cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Penguatan pemasaran melalui desain kemasan untuk meningkatkan penjualan abon bonggol pisang Angga Pandu Wijaya; Dorojatun Prihandono; R.R. Endang Sutrasmawati; Fredianaika Istanti; Bogy Febriatmoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26116

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian yang berupa pelatihan desain kemasan abon bonggol pisang bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam merancang kemasan yang efektif. Desain kemasan yang dipergunakan saat ini masih membutuhkan peningkatan untuk menarik konsumen serta lebih informatif. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang difokuskan pada peningkatan kualitas produk abon bonggol pisang melalui pengemasan yang lebih menarik dan mempunyai informasi yang lengkap. Metode pengabdian yang dipergunakan adalah dengan penyampaian materi serta praktik untuk mengemas produk abon dengan desain kemasan yang menarik. Sebanyak 40 masyarakat di Desa Branjang, Kabupaten Semarang terlibat dalam kegiatan ini. Kemasan yang baik tidak hanya melindungi produk tetapi juga berfungsi sebagai alat promosi dan komunikasi, yang dapat menarik perhatian konsumen serta meningkatkan nilai jual produk. Peserta dibimbing untuk memahami desain kemasan dalam pemasaran, serta teknik-teknik praktis untuk menghasilkan kemasan yang sesuai dengan standar keamanan dan regulasi yang berlaku. Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Branjang untuk mengembangkan produk lokal, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui produk abon bonggol pisang yang lebih kompetitif. Kata kunci: desain kemasan; abon bonggol pisang; pemasaran; UMKM. Abstract The packaging design training activity for banana stem floss aims to enhance the competitiveness of MSME products by equipping the community with knowledge and skills in designing effective packaging. The current packaging design still requires improvement to attract consumers and provide more informative content. The training, held in Branjang Village, Ungaran District, focuses on improving the quality of banana stem floss products through more appealing and informative packaging. The community service method employed involves delivering material and conducting hands-on practice to package the product with attractive designs. A total of 40 community members from Branjang Village, Semarang Regency, participated in this activity. Good packaging not only protects the product but also serves as a promotional and communication tool that can attract consumer attention and increase the product's market value. Participants were guided to understand packaging design in marketing and practical techniques to produce packaging that meets safety standards and applicable regulations. The outcome of this training is expected to create new opportunities for the people of Branjang Village to develop local products, expand market reach, and improve economic welfare through more competitive banana stem floss products. Keywords: packaging design; banana stem floss; marketing; MSMEs.
Sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan aplikasi SIHARAPAN untuk deteksi, pemantauan, dan rekapan data stunting anak di desa Panggung Baru Achmad, Ferdiyansyah; Tina, Ridha Rahma; Lestari, Alal; Fathurrahmani, Fathurrahmani; Sabella, Billy; Ridha, M. Najamudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25371

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian Masyarakat ini fokus pada penerapan inovasi digital untuk meningkatkan pengumpulan dan pemantauan data kesehatan anak di Posyandu, terutama dalam menangani stunting di Desa Panggung Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Indonesia. Melalui pelatihan dan penggunaan aplikasi SIHARAPAN, kader Posyandu mampu mengumpulkan dan mencatat data kesehatan anak secara digital dengan lebih efisien dan akurat. Evaluasi program menunjukkan peningkatan efisiensi dan akurasi pencatatan data, serta kontribusi positif dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan anak di desa tersebut. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data, identifikasi kebutuhan, persiapan materi pelatihan, sosialisasi, pelatihan praktis, uji coba aplikasi, evaluasi, perbaikan, dan diseminasi hasil. Pengisian kuesioner pengguna aplikasi Kader Posyandu memberikan umpan balik yang positif yaitu dengan jawaban respon Setuju 64% dan Sangat Setuju 36% dari 4 orang Kader Posyandu terhadap penggunaan aplikasi SIHARAPAN, menegaskan keberhasilan program dalam meningkatkan kinerja mereka. Program ini memberikan wawasan penting tentang pentingnya teknologi dalam pelayanan kesehatan pada desa di tingkat kabupaten dan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program serupa di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.Kata kunci: kader posyandu; sosialiasi; pelatihan; aplikasi; sistem informasi. Abstract This Community Service Program focuses on the implementation of digital innovation to enhance the collection and monitoring of child health data at Integrated Health Posts (Posyandu), particularly in addressing stunting in Panggung Baru Village, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, Indonesia. Through training and the utilization of the SIHARAPAN application, Posyandu cadres are able to collect and record child health data digitally more efficiently and accurately. Program evaluation indicates improved efficiency and accuracy in data recording, as well as a positive contribution to stunting prevention and child health improvement in the village. The methods employed include data collection, needs identification, training material preparation, socialization, practical training, application testing, evaluation, improvement, and dissemination of results. The application user feedback questionnaire filled out by Posyandu cadres provides positive feedback, with 64% agreeing and 36% strongly agreeing from 4 Posyandu cadres regarding the use of the SIHARAPAN application, affirming the success of the program in enhancing their performance. This program provides valuable insights into the importance of technology in rural healthcare services at the district level and can serve as a basis for the development of similar programs in other areas facing similar challenges.Keywords: posyandu volunteers; socialization; training; application; information system.
Senam prolanis dan deteksi dini faktor risiko diabetes mellitus dan hipertensi di desa Kebundowo Banyubiru kabupaten Semarang Putri, Adita Puspitasari Swastya; Setyaji, Yoki; Indrayana, Tavip
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23471

