cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2024): September" : 130 Documents clear
Persepsi & asistensi guru: penerapan asesmen kompetensi minimum sekolah dasar di se-kecamatan Rasanae Barat kota Bima Mubarak, Syarifatul; Sukmawati, Ati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25411

Abstract

AbstrakAsesmen Nasional 2021 yang digunakan untuk pemetaan mutu pendidikan di Indonesia terdiri dari tiga bagian yang salah satunya yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), saat ini, sebagian besar pelaku pendidikan baik kepala sekolah, guru, dan peserta didik, maupun orangtua masih belum memahami fungsi dan jenis asesmen nasional yang sesungguhnya, termasuk di SD yang terdapat di Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Sasaran utama kegiatan ini adalah guru kelas 5 & 6 berjumlah 44 orang berasal dari 17 SD/MI se-kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Kegiatan pendampingan ini menggunakan metode Service Learning (SL) dengan pendekatan iPERCE (investigation, preparation, engagement, reflection and connection, and evaluation). 80% responden nyaman dan percaya dengan dukungan lembaga sekolah, dinas dan kementerian guna mendukung ketercapaian dan kesuksesan pelaksanaan AKM di tingkat sekolah. Peserta kegiatan setuju/sangat setuju bahwa kedepannya, AKM tidak hanya berfungsi untuk memberdayakan siswa, namun juga memberdayakan guru untuk menjadi lebih profesional. Kata Kunci: asesmen kompetensi minimum; AKM; SD kota bima; asistensi AKM; AKM SD. AbstractThe 2021 National Assessment, which is used to map the quality of education in Indonesia, consists of three parts, one of which is the Minimum Competency Assessment (AKM). Currently, most educational actors, including school principals, teachers, students, and parents, still do not understand the function and proper type of National assessment, including in elementary schools in West Rasanae District, Bima City. The main target of this activity is 44 grade 5 & 6 teachers from 17 elementary schools/MI in West Rasanae sub-district, Bima City. This mentoring activity uses the Service Learning (SL) method with the iPERCE (investigation, preparation, engagement, reflection and connection, and evaluation) approach. 80% of respondents are comfortable and confident with the support of school institutions, agencies, and ministries in supporting the achievement and success of AKM implementation at the school level. Activity participants agreed/strongly agreed that in the future, AKM will not only function to empower students but also empower teachers to become more professional. Keywords: AKM assistance; AKM; AKM SD; minimum competency assessment; SD Kota Bima.
Pelestarian desa wisata branjang melalui peran kepemimpinan konservasi Wartini, Sri; Martono, S.; Khoiruddin, Moh.; Prananta, Widya; Febriatmoko, Bogy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25543

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan konservasi untuk Perangkat Pemerintahan Desa Branjang. Perangkat desa menjadi aset sumber daya yang diandalkan oleh Desa Branjang dalam membangun Desa Wisata yang ramah lingkungan. Kinerja perangkat desa menjadi nyawa bagi berjalannya roda kerja Desa Branjang. Ketidaktercapaian kinerja perangkat desa memiliki dampak yang mempengaruhi cita-cita Desa Branjang sebagai desa wisata. Keterlibatan perangkat desa ini penting dalam mendukung ketercapaian tersebut. Mitra dalam pengabdian ini yaitu Desa Branjang yang berlokasi di Kabupaten Semarang. Berdasarkan permasalahan menjalankan pekerjaan, perangkat desa kurang aktif dalam keterlibatan pekerjaan bersama-sama dengan masyarakat yang dipimpinnya. Kegiatan yang telah dilakukan yaitu pelatihan simulasi, group coaching clinic, dan personal communication. Dari kegiatan tersebut membuahkan hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu, perangkat desa menjadi lebih aktif untuk terjun ke bawah mendampingi masyarakat dalam menjalankan program-program kerja desa dengan pendekatan yang lebih persuasive dan lebih komunikatif sehingga warga merasa terbantu dan merasa dibimbing. Hal ini menjadi hal yang sangat positif bagi Desa Branjang yang sedang mengembangkan desanya kearah Desa Wisata. Kata kunci: pelatihan simulasi; kepemimpinan; konservasi; desa branjang Abstract This community service aims to improve conservation leadership capabilities for the Branjang Village Government Apparatus. Village apparatus is a resource asset that Branjang Village relies on in building an environmentally friendly Tourism Village. The performance of village officials is the lifeblood of the work of Branjang Village. The failure to achieve the performance of village officials has an impact on the aspirations of Branjang Village as a tourist village. The involvement of village officials is important in supporting this achievement. The partner in this service is Branjang Village which is located in Semarang Regency. Based on problems carrying out work, village officials are less active in engaging in work together with the community they lead. The activities that have been carried out are simulation training, group coaching clinic, and personal communication. These activities produced results that could be felt by the community, namely, village officials became more active in assisting the community in carrying out village work programs with a more persuasive and more communicative approach so that residents felt helped and guided. This is a very positive thing for Branjang Village which is currently developing its village towards a Tourism Village. Keywords: simulation training; leadership; conservation; branjang village
Penerapan gerai stimulasi tumbuh kembang berbasis pendidikan dan playground sebagai upaya integral intervensi stunting di desa Mancasan Baki kabupaten Sukoharjo Fitriyah, Qonitah Faizatul; Rahman, Farid; Fatmarizka, Tiara; Putri Andhini, Nur Intan Lia; Raharjo, Maula Ma’ruf Fatiha Putra; Nur'aini, Daninta Lintang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26184

