cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
DIVERSIFIKASI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT DAN RUMPUT GAJAH MELALUI TEKNOLOGI MESIN CHOPPER DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Adi Bejo Suwardi; Heri Irawan; Baihaqi Baihaqi; Adnan Adnan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.533 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.4782

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menghasilkan pakan ternak melalui proses diversifikasi limbah pelepah kelapa sawit dan rumput gajah menggunakan teknologi mesin chopper. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan transfer teknologiberupa introduksi teknologi mesin chopper pada kelompok tani mawar II kampung suka mulia kecamatan rantau kabupaten aceh tamiang melalui serangkaian tahapan kegiatan seperti koordinasi, sosialisasi, perakitan alat, uji coba penggunaan mesin chooper, penatausahaan administrasi, pendampingan serta monitoring dan evaluasi.Seluruh tahapan kegiatan yang tercatat melalui hasil lembar post test menunjukkan 8 anggota kelompok (32%) sangat memahami prosedur penggunaan mesin dan perhitungan hasil pakan, 12 anggota kelompok (48%) memahami dengan baik perbedaan kandungan nutrisi pelepah kelapa sawit dan rumput gajah dan teknik fermentasi dan 5 anggota kelompok (20%) cukup memahami sistim pemotong bahan melalui teknologi itu. Hasil pendampingan memperlihatkan 10 anggota kelompok (40%) mengetahui dengan baik penata usahaan organisasi dan 15 anggota kelompok (60%) cukup memahami manajemen keuangan dan pemasaran produk. Disimpulkan teknologi mesin chopper mampu menghasilkan limbah pelepah kelapa sawit dan rumput gajah menjadi pakan ternak fermentasi yang higienis dan dapat dipasarkan kepada kelompok tani lainnya serta menciptakan kemandirian pakan bagi kelompok itu.Abstract: This community service (PKM) aims to produce animal feed through the process of diversifying waste from oil palm and elephant grass using chopper machine technology. The method used is an educational approach and technology transfer through the introduction of chopper machine technologytoward farmer group Mawar II, Suka Mulia Village, Rantau District, Aceh Tamiang Regency through a series of stages of activities such as coordination, socialization, assembly of tools, trials of using chopper machines, administration management, mentoring, monitoring and evaluation. All of the activities noted through post test sheet showed that 8 group members (32%) quite well understood the procedures for using machines and calculating feed yields, 12 group members (48%) understood well the differences in the nutritional content of oil palm, elephant grass and fermentation techniques. and 5 group members (20%) quite understand the material cutting system through the technology. The results of the mentoring show that 10 group members (40%) know well the administration of the organization and 15 group members (60%) quite understand financial management and product marketing. It was concluded that the chopper machine technology was able to produce waste from palm and elephant grass into hygienic fermented animal feed that could be marketed to other farmer groups as well as to create food independence for that group. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA Retno Wati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.251 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5599

Abstract

Abstrak: Kecanggihan teknologi di era digitalisasi menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi masa depan. Remaja merupakan calon penerus bangsa yang sedang mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dengan rasa ingin tahu yang tinggi, seperti mudahnya mengakses informasi membuat anak-anak lebih dini mengenal seksualitas. Berdasarkan observasi di kos khairunnisa dusun Cambahan Nogotirto yang mayoritas penghuninya wanita usia remaja hampir semuanya belum pernah mendapatkan edukasi pendidikan seks secara menyeluruh. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah wawasan bagi remaja mengenai pentingnya pendidikan seks dan kesehatan reproduksi. Melalui kegiatan pengabdian dengan metode ceramah dan tanya jawab, tim pengabdi memberi edukasi kepada 21 peserta penghuni kos khairunnisa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait pendidikan seks usia remaja pada seluruh peserta dengan kenaikan nilai rata-rata 49.098. Pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Abstract: The sophistication of technology in the era of digitalization is a challenge for the world of education in preparing future generations. Adolescents are potential successors to the nation who are undergoing a transition period from children to adults with high curiosity, such as easy access to information, making children recognize sexuality early. Based on observations at the khairunnisa boarding house, Cambahan Nogotirto, the residents are mostly teenage women, almost all of whom have never received comprehensive sex education. This activity was carried out to increase youth's knowledge about the importance of sex education and reproductive health. Through service activities with lectures and question-and-answer methods, the service team provided education to 21 participants who were residents of the Khairunnisa boarding house. The results of the activity showed an increase in knowledge related to adolescent sex education for all participants with an increase in the average score of 49,098. Students' knowledge was measured using pre-test and post-test questionnaires given before and after the activity took place.
PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI USAHA PEMBUATAN BUBU SISTEM MULTIPLE HOLE TRAP SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DI DESA SUKAREJO KOTA LANGSA Agus Putra Abdul Samad; Hanafiah Hanafiah; fairus fairus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.818 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5457

