cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pendampingan dan pengembangan pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan UMKM Es Kesambi Salatiga Hoar, Loreta Rias Indriana; Kristanti, Angelica Beatrice Elita; Aripah, Siti; Hadiluwarso, Melina Alicia; Sin, Virda Mei; Sakti, Imanuel Madea
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25316

Abstract

AbstrakPotensi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama di bidang kuliner masih terbuka lebar namun hal ini perlu didukung dengan pemanfaatan berbagai platform digital agar lebih optimal, salah satunya adalah dengan mengimplementasi pemasaran digital. Namun, pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan mengenai implementasi pemasaran digital. Bertolak dari hal ini, Tim Pengabdian Masyarakat melakukan kegiatan pendampingan dan pengembangan pemasaran digital pada  UMKM Es Kesambi Salatiga dengan tujuan mengoptimalkan platform digital untuk meningkatkan penjualan UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat mencakup kegiatan pendampingan dan pelatihan pemasaran digital kepada UMKM Es Kesambi Salatiga. Metode yang dilakukan meliputi wawancara, riset lapangan, pembuatan konten pemasaran dan publikasi, pendampingan mitra UMKM, evaluasi, serta pembuatan laporan kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa kalendar konten, konten sosial media, dan website UMKM Es Kesambi Salatiga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran digital melalui media sosial Instagram dan website terbukti efektif dalam meningkatkan brand awareness dan penjualan UMKM Es Kesambi Salatiga. Pendampingan dan pelatihan yang dilakukan juga dapat membantu pemilik usaha memahami dan memanfaatkan pemasaran digital secara lebih optimal. Kata kunci: UMKM; pemasaran digital; pendampingan; media sosial. AbstractThe growth potential of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), especially in the culinary sector, is still wide open, but this needs to be supported by the use of various digital platforms to be more optimal, one of which is by implementing digital marketing. However, MSME actors still have limited knowledge and abilities regarding the implementation of digital marketing. Based on this, the Community Service Team carried out digital marketing assistance and development activities for the MSME Es Kesambi Salatiga with the aim of optimizing the digital platform to increase MSME sales. Community service activities include digital marketing assistance and training for the MSME Es Kesambi Salatiga. The methods used include interviews, field research, creation of marketing content and publications, mentoring MSME partners, evaluation, and creation of activity reports. The results of this community service activity are in the form of a content calendar, social media content, and the website of MSME Es Kesambi Salatiga. The results of the activity show that the implementation of digital marketing strategies through Instagram social media and websites has proven effective in increasing brand awareness and sales of Es Kesambi. The mentoring and training carried out can also help business owners understand and utilize digital marketing more optimally. Keywords: MSMEs; digital marketing; mentoring; social media.
Penyuluhan dengan metode sokratik dan lomba memasak sebagai upaya peningkatan pemahaman stunting pada ibu - ibu posyandu balita di kabupaten Gresik Maharani, Hanuun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23932

