cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMBERDAYAAN PASIEN COVID-19 UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN DI PUSKESMAS KAMPAR KIRI HILIR Desi Nindya Kirana; Kursiah Warti Ningsih; Rahmi Pramulia FS; Dona Martilova
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.453 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5128

Abstract

Abstrak: Covid-19 adalah jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus, yaitu SARS-CoV-2 yang juga sering disebut virus Corona. Penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome. Tujuan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan, kemampuan pasien Covid-19 dan terbentuknya  perilaku hidup bersih dan sehat sehingga  dapat  membentuk keperibadiannya secara mandiri agar selalu menjaga dan meningkatkan derajat kesehatannya di lingkungan keluarga dan rumahnya. Metode yang akan dilakukan dalam pengabdian secara Theoritical seperti penyuluhan dengan pemberian materi secara teknis daring dan luring dengan ceramah tanya jawab, pemberdayaan masyarakat dengan strategi student active learning, memberikan solusi permasalahan kesehatan adanya small group discussion yaitu menghimpun kelompok kecil pada pasien COVID-19. Sehingga masyarakat dapat memahami dan terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu warga dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk saling mengajak masyarakat lain agar menjaga diri dari penularan Covid-19.Abstract: Covid-19 is a new type of disease caused by a virus from the coronavirus group, namely SARS-CoV-2 which is also often called the Corona virus. Diseases caused by SARS-CoV-2. In humans, it usually causes respiratory tract infections, ranging from the common cold to serious diseases such as Middle East Respiratory Syndrome and Severe Acute Respiratory Syndrome. The purpose of this activity is to increase the knowledge, ability of Covid-19 patients and the formation of clean and healthy living behavior so that they can form their personality independently so that they always maintain and improve their health status in their family and home environment. Methods that will be carried out in theoretical service include counseling by providing online and offline technical material with question and answer lectures, community empowerment with student active learning strategies, providing solutions to health problems with small group discussions, namely gathering small groups of COVID-19 patients. So that the community can understand and be directly involved in community service activities. The results achieved in this activity are that residents can apply Clean and Healthy Living Behaviors and increase public awareness to invite other people to protect themselves from Covid-19 transmission. 
PEMURNIAN MINYAK ATSIRI AKAR WANGI MENGGUNAKAN DESTILASI TAMBAHAN BAHAN KACA Muhamad Malik Mutoffar; Imam Yunianto; Juliana Mansur; Ashif Dzilfiqar Thayyibi; Ai Nurhayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.99 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4988

Abstract

Abstrak: Wangi Persada merupakan kelompok tani akar wangi terletak di daerah Kp. Legok Pulus Ds. Sukakarya Samarang Garut telah menjadi mitra Sekolah Tinggi Teknologi Bandung dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Analsisi masalah yang terjadi di lapangan, yaitu penyulingan minyak atsiri dan kejernihannya, petani masih melakukan penjualan minyak keruh, atau menjaul tumbuhan akar wangi dikebun pada tengkulak dari pada diolah menjadi minyak atsiri, dikarenakan alat penyulingan dan harga minyak keruh yang selama masih belum berpihak pada petani atau dibanderol dengan harga murah. Tim Abdimas bertindak merancang dan menerapkan metode penyulingan secara fisika dengan redestilasi untuk proses pemurnian minyak menggunakan bahan kaca, pembakarannya menggunakan heater dan energi listrik sebagai sumber energinya. Hasil pemurnian yang optimal didapatkan dari kombinasi minyak keruh dan ditambahkan air (aquades). Minyak atsiri yang sudah jernih dapat meningkatkan harga jual dari minyak atsiri yang masih keruh/hitam. Rendemen sisa destilasi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi produk turunannya melaui home industri, sehingga dapat mempengaruhi dan meningkatkan perekonomian petani minyak atsiri akar wangi.Abstract:  Wangi Persada is a vetiver farmer group located in the area Kp. Legok Pulus Ds. Sukakarya Samarang Garut has become a partner of the Sekolah Tingi Teknologi Bandung carrying out community service activities. Analysis of the problems that occur in the field, namely the distillation of essential oils and their clarity, farmers are still selling turbid oil, or selling vetiver plants in the garden to pirates instead of being processed into essential oil, due to distillation equipment and the price of turbid oil which has not been on the side of farmers or at a low price. The Abdimas team designed and implemented physical refining methods with redistillation for the process of refining oil using glass, combustion using a heater and electrical energy as the energy source. The optimal purification results are obtained from a combination of turbid oil and water. Essential oils that are clear can increase the selling price of essential oils that are still cloudy/black. The residual yield of distillation can be utilized by the community into derivative products through the home industry, so that it can affect and improve the economy of vetiver essential oil farmers.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN GUNA MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA Virda Ashri Tsuraya; Lukman Hidayatullah; Devi Triani; Nubaidillah Nubaidillah; Apriliani Nur Istiqomah; Farah Putri Wenang Lusianingrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.633 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5293