Abstract

Abstrak: Desa Sukarejo merupakan salah satu desa yang masyarakatnya banyak berprofesi sebagai petani dan nelayan tradisional. Dalam upaya menangkap ikan, mereka mengandalkan alat tangkap bubu, namun bubu yang dimiliki masyarakat saat ini dirasakan tidak efisien dan mudah rusak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat tentang perangkap ikan dengan sistem Multiple Hole Trap yang ukurannya lebih besar dan memiliki lubang masuk berganda agar masyarakat mendapatkan hasil panen yang maksimal, sehingga diharapkan hasil panen yang diperoleh tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pokok tapi dapat diinvestasikan kembali untuk pengembangan skala usaha. Metode dalam kegiatan ini adalah metode RRA (Rapid Rural Appresial)/ PRA (Partisipatori Rural Appresial). Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu: 1) Kegiatan berjalan dengan baik; 2) Adanya motivasi mitra untuk menekuni usaha nelayan dengan intensif, untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dan untuk menghasilkan extra income bagi keluarga sehingga memperkuat perekonomian; 3) Masyarakat Desa Sukarejo sudah paham dan mahir dalam membuat alat perangkap ikan bubu sistem Multiple Hole Trap.Abstract: Sukarejo is among villages which is the community works as farmers and traditional fishermen. In an effort to catch fish, they rely on fishing gear, but the traps currently owned by the community are considered to be inefficient and easily damaged. The purpose of this community service is to provide training and assistance to the community about fish traps with the Multiple Hole Trap system which is larger in size and has multiple entry holes so that the community gets maximum yields, so it is hoped that the harvest obtained will not only meet basic needs but can be reinvested for business scale development. The method in this activity is the RRA (Rapid Rural Appreial)/PRA (Participatory Rural Appreciation) method. The results of this service activity are: 1) The activity went well; 2) There is a partner's motivation to engage in fishing business intensively, to meet consumptive needs and to generate extra income for the family so as to strengthen the economy; 3) The people of Sukarejo village already understand and are proficient in making fish traps (Multiple Hole Trap system)
LITERASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENINGKATAN MUTU TENAGA PENDIDIK TAMAN KANAK-KANAK SE-WILAYAH BINAAN Beni Junedi; Indra Griha Tofik Isa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.575 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5428