Abstract

AbstrakStunting merupakan salah satu permasalahan yang menjadi isu prioritas di Indonesia, termasuk di Desa Putat Lor, Kec. Menganti, Kab. Gresik. Berdasarkan data kesehatan dari Puskesmas Kepatihan, angka stunting di Kecamatan Menganti termasuk dalam kategori tinggi. Dengan meninjau masalah prioritas pada Desa Putat Lor, mahasiswa peserta KKN-BBK mengadakan penyuluhan kesehatan serta lomba memasak makanan bergizi. Tujuan pengabdian ini adalah sebagai langkah awal dalam memberi pemahaman pada ibu-ibu posyandu balita perihal penyakit stunting serta pencegahannya. Metode yang digunakan adalah metode sokratik yaitu dengan ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab serta lomba memasak. Kegiatan ini bermitra dengan kepala desa, tenaga kesehatan puskesmas Kepatih dan kader posyandu Desa Putat Lor. Indikator keberhasilan dari program ini diukur dari tingkat pengetahuan ibu-ibu posyandu balita diukur menggunakan pretest dan post-test yang diuji dengan statistika N-gain dengan sampel sejumlah 24 orang. Hasil menunjukkan bahwa ibu-ibu peserta posyandu balita memiliki peningkatan pengetahuan ke dalam kategori tinggi dengan hasil 80,975%. Dapat disimpulkan program penyuluhan dan lomba memasak telah efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu-ibu peserta Posyandu Desa Putat Lor. Kata kunci: stunting; sokratik; memasak; ibu-ibu posyandu AbstractStunting is one of the priority issues in Indonesia, including in Putat Lor, Menganti District, Gresik Regency. According to the health data from Kepatihan Health Center, the stunting rate in Menganti District is considered high. By identifying priority problems in Putat Lor Village, BBK student participants held health education and a nutritious food cooking competition. The purpose of this service is as a first step in providing understanding to posyandu mothers about stunting and its prevention. The method used is the socratic method, such as lectures, demonstrations and discussion as well as cooking competitions. This activity is in partnership with the village head, health workers in Public Health Center of Kepatih, and posyandu cadres of Putat Lor Village. The success indicator of this program is measured by the level of knowledge of posyandu mothers using pretest and post-test which were tested with N-gain statistics involving 24 people as a sample. The results showed that the mothers of posyandu in Putat Lor Village had increased in knowledge into the high category with a result of 80.975% after fulfilling the post-test. It can be concluded that the outreach program and cooking competition have been effective in increasing the understanding of the mothers participating in the Putat Lor Village Posyandu. Keywords: stunting; socratic; cooking; posyandu mothers
Peningkatan kompetensi elektronika siswa SMKN 4 Semarang melalui pelatihan rakit drone quadcopter Nugroho, Anan; Wahyudi, Wahyudi; Rusiyanto, Rusiyanto; Naryanto, Rizqi Fitri; Ghulamzaki, Muhammad; Mubarak, Raihan Fa'iq; Hidayatulloh, Dimas Restu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25385

Abstract

AbstrakPentingnya penguasaan teknologi bagi siswa Teknik Elektronika Industri di SMKN 4 Semarang dapat diwujudkan melalui pelatihan perakitan quadcopter yang mendukung pemahaman dan praktik langsung dalam menghadapi perkembangan teknologi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah agar siswa dapat belajar dan memiliki pengetahuan dalam bidang elektronika, khususnya pemahaman terkait quadcopter. Metode pelaksanaan meliputi merumuskan masalah, menentukan komponen, penyampaian materi, praktik merakit, dan praktik menerbangkan quadcopter. Pelatihan perakitan quadcopter diadakan pada hari kamis, 25 April 2024, di SMKN 4 Semarang, dengan jumlah peserta sebanyak empat puluh siswa. Pelatihan berhasil membuka wawasan bagi siswa SMKN 4 Semarang untuk mengembangkan kompetensi elektronika dengan mengetahui komponen, cara merakit, dan cara menerbangkan quadcopter.  Kata kunci: elektronika; kompetensi; quadcopter; pelatihan; perakitan AbstractThe importance of mastering technology for Industrial Electronics Engineering students at SMKN 4 Semarang can be realized through quadcopter assembly training that supports understanding and direct practice in dealing with technological developments. The purpose of this service activity is for students to learn and have knowledge in the field of electronics, especially understanding related to quadcopters. The implementation method includes observation, formulating problems, delivering material, practicing assembling, and practicing flying the quadcopter. The quadcopter assembly training was held on Thursday, April 25, 2024, at SMKN 4 Semarang, with forty students participating. The training succeeded in opening insights for SMKN 4 Semarang students to develop electronic competencies by knowing the components, how to assemble, and how to fly the quadcopter.  Keywords: electronics; competency; quadcopter; service; assembly
Pengembangan produk makanan lokal khas Wonogiri dalam bentuk identitas produk Steven Lie; Yana Erlyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25226

