cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN HASIL PRODUK KELOMPOK BINAAN KOPERASI CREDIT UNION HATI AMBOINA DI PROVINSI MALUKU MELALUI TEKNOLOGI DAN DIGITAL BRANDING Olivia Laura Sahertian; Baretha Meisar Titioka; Ignasius Samson Sudirman Refo; Maria J.F Esomar; Fransiska N Ralahallo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.98 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5861

Abstract

Abstrak: Credit Union Hati Amboina (CUHA) adalah salah satu koperasi di Maluku yang berdiri sejak tahun 2007 dan telah berbadan hukum. Dalam perkembangannya dan juga terkait pandemi Covid-19, koperasi CUHA mengalami masalah pada semua tingkatan, terutama pada permasalahan pelayanan dan teknologi. Permasalahan pada anggota yaitu kemampuan membayar yang mengalami penurunan, khususnya mereka yang mengandalkan upah harian akibat pembatasan sosial. Untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan anggota dalam menggunkan aplikasi digital, meningkatkan daya saing dari hasil produksi kelompok binaan melalui diklat kewirausahaan. Metode pelaksanaan program yang dilaksanakan terdiri dari serangkaian proses pengembangan teknologi mulai dari indentifikasi kebutuhan kelompok binaan, perancangan dan pembuatan website, pendampingan operasional dan implementasi teknologi. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini anggota sudah dapat menggunakan aplikasi belanja online, memanfaatkan lapak amboina untuk menjual produk, memiliki kemampuan berwirasuaha dan mampu menciptakan produk yang berkualitas.Abstract: Credit Union Hati Amboina (CUHA) is one of the cooperatives in Maluku which was established in 2007 and has been incorporated as a legal entity. In its development and also related to the Covid-19 pandemic, the CUHA cooperative has experienced problems at all levels, especially in terms of service and technology. The problem with members is that their ability to pay has decreased, especially those who rely on daily wages due to social restrictions. To improve the understanding and skills of members in using digital applications, increase the competitiveness of the production results of the assisted groups through entrepreneurship training. The program implementation method consists of a series of technology development processes starting from identifying the needs of the target group, designing and creating websites, operational assistance and technology implementation. With this service activity, members are able to use online shopping applications, take advantage of the Amboina stalls to sell products, have entrepreneurial skills and are able to create quality products.
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH LUAR BIASA TUNA GRAHITA DALAM PENGOLAHAN SALAK MENJADI WAJIK DAN DODOL Setiawan, Agus Nugroho; Rusimah, Siti Yusi; Sudarsi, Sri; Wijayanti, Septi Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.814 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5941

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus tuna grahita. Pendidikan bagi anak-anak tuna grahita lebih ditekankan pada penguatan keterampilan agar dapat menjadi bekal dalam hidupnya. SLB Wiyata Dharma 2 yang mendidik anak-anak tuna grahita berada di Kabupaten Sleman yang merupakan daerah sentra salak pondoh. Ketika musim panen raya, harga salak pondoh sangat rendah. Alternatif solusi yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan siswa dengan penguatan keterampilan melalui pengolahan salak pondoh menjadi berbagai macam produk olahan. Pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan beberapa metode yaitu penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan, praktik pengolahan salak pondoh, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa siswa dan guru SLB Tuna Grahita Wiyata Dharma 2 Sleman mengikuti kegiatan dengan tekun dan serius. Guru dan siswa SLB Wiyata Dharma 2 Sleman mendapat wawasan, pengalaman dan keterampilan dalam mengolah salak pondoh menjadi wajik dan dodol, sehingga dapat menjadi bekal untuk berwirausaha agar lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Abstract: Education is the right of every citizen, including children with special needs for mental retardation. Education for mentally disabled children is more emphasized on strengthening skills to become provisions in their lives. SLB Wiyata Dharma 2, which educates mentally disabled children, is located in Sleman Regency, the center of snake fruit. During the harvest season, the price of snake fruit is very low. An alternative solution that can be done is empowering students by strengthening skills through processing snake fruit into various kinds of processed products. Community service is carried out by several methods, namely counseling, demonstration, training, the practice of processing snake fruit, and evaluation. The results of the community service show that students and teachers of SLB Tuna Grahita Wiyata Dharma 2 Sleman participate in activities diligently and earnestly. Teachers and students of SLB Wiyata Dharma 2 Sleman gain insight, experience, and skills in processing snake fruit into “wajik” and “dodol” to become provisions for entrepreneurship to be more independent and not dependent on others.
PENDAMPINGAN KADER DAN IBU DENGAN BAYI DAN BALITA DALAM PERSIAPAN KUNJUNGAN POSYANDU DI MASA PANDEMI COVID-19 Herbawani, Chahya Kharin; Pristya, Terry Y.R.; Karima, Ulya Qoulan; Maharanti, Maharanti; Nugrahanti, Elisabeth Kristina Ari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.559 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5781