Abstract

Abstrak Stunting pada anak usia dini disebabkan oleh beberapa faktor, khususnya adalah pengetahuan dan wawasan pada elemen yang terlibat pada proses tumbuh kembang anak usia dini. Anak yang mengalami stunting beresiko rentan terhadap penyakit ketika beranjak dewasa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengimplementasikan kelas tumbuh kembang dan perilaku bagi guru dan siswa PAUD serta implementasi kelas komunikasi tumbuh kembang bagi guru dan orang tua anaj dengan gangguan stunting. Berdasarkan data PPS tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan 2,8% sehingga menjadi 21,6%. Kondisi ini akan memberikan gambaran usaha yang ekstra dan komprehensif untuk mencapai target 14% pada tahun 2024. Angka stunting di desa Mancasan merupakan yang tertinggi dari 20 desa yang memiliki prevalensi stunting di wilayah kabupaten Sukoharjo provinsi jawa tengah yaitu 71 kasus. Metode pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari beberapa proses yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan terakhir keberlanjutan program. Total partisipan yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah 32 orang yang terdiri dari guru PAUD, kader posyandu, dan wali murid TK Desa Mancasan. Hasil pengabdian masyarakat juga menunjukkan bahwa sebesar 34,40% belum memahami secara komprehensif berkaitan dengan stunting. Oleh sebab itu, pelatihan gerai stimulasi tumbuh kembang dilaksanakan secara sistematis dengan memanfaatkan teknologi yang sudah disusun dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045. Kata kunci: stunting; tumbuh kembang; pendidikan; playground Abstract Stunting in early childhood is caused by several factors, especially knowledge and insight into the elements involved in the growth and development process of early childhood. Children who experience stunting are at risk of being susceptible to disease when they grow up. The purpose of this community service activity is to implement growth and development and behavior classes for PAUD teachers and students and to implement growth and development communication classes for teachers and parents of children with stunting disorders. Based on PPS data in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia decreased by 2.8% to 21.6%. This condition will provide an overview of extra and comprehensive efforts to achieve the target of 14% in 2024. The stunting rate in Mancasan village is the highest of the 20 villages that have a prevalence of stunting in the Sukoharjo district, Central Java province, namely 71 cases. The activity method for this community service consists of several processes, namely socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation, and finally poverty programs. The total number of participants who took part in this community service activity was 32 people consisting of PAUD teachers, posyandu cadres, and parents of TK Desa Mancasan students. The results of community service also showed that 34.40% did not have a comprehensive understanding of stunting. Therefore, the growth and development stimulation booth training was carried out systematically by utilizing the technology that had been prepared in an effort towards Indonesia Emas 2045.Keywords: stunting; growth and development; education; playgrounds
Penyuluhan hukum membangun kesadaran hukum lingkungan berbasis kearifan lokal pada wilayah pesisir di desa Bahari Tiga kabupaten Buton Selatan Salam, Safrin; Slamet, Agus; Hezradian, Rahma Fathan; Hezraria, Rahmi Fathan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26072

