Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Articles
137 Documents
Sejarah Awal Mula Berdiri Hingga Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Fadira, Siti fadira
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v10i1.20695
Artikel ini mengunkapkan tentang bagaimana Sejarah awal hingga akhir berdirinya Kerajaan majapahit hingga runtuhnya Kerajaan majapahit. Dimana Kerajaan majapahit merupakan Selain itu Kerajaan majapahit merupakan Kerajaan terbesar dinusantara yang memiliki banyak kekuasaan. Selain itu, Kerajaan majapahit mempunyai semangat kerja keras dan pantang menyerah dalam meraaih sesuatu yang diingikan.Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung, Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.Penelitian ini mengunkan tatacara riset sjarah, dengan memakai pendekatan deskriptis analisis. Tata cara historis ialah proses menguji serta menganalisa secara kritis rekaman serta asset masa lampau penelitia ini memakai pendekatan ilmu Sejarah yang di gunakan buat menguraikan masng-masing pses dalam kejadian Sejarah yang bersumber pada kronologis waktu. Tidak hanya itu, pendekatan sosiologi yang di pkai buat memandang segi sosial yang berfungi aktif dala suatu kejadian dan mempunyai ikatan dengan pihak yang lain yang bersumber pada kepentingan-kepentingan tiap tiap pihak.
PERJUANGAN RAKYAT MUSI ULU RAWAS PADA MASA REVOLUSI FISIK TAHUN 1945-1949
Ardianti, Nisa Maulia;
Sarkowi, Sarkowi;
Sutiyaningsih, Ira Miyarni
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v8i1.16767
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Perjuangan Rakyat Musi Ulu Rawas Pada Masa Revolusi Fisik tahun 1945-1949. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah (historis) dengan langkah-langkah antara lain: Hauristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiuografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perjuangan yang dillakukan oleh rakyat Musi Ulu Rawas pada masa Revolusi Fisik tahun 1945-1949 antara lain dengan menggunakan berbagai cara seperti melakukan penculikan kepada para tentara serdadu Jepang dan pencurian senjata milik Jepang, serangan yang dilakukan secara diam-diam atau secara langsung, serta dengan menggunakan taktik bumi hangus guna menghalau perjalanan pasukan Belanda yang ingin menguasai tanah Lubuklinggau sehingga pertempuran dan gencatan sejata pun tidak dapat untuk terelakkan lagi. Karena tidak sepadannya jumlah pasukan dan persediaan senjata yang dimiliki oleh para pasukan pejuang Musi Ulu Rawas terhadap pasukan musuh menyebabkan bayang sekali korban yang berjatuhan di pihak Indonesia. Hingga pada puncaknya diberikannya hak kedaulatan bangsa Indonesia oleh Belanda dari hasil keputusan KMB yang dilakukan di Belanda.Abstract: This study aims to describe the Struggle of the People of Musi Ulu Rawas During the Physical Revolution Period 1945-1949. The method used in this study is historical (historical) research with steps including: Hauristics, Source Criticism, Interpretation, and Historiuography. The results of this study indicate that the struggle carried out by the people of Musi Ulu Rawas during the Physical Revolution in 1945-1949 included using various methods such as kidnapping Japanese soldiers and stealing Japanese weapons, attacks carried out secretly or directly, as well as using scorched earth tactics to dispel the passage of Dutch troops who wanted to control Lubuklinggau land so that fighting and a ceasefire could no longer be avoided. Because the disproportionate number of troops and weapons stocks owned by the Musi Ulu Rawas fighters against the enemy troops led to the shadow of the casualties on the Indonesian side. Until at its peak, the Netherlands granted the sovereign rights of the Indonesian nation as a result of the KMB decision made in the Netherlands.
