cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER" : 17 Documents clear
FUNGSIWOE DALAM SISTEM SOSIAL MASYARAKAT TRADISIONAL DESA TUREKISA Maria Goreti Djandon
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3521

Abstract

Abstrak: Flores  merupakan salah satu pulau yang dihuni  oleh berbagai suku dengan latar budayanya masing-masing. Demikian pula dengan masyarakat di Desa Turekisa yang memiliki woe (suku) dari asal-usul berdeda-beda. Arus globalisasi membawa dampak bagi anggota woe itu sendiri terutama yang berkenaan dengan asal mula woe dan fungsi woe dalam sistem sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji lebih dalam tentang sejarah asalmula woe dan fungsi woe yang ada di Desa Turekisa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptf kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan wawancara medalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Turekisa anggota woe masih mengetahui asalmula woe dan fungsi woe dengan baik. Untuk menjaga keharmonisan antara anggota se-woe (se suku) maupun dengan woe yang lainnya selalu ada kerja sama baik yang berhubungan dengan pekerjaan (budaya gotong royong), pada saat hajatan apa saja maupun pada saat duka. Hal ini merupakan warisan dari para leluhur yang tetap dipelihara dengan baik dari generasi ke generasi penerusnya. Masing-masing woe memiliki Ngadhu dan Bhaga sebagai lambang persatuan dan Sa’o Pu’u sebagai tempat berkumpulnya seluruh anggota woe dalam ritual-ritual adat.Abstract: Flores is one of the islands inhabited by various tribes with their cultural background. Similarly, the people in Turekisa village have woe (tribe) from different origins. The current globalization has an impact on the woe members themselves, especially about the origin of woe and the function of woe in the social system of society. The purpose of this research is to examine more about the history of woe origin and the function of woe in Turekisa Village. The research method used is descriptive qualitative. The data sources used are primary and secondary data. Data collection using deep interviews and documentation. Data analysis is done through data reduction, data exposure, and conclusion drawing. The results showed that the people of Turekisa Village woe members still know the origin of woe and woe function well. To maintain harmony between members of the se-woe (se tribe) and with another woe there is always cooperation both related to work (gotong royong culture), at any time of hajatan or at the time of grief. This is the legacy of the ancestors who remained well preserved from generation to generation. Each woe has Ngadhu and Bhaga as symbols of unity and Sa'o Pu'u as a gathering place for all woe members in traditional rituals.
PRAKTIK PEMBELAJARAN SEJARAH PADA MASA PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) Sri Susanti
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.2992

Abstract

Abstrak: Layanan pendidikan pada masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) Surat Edaran ini mengatur tentang kententuan Belajar dari Rumah. Berdasarkan Surat Edaran ini, pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang tepat untuk tetap memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik. Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dan memiliki nilai-nilai yang bermanfaat bagi pembentukan karakter bangsa. Pada mata pelajaran sejarah materi yang harus dipelajari cukup banyak sehingga mengharuskan peserta didik untuk terus membaca pada masa penerapan PJJ ini.  Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik pembelajaran sejarah pada masa penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara kepada guru dan peserta didik di SMA Negeri 1 Pringsurat. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling (dengan pertimbangan tertentu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh guru sejarah pada masa pembelajaran jarak jauh cukup efektif untuk dilaksanakan, namun tetap memiliki beberapa kelemahan misalnya kendala sinyal dan kuota.Abstract: Educational services during the emergency period of the spread of Corona Virus Disease (COVID-19) are carried out following Circular Number 4 of 2O2O concerning Implementation of Education Policies in an Emergency for the Spread of Corona Virus Disease (COVID-19) This Circular regulates the provisions of Learning from Home. Based on this Circular, distance learning is the right alternative to continue providing educational services to students. History is an important subject and has values that are useful for shaping the character of the nation. In the subject of history, the material that must be studied is quite a lot so that it requires students to keep reading during the application of this PJJ. This study aims to determine the practice of historical learning during the application of Distance Education (PJJ). The research method used is qualitative research. The data was collected using interviews with teachers and students at SMA Negeri 1 Pringsurat. The research sample was determined by using a purposive sampling technique (with certain considerations). The results showed that the practice of history learning carried out by history teachers during the distance learning period was effective enough to be implemented, but still had several weaknesses, such as signal and quota constraints.
ANALISIS TINGKAT VALIDITAS LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS HOTS DENGAN SISTEM BARCODE Mariyani Mariyani; Rini Setiyowati; Husnul Fatihah
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3747