Abstract

AbstrakWilayah pesisir desa bahari tiga memiliki kekayaan yang sangat istimewa, yakni wisata alam, wisata budaya dan wisata kuliner. Namun masih ditemukan permasalahan hukum lingkungan terkait dengan kesadaran hukum masyarakat terhadap perlindungan lingkungan pesisir desa bahari tiga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum terhadap masyarakat desa bahari tiga tentang prinsip-prinsip hukum pengelolaan lingkungan, tindakan kongkrit yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan laut serta penggunaan sanksi hukum. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah: penyuluhan hukum dan tanya jawab. Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan lingkungan pesisir desa bahari tiga di kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan merupakan suatu hal yang harus ditingkatkan. Penyuluhan hukum dilaksanakan secara langsung dan dihadiri langsung oleh kepala desa bahari tiga, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ibu—ibu dari desa bahari tiga yang berjumlah sekitar 30 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa Adanya penyuluhan hukum ini memberikan pengetahuan pemahaman dan langkah hukum masyarakat desa bahari tiga dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut di wilayah pesisir desa bahari tiga. Kata Kunci : kesadaran hukum; kearifan lokal; lingkungan; perlindungan hukum AbstractThe coastal area of the third maritime village has very special wealth, namely natural tourism, cultural tourism and culinary tourism. However, there are still environmental law problems related to public legal awareness of the protection of the coastal environment of the village of Bahari Tiga. This activity aims to provide a legal understanding of the community of three marine villages about the legal principles of environmental management, concrete actions that can be taken to prevent damage to the marine environment and the use of legal sanctions. The methods used in this activity are: legal counseling and question and answer. In increasing public awareness of the protection of the coastal environment of the three maritime villages in Sampolawa sub-district, South Buton district, is something that must be improved. Legal counseling was carried out directly and attended by the head of the village of Bahari Tiga, community leaders, traditional leaders, and mothers from the village of Bahari Tiga, totaling around 30 people. The results of community service show that the existence of this legal counseling provides knowledge, understanding and legal steps for the people of Bahari Tiga village in preventing marine environmental pollution in the coastal areas of Bahari Tiga village.  Keywords: legal awareness; local wisdom; environment; legal protection
Pelatihan kewirausahaan e-commerce sebagai peluang usaha di era digital ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemuda-pemudi desa Kadumaneuh Subing, Hesty Juni Tambuati; Nurhayati, Ely; Suyana, Hilma; Noviyanti, Cahyani Rahma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26228

Abstract

Abstrak Pelatihan kewirausahaan E-Commerce sebagai Peluang Usaha di Era Digital ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemuda-pemudi desa kadumaneuh dalam menghadapi perubahan serta memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di era digital. Kurangnya pemahaman pemuda pemudi mengakibatkan mereka kesulitan untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ada di era digital, Tim PKM dari Universitas Yarsi menyelenggarakan pelatihan ini agar membekali pemuda pemudi dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam e-commerce agar pemuda-pemudi desa lebih siap bersaing dan berinovasi. Masyarakat dan para pemuda pemudi, serta prangkat Desa yang berjumlah 20 orang berpartisipasi dalam pelatihan ini terlibat secara aktif melalui metode yang meliputi ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan bahwa nilai Pre-Test mencapai 43%, sementara setelah pelatihan dilaksanakan, nilai Post-Test meningkat menjadi 98%. Hal ini menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan pemuda-pemudi desa, di mana hampir seluruh peserta telah memahami konsep kewirausahaan, bisnis digital, serta E-Commerce. Diharapkan, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu peserta, tetapi juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan digitalisasi sebagai penggerak utama dalam pengembangan usaha di desa. Kata kunci: kewirausahaan; sosial media; e-commerce. Abstract E-Commerce entrepreneurship training as a Business Opportunity in the Digital Era is designed to strengthen the capacity of kadumaneuh village youth in facing changes and utilizing economic opportunities that develop in the digital era. The lack of understanding of young people makes it difficult for them to take advantage of business opportunities that exist in the digital era, the PKM Team from Yarsi University organized this training to equip young people with relevant knowledge and skills in e-commerce so that village youth are better prepared to compete and innovate. The community and young people, as well as village officials totaling 20 people participated in this training were actively involved through methods including lectures, discussions, and practices. The results of the PKM activities showed that the Pre-Test score reached 43%, while after the training was carried out, the Post-Test score increased to 98%. This indicates a significant increase in knowledge among the village youth, where almost all participants have understood the concepts of entrepreneurship, digital business, and E-Commerce. It is hoped that this program will not only improve the welfare of individual participants, but also have a positive impact on local economic growth by utilizing digitalization as the main driver in business development in the village. Keywords: entrepreneurship; social media; e-commerce
Pemberdayaan kader posyandu melalui diversifikasi pangan lokal pada ibu hamil Nuristha Febrianti; Fitri Fitri; Lailatul Mukaromah; Fanissa Nur Ramadani; Ni Komang Mariasih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26223

