cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Edukasi pencegahan stunting mulai dari remaja pada siswi SMP Muhammadiyah 9 Ngemplak Boyolali Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Rini, Novyanti Setiyo; Sandrana, Sabrina Cantika Putri; Pertiwi, Nanda Hani Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26758

Abstract

Abstrak Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi utama pada balita yang sampai saat ini belum teratasi. Stunting adalah masalah kesehatan yang menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya. Sasaran pencegahan stunting tidak hanya pada ibu hamil dan anak balita, tetapi juga pada remaja. Perlunya pengetahuan tentang stunting dan pencegahannya pada remaja sebagai salah satu cara untuk menurunkan angka stunting di masa mendatang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai stunting kepada remaja Siswa SMP Muhammadiyah 9 Ngemplak Boyolali sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan program pengabdian ini yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab terhadap 42 siswa yang diawali dengan pre-test, penyampaian materi edukasi, lalu dilakukan diskusi interaktif tanya jawab, dan diakhiri dengan post-test. Hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting sebesar 1,86 poin dari sebelum edukasi. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan kesehatan kepada remaja. Pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dapat mempengaruhi pemahaman dan keyakinan seseorang dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Kata kunci: edukasi kesehatan; remaja; stunting Abstract Stunting is one of the main nutritional problems in toddlers which has not yet been resolved. Stunting is a health problem that indicates failure to grow in children under five due to chronic malnutrition, so that the child's height does not match his age. The target of preventing stunting is not only pregnant women and toddlers, but also teenagers. There is a need for knowledge about stunting and its prevention in adolescents as one way to reduce stunting rates in the future. The aim of this service is to provide education about stunting to young students at Muhammadiyah 9 Middle School Ngemplak Boyolali as an effort to prevent stunting. The method for implementing this service program is counseling using a lecture and question and answer method for 42 students, starting with a pre-test, delivery of educational material, then an interactive question and answer discussion, and ending with a post-test. The final result obtained from this service activity was an increase in teenagers' knowledge about stunting by 1.86 points compared to before education. This shows the importance of health education for teenagers. Health education plays an important role in increasing knowledge. Knowledge gained through education can influence a person's understanding and confidence in making efforts to prevent stunting. Keywords: adolescents; health education; stunting
Pelatihan penggunaan digital learning dalam pembelajaran biologi melalui Virtual Laboratory (VLAB) bagi guru biologi se-kabupaten Sukoharjo Dita Purwinda Anggrella; Amining Rahmasiwi; Triana Atika Zulfa; Nurul Hidayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25447

Abstract

Abstrak Penggunaan teknologi dalam pendidikan, termasuk penggunaan Virtual Laboratory (VLab), telah menjadi topik yang semakin penting dalam upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran, sehingga perlu dilakukan pelatihan untuk menerapkannya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan guru menggunakan VLab pada pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan model latihan partisipatif (Participatory Training Model) yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu: 1) analisis kebutuhan; 2) membuat rencana pelatihan; 3) pelaksanaan pelatihan; 4) diskusi dan refleksi; 5) evaluasi dan rencana tindak lanjut. Partisipan dalam pelatihan ini adalah 33 guru biologi se-Kabupaten Sukoharjo yang telah menggunakan atau memiliki potensi untuk menggunakan VLab dalam pembelajaran mereka. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih belum mengaplikasikan VLab dalam pembelajaran biologi. Guru juga mengalami hambatan dalam mengaplikasikan VLab dikarenakan faktor usia, kurangnya motivasi, kurangnya pelatihan, keterbatasan teknologi, ketersediaan konten yang terbatas, tantangan manajemen kelas, dukungan administrasi, koneksi internet, dan cara evaluasi penilaian dalam VLab. Hasil analisis kebutuhan ini dijadikan dasar untuk melakukan pelatihan terhadap guru MGMP biologi SMA di Kabupaten Sukoharjo selama 1 minggu untuk mengoptimalkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengaplikasikan VLab dalam pembelajaran biologi. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan memenuhi harapan guru untuk meningkatkan kemampuan pedagogiknya mengaplikasikan VLab. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan untuk mendukung pengaplikasian VLab dalam meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di SMA. Kata kunci: digital learning; laboratorium virtual; pembelajaran biologi Abstract Technology in education, including Virtual Laboratory (VLab), has become an increasingly important topic in efforts to increase learning effectiveness, so training is needed to implement it. This service aims to provide teacher training using VLab in biology learning. This research uses a participatory training model, which consists of 5 stages, namely: 1) needs analysis; 2) create a training plan; 3) implementation of training; 4) discussion and reflection; 5) evaluation and follow-up plan. Participants in this training were 33 biology teachers throughout Sukoharjo Regency who have used or had the potential to use VLab in their learning. The needs analysis results show that most teachers have not applied VLab in biology learning. Teachers also experience obstacles in applying VLab due to age, lack of motivation, lack of training, technological limitations, limited content availability, class management challenges, administrative support, internet connection, and how to evaluate assessments in VLab. The results of this needs analysis were used to conduct training for high school biology MGMP teachers in Sukoharjo Regency for 1 week to optimize teachers' understanding and skills in applying VLab in biology learning. The training results show that it meets teachers' expectations to improve their pedagogical abilities in applying VLab. The implication of this research is the importance of training to support the application of VLab in improving the quality of biology learning in high school. Keywords: biology learning; digital learning; virtual laboratory
Penguatan kewirausahan melalui bahasa iklan dan branding produk olahan puding labu kuning sebagai upaya persuasi mencegah angka stunting pada masyarakat Batang Hilir Ratna Restapaty; Ema Khairunnisa Artha; Lisa Setia; Dicky Septiannoor Khaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25373