Abstract

Abstrak: Posyandu merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang bertujuan memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan bayi dan balita. Namun, pada kondisi pandemi COVID-19, beberapa posyandu terpaksa tidak beroperasi sama sekali, termasuk posyandu di RW 07, Kelurahan Cipayung, Kota Depok. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan para kader dan ibu yang memiliki bayi dan balita untuk kegiatan posyandu dengan meminimalkan risiko penularan COVID-19. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan dua metode, yaitu pendampingan teknis pelaksanaan pelayanan posyandu pada kondisi pandemi COVID-19 dengan sasaran 5 orang ibu kader dan kunjungan door to door ke rumah 5 orang ibu yang mempunyai balita. Evaluasi pengetahuan kader dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan pengetahuan kader terkait pelaksanaan posyandu di masa pandemi COVID-19 dari sebelumnya rata-rata jawaban benar yang dapat dijawab oleh kader adalah sebanyak 36,6%, menjadi sebanyak 100% soal dapat dijawab dengan benar oleh semua kader. Kegiatan penyuluhan ini mendapat respon yang baik dari 2 kelompok peserta, yakni kader dan ibu dengan dengan balita.Abstract: Posyandu is a community empowerment program that aims to provide easy access to health services for infants and toddlers. However, several posyandu were forced to stop operating during the COVID-19 pandemic, including the posyandu in RW 07, Cipayung Village, Depok City. The purpose of this community service was to prepare the cadres and mothers to be ready to participate in posyandu activities by minimizing the risk of COVID-19 transmission. The implementation of this community service was carried out by two methods. The first one was technical assistance in implementing posyandu services with a target of 5 cadres and the second one was door to door visited to the mothers who have babies and toddlers. Evaluation of knowledge used pre-test and post-test methods. There was an increase in cadre knowledge about the implementation of posyandu during the COVID-19 pandemic from an average of 36.6% correct answers to 100%. This community service received a good response from the participants.
EVALUASI DAN REKOMENDASI PEMENUHAN CARA PRODUKSI GULA JAHE YANG BAIK PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN Ngatirah, Ngatirah; Nugroho, Erwan Aji; Sunardi, Sunardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.385 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5647

Abstract

Abstrak: Cara produksi pangan yang baik adalah suatu pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi pangan agar bermutu aman dan layak untuk dikonsumsi. Meskipun aturan dan pedoman Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) dari pemerintah sudah ada, akan tetapi sosialisasinya ke Industri Rumah Tangga Pangan (IRT-P) masih kurang dan terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengevaluasi CPMB dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan penerapan CPMB pada pengolahan gula jahe, dengan satu mitra yaitu IRT-P Merapi Mantap. Kegiatan pengabdian ini meliputi survey implementasi CPMB, pelatihan CPMB dan serta rekomendasi untuk perbaikan penerapan CPMB pada pengolahan gula jahe. Pemenuhan standar CPMB dari IRT-P Merapi Mantap sebanyak 5 komponen memenuhi kriteria baik, 7 komponen memenuhi kriteria cukup dan 2 komponen memenuhi kriteria kurang. Jumlah ketidaksesuaian minor ada 1 komponen, mayor ada 1 komponen, serius ada 5 komponen dan kritis ada 1 komponen. Berdasarkan analisis tersebut IRT-P Merapi Mantap mempunyai level IV.Abstract: Good Manufacturing Practices (GMP) is a guideline that explains how to produce food to be safe and suitable for consumption. Although the rules and guidelines of GMP for food household industry from the government already exist, but its socialization to the Food Household Industry is still lacking and limited. The purpose of this community service activity is to evaluate GMP and provide recommendations for improvement of GMP application on ginger sugar processing in household industry “Merapi Mantap”. This devotional activity includes GMP implementation survey, GMP training and as well as recommendations for improvement of GMP implementation on ginger sugar processing. The fulfillment of GMP standards from ginger sugar household industry as many as 5 components meet the criteria well, 7 components meet the criteria enough and 2 components meet the criteria less. The number of minor discrepancies there is 1 component, major there is 1 component, seriously there are 5 components and critical there is 1 component. Based on the analysis, ginger Instan household industry “Merapi Mantap” has level IV.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN SOFTSKILL DAN HARDSKIL PADA TENANT FAKULTAS BIOINDUSTRI Maulidian, Maulidian; Sumiasih, Inanpi Hidayati; Puspitawati, Mutiara Dewi; Seftiono, Hermawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.406 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5737

