cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Penerapan gerai stimulasi tumbuh kembang berbasis pendidikan dan playground sebagai upaya integral intervensi stunting di desa Mancasan Baki kabupaten Sukoharjo Fitriyah, Qonitah Faizatul; Rahman, Farid; Fatmarizka, Tiara; Putri Andhini, Nur Intan Lia; Raharjo, Maula Ma’ruf Fatiha Putra; Nur'aini, Daninta Lintang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26184

Abstract

Abstrak Stunting pada anak usia dini disebabkan oleh beberapa faktor, khususnya adalah pengetahuan dan wawasan pada elemen yang terlibat pada proses tumbuh kembang anak usia dini. Anak yang mengalami stunting beresiko rentan terhadap penyakit ketika beranjak dewasa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengimplementasikan kelas tumbuh kembang dan perilaku bagi guru dan siswa PAUD serta implementasi kelas komunikasi tumbuh kembang bagi guru dan orang tua anaj dengan gangguan stunting. Berdasarkan data PPS tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan 2,8% sehingga menjadi 21,6%. Kondisi ini akan memberikan gambaran usaha yang ekstra dan komprehensif untuk mencapai target 14% pada tahun 2024. Angka stunting di desa Mancasan merupakan yang tertinggi dari 20 desa yang memiliki prevalensi stunting di wilayah kabupaten Sukoharjo provinsi jawa tengah yaitu 71 kasus. Metode pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari beberapa proses yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan terakhir keberlanjutan program. Total partisipan yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah 32 orang yang terdiri dari guru PAUD, kader posyandu, dan wali murid TK Desa Mancasan. Hasil pengabdian masyarakat juga menunjukkan bahwa sebesar 34,40% belum memahami secara komprehensif berkaitan dengan stunting. Oleh sebab itu, pelatihan gerai stimulasi tumbuh kembang dilaksanakan secara sistematis dengan memanfaatkan teknologi yang sudah disusun dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045. Kata kunci: stunting; tumbuh kembang; pendidikan; playground Abstract Stunting in early childhood is caused by several factors, especially knowledge and insight into the elements involved in the growth and development process of early childhood. Children who experience stunting are at risk of being susceptible to disease when they grow up. The purpose of this community service activity is to implement growth and development and behavior classes for PAUD teachers and students and to implement growth and development communication classes for teachers and parents of children with stunting disorders. Based on PPS data in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia decreased by 2.8% to 21.6%. This condition will provide an overview of extra and comprehensive efforts to achieve the target of 14% in 2024. The stunting rate in Mancasan village is the highest of the 20 villages that have a prevalence of stunting in the Sukoharjo district, Central Java province, namely 71 cases. The activity method for this community service consists of several processes, namely socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation, and finally poverty programs. The total number of participants who took part in this community service activity was 32 people consisting of PAUD teachers, posyandu cadres, and parents of TK Desa Mancasan students. The results of community service also showed that 34.40% did not have a comprehensive understanding of stunting. Therefore, the growth and development stimulation booth training was carried out systematically by utilizing the technology that had been prepared in an effort towards Indonesia Emas 2045.Keywords: stunting; growth and development; education; playgrounds
Pelatihan digital marketing hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan usaha di desa Tapus Syafitri, Lili; Pebriani, Reny Aziatul; Roswaty, Roswaty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23606

