cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMBERDAYAAN PERAN SUAMI DALAM UPAYA PENINGKATAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU Supratti Supratti; Iqra Iqra; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.723 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6352

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi salah satu masalah prioritas Indonesia. Hasil SSGBI tahun 2019, sebanyak 40,38% balita mengalami stunting. Sulawesi Barat merupakan provinsi yang mempunyai prevalensi balita stunting terbanyak kedua setelah provinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu intervensi yang dinilai mampu mengatasi masalah stunting adalah dengan pemberian ASI eksklusi secara optimal. Oleh karena itu Tim Pengabadian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemberdayaan peran suami dalam upaya pemberian ASI secara optimal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat ASI dan keterampilan pijat oksitosin pada suami dan kader Posyandu. Kegiatan ini dilakukan bentuk health education yang diberikan kepada kelompok sasaran utama yaitu para suami dan kader Posyandu. Peserta diberikan pre-test dan post-test. Setelah pemberian penyuluhan dan simulasi pijat oksitosin, terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat pemberian ASI yaitu dari 30,7% meningkat menjadi 91,7% . Selain itu, peserta mampu melakukan simulasi pijat oksitosin dengan baik.Abstract: West Sulawesi is a province that has the second-highest prevalence of stunting after the East Nusa Tenggara province. One of the interventions that are considered capable of overcoming the stunting problem is optimally exclusive breastfeeding. Therefore, the Community Service Team of the Mamuju Health Polytechnic carried out community service activities in the form of empowering the husbands' role in optimal breastfeeding efforts. This activity aimed to increase knowledge on breastfeeding and to increase the skill on oxytocin message among husbands and Posyandu cadres. This community service activity was carried out in the form of health education which was given to the main target group, namely husbands and Posyandu cadres. Participants were given pre-test and post-test. After providing counseling and oxytocin massage simulation, there was an increase in participants' knowledge about breastfeeding, from 30.7% to 91.7%. Besides, participants were able to simulate the oxytocin massage well. 
EDUKASI PERSONS REFERENCES UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KEAMANAN VAKSINASI COVID-19 Baiq Dewi Asyura DM; Saimi Saimi; Lalu Abdul Khalik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.362 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6520

Abstract

Abstrak: Pengetahuan masyarakat terhadap pentingya vaksinasi untuk menghentikan pandemi Covid 19 masih rendah. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang menolak untuk melakukan vaksin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra terhadap pentingnya melakukan vaksinasi. Setelah mendapatkan sosialisasi diharapkan tokoh masyarakat mampu menggerakkan masyarakat luas agar mau melakukan vaksin secara suka rela. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui sosialisasi legalitas, komposisi, indikasi, kehalalan, efek samping serta cara pemberian vaksin Covid-19 kepada mitra. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode sosialisasi kepada sejumlah elemen tokoh masyarakat yang menjadi sasaran, selanjutnya dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum (pretest) dan sesudah (post-test) sosialisasi tentang materi yang disampaikan. Sasaran kegiatan ini sebanyak 35 orang yang terdiri dari kepala dusun, kader kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Mitra yang terlibat antara lain Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu, UPTD Puskesmas Bagu, dan Pemerintah desa Bagu. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini antara lain: Pertama, adanya peningkatan pengetahuan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebesar 66% terhadap pentingnya vaksinasi. Kedua, adanya komitmen bersama antara pemerintah desa dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk siap divaksinasi. Abstract: Public knowledge of the importance of vaccination to stop the Covid-19 pandemic is still low. This is proven by the number of people who refuse to vaccinate. This community service activity aims to increase public knowledge about the importance of vaccination. After receiving the socialization, it is hoped that the community leaders will be able to mobilize the wider community to voluntarily carry out the vaccine. This community service activity is carried out through the socialization of legality, composition, indications, halalness, side effects, and how to administer the Covid-19 vaccine to community leaders. The target of this activity was 35 people consisting of village heads, health cadres, religious leaders, and community leaders. Partners involved include the University of Qamarul Huda Badaruddin Bagu, UPTD Puskesmas Bagu, and the village government of Bagu. The results achieved in this activity include: First, there is an increase in the knowledge of community leaders about the importance of vaccination. Second, there is a joint commitment between the village government and community leaders to be ready to be vaccinated
PENERAPAN TEKNOLOGI LIGHT TRAP PADA PERTANAMAN PADI DI DESA DETUSOKO BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR Sri Wahyuni; Donatus Rendo; Mardiah Sarah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2054.259 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6259

