cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): June" : 131 Documents clear
Disemenasi agens pengendali hayati melalui penguatan kelembagaan PPAH di desa Purnama kabupaten Bondowoso Wagiyana Wagiyana; Suharto Suharto; Mohammad Hoesain; Saifuddin Hasjim; Rachmi Masnilah; Suhartiningsih Dwi Nur Cahyanti; Ankardiansyah Pandu Pradana; Bakhroini Habriantono; Fariz Kustiawan Alfarisy; Tejasari Tejasari; Gusna Merina; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Dimas Ganda Permana Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23086

Abstract

AbstrakPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) adalah organisasi swadaya masyarakat yang memiliki aktivitas untuk produksi agens pengendali hayati. Agens pengendali hayati merupakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk maupun pestisida sintetis. Agens hayati terbagi menjadi golongan bakteri, jamur, virus, nematoda, maupun serangga berguna. Desa Purnama merupakan desa sentra penghasil singkong. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan disemenasi agens hayati di Desa Purnama. Lokasi pengabdian terletak di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan kegiatan meliputi disemenasi dengan beberapa tahapan yaitu: penyuluhan agens hayati, penguatan kelembaagaan PPAH dengan forum diskusi, serta evaluasi program. Hasil pengabdian ini adalah adanya peningkatakan kapasitas pengetahuan petani di Desa Purnama terkait dengan agens hayati dan fungsinya pada tanaman. Selain itu untuk meningkatkan nilai keberdayaan, melalui kelembagaan PPAH dapat meningkatkan peluang dan potensi untuk bersinergi dengan stakeholder maupun instansi pemerintah. Kegiatan pengabdian ini menjadi program lanjutan pada kegiatan sebelumnya mengenai pendampingan dan produksi agens hayati. Kesimpulan pada pengabdian ini adalah petani antusias untuk meningkatkan kapasitas diri melalui penguatan kelembagaan PPAH dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi dan hilirisasi singkong. Kata kunci: augmentasi; berguna; berkelanjutan; sekolah lapang; terpadu. AbstractPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) is a non-governmental organization that has activities for the production of biological control agents. Biological control agents are an alternative to reduce dependence on synthetic fertilizers and pesticides. Biological agents are divided into bacteria, fungi, viruses, nematodes and useful insects. Purnama Village is a central cassava producing village. This service aims to carry out the cementation of biological agents in Purnama Village. The location of the service is located in Purnama Village, Tegalampel District, Bondowoso Regency. Implementation of activities includes cementation in several stages, namely: counseling on biological agents, strengthening PPAH institutions with discussion forums, and program evaluation. The result of this service is an increase in the knowledge capacity of farmers in Purnama Village regarding biological agents and their functions in plants. Based on that, to increase the value of empowerment, through the PPAH institution it can increase opportunities and potential to synergize with stakeholders and government agencies. This service activity is a continuation program of previous activities regarding assistance and production of biological agents. This service concludes that farmers are enthusiastic about increasing their capacity through strengthening PPAH institutions to increase cassava production and downstream capacity. Keywords: augmentation; field school; integrated; sustainable; and useful.
Diversifikasi produk olahan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil budidaya dengan menggunakan produk cairan fermentasi daun mangrove Avicennia marina di kabupaten Banggai provinsi Sulawesi Tengah Samsu Adi Rahman; La Saudin; Syahrul Syahrul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.20614