Abstract

 AbstrakDesa Tapus sebagai komunitas pertanian, memiliki potensi besar dalam menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah dalam memasarkan produk-produk mereka secara efektif dan mencapai pasar yang lebih luas masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan lemahnya distribusi sehingga sulit untuk petani menjual produknya, distribusi merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi petani di Desa Tapus. Terbatasnya distribusi sebagai wadah penjualan, berdampak pada masih rendahnya tingkat kesejahteraan petani. Alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yaitu melalui pemasaran secara digital atau online. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dimulai dari tahap pertama yaitu persiapan, melakukan perizinan dan survei lapangan. Tahap kedua yaitu kegiatan pengabdian masyarakat melalui focus group discussion (FGD) dan sosialisasi konsep pemasaran online dengan metode seminar. Tahap ketiga yaitu evaluasi kegiatan melalui metode evaluasi CIPP (Context, Input, Process dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan petani terhadap pemasaran online. Petani pun turut berpartisipasi secara aktif dalam proses kegiatan diskusi.Top of Form kata kunci: digital Marketing; Hasil Pertanian; Pendapatan; Usaha. AbstractTapus Village, as an agricultural community, has great potential in producing high quality agricultural products. However, the main challenge faced is in marketing their products effectively and reaching a wider market which is still very limited. This is due to weak distribution making it difficult for farmers to sell their products. Distribution is one of the problems often faced by farmers in Tapus Village. Limited distribution as a sales platform has an impact on the low level of farmer welfare. An alternative that can be implemented to improve farmers' welfare is through digital or online marketing. The community service activities carried out start from the first stage, namely preparation, carrying out permits and field surveys. The second stage is community service activities through focus group discussions (FGD) and socialization of online marketing concepts using the seminar method. The third stage is the activity evaluation stage through the CIPP (Context, Input, Process and Product) evaluation method. The evaluation results show that there has been an increase in farmers' knowledge of online marketing. Farmers also participated actively in the discussion process. Keywords: digital marketing; agricultural product; income; business.
Pendampingan masyarakat untuk pembentukan TABOGA Farm guna peningkatan kesejahteraan petani di desa Klangon kabupaten Madiun Alfarisy, Fariz Kustiawan; Restanto, Didik Pudji; Widuri, Laily Ilman; Witono, Yuli; Fajrin, Fifteen Aprila; Paramu, Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22740

Abstract

AbstrakDesa Klangon saat ini menjadi desa rujukan tanaman porang Indonesia. Tidak hanya itu Desa Klangon memiliki wisata klangon yang terletak di tengah hutan klangon. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat mengenai implementasi Agro Smart Village sebagai solusi pengelolaan wisata dan TABOGA dalam upaya peningkatan kemandirian dan derajat kesehatan masyarakat. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan perangkat desa,  FGD (Focus Group Discussion) dan praktek di beberapa kelompok masyarakat, pendampingan, pembentukan TABOGA farm, dan pendampingan, Pendampingan dalam perencanaan pengembangan usaha hilirisasi produk TABOGA. Kegiatan pengabdian desa Asal melibatkan beberapa perangkat desa, tokoh masyarakat, dan petani yang menjadi sasaran. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah komoditas TABOGA di desa klangon memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan kedua setelah porang. Setidaknya dari hasil FGD tercatat sebanyak 18 jenis tanaman obat tradisional yang banyak tumbuh berdampingan dengan tanaman porang di hutan Desa Klangon. Namun, potensi ini belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Permasalahan utama yang menjadi kendala adalah pemasaran produk TABOGA. Berdasarkan permasalahan tersebut, kontribusi yang diberikan oleh Tim Pengabdi pada kegiatan ini yakni  pendampingan implementasi Agro Smart Village melalui pemetaan komoditas TABOGA untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengembangkan komoditas TABOGA untuk kesejahteraan masyarakat Desa Klangon. Kata kunci: pemasaran; porang; tanaman obat tradisional; wisata. AbstractKlangon Village is currently a reference village for Indonesian porang plants. Klangon Village has a Klangon tourist area which is in the middle of the Klangon forest. The purpose of community service was to provide community empowerment and assistance regarding the implementation of Agro Smart Village as a tourism management solution and TABOGA to increase self-sufficiency and community health status. The method of implementing the assisted village service activities was carried out using two methods, namely FGD (Focus Group Discussion) and practiced in several community groups. The production technology practice method aimed to aid the community regarding the formation of TABOGA Farm. Origin village service activities involved several village officials, community leaders, and targeted farmers. Based on the results of the community service activities, the Klangon people required assistance from universities to make mapping of TABOGA commodities and their marketing. Farmers need institutional support such as BUMDES to become a business unit that accommodates community taboga plant products so that it is hoped that they can increase people's income.Keywords: tourism; traditional medicinal plant; marketing.
Penyuluhan hukum membangun kesadaran hukum lingkungan berbasis kearifan lokal pada wilayah pesisir di desa Bahari Tiga kabupaten Buton Selatan Salam, Safrin; Slamet, Agus; Hezradian, Rahma Fathan; Hezraria, Rahmi Fathan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26072