Abstract

AbstrakDiabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan dunia dengan prevalensi 9,3% dari total penduduk pada usia 20-79 tahun di dunia. Prevalensi ini akan terus meningkat seiring penambahan umur penduduk. Prevalensi DM di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada umur ≥15 tahun menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,5%. Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ke-11 dengan prevalensi yang cukup tinggi. Terdapat 32.081 kasus DM di Kota Semarang. Hal ini membuktikan bahwa angka kejadian yang dimiliki penyakit diabetes melitus cukup tinggi. Lebih dari 90% kasus adalah diabetes melitus tipe 2. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) diperlukan bagi seluruh masyarakat yang menderita penyakit kronis, khususnya diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi sebagai salah satu faktor risikonya. Sebagai wujud kontribusi pemberdayaan masyarakat, maka diperlukan adanya partisipasi masyarakat tentang deteksi dini faktor risiko DM hipertensi pada masyarakat Desa Binaan di Desa Kebundowo Banyubiru Kabupaten Semarang. Tujuannya adalah melakukan pengajaran dan pendampingan senam PROLANIS dan deteksi dini faktor risiko DM Hipertensi pada masyarakat Desa Binaan di Desa Kebundowo Banyubiru Kabupaten Semarang. Dari kegiatan tersebut kemudian dapat juga diberikan edukasi untuk pencagahan faktor risiko terhadap penyakit tidak menular, khususnya Diabetes Melittus dan hipertensi. Kata kunci: senam; deteksi dini; diabetes mellitus; hipertensi AbstractDiabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease that is still a world health problem with a prevalence of 9.3% of the total population aged 20-79 years in the world. This prevalence will continue to increase as the population ages. The prevalence of DM in Indonesia based on a doctors diagnosis at age ≥15 years shows an increase of 1.5%. Central Java Province ranks 11th with a fairly high prevalence. There are 32,081 cases of DM in Semarang City. This proves that the incidence of diabetes mellitus is quite high. More than 90% of cases are type 2 diabetes mellitus. The Chronic Disease Management Program (PROLANIS) is needed for all people who suffer from chronic diseases, especially type 2 diabetes mellitus and hypertension as one of the risk factors. As a form of contribution to community empowerment, there is a need for community participation regarding early detection of risk factors for DM hypertension in the Community of Assisted Villages in Kebundowo Banyubiru Village, Semarang Regency. The aim is to provide teaching and assistance to PROLANIS exercise and early detection of risk factors for DM and hypertension in the community of assisted villages in Kebundowo Banyubiru Village, Semarang Regency. Through these activities, education can also be provided to prevent risk factors for non-communicable diseases, especially diabetes mellitus and hypertension. Keywords: exercise; early detection; diabetes mellitus; hypertension
Program pendidikan dan penyuluhan zakat profesi pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 20 kab. Tangerang – Banten Heriyanto, Toto; Marhamah, Siti; Riani, Siti Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21465