Abstract

AbstrakDesa Jayabakti merupakan sentra budidaya rumput laut di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Saat ini, para pembudidaya rumput laut telah berhasil menurunkan masalah penyakit ice-ice dan meningkatkan produksi melalui penggunaan produk cairan fermentasi. Meskipun demikian, terdapat masalah mendasar yang teridentifikasi pada kelompok mitra, yaitu ketidakmampuan dalam mengelola rumput laut menjadi produk olahan dan kurangnya pemahaman mengenai manajemen usaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang manfaat rumput laut, memberi pengetahuan dalam manajamen usaha, dan memberikan keterampilan baru dalam pembuatan produk olahan berbasis bahan dasar rumput laut. Metode yang digunakan adalah Community Development melalui pelatihan produk olahan rumput laut yang meliputi pembuatan brownies, es cendol, kerupuk, dan bakso, memberikan wawasan terkait manajemen usaha melalui penyuluhan, dan pendampingan mitra. Hasil dari kegiatan ini, mitra berhasil mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan peningkatan pendapatan ekonomi melalui pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan mitra. Berdasarkan hasil kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa diversifikasi produk olahan rumput laut efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama mitra. Kata kunci: bakso; brownies; cendol; kerupuk; rumput laut AbstractJayabakti Village is a center for seaweed cultivation in Pagimana District, Banggai Regency, Central Sulawesi Province. Currently, seaweed farmers have succeeded in reducing the problem of ice-ice disease and increasing production through the use of fermented liquid products. However, there are fundamental problems identified in the partner group, namely the inability to manage seaweed into processed products and a lack of understanding of business management. The aim of this activity is to increase knowledge about the benefits of seaweed, provide knowledge in business management, and provide new skills in making processed products based on seaweed. The method used is Community Development through training on processed seaweed products which includes making brownies, cendol ice, crackers and meatballs, providing insight into business management through counseling and partner assistance. As a result of this activity, partners succeeded in gaining knowledge, skills and increased economic income through training, counseling and partner assistance. Based on the results of this activity, it can be concluded that diversification of processed seaweed products is effective in increasing community income, especially partners. Keywords: brownies; cendol; crackers; meatball; seaweed
Pelatihan pembuatan media evaluasi berbantuan G-Form bagi guru di komunitas belajar Hidayati Hidayati; M. Hudri; Rima Rahmaniah; Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni; Ahmad Afandi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24634

Abstract

AbstrakPada masa pandemi COVID -19 saat lalu, sekolah menyelenggarakan proses pembelajarannya dengan menggunakan e-learning dimana media teknologi memiliki peran penting. Fungsi dari media teknologi secara umum adalah menampilkan sarana komunikasi dan informasi berupa teks, gambar, video, dan suara yang dapat diakses secara online. Mitra kami dalam melakukan kegiatan abdimas pada saaat ini adalah guru-guru di SMPN 1 Tanjung yang memiliki komunitas belajar. Mitra dihadapkan pada permasalahan sebagai berikut: para guru masih ragu bagaimana mengintegrasikan e-learning ke dalam pembelajaran mereka; dan masih awamnya guru untuk pembuatan soal sebagai alat evaluasi, anak-anak di SMP 1 Tanjung lebih sering menggunakan buku dan LKPD yang dibuat sekolah sehingga alat evaluasinya masih belum menerapkan paperless. Permasalahan berikutnya adalah keterbatasan dalam memberikan evaluasi yang tepat untuk mengevaluasi setiap siswa secara objektif dan tentunya dengan menggunakan Google Form lebih mudah untuk mengetahui hasilnya secara langsung di era digitalisasi ini. Berdasarkan hal tersebutlah, maka tim abdimas melakukan pendampingan pelatihan penggunaannya dalam pembuatan soal berbagai bentuk sebagai alat evaluasi bagi siswa. Persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi merupakan tiga tahapan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan secara luring dan daring dengan menggunakan Zoom. Dengan menggunakan survey dan wawancara maka hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa para guru bersemangat untuk belajar dan mampu menggunakan Google Formulir untuk meningkatkan kemampuan serta memudahkan mereka dalam pembuatan soal untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Kata kunci: pelatihan; pembuatan soal; g-form; guru smp. Abstract During the previous pandemic, schools were able to organize their learning process by using e-learning in distance learning. The function of technical media in general is to provide text, images, video, and sound—all media kinds or forms that are exclusively available online—as a means of online communication and information. Teachers at SMPN 1 Tanjung have partnered with us for this community service project. Partners are faced with the following issues: kids at SMP 1 Tanjung exclusively use books and LKS from school; teachers are still unsure of how to integrate e-learning into their lessons; and teachers' incapacity to generate assessment questions. Since it is simpler to know the results immediately in this day of digitalization, the next issue is the limitations on providing appropriate evaluation in order to evaluate each student objectively. Using Google Classroom to create questions is a problem that can be solved by offering training. Preparation, execution, and assessment are the three phases of an activity. Using Zoom to provide video training and demonstrations on how to utilize Google Forms and Classroom, community service projects are implemented both online and offline. The exercise's outcomes showed that teachers are eager to learn and are able to use Google Classroom and Google Forms to enhance their abilities to support instructional activities Keywords: training; examination items; g-form; teachers.
Pelatihan pembuatan profil kecamatan di kota Semarang dengan model mind mapping bagi SMA Laboratorium UPGRIS Wahjoe Rini; Andaarina Aji; Ratna Ayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22888