Abstract

AbstrakWilayah pesisir desa bahari tiga memiliki kekayaan yang sangat istimewa, yakni wisata alam, wisata budaya dan wisata kuliner. Namun masih ditemukan permasalahan hukum lingkungan terkait dengan kesadaran hukum masyarakat terhadap perlindungan lingkungan pesisir desa bahari tiga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum terhadap masyarakat desa bahari tiga tentang prinsip-prinsip hukum pengelolaan lingkungan, tindakan kongkrit yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan laut serta penggunaan sanksi hukum. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah: penyuluhan hukum dan tanya jawab. Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan lingkungan pesisir desa bahari tiga di kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan merupakan suatu hal yang harus ditingkatkan. Penyuluhan hukum dilaksanakan secara langsung dan dihadiri langsung oleh kepala desa bahari tiga, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ibu—ibu dari desa bahari tiga yang berjumlah sekitar 30 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa Adanya penyuluhan hukum ini memberikan pengetahuan pemahaman dan langkah hukum masyarakat desa bahari tiga dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut di wilayah pesisir desa bahari tiga. Kata Kunci : kesadaran hukum; kearifan lokal; lingkungan; perlindungan hukum AbstractThe coastal area of the third maritime village has very special wealth, namely natural tourism, cultural tourism and culinary tourism. However, there are still environmental law problems related to public legal awareness of the protection of the coastal environment of the village of Bahari Tiga. This activity aims to provide a legal understanding of the community of three marine villages about the legal principles of environmental management, concrete actions that can be taken to prevent damage to the marine environment and the use of legal sanctions. The methods used in this activity are: legal counseling and question and answer. In increasing public awareness of the protection of the coastal environment of the three maritime villages in Sampolawa sub-district, South Buton district, is something that must be improved. Legal counseling was carried out directly and attended by the head of the village of Bahari Tiga, community leaders, traditional leaders, and mothers from the village of Bahari Tiga, totaling around 30 people. The results of community service show that the existence of this legal counseling provides knowledge, understanding and legal steps for the people of Bahari Tiga village in preventing marine environmental pollution in the coastal areas of Bahari Tiga village.  Keywords: legal awareness; local wisdom; environment; legal protection
Apresiasi seni dan budaya melalui gebyak estungkara budayah sebagai revitalisasi kesenian topeng Jabung Malang Dwisetyawati, Defy; Istiqomah, Faikotul; Setyaningrum, Desy Dwi; Humaidah, Nurul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24132