Abstract

Abstrak: Tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan softskill dan hardskill peserta sehingga dapat menjalankan usahanya dengan baik. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, games, penugasan dan studi kasus. Peserta yang terlibat sebanyak 16 orang yang terdiri dari mahasiswa dan alumni Fakultas Bioindustri yang terseleksi pada program pengembangan kewirausahaan tahun 2021. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket kepada peserta setelah mengikuti pelatihan. Hasil pengukuran menunjukkan 90% peserta menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan pelatihan telah menyediakan materi yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai harapan tenant. Hasil lainnya menunjukkan 85% peserta menyatakan sangat setuju bahwa materi pelatihan disajikan secara menarik dan disampaikan dengan cukup jelas oleh para pemateri. Sedangkan dari segi waktu, sebanyak 75% peserta menyatakan sangat setuju bahwa waktu yang disediakan sesuai untuk penyampaian materi. Dari segi manfaat, sebanyak 90% peserta menyatakan mendapatkan manfaat langsung dari pelatihan, dan mampu meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan tenant. Pada akhirnya, sebanyak 90% peserta menyatakan puas dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh tim Pusat Pengembangan Kapasitas Wirausaha Bioindustri (PPKWB).Abstract: The purpose of this training is to improve the soft skills and hard skills of the participants so that they can run their business well. The methods used are lectures, discussions, games, assignment and case studies. The participants involved were 16 people consisting of students and alumni of the Bioindustry Faculty who were selected for the entrepreneurship development program in 2021. The evaluation was carried out by giving questionnaires to participants after attending the training. The measurement results showed that 90% of participants strongly agree that the training activities have provided materials that meet the needs and expectations of the tenants. The evaluation result also showed that 85% of participants strongly agreed that the training materials were presented interestingly and presented quite clearly by the trainer. In terms of time, 75% of participants stated that they strongly agreed that the time provided was suitable for delivering the material. In terms of benefits, as many as 90% of participants stated that they received direct benefits from the training, and were able to increase the knowledge and intelligence of tenants. In the end, 90% of the participants were satisfied with the training organized by the Bioindustry Entrepreneurship Capacity Development Center (PPKWB) team.
STRATEGI PERLUASAN PASAR PRODUK PANGAN LOKAL UMKM DAN INDUSTRI RUMAH TANGGA MELALUI MEDIA SOSIAL DAN E-COMMERCE Vira Putri Yarlina; Syamsul Huda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.781 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5429

Abstract

Abstrak: COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi global menyebabkan ambruknya dua sektor utama, yakni sektor ekonomi dan kebijakan. Pada sektor ekonomi berdampak pada usaha mikro (UMKM) dan Industri Rumah Tangga (IRT). Sehingga diperlukan strategi pemasaran utama yang mampu menjangkau berbagai segemen konsumen secara luas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu dan membina 8 produk dari mitra UMKM dan Industri Rumah Tangga dalam meningkatkan omset penjualan dan pemasaran produk pangan melalui media sosial dan e-commerse serta memberi pengetahuan dan wawasan. Hasil yang diperoleh diantaranya 3 produk dilakukan pembuatan dan pengelolaan akun media sosial instagram, 3 produk dilakukan pengembangan label kemasan, 3 produk template konten media sosial, dan adanya peningkatan 25% konten mitra dapat menarik interaksi konsumen.Abstract: COVID-19 is designated as a global pandemic causing the collapse of two main sectors, namely the economic and policy sectors. In the economic sector, it has an impact on UMKM and IRT. The digital marketing strategy is able to reach a wide variety of consumer segments. The purpose of this study is to assist and foster 8 products from UMKM and the IRT in increasing sales and marketing through social media and e-commerce as well as providing knowledge and insight. The results obtained that 3 products for creating and managing Instagram social media accounts, 3 products for developing packaging labels, 3 social media content template products, and a 25% increase in partner content that can attract consumer interaction.
PENINGKATAN KUALITAS JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN ANTENA OMNI SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN JARINGAN INTERNET DI TENGGULUN ACEH TAMIANG Ahmad Ihsan; Khairul Muttaqin; Nurul Fadillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.098 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5445