Abstract

Abstrak : Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk menjawab masalah petani dalam teknik budidaya padi lokal “Banga Laka” yang terindikasi menggunakan pestisida sintetik berlebih, selain itu petani tidak mengenal jenis hama yang menyerang tanaman padi sehingga cenderung penggunaan pestisida tidak tepat sasaran. Solusi yang ditawarkan oleh tim PKM yaitu menerapkan teknologi light trap yang terbukti efektif mengendalikan hama pada tanaman padi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah 1) penyuluhan berkenaan dengan pengenalan dan perawatan alat light trap dan 2) pengamatan langsung dilapangan untuk melihat jenis-jenis hama yang terperangkap pada light trap. Evaluasi efektivitas light trap dilakukan dengan metode partisipatif dimana masyarakat ikut melakukan pemantauan hama yang terperangkap pada setiap jenis perangkap dan melakukan perhitungan penghematan biaya produksi. Pemasangan light trap selama satu bulan dapat menekan penggunaan jenis pestisida sebesar 83,86% dengan penghematan biaya pengendalian hama sebesar Rp. 1.325.000/musim tanam, berdasarkan pengamatan diketahui bahwa light trap berhasil menangkap 7 jenis hama (881 ekor) dengan proporsi tertinggi pada jenis cahaya ungu (49%).Abstract: The implementation of community service is carried out to answer farmers' problems in the local rice cultivation technique "Banga Laka" which is indicated to use excess synthetic pesticides, besides that farmers do not know the types of pests that attack rice plants so that they tend to use pesticides not on target. The solution offered by the PKM team is to apply light trap technology which is proven to be effective in controlling pests on rice plants. The methods used in this activity are 1) counseling regarding the introduction and maintenance of light traps and 2) direct observation in the field to see the types of pests trapped in light traps. Evaluation of the effectiveness of light traps is carried out using a participatory method where the community participates in monitoring pests trapped in each type of trap and calculating production cost savings. Installing a light trap for one month can reduce the use of pesticides by 83.86% with a pest control cost savings of Rp. 1.325.000/planting season, based on observations it was known that the light trap managed to catch 7 types of pests (881 individuals) with the highest proportion in the type of purple light (49%). 
EDUKASI LANSIA DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL: LANSIA “SERASI” (SEHAT DENGAN MAKAN SAYUR DAN BUAH SETIAP HARI) Rosyanne Kushargina; Nunung Cipta Dainy; Inne Indraaryani Suryaalamsah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.914 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6430

Abstract

Abstrak: Asupan serat pada lansia sangat penting untuk dipenuhi. Namun faktanya di lapangan asupan serat pada lansia masih rendah. Oleh karena itu dibutuhkan edukasi tentang pentingnya konsumsi serat untuk mewujudkan lansia SERASI (Sehat dengan Makan Sayur dan Buah Setiap Hari). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan pada 37 lansia di Poslansia Subadra, Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Bogor. Kegiatan yang dirancang berupa kegiatan pengukuran status gizi dan asam urat, edukasi, demo pembuatan jus SERASI, dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Materi edukasi mencakup manfaat serat, pangan sumber serat, berbagai olahan sayuran dan buah-buahan yang dapat diterapkan di rumah untuk dikonsumsi dari bahan bahan yang mudah ditemui sehari-hari, serta penyakit akibat kurang konsumsi serat. PMT diberikan berupa biskuit yang aman dan dapat dikonsumsi oleh lansia. Hasil kegiatan ini sebanyak 80% lansia mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi dengan perbedaan nilai pre-test dan post-test yang signifikan (p<0.05). Diharapkan dengan kegiatan yang sudah dilakukan dengan pendekatan HBM terjadi perbaikan asupan serat pada lansia.Abstract: Consumption of fiber is important for the elderly. However, the elderly continue to consume a little amount of fiber. As a consequence, education about the need for a fiber-rich diet is necessary to attain elderly’s SERASI (healthy by eating vegetables and fruits every day). 37 elderly citizens benefitted from this community service initiative in Poslansia Subadra, Sinarsari Village, Dramaga District, Bogor. The activities designed are in the form of measuring nutritional status and uric acid, education, demonstration of making SERASI juice, and Supplementary Food Provision (PMT). The educational materials included information about the health benefits of fiber, diseases linked with a lack of fiber intake, fiber-rich meals, and various processed vegetables and fruits made at home using easily available ingredients. The PMT was given to the elderly in the form of safe-to-eat cookies. The results of this exercise showed that 80% of elderly participants acquired knowledge after teaching, with a significant change in pre-and post-test scores (p<0.05). The HBM approach was expected to result in an increase in fiber intake among the elderly.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DAN IBU BALITA TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 Najdah Najdah; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.281 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6118

