cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): June" : 131 Documents clear
Pendampingan masyarakat usia produktif untuk pencegahan HIV AIDS dan pengurangan stigma di desa Ambengan Singaraja Putu Sukma Megaputri; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Made Bayu Oka Widiarta; Dewi Aprelia Meriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23855

Abstract

Abstrak HIV/AIDS masih menjadi penyakit menular yang tidak bisa disembuhkan dan sering kali orang dengan HIV/AIDS mengalami stigma serta diskriminasi dengan sesama atau masyarakat sekitar. Sesuai dengan prong 1 untuk penanggulangan HIV/AIDS bahwa pencegahan HIV/AIDS menjadi satu hal terpenting khusunya pada usia produktif. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada masyarakat usia produktif untuk melakukan pencegahan HIV/AIDS dan pengurangan stigma yang dilakukan di Desa Ambengan. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 15-20 orang masyarakat usia reproduktif dengan tempat pengabdian di Desa Ambengan. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan tokoh masyarakat dan perbekel Desa Ambengan, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata nilai pre test sebelum diberikan edukasi dengan nilai 70,8 selanjutnya setelah diberikan edukasi pengetahuan mereka meningkat menjadi 88,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat usia reproduktif dalam mencegah penularan HIV/AIDS dan penurunan stigma serta diskriminasi. Kata kunci: pengabdian; HIV-AIDS; pendampingan; pengetahuan AbstractHIV/AIDS is still an infectious disease that cannot be cured and people with HIV/AIDS often experience stigma and discrimination from each other or the surrounding community. In accordance with prong 1 for HIV/AIDS prevention, HIV/AIDS prevention is one of the most important things, especially in the productive age. The aim of this service is to provide assistance to people of productive age to prevent HIV/AIDS and reduce stigma in Ambengan Village. The method used is the pre-preparation stage, preparation stage, implementation stage and evaluation stage. The target for community service is 15-20 people of reproductive age with a place of service in Ambengan Village. The pre-preparation stage starts from approaching community leaders and Ambengan Village equipment, then implementation using education and mentoring techniques. Next, carry out monitoring and evaluation activities to monitor the success of increasing knowledge and mentoring carried out. The result of this community service was that there was an increase in knowledge, the average pre-test score before being given education was 70.8, then after being given education, their knowledge increased to 88.5. The conclusion is that the assistance provided is effective in increasing knowledge of people of reproductive age in preventing HIV/AIDS transmission and reducing stigma and discrimination. Keywords: devotion; HIV-AIDS; accompaniment; knowledge
Kampung sehat: transformasi masyarakat melalui edukasi PHBS, scabies, malaria, tuberkulosis, hipertensi dan jumat bersih di kampung Yobeh kabupaten Jayapura Ellen R. V. Purba; Ester Rumaseb; Elisabeth Mebri; Gemi Rahayu; Fitri Diah Muspitha; Rospuana Mandowen; Yudi Prayitno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24073