Abstract

AbstrakDesa Jabung dikenal memiliki ikon seni yaitu kesenian Topeng Jabung. Pengeloaan Lembaga seni yang tidak dikelola dengan baik membuat kesenian Topeng Jabung mati suri, diperparah dengan pandemi Covid-19 membuat eksistensi kesenian mulai meredup. Tujuan program adalah menghidupkan dan melestarikan kembali potensi kesenian Topeng Desa Jabung melalui Pagelaran Gebyak Seni Topeng yang bertajuk “Estungkara Budayah. Target sasaran program adalah 1. Generasi milenial karang taruna pernah berkecimpung dalam kesenian Topeng Jabung, 2. Generasi milenial karang taruna yang berminat dalam kesenian Topeng Jabung, 3. Pelaku seni tradisional yang akan mendapatkan grading up program. Metode pelaksanaan program adalah survey, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, diskusi dan observasi. Tahapan pelaksanaan program meliputi : Koordinasi, Intervensi seni melalui Sosialisasi dan edukasi up grading dan design pahat Topeng Jabung, pelatihan dan pendampingan, Pagelaran apresiasi seni melalui Gebyak Kesenian Topeng Jabung, monitoring dan evaluasi. Data kegiatan yang dicapai disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan adalah revitalisasi Kesenian Topeng Jabung Malang berhasil mengkader 25 karang taruna pelaku dan pemerhati seni sebagai penerus Kesenian Topeng Jabung melalui Gebyak Estungkara Budayah. Kata kunci: revitalisasi; kesenian; topeng; jabung; gebyak AbstractJabung Village is known to have an art icon, namely the Jabung Mask art. Management of arts institutions that are not well managed has resulted in the art of Topeng Jabung fading, made worse by the Covid-19 pandemic, the light of the existence of art has begun to dim. Because of this problem, we formed an art appreciation activity, namely in the form of a Mask Art Gebyak Performance entitled "Estungkara Budayah", the aim of which is to revive and preserve the potential of Jabung Village Mask Art, so that it can encourage the existence of this art. In this activity, the targets are 1. Millennial generation who are members of youth organizations who have previously been involved in Jabung Mask art, 2. Millennial generation who are members of youth organizations who are interested in Jabung mask art, 3. Artists who will receive grading up program. Artists here will act as connectors for artistic originality even though they have been graded up, 4. Collaborating partners in the sustainability and success of the gebyak performance program. The method or stages of program implementation are carried out by identifying potential and problems, process and results of analysis of community needs, description of target audience, arts intervention, implementation of programs with the community (education and outreach, training and mentoring), and monitoring & evaluation. Based on these stages, the results of the activities achieved are presented in a qualitative and quantitative descriptive manner. The result of this activity was to involve Community Empowerment, namely 25 women's youth organizations in practice. Keywords: revitalization; art; mask; jabung; gebyak
Edukasi implementasi manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor Susanto, Bela Novita Amaris; Susanto, Nindita Clourisa Amaris; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22474

Abstract

Abstrak Kompres hangat atau hidroterapi bisa menjadi salah satu pengobatan komplementer untuk penurunan nyeri asam urat. Pemanfaatan bahan herbal seperti daun kelor dapat digunakan untuk kompres hangat pada bagian yang terasa nyeri. Daun kelor dipercaya dapat menurunkan nyeri asam urat karena mengandung flavonoid dan pterigospermin. Masyarakat Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri, tidak menyadari jika kadar asam urat tinggi dan baru menyadari ketika sudah terasa nyeri. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor. Dengan adanya pengetahuan tentang penatalaksaan nyeri dengan kompres hangat daun kelor, diharapkan masyarakat yang menderita nyeri akibat asam urat akan semakin paham sehingga dapat bersedia untuk melakukan secara rutin dan mandiri tindakan kompres hangat daun kelor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8-9 Maret 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang ibu-ibu Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik yaitu mengalami peningkatan sebesar 66,6% dan 93% peserta dapat mendemonstrasikan ulang cara kompres hangat daun kelor secara benar. Kompres hangat daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai terapi pendamping dalam penatalaksanaan nyeri akibat kadar asam urat tinggi. Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan pad acara kompres hangat daun kelor, peserta dapat menerapkan pada diri sendiri sehingga nyeri yang dialami dapat berkurang. Kata kunci: asam urat; daun kelor; kompres hangat; nyeri; penyuluhan Abstract Warm compresses or hydrotherapy can be a complementary treatment for reducing gout pain. Utilizing herbal ingredients such as Moringa leaves can be used as a warm compress on the painful area. Moringa leaves are believed to reduce gout pain because they contain flavonoids and pterygospermin. The people of Badran Village, RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency, are not aware that their uric acid levels are high and only realize it when they feel pain. The aim of this activity is to increase people's knowledge and skills regarding pain management in gout sufferers through warm compresses of Moringa leaves. With knowledge about managing pain with warm Moringa leaf compresses, it is hoped that people who suffer from pain due to gout will understand more so that they will be willing to carry out warm Moringa leaf compresses regularly and independently. The activity was held on March 8-9 2024 with 30 participants, women from Badran Village RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency. The results of the activity, namely the comparison before and after the activity, showed an increase in the number of participants in the good knowledge category, namely an increase of 66.6% and 93% of participants were able to demonstrate again how to properly compress Moringa leaves. Warm compresses from Moringa leaves can be used as companion therapy in managing pain due to high uric acid levels. It is hoped that there will be an increase in knowledge at the Moringa leaf warm compress event, participants will be able to apply it to themselves so that the pain they experience can be reduced. Keywords: counseling; gout; moringa leaves; painful; warm compre
Pelatihan kewirausahaan e-commerce sebagai peluang usaha di era digital ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemuda-pemudi desa Kadumaneuh Subing, Hesty Juni Tambuati; Nurhayati, Ely; Suyana, Hilma; Noviyanti, Cahyani Rahma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26228