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas lembar kerja peserta diidk berbasis HOTS dengan sistem barcode pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (RnD) dengan teknik pengumpulan data angket dan dokumentasi. Angket digunakan untuk menghimpun data dari para validator mengenai aspek materi, media, dan bahasa dalam lembar kerja peserta didik. Dokumentasi digunakan untuk menghimpun data mengenai materi yang akan dikembangkan. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Tingkat validitas aspek materi dinyatakan valid dengan skor 85.7 % (2) Tingkat validitas aspek media dinyatakan valid dengan skor 84.8 %. Dengan demikian, bahan ajar yang telah dikembangkan dinyatakan valid.Abstract:  This study aims to determine the validity level of HOTS-based student worksheets with the barcode system in civic education subjects. This research is a Research and Development (RnD) research with questionnaire data collection techniques and documentation. Questionnaires are used to collect data from validators regarding aspects of material, media, and language in student worksheets. Documentation is used to collect data about the material to be developed. The analysis technique used is descriptive quantitative. The conclusions of the research results are as follows: (1) The level of validity of the material and language aspects is valid with a score of 85.7% (2) The level of validity of the media aspects is declared valid with a score of 84.8%. Thus, HOTS-based student worksheets with the barcode system that have been developed are declared valid.
PERAN MOSALAKI (TOKOH ADAT) TERHADAP TARIAN NAPA NUWA SEBAGAI WUJUD MENJAGA KETAHANAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT ADAT WOLOTOPO Karolus Charlaes Bego; Bonaventura R. Seto Se
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3442

Abstract

Abstrak: Kehidupan bangsa Indonesia sangat beragam dalam hal suku, adat-istiadat, ras, dan agama. Kesenian tradisional merupakan refleksi dari cara hidup sehari-hari masyarakat. Pengaruh arus globalisasi saat ini akan berdampak pada kesenian tradisional. Jika tidak direspons dengan baik oleh semua pihak yang berkepentingan akan berdampak pada tergerusnya budaya bangsa Indonesia. Peran Mosalaki (Tokoh Adat) Terhadap Tarian Napa Nuwa Sebagai Wujud Menjaga Ketahanan Sosial Budaya Masyarakat Adat Wolotopo sangat diperlukan. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam menjaga dan melestarikan budayanya sebagai warisan leluhur Mosalaki (tokoh adat) belum mampu menjalankan perannya sebagai pihak yang memegang amanah, pihak yang memberi teladan, dan sebagai pihak yang bertanggung jawab. Hal ini karena dihadapkan dengan berbagai kendala, yaitu: 1) Pemahaman tentang tarian Napa Nuwa oleh mosalaki (tokoh adat) sangat minim; 2) Tidak adanya larangan yang tegas masuknya tarian dari luar; 3) tidak adanya keteladanan dari para mosalaki (tokoh adat); 4) Kurang adanya kemauan dari masyarakat adat wolotopo khususnya generasi muda untuk menari tarian napa nuwa lebih suka tarian dari luar atau tarian barat; 5) Mudahnya mengakses informasi melalui media masa.Abstract: Indonesian life is very diverse in terms of ethnicity, customs, race, and religion. Traditional art is a reflection of the daily way of life in the community. The influence of the current globalization will have an impact on traditional arts. If not responded well by all interested parties will have an impact on the eroding culture of the Indonesian nation. The role of Mosalaki (Indigenous People) towards Napa Nuwa Dance as a Form of Maintaining Social and Cultural Resilience of Wolotopo Indigenous Peoples is indispensable. The results of the study found that in maintaining and preserving its culture as the ancestral heritage of Mosalaki (indigenous figures) has not been able to carry out its role as a party that holds the mandate, the party that sets an example, and as a responsible party. This is because it is faced with various obstacles, namely: 1) The understanding of Napa Nuwa dance by mosalaki (indigenous figures) is minimal; 2) The absence of a strict prohibition on the entry of dances from outside; 3) the absence of accuracy of the mosalaki (indigenous leaders); 4) Lack of willingness from wolotopo indigenous peoples, especially the younger generation to dance napa nuwa dance prefers dance from outside or western dance; 5) Easy access to information through mass media.
KAJIAN HISTORIS MAKNA UPACARA ADAT ALA BALOE KAMPUNG BAMPALOLA ALOR Rosada Rosada; Nurmi Ali
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3734