Abstract

Abstrak: Peran serta tenaga pendidik terutama dalam lingkungan Taman Kanak-kanak (TK) menjadi faktor penentu keberhasilan TK itu sendiri. Beberapa indikator dapat dilihat dari bagaimana pendokumentasian data disusun secara cermat dan terkontrol, salah satunya dengan menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti komputer maupun internet. Peningkatan kompetensi guru khususnya dalam bidang teknologi informasi diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kemajuan TK secara berkelanjutan. Internet menjadi media efektif dalam memperluas wawasan, berkomunikasi dan membangun jejaring seharusnya dapat menjadi hal yang memudahkan tenaga pendidik dalam mengerjakan tugasnya. Namun, minimnya pengetahuan mengenai komputer dan internet menyulitkan dalam proses administrasi sekolah seperti pemberkasan data, pelaporan bahkan pengisian Data Pokok Pendidik (DAPODIK), sehingga dalam pengabdian ini dilakukan pengenalan komputer dan internet yang bertujuan untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik. Adapun metode pembelajaran yang dilakukan adalah dengan pelatihan yang terbagi ke dalam beberapa pertemuan terstruktur dengan peserta Kepala Sekolah dan operator TK wilayah binaan yang dikuti oleh 24 peserta . Hasil akhir dari kegiatan ini terdapat peningkatan kemampuan peserta pelatihan dalam hal penggunaan teknologi informasi sebesar 93%.Abstract: The participation of educators, especially in kindergarten (TK) is a determining factor for the success of the kindergarten itself. Several indicators can be seen from how data documentation is arranged carefully and in a controlled manner, one of which is by using information and communication technology (ICT) media such as computers and the internet. Increasing teacher competence, especially in the field of information technology, is expected to contribute to the progress of kindergarten in a sustainable manner. The internet is an effective medium in broadening horizons, communicating and building networks that should make it easier for educators to do their jobs. However, the lack of knowledge about computers and the internet made it difficult for school administration processes such as filing data, reporting and even filling in Basic Educator Data (DAPODIK), so that in this service the introduction of computers and the internet was aimed at improving the quality of teaching staff. The learning method used is by training which is divided into several structured meetings with the participants of the Principal and the TK operator in 24 participants. . The final result of this activity is an increase in the ability of the training participants in terms of using information technology by 93%.
PELATIHAN IMPLEMENTASI LITERASI DAN NUMERASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK GURU MTsS Fatma Zuhra; Nurhayati Nurhayati; Nanda Safarati; Rahma Rahma; Jasmaniah Jasmaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.841 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5073

Abstract

Abstrak: Guru merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di abad 21 ini. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya kegiatan mengenai pengembangan kualitas guru dalam menghadapi proses pembelajaran abad 21 khususnya pada kemampuan literasi. Literasi merupakan kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan manfaat kepada kepada guru-guru dalam mengimplentasikan literasi dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa khusunya pada kemampuan literasi. Adapun pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan dengan tahapan-tahapannya yaitu: persiapan, sosialisasi, pengenalan jenis-jenis literasi, pelatihan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian berlangsung di MTsS Tanjong Beuridi yang bertindak sebagai mitra. Kegiatan di ikuti oleh 11 orang guru di sekolah tersebut. Evaluasi dilakukan untuk melihat ketercapaian kegiatan yang telah dilakukan, hasilnya diperoleh rata-rata 91,44% artinya pelaksanaan pengabdian sesuai dengan perencanaan serta mendapat apresiasi yang baik dari peserta yaitu guru MTsS Tanjong Beuridi. Abstract: Teachers are one of the most influential components in improving the quality of learning in the 21st century. Therefore, it is very necessary to have activities regarding the development of teacher quality in facing the 21st century learning process, especially in literacy skills. Literacy is an individual's ability and skill in reading, writing, speaking, calculating and solving problems at a certain level of expertise needed in everyday life. The purpose of this service activity was to provide benefits to teachers in implementing literacy in the learning process so that the teachers can improve student learning outcomes, especially in literacy skills. This service activity was carried out by using a training method with the stages, namely: preparation, socialization, introduction to the types of literacy, training and evaluation. The service activity took place at MTsS Tanjong Beuridi as school partnership. The activity was attended by 11 teachers of the school. The evaluation was carried out to see the achievement of the activities. The results of this service activity obtained an average of 91.44% which meant that the implementation of the service activity run as planned and received a good appreciation from the teacher of MTsS Tanjong Beuridi as participants.
PELATIHAN OPTIMALISASI MIKROSKOP KONVENSIONAL BAGI GURU BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH ATAS Gede Arya Wiguna; Welsiliana Welsiliana; Florian Mayesti prima R Makin; Ite Morina yostianti Tnunay; Lukas Pardosi; Andi Faesal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.603 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5956