Abstract

Abstrak: Pada awal merebaknya virus corona, ada begitu banyak pertanyaan dan kekhawatiran tentang dampak Covid-19, termasuk implikasinya terhadap praktik menyusui dan PMBA. Sementara itu pelayanan kesehatan publik termasuk di Posyandu menyebabkan ibu menjadi kesulitan mendapatkan informasi yang valid secara langsung dari kader Posyandu. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan ibu balita tentang praktik pemberian makanan pada bayi dan anak (PMBA) di masa pandemi Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu 1) tahap persiapan, 2) penyuluhan tentang praktik PMBA di masa pandemi Covid-19, dan 3) evaluasi dengan membagikan kuesioner post-test dan wawancara mendalam. Sebanyak 10 kader Posyandu dan 20 ibu balita yang lakukan sebanyak 4 kali selama bulan September-Oktober 2020. Evaluasi peningkatan pengetahuan dilakukan melalui pemberian pre dan post-test yang dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 36% dengan kategori pengetahuan cukup baik. Hal ini sesuai dengan tujuan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu balita di masa pandemi. Kegiatan edukasi dan promosi kesehatan dan gizi yang berkelanjutan perlu terus dilakukan dan lebih ditingkatkan khususnya selama masa pandemi Covid-19.Abstract:At the beginning of the coronavirus outbreak, there were so many questions and concerns about the impact of Covid-19, including its implications for breastfeeding and IYCF practices. Meanwhile, public health services, including at Posyandu, makes it difficult for mothers to get valid information directly from Posyandu cadres. Therefore, this community service activity aimed to increase the knowledge of Posyandu cadres and under-five mothers about breastfeeding and IYCF during the Covid-19 pandemic. This community service was carried out in three stages, namely 1) the preparation stage, 2) counseling about ICYF practices during the Covid-19 pandemic, and 3) evaluation by distributing post-test questionnaires and in-depth interviews. There were 10 Posyandu cadres and 20 mothers that was conducted 4 times during September-October 2020. The evaluation of knowledge improvement was carried out through giving pre and post-tests which were carried out before and after counseling. There was an increase in the participants’ knowledge by 36% with a fairly good knowledge category. This is under the purpose of this community service activity which was to increase the knowledge of cadres and mothers during the pandemic. Sustainable health and nutrition education and promotion need to be carried out and further improved, especially during the Covid-19 pandemic. 
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN UDANG DAN HASIL SAMPINGNYA DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN WANITA NELAYAN DI BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Bagus Fajar Pamungkas; Yuliana Nidyasari; Muhammad Guruh; Ita Zuraida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.603 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6764

Abstract

Abstrak: Udang merupakan salah satu bahan pangan berprotein tinggi dimana menyediakan protein kurang lebih 2/3 dari kebutuhan protein hewani manusia. Pengolahan udang seringkali menyisakan bagian kepala dan kulit yang hanya dibuang sebagai limbah. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi udang dan hasil sampingnya untuk diolah menjadi berbagai produk yang bernilai jual. Sasaran kegiatan adalah para wanita nelayan di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Metode pelatihan yang digunakan meliputi (1) penyuluhan tentang nilai gizi udang dan hasil sampingnya serta bahaya limbah udang, (2) pelatihan pembuatan produk olahan dari daging dan kepala serta kulit udang, dan (3) pengenalan berbagai kemasan dan active packaging. Produk-produk olahan yang dikenalkan kepada peserta terdiri dari petis udang, lumpia udang, dan shrimp cake. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 50% peserta belum mengetahui pentingnya mempertahankan kesegaran udang maupun hasil sampingnya untuk menghasilkan produk olahan yang berkualitas. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pengolahan berbagai produk dari daging udang dan hasil sampingnya karena mereka baru pertama kali mengenal produk olahan tersebut, kecuali petis udang ada sekitar 3 orang peserta yang pernah membuatnya namun dengan metode yang berbeda. Pengenalan jenis-jenis kemasan dan metode active packaging juga memberikan pemahaman baru kepada para peserta. Setelah pelatihan, mereka mampu membuat sendiri produk olahan udang dan hasil sampingnya, serta berminat untuk menerapkan materi pelatihan yang disampaikan sebagai upaya untuk meningkatkan penghasilan keluarga.Abstract: Shrimp is one of the high protein food ingredients which provides protein approximately 2/3 of the human animal protein needs. Shrimp processing often leaves the head and skin only discarded as waste. The aim of this training activity was to provide an understanding to the public about the hazard of shrimp waste and how to process shrimp and its by-products into various products that are worth selling. The target of the activity is fisherwomen in the city of Balikpapan, East Kalimantan. The training methods used include (1) counseling about the nutritional value of shrimp and its by-products and the hazard of shrimp waste, (2) training on the manufacture of processed products from meat and shrimp heads and shells, and (3) introduction to various packages and active packaging. Processed products introduced to participants consisted of shrimp paste, shrimp spring rolls, and shrimp cake. The results showed that 50% of participants did not know the importance of maintaining the freshness of shrimp and its by-products to produce quality processed products. Participants were very enthusiastic in participating in the processing of various products from shrimp meat and its by-products because it was their first time getting to know these processed products, except for shrimp paste, there were about 3 participants who had made it but in a different way. The introduction of the types of packaging and the active packaging method also provided new understanding to the participants. After the training, they are able to make their own processed shrimp products and by-products, and are interested in applying the training materials presented as an effort to increase family income.
PENGEMBANGAN PARIWISATA KESEHATAN BERBASIS TANAMAN OBAT Sumiaty Sumiaty; Hastuti Usman; Febty Kuswanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.5594

