cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Revolusi Industri Sirait, Firli Nur Afdilla; Halim, Jennifer; Manik, Irene Anggreny Br.; Luluk, Theresia Angeline; Yuniastuti, Eni
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v9i1.20802

Abstract

Abstrak: Dalam konteks pengajaran di sekolah, pemilihan model pembelajaran yang sesuai di tingkat sekolah dapat berpengaruh signifikan terhadap hasil pembelajaran siswa. Namun, sering kali kita menyaksikan kebingungan para pendidik dalam memilih model pembelajaran yang cocok untuk materi pengajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini, sebuah penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dilakukan, menggunakan berbagai teknik analisis data seperti uji validitas, reabilitas, deskripsi data, normalitas, homogenitas, dan uji-t. Dalam penelitian ini menunjukkan hasil perbandingan antara kelas eksperimen yang menerapkan metode Problem Based Learning, dengan rata-rata nilai sebesar 77,5, dibandingkan dengan kelas kontrol yang memakai model konvensional dan meraih rata-rata nilai sebesar 67,93. Maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dianggap lebih efektif dalam memfasilitasi penilaian hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan pendekatan ceramah konvensional. Dengan temuan ini sebagai dasar, disarankan kepada para pendidik untuk memilih model pembelajaran yang sesuai, sehingga siswa dapat mengalami proses pembelajaran dengan efektif di dalam lingkungan kelas.Abstract: In the context of school teaching, choosing an appropriate learning model at the school level can have a significant effect on student learning outcomes. However, we often witness educators' confusion in choosing a suitable learning model for teaching materials. To address this issue, a study with a quantitative descriptive approach was conducted, using various data analysis techniques such as validity, reliability, data description, normality, homogeneity, and t-test. In this study, the results showed a comparison between the experimental class that applied the Problem Based Learning method, with an average score of 77.5, compared to the control class that used the conventional model and achieved an average score of 67.93. Thus, it can be concluded that the problem-based learning model is considered more effective in facilitating the assessment of student learning outcomes when compared to the conventional lecture approach. With these findings as a basis, it is suggested to educators to choose an appropriate learning model, so that students can experience the learning process effectively within the classroom environment.
Dinamika Buruh Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Tahun 1916-1928 Sukmaningtyas, Ardhiani Regita; Utama, Nanda Julian
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v9i2.26811

Abstract

Abstrak: Keberadaan Kota Semarang di Pulau Jawa cukup penting karena menjadi suatu jaringan perdagangan yang penting bagi Nusantara maupun internasional pada saat itu. Kemajuan ini tetap memiliki sisi negatif, yaitu kapitalisme di Semarang yang tidak berpihak pada nasib kaum buruh dan hanya mengeruk keuntungan dari para buruh yang datang bekerja, disertai tidak adanya upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dari para buruh tersebut. Sneevliet dan Semaun yang merupakan tokoh komunis menentang pengaruh kapitalis yang dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda dengan menggerakkan serikat-serikat buruh. Yang nantinya pada tahun 1919, Semaun yang tergabung dalam Serikat Islam mendirikan organisasi sendiri yaitu Havenarbeidersbond yang nantinya berganti nama menjadi Serikat Laut dan Gudang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah oleh Kuntowijoyo, yaitu: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kaum buruh, terbentuk organisasi-organisasi buruh pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selanjutnya, organisasi ini melakukan aksi-aksi pemogokan kerja untuk menuntut adanya kenaikan upah dan kesejahteraan kaum buruh. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, organisasi ini justru terlibat dan ditunggangi oleh PKI. Pemerintah pada saat itu tentunya tidak berkenan dengan organisasi buruh yang berafiliasi dengan PKI. Hingga pada akhirnya banyak penangkapan dan pengasingan buruh dan anggota-anggota PKI, serta meredupnya kegiatan organisasi buruh pelabuhan di Semarang.Abstract: The existence of the city of Semarang on the island of Java was quite important because it became an important trade network for the archipelago and the world at that time. This progress still has a negative side, namely capitalism in Semarang which does not side with the fate of the workers and only profits from the workers who come to work, accompanied by no efforts to improve the welfare of these workers. Sneevliet and Semaun who were communist figures opposed the capitalist influence brought by the Netherlands colonial government by mobilizing trade unions. Later in 1919, Semaun, who was a member of the Islamic Union, established his own organization, namely Havenarbeidersbond which was later renamed the Sea and Warehouse Union.The method used in this study is the historical research method by Kuntowijoyo, namely: topic selection, heuristic, verification, interpretation, and historiography. The results of this study show that in an effort to improve the welfare of workers, Tanjung Emas Semarang port labor organizations were formed. Furthermore, this organization carried out strike actions to demand an increase in wages and the welfare of workers. However, in its implementation, this organization was actually involved and ridden by the PKI. The government at that time certainly did not like labor organizations affiliated with the PKI. Until finally many arrests and exiles of workers and PKI members, as well as the dimming of the activities of port labor organizations in Semarang.
BATIK TULIS MERANGIN: ITS CHARACTERISTICS AND POTENTIAL Silitonga, Gihon; Rukmana, Lisa
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.19720