Model Pembelajaran Interaktif dan Keterampilan Sosial terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Pembelajaran Sejarah di SMA NEGERI 22 PALEMBANG
Saputra, Randa;
Sagita, Yessy Ade;
Safitri, Sani;
Syarifuddin, Syarifuddin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v10i1.13974
Abstrak: : Pembelajaran Sejarah banyak dilakukan Pendidik / guru dengan model pembelajaran yang standar sehingga membuat peserta didik sulit memahami Materi yang telah dijelaskan. Maka dari itu Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Model Pembelajaran Interaktif dan Keterampilan sosial terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 22 Palembang dan Seberapa Efektif kah diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Teknik Pengumpulan data dengan Menggunakan metode pendekatan Kualitatif dengan strategi studi kasus, Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran interaktif memiliki pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa, keterampilan sosial berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa.Abstract: History learning is mostly carried out by educators/teachers with a standard learning model that it makes it difficult for students to understand the material that has been explained. Therefore this research was conducted to find out how the Interactive Learning Model and Social Skills influence the cognitive learning outcomes of students in learning history at SMA Negeri 22 Palembang and how effective is it applied in learning history. Data collection techniques using a qualitative approach method with a case study strategy, data collection techniques utilizing interviews, observation, and documentation. The results showed that the use of interactive learning models influenced students' cognitive learning outcomes, and social skills affected students' cognitive learning outcomes.
POLA KEHIDUPAN KELOMPOK ETNIS TIONGHOA TERHADAP DISKRIMINASI PADA MASA ORDE BARU 1966-1998
Kristanto, Nathanael Agung
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v8i1.16889
Abstrak: Tulisan ini menjelaskan bagaimana tindakan diskriminatif yang diterima masyarakat Etnis Tionghoa selama periode tahun 1966-1998. Tindakan diskriminatf in terjadi karena adanya peraturan-peraturan yang menunjukkan adanya diskriminatif. Tulisan ini menggunakan metode kajian literatur yang mengakji berbagai literatur tentang tema ini dan diinterpretasi menjadi tulisan yang sesuai dengan tema yang dipilih. Tindakan diskriminatif ini terjadi diberbagai bidang mulai dari bidang sosial, budaya, dan ekonomi. Hal lain yang terjadi juga permasalahan dwi kewarganegaraan yang mengarah ke tindakan diskriminatif masyarakat etnis Tionghoa. Hal ini menjadikan budaya serta kehidupan masyarakat Etnis Tionghoa menjadi terbiasa dengan adanya diskriminasi. Pada akhirnya masyarakat etnis Tionghoao juga menerima-menerima saja dan menangapi peraturan diskriminatif itu dengan jalur damai karena takut ada ancaman penjara bagi yang melanggar. Semoga kedepannya diskriminasi tidak lagi terjadi.Abstract: This paper describes how the discriminatory actions received by the ethnic Chinese community during the period 1966-1998. This discriminatory action occurs because of regulations that indicate discriminatory actions. This paper uses a literature review method that examines various literatures on this theme and is interpreted into writings that are in accordance with the chosen theme. These discriminatory actions occur in various fields ranging from social, cultural, and economic fields. Another thing that happened was the problem of dual citizenship which led to discriminatory actions by the ethnic Chinese community. This makes the culture and life of the ethnic Chinese community accustomed to discrimination. In the end, the Chinese ethnic community also accepted it and responded to the discriminatory regulations by peaceful means for fear of being threatened with imprisonment for those who violated it. Hopefully in the future discrimination will no longer occur.
Upaya Penyelesaian Konflik Agraria di Langkat Sumatera Utara Tahun 2016-2017
kurnia, kezia
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v10i1.22974
Jurnal ini membahas penyelesaian konflik agraria di Langkat, Sumatera Utara tahun 2016-2017 yang melibatkan perusahaan PT. LNK dan petani. Konflik agraria sering terjadi karena persaingan atas lahan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Penyelesaian konflik agraria merupakan tantangan kompleks yang melibatkan berbagai pihak dengan kepentingan yang berbeda. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka untuk mengumpulkan data. Solusi yang disarankan termasuk percepatan penyelesaian konflik, reformasi agraria, dan penyelesaian melalui litigasi. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengutamakan kepentingan petani dengan mengacu pada undang-undang agraria yang berlaku. Konflik agraria di Sumatera Utara melibatkan tindakan kekerasan terhadap petani oleh PT. LNK dan diduga adanya dukungan dari pemerintah Kabupaten Langkat. Meskipun telah dilakukan upaya penyelesaian, diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan konflik agraria secara efektif dan berkelanjutan.