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perhitungan zakat profesi melalui pendidikan dan penyuluhan pada pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 20 Kab. Tangerang – Banten. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian tenaga pendidik dan kependidikan belum mengetahui tentang zakat profesi dan cara menghitungnya. Motode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini antara lain adalah presentasi, praktikum, dan diskusi. Peserta pendidikan dan penyuluhan ini adalah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 20 Kab. Tangerang – Banten yang berjumlah 80 orang. Hasil dari pendidikan dan penyuluhan ini, para tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di lingkungan SMA Negeri 20 Kab. Tangerang – Banten menunjukkan motivasi yang tinggi untuk menunaikan kewajiban zakat profesi dari hasil pendapatan yang diterima setiap bulan untuk disalurkan kepada mustahik (orang yang menerima), baik yang berada di lingkugan sekolah sendiri maupun masyarakat sekitar. Kata kunci: pendidikan; penyuluhan; zakat profesi; pendidik; kependidikan. Abstract This community service aims to increase knowledge and calculation of professional zakat through education and counseling for teaching staff and educational staff at SMA Negeri 20 Kab. Tangerang – Banten. This is based on the fact that some teaching and educational staff do not yet know about professional zakat and how to calculate it. The methods used in implementing this service activity include presentations, practicums and discussions. Participants in this education and counseling are educators and educational staff at SMA Negeri 20 Kab. Tangerang – Banten, numbering 80 people. As a result of this education and counseling, the teaching and educational staff in SMA Negeri 20 Kab. Tangerang – Banten shows high motivation to fulfill professional zakat obligations from the income received every month to be distributed to mustahik (people who receive it), both those in the school environment and the surrounding community. Keywords: education; counseling; professional zakat; educator; education.
Persepsi & asistensi guru: penerapan asesmen kompetensi minimum sekolah dasar di se-kecamatan Rasanae Barat kota Bima Mubarak, Syarifatul; Sukmawati, Ati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25411

Abstract

AbstrakAsesmen Nasional 2021 yang digunakan untuk pemetaan mutu pendidikan di Indonesia terdiri dari tiga bagian yang salah satunya yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), saat ini, sebagian besar pelaku pendidikan baik kepala sekolah, guru, dan peserta didik, maupun orangtua masih belum memahami fungsi dan jenis asesmen nasional yang sesungguhnya, termasuk di SD yang terdapat di Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Sasaran utama kegiatan ini adalah guru kelas 5 & 6 berjumlah 44 orang berasal dari 17 SD/MI se-kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Kegiatan pendampingan ini menggunakan metode Service Learning (SL) dengan pendekatan iPERCE (investigation, preparation, engagement, reflection and connection, and evaluation). 80% responden nyaman dan percaya dengan dukungan lembaga sekolah, dinas dan kementerian guna mendukung ketercapaian dan kesuksesan pelaksanaan AKM di tingkat sekolah. Peserta kegiatan setuju/sangat setuju bahwa kedepannya, AKM tidak hanya berfungsi untuk memberdayakan siswa, namun juga memberdayakan guru untuk menjadi lebih profesional. Kata Kunci: asesmen kompetensi minimum; AKM; SD kota bima; asistensi AKM; AKM SD. AbstractThe 2021 National Assessment, which is used to map the quality of education in Indonesia, consists of three parts, one of which is the Minimum Competency Assessment (AKM). Currently, most educational actors, including school principals, teachers, students, and parents, still do not understand the function and proper type of National assessment, including in elementary schools in West Rasanae District, Bima City. The main target of this activity is 44 grade 5 & 6 teachers from 17 elementary schools/MI in West Rasanae sub-district, Bima City. This mentoring activity uses the Service Learning (SL) method with the iPERCE (investigation, preparation, engagement, reflection and connection, and evaluation) approach. 80% of respondents are comfortable and confident with the support of school institutions, agencies, and ministries in supporting the achievement and success of AKM implementation at the school level. Activity participants agreed/strongly agreed that in the future, AKM will not only function to empower students but also empower teachers to become more professional. Keywords: AKM assistance; AKM; AKM SD; minimum competency assessment; SD Kota Bima.
Peningkatan perekonomian pelaku usaha melalui pendaftaran perseroan perorangan dalam mendukung sustainable development goals Agustanti, Rosalia Dika; Waluyo, Bambang; Ariani, Nani; Wirawan, Rio
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22580