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Samabahari, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian, meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan serta pengembangan desa pariwisata dengan cara memberdayakan masyarakat untuk Pengembangan Pariwisata Kesehatan berbasis tanaman obat. Metode yang digunakan untuk mendukung keberhasilan program yaitu: dengan pendekatan berbasis komunitas yaitu strategi pemecahan masalah langsung ke sasaran. Pada metode ini peserta mempraktikkan tentang hal yang mereka dapatkan pada pelatihan tentang Penanaman dan Pengembangan Pariwisata Kesehatan berbasis tanaman obat serta pemanfaatan bahan lokal dengan bimbingan tim PPDM. Hasil kegiatan PPDM ini adalah terbentuknya Desa Pariwisata Kesehatan berbasis tanaman obat dan kemandirian Masyarakat dalam meningkatkan taraf perekonomian dengan memanfaatkan bahan lokal seperti Ikan. Abstract: This Community Service activity in Samabahari Village, Bolano District, Parigi Moutong Regency aims to achieve independence, improve the economy and community welfare, environmental conservation and development of tourism villages by empowering the community to develop medicinal plant-based Health Tourism. The methods used to support the success of the program are: with a community-based approach where problem-solving strategies go straight to the point, in this method participants practice what they get in training on the Planting and Development of Health Tourism based on medicinal plants and the use of local materials with the guidance of the PPDM team. The results of this PPDM activity are the formation of a medicinal plant-based Health Tourism Village and community independence in improving the level of the economy by utilizing local ingredients such as fish.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMIK DIGITAL PIXTON DAN ALOE HAND SANITIZER BAGI GURU MADRASAH IBTIDAIAH Dias Tiara Putri Utomo; Finaty Ahsanah; Nahardian Vica Rahmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.157 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6597

Abstract

Abstrak: Bidang pendidikan dan kesehatan menjadi kunci utama dalam rangka madrasah tanggap COVID-19. Guru-guru MI Muhammadiyah 04 Blimbing Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur menghadapi permasalahan terkait dengan pembuatan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa saat pembelajaran daring. Selain itu, mereka juga belum memiliki persedian hand sanitizer khususnya di ruang kelas karena harganya yang relatif mahal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran komik digital PIXTON dan Aloe hand sanitizer. Kegiatan ini memiliki tiga tahapan utama, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap pelaksanaan dibagi menjadi dua kegiatan: seminar dan workshop, sedangkan tahap evaluasi dilakukan saat kegiatan dan setelah kegiatan. Jumlah peserta yang terlibat adalah 48 peserta. Berdasarkan hasil evaluasi saat kegiatan, sebanyak 87% telah terlibat secara aktif dalam pembuatan komik digital PIXTON dan Aloe Hand Sanitizer. Setelah kegiatan, para peserta memanfaatkan komik digital untuk kegiatan pembelajaran daring dan menggunakan Aloe hand sanitizer untuk keperluan internal sekolah. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan sukses.Abstract: The education and health sectors are the main keys in responding to COVID-19. MI Muhammadiyah 04 Blimbing teachers faced problems related to making learning media that could attract students' attention during online learning. In addition, they also did not have a supply of hand sanitizer, especially in classrooms because the price was relatively expensive. This community service aimed to train teachers in making PIXTON digital comic learning media and Aloe hand sanitizer. This activity had three main stages, namely: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The implementation stage was divided into two activities: seminars and workshops, while the evaluation stage was carried out during the activity and after the activity. The number of participants involved was 48 participants. Based on the evaluation results during the activity, as many as 87% had been actively involved in making PIXTON digital comics and Aloe hand sanitizer. After the activity, teachers and employees of MI Muhammadiyah 04 Blimbing used digital comics for online learning activities and used Aloe hand sanitizer for internal school purposes. Therefore, it can be concluded that this activity is successful.
PELATIHAN PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR BAGI PETUGAS PUSKESMAS Rahma Labatjo; Imran Tumenggung; Mahyudin Bami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.327 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6375