Abstract

Abstrak: Batik tulis Merangin merupakan salah satu kearifan lokal dari yang di miliki oleh masyarakt Merangin yang mulai dirintis pada tahun 1995 di Sanggar Hafsyah yang menjadi cikal bakal dari adanya batik tulis Merangin. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui tentang ciri dan potensi batik Merangin. Dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara oleh pengerajin batik yang ada di Merangin. Hasil dari penelitian ini adalah batik Merangin saat ini telah memiliki 14 motif dengan ciri khasnya yaitu setiap motif berdiri sendiri dan tidak berikat satu sama lain yang mnegambarkan kekayaan alam dan kearifan masyarkat Merangin. Kemudian batik Merangin juga memiliki potensi yang bagus dengan dukungan pemerintah Merangin dan atusias masyarakat Merangin dalam mengunakan kain batik Merangin.Abstract: Merangin written batik is one of the local wisdoms owned by the Merangin community which was pioneered in 1995 at the Hafsyah Studio which became the forerunner of the existence of Merangin written batik. The purpose of writing this article is to find out about the characteristics and potential of Merangin batik. By using a qualitative descriptive approach method, data collection was carried out by observing and interviewing batik craftsmen in Merangin. The results of this study are that currently, Merangin batik has 14 motifs with their distinctive characteristics, namely that each motif is independent and not bound to one another which depicts the natural wealth and wisdom of the Merangin people. Then Merangin batik also has good potential with the support of the Merangin government and the enthusiasm of the Merangin community in using Merangin batik cloth.
Peran Pemerintah terhadap Pelestarian Tempat Wisata Taman Waruga di Minahasa Sagala, Devi; Makagansa, Filppo Ch; Tumbel, Jelinda Harianti; Gosal, Pierre Heince; Sembiring, Ymelia Andani Br
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v9i2.27864