Abstract

AbstrakTransformasi masyarakat di kampung Yobeh Jayapura melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemahaman mengenai penyakit seperti scabies, malaria, tuberkulosis, dan hipertensi merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Program tambahan seperti "Jumat Bersih" juga memainkan peran krusial dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kesadaran kolektif, dan mengajarkan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Melalui kombinasi edukasi kesehatan dan prakarsa komunitas, diharapkan terjadi penurunan prevalensi penyakit dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung Yobeh secara keseluruhan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan air bersih, dan menjaga kebersihan lingkungan, yang efektif dalam mencegah penyakit. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Yobeh Kabupaten Jayapura Papua pada tanggal tanggal 20 Maret 2024 dengan metode diskusi dan sosialisasi melalui penyuluhan langsung, pelatihan kader kesehatan desa, pemeriksaan kesehatan, edukasi rekayasa lingkungan pencegahan malaria dan Program "Jumat Bersih". Evaluasi dan pemantauan dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas kegiatan dan menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Kegiatan diikuti oleh masyarakat yang berjumlah 68 orang yang berada di Wilayah Kampung Yobeh Kabupaten Jayapura Papua. Hasil pemberdayaan menunjukan tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan pencegahan penyakit meningkat dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air bersih. Peningkatan pengetahuan masyarakat menunjukan bahwa pengetahuan tentang PHBS (83%), scabies (76%), malaria (85%) tuberculosis (80%) dan hipertensi (81%). Pemeriksaan kesehatan rutin berhasil mendeteksi lebih awal kasus hipertensi, sehingga penanganannya lebih cepat dan efektif. Program "Jumat Bersih" berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria. Kata kunci: hipertensi; jumat bersih; malaria; scabies; transformasi masyarakat; tuberculosis AbstractThe transformation of the community in Yobeh Jayapura village through education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and understanding of diseases such as scabies, malaria, tuberculosis, and hypertension is an important effort to improve the quality of life. Additional programs such as "Clean Friday" also play a crucial role by encouraging active community participation in maintaining environmental cleanliness, raising collective awareness, and teaching shared responsibility in creating a healthy environment. Through a combination of health education and community initiatives, it is hoped that there will be a decrease in disease prevalence and an improvement in the overall welfare of the Yobeh village community. The activity aims to form healthy living habits, such as washing hands, using clean water, and maintaining a clean environment, which are effective in preventing diseases. The implementation of the activity was carried out in Yobeh Village, Jayapura Regency, Papua on  March 20, 2024 with discussion and socialization methods through direct counseling, training of village health cadres, health checks, environmental engineering education for malaria prevention and the "Clean Friday" Program. Evaluation and monitoring are carried out periodically to assess the effectiveness of activities and determine necessary improvement measures. The activity was attended by a community of 68 people in the Yobeh Village Area, Jayapura Regency, Papua. The results of the empowerment show  that the level of public awareness about the importance of hygiene and disease prevention has increased by regularly washing hands with soap and using clean water. The increase in public knowledge showed that knowledge about PHBS (83%), scabies (76%), malaria (85%), tuberculosis (80%) and hypertension (81%). Routine health checks have succeeded in detecting cases of hypertension early, so that the treatment is faster and more effective. The "Clean Friday" program has succeeded in creating a cleaner and healthier environment, reducing the breeding grounds of mosquitoes that cause malaria. Keywords: hypertension; clean friday; malaria; scabies; community transformation; tuberculosis
Kemandirian ekonomi masjid melalui pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan lahan sekitar masjid untuk usaha hidroponik Saat Egra; Dwi Santoso; Etty Wahyuni; Anang Sulistyo; Mohammad Wahyu Agang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22818

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi yang penting dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hidroponik dipilih dalam kegiatan PKM ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara Masjid dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha tanam pada lahan terbatas milik masjid. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat melalui metode pertanian modern. Pengabdian ini meggunakan tanaman sawi sendok (pakcoy) karena tergolong sebagai common market dan cepat tumbuh. Lokasi kegiatan ini di Masjid Kampus Nurul ilmi Universitas Borneo Tarakan (Maskam UBT), Masjid Hujan Assalam, dan Masjid Al-Miftah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan/bimbingan teknis, implementasi, evaluasi dan monitoring. Metode hidroponik yang digunakan adalah sistem Nutrient Film Technique (NFT) dan dan sistem wick. Pengabdian ini mendapat respon positif dari ketiga masjid baik karena menggunakan masjid sebagai sentra aktivitasnya, juga guna meningkatkan kemandirian keuangan pengelolaan masjid, meningkatkan pemberdayaan dan pendapatan masyarakat disekitar masjid. Kata kunci: Hidroponik; masjid; pemberdayaan; ekonomi kreatif. AbstarctCommunity service is an important form of contribution to developing local potential and improving the quality of life in the community. Hydroponics was chosen in this empowerment activity to build partnerships between the mosque and the surrounding community in developing planting businesses on limited land owned by the mosque. Besides that, this service aims to improve the creative economy and community empowerment through modern agricultural methods. This activity uses spoon mustard (pakcoy) because it is classified as a common market and fast growing. The locations of this activity are the Nurul Ilmi Campus Mosque Universitas Borneo Tarakan (Maskam UBT), the Hujan Assalam Mosque, and the Al-Miftah Mosque. The implementation methods include socialization, training and technical guidance, implementation, evaluation, and monitoring. The hydroponic methods used are the Nutrient Film Technique (NFT) system and the wick system. This service received a positive response from the three mosques because it uses the mosque as the center of its activities as well as to increase the financial independence of mosque management, community empowerment, and income around the mosque. Keywords: hidroponic; mosque; empowerment; creatif economy.
Navigasi ruang digital: pemberdayaan santri MA Plus Nurul Islam Sekarbela melalui literasi digital dalam mengidentifikasi dan melawan hoax Irwandi Irwandi; Muhammad Hudri; Muhammad Fauzi Bafadal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24237

