cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
EKSPLORASI WISATA RELIGI DAN PENGARUH SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS MASJID JAMI LUAR BATANG, JAKARTA UTARA) Andi, Andi; Pratama, Cahya Adhitya; Jumardi, Jumardi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.4946

Abstract

Abstrak: Penelitian yang dibahas ini mengenai adanya wisata religi di Jakarta yang sudah terkenal di Indonesia yang memiliki nilai sejarah yang harus diketahui bersama-sama. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam dengan adanya wisata religi Masjid Jami Luar Batang dari segi aspek sejarah dan dampak adanya wisata religi ini bagi masyarakat lokal yang tinggal di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif interpretatif dengan menafsirkan hasil analisis yang terjadi di Masjid Luar Batang melalui wawancara langsung kepada masyarakat sekitar dan sumber-sumber lainnya.  Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu mengenalkan sejarah dari Masjid Jami Luar Batang serta Kampung Luar Batang serta dampak sosial-ekonomi terhadap masyarakat lokal maupun sekitarnya.Abstract:  The research discussed is about the existence of religious tourism in Jakarta which is well known in Indonesia which has historical value that must be known together. The purpose of this study is to find out more about the existence of religious tourism at the Jami Luar Batang Mosque in terms of historical aspects and the impact of this religious tourism on the local community living in the vicinity. The research method used is descriptive interpretive by interpreting the results of the analysis that occurred at the Luar Batang Mosque through direct interviews with the surrounding community and other sources. The conclusion of this study is to introduce the history of the Jami Luar Batang Mosque and Luar Batang Village and the socio-economic impact on the local community and surrounding areas.
TRANSPORTASI BECAK DI KOTA MEDAN (1950-1990) Zuliana, Zuliana; Lukitaningsih, Lukitaningsih
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.9528

Abstract

Abstrak: Penelitian dengan judul “Transportasi Becak di Kota Medan (1950-1990).” Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang masuknya becak di Kota Medan, kemudian menjelaskan perkembangan becak di kota Medan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Heuristik dengan empat tahapan, (1) Heuristik, atau mengumpulkan sumber, (2) Kritik sumber, yaitu kritik eksternal dan internal, (3) Interpretasi, penafsiran sumber dan (4) Histiografi, penulisan sejarah secara eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan beragamnya jenis becak di Medan sejalan dengan kehidupan masyarakat. Becak berdasarkan bentuknya di bedakan menjadi empat; bentuk pertama ialah angkong yang ditarik dengan tenaga manusia, kemudian berganti menjadi becak dayung, kemudian muncul becak brompit dan terakhir ialah becak bermotor. Angkong dalam penelitian ini dianggap sejenis dengan becak dan menjadi transportasi pertama yang dihapuskan pada tahun 1927 secara perlahan sampai benar-benar hilang tahun 1935, karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman sehingga diganti dengan becak dayung. Becak dayung berkembang dimulai tahun 1950 menggantikan angkong. Kehadiran becak dayung masih dapat diaraskan hingga skarang. Kemudian becak berompit tahun 1970 keluaran Jerman, (terbagi 3, brompit Rex, Sax, Dkw) menjadi sebuah becak modern dengan mesin, dan terakhir becak bermotor tahun 1990 keluaran Jepang sebagai becak tercanggih yang mampu mengalahkan ke tiga jenis becak sebelumnya. Abstract:  A research titled “Pedicab Transportation in Medan City (1950- 1990).” This research aims to explain the background of the entry of Pedicab into Medan City, then to explain the development of Pedicab in Medan City. The research method which is applied is Heuristic method with four steps, (1) Heuristic, or source collecting, (2) Source Critic, namely external and internal critic, (3) Interpretation, source interpretation and (4) Historiography, history writing in a form of explanation. Result of the research shows that the variety of Pedicab in Medan City gets along with the life of the people. Pedicab in accordance with its kind is differentiated into four: the first is Angkong which is pulled by human strength, then it’s changed into a Becak Dayung (a Pedicab with cycling-pedal), then Brompit Pedicab appears and the last one is a Becak Bermotor (a motor-driven Pedicab). Angkong in this research is considered to be the same as Pedicab and it was the first transportation removed on 1927 gradually until it was completely gone on 1935, because it was not relevant to the development of the age and so it was changed into a Becak Dayung (a Pedicab with cycling-pedal). Becak Dayung has been evolved starting from 1950 replacing Angkong. The presence of Becak Dayung is still able to be experienced until now. Then, Brompit Pedicab on 1970 produced by Germany (divided into three, Brompit Rex, Sax, Dkw) became a modern Pedicab with machine, and the last one is Becak Bermotor (motor-driven Pedicab) on 1990 produced by Japan as the most sophisticated Pedicab which is able to exceed the previous three kinds of Pedicab.
NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME DALAM BERAGAMA MASYARAKAT SUKU TENGGER DI DESA NGADISARI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Bahrudin, Babul; Zurohman, Achmad
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.9662