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas peran pemerintah dalam upaya pelestarian tempat wisata Taman Waruga di Minahasa. Taman Waruga merupakan salah satu situs budaya dan sejarah penting yang mencerminkan tradisi dan identitas masyarakat Minahasa. Pelestarian tempat wisata ini tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga sebagai upaya mendukung perkembangan pariwisata lokal. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis kebijakan, strategi, dan tindakan pemerintah dalam melestarikan Taman Waruga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berperan aktif dalam melaksanakan program konservasi, promosi pariwisata berkelanjutan, serta edukasi masyarakat lokal mengenai pentingnya menjaga situs tersebut. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan partisipasi masyarakat yang rendah masih perlu diatasi untuk mencapai pelestarian yang optimal.Abstract: This study discusses the role of the government in efforts to preserve the Waruga Park tourist attraction in Minahasa. Waruga Park is one of the important cultural and historical sites that reflects the traditions and identity of the Minahasa people. The preservation of this tourist attraction is not only important to maintain cultural heritage, but also as an effort to support the development of local tourism. Through a qualitative descriptive approach, this study analyzes government policies, strategies, and actions in preserving Waruga Park. The results of the study show that the government plays an active role in implementing conservation programs, promoting sustainable tourism, and educating local communities about the importance of maintaining the site. However, several challenges such as budget constraints and low community participation still need to be overcome to achieve optimal conservation.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL BERBASIS REENACTMENT Fitrianto, Ega Millenio; Fahruddin, Fahruddin
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sejarah para siswa di Indonesia mampu menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Yang biasanya pembelajaran dilaksanakan masih bersifat satu arah, dan pembelajaran yang masih menghafal serta tidak menarik bagi siswa. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji pemanfaatan metode reenactment pada siswa untuk mengangkat sejarah lokal masyarakat mengingat banyak yang sekali yang masih belum terungkap. Metode reenactment ini untuk mereka ulang kembali sejarah lewat kegiatan pembelajaran diluar kelas dalam hal ini siswa dituntut untuk memahami, mengetahui, dan mengerti akan sejarah lokal melalui reenactment dengan mereka menampilkan kembali sejarah lokal itu dengan menggali berbagai sumber, lalu dipentaskan dalam sebuah kegiatan impresi histori, teatrikal, dan pembuatan video dokumenter atau video pendek. Serta siswa memahami berbagai atribut dan perlengkapan yang relevan pada zamannya atau sezaman pada masa lalu. Sehingga adanya kesadaran dalam sejarah lokal lewat metode reenactment yang menjadi pembelajaran yang asik dan menyenangkan serta menarik. Abstract:  Students in Indonesia's history learning is able to instill nationalist values. Usually learning is carried out in one direction, and learning is still rote and not interesting for students. This research tries to examine the use of the methodre-enactmentfor students to highlight the local history of the community considering that there is so much that has not yet been revealed. This re-enactment method is for them to recreate history through learning activities outside the classroom, in this case students are required to understand, know and understand local history through re-enactment by re-enacting local history by exploring various sources, then performing it in a historical impression activity, theatrical, and making documentary or short videos. And students understand various attributes and equipment that were relevant in their time or contemporaries in the past. So that there is awareness of local history through the re-enactment method which makes learning fun, enjoyable and interesting.
PEMETAAN POLA PENGGUNAAN APLIKASI RUANGGURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA DI KOTA BANDUNG Tanjung, Irsa Fathiyaa Yusrina; Nurdin, Kurniati; Ma’mur, Tarunasena; Solihah, Labibatus
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i2.12194

Abstract

Abstrak: Ruangguru sebagai perusahaan edutech yang eksis sejak awal pandemi Covid-19 telah memberikan dukungan bagi pembelajaran online termasuk dalam pelajaran sejarah. Bagaimanapun juga, studi mengenai pola penggunaannya seperti fitur yang umumnya digunakan dan motivasi penggunaannya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola siswa SMA di Kota Bandung sebagai pengguna aplikasi Ruangguru. Metode survey dengan pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 94 responden yang mengisi kuesioner online melalui google form. Dari studi tersebut dapat disimpulkan (1) terdapat tiga fitur yang paling diminati oleh siswa dari layanan pendidikan maya ini yaitu ruangguru private, bank soal dan roboguru. (2) Mayoritas pengguna aplikasi Ruangguru adalah kelas XII yang mana hal ini disebabkan oleh tersedia paket bundling untuk SBMPTN dan SNMPTN. (3) Terdapat kelebihan dan kekurangan dari setiap fitur yang disediakan.Abstract: Ruangguru as an edutech company that has existed since the beginning of the Covid-19 pandemic has provided support for online learning, including in history lessons. However, studies regarding usage patterns such as features commonly used and motivations for use have not been extensively studied. This study aims to explore the pattern of high school students in the city of Bandung as users of the Ruangguru application. A survey method with a quantitative approach was used involving 94 respondents who filled out an online questionnaire via the Google form. From this study it can be concluded (1) there are three features that students are most interested in from this virtual education service, namely Ruangguru Private, question bank and roboguru. (2) The majority of Ruangguru application users are class XII, which is due to the availability of bundling packages for SBMPTN and SNMPTN. (3) There are advantages and disadvantages of each feature provided.
Kompleksitas Hubungan antara Turki Utsmani dengan Bangsa Eropa pada Masa Pemerintahan Khalifah Sulaiman Al-Qanuni Afifah, Nurul; Susanti, Nelvi; Zainal, Zainal
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v9i1.20108

