cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,718 Documents
Peningkatan keahlian siswa SMA Negeri 4 Semarang dalam perancangan modul Internet of Things dengan Printed Circuit Board Idris, La Ode Muhamad; Nugroho, Andi Kurniawan; Heranurweni, Sri; Muliandhi, Puri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34376

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian siswa SMA Negeri 4 Semarang dalam perancangan desain Printed Circuit Board (PCB) untuk modul Internet of Things (IoT). Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan intensif yang dipadukan dengan praktik langsung, sehingga siswa memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar desain PCB, pengenalan perangkat lunak desain PCB, serta tahapan penyusunan skematik dan layout PCB. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam mengeksplorasi pemanfaatan teknologi IoT, khususnya pada sektor pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang signifikan, di mana kemampuan peserta meningkat dari tingkat pemahaman awal berupa pengenalan konsep dan komponen PCB menjadi mampu merancang dan mengimplementasikan modul IoT sederhana berbasis PCB. Peningkatan kompetensi tersebut ditunjukkan oleh hasil evaluasi kemampuan peserta pada skala penilaian 1–4, yang mengalami kenaikan dari rata-rata skor awal 1,2 menjadi 3,2 setelah kegiatan pelatihan. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era Industri 4.0. Kata kunci: mikrokontroler; printed circuit board; internet of things. Abstract This community service activity aims to improve the skills of students at SMA Negeri 4 Semarang in designing Printed Circuit Boards (PCBs) for Internet of Things (IoT) modules. The activity was conducted through intensive training combined with hands-on practice, enabling students to gain an understanding of the fundamentals of PCB design, the introduction of PCB design software, and the stages of schematic and PCB layout development. The program was not only oriented toward enhancing technical skills but also aimed to foster students’ interest and motivation in exploring the application of IoT technology, particularly in the agricultural sector. The results of the activity indicate a significant improvement in participants’ competencies, where their abilities progressed from an initial level of understanding limited to basic concepts and PCB components to the capability of independently designing and implementing simple PCB-based IoT modules. This improvement is reflected in the evaluation results using a 1–4 competency assessment scale, which showed an increase in the average score from 1.2 before the training to 3.2 after the training. Furthermore, this activity had a positive impact on preparing students to face technological challenges in the era of Industry 4.0. Keywords: microcontroller; printed circuit board; internet of things
Peningkatan ketrampilan nelayan tradisional Desa Ujong Drien melalui teknologi budarjan (bubu dasar jaring) berbasis sumberdaya lokal Fuadi, Afdhal; Rizal, Muhammad; Rusdi, Rusdi; Fajri, Ilham; Ujirta, Randi; Yuslil, Adima
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36671

Abstract

AbstrakSalah satu kabupaten yang berada di WPP 572 adalah kabupaten Aceh Barat dengan manyoritas sebagai nelayan tradisional sebagai pelaku usaha penangkapan ikan salah satunya adalah Desa Ujong Drien. Kelompok nelayan tradisional Desa Ujong Drien melakukan penangkapan ikan di perairan dibawah 12 mil laut, sehingga hasil tangkapan ikan yang diperoleh relatif kecil jika dibandingkan dengan kapal perikanan yang berukuran <5 GT melakukan penangkapan ikan di perairan laut lepas. Selama ini kelompok nelayan tradisional Desa Ujong Drien masih menggunakan alat tangkap sederhana untuk penangkapan ikan demersal yaitu dengan hand line dan gill net, sehingga nelayan tersebut memerlukan waktu yang lama untuk melakukan operasional penangkapan ikan, hasil tangkapan yang belum pasti dan dapat meningkatkan penggunaan BBM. Oleh karena itu perlu adanya teknologi BuDarJan (Bubu Dasar Jaring) untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan demersal. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan pendidikan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari memberikan sosialisasi dan edukasi, pelatihan pembuatan BuDarJan, dan monitoring hasil kegiatan. Adanya ketertarikan nelayan tradisional Desa Ujong Drien yaitu sebanyak 36 dari 40 nelayan untuk menggunakan teknologi BuDarjan sebagai alat penangkapan utama untuk menangkap ikan demersal. Hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak  75% dan 85% peningkatan ketrampilan dalam pembuatan teknologi BuDarJan sebanyak 40 nelayan sebagai penerima manfaat langsung. Kata kunci: budarjan; keterampilan; nelayan tradisional; peningkatan. AbstractOne of the districts in WPP 572 is West Aceh, with a majority of traditional fishermen as fishing business actors, one of which is Ujong Drien Village. The traditional fishing group of Ujong Drien Village catches fish in waters below 12 nautical miles, so the fish catch obtained is relatively small when compared to fishing vessels measuring <5 GT that catch fish in open sea waters. So far, the traditional fishing group of Ujong Drien Village still uses simple fishing gear for catching demersal fish, namely hand lines and gill nets, so that these fishermen need a long time to carry out fishing operations, the catch is uncertain, and fuel consumption can increase. Therefore, it is necessary to have BuDarJan (Net Bottom Trap) technology to increase demersal fish catches. The implementation method is educational through outreach, training, and mentoring. This includes outreach and education, training on creating BuDarJan, and monitoring the results of the activities. There is interest from traditional fishermen of Ujong Drien Village, namely 36 out of 40 fishermen, in using BuDarjan technology as the main fishing tool for catching demersal fish. Monitoring and evaluation results showed a 75% increase in knowledge and an 85% increase in skills in using BuDarJan technology for 40 fishermen, who directly benefited. Keywords: budarjan; skills; traditional fishermen; improvement.
Implementasi teknologi lampu bertenaga laut ramah lingkungan untuk pemberdayaan berkelanjutan mitra nelayan Tanjung Ria Fitriya B., Winda Ade; Unbekna, Sara; Bungasalu, Benny Ambraham; Tampobulon, Aloysius Alexandro; Ansanay, Krista Maya; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35408

