cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2026): Januari" : 7 Documents clear
PENDAMPINGAN PENDIDIK TK ANUGERAH DALAM IMPLEMENTASI LABORATORIUM EDUKASI BERBASIS BKEARIFAN LOKAL MADURA Ariyanto, Fajar Luqman; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Rais, M. Amien; Anggraeny, Inggrit; Guivara, Alvira Eka Rahel; Oktaviyana, Putri Cahya; Dianasari, Chelci
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37013

Abstract

Abstrak: Pendampingan pendidik TK Anugerah dalam implementasi laboratorium edukasi berkerarifan lokal Madura dilaksanakan sebagai bentuk upaya pengabdian untuk meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, berkualitas dan terintegrasi pada kearifan lokal Madura. Sesuai kondisi lapangan, pendidik di TK Anugerah masih cenderung menggunakan pembelajaran dengan model konvensional seperti teacher-centered learning (pembelajaran berpusat pada guru) dan masih kurangnya inovasi pendidik dalam pemanfaatkan kearifan lokal dalam implementasi pembelajaran. Melalui kegiatan pengabdian ini pendidik diberi pelatihan, arahan, dan contoh praktik langsung tentang bagaimana mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan laboratorium edukasi melalui pendekatan saintifik learning dan muatan materi potensi lokal Madura. Materi utama yang diberikan di laboratorium edukasi adalah pembuatan sabun dari ektrak daun siri dan sereh, handsanitazer dari daun pandan, dan aroma terapi dengan kombinasi kopi mimba. Dari pendampingan ini, pendidik mampu menyusun modul pembelajaran dengan materi inti pembuatan sabun, handsanitazer, dan aroma terapi. Kedua pendidik dapan menyusun kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik learning mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan. Dampak kegiatan ini bermanfaat bagi pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna, berkualitas menyenangkan, dan mendukung program dinas pendidikan Bangkalan dalam mewujudkan satu sekolah satu inovasi di PAUD Bangkalan.Abstract:. The mentoring program for educators at TK Anugerah in implementing a local wisdom based educational laboratory rooted in Madurese culture was conducted as a form of community service aimed at enhancing the competencies of early childhood educators in creating learning experiences that are more contextual, meaningful, high-quality, and integrated with Madurese local wisdom. Based on field conditions, educators at TK Anugerah still tend to apply conventional learning models such as teacher-centered learning, with limited innovation in utilizing local cultural potential in instructional practices. Through this community service activity, educators were provided with training, guidance, and hands-on practice on managing learning activities by utilizing an educational laboratory through a scientific learning approach and incorporating learning content derived from Madurese local resources. The main materials implemented in the educational laboratory included the production of soap made from betel leaf and lemongrass extracts, hand sanitizer derived from pandan leaves, and aromatherapy products using a combination of coffee and neem. As a result of this mentoring program, educators were able to develop learning modules with core materials focused on the production of soap, hand sanitizer, and aromatherapy. Both educators were also able to design learning activities using the scientific learning approach, encompassing stages of observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. The impact of this program benefits educators in realizing learning that is more meaningful, high-quality, and enjoyable, while also supporting the Bangkalan Education Office program in achieving the “one school, one innovation” initiative for early childhood education institutions in Bangkalan.
STRENGTHENING STUDENT RESEARCH LITERACY: RESEARCH METHODOLOGY TRAINING AT MAN INSAN CENDEKIA EAST LOMBOK Iqbal, Muhammad; Jayadi, Agus; Rohiyatun, Baiq; Muzakkir, Muzakkir; Muslim, Ahmad; Mursid, Hidayat Joni; Al Maliki, Imam Maksum
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.36989