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai multikulturalisme dalam beragama Masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari Kec. Sukapura Kab. Probolinggo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang bagaimana nilai-nilai multikulturalisme dalam beragama Masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari Kec. Sukapura Kab. Probolinggo, Adapun hasil penelitian ini adalah nilai-nilai multikulturalisme dalam beragama diwujudkan melalui sikap toleransi, sikap menerima keberadaan orang lain, ajaran tat twam asi dan konsep desakalapatra.Abstract: The purpose of the study was to identify and describe the values of multiculturalism in the religion of the Tengger Tribe Community in Ngadisari Village, Kec. Sukapura Kab. Probolinggo. This study uses a descriptive qualitative research design. This research aims to describe and explain how the values of multiculturalism in religion in the Tengger Tribe Community in Ngadisari Village, Kec. Sukapura Kab. Probolinggo, The results of this study are the values of multiculturalism in religion are manifested through an attitude of tolerance, an attitude of accepting the existence of others, the teachings of tat twam asi and the concept of desakalapatra.
ISLAM DALAM BINGKAI SEJARAH ASIA TENGGARA: PERSPEKTIF SAIFULLAH DALAM BUKU SKI DI ASIA TENGGARA Mahamid, Mochammad Nginwanun Likullil
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.8725

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas perspektif Saifullah tentang sejarah Islam di Asia Tenggara, dalam buku karyanya, berjudul Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) di Asia Tenggara, yang kini telah menjadi buku ajar komprehensif di kampus UIN dan IAIN seluruh Indonesia, pada mata kuliah yang memiliki nama sama dengan buku tersebut, di samping itu isinya mengandung unsur budaya yang memiliki peran signifikan dalam membangun peradaban Islam di Asia Tenggara, yang begitu kompleks apabila dilihat dari jumlah etnis/suku, agama, dan adat istiadat. Dengan menggunakan metode deskriptif-analisis, artikel ini berusaha memaparkan beberapa temuan penting dalam buku SKI di Asia Tenggara yang menjadi subjek utama penulisan, antara lain: 1) Peran pedagang muslim dalam menumbuhkan ajaran Islam di negara-negara Asia Tenggara, 2) Dukungan Kesultanan Islam yang berdiri di kawasan Asia Tenggara terhadap kemajuan agama Islam, dan 3) Perjuangan masyarakat muslim Asia Tenggara dalam menghadapi kolonialisme bangsa Eropa, yang diharapkan dari hasil pemaparan tersebut bisa menginspirasi pembaca agar lebih mendalami kajian sejarah Islam di Asia Tenggara, kemudian menghasilkan penelitian-penelitian baru yang lebih mutakhir.Abstract: This article discusses Saifullah’s perspective on the history of Islam in Southeast Asia in his book entitled Islamic History and Culture (SKI) in Southeast Asia, which has now become a comprehensive textbook at State Islamic University and State Islamic Institute campuses throughout Indonesia on subjects with the same name as the book. In addition, the contents contain cultural elements that have a significant role in building Islamic civilization in Southeast Asia and are very complex when viewed from the number of ethnicities/tribes, religions, and customs. By using the descriptive-analytical method, this article attempted to describe several important findings in the SKI books in Southeast Asia, including: 1) the role of Muslim traders in growing Islamic teachings in Southeast Asian countries, 2) the support of Islamic Sultanate, which stood in Southeast Asia towards the advancement of Islam, and 3) the struggle of Southeast Asian Muslim community in dealing with European colonialism. Therefore, the results of this presentation are hoped to inspire the readers to explore the study of the history of Islam in Southeast Asia and then produce new, more up-to-date research.
PEMBENTUKAN KARAKTER DAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA PELAKSANAAN MATERI SEJARAH DAN KEBUDAYAAN DALAM KAJIAN IPS SD Faidin, Faidin; Suharti, Suharti
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.9663