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi wireless tumbuh dan berkembang dengan pesat, dimana setiap saat kita selalu membutuhkan sarana telekomunikasi. Internet bisa diakses dengan jaringan kabel maupun jaringan nirkabel. Sekolah SMA Negeri 5 Kejuruan Muda di Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang berada jauh dari perkotaan dan jangkauan internet sehingga sinyal jaringan yang didapatkan tidak merata. Kondisi jaringan yang masih belum maksimal, baik dari kualitas maupun jarak jangkauan yang terbatas mengakibatkan proses pembelajaran dan administrasi sekolah tidak efektif dan tidak maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkan kualitas jaringan internet yang baik dan pemerataan penyebaran jaringan internet diseluruh lokasi sekolah. Untuk meningkatkan kualitas dan penyebaran jaringan digunakan teknologi Antena omni yang memiliki frekuensi dan high gain besar sehingga jangkauan internet lebih jauh dan baik. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yaitu sosialisasi, perancangan dan pemasangan antenna omni. Dari hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan bahwa 68,2 persen respon terhadap pemasangan antenna omni berpendapat baik terutama waktu mengakses gmail, mendownload dan mengupload file.Abstract: The development of wireless technology grows and develops rapidly, where every time we always need telecommunications facilities. Internet can be accessed by wired network or wireless network. The SMA Negeri 5 Kejuruan Muda in Tenggulun District, Aceh Tamiang Regency is far from urban areas and internet coverage so that the network signal obtained is uneven. Network conditions that are still not optimal, both in terms of quality and limited range, have resulted in the learning process and school administration being ineffective and not optimal. Therefore, it takes a good quality internet network and an even distribution of the internet network in all school locations. To improve the quality and spread of the network, omni antenna technology is used which has a large frequency and high gain so that internet coverage is further and better. The stages of implementing the activity are carried out in 3 (three) stages, namely socialization, design and installation of omni antennas. From the results of the implementation of the activity, it was found that 68.2 percent of the responses to the installation of omni antennas were of a good opinion, especially when accessing gmail, downloading and uploading files.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI ANGGOTA ORGANISASI AISYIAH Maesaroh Maesaroh; Eka Kartikawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.583 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5409

Abstract

Abstrak: Hilangnya perhatian dari orang tua serta keluarga, banyaknya rangsangan seksual, pola pergaulan bebas, lingkungan permisif sangat mudah dijumpai anak-anak dan remaja masa kini. Pendidikan seks yang diberikan oleh orang tua memiliki proses yang kesinambungan. Namun, banyak orang tua menganggap bahwa anak akan memahami tentang seks secara alamiah, mandiri, saat mereka dewasa. Pendidikan kesehatan reproduksi dibutuhkan dalam mengasuh anak agar orang tua secara sadar memahami dan dapat mencegah perilaku penyimpangan seksual. C Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan di kota Depok dengan peserta Ibu-Ibu yang tergabung dalam organisasi ortonom wanita muhammadiyah sebanyak 42 orang. Data dan evaluasi terkait kegiatan penyuluhan parenting islami kesehatan reproduksi diperoleh melalui metode survey dan wawancara. Sebanyak 90 % peserta kegiatan telah memahami dan akan mengimplementasikan Pendidikan kesehatan reproduksi kepada anaknya. Abstract: The loss of attention from parents and family, the amount of sexual stimulation, patterns of promiscuity, permissive environment are very easy to find in today's children and adolescents. Sex education sourced from parents guarantees a more sustainable process. However, most parents think that their children will know about sex on their own when they grow up and become adults. Reproductive health education is needed in raising children so that parents consciously understand and can prevent sexual deviant behavior. This activity aims to increase parents' knowledge about reproductive health. The activity was carried out through outreach methods in the city of Depok with 42 women who were members of the orthonomy organization Muhammadiyah. Data and evaluation related to Islamic parenting counseling activities on reproductive health were obtained through survey and interview methods. As many as 90% of the activity participants understand and will implement reproductive health education for their children.
PEMANFAATAN BONEKA ORIGAMI SEBAGAI MEDIA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK DI TAMAN PENDIDIKAN QUR’AN Sri Winarni; Ade Kumalasari; Marlina Marlina; Rohati Rohati; Neneng Lestari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.568 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5857