Abstract

Abstrak: Upacara Ala Baloe merupakan identitas Desa Bampalola dan Kabupaten Alor secara umum sebagai proses pewarisan budaya yang harus dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat dan merupakan tradisi yang masih bertahan di tengah-tengah kemajuan zaman seperti ini. Belum ada penulisan-penulisan tentang upacara tersebut, sehingga penulis ingin menggali secara lebih dalam tentang upacara Ala Baloe supaya terdokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah upacara adat Ala Baloe (Makan Baru Padi) merupakan upacara adat tradisional suku Adang, suku yang mendiami kampung adat/tradisional Bampalola. Kampung Bampalola terletak di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun nilai-nilai yang terkadung dalam upacara Ala Baloe (Makan Baru Padi) antara lain; nilai sosil budaya, nilai religius, nilai kebersamaan, nilai ketelitian, nilai gotong royong serta  nilai pendidikan.Abstract: Ala Baloe ceremony is the identity of Bampalola Village and Alor Regency in general as a process of cultural inheritance that must be maintained by the local community and is a tradition that still survives during the progress of this era. There have been no writings about the ceremony, so the author wants to dig deeper into the Baloe ceremony to be documented. The research method used is qualitative with ethnographic approach. The results showed that the history of traditional ceremonies Ala Baloe (Makan Baru Padi) is a traditional ceremony of the Adang tribe, a tribe that inhabits the traditional village of Bampalola. Kampung Bampalola is located in Alor Regency, East Nusa Tenggara Province. The values that are protected in ala Baloe (Makan Baru Padi) ceremony include; cultural values, religious values, values of togetherness, the value of thoroughness, the value of mutual assistance and the value of education.
MEANINGFUL LEARNING COURSE SIRAH NABAWIYAH (DOWNSTREAM OF ONLINE LEARNING) Ayu Faiza Algifahmy
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3405

Abstract

Abstrak: Jenis penelitian  ini adalah field research dengan teknik pengumpulan data berupa observasi hasil dan pengumpulan dokumen dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa mata kuliah Sirah Nabawiyah, jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Walisongo Semarang. Fokus utama dari penelitian ini sebagai hilirasasi dari hasil pembelajaran mata kuliah Sirah Nabawiyah, akibat dari pembelajaran daring yang ada karena pandemi covid-19. Hasil penelitian  ini dengan adanya meaningful learning atau pembelajaran bermakna yang dilakukan dengan kegiatan ceramah di media sosial, mahasiswa dapat menyampaikan segala sesuatu yang merupakan ajaran  nabi yang berkesesuaian dengan keadaan covid-19 saat ini. Dimana sebagai calon dai, mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat secara lebih luas yang bertujuan memperkenalkan tentang sunnah nabi dalam menghadapi pandemi covid 19 dengan platform instagram. Pembelajaran daring masih terbatas kepada pembelajaran dengan pendekatan audio visual, oleh karena itu dengan adanya hilirisasi ke arah kinestetik, diharapkan mahasiswa mampu memahami akan materi-materi yang disampaikan pada mata kuliah sirah nabawiyah, dan menjadikan pembelajarab lebih bermakna (meaningful learning).Abstract: This type of research is field research with data collection techniques in the form of observation of results and collection of documents. This research was conducted on students of the Sirah Nabawiyah subject, majoring in Islamic Community Development, Faculty of Da'wah, and communication, UIN Walisongo Semarang. This research's primary focus is downstream of the Sirah Nabawiyah course's learning outcomes, a result of online learning that exists due to the Covid-19 pandemic. The results of this study, with the existence of meaningful learning, carried out by lecturing on social media, students can convey everything that is the prophet's teachings that are appropriate with the current state of Covid 19. Whereas dai candidates, students can educate the public more broadly to introduce the prophet's sunnah in the face of the Covid-19 pandemic with the Instagram platform.
KAMPUNG ADAT WOLOTOPO SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA KABUPATEN ENDE FLORES Jose Kusi; Dentiana Rero
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3438