Abstract

Abstrak: Biologi merupakan pelajaran IPA yang mempelajari kehidupan organisme, termasuk struktur, fungsi dan pertumbuhannya. Pembelajaran biologi perlu menambahkan keterampilan menggunakan alat peraga atau praktikum seperti pengamatan bentuk sel, ukuran sel, serta pergerakan mikroorganisme. Oleh karena itu perlu adanya sarana berupa mikroskop. Keterbatasan ketersedian mikroskop yang dimiliki sekolah mengakibatkan guru kurang optimal dalam melakukan penelitian dan pengajaran. Oleh karena itu perlu adanya optimalisasi kinerja mikroskop dengan cara mengubah mikroskop konvensional menjadi digital. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diadakan pelatihan Optimalisasi Mikroskop konvensional menjadi digital bagi guru biologi. Pelatihan mulai dengan pengenalan fungsi masing-masing komponen alat tambahan seperti kamera, lampu, dan perangkat lunak penangkap gambar. Selanjutnya dilakukan pelatihan instalasi dan mengoperasikan perangkat lunak penangkap gambar serta pengamatan menggunakan mikroskop digital. Pelatihan terakhir yaitu analisis gambar yang diperoleh dari mikroskop digital menggunakan perangkat lunak Image J. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 4 guru biologi sudah mampu mencapai level 3 yang artinya guru menguasai penggunaan mikroskop digital, penggunaan perangkat lunak serta melakukan analisis gambar menggunakan Image J. Tingkat pemahaman guru menggunakan mikroskop digital mencapai 90%. Abstract: Biology is a science lesson that studies the life of organisms, including their structure, function and growth. Biology learning needs to add skills using teaching aids or practical such as observing cell shape, cell size, and the movement of microorganisms. Therefore, it is necessary to have a tool in the form of a microscope. The limited availability of microscopes owned by schools causes teachers to be less than optimal in conducting research and teaching. Therefore, it is necessary to optimize the performance of the microscope by converting conventional microscopes to digital ones. Based on these problems, a training on Optimization of Conventional Microscopes to be Digital was held for biology teachers. The training begins with an introduction to the function of each component of the auxiliary equipment such as cameras, lights, and image capture software. Furthermore, training on the installation and operation of image capture software and observations using a digital microscope was carried out. The last training was analysis of images obtained from digital microscopes using Image J software. The evaluation results show that 4 biology teachers have been able to reach level 3, which means that teachers able to use of digital microscopes, use software and image analysis using Image J. The level of understanding of teachers using digital microscopes reaches 90% 
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT PESISIR DALAM UPAYA MENEKAN JUMLAH ANGKA STUNTING PADA ANAK Darman Manda; A. Octamaya Tenri Awaru; Hasruddin Nur; Resty Rahayu Darmayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5792