Abstract

Abstrak Profil Kecamatan adalah gambaran menyeluruh tentang karakter yang meliputi data dasar seperti potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana serta perkembangan kemajuan dan permasalahan yang dihadapi. Untuk mewujudkan fungsi profil Desa dan Kelurahan sebagai sumber informasi potensi desa dan kelurahan, data profil haruslah tersedia, lengkap dan akuntabel. Penyusunan profil desa merupakan proses untuk menemukan dan menggali potensi desa yang nantinya dapat dikembangkan melalui program-program pemberdayaan.Penyusunan Profil Kecamatan di Kota Semarang ini sangat bermanfaat    bagi  wilayah setempat dalam upaya pembaharuan data. Dapat     diketahui,     bahwa ketersediaan   data   yang   terdapat   di   Kecamatan   masih   cenderung  data lama,  sehingga  terkadang  data – data yang ada sudah tidak sesuai dengan kondisi eksisting terkini  di  lapangan. Penyusunan profil kecamatan dengan model mind mapping merupakan salah satu cara memetakan pikiran dengan mencatat secara kreatif dan efektif untuk mengumpulkan data dan mengkaji potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah, dengan analisis yang di dasarkan pada data yang real maka sasaran pengembangan dan pembangunan wilayah akan sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya. Dengan adanya profil Kelurahan yang dibuat, diharapkan dapat lebih informatif. Kata kunci: profil kecamatan; data; informasi; mind mapping Abstract The District Profile is a comprehensive description of the character which includes basic data such as potential natural resources, human resources, institutions, infrastructure and facilities as well as progress and problems faced. To realize the function of Village and Subdistrict profiles as a source of information on village and subdistrict potential, profile data must be available, complete and accountable. Preparing a village profile is a process to discover and explore village potential which can later be developed through empowerment programs. The preparation of District Profiles in the City of Semarang is very useful for the local area in efforts to update data. It is known that the available data in the sub-district still tends to be old data, so that sometimes the existing data is no longer in accordance with the current existing conditions in the field. Preparing sub-district profiles using a mind mapping model is one way to map thoughts by taking notes creatively and effectively to collect data and assess the potential of an area, with analysis based on real data, regional development and development targets will be in accordance with needs. which are actually. By creating a Village profile, it is hoped that it will be more informative. Keywords: district profile; data; information; mind mapping
“Kendalikan diabetes melitus dengan bijak” (berat badan ideal, ingat cek kesehatan secara rutin, jaga pola makan yang sehat, aktivitas fisik, kenali jenis bahan makanan rendah indeks glikemik) Damelya Patricksia Dampang; Agnes Maharani Puji Wulandari; Sada Rasmada; Aloysius Prima Cahya Miensugandhi; Paramitha Wirdani Ningsih Marlina; Mateus Bagas Nugroho Jati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22862