Abstract

Abstrak Tidak adanya legalitas dalam menjalankan usaha dapat menimbulkan permasalahan. Legalitas dibutuhkan untuk menjamin bahwa seorang Pelaku Usaha menjalankan usahanya dengan penuh tanggung jawab dan telah terdaftar pada Kementerian yang membidangi UMKM. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi yang dapat meningkatkan aspek legalitas Pelaku Usaha. Kegiatan ini menggunakan metode  Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah metode partisipatif yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan Masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan dimulai dari survei mitra, identifikasi permasalahan mitra, dan dilanjutkan dengan tahap pendampingan mitra. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa adanya pendampingan terkait pendaftaran Perseroan Perorangan ini memberikan pengetahuan serta keterampilan guna memberikan kepastian hukum bagi Pelaku Usaha untuk meningkatkan perekonomian dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Dengan adanya Perseroan Perorangan diharapkan mampu untuk mendorong UMKM menjadi usaha yang berdaya saing global karena dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha untuk dapat semakin maju dan berkembang secara Nasional maupun Internasional. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Pelaku Usaha telah terdaftar sebagai Perseroan Perorangan sebagaimana terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Beberapa kelebihan perseroan perorangan yaitu dapat bersaing dengan Perseroan Terbatas pada umumnya, cocok untuk usaha mikro dan kecil, yang masih pemula serta mau mengembangkan usaha sendiri. Selanjutnya, pelaku usaha bertindak sebagai direktur, terakhir bahwa status badan hukum diperoleh setelah mendaftarkan pernyataan pendirian secara online. Kata kunci: legalitas usaha; pelaku usaha; perseroan perorangan; UMKM. Abstract The absence of legality in running a business can cause problems. Legality is needed to guarantee that a Business Actor carries out his business with full responsibility and has been registered with the Ministry in charge of MSMEs. To overcome this problem, this Community Service activity aims to provide solutions that can improve the legality aspects of Business Actors. This activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which is a participatory method used to collect information and understand the social, economic and environmental conditions of society. The stages of activities carried out start from partner surveys, identification of partner problems, and continue with the partner mentoring stage. The results of community service show that the assistance related to the registration of Individual Companies provides knowledge and skills to provide legal certainty for Business Actors to improve the economy by collaborating with other interested parties. With the existence of Individual Companies, it is hoped that it will be able to encourage MSMEs to become globally competitive businesses because it can increase the self-confidence of business actors to be able to progress and develop nationally and internationally. By carrying out this community service activity, the Business Actor has been registered as an Individual Company as registered with the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia. Some of the advantages of individual companies are that they can compete with Limited Liability Companies in general, are suitable for micro and small businesses, which are still beginners and want to develop their own business. Next, the business actor acts as a director, finally the legal entity status is obtained after registering the statement of establishment online. Keywords: business legality; business actors; individual companies; MSMEs.
Peran apoteker untuk meningkatkan kepatuhan minum obat diabetes dan TBC pada masyarakat kota Mataram Apriliany, Fitri; Umboro, Recta Olivia; Bimmaharyanto S., Dedent Eka; Isasih, Widani Darma; Ayu, Baiq Dinda Puspita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22764

Abstract

Abstrak Apoteker adalah salah satu profesi yang memiliki peran tidak hanya mengenai obat-obatan tetapi memiliki peran dibidang pelayanan kefarmasian. Indonesia menemui banyak tantangan masalah kesehatan seperti diabetes dan TBC. Sehingga pemerintah mengeluarkan peraturan presiden no 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TBC. Untuk mendukung program pemerintah, maka IAI mengajak kepada para apoteker agar berkolaborasi melalui kegiatan branding, edukasi, dan kompetisi untuk mewujudkan dunia yang lebih sehat. Kegiatan ini dilakukan di Taman Sangkareang Kota Mataram bertujuan untuk memperkenalkan peran dan fungsi apoteker dibidang pelayanan kefarmasian komunitas dalam aksi mewujudkan peningkatan kepatuhan minum obat diabetes dan TBC. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat Kota Mataram. Metode pengabdian dilakukan dengan 1) sambutan, 2) senam sehat untuk jantung, 3) edukasi dengan metode concurrent dan 4) dialog interaktif dengan masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan kegiatan dialog interaktif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat mengetahui peran dan fungsi apoteker dan mengetahui lebih banyak tentang penyakit diabetes dan TBC dan peningkatan kepatuhan minum obat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berdampak pada perubahan sikap pemahaman dan pengetahuan dari masyarakat tentang peran apoteker dan kepatuhan minum obat. Hal ini ditunjukkan dengan awalnya masyarakat hanya mengetahui peran apoteker sebagai penyedia layanan hanya tentang obat. Tetapi, masyarakat kini menjadi mengetahui bahwa peran apoteker juga memiliki peran tentang edukasi baik penggunaan obat dan penyakit, tindakan upaya pencegahan penyakit dan melakukan konseling. Kata kunci: diabetes; TBC; peran apoteker. Abstract Pharmacists are a profession that has a role not only regarding medicines but also has a role in the field of pharmaceutical services. Indonesia faces many health challenges such as diabetes and tuberculosis. So government issued presidential regulation no. 67 of 2021 concerning TB control. To support government programs, IAI invites pharmacists to collaborate through branding, education, and competition activities to create healthier world. This activity was carried out at Sangkareang Park, Mataram City, to introduce role and function of pharmacists in field of community pharmaceutical services in action to realize increased fulfillment of diabetes and TB medication. Participants in this activity are people of Mataram City. The method is carried out by 1) ceremonies, 2) exercise for the heart, 3) education using concurrent methods, and 4) interactive dialogue with community. Evaluation is carried out through interactive dialogue activities with community. The result of this activity is that public knows role and function of pharmacists and knowing more about diabetes and tuberculosis as well as increasing fulfillment of medication. So it can be concluded that this activity has an impact on changes in attitudes, understanding, and knowledge of community regarding role of pharmacists and compliance with taking medication. This started with public only knowing about role of pharmacists as service providers regarding medicines. However, public now knows that role of pharmacists also has a role in education regarding use of drugs and diseases, taking measures to prevent disease, and providing counseling. Keywords: diabetes; tuberculosis; the role of pharmacist.
Meningkatkan kemampuan penggunaan microsoft office melalui pelatihan pada remaja di desa Beseran Meliasari, Defa; Purwanto, Purwanto; Syarifah, Laili
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22212