Abstract

Abstrak:Stunting sebuah masalah yang mengkhawatirkan tetapi masih dianggap hal biasa oleh masyarakat. Stunting bisa dicegah jika anggota keluarga memiliki pengetahuan lebih awal bagaimana mencegah, mendeteksi secara dini dan mengatasi stunting pada anak. Untuk mengurangi jumlah stunting maka memberikan edukasi pada masyarakat merupakan salah satu solusinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyareakat tentang stunting agar mampu meningktakan keterampilan dalam mendeteksi dini stunting, menerapkan pola asuh yang benar dalam upaya pecehagan stunting dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola makan sesuai kebutuhan. Melalui proses transfer pengetahuan tersebut diharapkan peserta memiliki perubahan perilaku dalam mendeteksi dan mengatasi stunting yang terjadi dalam keluarganya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan metode ceramah dan tanya jawab. Diawal kegiatan peserta diberikan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai stunting, dilanjutkan dengan kegiatan ceramah dan tanya jawab. Diakhir kegiatan diberikan post tes untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta mengenai stunting. Proses pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi stunting dengan sasaran masyarakt pesisir di desa Samataring Kabupaten Sinjai berhasil dilaksanakan dengan baik. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam memberikan pertanyaan saat narasumber menyampaikan materi dan juga dapat dilihat dari peningkatanhasil pretest dan post test yang dilakukan. Hasil Pretes nilai rata-rata peserta berada pada rentang 56-70 persen atau berada pada kategori sedang, Hasil posttes mengalami peningkatan atau berada pada rentang 71-85 atau berada pada kategori tinggi. Kegiatan edukasi stunting ini perlu ditindak lanjuti dengan melakukan pelatihan atau pendampingan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang baru diterimanya dengan baik.Abstract: Stunting is a worrying problem but is still considered normal by the community. Stunting can be prevented if family members have early knowledge on how to prevent, detect and overcome stunting in children. To reduce the number of stunting, providing education to the community is one solution. This service activity aims to increase public knowledge and awareness about stunting in order to be able to improve skills in early detection of stunting, apply correct parenting in an effort to prevent stunting and increase public knowledge about eating patterns as needed. Through the knowledge transfer process, participants are expected to have behavioral changes in detecting and overcoming stunting that occurs in their families. At the beginning of the activity, participants were given a pretest to determine the participants' initial knowledge about stunting, followed by lectures and question and answer activities. At the end of the activity, a post test was given to determine the increase in participants' knowledge about stunting. The process of implementing community service in the form of stunting education targeting the coastal community in Samataring village, Sinjai Regency was successfully implemented. The participants were very enthusiastic in participating in the activities. This can be seen from the active participation in asking questions when the resource person delivers the material and can also be seen from the increase in the results of the pretest and posttest conducted. Pretest results the average value of participants is in the range of 56-70 percent or is in the medium category, Posttest results have increased or are in the range of 71-85 or are in the high category. This stunting education activity needs to be followed up by conducting training or mentoring so that participants can properly apply the knowledge they have just received. 
PENGGUNAAN MARKETPLACE UNTUK MENINGKATKAN PEMASARAN DIGITAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Voettie Wisataone; Suranto AW; Ulfah Hidayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.878 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.4889

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 berdampak pada penjualan konvensional yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) Tirta Mandiri, Jogotirto, Berbah, Sleman. Agar dapat tetap mendapatkan keuntungan, anggota Bummas perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi dengan mulai melakukan pemasaran digital. Salah satu bentuk pemasaran digital yang aman dan direkomendasikan adalah marketplace. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian pemasaran digital dengan menggunakan marketplace pada anggota Bummas. Adapun jumlah anggota Bummas yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut mulai dari membuat konten promosi, membuat akun, hingga memasarkan melalui marketplace. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah 100% peserta menyatakan bahwa kemampuan hardskill dan softskill peserta meningkat. 100% peserta juga berhasil membuat akun marketplace dan memposting produk pertamanya. Berdasarkan evaluasi kegiatan, diperoleh masukan agar kegiatan pengabdian seperti ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat tema lain yang relevan dengan kebutuhan khalayak. Abstract: The Covid-19 pandemic has impacted conventional sales carried out by Community-Owned Enterprises (Bummas) Tirta Mandiri, Jogotirto, Berbah, Sleman. To remain profitable, Bummas members need to adapt to developments in technology and information by starting to do digital marketing. One form of digital marketing that is safe and recommended in the marketplace. This community service activity aims to improve digital marketing skills by using the marketplace for Bummas members. The number of Bummas members who participated in this activity amounted to 25 people. The method of implementing this service activity is, training and mentoring. These activities range from creating promotional content, creating accounts, to marketing through the marketplace. The results achieved from this service activity are 100% of the participants stating that the participants' hard skills and soft skills have increased. 100% of participants also managed to create a marketplace account and post their first product. Based on the evaluation of activities, input was obtained so that service activities like this were carried out sustainably by raising other themes that were relevant to the needs of the audience. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN ANALISA DATA TUGAS AKHIR MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PROGRAM SMARTPLS Sri Rahayu; Fifian Permata Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.952 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5748