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni untuk membentuk karakter dan berfikir kritis mahasiswa tentang konsep dasar sejarah dan kebudayaan Indonesia. Sejarah merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Sedangkan kebudayaan adalah mempelajari segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat yang ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Penelitian ini dilakukan pada tingkat mahasiswa di mata kuliah kajian IPS SD di STKIP Harapan Bima, menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam rangka mendeskripsikan secara ilmiah data penelitian. Adapun hasil penelitian yakni meningkatnya karakter mahasiswa berdasarkan implementasi materi sejarah dan kebudayaan, yang menarik adalah mahasiswa dapat berfikir kritis dengan menggali dan menganalisa informasi apasaja yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan dalam pembelajaran kajian IPS SD.  
PEMBUNUHAN KARAKTER DI BALIK SEJARAH: SOEKARNO DAN KOMUNIS Samingan, Samingan
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.8937

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pembunuhan karakter atau perusakan nama baik Soekarno atas tuduhan keterlibatan dalam paham komunis. Adapun metode digunakan pada penelitian menggunakan metode sejarah (historical method). Langkah-langkah digunakan dalam metode sejarah, meliputi: mengumpulkan jejak sumber sejarah (heuristik), kritik sumber, interpretasi (analisa), historiografi atau (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini, yaitu dalam kehidupan Soekarno sangat gemar membaca buku dalam hal ini buku yang bernada marxisme. Maka tidak heran jika banyak pemikiran Soekarno terpengaruh dari marxisme sehingga muncul karyanya tentang Nasionalisme, Islam dan marxisme. Suatu alasan mengapa Soekarno tertarik komunisme tidak lain karena alasan rasional perjuangan menentang kapitalisme dan imperalisme di nusantara. Akan tetapi bukanlah sama antara marxisme dengan marxisme Soekarno karena Soekarno lebih pada perjuangan nasional dari pada perjuangan kelas. Kedekatan Soekarno dengan komunisme inilah kemudian disalahartikan bagi sebagian orang untuk menghilangkan kharisma Soekarno. Soekarno bukanlah marxisme Soekarno adalah seorang muslim taat beribadah. Soekarno merangkul paham komunis bagian dari upaya untuk mendukung tujuan politiknya anti imperalisme seperti masalah dalam hubungan segitiga Soekarno, PKI dan konfrontasi Malaysia. Adanya hembusan isu politik Soekarno seorang komunis tulen sebenarnya adalah upaya bagian pembunuhan karakter seiring berdirinya orde baru dibawah Soeharto.Abstract:  This study aimed to determine the character assassination or destruction of Soekarno's good name for alleged involvement in communist understanding. The method used in research uses the historical method. Steps are used in the historical method, including collecting traces of historical sources (heuristics), source criticism, interpretation (analysis), historiography or (writing history). The result of this research, namely in Soekarno's life, was very fond of reading books in this case books with the tone of Marxism. So it is not surprising that many of Soekarno's thoughts were influenced by Marxism so his work on Nationalism, Islam, and Marxism emerged. One reason why Sukarno was interested in communism was none other than the rational reason for the struggle against capitalism and imperialism in the archipelago. However, it was not the same between Marxism and Soekarno's marxism because Soekarno was more of a national struggle than a class struggle. Soekarno's closeness to communism was then misinterpreted for some to dispel Soekarno's charisma. Sukarno is not marxism Soekarno was a devout Muslim worshipper. Sukarno embraced communism as part of an effort to support his political goals of anti-imperialism such as problems in Soekarno's triangular relations, the PKI, and the Malaysian confrontation. The gust of Soekarno's political issue, a pure communist, was an attempted character assassination part of the establishment of the new order under Suharto.
TRADISI DAN ADAT-ISTIADAT MASYARAKAT SUKU KORE KECAMATAN SANGGAR KABUPATEN BIMA Saddam, Saddam; Bidaya, Jaini; Isnaini, Isnaini; Supratman, Supratman; Sri Wahyuni, Dian Eka Mayasari; Sulystyaningsih, Naning Dwi; Rahmandari, Ismi Arifiana
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i2.9676