Abstract

Abstrak UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama di sektor kuliner di Bekasi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi. Maka, UMKM Bakso Bang Eja Wonogiri menghadapi berbagai kendala dalam memasarkan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kembali identitas visual dan desain kemasan Bakso Bang Eja Wonogiri dengan tujuan meningkatkan visibilitas merek dan penjualan produk. Perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pada tahap Empathize, wawancara digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi konsumen. Tahap Define bertujuan menganalisis data dalam menemukan masalah utama. Dalam tahap Ideate, dilakukan sesi brainstorming dengan teknik Mind Mapping untuk mengembangkan solusi inovatif. Tahap Prototype pembuatan konsep desain dengan menggunakan Moodboard yang menggambarkan estetika serta makna elemen visual yang harmonis. Tahap Test dilakukan untuk memastikan bahwa solusi desain dapat memenuhi kebutuhan merek dan ekspektasi konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan identitas visual dan desain kemasan yang sesuai dapat meningkatkan daya tarik. Dalam peranan diskusi penelitian ini pentingnya identitas visual dan desain kemasan sebagai strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan loyalitas pelanggan serta daya saing UMKM di pasar lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan identitas visual dan kemasan untuk UMKM lainnya. Kata kunci: UMKM; identitas visual; desain kemasan Abstract MSMEs have an important role in supporting the Indonesian economy, especially in the culinary sector in Bekasi which shows economic growth. Therefore, MSME Bakso Bang Eja Wonogiri faces various obstacles in marketing its products. This study aims to redesign the visual identity and packaging design of Bakso Bang Eja Wonogiri with the aim of increasing brand visibility and product sales. This design uses a qualitative research method with a Design Thinking approach consisting of five stages: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. In the Empathize stage, interviews are used to identify consumer needs and preferences. The Define stage aims to analyze data in finding the main problems. In the Ideate stage, a brainstorming session is carried out using the Mind Mapping technique to develop innovative solutions. The Prototype stage creates a design concept using a Moodboard that describes the aesthetics and meaning of harmonious visual elements. The Test stage is carried out to ensure that the design solution can meet brand needs and consumer expectations. The results of this study indicate that designing appropriate visual identity and packaging design can increase attractiveness. In the importance of this research discussion, the importance of visual identity and packaging design as an effective marketing strategy to increase customer loyalty and the competitiveness of MSMEs in the local market. This research is expected to be a reference for the development of visual identity and packaging for other MSMEs. Keywords: MSME; visual identity; packaging design
Kampung ramah perempuan dan peduli anak RW 01 kelurahan Warugunung Surabaya: optimalisasi dan pendampingan Abdullah, Ahmad Fariza; Rahmawati, Amelia Putri; Aisyah, Rohmadatul; Mu’afy, Muhammad Farhat; Fuadi, Muhammad; Ningsih, Yusria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25947

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang optimalisasi dan pendampingan program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KAS-RPPA) di RW 01 Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan pendekatan sosialisasi dan pendampingan intensif. Tim pengabdian berkolaborasi dengan warga setempat untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi yang sesuai dengan indikator KAS-RPPA. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada lima aspek utama program, yakni Kampung Belajar, Kampung Asuh, Kampung Sehat, Kampung Aman, serta Kampung Kreatif dan Produktif. Capaian penting merupakan penyaluran beasiswa, pelatihan pemberdayaan perempuan, pengadaan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), sosialisasi pencegahan stunting dan pernikahan anak, serta pengembangan UMKM lokal. Sebagai luaran, disusun portofolio KAS-RPPA yang dapat menjadi acuan pengembangan program di masa mendatang. Pengabdian ini tidak hanya berhasil mengoptimalkan program KAS-RPPA, tetapi juga membuka peluang konsultasi berkelanjutan bagi kader setempat. Hasil ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak di wilayah lain, serta menyediakan dasar untuk monitoring dan evaluasi program serupa di kemudian hari. Kata kunci: kampung; ramah rerempuan dan peduli anak; KAS-RPPA; optimalisasi; pendampingan. AbstractThis article discusses the optimization and assistance of Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KAS-RPPA) program in RW 01 Warugunung Village, Karang Pilang District, Surabaya. This study uses Community-Based Participatory Research (CBPR) method with an intensive socialization and mentoring approach. The service team collaborates with local residents to identify and optimize potential in accordance with the KAS-RPPA indicators. The results of the service showed a significant increase in five main aspects of the program, namely Learning Villages, Foster Villages, Healthy Villages, Safe Villages, and Creative and Productive Villages. Important achievements are the distribution of scholarships, women’s empowerment training, procurement of Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) program, socialization of stunting prevention and child marriage, and the development of local MSMEs. As an output, a KAS-RPPA portfolio is prepared that can be a reference for future program development. This service not only succeeded in optimizing the KAS-RPPA program, but also opened up opportunities for continuous consultation for local cadres. These results are expected to serve as a model for the development of Women-Friendly and Child-Friendly Villages in other regions, as well as provide a basis for monitoring and evaluation of similar programs in the future. Keywords: village; women-friendly and child-care; KAS-RPPA; optimization; mentoring.
Sosialisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) di dusun Dadapbong kabupaten Bantul Faizatun Riyado Hasanah; Raden Jaka Sarwadhamana; Yasmin Fadhilah; Fitri Andriani; Nisa Agustina Widya Astuti; Ainun Jariyah; Susilo Setyo Wiguno; Rodhotul Khofifah; Dewi Septiyorini; Dini Rahmayani; Sholihen Sholihen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25342