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan santri di MA Plus Nurul Islam Sekarbela dalam mengidentifikasi dan melawan hoax melalui pelatihan literasi digital. Dengan metode campuran, pelatihan melibatkan 55 santri kelas 3 Madrasah Aliyah dan menggunakan survei pre-test dan post-test serta wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital, dari skor rata-rata 55,3 menjadi 78,5 (p < 0,01). Santri merasa lebih mampu memverifikasi informasi dan sadar akan bahaya hoax. Temuan mendukung teori literasi digital dan pembelajaran konstruktivis, serta menekankan pentingnya integrasi literasi digital ke dalam kurikulum, peningkatan fasilitas teknologi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk keberlanjutan program.  Kata kunci: literasi digital; hoax; santri; pengabdian. AbstractThe community service aims to enhance the ability of students at MA Plus Nurul Islam Sekarbela to identify and combat hoaxes through digital literacy training. Using a mixed-methods approach, the training involved 55 third-grade Madrasah Aliyah students and utilized pre-test and post-test surveys, as well as interviews and observations. The results showed a significant increase in digital literacy, with average scores rising from 55.3 to 78.5 (p < 0.01). The students felt more capable of verifying information and were more aware of the dangers of hoaxes. The findings support digital literacy and constructivist learning theories, emphasizing the importance of integrating digital literacy into the curriculum, improving technological facilities, and collaborating with stakeholders for program sustainability. Keywords: digital literacy; hoax; education; students; community service.
Perlindungan hukum kepada anak korban bullying pada SMA Averos kota Sorong Wahab Aznul Hidaya; A. Sakti R. S. Rakia; Muhammad Ali; Hasriyanti Hasriyanti; Kristi W. Simanjuntak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22844

Abstract

Abstrak Bullying di lingkungan sekolah telah menjadi fenomena yang meresap dan kompleks. Artikel ini membahas beragam aspek terkait bullying, termasuk definisi, faktor-faktor yang mendorong perilaku ini, dampaknya terhadap korban dan pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Bullying merupakan perilaku agresif yang merugikan, di mana individu yang lebih kuat secara fisik atau mental menyalahgunakan kekuasaannya untuk menyakiti individu yang lebih lemah secara berulang. Meningkatkan kesadaran tentang masalah bullying di kalangan guru dan siswa di SMA Averos Kota Sorong. Dengan memberikan informasi yang komprehensif tentang definisi, faktor-faktor pendorong, dan dampak dari perilaku bullying, diharapkan para peserta akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas masalah ini. Mitra pengabdian adalah SMA Averos Kota Sorong Papua Barat Daya dan dihadiri dengan 38 siswa/siswi. Metode penyuluhan atau sosialisasi merupakan pendekatan yang efektif untuk menyampaikan informasi dan membahas masalah tertentu serta cara mengatasi permasalahan yang sedang terjadi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang terstruktur dengan baik dapat membantu dalam mengatasi masalah bullying di sekolah. Langkah-langkah seperti penyusunan materi edukasi, melibatkan konselor, dan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan merupakan bagian penting dari pendekatan ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan pengetahuan tentang bullying dapat ditingkatkan di kalangan guru dan siswa, serta kontribusi signifikan dalam pencegahan bullying di SMA Averos Kota Sorong. Kata kunci: bullying SMA ; kota Sorong ; tindak pidana Abstract Bullying in school settings has become a pervasive and complex phenomenon. This article discusses various aspects of bullying, including the definition, factors that drive this behaviour, its impact on victims and perpetrators, and preventive measures that can be taken. Bullying is an aggressive, harmful behaviour in which a physically or mentally stronger individual abuses his or her power to repeatedly harm a weaker individual. Raising awareness about bullying issues among teachers and students at SMA Averos Sorong City. By providing comprehensive information on the definition, driving factors, and impact of bullying behaviour, it is expected that the participants will have a better understanding of the complexity of this issue. The service partner was SMA Averos Kota Sorong, Southwest Papua and was attended by 38 students. The extension or socialisation method is an effective approach to convey information and discuss certain problems and how to overcome the problems that are happening. Well-structured community service activities can help in overcoming the problem of bullying in schools. Steps such as developing educational materials, involving counsellors, and measuring knowledge before and after counselling are important parts of this approach. Through this activity, it is expected that awareness and knowledge about bullying can be increased among teachers and students, as well as a significant contribution in bullying prevention in SMA Averos Kota Sorong. Keywords: bullying ; high school ; Sorong city ; criminal offence
Inovasi crude tanin sebagai feed-additive dalam silase sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ternak potong Alditya Putri Yulinarsari; Suci Wulandari; Satria Budi Kusuma; Niati Ningsih; Nur Muhamad; Amal Bahariawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22609