Abstract

AbstrakPengabdian Masyarakat Kewirausahaan merupakan bentuk wirausaha yakni produk yang memiliki nilai bisnis yang sangat menarik apabila dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan ibu rumah tangga, ibu-ibu posyandu, mahasiswa dan dosen yang berfokus pada tema kewirausahaan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Batang Ilir, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dapat membantu dalam berinovasi wirausahaan dengan penggunaan bahasa iklan untuk branding produk yang memanfaatkan bahan pangan labu kuning. Sumber pertanian wilayah Martapura Barat sebagian besar ialah labu kuning. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan juga bertujuan untuk  menekan angka stunting dengan kewirausahaan. Berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Banjar menempati urutan pertama dengan angka stunting tertinggi di Kalimantan Selatan, mencapai 40,2 Persen pada tahun 2021. Pemanfaatan sumber daya alam ini sebagai wadah inkubasi bisnis melalui branding labu kuning. Kegiatan yang dihadiri sebanyak 40 masyarakat dan Kader Posyandu, tim dosen dan tim mahasiswa dapat menarik minat peserta dalam melakukan Industri kecil rumahan yang dipasarkan secara langsung atau online terbukti sebagai bentuk luaran yang diharapkan bahawa adanya kegiatan berkelanjutan yaitu akan dilakukannya pendampingan. Pelaksanaan kegiatan ini meggunakan metode penyuluhan dan pelatihan dengan pemberian informasi dan cara pembuatan produk pangan labu kuning menjadi puding dan donat lalu diberikan kemasan desain yang menarik. Kegiatan pendampingan penguatan kewirausahaan melalui branding produk pangan labu kuning. untuk menciptakan UMKM baru yang berupa Industri Rumah Tangga (IRT) Kata kunci: kewirausahaan; ad language; stunting Abstract Community Service Entrepreneurship is a form of entrepreneurship, namely products that have very attractive business value if developed for the welfare of society. Community service activities involving housewives, posyandu mothers, students and lecturers who focus on the theme of entrepreneurship. Community Service Activities in Batang Ilir District, Banjar Regency, South Kalimantan. The aim of carrying out community service activities is to help in entrepreneurial innovation by using advertising language for branding products that use pumpkin as a food ingredient. The agricultural source for the West Martapura region is mostly yellow pumpkin. The community service carried out also aims to reduce stunting rates with entrepreneurship, this is a structural change in the economic sector, innovation carried out to create changes to create a business (Based on data from the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) Banjar Regency ranks first in terms of numbers The highest stunting is in South Kalimantan, reaching 40.2 percent in 2021. The use of natural resources is assisted as a forum for business incubation through yellow pumpkin branding. The activity, which was attended by as many as 40 people and Posyandu Cadres, lecturers and student teams, was able to attract participants in carrying out small home industries that were marketed directly or online, which was proven as an expected form of output that sustainable activities would be carried out, namely mentoring. The implementation of this activity uses counseling and training methods by providing information and how to make yellow pumpkin food products into puddings and donuts and then given attractive design packaging. Assistance activities to strengthen entrepreneurship through branding yellow pumpkin food products. to create new MSMEs in the form of Household Industries (IRT) Keywords: entrepreneurship; ad language; stunting
Pelatihan digital marketing dalam upaya pengembangan UMKM di desa Margamekar Sumedang Selatan Hasanah, Ferli; Gumilar, Trisna; Subekti, Mega; Rizal, Mohamad Noor
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26095