Abstract

AbstrakProgram sosialisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dusun Dadapbong, Kabupaten Bantul, bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap program kesehatan nasional. Tim KKN Tematik 03 Universitas Alma Ata melakukan identifikasi permasalahan kesehatan yang dialami oleh masyarakat, penyuluhan terkait penggunaan dan kepemilikan BPJS di Dusun Dadapbong, serta distribusi materi informasi mengenai JKN. Hasil dari identifikasi, terdapat 105 keluarga yang memiliki BPJS, sementara 19 keluarga tidak memiliki atau tidak aktif menggunakannya. Penyakit umum yang dialami oleh warga di Dusun dadabpong, yaitu seperti maag, batuk, dan pilek. Sedangkan untuk penyakit degeneratifnya seperti hipertensi dan diabetes menjadi masalah kesehatan utama. Melalui penyuluhan dan distribusi materi informasi, kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan meningkat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki akses dan pemahaman terhadap layanan kesehatan di Dusun Dadapbong, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Tercatat ada 371 orang Dusun dadabpong yang terlibat dalam kegiatan ini. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan, penyuluhan langsung, dan distribusi materi informasi. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Dusun Dadapbong. Kata kunci: sosialisasi; jaminan kesehatan nasional (JKN); dusun dadapbong; penyuluhan kesehata;, partisipasi masyarakat. AbstractThe socialization program for the implementation of the National Health Insurance (JKN) in Dadapbong Hamlet, Bantul Regency, aims to enhance understanding and participation of the community in the national health program. The thematic Community Service Program Team 03 from Alma Ata University identified health issues experienced by the community, provided counseling on the usage and ownership of BPJS in Dadapbong Hamlet, and distributed informational materials regarding JKN. The identification revealed 105 families enrolled in BPJS, while 19 families either didn't have or weren't actively using it. Common illnesses in Dadapbong Hamlet include gastritis, cough, and colds, while degenerative diseases such as hypertension and diabetes are major health concerns. Through counseling and information distribution, community awareness of the importance of health insurance increased. These steps are expected to improve access to and understanding of healthcare services in Dadapbong Hamlet, and to foster active participation in sustainable development. A total of 371 individuals from Dadapbong Hamlet participated in these activities. Implementation methods included issue identification, direct counseling, and material distribution. Thus, this program positively contributes to improving the welfare and health of the community in Dadapbong Hamlet. Keywords: socialization; national health insurance (JKN); dadapbong hamlet; health counseling; community participation.
Peningkatan pengetahuan ibu tentang konsep dasar MPASI dengan media video animasi di posyandu Kuncup Mekar 1 desa Sikasur, kabupaten Pemalang Amy Nur Rahmawati; Noor Yunida Triana; Etika Dewi Cahyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26056