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu (1) memberikan pengetahuan dan keterampilan PT Rima Kinanti Lestari selaku mitra dan kelompok ternak binaannya dalam mengolah pakan sehingga ketersediaannya dapat terjaga. (2) Mengetahui manfaat penambahan crude tanin kulit kopi pada silase untuk mendukung pertumbuhan ternak potong. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2023 dan berlokasi pada kediaman mitra di Bagorejo, Gumukmas, Jember. Kegiatan ini melibatkan mitra dan 25 kelompok ternak binaan. Tahapan pengabdian diantaranya yaitu Focus Group Discoussion (FGD), penyuluhan, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi oleh tim pengabdian. Hasil kegiatan PKM  yaitu seluruh target pada setiap tahapan telah terpenuhi. Pendekatan edukatif pengabdian memiliki dampak positif diantaranya meningkatnya pengetahuan mitra dan kelompok ternak binaan terkait teknologi pengawetan hijauan yaitu silase dengan penambahan crude tanin kulit kopi dan manfaat yang ditimbulkan setelah diberikan langsung untuk ternak potong. Setelah kegiatan ini terlaksana diharapkan mitra dapat secara mandiri mengembangkan teknologi silase crude tanin kulit kopi dengan tetap didampingi oleh tim pengabdian. Kata kunci: crude tanin; kulit kopi; silase; ternak potong Abstract The aim of community service activies is to provide knowledge and skills PT Rima Kinanti Lestari as a partner and all livestock group to processing feed so that its availability can be maintained. Furthermore, the benefits of adding crude tannin husk coffee to silage support the growth of livestock. Community service held in August-November 2023 and location at Bagorejo, Gumukmas, Jember. This activity involves partners and 25 livestock group built PT Rima Kinanti Lestari. The stages of service includ Focus Group Discussion (FGD), counseling, training, and monitoring evaluation. The conclusion has been achieved of all activity targets at each stage. The educational approach to service has a positive impact, include to increasing the knowledge of partners and assited livestock group regrading forage preservation technology namely silage with the addition of crude tannin coffe husk and the benefits thaht arise after be given directly to livestock. After this activity is carried out, it is hoped that partners can indpendently develop silage technology crude tannin coffe husk  while still being accompanied by the service team. Keywords: crude tannin; coffee husk; silage; livestock
Edukasi kewirausahaan berbasis digital melalui pelatihan dan pendampingan bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas Joni Bungai; Indra Perdana; Supriyadi Supriyadi; Ratna Pancawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24196

Abstract

AbstrakKemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital menjadi sangat penting di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini, tidak hanya untuk individu tetapi juga untuk keberlangsungan berbagai sektor usaha dan industri. Menyadari pentingnya keterampilan digital, terutama di kalangan generasi muda, sekolah dipandang perlu mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan dengan teknologi digital dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMA Kristen Palangka Raya. Terdapat beberapa permasalahan prioritas antara lain: kurangnya variasi kegiatan kewirausahaan yang dapat mengakomodir minat, bakat dan karakteristik siswa; kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan platform digital Canva untuk tujuan bisnis; kurangnya keterampilan tentang manajemen produksi suatu produk kewirausahaan berbasis digital. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi, berbagi pengetahuan kepada siswa dan guru tentang esensi kewirausahaan, pemanfaatan platform digital Canva untuk tujuan bisnis dan manajamen dasar kewirausahaan berbasis digital. Kegiatan ini melibatkan 23 orang siswa dan 4 orang guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan dengan teknik ceramah, tanya jawab, demonstrasi, tutorial dan praktik. Diperoleh hasil utama yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa sebanyak 38,28%. Sedangkan hasil tambahannya adalah terciptanya prototype produk yang bernilai jual dari para siswa. Kata kunci: pelatihan; kewirausahaan digital; canva; manajemen; minat kewirausahaan. AbstrackThe ability to utilize digital technology has become crucial in the era of globalization and the advancement of information technology today, not only for individuals but also for the sustainability of various business and industrial sectors. Recognizing the importance of digital skills, especially among the younger generation, schools are seen as needing to integrate entrepreneurship education with digital technology into the curriculum and extracurricular activities. The partner in this community service activity is SMA Kristen Palangka Raya. There are several priority issues, including: the lack of variety in entrepreneurship activities that can accommodate the interests, talents, and characteristics of students; the lack of knowledge about utilizing the digital platform Canva for business purposes; and the lack of skills in managing the production of a digital-based entrepreneurial product. Based on these issues, this community service activity aims to provide education, share knowledge with students and teachers about the essence of entrepreneurship, the utilization of the digital platform Canva for business purposes, and basic management of digital-based entrepreneurship. This activity involves 23 students and 4 teachers as participants. The implementation methods include training and mentoring through lectures, Q&A sessions, demonstrations, tutorials, and practice. The main result obtained is an increase in students' knowledge and skills by 38.28%. Meanwhile, the additional result is the creation of prototype products with market value by the students. Keywords: training; digital entrepreneurship; canva; management; entrepreneurial interest.
Pendampingan pembuatan arang batok kelapa dengan motode vacum di desa Korleko kabupaten Lombok Timur Muanah Muanah; Suwati Suwati; Marianah Marianah; Basirun Basirun; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24169