Abstract

AbstrakStunting adalah masalah gizi kronis yang terjadi pada anak-anak akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Di Kabupaten Sigi prevalensi angka stunting sebesar 26,4%, dengan Desa Tinggede sebagai salah satu desa dengan stunting tertinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah stunting melalui edukasi gizi dan diversifikasi pangan lokal di Desa Tinggede. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang stunting dan pelatihan diversifikasi pangan lokal pada kader, dengan fokus pada pengolahan daun kelor menjadi 10 menu jenis makanan bergizi. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pentingnya gizi dan cara mengolah daun kelor menjadi berbagai makanan yang bergizi. Meskipun hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang minimal, antusiasme peserta menunjukkan kesadaran akan pentingnya diversifikasi pangan lokal. Dalam jangka panjang, diharapkan kegiatan ini dapat menurunkan angka stunting di Desa Tinggede dengan memperbaiki pola makan dan meningkatkan konsumsi makanan bergizi. Kata kunci: daun kelor; diversifikasi pangan; stunting. AbstractStunting is a chronic nutritional problem that occurs in children as a result of malnutrition especially in the First 1000 Days of Life (HPK). In Sigi Regency, the prevalence of stunting is 26.4%, with Tinggede Village as one of the villages with the highest stunting. This activity aims to prevent stunting through nutrition education and diversification of local food in Tinggede Village. Activities are carried out by providing mentoring on stunting and local food diversification training, focusing on the processing of moringa leaves into 10 nutritious food types menus. Results showed that there was an increase in participants' knowledge and skills about the importance of nutrition and how to process moringa leaves into a variety of nutritious foods. Although pre-test and post-test results showed minimal improvement, participants' enthusiasm indicated an awareness of the importance of diversifying local food. In the long term, it is hoped that this activity can reduce stunting rates in Tinggede Village by improving diet and increasing consumption of nutritious food. Keywords: moringa leaves; food diversification; stunting.
Pendampingan dan pengembangan pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan UMKM Es Kesambi Salatiga Hoar, Loreta Rias Indriana; Kristanti, Angelica Beatrice Elita; Aripah, Siti; Hadiluwarso, Melina Alicia; Sin, Virda Mei; Sakti, Imanuel Madea
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25316