Abstract

Abstrak Kelompok nelayan di Kelurahan Tanjung Ria, Jayapura, menghadapi tantangan utama berupa tingginya biaya operasional, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi modern. Penggunaan lampu konvensional berbahan bakar minyak tidak hanya meningkatkan biaya hingga membebani ekonomi keluarga, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan dan tidak ramah lingkungan. Program pengabdian ini menawarkan solusi berupa implementasi teknologi lampu bertenaga air laut berbasis sel elektrokimia dengan elektroda seng (Zn) dan tembaga (Cu), yang mampu menghasilkan tegangan stabil 5V untuk penerangan LED. Teknologi ini ramah lingkungan, hemat energi, mudah dioperasikan, dan dapat mengurangi biaya operasional hingga 40%. Selain itu, program meliputi pelatihan penggunaan lampu, optimalisasi operasi penangkapan melalui monitoring elektronik dan alat tangkap selektif, serta penguatan manajemen usaha dengan sistem pencatatan digital dan strategi pemasaran. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi partisipatif dengan melibatkan mitra secara aktif. Target capaian meliputi pemasangan 20 unit lampu, peningkatan hasil tangkapan 30%, efisiensi biaya operasional 40%, serta peningkatan literasi keuangan dan akses pasar nelayan. Implementasi program ini diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial nelayan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung praktik perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir. Kata kunci: nelayan tradisional; lampu bertenaga air laut; efisiensi energi; manajemen usaha; pemasaran digital. Abstract The fishing community in Tanjung Ria, Jayapura, faces major challenges including high operational costs, limited market access, and low adoption of modern technology. The use of conventional fuel-based lamps not only increases expenses and burdens household economies but also poses safety risks and is environmentally unfriendly. This community service program introduces an innovative solution through the implementation of seawater-powered lamps based on electrochemical cells with zinc (Zn) and copper (Cu) electrodes, capable of generating a stable 5V output for LED lighting. This technology is environmentally friendly, energy efficient, easy to operate, and can reduce operational costs by up to 40%. The program also includes training on lamp operation, optimization of fishing activities through electronic monitoring and selective fishing gear, as well as strengthening business management with digital bookkeeping and marketing strategies. The implementation method covers socialization, training, mentoring, and participatory evaluation involving active engagement of the fisher group. Target achievements include the installation of 20 lamp units, a 30% increase in fish catch, 40% reduction in operational costs, and improved financial literacy and market access. The program is expected to strengthen the fishermen’s economic and social resilience, improve productivity, and promote sustainable fisheries practices in coastal areas. Keywords: small-scale fishermen; seawater-powered lamp; energy efficiency; business management; digital marketing.
Pelatihan inovasi petani cabai merah keriting melalui sinergi produksi dengan “Ikigai Sego Cokot” Saffaanah, Juniva Windiarti; Widjajani, Susi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38011