Abstract

Abstrak Hingga saat ini permintaan kopra kelapa semakin meningkat karena dalam penjualan jarak jauh kopra tersebut tidak mengalami kerusakan sehingga para petani kelapa semakin meminatinya. Selain tingginya permintaan, pengolahan kopra menghasilkan limbah berupa tempurung kelapa. Belakangan ini masyarakat Desa Korleko mengolah batok kelapa menjadi arang. Dalam pengolahannya menimbulkan beberapa kendala karena asapnya mengganggu lingkungan. Maka berdasarkan hasil survei, tim pelaksana dan mitra kegiatan mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus 2023 ini diikuti oleh 24 peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyuluhan dan pelatihan atau praktek pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar, hal ini terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 90% karena pada dasarnya pengetahuan terkait pembuatan arang sudah ada di mitra, namun metode pembakaran vakum merupakan teknologi baru bagi mitra. Pembuatan arang dengan cara ini juga mampu meningkatkan jumlah produksi sebesar 50% dari sebelumnya dan arang yang dihasilkan lebih baik atau berkualitas karena potensi menjadi abu sangat kecil. Kata kunci: batok kelapa; arang; metode vakum.Abstract Until now, the demand for coconut copra is increasing because in long distance sales the copra is not damaged, so coconut farmers are increasingly interested in it. Apart from the high demand, copra processing produces waste called coconut shells. Recently, people in Korleko Village have processed coconut shells into charcoal. In processing it causes several problems because the smoke disturbs the environment. So, based on the survey results, the implementation team and activity partners solved this problem by providing assistance in making charcoal using the vacuum method. The activity carried out on Thursday 24 August 2023 was attended by 24 participants. Activities were carried out in two stages, namely counseling and training or practice in making charcoal using the vacuum method. The activities carried out ran smoothly, this could be seen from the enthusiasm of the participants during the activities. The results obtained from this activity were able to increase the community's knowledge and skills by 90% because basically the knowledge related to making charcoal already existed with the partners, but the vacuum burning method was a new technology for the partners. Making charcoal using this method is also able to increase the amount of production by 50% from before and the charcoal produced is better or of better quality because the potential for it to become ash is very small. Keywords: coconut shell; charcoal; vacuum method.
Meningkatkan daya saing UKM CV Ragil Jaya Craft melalui optimalisasi pemasaran media sosial Erni Ummi Hasanah; Andika Andika; Mochamad Syamsiro; Danang Wahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23075