Abstract

Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak dalam membuat boneka origami. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah survey dan observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang yang merupakan adopsi dari langkah pada penelitian tindakan kelas. Kegiatan yang dilakukan ini berupa pelatihan kepada anak yang belajar di dua Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), yaitu TPQ Nurul Ittihad dan TPQ Rumah Surga. Total peserta dari kedua TPQ yang mengikuti pelatihan berjumlah 38 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan pengamatan, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan dua kali kegiatan diperoleh data peningkatan keterampilan motorik halus pada kriteria “berkembang sangat baik”. Pada siklus I keterampilan motoric anak dalam membentuk boneka origami level mudah sebesar 31,47% dan siklus II sebesar 68,42 %. Sedangkan pada kegiatan membentuk bonekas origami level sedang terjadi peningkatan persertase keterampilan, yiatu 60, 53 % pada siklus I dan 78, 95 % pada siklus II. Secara kualitatif, Hasil yang didapatkan anak usia 4 -7 tahun bisa membentuk boneka origami level mudah dan mengalami kesulitan apabila membentuk boneka origami level sedang.Abstract: The objective of this program is to improve children develop their fine motor skills through the process of building origami dolls. This exercise incorporates survey and observation, planning, implementation, and assessment, all of which are steps in classroom action research. This program is designed to provide instruction for children enrolled in two Qur'an Education Parks (TPQ), TPQ Nurul Ittihad, and TPQ Rumah Surga. The training drew a total of 38 children from the two TPQs. The data collection methods used were observation, documentation, and interviews. Data on improved fine motor skills were obtained on the "very well developed" criteria based on the two activities. In the first cycle, the children's motor skills in forming easy-level origami dolls were 31.47%, and the second cycle was 68.42%. Meanwhile, in forming origami dolls, there was an increase in skill percentage, namely 60, 53% in the first cycle and 78, 95% in the second cycle. Qualitatively, the results obtained by children aged 4 -7 years can form easy-level origami dolls and have difficulty when forming medium-level origami dolls.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUCAPAN (PRONUNCIATION) BAHASA INGGRIS YANG BENAR DALAM MENDONGENG DENGAN MEDIASI HURUF ARAB (HIJAIYAH) Dwita Laksmita Rachmawati; Sri Hastari; Yufenti Oktafiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.462 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5750

Abstract

Abstrak: Bercerita telah menjadi ikon pelestarian budaya lokal. Karena kearifan lokal yang terikat dalam budaya lokal rentan tergerus seiring perubahan zaman, maka upaya untuk menghidupkan kembali dan melestarikannya harus menjadi perhatian utama sebelum menerapkan nilai-nilai tersebut secara nyata. Cerita rakyat telah menjadi media penjelmaan kearifan-kearifan lokal tersebut. Kegiatan PKM ini focus pada penggunaan asosiasi bunyi abjad arab dan fonetik Bahasa Inggris serta penggunaan cerita rakyat dalam pengajaran pengucapan kepada siswa yang belajar bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, khususnya dalam konteks Jawa Timur, Indonesia. Ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan pelajar dalam menghasilkan suara bahasa Inggris, meningkatkan kompetensi komunikatif mereka, dan juga mempromosikan pendekatan alternatif untuk mengajar pengucapan bagi guru. Tim bekerja sama dengan dua guru Bahasa Inggris SDIT Bina Insan Cendekia, Kota Pasuruan, yang dipilih secara purposive. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan fonetik dengan mengaitkan suara ke abjad arab meningkatkan kualitas pengucapan beberapa pelajar, yang lebih jelas dan mudah dipahami. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempromosikan pembelajaran mandiri bagi siswa karena kemampuan mereka untuk mengenali simbol fonetik memungkinkan mereka untuk menemukan bagaimana sebuah kata diucapkan. Yang terpenting, kegiatan tersebut dapat melibatkan dan memotivasi mereka untuk belajar bahasa asing. Abstract: Storytelling has become an icon of local cultural preservation. Because local wisdom that is tied to local culture is vulnerable to being eroded with changing times, efforts to revive and preserve it must be a major concern before implementing these values in real terms. Folklore has become a medium for the embodiment of these local wisdoms. This PKM activity focuses on the use of associations of Hijaiyah sounds (Arabic alphabet) and English phonetics as well as the use of folklore in teaching pronunciation to students learning English as a foreign language, especially in the context of East Java, Indonesia. It aims to overcome the difficulties of learners in producing English sounds, improve their communicative competence, and also promote alternative approaches to teaching pronunciation for teachers. The team collaborated with two English teachers at SDIT Bina Insan Cendekia, Pasuruan City, who were selected purposively. The findings show that phonetic training by associating sounds to Hijaiyah (Arabic Abjad) improves the quality of some students' pronunciation, which is clearer and easier to understand. It promotes independent learning for students because their ability to recognize phonetic symbols allows them to discover how a word is pronounced. Most importantly, it engages and motivates them to learn a foreign language.

Page 61 of 309 | Total Record : 3084