Abstract

Abstrak Jumlah penderita diabetes dewasa di Indonesia berusia 20-79 tahun sebesar 10.6%. Prevalensi diabetes melitus (DM) berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥15 tahun di Indonesia sebesar 2.0%, DKI Jakarta menduduki posisi pertama tertinggi DM sebesar 3.4%. Tingginya prevalensi penderita diabetes melitus mendorong pengabdian masyarakat ini dilakukan agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan serta mengendalikan diabetes melitus. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Asrama STIK Sint Carolus dengan sasaran pengunjung Klinik Pratama St Carolus sebanyak 25 orang yang dilakukan pada bulan Oktober tahun 2023. Metode yang digunakan adalah  metode ceramah dengan media lembar balik. Sebelum dan sesudah penyuluhan diberikan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Perbedaan pengetahuan gizi diuji dengan uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan pengetahuan responden dengan rata-rata nilai 62.80±2.97 menjadi 66.80±2.43. Tidak ada pengaruh signifikan setelah diberikan edukasi dengan nilai p-value 0.085, tetapi terdapat perubahan dari hasil post-test>pre-test pada 10 responden. Pemberian pendidikan gizi dapat meningkatkan pengetahuan responden. Kata kunci: diabetes melitus; lembar balik; penyuluhan.  Abstract The number of adult diabetics in Indonesia aged 20-79 years is 10.6%. The prevalence of diabetes mellitus (DM) based on a doctor's diagnosis in the population aged ≥15 years in Indonesia is 2.0%, DKI Jakarta occupies the first position with the highest DM at 3.4%.The high prevalence of diabetes mellitus encourages this community service to be carried out so that the community can increase knowledge and awareness and control diabetes mellitus. This activity was carried out at the Sint Carolus STIK Dormitory Hall with the target of 25 visitors to the St. Carolus Primary Clinic which was carried out in October 2023. The method used was a lecture method with a flip chart media. Before and after counseling was given a pre-test and post-test consisting of 10 questions. Differences in nutritional knowledge were tested with the Wilcoxon test. There was an increase in respondents' knowledge with an average score of 62.80±2.97 to 66.80±2.43. There was no significant effect after being given education with a p-value of 0.085, but there were changes from the post-test>pre-test results on 10 respondents. Providing nutrition education can improve respondents' knowledge Keywords: counseling; diabetes mellitus; flip chart.
Pemanfaatan skala danjon sebagai media untuk mengukur rona gerhana Azmi Khusnani; Adi Jufriansah; Yudhiakto Pramudya; Hamzarudin Hikmatiar; Saharul Saharul; Isma Alip; Konsenius Wiran Wae; Yoman Ribeta Ratu Yohakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22869

Abstract

AbstrakProses terjadinya Gerhana Bulan Total merupakan fenomena astronomi yang  terjadi ketika seluruh permukaan Bulan tertutupi oleh bayang bayang Bumi atau disebut dengan umbra. Hal ini dapat terjadi ketika konfigurasi antara Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu garis lurus. Oleh karena itu, fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi bersamaan dengan fase Bulan Purnama. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk mengamati Gerhana Bulan. Metode yang digunakan adalah observasi dan pengisian angket skala Danjon. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 8 November 2022 yang dimulai pada pukul 18.00 WITA dengan peserta yang berasal dari masyarakat umum dan masyarakat Universitas Muhammadiyah Maumere. Berdasarkan hasil implementasi diketahui bahwa kondisi cuaca pada saat pelaksanaan sulit dilakukan pengamatan karena kondisi mendung disertai gerimis. Namun, peserta yang mengamati dapat menilai kecerahan gerhana bulan Kata kunci: gerhana bulan total; astronomi; skala danjon; pengamatan. AbstractThe total lunar eclipse process is an astronomical phenomenon that occurs when the Earth's shadow, called the umbra, covers the entire moon's surface. It can happen when the configuration between the Moon, Earth, and Sun is straight. Therefore, the total lunar eclipse phenomenon will co-occur with the complete moon phase. The purpose of doing this service is to observe the Lunar Eclipse. The method used is observation and filling out the Danjon scale questionnaire. The implementation was carried out on November 8, 2022, starting at 18.00 WITA with participants from the general public and the Universitas Muhammadiyah Maumere community. Based on the implementation results, it is known that the weather conditions at the time of observation were challenging because of cloudy conditions accompanied by drizzle. However, participants can judge the brightness of the lunar eclipse. Keywords: total lunar eclipse; astronomy; danjon scale; observation.
Edukasi dan pemantauan kesehatan terhadap faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) pada remaja Ririh Jatmi Wikandari; Teguh Budiharjo; Lilik Setyowatiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23650