Abstract

Abstrak: Dinasti Utsmani merupakan dinasti Islam yang terkenal dan disegani pada masanya. Dinasti ini berkuasa lebih dari enam abad dengan 38 sultan dan khalifah. Puncak keemasan Dinasti Turki Utsmani dicapai pada masa Khalifah Sulaiman Al-Qanuni. Ia diberikan julukan Al-Qanuni karena ia memiliki jasa besar dalam menyusun dan menjalankan undang-undang. Ia juga berjasa besar terhadap penyebaran agama Islam di daratan Eropa. Tulisan ini membahas tentang hubungan luar negeri Turki Utsmani pada masa pemerintahan Sulaiman Al-Qanuni dengan bangsa Eropa. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian sejarah yang dilakukan dengan beberapa tahap; 1) tahap pemilihan topik penelitian, 2) tahap heuristik, 3) tahap kritik sumber, 4) tahap interpretasi, dan 5)tahap historiografi. Pada masa pemerintahan Sulaiman Al-Qanuni, banyak dilakukan penaklukan, perjanjian dan kesepakatan, persekutuan, hingga peperangan dengan pihak Eropa. Di antara penaklukan tersebut adalah kota Belgrade, Kepulauan Rhodes, semenanjung Krimea, dan ibukotanya, Wallachie. Ia juga menerobos Eropa hingga sampai Vienna, ibu kota Austria. Terdapat satu tantangan besar yang harus dihadapi oleh Khalifah Sulaiman Al-Qanuni, yaitu ketika ia harus berhadapan dengan Charles V dan Ferdinand terkait dengan perebutan wilayah Hungaria yang tidak kunjung selesai. Hubungan yang kompleks antara kedua belah pihak ini mencerminkan dinamika politik yang kompleks antara Turki Utsmani dan Eropa pada waktu itu.Abstract: The Ottoman Dynasty was a famous and respected Islamic dynasty in its time. This dynasty ruled over six centuries with 38 sultans and caliphs. The peak of the Ottoman Turkish Dynasty's prosperity was achieved during the reign of Caliph Sulaiman Al-Qanuni. He was nicknamed Al-Qanuni because he had great merit in drafting and enforcing laws. The Sultan also greatly contributed to the spread of Islam in mainland Europe. This article discusses the foreign relations of the Ottoman Empire during the reign of Sulaiman Al-Qanuni with European nation. In this research, a historical research method is employed, conducted through several stages: 1) the stage of selecting the research topic, 2) the heuristic stage, 3) the source criticism stage, 4) the interpretation stage, and 5) the historiography stage. During Al-Qanuni reign, there were many conquests, treaties and deals, alliances, and wars with the European side. Among the conquests were the city of Belgrade, the Rhodes Islands, the Crimean peninsula, and its capital, Wallachie. He also penetrated Europe as far as Vienna, the capital of Austria. There was one major challenge to Caliph Sulaiman Al-Qanuni, which was when he had to face Charles V and Ferdinand regarding the unresolved territorial dispute in Hungary. The complex relationship between these two sides reflects the complex political dynamics between Ottoman Turkey and Europe at that time. 
SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an Firmansyah, Andang
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i1.11715