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi riset siswa MAN Insan Cendekia (IC) Lombok Timur melalui pelatihan metodologi penelitian. Rendahnya pemahaman siswa terhadap metodologi penelitian ilmiah menjadi latar belakang pentingnya kegiatan ini, terutama dalam mendukung program Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi riset seperti Madrasah Young Researchers (MYRES). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan pendampingan dengan evaluasi berbasis pretest-posttest menggunakan instrumen tes kognitif yang mengacu pada Taksonomi Bloom (C1-C4). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025 dengan melibatkan sekitar 110 siswa sebagai peserta. Hasil evaluasi posttest dari 72 responden menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi metodologi penelitian siswa mencapai 64,11 dengan standar deviasi 24,33. Kategorisasi menunjukkan 22% siswa berada pada kategori Sangat Baik (≥85), 21% kategori Baik (75-84), 6% kategori Cukup (65-74), 18% kategori Kurang (55-64), dan 33% kategori Sangat Kurang (<55). Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan literasi riset siswa madrasah dan direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan.Abstract:  This community service activity aimed to enhance the research literacy of students at MAN Insan Cendekia (IC) East Lombok through research methodology training. The inadequate understanding of scientific research methodology among students served as the rationale for this initiative, particularly in supporting the Youth Scientific Group (Kelompok Ilmiah Remaja/KIR) program and preparing students for research competitions such as Madrasah Young Researchers (MYRES). The implementation method employed an interactive lecture approach, discussion, and mentoring with pretest-posttest evaluation using cognitive test instruments based on Bloom's Taxonomy (C1-C4). The activity was conducted on October 11, 2025, involving approximately 110 students as participants. The posttest evaluation results from 72 respondents indicated that the mean score for research methodology literacy reached 64.11 with a standard deviation of 24.33. The categorization revealed that 22% of students fell within the Excellent category (≥85), 21% in the Good category (75-84), 6% in the Fair category (65-74), 18% in the Poor category (55-64), and 33% in the Very Poor category (<55). This activity contributed positively to strengthening the research literacy of madrasah students and is recommended for continuation through sustainable mentoring programs.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI ISLAMI DAN KARAKTER Urifah, Dewi; Rochayati, Nurin; Sahman, Sahman; Rosida, Rosida; Sa’diah, Khalimatul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37400

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong kemajuan dan penerapan kerangka pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai Islam dan pengembangan karakter dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK ABA 3 Ampenan. Metodologi yang dipilih menggunakan strategi kolaboratif, secara aktif melibatkan guru dan administrator sekolah sebagai kolaborator penting di setiap tahap proyek. Ini mencakup penilaian kebutuhan, pembuatan model pembelajaran, pelatihan guru, implementasi di kelas, dan evaluasi serta refleksi yang menyeluruh. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru untuk menyusun rencana pembelajaran (RPPM dan RPPH) yang tertanam dengan nilai-nilai Islam dan komponen pembentukan karakter. Lebih lanjut, terdapat peningkatan yang terlihat dalam kreativitas guru ketika merancang materi pembelajaran bertema Islam, bersamaan dengan perubahan positif dalam perilaku anak-anak. Hal ini mencakup peningkatan keteraturan dalam praktik memberi salam, peningkatan disiplin, tata krama yang lebih baik, dan kepekaan sosial yang lebih besar. Selain itu, lingkungan belajar di TK ABA 3 Ampenan telah berkembang menjadi lebih kondusif untuk asimilasi nilai-nilai Islam melalui pembentukan pojok etika, pojok literasi Islam, dan rutinitas pembelajaran yang bermakna. Program penjangkauan ini secara kesesuaian membantu meningkatkan keunggulan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berpusat pada nilai-nilai Islam dan pembentukan karakter.Abstract: This community service aims to encourage progress and the application of a learning framework rooted in Islamic values and character development in the Early Childhood Education (PAUD) environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten. The chosen methodology uses a collaborative strategy, actively involving teachers and school administrators as important collaborators at every stage of the project. This includes needs assessment, learning model development, teacher training, classroom implementation, and comprehensive evaluation and reflection. The results of this training show a significant improvement in teachers' ability to develop lesson plans (RPPM and RPPH) that are embedded with Islamic values and character-building components. Furthermore, there was a noticeable increase in teachers' creativity when designing Islamic-themed learning materials, along with positive changes in children's behavior. This included an increase in the regularity of greeting practices, improved discipline, better manners, and greater social sensitivity. In addition, the learning environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten has developed to be more conducive to the assimilation of Islamic values through the establishment of ethics corners, Islamic literacy corners, and meaningful learning routines. This outreach program has helped to improve the excellence of Early Childhood Education (PAUD) centered on Islamic values and character building.
PENDAMPINGAN GURU SD MENGENAI INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING Purwasih, Ratni; Sari, Indah Puspita; Senjayawati, Eka; Hadianti, Yeni
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.35266