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada remaja di Desa Beseran untuk meningkatkan keterampilan dasar dalam menggunakan perangkat lunak Microsoft Office, terutama Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Pelatihan ini berlangsung selama 45 hari, mulai tanggal 20 Juli hingga 30 September 2023. Proses kegiatan ini mencakup tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja di Desa Beseran, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, dengan partisipasi sebanyak 20 peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja tersebut berhasil menguasai Microsoft Office, terutama Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, yang nantinya akan mereka gunakan dengan mahir untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan sebagai bekal untuk karier di masa mendatang. Kata kunci: microsoft office; pelatihan; pengabdian kepada masyarakat; remaja. Abstract This community service activity aims to provide knowledge and training to teenagers in Beseran Village to improve basic skills in using Microsoft Office software, especially Microsoft Word, Microsoft Excel, and Microsoft PowerPoint. This training lasts 45 days, from July 20 to September 30, 2023. This activity includes three main stages: preparation, implementation, and evaluation. The target of this activity is teenagers in Beseran Village, Kaliangkrik District, Magelang, Central Java, with 20 participants. The results show that these teenagers have succeeded in mastering Microsoft Office, especially Microsoft Word, Excel, and PowerPoint, which they will then use proficiently to do school assignments and as a preparation for future careers. Keywords: training; community service; microsoft office; adult.
Pelestarian desa wisata branjang melalui peran kepemimpinan konservasi Wartini, Sri; Martono, S.; Khoiruddin, Moh.; Prananta, Widya; Febriatmoko, Bogy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25543