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi dan munculnya platform perdagangan di Indonesia telah membuka akses ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau. Meski beberapa daerah telah memanfaatkan platform digital, banyak yang tertinggal karena kurangnya literasi ekonomi digital, terutama di pedesaan. Di Desa Margamekar, Kec. Sumedang Selatan, ada potensi UMKM yang cukup besar seperti kuliner dan kerajinan tangan, tetapi literasi ekonomi digital belum mendapat perhatian, termasuk dari pemangku kepentingan. Keterbatasan akses ke pasar digital dan kurangnya sumber daya manusia yang memahami ekonimi digital menjadi kendala utama. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan akselerasi digitalisasi hasil-hasil UMKM  di Desa Margamekar. Secara khusus kegiatan ini dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi masyarakat desa untuk dapat mengembangkan ekonomi desa secara mandiri melalui pemanfaatan potensi-potensi UMKM yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi, edukasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan efek yang positif, artinya para peserta terbukti menerima manfaat dari kegiatan ini mulai dari aspek pengetahuan memetakan potensi usaha, menetapkan strategi marketing, dan teknik pengelolaan usaha. Akhir dari kegiatan ini juga menyarankan supaya upaya pengembangan potensi kewirausahaan desa perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kata kunci: digital marketing; UMKM; pelatihan; pemberdayaan masyarakat Abstract The development of technology and the emergence of trade platforms in Indonesia have opened up economic access that was previously difficult to reach. Although some villages have utilized digital platforms, many are left behind due to lack of digital economic literarcy, especially in rural areas. In Margamekar village, Sumedang Selatan, there is significant potential in MSMEs, such as culinary and handicrafts, but digital economic literacy has not yet received sufficient attention, including from stakeholders. Limited access to digital markets and lack of human resources who understand the digital economy remain major challenges. This community service activity was carried out with the aim of accelerating the digitalization of MSME products in Margamekar Village. Specifically, this activity seeks to motivate villagers to develop the local economy independently by leveraging sustainable MSME potentials. The activity was implemented through socialization, eduction, and discussion methods. The result showed positive effects, indicating that participants benefited from this activity, particularly in terms of knowledge on identifying business potentials, developing marketing strategies, and managing business techniques. The conclusion of this activity also suggest that efforts to develop the village’s entrepreneurial potential should be systematic and continuous. Keywords: digital marketing; SME; training; community empowerment
Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk guru kinderstation school Budi Sulistiyo Jati; Mutaqin Akbar; Indah Susilawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25728

Abstract

AbstrakKemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. Era pendidikan dewasa ini ditandai oleh integrasi teknologi canggih seperti AI, machine learning, dan internet of things (IoT) dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru dan pengajar di Kinderstation School Yogyakarta dalam memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan (10 Juli 2024 dan 17 Juli 2024), dimana pertemuan pertama membahas mengenai pengenalan teknologi AI dan pertemuan kedua merupakan pelatihan penggunaan teknologi AI dalam dunia pendidikan. Sebelum pertemuan pertama diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal para peserta mengenai teknologi AI dalam dunia pendidikan. Nilai rata-rata (mean) berkisar antara 2,24 hingga 3,53, menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang AI. Kemudian setelah pertemuan kedua, diberikan lagi post-test untuk mengukur tingkat pemahaman para peserta setelah pelatihan. Nilai rata-rata (mean) yang berkisar antara 4,06 hingga 4,35 menunjukkan peningkatan pemahaman dan keyakinan yang cukup besar di kalangan peserta. Hasil pengukuran pada pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pelatihan pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pendidikan berhasil meningkatkan pemahaman, keyakinan, dan kesiapan peserta dalam mengadopsi AI. Peningkatan di semua aspek menunjukkan bahwa pelatihan telah memberikan dampak positif yang signifikan. Kata kunci: guru; kecerdasan buatan; pelatihan; teknologi. AbstractInformation and communication technology advances have brought significant changes in various aspects of life, including education. Today's educational era is characterized by integrating advanced technology such as AI, machine learning, and the internet of things (IoT) in education. To overcome these problems, this community service program is designed to increase the understanding and practical skills of Kinderstation School Yogyakarta teachers in utilizing AI technology in the learning process. The workshops were carried out in two meetings (10 July 2024 and 17 July 2024), where the first meeting discussed the introduction of AI technology, and the second meeting was workshop on the use of AI technology in education. Before the first meeting, a pre-test was given to measure participants' initial understanding of AI technology in education. The mean scores ranged from 2.24 to 3.53, indicating that most participants do not yet have a deep understanding of AI. Then, after the second meeting, post-test was given to measure participants' knowledge after the workshop. The mean values ranging from 4.06 to 4.35 indicate a significant increase in understanding and confidence among participants. The measurement results in the pre-test and post-test show that workshops on the use of AI technology in education increased participants' understanding, confidence, and readiness to adopt AI. The increase in all aspects shows that the workshop has had a significant positive impact. Keywords: artificial intelligence; teacher; technology; workshop.
Penyuluhan pendidikan lingkungan hidup kawasan ekonomi khusus mandalika Lombok Tengah Muaini Muaini; Rosada Rosada; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Mubin; Syukuriadi Syukuriadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26147