Abstract

AbstrakPotensi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama di bidang kuliner masih terbuka lebar namun hal ini perlu didukung dengan pemanfaatan berbagai platform digital agar lebih optimal, salah satunya adalah dengan mengimplementasi pemasaran digital. Namun, pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan mengenai implementasi pemasaran digital. Bertolak dari hal ini, Tim Pengabdian Masyarakat melakukan kegiatan pendampingan dan pengembangan pemasaran digital pada  UMKM Es Kesambi Salatiga dengan tujuan mengoptimalkan platform digital untuk meningkatkan penjualan UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat mencakup kegiatan pendampingan dan pelatihan pemasaran digital kepada UMKM Es Kesambi Salatiga. Metode yang dilakukan meliputi wawancara, riset lapangan, pembuatan konten pemasaran dan publikasi, pendampingan mitra UMKM, evaluasi, serta pembuatan laporan kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa kalendar konten, konten sosial media, dan website UMKM Es Kesambi Salatiga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran digital melalui media sosial Instagram dan website terbukti efektif dalam meningkatkan brand awareness dan penjualan UMKM Es Kesambi Salatiga. Pendampingan dan pelatihan yang dilakukan juga dapat membantu pemilik usaha memahami dan memanfaatkan pemasaran digital secara lebih optimal. Kata kunci: UMKM; pemasaran digital; pendampingan; media sosial. AbstractThe growth potential of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), especially in the culinary sector, is still wide open, but this needs to be supported by the use of various digital platforms to be more optimal, one of which is by implementing digital marketing. However, MSME actors still have limited knowledge and abilities regarding the implementation of digital marketing. Based on this, the Community Service Team carried out digital marketing assistance and development activities for the MSME Es Kesambi Salatiga with the aim of optimizing the digital platform to increase MSME sales. Community service activities include digital marketing assistance and training for the MSME Es Kesambi Salatiga. The methods used include interviews, field research, creation of marketing content and publications, mentoring MSME partners, evaluation, and creation of activity reports. The results of this community service activity are in the form of a content calendar, social media content, and the website of MSME Es Kesambi Salatiga. The results of the activity show that the implementation of digital marketing strategies through Instagram social media and websites has proven effective in increasing brand awareness and sales of Es Kesambi. The mentoring and training carried out can also help business owners understand and utilize digital marketing more optimally. Keywords: MSMEs; digital marketing; mentoring; social media.
Peningkatan kompetensi elektronika siswa SMKN 4 Semarang melalui pelatihan rakit drone quadcopter Nugroho, Anan; Wahyudi, Wahyudi; Rusiyanto, Rusiyanto; Naryanto, Rizqi Fitri; Ghulamzaki, Muhammad; Mubarak, Raihan Fa'iq; Hidayatulloh, Dimas Restu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25385

Abstract

AbstrakPentingnya penguasaan teknologi bagi siswa Teknik Elektronika Industri di SMKN 4 Semarang dapat diwujudkan melalui pelatihan perakitan quadcopter yang mendukung pemahaman dan praktik langsung dalam menghadapi perkembangan teknologi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah agar siswa dapat belajar dan memiliki pengetahuan dalam bidang elektronika, khususnya pemahaman terkait quadcopter. Metode pelaksanaan meliputi merumuskan masalah, menentukan komponen, penyampaian materi, praktik merakit, dan praktik menerbangkan quadcopter. Pelatihan perakitan quadcopter diadakan pada hari kamis, 25 April 2024, di SMKN 4 Semarang, dengan jumlah peserta sebanyak empat puluh siswa. Pelatihan berhasil membuka wawasan bagi siswa SMKN 4 Semarang untuk mengembangkan kompetensi elektronika dengan mengetahui komponen, cara merakit, dan cara menerbangkan quadcopter.  Kata kunci: elektronika; kompetensi; quadcopter; pelatihan; perakitan AbstractThe importance of mastering technology for Industrial Electronics Engineering students at SMKN 4 Semarang can be realized through quadcopter assembly training that supports understanding and direct practice in dealing with technological developments. The purpose of this service activity is for students to learn and have knowledge in the field of electronics, especially understanding related to quadcopters. The implementation method includes observation, formulating problems, delivering material, practicing assembling, and practicing flying the quadcopter. The quadcopter assembly training was held on Thursday, April 25, 2024, at SMKN 4 Semarang, with forty students participating. The training succeeded in opening insights for SMKN 4 Semarang students to develop electronic competencies by knowing the components, how to assemble, and how to fly the quadcopter.  Keywords: electronics; competency; quadcopter; service; assembly
Pengembangan produk makanan lokal khas Wonogiri dalam bentuk identitas produk Steven Lie; Yana Erlyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25226