Abstract

Abstrak Petani cabai merah keriting di Kabupaten Purworejo menghadapi persoalan fluktuasi harga yang sering menekan pendapatan, terutama saat panen melimpah. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan inovasi pascapanen dan rendahnya literasi manajerial petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengolahan hasil panen, memperkuat kemitraan usaha, dan memperluas akses pasar melalui kolaborasi dengan “Ikigai Sego Cokot.” Program dilaksanakan dengan metode partisipatif Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan 5 petani mitra secara aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Pelaksanaan kegiatan mencakup pelatihan teknis pengolahan cabai menjadi produk bernilai tambah (cabai kering, bubuk cabai, dan sambal kemasan), pendampingan manajerial, serta fasilitasi kerja sama pemasaran berbasis kemitraan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, dengan 70% peserta mampu melakukan pengolahan secara mandiri, serta peningkatan kapasitas manajerial di mana 60% peserta sudah mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana. Produk olahan yang dihasilkan mampu bertahan hingga enam bulan dan memperoleh harga jual sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan cabai segar. Data penjualan bulan pertama menunjukkan peningkatan omzet petani sebesar 15%. Secara kualitatif, terjadi peningkatan kepercayaan diri petani dalam bernegosiasi dengan mitra serta terbentuk kelompok kerja kecil yang memperkuat solidaritas dan keberlanjutan produksi. Hasil ini membuktikan bahwa sinergi kemitraan, diversifikasi produk, dan literasi keuangan mampu menjadi solusi terhadap ketidakstabilan harga cabai serta mendukung ketahanan ekonomi petani secara berkelanjutan. Kata kunci: cabai merah keriting; pengolahan pascapanen; kemitraan; pemberdayaan petani; ketahanan ekonomi. Abstract Red chili farmers in Purworejo Regency face challenges due to frequent price fluctuations that suppress their income, especially during abundant harvests, compounded by limited post-harvest innovation and low managerial literacy. This community service program aims to enhance farmers’ capacity in post-harvest processing, strengthen business partnerships, and expand market access through collaboration with “Ikigai Sego Cokot.” Implemented using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach involving five partner farmers from planning to evaluation, the program included technical training on processing chili into value-added products (dried chili, chili powder, and packaged chili sauce), managerial mentoring, and facilitation of partnership-based marketing. Results show that 70% of participants can now process chili products independently, 60% have begun applying simple financial records, and the processed products last up to six months with selling prices around 20% higher than fresh chili. Sales data indicate a 15% increase in farmers’ turnover, while qualitatively, farmers have gained confidence in negotiating with partners and formed small working groups that strengthen solidarity and production sustainability. These outcomes demonstrate that partnership synergy, product diversification, and financial literacy effectively address price instability and promote sustainable economic resilience among chili farmers. Keywords: curly red chili; post-harvest processing; partnership; farmer empowerment; economic resilience.
Peningkatan literasi hukum masyarakat dan mahasiswa Mandailing Natal melalui pelatihan teknis penyusunan gugatan perdata Zulfikar, Zulfikar; Mafaid, Ahmad; Danil, Muhammad; Setiadi, Fadlan Masykura; Pelawi, Jhon Tyson
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37820