Abstract

Abstrak Pelatihan kewirausahaan E-Commerce sebagai Peluang Usaha di Era Digital ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemuda-pemudi desa kadumaneuh dalam menghadapi perubahan serta memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang di era digital. Kurangnya pemahaman pemuda pemudi mengakibatkan mereka kesulitan untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ada di era digital, Tim PKM dari Universitas Yarsi menyelenggarakan pelatihan ini agar membekali pemuda pemudi dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam e-commerce agar pemuda-pemudi desa lebih siap bersaing dan berinovasi. Masyarakat dan para pemuda pemudi, serta prangkat Desa yang berjumlah 20 orang berpartisipasi dalam pelatihan ini terlibat secara aktif melalui metode yang meliputi ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan bahwa nilai Pre-Test mencapai 43%, sementara setelah pelatihan dilaksanakan, nilai Post-Test meningkat menjadi 98%. Hal ini menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan pemuda-pemudi desa, di mana hampir seluruh peserta telah memahami konsep kewirausahaan, bisnis digital, serta E-Commerce. Diharapkan, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu peserta, tetapi juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan digitalisasi sebagai penggerak utama dalam pengembangan usaha di desa. Kata kunci: kewirausahaan; sosial media; e-commerce. Abstract E-Commerce entrepreneurship training as a Business Opportunity in the Digital Era is designed to strengthen the capacity of kadumaneuh village youth in facing changes and utilizing economic opportunities that develop in the digital era. The lack of understanding of young people makes it difficult for them to take advantage of business opportunities that exist in the digital era, the PKM Team from Yarsi University organized this training to equip young people with relevant knowledge and skills in e-commerce so that village youth are better prepared to compete and innovate. The community and young people, as well as village officials totaling 20 people participated in this training were actively involved through methods including lectures, discussions, and practices. The results of the PKM activities showed that the Pre-Test score reached 43%, while after the training was carried out, the Post-Test score increased to 98%. This indicates a significant increase in knowledge among the village youth, where almost all participants have understood the concepts of entrepreneurship, digital business, and E-Commerce. It is hoped that this program will not only improve the welfare of individual participants, but also have a positive impact on local economic growth by utilizing digitalization as the main driver in business development in the village. Keywords: entrepreneurship; social media; e-commerce
Pemberian aktivitas fisik dengan brain gym exercise pada lansia pasca stroke Warasti, Nabila Salsabillah; Daba, Mariel; Fatria, Ilham
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23468