Abstract

Abstrak: Fokus pendidikan Lembaga Tahfidz Qur`an (LTQ) berpusat pada ilmu moral dan agama sehingga belum membekali santrinya dengan pengetahuan dan keterampilan wirausaha. Kondisi tersebut membuat santri tidak memiliki minat untuk berwirausaha dan memilih untuk mencari kerja setelah lulus dari LTQ. Kegiatan pengabdian melalui Pelatihan kewirausahaan yang diinisiasi oleh perguruan tinggi menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan minat wirausaha santri. Pelatihan kewirausahaan dengan mitra LTQ Utrujjah tujuannya yaitu untuk membangkitkan minat wirausaha peserta yang terdiri dari santri dan pengelola LTQ Utrujjah. Pelatihan kewirausahaan dilaksanakan dalam dua pertemuan secara daring melalui Zoom Meeting. Tahapan pelatihan kewirausahaan ini dimulai dengan perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, monitoring serta evaluasi kegiatan, dan pasca kegiatan pelatihan. Pelatihan kewirausahaan ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik dalam dua pertemuan dan diikuti oleh dua puluh peserta. Peserta menunjukkan perasaan senang, perhatian, dan ketertarikan dengan materi mengenai kewirausahaan. Peserta setelah mengikuti pelatihan ini terlihat memiliki minat untuk mencoba memulai usaha yang dibuktikan dengan tiga puluh lima peserta yang mampu menghasilkan ide bisnis yang dapat direalisasikan.  Abstract: The education focus of the Tahfidz Qur'an Institute (LTQ) is centered on moral and religious knowledge so that it has not equipped its students with entrepreneurial knowledge and skills. This condition makes the students have no interest in entrepreneurship and choose to find work after graduating from LTQ. Service activities through entrepreneurship training initiated by universities are one solution to foster student entrepreneurial interest. Entrepreneurship training with LTQ Utrujjah partners is aimed at generating entrepreneurial interest in participants consisting of students and managers of LTQ Utrujjah. Entrepreneurship training was held in two online meetings via Zoom Meeting. The stages of this entrepreneurship training begin with planning activities, implementing activities, monitoring and evaluating activities, and post-training activities. This entrepreneurship training based on observations made can be carried out well in two meetings and was attended by twenty participants. Participants showed feelings of pleasure, attention, and interest with the material regarding entrepreneurship. Participants after attending this training seemed to have an interest in trying to start a business as evidenced by thirty-five participants who were able to generate business ideas that could be realized.
KULIAH KADER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN STUNTING Kadar Ramadhan; Yafet Edimon Maradindo; Nurfatimah Nurfatimah; Fahmi Hafid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.004 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5091