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan konservasi untuk Perangkat Pemerintahan Desa Branjang. Perangkat desa menjadi aset sumber daya yang diandalkan oleh Desa Branjang dalam membangun Desa Wisata yang ramah lingkungan. Kinerja perangkat desa menjadi nyawa bagi berjalannya roda kerja Desa Branjang. Ketidaktercapaian kinerja perangkat desa memiliki dampak yang mempengaruhi cita-cita Desa Branjang sebagai desa wisata. Keterlibatan perangkat desa ini penting dalam mendukung ketercapaian tersebut. Mitra dalam pengabdian ini yaitu Desa Branjang yang berlokasi di Kabupaten Semarang. Berdasarkan permasalahan menjalankan pekerjaan, perangkat desa kurang aktif dalam keterlibatan pekerjaan bersama-sama dengan masyarakat yang dipimpinnya. Kegiatan yang telah dilakukan yaitu pelatihan simulasi, group coaching clinic, dan personal communication. Dari kegiatan tersebut membuahkan hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu, perangkat desa menjadi lebih aktif untuk terjun ke bawah mendampingi masyarakat dalam menjalankan program-program kerja desa dengan pendekatan yang lebih persuasive dan lebih komunikatif sehingga warga merasa terbantu dan merasa dibimbing. Hal ini menjadi hal yang sangat positif bagi Desa Branjang yang sedang mengembangkan desanya kearah Desa Wisata. Kata kunci: pelatihan simulasi; kepemimpinan; konservasi; desa branjang Abstract This community service aims to improve conservation leadership capabilities for the Branjang Village Government Apparatus. Village apparatus is a resource asset that Branjang Village relies on in building an environmentally friendly Tourism Village. The performance of village officials is the lifeblood of the work of Branjang Village. The failure to achieve the performance of village officials has an impact on the aspirations of Branjang Village as a tourist village. The involvement of village officials is important in supporting this achievement. The partner in this service is Branjang Village which is located in Semarang Regency. Based on problems carrying out work, village officials are less active in engaging in work together with the community they lead. The activities that have been carried out are simulation training, group coaching clinic, and personal communication. These activities produced results that could be felt by the community, namely, village officials became more active in assisting the community in carrying out village work programs with a more persuasive and more communicative approach so that residents felt helped and guided. This is a very positive thing for Branjang Village which is currently developing its village towards a Tourism Village. Keywords: simulation training; leadership; conservation; branjang village
Pelatihan lesson study bagi guru-guru Al Islam, kemuhammadiyahan, dan bahasa arab untuk meningkatkan kompetensi pedagogik berbasis TPACK Hendrik, Maulina; Putra, Yudi Yunika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23760

Abstract

Abstrak Pembelajaran Abad 21 menuntut peserta didik: aktif berkolaborasi, kreatif, komunikatif, memiliki inisiatif tinggi. Untuk dapat menciptakan pembelajaran tersebut, diperlukan keterampilan mengajar seorang guru yang mengintegrasikan literasi, pengetahuan dengan bantuan teknologi. Kelemahan pembelajaran selama ini yang telah dilakukan, aktivitas belajar siswa terjebak pada alur pembelajaran yang termuat di dalam buku pegangan guru maupun siswa sehingga tidak adanya variasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pentingnya kolaborasi antarguru agar memberikan sumbangsih kreativitas dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan siswa memiliki keterampilan yang diharapkan. PkM ini bertujuan untuk: a. meningkatkan pengetahuan guru-guru Ismuba tentang Lesson Study; b. Meningkatkan keterampilan guru-guru Ismuba dalam menciptakan inovasi pembelajaran berbasis TPACK melalui praktik lesson study. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah service learning berbasis Lesson Study, yaitu plan-do-see. Peserta pelatihan merupakan guru-guru SD Muhammadiyah yang membidangi mata pelajaran Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab sebanyak 7 orang. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari pada tangal 13—15 Mei 2024. Hasil yang diperoleh: a. Berdasarkan hasil perbandingan perolehan pengetahuan melalui tes tertulis awal dan tes tertulis akhir diperoleh nilai di atas rata-rata sebanyak 6 orang dari 7 orang peserta, b. Keterampilan guru-guru Ismuba dalam kegiatan merencanakan, melaksanakan-mengobservasi, dan merefleksikan pembelajaran berada di kategori sangat baik. Kata kunci: lesson study; TPACK; ismuba, pembelajaran abad 21; kompetensi pedagogik Abstract 21st century learning requires students to: actively collaborate, be creative, communicative, have high initiative. to be able to create this learning, a teacher's teaching skills are needed that integrate literacy, knowledge with the help of technology. the weakness of the learning that has been carried out so far is that student learning activities are stuck in the learning flow contained in the teacher and student handbooks so that there is no variation in learning. therefore, it is important for collaboration between teachers to contribute to creativity in learning so that learning objectives are achieved and students have the expected skills. this pkm aims to: a.  increasing ismuba teachers' knowledge about lesson study; b. improving the skills of ismuba teachers in creating tpack-based learning innovations through lesson study practice. the implementation method used is lesson study-based service learning, namely plan-do-see. the training participants were 7 muhammadiyah elementary school teachers who specialized in al-islam, muhammadiyah and arabic subjects. activities were carried out for 3 days on 13-15 may 2024. results obtained: a. based on the results of a comparison of knowledge acquisition through the initial written test and the final written test, scores above the average were obtained for 6 out of 7 participants, b. the skills of ismuba teachers in planning, implementing-observing and reflecting on learning are in the very good category. keywords: lesson study; tpack; ismuba, 21st century learning; pedagogic competence