Abstract

AbstractEnvironmental education consulting to the community aims to help the community in the tourist area by educating the importance of protecting the surrounding environment. Each individual must have a sense of responsibility for the environment and a caring attitude to protect the environment. The purpose of this activity is to increase the community's knowledge and insight in clean and healthy environmental awareness education. The level of awareness and community participation in the field of environmental protection is quite high, but the level of awareness still needs to be increased so that it can continuously influence knowledge and behavior and encourage widespread activity or real action in an effort to keep the environment clean. The method used to achieve the goals and objectives that have been set is by conducting training and counseling activities that are expected to be useful for the community and tourism managers. The results of the consultation activities can provide insights into science, understanding how to maintain the surrounding environment in the tourist area and preserve the surrounding natural environment from the impact of tourism development. The community enthusiastically participated in the extension activities in Sade Rembitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency.  Keywords: environmental education; special economic zones.   AbstrakPenyuluhan pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat bertujuan untuk membantu masyarakat dikawasan wisata dengan mengidukasi pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Setiap individu harus memiliki rasa tanggung jawab  terhadap lingkungan dan sikap peduli untuk menjaga  lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan  pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai pendidikan penyadaran lingkungan bersih da sehat. Tingkat kependulian dan peran serta masyarakat dalam bidang pelestarian lingkungan sudah cukup tinggi, tetapi tingkat kependulian  tersebut masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan  dan perilaku secara terus menerus serta mendorong aktivitas atau tindakan nayata secara meluas dalam usaha menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan targetyang telah ditetapkan adalah dengan cara melaksanakan pelatihan dan penyuluhan yang diharapkan berguna bagi masyarakat dan pengelola wisata. Hasil dari kegiatan penyuluhan dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan, pemahaman cara menjaga lingkungan sekitar yang berada di kawasan wisata  dan menjaga lingkungan alam sekitar dari dampak perkembangan pariwisata. Masyarakat antusias mengikuti  kegiatan penyuluhan di Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.  Kata kunci: pendidikan lingkungan hidup; kawasan ekonomi khusus.  
Edukasi mangrove: upaya peningkatan literasi bagi kelompok perempuan kawasan konservasi mangrove Aceh Jaya Rahmawati Rahmawati; Fadli Afriandi; Eka Lisdayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25959