Abstract

Abstrak Faktor risiko utama Penyakit Tidak Menular global adalah peningkatan tekanan darah, gula darah, dan obesitas. Di Indonesia, morbiditas dan mortalitas PTM meningkat, berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas. Faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol meningkat secara signifikan. PTM kini tidak hanya menyerang usia lanjut tetapi juga usia produktif dan remaja, disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Era digital meningkatkan gaya hidup sedentary dan akses mudah ke makanan tidak sehat, sehingga risiko PTM meningkat. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan kesehatan dini dan edukasi mengenai bahaya PTM bagi remaja. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat , untuk melakukan edukasi dan pemantauan kesehatan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM). Mitra sasaran adalah remaja usia diatas 17 tahun sejumlah 30 orang. Metode pengabdian masyarakat berupa edukasi tentang faktor risiko penyakit tidak menular, dilanjutkan pemantauan kesehatan melalui pengukuran tekanan darah, pengukuran Indek Massa Tubuh, pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan kolesterol. Hasil pemantauan kesehatan, diperolah nilai 20 (66.6%) peserta IMT kategori normal, 15 (50%) orang peserta tekanan darahnya kelompok prehipertensi, untuk kadar gula darah seluruh peserta termasuk kategori normal, sebanyak 21 (70%) peserta kadar kolesterol kategori normal. Berdasarkan hasil evaluasi penilaian nilai rata-rata sebelum edukasi sebesar 78 dan setelah edukasi menjadi 93,33 dan secara statistik penilaian pretest dan posttest diketahui nilai p value 0.000 yang bermakna bahwa terdapat perbedaan pengetahuan pre-edukasi dan post-edukasi. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang faktor risiko penyakit tidak menular. Kata kunci: pengetahuan; pemeriksaan dini; PTM; remaja. Abstract The main risk factors for global Non-Communicable Diseases are increased blood pressure, blood sugar and obesity. In Indonesia, NCD morbidity and mortality rates are increasing, having a negative impact on the economy and productivity. Risk factors such as high blood pressure, diabetes, obesity, poor diet, lack of physical activity, smoking and alcohol consumption increase significantly. NCDs now not only attack the elderly but also the productive age and teenagers, which are caused by unhealthy lifestyles. The digital era increases sedentary lifestyles and easy access to unhealthy food, so the risk of NCDs increases. Therefore, early health checks and education regarding the dangers of NCDs for teenagers are needed. The aim of community service activities is to provide education and health monitoring of risk factors for non-communicable diseases (PTM). The target partners are 30 teenagers aged over 17 years. The community service method is in the form of education about risk factors for non-communicable diseases, followed by health monitoring through measuring blood pressure, measuring Body Mass Index, checking blood sugar levels, checking Cholesterol. The results of health monitoring showed that 20 (66.6%) BMI participants were in the normal category, 15 (50%) blood pressure participants were in the prehypertension group, for blood sugar levels all participants were in the normal category, as many as 21 (70%) participants had normal cholesterol levels. Based on the evaluation results, the average score before education was 78 and after education it was 93.33 and statistically the pretest and posttest assessments showed that the p value was 0.000, which means there is a difference in pre-education and post-education knowledge. These results indicate an increase in knowledge about risk factors for non-communicable diseases. Keywords: knowledge; early checkup; PTM; adolescent.
Pendampingan Komunitas Belajar (Kombel) pada program sekolah penggerak tingkat SMA di Kabupaten Bima Irma Setiawan; Nurhidayat Martin; Wika Wahyuni; Agusman Agusman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22510

Abstract

AbstrakKomunitas belajar (kombel) mendorong kolaborasi yang kuat antara semua pemangku kepentingan dalam Pendidikan. Komite pembelajaran menjadi penggerak komunitas belajar sekolah dalam melakukan perubahan belajar yang memenuhi kebuthan siswa. Tujuan pendampingan untuk memberikan penguatan kepada komite pembelajaran mengenai pentingnya peran/fungsi komunitas belajar (kombel) bagi sekolah. Selain itu, pendampingan bertujuan untuk menyelidiki geliat dari komunitas pembelajaran di sekolah penggerak. Metode pendampingan dilakukan melalui kegiatan lokakarya dengan startegi coaching dengan berfokus pada ulasan ulasan kualitatif dari aktivitas kombel sekolah. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan refleksi kegiatan melalui panen karya sekolah pengerak. Objek pendampingan meliputi SMAN 1 Woha, SMAN 1 Madapangga, SMAN 1 Donggo, dan SMAN 2 Sanggar. Hasil pendampingan diperoleh bahwa setiap sekolah menemukan kendala substansi dalam membentuk dan melaksanakan program kegiatan kombel sekolah. Kolaborasi yang terjalin antara guru, staf pendidikan, dan anggota komunitas lokal telah memungkinkan pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang berharga. Hal ini telah menghasilkan inovasi dalam kurikulum, metode pengajaran, dan strategi pembelajaran yang berdampak positif terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan siswa. Kata kunci: komunitas belajar; kolaborasi; sekolah penggerak AbstractLearning communities (kombel) encourage strong collaboration between all stakeholders in Education. The learning committee becomes the driver of the school learning community in making learning changes that meet student needs. The purpose of mentoring is to provide reinforcement to the learning committee regarding the importance of the role/function of the learning community (kombel) for the school. Apart from that, mentoring aims to investigate the activities of the learning community in the driving school. The mentoring method is carried out through workshop activities with a coaching strategy focusing on qualitative reviews of school collective activities. The activity stages include preparation, implementation, and reflection on activities through harvesting the work of the mobilizing school. The objects of assistance include SMAN 1 Woha, SMAN 1 Madapangga, SMAN 1 Donggo, and SMAN 2 Sanggar. The results of the assistance showed that each school found substantial obstacles in forming and implementing the school collective activity program. Collaboration between teachers, educational staff and local community members has enabled the exchange of valuable knowledge, experience and resources. This has resulted in innovations in curriculum, teaching methods and learning strategies that have a positive impact on students' academic achievement and well-being. Keywords: learning community; collaboration; driving school
Program balai edukasi ASI eksklusif sebagai upaya permasalahan ketidakpatuhan pemberian ASI eksklusif Agung Waskito; Maulidiva Natasha; Nor Annisa; Nurhaliza Rahmah; Satria Satria; Tiara Dyah Anggraini; Ratna Setyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24187