Abstract

Abstrak: Kader posyandu (pos pelayanan terpadu) merupakan anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara sukarela. Kader posyandu seharusnya memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting. Pengetahuan kader posyandu tentang stunting masih kurang sehingga perlu ditingkatkan. Pada wilayah kerja Puskesmas Tangkura menurut data ePPGBM 2021 prevalensi stunting sebesar 5.41%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting dan pencegahannya. Metode kegiatan adalah penyuluhan menggunakan video. Mitra dalam kegiatan ini adalah kader pada 6 desa di Wilayah Kerja Puskesmas Tangkura Selatan Kecamatan Poso Pesisir Selatan yang berjumlah 53 orang. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal pre-test dan post-test. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader tentang stunting dari 61,9% menjadi 94.9%. Diharapkan kegiatan seperti ini, baik berupa pelatihan dan penyegaran kader diadakan secara berkelanjutan dilakukan agar pemahaman yang telah dimiliki oleh kader semakin meningkat.Abstract:  Posyandu (integrated service post) cadres are community members willing, able, and having the time to carry out posyandu activities voluntarily. Posyandu cadres should have an important role in stunting prevention efforts. Posyandu cadres' knowledge about stunting is still low so it needs to be improved. In the working area of the Tangkura Health Center, according to ePPGBM 2021 data, the prevalence of stunting is 5.41%. This community service activity aimed to increase the knowledge of cadres about stunting and its prevention. The activity method is counseling using video. Partners in this activity are cadres in 6 villages in the Working Area of the South Tangkura Health Community Center, Poso Pesisir Selatan District, totaling 53 people. Evaluation is done by giving pre-test and post-test questions. The results of this community service activity showed an increase in cadre knowledge about stunting from 61.9% to 94.9%. It is hoped that activities like this, both in the form of training and refreshment of cadres, are carried out on an ongoing basis so that the understanding which cadres already have increases.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI PENGOLAH KATA BAGI GURU DAN STAF SD NEGERI 010240 PEMATANG CENGKERING, KECAMATAN MEDANG DERAS Neni Mulyani; Jeperson Hutahaean; Zulfi Azhar; Wan Mariatul Kifti; Endra Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.653 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5255

Abstract

Abstrak: Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang pesat, kebutuhan akan media dan aplikasi pembelajaran berbasis TI harus diimplementasikan. Guru adalah salah satu faktor penentu keberhasilan seorang siswa. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan professional, pedagogik, sosial dan kepribadian. Beberapa permasalahan yang dihadapi guru dan staf di SD Negeri 010240 Pematang Cengkering, Kecamatan Medang Deras adalah belum memanfaatkan teknologi perangkat lunak yang optimal yang ada dalam program komputer. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan guru dan stafnya dalam menggunakan Microsoft Office dengan baik dan lancar dalam kegiatannya. Metode pada pelatihan yang dilakukan dengan cara diskusi secara interaktif dalam menyampaikan pengetahuan kepada peserta pelatihan. Kegiatan ini menggunakan pengetahuan secara teori dan praktek di ruangan. Kegiatan pelatihan ini akan memberi keberhasilan dengan penilaian peserta melalui tes tertulis. Pelatihan ini dapat diimplementasikan di tempat pekerjaan para peserta pelatihan dan diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kemampuan yang sangat membantu dalam penyelesaian tugas-tugas di instansinya. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini ada berjumlah 17 orang, semua peserta mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Hasil penilaian dalam mengikuti kegiatan ini adanya peningkatan keterampilan para peserta dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan hasil angka penilaian untuk hasil pretest mulai 40 sampai 65 dengan nilai rata-ratanya 55, sementara hasil posttest nilainya mulai dari 85 sampai 95 dengan nilai rata-ratanya 92,059.  Abstract: The rapid development of Information Technology (IT), the need for media and IT-based learning applications must be implemented. The teacher is one of the determining factors for the success of a student. Therefore, professional, pedagogic, social and personality skills are needed. Some of the problems faced by teachers and staff at SD Negeri 010240 Pematang Cengkering, Medang Deras Sub-district are not utilizing optimal software technology in computer programs. The purpose of this community service activity is to improve the ability of teachers and staff to use Microsoft Office properly and smoothly in their activities. The training method is carried out by interactive discussion in conveying knowledge to training participants. This activity uses knowledge in theory and practice in the room. This training activity will provide success by assessing participants through a written test. This training can be implemented in the place of work of the trainees and is expected to contribute to capacity building which is very helpful in completing tasks in their agencies. There were 17 participants who took part in this activity, all participants participated in this activity until it was finished. The results of the assessment in participating in this activity were an increase in the skills of the participants in acquiring knowledge and skills. Based on the results of the assessment scores for the pretest results ranging from 40 to 65 with an average value of 55, while the posttest results range from 85 to 95 with an average value of 92,059. 
PENDAMPINGAN KELOMPOK BELAJAR BAHASA INGGRIS DI MASA PANDEMI COVID-19 Hastuti Retno Kuspiyah; Zulaikah Zulaikah; Amik Ludfatun Nuriah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.657 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.5012