Abstract

Abstrak: Pada dasarnya mahasiswa tingkat akhir yang menyusun tugas akhir sering mengalami kesulitan pada saat menganalisa data penelitian. Sebagian besar mahasiswa belum mempunyai pengalaman dalam melakukan penelitian dan belum mengetahui program yang dapat digunakan untuk membantu dalam mengolah data, walaupan sudah mengetahui program yang dapat membantu mengolah data namun belum dapat mengoperasikan program tersebut. Selain itu, ternyata tidak sedikit mahasiswa menyerahkan pengolahan data penelitiannya kepada penyedia jasa di luar kampus secara ilegal. Namun sangat disayangkan bahwa hasil olahan data yang dilakukan penyedia jasa tersebut banyak terdapat kekeliruan. Hal tersebut dikarenakan si penyedia jasa tidak menguasai teknik dan teori statistik yang mumpuni. Akibatnya hasil pengelolahan data tersebut tidak memenuhi kaidah ilmiah. Fenomena tersebut terjadi karena mahasiswa lebih menyukai budaya instan dalam penyelesaian tugas akhir ketimbang menjalani proses. Oleh karena itu, kami mengambil langkah kongkrit dengan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan bagi mahasiswa yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah data menggunakan aplikasi SmartPLS yang sangat penting bagi mahasiswa dalam rangka penyelesaian tugas akhir mereka. Pelatihan yang dilakukan telah berhasil meningkatkan 80% kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menguasai SmartPLS. Abstract: Basically, final year students who compose their final project often have difficulty in analyzing research data. Most students do not have experience in conducting research and do not know the programs that can be used to assist in processing data, even though they already know programs that can help process data but have not been able to operate the program. In addition, it turns out that not a few students submit their research data processing to service providers outside the campus illegally. However, it is very unfortunate that the results of data processing carried out by these service providers contain many errors. This is because the service provider does not master the technical and statistical theory that is qualified. As a result, the results of data processing do not meet scientific principles. This phenomenon occurs because students prefer instant culture in completing the final project rather than undergoing the process. Therefore, we are taking concrete steps by carrying out community service activities by holding training for students which aims to provide knowledge and skills to process data using the SmartPLS application which is very important for students in order to complete their final project. The training carried out has succeeded in increasing 80% of students' abilities in understanding and mastering SmartPLS. 
PEMBUATAN BIOATRAKTAN DARI DAUN CENGKEH (SYZIGIUM AROMATICUM) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA LALAT BUAH BATROCERA SP. Widihastuty Widihastuty; Desi Ardilla; Dafni Mawar Tarigan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.515 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5739

Abstract

Abstrak: Tanaman jambu air Madu Deli merupakan tanaman yang banyak ditanam di kota Binjai setelah tanaman rambutan. Rasa jambu air madu deli ini lebih manis dari kebanyakan tanaman jambu air yang ada sehingga sangat banyak disukai oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Hama lalat buah merupakan hama yang banyak menyerang dan menurunkan kualitas jambu air madu deli. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang hama lalat buah dan bagaimana melakukan pengendalian hama lalat buah yang lebih ramah lingkungan kepada 10 orang ibu-ibu kelompok PKK dari kelurahan Payaroba Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi langsung tentang pembuatan bioatraktan dari daun cengkeh dan pembuatan perangkap metil eugenol. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang hama lalat buah, sehingga mereka mampu mengenali tentang hama lalat buah dan melakukan pengendalian sesuai dengan teknik yang telah diajarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Abstract: Deli roseapple is a plant that is widely planted in Binjai after the rambutan plant. The taste of this deli roseapple is sweeter than most existing roseapple plants. It becomes quite massive consumed by public. Fruit flies are pests that attack and reduce the quality of deli roseapple. The purpose of this community service activity is to provide understanding and knowledge about fruit fly pests and how to control fruit fly pests that are more environmentally friendly to 10 peoples PKK of mothers group from Payaroba Village, West Binjai District, Binjai. This activity was carried out using lecture methods and direct demonstrations on the manufacture of bioattractants from clove leaves and the manufacture of methyl eugenol traps. The results are an increase in the knowledge and understanding of partners about fruit fly pests, so that they are able to recognize fruit fly pests and carry out control according to the techniques that have been taught in this community service activity.

Page 62 of 309 | Total Record : 3084