IRIAN BARAT DI MATA SULTAN ZAINAL ABIDIN SYAH: DARI KONFERENSI MALINO HINGGA OPERASI TRIKORA
Suryo, Febi Anggono
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v8i1.15259
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan dari Sultan Zainal Abidin Syah dari Kesultanan Tidore mengenai Irian Barat dalam usahanya mengembalikan Irian Barat ke Tidore dan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan heuristik berupa: studi literatur, studi dokumen dan wawancara, kemudian kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini dijelaskan bahwa upaya dari Belanda memisahkan Irian Barat dari Indonesia, diawali dengan diadakannya konferensi Malino yang membuat wilayah Indonesia menjadi negara federal yang lantas membuat Sultan Zainal Abidin Syah keberatan. Upaya dari Belanda untuk bernegosiasi mengenai masalah Irian Barat juga dilakukan dengan cara mengajak Sultan Zainal Abidin dan Sultan Ternate menaiki kapal perang Belanda menuju Hollandia (sekarang Jayapura). Pasca bubarnya Republik Indonesia Serikat, Sultan Zainal Abidin diberikan mandat oleh Presiden Soekarno untuk membantu mengklaim wilayah Irian Barat agar masuk ke dalam Indonesia, yang pada tahun 17 Agustus 1956 kemudian diangkat menjadi Gubernur Provinsi Irian Barat yang pertama dengan ibukotanya Soa-sio, Tidore. Sultan Zainal Abidin menjadi Gubernur Irian Barat hingga tahun 1961, dan setelahnya membantu dalam usaha persiapan operasi Trikora. Abstract: This study aims to explain the views of Sultan Zainal Abidin Syah of the Tidore Sultanate regarding West Irian in his attempt to return West Irian to Tidore and Indonesia. The research method used is the historical method with heuristics in the form of: literature studies, document studies and interviews, then criticism, interpretation and historiography. The results of this study explained that the efforts of the Dutch to separate West Irian from Indonesia, began with the holding of the Malino conference which made the territory of Indonesia a federal state which then made Sultan Zainal Abidin Syah object. Efforts from the Netherlands to negotiate the West Irian issue were also made by inviting Sultan Zainal Abidin and the Sultan of Ternate to board a Dutch warship to Hollandia (now Jayapura). After the dissolution of the United States of Indonesia, Sultan Zainal Abidin was given a mandate by President Soekarno to help claim the territory of West Irian so that it would be included in Indonesia, who on 17 August 1956 was later appointed Governor of the first Province of West Irian with its capital Soasio, Tidore. Sultan Zainal Abidin served as Governor of West Irian until 1961, and thereafter assisted in the preparatory efforts for the Trikora operation.
REVITALISASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM TATARAN PEMIKIRAN SOEKARNO
Samingan, Samingan
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v8i1.16927
Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui revitalisasi pendidikan Islam dalam tataran pemikiran Soekarno. Metode digunakan penelitian ini menggunakan metode sejarah (historical method). Adapun langkah yang digunakan dalam penelitian, yaitu pertama mengumpulkan sumber (heuristik), ke dua adalah kritik sumber atau verifikasi, langkah ke tiga interpretasi, langkan ke empat rekontruksi historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Islam mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan sebagaimana disampaikan Soekarno dalam pemikirannya yaitu tertutupnya pintu ijtihad dan masih berpegang pada taqlid. Proses pendidikan Islam yang dikembangkan masih bersifat tradisional anti modern. Soekarno mengatakan pendidikan Islam merupakan arena untuk mengasah akal, mempertajam akal, dan mengembangkan intelektualitas. Peran akal bagi Soekarno memiliki posisi penting dalam setiap langkah kehidupan manusia. Bagi Soekarno, hanya dengan cara tersebut kemajuan dibidang ilmu dan teknologi dapat diraih yang pada gilirannya membawa kebangkitan Islam. Soekarno menghendaki adanya integrasi antara pendidikan Islam dengan pengetahuan umum. Dengan adanya integrasi maka dengan mudah memahami nilai-nilai ke Islaman dengan baik sehingga akan terwujud kebahagiaan baik dunia maupun akhirat.Abstract: This study aims to determine the revitalization of Islamic education at Soekarno's level of thought. The method used in this study uses the historical method (historical method). The steps used in this research are first collecting sources (heuristics), second is source criticism or verification, third step is interpretation, fourth step is historiographical reconstruction (historical writing). The results of the research show that: Islam is experiencing setbacks. This is because, as Soekarno stated in his thoughts, namely the closing of the door to ijtihad and still adhering to taqlid. The process of Islamic education being developed is still traditional and anti-modern. Soekarno said Islamic education was an arena to hone reason, sharpen reason, and develop intellect. The role of reason for Soekarno has an important position in every step of human life. For Soekarno, only in this way could progress in the field of science and technology be achieved which in turn would bring about the revival of Islam. Soekarno wanted the integration between Islamic education and general knowledge. With integration, it is easy to understand Islamic values properly so that happiness will be realized in both the world and the hereafter.
PERAN SENTRAL POTENSI GEOGRAFIS TERHADAP PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KERAJAAN MATARAM ISLAM
Sinaga, Risma Margaretha;
Lestari, Nur Indah;
Cahyani, Arini Gita;
Ramadanti, Anatasia
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v8i1.9343
Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan bercorak agraris yang dirintis oleh Ki Gede Pemanahan pada abad ke-16 M setelah memisahkan diri dari pemerintahan Kerajaan Pajang. Jauh sebelum Kerajaan Islam dibangun, kawasan ini merupakan kawasan hutan bernama Alas Mentaok yang diberikan kepada Sultan Adiwijaya setelah Ki Gede Pemanahan membantu Kerajaan Pajang melawan serangan Arya Penangsang dari Jipang. Sepeninggal Ki Gede Pemanahan, kekuasaan pemerintahan Kerajaan Mataram Islam dipegang oleh Panembahan Senapati dan berhasil mencapai masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan Agung. Kerajaan Mataram Islam sebagai kerajaan yang bercorak agraris sangat mengandalkan kegiatan bercocok tanam atau bercocok tanam untuk menjalankan kegiatan ekonomi kerajaan. Oleh karena itu, potensi geografis sangat berpengaruh bagi perkembangan dan kemajuan ekonomi Kerajaan Mataram Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran sentral potensi geografis dalam perkembangan ekonomi Kerajaan Mataram Islam. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian sejarah dengan pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ditemukan, letak geografis dan potensi sangat mempengaruhi orientasi ekonomi suatu wilayah, tidak terkecuali di Kerajaan Mataram Islam. Wilayah Kerajaan Mataram Islam terletak di daerah pedalaman untuk dijadikan daerah pertanian dengan komoditas yang bervariasi. Selain itu, Kerajaan Mataram Islam terus mengembangkan kegiatan maritim, terutama kegiatan perdagangan dari dalam dengan daerah di luar Jawa.The Islamic Mataram Kingdom is an agrarian style kingdom which was pioneered by Ki Gede Pemanahan in the 16th century AD after breaking away from the Pajang Kingdom government. Long before the Islamic Kingdom was built, this area was a forest area called Alas Mentaok which was awarded to Sultan Adiwijaya after Ki Gede Pemanahan helped the Pajang Kingdom against the Arya Penangsang attack from Jipang. After the death of Ki Gede Pemanahan, the ruling power of the Islamic Mataram Kingdom was held by Panembahan Senapati and succeeded in reaching its heyday when led by Sultan Agung. The Islamic Mataram Kingdom as an agrarian-style kingdom relied heavily on farming or farming activities to carry out the kingdom's economic activities. Therefore, geographical potential is very influential for the development and economic progress of the Islamic Mataram Kingdom. This study aims to identify and describe the central role of geographic potential in the economic development of the Islamic Mataram Kingdom. In this study, historical research methods were used with data collection carried out by literature study. From the results of the research found, geographical location and potential greatly affect the economic orientation of a region, not least in the Islamic Mataram Kingdom. The territory of the Islamic Mataram Kingdom was located in an inland area to be used as an agricultural area with varied commodities. In addition, the Islamic Mataram Kingdom continued to develop maritime activities, especially trading activities from the interior with areas outside Java.