Abstract

AbstrakAktivitas fisik mempengaruhi kesehatan fungsional pada lansia pasca stroke, lansia pasca stroke diberikan latihan untuk meningkatkan aktivitas fisik. Activitas daily living adalah alat ukur untuk menilai aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Activitas daily living telah direkomendasikan sebagai tes fungsional dengan jangka waktu yang lebih singkat, oleh karena itu lebih mudah untuk digunakan pada lansia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan aktivitas fisik atau latihan kepada lansia pasca stroke berupa brain gym exercise dengan tujuan membantu meningkatkan kemampuan fungsional lansia pasca stroke. Dalam kegiatan pengabdian ini selain diberikan latihan juga diberikan edukasi kepada lansia agar lansia dapat mengetahui tentang pentingnya aktivitas fisik dalam membantu meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Metode kegiatan ini adalah pemberian aktivitas fisik dengan brain gym exercise pre-test and post-test yang diberikan pada lansia dengan kondisi stroke di Desa PAsir Gombong yang dilaksanakan dari bulan  Februari 2024. Kegiatan ini dimulai dari studi pendahuluan, pemberian materi dan demo video latihan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan kemampuan aktivitas fungsional pada lansia yang signifikan dengan nilai p value = <0,0001  setelah pemberian latihan dengan activity daily living pada lansia dengan kondisi stroke. Kata Kunci: aktivitas fisik; brain gym; activity daily living. AbstractPhysical activity affects functional health in elderly people after stroke. Elderly people after stroke are given exercises to increase physical activity. Daily living activity is a measuring tool to assess functional activity in the elderly after stroke. Daily living activities have been recommended as a functional test with a shorter duration, therefore it is easier to use in the elderly. The purpose of this activity is to provide physical activity or exercise to elderly people after stroke in the form of brain gym exercises with the aim of helping improve the functional abilities of elderly people after stroke. In this service activity, apart from providing exercise, education is also provided to the elderly so that the elderly can know about the importance of physical activity in helping to improve functional activity abilities in the elderly after a stroke. The method of this activity is providing physical activity with brain gym exercises pre-test and post-test given to elderly people with stroke conditions in PAsir Gombong Village which will be implemented from February 2024. This activity starts with a preliminary study, providing materials and exercise video demos, and evaluation. The result of this service activity is that there is a significant increase in functional activity abilities in the elderly with a p value = <0.0001 after providing training with daily living activities in elderly people with stroke conditions. Keywords: physical activity; brain gym; activities daily living.
Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos dan pembuatan vertical vegetable di desa Tiwingan Lama RT. 02 Maulida, Asfa Zahra; Gianthino, Pedro; Nada, Qathrun; Salsabella, Salsabella; Noor, Ihya Hazairin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23170

