaan aplikasi Shopee dan berdampak pada peningkatan minat bisnis online. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan sosialisasi dan pelatihan melalui webinar. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 20 orang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Hasil yang dicapai yaitu sebanyak 70% peserta dapat memahami isi materi pelatihan dan antusias membuat akun Shopee serta akan menggunakan aplikasi Shopee untuk memulai berbisnis secara online. Abstract: Technological developments make many people compete to make technology-based works. Along with the development of time and innovation, applications that are designed specifically for buying and selling activities, namely E-Commerce, have started to appear, which makes buying and selling activities practical, not having to meet between sellers and buyers. One of them is the Shopee application which facilitates the buying and selling process without having to meet in person. Currently not all students and the public are able to use it, it is necessary to conduct training on the use of the Shopee application to increase interest in online business. The purpose of this activity is to carry out community service programs and add insight to students and the community in using the Shopee application and have an impact on increasing interest in online business. The method of implementing the activities is through socialization and training through webinars. The number of participants in this activity was 20 people consisting of students and the general public. The results achieved are that 70% of participants can understand the content of the training material and are enthusiastic about creating a Shopee account and will use the Shopee application to start doing business online. 

Page 60 of 309 | Total Record : 3084