Abstract

Abstrak: Fondasi utama pembangunan suatu bangsa adalah pendidikan, karena melalui pendidikanlah kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan secara sistematis dan berkelanjutan. Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas strategis, khususnya melalui penguatan peran calon guru penggerak sebagai agen transformasi di satuan pendidikan. Pendampingan bagi calon guru penggerak menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan adaptif, khususnya di jenjang sekolah dasar. Untuk saat ini, tantangan pendidikan hadir dalam berbagai bentuk, seperti keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan, kurangnya pelatihan berkualitas bagi guru, serta kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan yang dimiliki oleh guru-guru sekolah. Oleh karena itu, program pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan diarahkan untuk membekali calon guru SD dengan kompetensi yang mumpuni. Kegiatan ini berfokus untuk meningkatan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, serta relevan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.Selain itu, pendampingan ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan implementasi kurikulum merdeka, khususnya dalam hal penyesuaian konten dengan kebutuhan lokal, pemanfaatan teknologi digital secara efektif, serta pemenuhan kebutuhan belajar siswa dengan latar belakang yang beragam. Melalui pendampingan pembelajaran inovatif dan pendekatan komprehensif, diharapkan memberikan perubahan positif dalam dunia pendidikan bagi calon guru SD. Perubahan ini tidak hanya akan memperkuat kapasitas guru sebagai pendidik profesional, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pembangunan karakter generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa.Abstract: One of the main foundations of a nation's development is education, as it is through it that the quality of human resources can be systematically and sustainably improved. In the Indonesian context, efforts to improve the quality of education are a strategic priority, particularly through strengthening the role of prospective teacher leaders as agents of transformation in educational institutions. Mentoring prospective teacher leaders is a crucial step in creating an innovative and adaptive learning ecosystem, particularly at the elementary and secondary school levels. Currently, educational challenges present themselves in various forms, such as limited access to educational resources, a lack of quality teacher training, and gaps in the utilization of educational technology by school teachers. Therefore, a structured and ongoing mentoring program is aimed at equipping prospective elementary school teachers with adequate pedagogical, technological, and social-emotional competencies. This activity focuses on enhancing creativity in designing contextual, enjoyable, and relevant learning that addresses students' needs and characteristics. Furthermore, this mentoring is also expected to address the challenges of implementing the independent curriculum, particularly in adapting content to local needs, effectively utilizing digital technology, and meeting the learning needs of students from diverse backgrounds. Through this innovative learning assistance and comprehensive approach, it is hoped that positive changes will be made in the world of education for prospective elementary school teachers. These changes will not only strengthen teachers' capacity as professional educators but also have a lasting impact on improving the quality of learning and developing the character of the younger generation, the pillars of the nation's future.
PENYULUHAN KESEHATAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT MENGENAI EDUKASI CARA SIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR PADA PASIEN DAN KELUARGA DI RSUD BALARAJA Nurudin, Ahmad; Amriyah, Amriyah; Simanggungsong, Evarina; Ratnasari, Febi; Faridah, Ida; Yunita, Ika; Juju, Juju; Rahayu, Siswati; Sobriah, Sobriah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37407

Abstract

Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang seringkali terabaikan selama masa perawatan di rumah sakit. Kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang tepat dapat memicu penumpukan plak, karies, hingga infeksi sistemik. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pasien serta keluarga dalam mempraktikkan teknik menyikat gigi yang baik dan benar selama berada di lingkungan rumah sakit maupun di rumah. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi langsung menggunakan media alat peraga (model gigi dan sikat gigi). Sasaran kegiatan adalah pasien poliklinik gigi beserta pendamping di RSUD Balaraja. Evaluasi dilakukan melalui observasi teknik menyikat gigi oleh peserta dan pengisian kuesioner singkat pre-test dan post-test. Hasil yang di dapatkan pengetahuan pasien dan pendamping tentang perawatan gigi dan mulut mengenai cara sikat gigi yang baik menunjukan terdapat 80% dari 100% responden memiliki peningkatan pengetahuan setelah di lakukan penyuluhan kesehatan. Edukasi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pentingnya kebersihan mulut. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program rutin di RSUD Balaraja untuk menurunkan risiko komplikasi kesehatan akibat higiene oral yang buruk.Abstract:  Oral and dental health is an integral part of overall health that is often overlooked during hospital treatment. A lack of knowledge regarding proper toothbrushing techniques can trigger plaque buildup, caries, and even systemic infections. This health education aims to improve the knowledge, awareness, and skills of patients and their families in practicing proper and correct toothbrushing techniques both in the hospital environment and at home. The counseling was conducted using interactive lectures, Q&A sessions, and direct demonstrations using visual aids (dental models and toothbrushes). The target of this activity was dental polyclinic patients and their companions at RSUD Balaraja. Evaluation was carried out through observation of the participants' toothbrushing techniques and the completion of brief pre-test and post-test questionnaires. The results showed that 80% of the 100% of respondents experienced an increase in knowledge regarding oral care and proper toothbrushing after the health education was conducted. Direct education has proven effective in improving the understanding of patients and families about the importance of oral hygiene. This activity is expected to become a routine program at RSUD Balaraja to reduce the risk of health complications caused by poor oral hygiene.
SOSIALISASI DAN BIMTEK ADMINISTRASI PENDIRIAN CABANG DAN RANTING MUHAMMADIYAH Erwin, Erwin; Maryani, Sri; Muhdar, Syafruddin; Sahril, Muhamad
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.35871