Abstract

Abstrak: Pendampingan kelompok belajar Bahasa Inggris dimasa pandemi Covid-19 dilakukan sebagai wujud solusi terkait permasalahan yang timbul akibat pandemi pada dunia pendidikan dan membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaranya. Pendampingan siswa melalui  bimbingan kelompok belajar dilakukan dirumah warga setempat. Ini adalah daerah dengan zona hijau sebagaimana pemerintah daerah tetapkan maka kegiatan dilakukan secara face to face dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kelompok belajar terdiri dari tiga kelompok dengan menyesuaikan kelasnya; yaitu kelompok 1 adalah kelas X dengan 9 siswa, kelompok 2 adalah kelas XI dengan 6 siswa dan kelompok 3 adalah kelas XII dengan 10 siswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari test yang diberikan dengan adanya beda pada total correct answer dan average score (points) pada masing-masing kelompok belajar sebelum dan sesudah memperoleh pendampingan. Sehingga bimbingan belajar dirumah menjadi satu dari sekian metode alternatif dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar serta memberikan pengetahuan belajar yang atraktif serta menumbuhkan kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan IPTEK dimasa pandemi Covid-19 dengan KBM secara online. Abstract:  Assistance in English learning groups during the Covid-19 pandemic was carried out as a form of solution to problems arising from the pandemic in the world of education and to assist the government in breaking the chain of distribution. Student assistance through study group guidance is carried out at local residents' homes. This is an area with a green zone as the local government has determined, so activities are carried out face to face while still paying attention to health protocols. The study group consists of three groups by adjusting the class; namely group 1 is class X with 9 students, group 2 is class XI with 6 students and group 3 is class XII with 10 students. The results of this activity indicate an increase in learning outcomes from the tests given with differences in the total correct answer and average score (points) in each study group before and after receiving assistance. So that home tutoring is one of the alternative methods in increasing motivation and learning achievement as well as providing attractive learning knowledge and growing students' readiness in facing the development of science and technology during the Covid-19 pandemic with online learning services.
PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT PENDERITA COVID-19 MELALUI DAPUR UMUM SATGAS COVID-19 DI KOTA TEGAL Ulfatul Latifah; Meyliya Qudriayni; Reny Eka Saputri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.949 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5323