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan membahas sejarah Sintang dari tahun 1822 – 1900-an yang dibagi dalam empat periode yaitu Kerajaan Sintang, Sintang pada masa Kolonial Belanda dan Jepang, Sintang pada Abad 19, dan Sintang pada Abad 20. Metode penelitiannya menggunakan metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil dari penelitian ini adalah Sintang merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Barat yang terletak di bagian hulu Sungai Kapuas. Sejak masa Kerajaan Sintang sampai masuknya Belanda dan Jepang, Sintang memiliki sejarah yang panjang. Pemerintahan, perekonomian, serta pemukiman di Sintang tidak lepas dari peran penting Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Tempat pertemuan antara kedua sungai tersebut menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian berkembang karena letaknya yang strategis. Selain itu juga sebagai pusat pertahanan karena dapat memantau kapal keluar masuk dari dari daerah hulu. Kerajaan Sintang, Pemerintahan Belanda, dan kawasan perekonomian etnis Tionghoa berkembang di daerah tersebut. Perkembangan perekonomian dan pemerintahan inilah yang membuat masyarakat memilih untuk menetap dan membuka pemukiman tidak jauh dari tempat tersebut serta mempengaruhi pada periode-periode selanjutnya.Abstract:  This study aims to discuss the history of Sintang from 1822-the 1900s, which is divided into four periods, namely the Sintang Kingdom, Sintang during the Dutch and Japanese Colonial times, Sintang in the 19th Century, and Sintang in the 20th Century. The research method uses historical methods consisting of collecting sources (heuristics), source criticism, interpretation, and historiography or historical writing. The results of this study are that Sintang is part of the West Kalimantan region, which is located in the upper part of the Kapuas River. From the time of the Sintang Kingdom until the entry of the Netherlands and Japan, Sintang has a long history. The government, economy, and settlements in Sintang cannot be separated from the vital role of the Kapuas River and Melawi River. The meeting place between the two rivers becomes the centre of government and the growing economy because of its strategic location. In addition, it is also a defence centre because it can monitor ships in and out of the upstream area. The Sintang Kingdom, the Dutch Government, and the ethnic Chinese economic zone developed in the area. The development of the economy and government made people choose to settle and open settlements not far from the place and affected the following periods.
Peran Filsafat Sejarah Dalam Menghasilkan Historiografi Bernilai Tinggi: Suatu Telaah Prayogi, Arditya
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 1 (2025): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v10i1.22779

Abstract

Historical works or historiography are basically the result of historians' interpretations of trying to connect the present with the past. The interpretation results are then read and interpreted by the readers, sometimes beyond the interests of history itself. Reading historical works of course requires certain glasses. One of the glasses offered in this paper is the framework of the philosophy of history. On this basis, the writing of historical works will be closely related to the philosophy of history. This article aims to explain that the philosophy of history has a major role in producing high-value historiography. The research method used in writing this article uses a qualitative descriptive method based on literature study. The results showed that the philosophy of history, especially with its two scopes (speculative and critical), ultimately polarized historiography into historiography-philosophy and historiography-critical. These two forms of historiography have an important value in developing a tradition of multi-dimensional approaches to produce more valuable historical works.
PERANAN DAN KEPENTINGAN NASIONAL INDONESIA DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANTARA ARAB SAUDI-IRAN TAHUN 2016 Rizaldi, Martin; Cahyani, Vinda Regita
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v8i1.7949

Abstract

Abstrak: Konflik antara Arab Saudi dan Iran merupakan konflik yang berlatar belakang sektarianisme. Dimensi sektarian dinilai menjadi faktor utama munculnya konflik yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran yang semakin berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan Peran dan Kepentingan Nasional Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Arab Saudi dan Iran Tahun 2016. Metode penyusunan artikel ini menggunakan metode literature review, yaitu menggunakan sumber referensi dari buku dan jurnal. Pada tahun 2016, konflik menjadi semakin tegang karena Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah, Syaik Nimr Baqr Al-Nimr, yang dituduh melakukan tindakan terorisme. Eksekusi tersebut semakin menghambat upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Indonesia sendiri berperan dalam mewujudkan upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah, seperti dalam penyelesaian konflik Arab Saudi-Iran tahun 2016, yaitu sebagai mediator atau penengah konflik. Peran Indonesia dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah sangat dihargai dan tidak merugikan kepentingan nasional atau prinsip politik Indonesia.Abstract:  The conflict between Saudi Arabia and Iran is a conflict with a background of sectarianism. The sectarian dimension is considered to be the main factor in the emergence of the conflict that has occurred between Saudi Arabia and Iran which has become increasingly sustainable. This article aims to explain the Role and National Interest of Indonesia in Resolving the Conflict between Saudi Arabia and Iran in 2016. The method of compiling this article uses the literature review method, which uses reference sources from books and journals. In 2016, the conflict became increasingly tense because Saudi Arabia executed a Shia cleric, Syaik Nimr Baqr Al-Nimr, who was accused of carrying out acts of terrorism. The executions have further hampered peace efforts in the Middle East region. Indonesia itself plays a role in realizing peace efforts in the Middle East region, such as in the resolution of the Saudi Arabia-Iran conflict in 2016, namely as a mediator or conflict mediator. The role played by Indonesia in resolving conflicts in the Middle East is highly valued and does not damage Indonesia's national interests or political principles.