Abstract

Abstrak Ekosistem mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir, diantaranya sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi bagi masyarakat. Keberlanjutan ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh pengelolaan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat, khususnya kelompok perempuan. Perempuan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memegang peranan penting dalam  menjaga  kelestarian dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh sebab itu perempuan harus memahami dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan mangrove.  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan fungsi dan manfaat mangrove sebagai upaya pelestarian mangrove Aceh Jaya kepada kelompok perempuan sejumlah 15 orang di sekitar kawasan tersebut yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 3 orang aparatur gampong. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode diskusi partisipatif. Antusiasme dan partisipasi perempuan dalam kegiatan tersebut terlihat dari hasil pretest dan post test yang dilakukan terhadap pemahaman mangrove menjadi sangat tinggi dari rata rata skor 54 poin menjadi 86 poin atau meningkat sebesar 70 persen setelah dilakukannya kegiatan edukasi tentang menjaga dan melestarikan mangrove dan sangat membantu meningkatkan literasi dalam upaya pelestarian mangrove. Kata kunci: edukasi; mangrove; perempuan. Abstract Mangrove ecosystems have an essential role for the coastal environment, including as sources of nourishment and economic resources for the community. The sustainability of mangrove ecosystems is strongly influenced by management carried out by involving the community, especially women's groups. Women are one of the community groups that play an important role in maintaining the preservation and sustainability of coastal ecosystems. Therefore, women must understand and participate in mangrove management activities.  This service activity aims to educate and socialize the functions and benefits of mangroves as an effort to preserve Aceh Jaya mangroves to a group of 15 women around the area consisting of 12 women and 3 gampong officials. This activity was carried out using the participatory discussion method. The enthusiasm and participation of women in these activities can be seen from the results of the pretest and post test conducted on mangrove understanding to be very high from an average score of 54 points to 86 points or increased by 70 percent after the implementation of educational activities about maintaining and preserving mangroves and greatly helping to increase literacy in mangrove conservation efforts. Keywords: educate; mangrove; women.
Sosialisasi dan pelatihan konstruksi bangunan pada tanah kritis kepada tukang bangunan di kelurahan Sadeng Patria, Agustinus Sungsang Nana; Baene, Master Almoris; Mardiani, Wahyu Dwi; Wahyuningsih, Eka; Fauziah, Rifa; Legowo, Wahyu Okta; Amaral, Alfonso Naser S. Reis; Rafael, Wilson Edy; Saputra, Riyan Adi; Muttho'an, Arjuna; Bahiroh, Inna Fajrotul; Pangestuti, Ira Sephiana; Alathif, Thomas Azziz; Ramadhan, Rifqi Tri Wahyu; Hanifah, Iffah Nur; Chairudin, Muhamad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26129

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang program sosialisasi dan pelatihan konstruksi bangunan pada tanah kritis yang ditujukan kepada tukang bangunan di Kelurahan Sadeng. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang dalam mitigasi bencana, konstruksi bangunan, dan penggunaan teknologi konstruksi seperti AutoCAD. Program ini menggunakan tiga metode pembelajaran, yaitu ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung. Hasil program yang dicapai adalah 25 tukang bangunan telah mengikuti program sosialisasi mitigasi bencana dan konstruksi, serta pelatihan pembacaan gambar dan program AutoCAD. Kesimpulannya, program ini sangat penting untuk dilaksanakan mengingat masih kurangnya pemahaman tentang tanah kritis dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konstruksi yang aman. Diharapkan program ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang dalam mitigasi bencana, konstruksi bangunan, serta penggunaan teknologi konstruksi seperti AutoCAD, sehingga dapat membangun konstruksi yang lebih aman dan berkelanjutan. Kata kunci: konstruksi bangunan; tanah kritis; konstruksi pondasi; AutoCAD. AbstractThis article discusses a program on socialization and training for building construction on critical land, aimed at construction workers in Sadeng Village. The program aims to improve the understanding and skills of construction workers in disaster mitigation, building construction, and the use of construction technology such as AutoCAD. The program utilizes three learning methods: lectures, question-and-answer sessions, and hands-on practice. The results show that 25 construction workers have participated in the socialization program for disaster mitigation and construction, as well as training in reading blueprints and AutoCAD software. In conclusion, this program is crucial to implement considering the lack of understanding about critical land and public awareness of the importance of safe construction. It is hoped that this program can enhance the understanding and skills of construction workers in disaster mitigation, building construction, and the use of construction technology such as AutoCAD, leading to safer and more sustainable construction. Keywords: : building construction; critical soil; foundation construction; AutoCAD.
Konservasi penanaman Mangrove di pantai Pangalisang, pulau Bunaken Musma Rukmana; Hasmiati Hasmiati; Tika Putri Agustina; Fernando Andre Watung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25243