Abstract

Abstrak: Berdasarkan jumlah kasus covid-19 diKota Tegal sampai dengan tanggal 6 juli 2021 terdapat 31.189 kasus, maka satgas covid-19 mendirikan dapur umum dalam rangka pengendalian pandemi covid-19 di Kota Tegal, melalui pemberian bantuan makanan untuk masyarakat penderita covid-19 yang melakukan isoman. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat penderita covid-19 melalui dapur umum satgas covid-19 kota Tegal. Kegiatan ini berupa pemberian bahan makanan mentah seperti sayur-sayuran, lauk-pauk dan pengolahan makanan di dapur umum kemudian dibagikan ke penderita covid-19 yang menjalani isoman. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 6-7 juli 2021 di Dapur umum satgas covid-19 yang bertempat di Polres Kota Tegal. Kegiatan ini sangat membantu kebutuhan makan masyarakat yang melakukan isoman, hal ini terlihat dari hasil kegiatan ini kami telah menyiapkan makanan siap saji sebanyak 500 bungkus untuk kebutuhan makan 3 kali dalam sehari dengan menu seimbang (nasi, sayur, lauk,dan buah) dan dilakukan selama 2 hari. Perlunya kerjasama yang baik dengan petugas dapur umum terutama dalam hal pengolahan, penyajian, dan pendistribusian makanan. Diharapkan pemerintah kota Tegal lebih memperhatikan lagi pemenuhan kebutuhan makanan yang bergizi untuk masyarakat penderita covid-19, untuk meningkatkan imunitas tubuh  Abstract: Based on the result of covid-19 cases in tegal until 6 July 2021 there were 31,189 cases, so the covid-19 task force set up a public kitchen for controlling covid-19 pandemic in tegal, by providing food assistance to covid-19 sufferers who do self-isolation. The purpose of this dedication is to fulfilment the nutritional needs of covid-19 sufferers through public kitchen covid-19 task force tegal. The activity consisted of supplying such raw products as vegetables, side dishes, and food preparation in public kitchens and then distributed to covid-19 sufferers who do self-isolation. It was carried out on July 6-7, 2021 in the public kitchen of the covid-19 task force that is located on police station tegal. it's very helpful society's food necessity whose self isolation, This is evident from the results of this activity that we have prepared 500 packs of junk food for 3 meals a day with a balanced menu (rice, vegetables, side dishes, and fruits) and do for 2 days. The need for good cooperation with the public kitchen staff is particularly in regard to the processing, presentation, and distribution of food. It's hoped that the Tegal's government will pay more attention to fulfilment the nutritional needs of covid-19 sufferers, to increase body immunity.
EXPRESSIVE WRITING THERAPY DALAM MENGELOLA KECEMASAN DALAM PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hairani Lubis; Diah Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.308 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5116

Abstract

Abstrak: Kehadiran virus Corona COVID 19 telah merusak tatanan kehidupan, pandemik corona juga melahirkan berbagai gangguan psikologis berupa stress yang berwujud dalam bentuk ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan. Berbagai macam intervensi telah dilakukan dalam mengatasi masalah psikologis, salah satunya expressive writing therapy. Expressive writing therapy merupakan intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis. Tujuan dari pelaksanaan expressive writing therapy dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan. Program ini memuat dua kegiatan utama yaitu seminar, sharing session, dan pendampingan online. Hasil menunjukkan ada penurunan tingkat kecemasan pada peserta setelah diberikan diberikan expressive writing therapy dengan terdapat 15 subjek mahasiswasubyek yang mengalami penurunan tingkat kecemasan dan 15 peserta subyek yang mengalami tingkat kecemasan tetap yang artinya ada penurunan kecemasan pada peserta setelah diberikan expressive writing therapy. Abstract: The presence of the Corona COVID-19 virus has damaged the order of life, the corona pandemic has also given birth to various psychological disorders in the form of stress in the form of fear, anxiety, and anxiety. Various kinds of interventions have been carried out in overcoming psychological problems, one of which is expressive writing therapy. Expressive writing therapy is an intervention to overcome psychological problems. The purpose of implementing expressive writing therapy is to reduce anxiety levels. This program contains two main activities, namely seminars, sharing sessions, and online mentoring. The results showed that there was a decrease in the level of anxiety in participants after being given expressive writing therapy with 15 student subjects experiencing a decrease in anxiety levels and 15 participants experiencing a constant level of anxiety, which means that there was a decrease in anxiety in participants after being given expressive writing therapy.
PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS FUN MATH BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Justin Eduardo Simarmata; Ferdinandus Mone; Yosepha Patricia Wua Laja; Lailin Hijriani; Zulkaidah Nur Ahzan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.854 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5281