Abstract

AbstrakDesa Tiwingan Lama merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, berdasarkan hasil diagnosa komunitas yang dilakukan, didapatkan sebanyak 69% masyarakat desa tidak melakukan ASI Ekslusif dari 13 KK responden dengan kriteria KK yang memiliki balita. Berdasarkan hasil analisis faktor risiko diketahui bahwa faktor yang menjadi latar belakang ketidakpatuhan pemberian ASI Eksklusif adalah kurangnya pengetahuan ibu. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman WUS khususnya bagi Ibu hamil, Ibu menyusui maupun Ibu yang sedang melakukan program kehamilan terkait ASI eksklusif. Kegiatan intervensi yang dilakukan berupa intervensi non fisik diantaranya yaitu pembentukan kader program, penyuluhan, pemberian edukasi dan keterampilan terkait pemberian ASI oleh konselor ASI. Metode kegiatan yang dilakukan saat pelaksanaan ada empat, yaitu menggunakan metode ceramah, diskusi, sharing session, dan demonstrasi. Hasil kegiatan dapat dilihat dari nilai pretest dan posttest. Untuk nilai pengetahuan pretest dengan kategori kurang (15,8%) dan kategori baik (84,2%), selanjutnya ada nilai sikap yang hampir seluruh resonden memiliki sikap positif terkait ASI Eksklusif (94,7%), dimana hanya 1 orang diantaranya yang memiliki sikap negatif (5,3%). Setelah diberikan pemaparan materi, peserta melakukan pengisian posttest mengenai pengetahuan dan sikap dan hasilnya seluruh responden menjadi memiliki pengetahuan yang baik dan juga sikap positif (100%). Sehingga kegiatan ini cukup efektif untuk menambah pengetahuan ibu mengenai ASI Eksklusif. Kata kunci: ASI eksklusif; edukasi; gizi balita AbstractTiwingan Lama Village is one of the villages in Aranio District, Banjar Regency. Based on the results of the community diagnosis carried out, it was found that 69% of the village community did not practice exclusive breastfeeding from the 13 respondent families with the criteria of families having toddlers. Based on the results of risk factor analysis, it is known that the factor behind non-compliance with exclusive breastfeeding is the mother's lack of knowledge. The aim of this service activity is to help increase knowledge and understanding of WUS, especially for pregnant women, breastfeeding mothers and mothers who are carrying out pregnancy programs related to exclusive breastfeeding. Intervention activities carried out in the form of non-physical interventions include the formation of program cadres, counseling, providing education and skills related to breastfeeding by breastfeeding counselors. There are four methods of activities carried out during implementation, namely using lecture, discussion, sharing session and demonstration methods. The results of the activity can be seen from the pretest and posttest scores. For the pretest knowledge score in the poor category (15.8%) and the good category (84.2%), then there is an attitude score where almost all respondents have a positive attitude regarding exclusive breastfeeding (94.7%), where only 1 of them has have a negative attitude (5.3%). After being given a presentation of the material, participants completed a posttest regarding knowledge and attitudes and the results were that all respondents had good knowledge and positive attitudes (100%). So this activity is quite effective in increasing mothers' knowledge about exclusive breastfeeding. Keywords: exclusive breastfeeding; education; toddler nutrition
Tata kelola agroeduwisata di kampung Pasir Angling dan taman Bincarung, desa Suntenjaya Endah Djuwendah; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; O Hasbiansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23590