Abstract

Abstrak Sampah sekarang menjadi salah satu permasalahan terbesar di Indonesia. Jumlah sampah semakin hari semakin bertambah karena dihasilkan dari sampah rumah tangga, sampah rumah sakit dan sampah-sampah di tempat umum. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Kalimantan Selatan timbulan sampah pertahun 2022 menghasilkan 795.814 ton sampah dan untuk Kabupaten Banjar sendiri pertahunnya menghasilkan 149.097 ton sampah. Berdasarkan hasil diagnosis komunitas, permasalahan yang muncul di Desa Tiwingan Lama RT. 02, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yaitu masyarakat belum melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Alternatif pemecahan masalah untuk menangani permasalahan perihal pengelolaan sampah dengan adanya program pemberdayaan berupa penyuluhan dan praktik pengolahan sampah organik serta sampah anorganik. Kegiatan ini bertujuan agar mengurangi permasalahan kesehatan lingkungan khususnya pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pre dan post-test, lembar observasi, serta kuesioner sebagai pemandu wawancara kepada 6 responden pada monitoring lanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan pada masyarakat sebesar 15% pada pre ke post-test I, namun sayangnya terjadi penurunan sebesar 6,67% karena jarak dilaksanakannya post-test II cukup lama setelah kegiatan penyuluhan. Namun meskipun masyarakat mudah lupa tetapi mereka tetap dapat mengimplementasikan apa yang telah disampaikan pada saat edukasi dan pelatihan serta mampu mengelola sampah menjadi pupuk kompos dan vertical vegetable. Hal tersebut dikarenakan mereka lebih mudah mengingat pengalaman praktik pembuatan pupuk kompos dan vertical vegetable dari pada mengingat materi yang diberikan. Kata kunci: penyuluhan; pupuk kompos; vertical vegetable; sampah organik; sampah anorganik Abstract Waste management has emerged as a critical issue in Indonesia, with daily accumulation exacerbating the problem due to contributions from household waste, medical waste, and public area refuse. Data from the National Waste Management Information System (SIPSN) under the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) indicates that South Kalimantan Province produced 795,814 tons of waste in 2022, with Banjar Regency accounting for 149,097 tons annually. Community diagnosis in Tiwingan Lama Village RT. 02, Aranio District, Banjar Regency reveals inadequate waste management practices among residents. To address these challenges, a waste management empowerment program incorporating education and practical training for organic and inorganic waste processing was implemented. This initiative aims to mitigate environmental health issues related to waste management. The methodology encompassed lectures, discussions, and hands-on activities, utilizing pre and post-test questionnaires, observation sheets, and interview-guiding questionnaires for six respondents during follow-up monitoring. The intervention results demonstrated a 15% increase in community knowledge from pre-test to the first post-test, although a 6.67% decline was observed due to the extended interval before the second post-test. Despite this decline, residents effectively applied the acquired knowledge, successfully converting waste into compost and vertical vegetable gardens. This retention is attributed to the greater impact of experiential learning during compost and vertical garden creation compared to theoretical instruction. Keywords: extension; compost; vertical vegetable; organic trash; inorganic waste
Pemberdayaan kader posyandu melalui diversifikasi pangan lokal pada ibu hamil Nuristha Febrianti; Fitri Fitri; Lailatul Mukaromah; Fanissa Nur Ramadani; Ni Komang Mariasih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26223

Abstract

AbstrakStunting adalah masalah gizi kronis yang terjadi pada anak-anak akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Di Kabupaten Sigi prevalensi angka stunting sebesar 26,4%, dengan Desa Tinggede sebagai salah satu desa dengan stunting tertinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah stunting melalui edukasi gizi dan diversifikasi pangan lokal di Desa Tinggede. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang stunting dan pelatihan diversifikasi pangan lokal pada kader, dengan fokus pada pengolahan daun kelor menjadi 10 menu jenis makanan bergizi. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pentingnya gizi dan cara mengolah daun kelor menjadi berbagai makanan yang bergizi. Meskipun hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang minimal, antusiasme peserta menunjukkan kesadaran akan pentingnya diversifikasi pangan lokal. Dalam jangka panjang, diharapkan kegiatan ini dapat menurunkan angka stunting di Desa Tinggede dengan memperbaiki pola makan dan meningkatkan konsumsi makanan bergizi. Kata kunci: daun kelor; diversifikasi pangan; stunting. AbstractStunting is a chronic nutritional problem that occurs in children as a result of malnutrition especially in the First 1000 Days of Life (HPK). In Sigi Regency, the prevalence of stunting is 26.4%, with Tinggede Village as one of the villages with the highest stunting. This activity aims to prevent stunting through nutrition education and diversification of local food in Tinggede Village. Activities are carried out by providing mentoring on stunting and local food diversification training, focusing on the processing of moringa leaves into 10 nutritious food types menus. Results showed that there was an increase in participants' knowledge and skills about the importance of nutrition and how to process moringa leaves into a variety of nutritious foods. Although pre-test and post-test results showed minimal improvement, participants' enthusiasm indicated an awareness of the importance of diversifying local food. In the long term, it is hoped that this activity can reduce stunting rates in Tinggede Village by improving diet and increasing consumption of nutritious food. Keywords: moringa leaves; food diversification; stunting.