Abstract

Abstrak: Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman siswa/siswi anak berkebutuhan khusus tentang bangun datar, kubus, dan balok. Kegiatan ini dilaksanakan di SDLB Negeri Benpasi Kefamenanu yang berada di Kelurahan Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yang menjadi peserta dalam kegiatan pelatihan ini adalah 15 orang siswa/siswi SDLB Negeri Benpasi Kefamenanu. Pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari dua tahap: tahap pra kegiatan dan kegiatan. Tahap pra kegiatan dilakukan melalui pelaksanaan survey awal untuk mengetahui gambaran pembelajaran matematika anak berkebutuhan khusus jenjang sekolah dasar serta kendala yang dialami. Tahap kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan angket tanggapan peserta. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh informasi bahwa kegiatan pelatihan ini mendapatkan tanggapan yang positif dari peserta. Melalui pelatihan penggunaan media pembelajaran fun math yang disajikan, cukup menambah pengetahuan dan wawasan peserta yang dalam hal ini anak berkebutuhan khusus sehingga termotivasi untuk terus belajar guna peningkatan kemampuan akademik peserta di bidang matematika.Abstract: This training activity aimed to introduce and improve understanding of children with special needs about flat shapes, cubes, and blocks. This activity was carried out at the SDLB Negeri Benpasi Kefamenanu, located in Benpasi Village, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province. The participants in this training activity were 15 students of SDLB Negeri Benpasi Kefamenanu. The implementation of this training consisted of two stages: pre-activity and activity stages. The pre-activity stage was carried out through the implementation of an initial survey to find out the description of mathematics learning for children with special needs at the elementary school level and the obstacles experienced. The activity stage was carried out through training and evaluating. The evaluation was carried out using a participant response questionnaire. Based on the evaluation results, it can be obtained information that this training activity received a positive response from the participants. Through training in the use of fun math learning media, it is sufficient to increase the knowledge and insight of participants, in this case children with special needs, so that they are motivated to continue learning in order to improve the participants' academic abilities in the field of mathematics.Keywords: Learning Media; Children With Special Needs; Fun Math
TERAPI SENAM DIABETIC PADA LANSIA SEBAGAI PENATALAKSAAN MANDIRI PENYAKIT DIABETES MELITUS Harlina Putri Rusiana; Dewi Nur Sukma Purqoti; Istianah Istianah; Susilia Idyawati; Baiq Nurul Hidayati; Rias Pratiwi Syafitri; Nurul Fatmawati; Yesvi Zulviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.134 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5081

Abstract

Abstrak: Kesakitan yang disebabkan karena Diabetes Mellitus menjadi masalah yang harus diselesaikan. Penatalaksanaan diabetes mellitus membutuhkan penanganan secara terus menerus. Salah satu metode perawatan mandiri yang dapat membantu mengurangi komplikasi kearah diabetic foot ulcer yaitu melalui senam diabetic. Pengabdian ini bertujuan untuk mencapai kemandirian perawatan lansia dengan diabetes mellitus sehingga mengurangi angka kesakitan pada lansia. Cara ini dirasa efektif untuk memperlancar sirkulasi darah pada penderita sehingga mengurangi komplikasi yang muncul. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan senam diabetic. Sasaran yang terlibat sebanyak 32 lansia di Lingkungan Karang Bedil Mataram. Peserta antusias mempraktikkan dan berkonsultasi terkait dengan perawatan pada penderita DM. Lansia juga mampu mempraktikkan secara langsung senam diabetic. Selain itu kemampuan softskill mahasiswa dapat terasah. Selanjutnya diharapkan pengabdian melalui pendekatan kader dan tokoh masyarakat setempat untuk dapat melakukan kontrol pada perawatan mandiri lansia. Abstract: Pain caused by Diabetes Mellitus is a problem that must be solved. Management of diabetes mellitus requires continuous treatment. One of the self-care methods that can help reduce complications towards diabetic foot ulcers is through diabetic exercise. This service aims to achieve independent care for the elderly with DM so as to reduce morbidity in the elderly. This method is effective for improving blood circulation, thereby reducing complications that arise. This project is carried out by providing counseling, health checks and diabetic exercise. The targets involved were 32 elderly in Karang Bedil environment of Mataram. Participants enthusiastically practice and consult about DM treatments. The elderly are also able to directly practice diabetic exercise. In addition, students' soft skills can be honed. Furthermore, it is hoped that service through the approach of cadres and local community leaders can control the elderly self-care.

Page 57 of 309 | Total Record : 3084