Abstract

Abstrak Desa Sikasur memiliki 3 posyandu. Salah satu posyandu yang terdapat disana yaitu Posyandu Kuncup Mekar 1 yang terletak di Dusun Krajan dengan terdapat 36 baduta yang mengikuti posyandu dan berdasarkan data yang ada, terdapat sebanyak 17 balita mengalami gizi kurang. Berdasarkan wawancara pra survei kepada 5 ibu baduta didapatkan bahwa 80% ibu baduta disana memberikan makanan seperti buah-buahan sebelum usia 6 bulan dan setelah usia 6 bulan keatas biasanya sudah diberikan MPASI dengan menu yang sesuai dengan kesukaan anak. Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama pada masa MPASI, menjadi salah satu faktor utama penyebab permasalahan gizi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang Konsep Dasar MPASI. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, serta tanya jawab. Media yang digunakan adalah PPT, video animasi, leaflet, dan demonstrasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-test dan post-tes untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak tiga pertemuan dengan sasaran 19  ibu dengan bayi usia 0-24 bulan di Posyandu Kuncup Mekar 1 Desa Sikasur. Hasil gambaran karakteristik peserta  yaitu sebagian besar peserta berusia 20-35 tahun (69%), serta mayoritas peserta bekerja sebagai ibu rumah tangga (90%), dan sebagian peserta tamat pendidikan Sekolah Dasar (58%). Hasil  rata-rata nilai pre-test 66% dengan kategori cukup dan nilai post-test 82% dengan kategori baik. Pendidikan kesehatan terkait konsep dasar MPASI terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu dibuktikan dengan nilai pre test dan post test yang meningkat sebanyak 16%. Kata kunci: MPASI;  video animasi; pendidikan kesehatan Abstract Sikasur village has 3 health posts. One of the health posts is Kuncup Mekar 1, located in Krajan hamlet, with 36 infants following posyandu and based on the available data, there are as many as 17 infants who are malnourished. Based on pre-survey interviews with 5 baduta mothers, it was found that 80% of the baduta mothers there give food such as fruit before the age of 6 months and after the age of 6 months and above they usually give weaning food with a menu according to the child's preferences. Unbalanced nutritional intake, especially during the weaning food period, is one of the main factors causing nutritional problems. The purpose of this community service program is to increase mothers' knowledge about the basic concepts of weaning food. The methods used are lectures, discussions, and questions and answers. The media used are power point, animated videos, leaflets, and demonstrations. Data collection uses pre-test and post-test questionnaires to measure the mother's level of knowledge. The activity has been held in as many as three meetings with the target population of 19 mothers with babies aged 0–24 months at Health Post Kuncup Mekar 1 Sikasur Village. The results of the participants' characteristic picture are that most of the participants are 20–35 years old (69%), the majority of participants work as housewives (90%), and some of the participants finish elementary school education (58%). The average result is a 66% pre-test score with a sufficient category and an 82% post-test score with a good category. Health education on the basic concept of weaning has been shown to increase maternal knowledge, as evidenced by a 16% increase in pre- and post-test scores.                                                                  Keywords: weaning food; animated video; health education
PKM peningkatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) stunting dalam percepatan penurunan stunting melalui sidak stunting Selviana, Selviana; Utami, Putri Yuli; Prasetio, Eko; Suwarni, Linda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26195

Abstract

Abstrak Stunting menjadi permasalahan global, termasuk di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia hanya mengalami penurunan sebesar 0,1%. Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki kontribusi yang penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di masyarakat. Kendala yang dihadapi TPK dalam melaksanakan fungsi dan tanggungjawab di maasyarakat, salah satunya adalah masih terbatasnya kapasitas yang dimiliki TPK dalam percepatan penurunan stunting, termasuk di Puskesmas Segedong. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam percepatan penurunan stunting melalui SIDAK Stunting. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan penyuluhan. Selain itu, tim pengabdi juga memberikan akuaponik sebagai stimulus dalam pemberdayaan masyarakat mitra dalam memanfaatkan lahan perkarangan. Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh peningkatan pengetahuan TPK dalam upaya percepatan penurunan stunting sebesar 74,5%. Kegiatan peningkatan kapasitas TPK tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar TPK dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: PKM; tim pendamping keluarga; stunting Abstract Stunting is a global problem, including in Indonesia. The results of the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) showed that the prevalence of stunting in Indonesia has only decreased by 0.1%. The Family Assistance Team (TPK) has made an important contribution to efforts to accelerate the reduction of stunting in society. One of the obstacles faced by the TPK in carrying out its functions and responsibilities in society is the limited capacity of the TPK to accelerate stunting reduction, including at the Segedong Community Health Center. The aim of this service activity is to increase the capacity of the Family Assistance Team (TPK) to accelerate stunting reduction through SIDAK stunting. The implementation method for this service activity uses counseling. Apart from that, the service team also provides aquaponics as a stimulus to empower partner communities to utilize yard land. The results of this service activity resulted in an increase in TPK knowledge in an effort to accelerate stunting reduction by 74.5%. Activities to increase the capacity of the TPK still need to be carried out on an ongoing basis so that the TPK can be more optimal in carrying out its duties and functions in the community and so that it can improve the level of public health. Keywords: PKM; family assistance team; stunting
Peningkatan pengetahuan pengelola kantin melalui edukasi personal higiene penjamah makanan Mega Susila Wardana; Rusdi Rusdi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25395