Abstract

Abstrak Agroeduwisata perpaduan antara konsep agrowisata dan edukasi. Agroeduwisata merupakan salah satu potensi ekonomi kreatif dibidang pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kampung Pasir Angling  desa Suntenjaya  memiliki  panorama  keindahan alam sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi desa  agroeduwisata. Terdapat dua kelompok sadar wisata (Pokdawis) yang mengelola agroeduwisata di Kampung  Pasir Angling  yaitu Pokdarwis Pasir Angling dan Pokdarwis Taman Bincarung.  Namun, keberadaan  dua  Pokdarwis  malah memunculkan permasalahan  berupa kurangnya  komunikasi dan kerjasama dalam pengelolaan wisata di Kampung Pasir Angling. Berdasarkan hal tersebut tujuan pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan kendala dalam pengembangan agroeduwisata dan menganalisa sistem tata Kelola wisata di Kampung Pasir Angling. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberdayaan partisipatif  dengan teknis  wawancara, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan  dan pendampingan yang melibatkan peran serta mitra secara aktif, pengabdian ini melibatkan Pokdarwis, karang taruna dan  kelompok usaha bersama (KUB)  kuliner. Secara umum tata kelola wisata di Kampung Pasir Angling sudah baik terlihat dengan adanya atribut wisata berupa tanda penunjuk arah, papan denah wisata, dan arah evakuasi bencana. Selain itu, Pengabdian ini berhasil mengidentifikasikan potensi dan kendala yang dihadapi Pokdarwis dalam pengelolaan agroeduwisata. Berdasarkan hasil identifikasi kendala yang dihadapi oleh dua Pokdarwis tersebut adalah komunikasi yang kurang lancar  antar pihak pengelola serta kurangnya alat bantu komunikasi. Sedangkan kendala yang dihadapi Pokdarwis Taman Bincarung adalah rendahnya partisipasi  masyarakat dalam  pengembangan  wisata  Buper Taman Bincarung karena belum jelasnya aturan dan perizinan  pengelolaan wisata  Taman Bincarung yang belum selesai. Harapannya hasil pengabdian ini dapat menjadi acuan pihak Kampung Pasir Angling dalam mengembangkan agroeduwisatanya. Kata kunci: agroeduwisata; desa wisata; kendala; pokdarwis; tata kelola Abstract Agroedu Tourism The Combination of the Concept of Agro -Tourism and Education. Agroeduism is one of the potential of the creative economy in the field of agriculture that can improve the welfare of its people. Kampung Pasir Angling Suntenjaya Village has a panoramic view of natural beauty so it is suitable to be developed into an agroedu tourism village. There are two Tourism Awareness Groups (Pokdawis) that manage agroeduism in the angling sand village, namely pokdarwis sand angling and pokdarwis park bincarung. Howver, the existence of two pokdarwis actually raised problem in the form of lack of communication and cooperation in the management of tourism in Kampung Pasir Angling. Based on this, the purpose of this service is to identify the potential and obstacles in the development of agroeduism and analyze the tourism governance system in Kampung Pasir Angling. The method used in this service is participatory empowerment with interview technical, focus group discussion (FGD), counseling and assistance involving the participation of partners actively, this service involves pokdarwis, Youth Organization and Culinary Joint Business Group (CUB). In General, Tourism Governance in Kampung Pasir Angling has been like well with the presence of tourist attributes in the form of directions, tourist planning boards, and the direction of disaster evacuation. In addition, this dedication succeeded in identifying the potential and obstacles faced by pokdarwis in agroeduism management. Based on the results of the identification of the constraints faced by the two pokdarwis are substandard communication between the managers and the lack of communication aids. While the obstacles faced by Pokdarwis Taman Bincarung are the Low Participation of the Community in the Development of Taman Taman Tourism because the rules and licensing of Bincarung Park Tourism Management are not finished finished. It is hoped that the results of this service can be a reference for the angling sand village in developing its agroeduwis. Keywords: agro-education; tourism village; constraint; pokdarwis; governance

Page 6 of 14 | Total Record : 131