RUNTUHNYA KERAJAAN PATANI: PEMBERONTAKAN RAKYAT MUSLIM SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH
Ramadhani, Novita
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v10i1.24590
Secara resmi diketahui, wilayah Pattani awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Siam dari Sukhothai dan Ayutthaya. Pada tahun 1767 setelah Ayutthaya runtuh, Patani mengalami masa damai yang penuh, akan tetapi di bawah Pemerintahan Raja Rama Thailand sekali lagi menjadi bagian dari InggrisPada akhir abad ke-18, kerajaan Patani ditaklukan oleh kerajaan Siam, akan tetapi pada saat itu kerajaan patani masih tetap bersifat otonomi dimana hanya dinaungi oleh Siam, hingga tahun 1909 kerajaan Patani resmi menjadi bagian integral dari kerajaan Siam setelah diadakannya perjanjian Bangkok tahun 1909 antara Kerajaan Siam dan British dengan mengabsahkan Patani menjadi bagian Siam, maka sejak saat itulah banyak terjadi perubahan-perubahan budaya, agama, bahasa, dan juga masyarakat Melayu di Patani mulai terancam. Dalam artikel ini, akan membahas mengenai faktor penyebab pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat muslim di Patani dan dampak pemberontakan rakyat terhadap kebijakan pemerintah
SEJARAH PRRI/PERMESTA: AWAL MULA MUNCULNYA OTONOMI DAERAH SECARA MENYELURUH DI INDONESIA
Aryasahab, Dhoni Frizky
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/historis.v8i1.12483
Indonesia salah satunya PRRI/Permesta. Sumatera Barat menjadi salah satu daerah yang mendapatkan dampak tersebut. Pemberontakan ini terjadi karena adanya bentuk ketidakseimbangan ekonomi antara pulau jawa dengan pulau lainnya, sehingga PRRI/Permesta memunculkan ide untuk menyamaratakan bentuk keseimbangan ekonomi dengan cara desentralisasi atau otonomi daerah. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk refleksi dari pemberontakan PRRI/Permesta berupa otonomi daerah dan juga sebagai sumber pembelajaran bagi para pembaca. Metode desfkriptif menjadi metode dalam artikel ini dengan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Metode studi Pustaka ini melalui pencarian referensi atau sumber mengenai permasalahan yang ditemukan didalam jurnal, artikel ilmiah. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sejarah pemberontakan PRRI/Permesta sebagai refleksi adanya bentuk otonomi daerah di Indonesia.Abstract: The struggle of the Indonesian nation against the disintegration of the nation occurs throughout Indonesia, one of which is PRRI/Permesta. West Sumatra is one of the areas affected by this. This rebellion occurred because of the form of economic imbalance between the island of Java and other islands, so that PRRI/Permesta came up with the idea to generalize the form of economic balance by means of decentralization or regional autonomy. This article aims to find out the form of reflection of the PRRI/Permesta rebellion in the form of regional autonomy and also as a source of learning for readers. The descriptive method is the method in this article by using data collection techniques in the form of library research. This library study method is through searching for references or sources regarding problems found in journals, scientific articles. Thus, it can be seen that the history of the PRRI/Permesta rebellion is a reflection of the existence of a form of regional autonomy in Indonesia.