Abstract

Abstrak: Masyarakat  Kabupaten  Ende  hidup  bersama  di kampung-kampung (Nua). Orang–orang yang  hidup  bersama  dalam  kampung itu secara umum berasal dari nenek moyang atau leluhur yang sama. Mereka hidup dan berbuat sesuai dengan adat isitadat warisan nenek moyang yang masih kental hingga kini. Sebagaimana perkampungan adat lainnya,Wolotopo merupakan salah satu kampung adat yang kaya dengan nuansa budayanya dan tersimpan berbagai seni budaya daerah sebagai potensi yang mesti dipertahankan keberadaannya bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat adat Wolotopo adalah bagian dari kelompok manusia yang mampu menghasilkan karyanya, yang mencerminkan nilai-nilai dan pandangan hidup yang dianutnya.  Berbagai  hasil  karya  masyarakat adat Wolotopo yang terungkap dan diwujudkan secara nyata menjadi ciri khusus  bahwa Wolotopo merupakan kampung tradisional dan tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat yang bersifat komunal.Abstract: The people of Ende Regency live together in the villages (Nua). The people who live together in the village generally come from the same ancestors or ancestors. They live and do according to the customs of the heritage of ancestors still strong today. Like other traditional villages, Wolotopo is one of indigenous villages rich with cultural nuances and stored various regional cultural arts as a potential that must be maintained for present and future generations. This proves that the Wolotopo indigenous people are part of a group of people who are able to produce his work, which reflects the values and views of life that attentive. Various product creation community tradition Wolotopo indigenous peoples work is revealed and manifested to be a distinctive feature that Wolotopo is a traditional village and not inseparable from the communal life of communal peoples.
SENI MENGELOLA DATA: PENERAPAN TRIANGULASI TEKNIK, SUMBER DAN WAKTU PADA PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL Andarusni Alfansyur; Mariyani Mariyani
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3432

Abstract

Abstrak: Karya tulis ini berjudul Seni Mengelola Data: Penerapan Triangulasi Teknik, Sumber dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial.karya tulis ini dilator belakangi tentang banyaknya pertanyaan yang muncul tentang bagaimana menghilangkan keraguan dalam mengelola data pada penelitian pendidikan sosial dengan pendekatan kualitatif. Dalam penulisan karya tulis ini metode yang digunakan adalah metode library research. Kemudian hasil yang diperoleh bahwa dalam mengelola data penelitian pendidikan sosial haruslah menerapkan salah satunya triangulasi waktu, teknik dan sumber agar penelitian yang diinginkan dapat diterima kebenarannya.Abstract:  This paper is entitled The Art Of Analisys Data: The Application of Technical Triangulation, Resources and Time in Social Education Research. This paper is based on the many questions that arise about how to remove doubts in managing data in social education research with a qualitative approach. In writing this paper, the method used is the library research method. Then the results obtained are that in managing social education research data one must apply, one of which is the triangulation of time, techniques and sources so that the desired research can be accepted as true.
PLAKAT PANJANG HINGGA PERANG KAMANG: GERAKAN RAKYAT MINANGKABAU MENENTANG PAJAK KOLONIAL BELANDA Uun Lionar; Agus Mulyana; Leli Yulifar
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3409