Abstract

Abstrak Kantin merupakan tempat menjual makanan untuk dikonsumsi siswa setiap hari dalam jangka waktu panjang sehingga harus dijaga kualitas dan keamanan pangannya agar tidak menjadi perantara dalam penularan penyakit dan membahayakan siswa. Berbagai kasus keracunan yang terjadi mayoritas diakibatkan oleh makanan dan minuman. Personal higiene penjamah makanan masih menjadi faktor dominan dalam terjadinya pencemaran makanan. Dalam observasi pendahuluan yang dilakukan, terlihat bahwa penerapan personal higiene oleh penjamah makanan di SDN 002 Samarinda Ilir masih sangat kurang. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola kantin mengenai personal higiene sanitasi makanan. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan pembagian leaflet, serta dilakukan evaluasi menggunakan penilaian lembar pre-post test. Kegiatan dilakukan pada minggu keempat bulan Januari 2024 di SDN 002 Samarinda Ilir Kota Samarinda dengan sasaran kegiatan adalah seluruh pengelola kantin dan koperasi yang berjumlah 7 orang. Hasil pre-test dan post test dianalisis menggunakan analisis Wilcoxon dan menunjukkan perubahan yang signifikan dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,016 (α<0,05) yang ditandai dengan rata-rata nilai pre-test yaitu 54,3 dan nilai rata-rata post-tes sebesar 95,7. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa edukasi personal hygiene sanitasi makanan jajanan kepada pengelola kantin. Kata kunci: edukasi; personal higiene; kantin AbstractThe canteen is a place to sell food for students to consume every day in the long term, so the quality and safety of the food must be considered so as not to become an intermediary in the transmission of disease and endanger students. The majority of cases of poisoning that occur are caused by food and drink. Personal hygiene of food handlers is still a dominant factor in food contamination. In the preliminary observations carried out, it was seen that the implementation of personal hygiene by food handlers was still very lacking. Based on this main problem, community service activities was carried out to increase the knowledge of canteen managers regarding personal hygiene and food sanitation. The activity was carried out using the lecture method and distribution of leaflets, and an evaluation was carried out using the pre-post test sheet assessment. The activity was carried out in the fourth week of January 2024 at SDN 002 Samarinda Ilir Samarinda City with the target of the activity being all canteen and cooperative managers totaling 7people. The results of the pre-test and post-test were analyzed using Wilcoxon analysis and showed significant changes with the Asymp.Sig value. (2-tailed) 0.016 (α<0.05) which is marked by an average pre-test value of 54.3 and an average post-test value of 95.7. Based on these results, it shows that there is an increase in knowledge before and after the intervention in the form of personal hygiene and sanitation education for street food is given to canteen managers.Keywords: education; personal hygiene; canteen
Pelatihan pengembangan wisata desa Sungai Duren KKN Tematik mahasiswa UIGM guna mendukung MBKM Andini Andini; Dewi Yuniati; Sulthan Faza; M. Alfiansyah Lefandi; Lesi Hertati; M. Kurniawan Darma Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26063

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik oleh mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) di Desa Sungai Duren. Desa ini memiliki potensi wisata yang belum sepenuhnya dikembangkan, sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pariwisata desa. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai strategi pengembangan wisata desa, manajemen pariwisata, pemasaran digital, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Pelatihan ini dilaksanakan melalui metode partisipatif, yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam setiap tahapannya, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks nyata, sesuai dengan tujuan MBKM. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan wisata desa lainnya dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.Kata Kunci: pengembangan wisata; KKN tematik; MBKM; desa sungai duren; pengabdian masyarakat. Abstract This service activity aims to support the Independent Campus Learning Program (MBKM) through the implementation of thematic Real Work Lectures (KKN) by Indo Global Mandiri University (UIGM) students in Sungai Duren Village. This village has tourism potential that has not been fully developed, so efforts are needed to increase community capacity in managing village tourism. This activity involves students in providing training to local communities regarding village tourism development strategies, management, digital marketing, and cultural and environmental preservation. This training was carried out through participatory methods, which involved the active role of the community in every stage, from planning to evaluation. The results of this activity show an increase in community understanding and skills in managing village tourism potential independently and sustainably. Apart from that, this activity also provides students with practical experience in applying the knowledge gained at college in a real context, in accordance with the objectives of MBKM. Thus, it is hoped that this training can become a model for the development of other village tourism and strengthen the synergy between universities and the community in supporting regional development. Keywords: tourism development; thematic KKN; MBKM; sungai duren village; community servic