Abstract

Abstrak UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama di sektor kuliner di Bekasi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi. Maka, UMKM Bakso Bang Eja Wonogiri menghadapi berbagai kendala dalam memasarkan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kembali identitas visual dan desain kemasan Bakso Bang Eja Wonogiri dengan tujuan meningkatkan visibilitas merek dan penjualan produk. Perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pada tahap Empathize, wawancara digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi konsumen. Tahap Define bertujuan menganalisis data dalam menemukan masalah utama. Dalam tahap Ideate, dilakukan sesi brainstorming dengan teknik Mind Mapping untuk mengembangkan solusi inovatif. Tahap Prototype pembuatan konsep desain dengan menggunakan Moodboard yang menggambarkan estetika serta makna elemen visual yang harmonis. Tahap Test dilakukan untuk memastikan bahwa solusi desain dapat memenuhi kebutuhan merek dan ekspektasi konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan identitas visual dan desain kemasan yang sesuai dapat meningkatkan daya tarik. Dalam peranan diskusi penelitian ini pentingnya identitas visual dan desain kemasan sebagai strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan loyalitas pelanggan serta daya saing UMKM di pasar lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan identitas visual dan kemasan untuk UMKM lainnya. Kata kunci: UMKM; identitas visual; desain kemasan Abstract MSMEs have an important role in supporting the Indonesian economy, especially in the culinary sector in Bekasi which shows economic growth. Therefore, MSME Bakso Bang Eja Wonogiri faces various obstacles in marketing its products. This study aims to redesign the visual identity and packaging design of Bakso Bang Eja Wonogiri with the aim of increasing brand visibility and product sales. This design uses a qualitative research method with a Design Thinking approach consisting of five stages: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. In the Empathize stage, interviews are used to identify consumer needs and preferences. The Define stage aims to analyze data in finding the main problems. In the Ideate stage, a brainstorming session is carried out using the Mind Mapping technique to develop innovative solutions. The Prototype stage creates a design concept using a Moodboard that describes the aesthetics and meaning of harmonious visual elements. The Test stage is carried out to ensure that the design solution can meet brand needs and consumer expectations. The results of this study indicate that designing appropriate visual identity and packaging design can increase attractiveness. In the importance of this research discussion, the importance of visual identity and packaging design as an effective marketing strategy to increase customer loyalty and the competitiveness of MSMEs in the local market. This research is expected to be a reference for the development of visual identity and packaging for other MSMEs. Keywords: MSME; visual identity; packaging design
Kampung ramah perempuan dan peduli anak RW 01 kelurahan Warugunung Surabaya: optimalisasi dan pendampingan Abdullah, Ahmad Fariza; Rahmawati, Amelia Putri; Aisyah, Rohmadatul; Mu’afy, Muhammad Farhat; Fuadi, Muhammad; Ningsih, Yusria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25947

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang optimalisasi dan pendampingan program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KAS-RPPA) di RW 01 Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan pendekatan sosialisasi dan pendampingan intensif. Tim pengabdian berkolaborasi dengan warga setempat untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi yang sesuai dengan indikator KAS-RPPA. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek utama program, yakni Kampung Belajar, Kampung Asuh, Kampung Sehat, Kampung Aman, serta Kampung Kreatif dan Produktif. Capaian penting merupakan penyaluran beasiswa, pelatihan pemberdayaan perempuan, pengadaan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sosialisasi pencegahan stunting dan pernikahan anak, serta pengembangan UMKM lokal. Sebagai luaran, disusun portofolio KAS-RPPA yang dapat menjadi acuan pengembangan program di masa mendatang. Pengabdian ini tidak hanya berhasil mengoptimalkan program KAS-RPPA, tetapi juga membuka peluang konsultasi berkelanjutan bagi kader setempat. Hasil ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak di wilayah lain, serta menyediakan dasar untuk monitoring dan evaluasi program serupa di kemudian hari. Kata kunci: kampung; ramah rerempuan dan peduli anak; KAS-RPPA; optimalisasi; pendampingan. AbstractThis article discusses the optimization and assistance of Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KAS-RPPA) program in RW 01 Warugunung Village, Karang Pilang District, Surabaya. This study uses Community-Based Participatory Research (CBPR) method with an intensive socialization and mentoring approach. The service team collaborates with local residents to identify and optimize potential in accordance with the KAS-RPPA indicators. The results of the service showed a significant increase in five main aspects of the program, namely Learning Villages, Foster Villages, Healthy Villages, Safe Villages, and Creative and Productive Villages. Important achievements are the distribution of scholarships, women’s empowerment training, procurement of Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) program, socialization of stunting prevention and child marriage, and the development of local MSMEs. As an output, a KAS-RPPA portfolio is prepared that can be a reference for future program development. This service not only succeeded in optimizing the KAS-RPPA program, but also opened up opportunities for continuous consultation for local cadres. These results are expected to serve as a model for the development of Women-Friendly and Child-Friendly Villages in other regions, as well as provide a basis for monitoring and evaluation of similar programs in the future. Keywords: village; women-friendly and child-care; KAS-RPPA; optimization; mentoring.

Page 7 of 13 | Total Record : 130