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan administratif dan pemahaman kelembagaan kader Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) administrasi pendirian lembaga. Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dan Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pengembangan Masjid (LPCR-PM) PWM NTB. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu sosialisasi kebijakan kelembagaan, bimbingan teknis penyusunan dokumen administratif, serta pendampingan dan validasi hasil. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2025 di Aula Fakultas Kedokteran UMMAT dengan peserta dari PDM Kota Mataram dan PDM Lombok Barat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kemampuan peserta dalam memahami prosedur pendirian dan pengesahan cabang serta ranting Muhammadiyah. Peserta mampu menyusun dokumen administrasi sesuai standar LPCR-PM PWM NTB dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan ini. Luaran kegiatan berupa draf dokumen pendirian cabang, artikel ilmiah siap terbit, serta publikasi di media daring.Abstract: This community service activity aims to enhance the administrative competence and institutional understanding of Muhammadiyah cadres at the branch and sub-branch levels through socialization and technical guidance (Bimtek) on institutional establishment administration. The program was a collaborative effort between the University of Muhammadiyah Mataram (UMMAT) and the Branch, Sub-Branch, and Mosque Development Institute (LPCR-PM) of Muhammadiyah Regional Board of West Nusa Tenggara (PWM NTB). The implementation consisted of three stages: institutional policy socialization, administrative document preparation training, and document mentoring and validation. The activity took place on October 11, 2025, at the Faculty of Medicine Auditorium, UMMAT, involving participants from the Muhammadiyah Regional Boards of Mataram City and West Lombok. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of the procedures for establishing and legitimizing Muhammadiyah branches and sub-branches. Participants successfully produced administrative documents that met LPCR-PM PWM NTB standards and demonstrated high enthusiasm throughout the activity. The outcomes included validated draft establishment documents, a scientific article ready for publication, and online media coverage.
SISTEM KONTROL DAN KELISTRIKAN PADA ITEFUEL UNTUK PENGOLAHAN BIOGAS KOTORAN TERNAK MENJADI BIO-CNG Kristiana, Lisa; Miftahuddin, Yusup; Akbar, Deklan Malik; Dafy, Muhammad Zufar; Fasya, Shafira Kurnia
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.36898

Abstract

Abstrak: Pengelolaan limbah kotoran ternak di Desa Tanggulun, Kabupaten Garut, masih belum optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta gangguan kesehatan masyarakat. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem kontrol dan kelistrikan pada alat inovatif “ITEFUEL”, yaitu alat pengolah biogas dari kotoran ternak menjadi Bio-CNG (Compressed Natural Gas). Fokus utama kegiatan adalah pemurnian biogas hasil fermentasi anaerob menggunakan metode adsorpsi berbasis zeolit untuk meningkatkan kadar metana (CH₄), serta pengujian kinerja sistem kontrol dan keamanannya. Kegiatan dilaksanakan di Living Laboratorium AA Riverside, Garut. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem kontrol dan kelistrikan ITEFUEL berfungsi secara optimal sesuai rancangan, meliputi proses intake gas, pemurnian, penyimpanan, hingga dispensing Bio-CNG yang terkontrol dan aman. Selain menghasilkan prototipe alat ITEFUEL yang operasional, kegiatan ini juga mencakup sosialisasi dan pelatihan teknis kepada masyarakat, sehingga meningkatkan pemahaman dan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan energi alternatif berbasis limbah ternak.Abstract: The management of livestock manure waste in Tanggulun Village, Garut Regency, is still suboptimal and has the potential to cause environmental pollution, unpleasant odors, and public health issues. However, this waste has significant potential as a renewable energy source. This community service activity aims to develop and implement a control and electrical system for an innovative device called “ITEFUEL,” which processes biogas from livestock manure into Bio-CNG (Compressed Natural Gas). The activity focuses on purifying biogas produced through anaerobic fermentation using a simple zeolite-based adsorption method to increase methane (CH₄) concentration, as well as testing the performance, safety, and reliability of the control system. The program was conducted at the AA Riverside Living Laboratory in Garut. The results demonstrate that the ITEFUEL control and electrical system operates fully according to the design, successfully managing gas intake, purification, temporary storage, and dispensing processes in a controlled and safe manner. In addition to producing a functional ITEFUEL prototype, the activity included technical training and socialization sessions, which enhanced community knowledge and supported independent utilization of livestock waste–based renewable energy.

Page 1 of 1 | Total Record : 7