Abstract

Abstrak Mangrove adalah tanaman khas daerah tropis yang dapat ditemukan baik di darat maupun di lautan. Mangrove berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan pesisir. Upaya konservasi diperlukan karena ekosistem mangrove di berbagai tempat yang terdapat di Pantai Pangalisang Pulau Bunaken akhir-akhir ini mengalami kerusakan dan pertumbuhan yang tidak baik. Tujuan dari proyek pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran mahasiswa akan nilai pengembangan dan pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah persiapan, sosialisasi, dan penanaman mangrove. Pelaksanaan pengabdian ini melibatkan 6 dosen Unima beserta 65 mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMJ Biologi FMIPAK Unima dan IKAHIMBI Wilayah Kerja VIII. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan manfaat dari pengembangan pola pikir peduli lingkungan pantai dan pesisir melalui penanaman mangrove secara langsung. Di samping itu,mereka menjadi sadar akan pentingnya lingkungan mangrove bagi kelangsungan hidup manusia serta berbagai jenis tumbuhan dan satwa. Kata kunci: konservasi; penanaman mangrove; peduli lingkungan Abstract Mangroves are plants typical of tropical regions that can be found both on land and in the ocean. Mangroves play a big role in maintaining the balance of coastal ecosystems. Conservation efforts are needed because the mangrove ecosystem in various places on Pangalisang Beach on Bunaken Island has recently experienced damage and poor growth. The aim of this service project is to increase students' knowledge, understanding, and awareness of the value of sustainable development and management of mangrove areas. The methods used in this activity are preparation, outreach, and planting mangroves. The implementation of this service involved six Unima lecturers and 65 students who were members of the HMJ Biology FMIPAK Unima organization and IKAHIMBI Work Area VIII. The results of this service activity show that students feel the benefits of developing a mindset of caring for the coastal and coastal environment through direct mangrove planting. In addition, they become aware of the importance of the mangrove environment for human survival as well as various types of plants and animals. Keywords: conservation; planting mangroves; caring for the environment
Pemanfaatan daun kelor sebagai olahan makanan “Moringa Cookies Bar (Mocoobar)” untuk mencegah stunting Sri Anisa Puspitasari; Eva Mulyani; Rida Norma; Ridwan Aditia; Rizky Nur Afifah; Salma Marifah; Sam Sam Mubarok; Widiana Yosika; Yati Restiani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26066

Abstract

Abstrak Hasil observasi di lapangan serta data SIGA 2023 Kecamatan Cipedes, Kelurahan Sukamanah memiliki 7.631 jumlah keluarga dengan 2.393 jumlah keluarga berisiko stunting (KRS), dengan data balita stunting-nya sebanyak 163 orang. Kelurahan Sukamanah juga banyak pohon kelor yang tumbuh liar namun jarang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Salah satu penyebab pemanfaatan daun kelor yang tidak optimal di masyarakat adalah kurangnya pengetahuan mengenai manfaat daun kelor. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi, sosialisasi dan praktik kepada masyarakat di Kelurahan Sukamanah mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai olahan makanan “Moringa Cookies Bar (Mocoobar)” untuk pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2024 dengan mitra yang terlibat adalah anggota Kampung KB, ibu-ibu kader, jumlah peserta sebanyak 20 orang ibu rumah tangga usia produktif Kp Babakan Kalangsari, Sukamanah, Cipedes. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah service learning dengan 4 tahapan yaitu investigasi, persiapan, tindakan dan evaluasi. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dari 55% masyarakat mengetahui manfaat daun kelor 70% dan 75% peserta dapat memahami penjelasan untuk mengikuti praktik pembuatan Mocoobar, 55% kemungkinan pembuatan “Mocoobar” secara mandiri. Olahan makanan dan resep yang diberikan pada kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai cemilan untuk berbagai kegiatan atau sebagai PMT di posyandu.   Kata kunci: daun kelor; mocoobar; sosialisasi; stunting. Abstract The results of observations in the field as well as SIGA 2023 data, Cipedes District, Sukamanah Village, has 7,631 families with 2,393 families at risk of stunting (KRS), with data on 163 stunted toddlers. Sukamanah Village also has many wild moringa trees that grow but are rarely used by local residents. One of the causes of the suboptimal use of moringa leaves in the community is the lack of knowledge about the benefits of moringa leaves. The purpose of this community service activity is to provide education, socialization and practice to the community in Sukamanah Village regarding the use of moringa leaves as a processed food "Moringa Cookies Bar (Mocoobar)" to prevent stunting. The activity was carried out on July 11, 2024 with partners involved being members of the KB Village, cadre mothers, the number of participants was 20 productive-age housewives from Babakan Kalangsari Village, Sukamanah, Cipedes. The implementation method used is service learning with 4 stages, namely investigation, preparation, action and evaluation. The results of the activity, namely the comparison before and after the activity, there was an increase in knowledge from 55% of the community knowing the benefits of Moringa leaves 70% and 75% of participants could understand the explanation to follow the practice of making Mocoobar, 55% possibility of making "Mocoobar" independently. The processed food and recipes given in this activity can be used as snacks for various activities or as PMT at the integrated health post.   Keywords: moringa leaves; mocoobar; socialization; stunting.