Abstract

Abstrak: Profesi gizi harus menerapkan standar pelayanan gizi untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal, terstandar dan profesional. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui pendidikan berkelanjutan melalui pelatihan pelatihan dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia. Penguasaan konsep yang didasari oleh ilmu yang benar dan up to date mutlak diperlukan oleh profesi gizi dalam menjalankan tugasnya sehari – hari. Tujuan PKM adalah untuk meningkatkan kemampuan ahli gizi puskesmas dalam melakukan asuhan gizi terstandar di komunitas. PKM akan dilaksanakan di Puskesmas Kabila dengan target pelatihan adalah tenaga ahli gizi yang ada di Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. PKM dilaksanakan pada tahun 2021. Hasil pre dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ahli gizi puskesmas dalam menyusun PAGT sebanyak 59%. sedangkan hasil uji t-test berpasangan, terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan (p-value = 0,0007). Luaran wajib PKM berupa peningkatan kapasitas tenaga ahli gizi dalam melaksanakan asuhan gizi terstandar di komunitas dan publikasi hasil kegiatan di jurnal ilmiah.Abstract: The nutritionist professionals must apply nutritional service standards to be able to provide optimal, standardized and professional services. Therefore, it is necessary to increase knowledge and skills through continuing education. The purpose of the training is to improve the ability of nutritionists to provide standardized nutrition care in the community. The training is held at the Kabila Health Center with the target of training is nutritionists at the Kabila Health Center, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province. The results of the pre and post-test show an increase in the knowledge of health center nutritionists by 59%. while the results of the paired t-test, there was a difference in knowledge before and after the training was carried out (p-value = 0.0007). The mandatory output of the training is in the form of increasing the capacity of nutritionists in carrying out standardized nutrition care in the community and publishing the results of activities in scientific journals.
INISIASI PEMBENTUKAN AYAH ASI: PENTINGNYA DUKUNGAN SUAMI DALAM KEBERHASILAN MENYUSUI Kadar Ramadhan; Christina Entoh; Nurfatimah Nurfatimah; Aminuddin Aminuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.689 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6541

Abstract

Abstrak: Capaian cakupan pemberian ASI eksklusif yang masih rendah (28%) di Tokorondo dapat menyebabkan status gizi anak bermasalah. Telah banyak penelitian menunjukan bahwa dukungan suami berkorelasi positif dengan pemberian ASI. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menginisiasi pembentukan dan mendampingi kelompok “Ayah ASI”. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini akan dilaksanakan di Desa Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso pada bulan September 2021 . Metode pelaksanaan berupa penyuluhan tentang pentingnya ASI dan peran ayah dalam mendukung pemberian ASI. Khalayak sasarannya adalah 25 suami yang istrinya sementara hamil. Hasil Pelaksanaan inisiasi dan pendampingan Ayah ASI ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta dari rerata pengetahuan sebelum sebesar 40,5 menjadi 80,5 setelah kegiatan pendampingan. Kami menyarankan kepada Pemerintah desa menganggarkan untuk kegiatan Ayah ASI untuk tahun 2022 agar kegiatan ini dapat berkelanjutan guna mendukung kegiatan pencegahan stunting di desa Tokorondo.Abstract: The coverage of exclusive breastfeeding which is still low (28%) in Tokorondo can cause problems in the nutritional status of children. Many studies have shown that husband's support is positively correlated with breastfeeding. This Community Service (PkM) activity aims to initiate the formation and assistance of the "Breastfeeding Fathers" group. This Community Service (PkM) activity will be held in Tokorondo Village, Poso Pesisir District, Poso Regency in September 2021. The implementation method is in the form of counseling about the importance of breastfeeding and the role of fathers in supporting breastfeeding. The target audience is 25 husbands whose wives are currently pregnant. The results of the initiation and mentoring of breastfeeding fathers can increase the knowledge of participants from the average prior knowledge of 40.5 to 80.5 after the mentoring activity. We suggest that the village government budget for the breastfeeding father activity for 2022 so that this activity can be sustainable to support stunting prevention activities in the village of Tokorondo

Page 70 of 309 | Total Record : 3084