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan mengenai keadaan Minangkabau pasca Perang Paderi dan respon rakyat Minangkabau mengenai praktik perjanjian Plakat Panjang, hingga munculnya gerakan menentang pajak yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial pada awal abad ke-20. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang terdiri dari 7 (tujuh) tahapan kegiatan, yakni: (1) memilih ide atau topik penelitian; (2) mencari informasi pendukung; (3) memfokuskan topik bahasan dan mengorganisasikan bahan bacaan; (4) mencari dan menemukan bahan-bahan pustaka; (5) mengorganisasikan bahan pustaka; (6) melakukan kajian terhadap bahan pustaka; dan (7) mereorganisasikan catatan pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian Plakat Panjang yang diberlakukan pada tahun 1833 merupakan strategi Belanda untuk menaklukkan rakyat Minangkabau. Selama rentang waktu paroh kedua abad ke-19 hingga awal abad ke-20 Belanda telah banyak merubah tatanan sosial masyarakat Minangkabau. Pemberlakukan pajak (Belasting) oleh Belanda pada awal abad ke-20 merupakan bentuk pelanggaran atas perjanjian Plakat Panjang. Merespon hal ini rakyat Minangkabau melakukan perlawanan. Daerah Kamang menjadi basis perlawanan menentang pajak tersebut, perlawanan ini dipimpin oleh tokoh agama dan adat salah satunya adalah Haji Abdul Manan.Abstract:  This study aims to explore and describe the state of Minangkabau after the Padri War and the response of the Minangkabau people regarding the practice of the Plakat Panjang agreement, until the emergence of the movement against taxes imposed by the colonial government in the early 20th century. This research uses library research method which consists of 7 (seven) stages of activity, namely: (1) choosing an idea or research topic; (2) seeking supporting information; (3) focusing on topics and organizing reading material; (4) searching and finding library materials; (5) organizing library materials; (6) conducting a study of library materials; and (7) reorganizing bibliography. The results of this study indicate that the Plakat Panjang agreement which was enacted in 1833 was a Dutch strategy to conquer the Minangkabau people. During the span of the second half of the 19th century to the beginning of the 20th century, the Dutch have changed the social order of the Minangkabau community. The imposition of taxes (Belasting) by the Dutch in the early 20th century was a violation of the Plakat Panjang agreement. Responding to this, the Minangkabau people fought back. The Kamang area became the basis of resistance against the tax, this resistance was led by religious and traditional leaders, one of which was Haji Abdul Manan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS XI SMK Nurkawi Nurkawi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3531

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian ini mengambil lokasi di SMK Negeri 1 Batukliang pada kelas XI yang berjumlah 24 siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model spiral dari Kemmis dan Taggart. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas  XI SMK Negeri 1 Batukliang. Peningkatan tersebut terlihat dari peningkatan proses dan hasil. Peningkatan proses keterampilan berbicara terjadi pada saat berdiskusi berpasangan atau pair dan share dimana siswa mendapatkan ruang yang lebih guna mengasah keterampilan berbicara yang dimiliki. Siswa juga lebih berani dalam menyampaikan gagasan, ide, dan perasaan karena didukung dengan waktu khusus dalam berpikir yaitu think time. Peningkatan selanjutnya adalah peningkatan nilai rata-rata kelas serta ketuntasan yang diraih siswa. Pada pratindakan, persentase ketuntasan siswa adalah 12,5% dengan nilai rata-rata 5,49. Setelah dilakukan tindakan siklus I, persentase ketuntasan mecapai 52,63% dengan nilai rata-rata 7,11. Pada siklus II persentase ketuntasan juga meningkat menjadi 84,21% dengan nilai rata-rata 8,06. Dengan demikian, hasil keterampilan berbicara meningkat dengan penggunaan model TPS.Abstract: This research is a type of Class Action Research (PTK) or Classroom Action Research. This study was conducted at State Vocational High School 1 Batukliang in grade XI with 24 students. The research design used in this class action research is a spiral model of Kemmis and Taggart. Data collection method in this research using observation and test. Data analysis is done with descriptive statistical analysis and qualitative analysis. The results showed that the use of the Think Pair Share (TPS) learning model can improve the speaking skills of students in grade XI of State Vocational High School 1 Batukliang. The improvement is seen from the improvement of processes and results. The improvement of the speaking skills process occurs when discussing pairs or pairs and shares where students get more space to hone their speaking skills. Students are also more courageous in conveying ideas, ideas, and feelings because it is supported by a special time in thinking that thinks time. The next improvement is the increase in the average grade and the achievements achieved by students. In pre-action, the percentage of student completion is 12.5% with an average score of 5.49. After the first cycle action, the percentage of completion reached 52.63% with an average value of 7.11. In the second cycle, the percentage of completion also increased to 84.21% with an average value of 8.06. Thus, the results of speaking skills increased with the use of the TPS model.

Page 1 of 2 | Total Record : 17