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis tradisi dan adat-istiadat masyarakat asli Kore di tengah masyarakat Suku Mbojo. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan desain entografi dalam metode penelitian kualitatif. Fenomena khas yang akan diteliti hanya ada di Suku Kore. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Data akan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi dan adat-istiadat masyarakat asli Kore masih dipertahankan sampai sekarang, terdapat unsur budaya benda dan unsur budaya tak benda. Unsur budaya benda diantaranya peninggal berupa Uma Raja (rumah kerajaan) yang menjadi kediaman keturunan asli Kore, benteng, makam kono, makan kerajaan, bendera kerjaan Sanggar, dan tempat-tempat pemujaan yang dianggap sakral. Unsur budaya tak benda berupa bahasa Kore, Legenda La Hami Kore, Hikayat Dae La Minga, atraksi berupa Mpa'a Kapodo, Mpa'a Sampari, Mpa'a Gantao, Buja kadanda, music berupa Hadrah Rebana, biola gambo. Lagu: Inde ndua, Waro, Wala-wala, Manu Vinem Taloko, rangko, Janga Ile, cake, gele, tarian berupa Tari Inde Ndua, Tari Cake-cake, Tari Toja, dan Tari Wura Bongi Monca. Tradisi sosial yang ada pada Suku Kore adalah Ngaha Dana, Salunga oha, Pacoa Jara, Nggalo, dan Ngguda. Upacara Ritual berupa upacara ufi untuk pengobatan sakit tertentu, tolak bala, dan ndewa (tarian tradisional) untuk minta hujan, cari orang hilang, dal lain-lain.Abstract: The purpose of this study is to identify and analyze the traditions and customs of the indigenous Kore people in the Mbojo Tribe community. This research uses an ethnography approach and design in qualitative research methods. The typical phenomenon to be studied exists only in the Kore Tribe. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. The validity of the data using triangulation. The data will be analyzed using Miles and Huberman's interactive model. The results showed that the traditions and customs of the indigenous Kore people are still maintained today, there are elements of material culture and elements of intangible culture. Cultural elements of objects include the death of the Uma Raja (royal house) which is the residence of the original descendants of Kore, fortifications, kono tombs, royal meals, sanggar work flags, and places of worship that are considered sacred. Intangible cultural elements in the form of Kore language, Legend of La Hami Kore, Hikayat Dae La Minga, attractions in the form of Mpa'a Kapodo, Mpa'a Sampari, Mpa'a Gantao, Buja kadanda, music in the form of Hadrah Tambourine, violin gambo. Songs: Inde ndua, Waro, Wala-wala, Manu Vinem Taloko, rangko, Janga Ile, cake, gele, dance in the form of Inde Ndua Dance, Cake-cake Dance, Toja Dance, and Wura Bongi Monca Dance. The social traditions that exist in the Kore Tribe are Ngaha Dana, Salunga oha, Pacoa Jara, Nggalo, and Ngguda. Ritual Ceremonies in the form of ufi ceremonies for the treatment of certain illnesses, tolak bala, and ndewa (traditional dances) to ask for rain, search for missing persons, dal others.
KERAJAAN FUNAN (ABAD 1-6 M): SEJARAH, HEGEMONI DAN TRANSISI POLITIK BERDASARKAN CATATAN KENNETH R. HALL Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i2.12172

Abstract

Abstrak: Buku berjudul Maritime Trade and State Development in Early Southeast Asia, karya Kenneth R. Hall, yang diterbitkan oleh University of Hawai’i Press, tahun 2019, memberikan perspektif baru terhadap kajian sejarah maritim Asia Tenggara, khususnya periode awal masehi hingga abad keempat belas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk meninjau salah satu tema penting dalam buku tersebut, yakni sejarah dan perkembangan Funan, sebagai kerajaan pertama di Asia Tenggara, yang berkuasa sejak abad pertama sampai keenam masehi, akan tetapi belum banyak kalangan akademisi ataupun sejarawan yang mengkaji secara mendalam terkait tema tersebut, selain oleh Bernard H.M. Vlekke (1943), George Cœdés (1964), M.C. Ricklefs, dkk. (2013), dan Abd. Rahman Hamid (2015). Melalui metode deskriptif-analisis, artikel ini berusaha mendeskripsikan secara keseluruhan buku Hall pada salah satu bagian yang mengangkat kajian tentang Funan, mulai dari sejarah pembentukan Funan menjadi sebuah kerajaan, kemudian mengalami masa kejayaan, hingga kemundurannya, setelah itu dianalisis menggunakan kajian-kajian sebelumnya yang membahas Funan dari berbagai perspektif, di antaranya proses Indianisasi dan masuknya pengaruh ajaran Hindu-Budha, serta keterkaitannya dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara, baik dalam aspek sejarah, sosial budaya, ekonomi, maupun politiknya.Abstract: A book entitled "Maritime Trade and State Development in Early Southeast Asia" written by Kenneth R. Hall and published by the University of Hawai'i Press in 2019, gives a new perspective on the study of Maritime Southeast Asia history, especially the period from the early AD to the fourteenth century. This article aimed to review one of the important themes in the book, namely the history and development of Funan as the first kingdom in Southeast Asia that ruled from the first to the sixth century AD. However, only a few academics or historians have studied this theme in depth apart from Bernard H.M. Vlekke (1943), George Cœdés (1964), M.C. Ricklefs et al. (2013), and Abd. Rahman Hamid (2015). Through the descriptive-analytic method, this article attempted to describe Hall's book in its entirety in one of the sections, which raised a study of Funan, starting from the history of the formation of Funan into a kingdom, experiencing its heyday to its decline. Then, it was analyzed using previous studies that discussed Funan from various perspectives, including the process of Indianization and the influx of Hindu-Buddhist teachings, as well as its relationship with other kingdoms in Southeast Asia, both in historical, socio-cultural, economic, and political aspects.
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Sejarah Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Kelas X Fase E SMA Aini, Faridatul; Saddam, Saddam; Suratmi, Sri
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.22417