Abstract

AbstrakDi era digital, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menghadapi tantangan besar dalam adaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang memerlukan transformasi bisnis agar tetap kompetitif. Sebagai pilar ekonomi, responsivitas UKM terhadap ancaman global dan situasi krisis sangat vital. Namun, ada hambatan dalam pemanfaatan teknologi digital, diperparah oleh pandemi Covid-19 yang mempengaruhi produksi dan pendapatan UKM, seperti yang dialami oleh CV Ragil Jaya Craft. Hasil wawancara dengan pemilik CV Ragil Jaya Craft menunjukkan bahwa meskipun mereka telah melayani pasar domestik dan internasional, mereka masih menggunakan pemasaran konvensional. Ketika pandemi berlangsung hampir dua tahun, dampaknya signifikan terhadap usaha mereka, termasuk penurunan permintaan yang mempengaruhi omset penjualan. Pembatasan mobilitas selama pandemi menghambat pemasaran konvensional yang diandalkan, memaksa mereka untuk beralih ke pemasaran digital. Namun, optimasi pemasaran digital, khususnya media sosial, masih menjadi kesulitan. Untuk mengatasi ini, tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Janabadra menginisiasi program pelatihan untuk memperkuat pemanfaatan media sosial. Program ini mencakup diskusi dan pelatihan intensif tentang strategi pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: pemahaman tentang pentingnya pemasaran media sosial meningkat dari 35% menjadi 80%, dan pemahaman memilih platform yang sesuai dengan target pasar dari 50% menjadi 87%. Sementara itu, pelatihan strategi optimasi media sosial meningkatkan pemahaman dari 10% menjadi 60%. Bagian yang masih kurang ini menunjukkan perlunya pendampingan lanjutan untuk memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara efektif dalam operasi bisnis sehari-hari, mendukung ekspansi pasar dan peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan. Kata kunci: pelatihan UKM; pemasaran media sosial; transformasi digital; tantangan UKM. AbstractIn the digital era, Small and Medium Enterprises (SMEs) face significant challenges in adapting to changes in consumer behavior that require business transformation to remain competitive. As an economic pillar, SMEs' responsiveness to global threats and crises is crucial. However, there are obstacles in utilizing digital technology, exacerbated by the COVID-19 pandemic, which has impacted SME production and revenue, as experienced by CV Ragil Jaya Craft. Interviews with the owner of CV Ragil Jaya Craft revealed that although they have served both domestic and international markets, they still rely on conventional marketing. During the nearly two-year pandemic, its impact was significant on their business, including a decline in demand affecting sales turnover. Mobility restrictions during the pandemic hindered the conventional marketing strategies they relied on, forcing a shift to digital marketing. However, optimizing digital marketing, especially social media, remains a challenge. To address this, the Community Service Team from Janabadra University initiated a training program to strengthen the use of social media. This program includes intensive discussions and training on digital marketing strategies. The evaluation results showed significant improvements: understanding the importance of social media marketing increased from 35% to 80%, and understanding how to choose platforms suitable for the target market rose from 50% to 87%. Meanwhile, training in social media optimization strategies increased understanding from 10% to 60%. This gap highlights the need for further mentoring to ensure the skills acquired can be effectively applied in daily business operations, supporting market expansion and sustainable production capacity enhancement. Keywords: digital transformation; SME challenges; SME training; social media marketing
Sosialisasi literasi dan manajemen keuangan keluarga pada masyarakat kawasan pesisir tambak Lorok Semarang Erisa Aprilia Wicaksari; M. Aulia Rachman; Bogy Febriatmoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23015

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada Masyarakat Komunitas Koperasi dibawah naungan TPQ Nurul Fahmi di daerah Tambak Lorok mengenai literasi Keuangan dan manajemen keuangan keluarga yang efektif dan efesien. Kegiatan ini diinisiasi dengan adanya dampak pada masa pandemi yang mengakibatkan penurunan pendapatan keluarga, kemudian kondisi recovery pasca pandemi Covid-19 memungkinkan para masyarakat melakukan perbaikan dalam penghasilan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dengan beberapa tahapan yaitu, tahapan perencanaan, tahapan sosialisasi dan edukasi. Kegiatan ini diselenggarakan secara offline di basecamp komunitas (rumah Bapak Anis Hariri). Pengabdian ini memberikan materi tentang pentingnya mengelola keuangan keluarga setelah pandemi COVID-19 dan masa pemulihan; mengelola keuangan setelah Lebaran Idul Fitri; tahapan mengelola keuangan keluarga; berbagai rencana investasi; dan cara menerapkan rencana pengeluaran yang telah dialokasikan. Kata kunci: koperasi; literasi keuangan; manajemen keuangan. Abstract This community service aims to provide knowledge and understanding to the Cooperative Community Community under the auspices of TPQ Nurul Fahmi in the Tambak Lorok area regarding financial literacy and effective and efficient family financial management. This activity was initiated due to the impact of the pandemic which resulted in a decrease in family income, then the recovery conditions after the Covid-19 pandemic allowed the community to make improvements in income. The method used in this community service is to provide education to the community in several stages, namely, the planning stage, the socialization stage and education. This activity was held offline at the community basecamp (Mr. Anis Hariri's house). This service provides material about the importance of managing family finances after the COVID-19 pandemic and the recovery period; managing finances after Eid al-Fitr; stages of managing family finances; various investment plans; and how to implement allocated expenditure plans. Keywords: cooperative; financial literacy; financial management.

Page 4 of 14 | Total Record : 131