Abstract

Abstrak: Kurangnya motivasi belajar sejarah disebabkan oleh kegiatan belajar mengajar masih berpusat pada guru, guru belum menggunakan model-model pembelajaran inovatif, siswa kurang tertarik terhadap media pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik sehingga proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa pada mata pelajaran sejarah melalui model pembelajaran problem based learning pada kelas X Fase E di SMA Negeri 1 Batukliang tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Mulai dari pendekatan, pelaksanaan hingga pelaporan data, kegiatan penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, obervasi dan refleksi. Pengumpulan data melaui observasi dan hasil penilaian pengetahuan. Penelitian dilaksanakan di kelas X fase E dengan jumlah siswa 36 orang pada materi kehidupan manusia di Indonesia pada masa praaksara. Berdasarkan hasil analisis pengetahuan siswa dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, dimana motivasi belajar siswa pada siklus I rata-rata nilai peserta didik 80 dengan presentase ketuntasan 69,44% sedangkan siklus II mengalami peningkatan dilihat dari hasil belajar siswa rata-rata nilai 85 dengan presentase ketuntasan 97,2%. Sehingga penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X Fase E.Abstract:  The lack of motivation to learn history is caused by teaching and learning activities that are still teacher-centered, teachers have not used innovative learning models, students are less interested in learning media, and the learning methods used are not to the needs of students so that the learning process becomes less effective. This study aims to increase student motivation in history subjects through a problem-based learning model in class X Phase E at SMA Negeri 1 Batukliang for the 2023/2024 academic year. The type of research used is classroom action research. Starting from approach, and implementation to data reporting, this class action research activity is carried out in as many as 2 cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation, and reflection. Data collection through observation and knowledge assessment results. The research was carried out in class X phase E with a total of 36 students on the material of human life in Indonesia during the preliteracy period. Based on the results of the analysis of student knowledge in applying the problem-based learning model can increase student learning motivation, where student learning motivation in cycle I averaged 80 student scores with a percentage of completeness of 69.44% while cycle II experienced an increase seen from student learning outcomes with an average score of 85 with a percentage of completeness of 97.2%. So that the application of the problem-based learning model can increase the learning motivation of grade X Phase E students.
PERSPEKTIF SEJARAH sebagai ILMU dan PENGARUHNYA untuk MASA KINI Masyitah, Putri Maya
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): JUNE
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v7i1.25888

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa guna pembelajaran sejarah atau ilmu sejarah dan apa pengaruh belajar sejarah di masa kini. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah dengan pendekatan historical narative dan literatur review. Dari penelitian ini dapat disimpulkan beberpa hal yakni Pertama Sejarah merupakan salah satu yang termaksud dalam ilmu kemanusiaan bersamaan dengan ilmu ekonomi, sosiologi dan antropologi, psikologi, perbandingan agama, dan lain sebagainya. Kedua ilmu ilmu sejarah berguna untuk banyak aspek diantaranya: bidang pendidikan, bidang penelitian, jurnalisme, pegawai negeri seperti pegawai departemen luar negeri, diplomat, konsultan jenderal di luar negeri, dan masih banyak lainnya. This article aims to provide an overview of what the benefits of studying history or historical science are and what the influence of studying history is today. The method used is the historical research method with a historical narrative approach and literature review. From this research, several things can be concluded, namely: Firstly, history is one of the humanities sciences along with economics, sociology and anthropology, psychology, comparative religion, and so on. Both historical sciences are useful for many aspects including: education, research, journalism, civil servants such as foreign department employees, diplomats, general consultants abroad, and many others

Page 10 of 14 | Total Record : 137