Abstract

AbstrakKeterbatasan akses terhadap layanan hukum dan rendahnya literasi hukum masih menjadi persoalan utama bagi masyarakat di wilayah pedesaan, termasuk di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan masyarakat dalam memahami prosedur hukum perdata dan menyusun dokumen gugatan secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi hukum dan keterampilan praktis masyarakat serta mahasiswa hukum melalui pelatihan teknik penyusunan gugatan perdata. Mitra sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Mandailing Natal dan mahasiswa hukum sebagai calon praktisi hukum, dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang yang terdiri atas unsur masyarakat umum dan mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan lokakarya yang memadukan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan latihan langsung penyusunan gugatan perdata. Materi pelatihan difokuskan pada struktur dan teknik penyusunan gugatan perdata, meliputi perumusan identitas para pihak, penyusunan dasar-dasar fakta, perumusan tuntutan hukum, serta pemahaman kompetensi relatif dan absolut pengadilan. Setelah memperoleh materi dan pendampingan langsung selama pelatihan, para peserta mampu secara mandiri menyusun gugatan perdata dengan sistematis dan sesuai dengan ketentuan hukum acara perdata. Selain itu, hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan dan ketercapaian tujuan yang tinggi di kalangan peserta, yang mengindikasikan efektifitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Selain berkontribusi dalam peningkatan kemampuan praktis mahasiswa dan masyarakat, kegiatan pelatihan  ini juga efektif sebagai model pendidikan hukum berbasis masyarakat yang mendukung pemberdayaan hukum dan peningkatan akses keadilan di tingkat lokal. Kata kunci: literasi hukum; gugatan perdata; pelatihan teknis; Mandailing Natal. Abstract Limited access to legal services and low levels of legal literacy remain major challenges for rural communities, including those in Mandailing Natal Regency, North Sumatra. This condition affects the community’s limited ability to understand civil procedural law and to independently prepare civil lawsuit documents. This community service activity aimed to enhance legal literacy and practical legal skills among community members and law students through training on civil lawsuit drafting techniques. The target partners of the program were residents of Mandailing Natal and law students as prospective legal practitioners, with a total of 32 participants consisting of members of the general public and students. The activity was implemented using a workshop-based approach that combined material presentations, interactive discussions, and hands-on practice in drafting civil lawsuits. The training materials focused on the structure and techniques of civil lawsuit preparation, including the formulation of party identities, the drafting of factual grounds, the formulation of legal claims, and an understanding of the court’s relative and absolute jurisdiction. After receiving the materials and direct mentoring during the training, participants were able to independently draft civil lawsuits in a systematic manner and in accordance with civil procedural law. Furthermore, post-activity evaluation results indicated high levels of participant satisfaction and goal attainment, demonstrating the effectiveness of the training in improving participants’ understanding and practical skills. In addition to enhancing the practical competencies of students and community members, this training activity proved effective as a community-based legal education model that supports legal empowerment and improved access to justice at the local level. Keywords: legal literacy; civil lawsuit; technical training; Mandailing Natal.
Peningkatan perekonomian masyarakat melalui pelatihan pengolahan Se’i di Desa Ponain Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Sulmiyati, Sulmiyati; Malelak, Gemini E. M.; Jelantik, I Gusti Ngurah; Lalus, Matheos Filipus; Benu, Imanuel; Telupere, Frangky M.S.; Lawa, Alvrado Bire
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37662

Abstract

AbstrakPelaksanaan kegiatan PKM pada kelompok Tani Nefo Tua Desa Ponain Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang bertujuan untuk meningkatan peningkatan kesejahtraan anggota kelompok melalui penyelsaian masalah belum maksimalnya pengelolaan daging dalam pembuatan se’i, kemasan daging se’i dan pemasaran produk hasil yang lebih luas. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan alat pengasapan yang dirancang khusus dalam pengolahan se’i, penggunaan teknologi alat vakum untuk pengemasan serta starategi membangunan jaringan penjualan melalui pemanfaatan toko modern. Metode  yang digunakan melalui penyuluhan partisipatif, praktek pelatihan secara langsung. Hasil kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi kelompok tani terkait pengetahuan tentang dinamika kelompok, analisis pemasaran serta penggunaan alat pengasapan yang benar dan efektif dalam menghasilkan produk se’i yang memiliki kualitas gizi dan layak. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat penerimaan Kelompok Tani Nefo Tua terhadap produk se’i menunjukkan respons yang baik, yang ditunjukkan 50% anggota menyukai produk dan menilai cita rasa produk memiliki karakteristik khas se’i. Aspek peningkatan kapasitas, terjadi peningkatan pengetahuan 66,67% setelah pelatihan, yang didukung dengan penilaian 66,67% keterampilan tim pelaksana. Aspek pengembangan usaha 83,33% menilai se’i memiliki prospek ekonomi, dan 66,67% menyatakan minat untuk mengembangkannya, meskipun daya tari kemasan berada pada kategori sedang dengan 50% menilai menarik. Kesimpulan pelatihan pembuatan se’i daging sapi menghasilkan produk yang layak dipasarkan dan berpotensi menjadi usaha prospektif bagi kelompok tani melalui penerapan standarisasi produk, ketersediaan bahan baku, dan manajemen pemasaran yang mendukung peningkatan kesejahteraan. Kata kunci: ekonomi; kelompok tani nefo tua; kupang; se’i. Abstract The first problem faced by the Nefo Tua Farmers Group community engagement partners is Ponain Village, Amarasi District, Kupang Regency. The development of se'i as a processed meat business product has yet to be developed optimally. The second problem is that the marketing of se'i products needs to be maximised by improving packaging. The third problem is marketing analysis and development prospects for se'i. The solution offered consists of two programs, namely the first program, carrying out se'i processing using smoking equipment and the second program, marketing se'i products using labelled vacuum packaging. The third program is marketing analysis and product development of se’i. The methods provided include participatory counselling, practical training, and direct demonstrations in processing beef se'i and packaging the resulting se'i products, as well as guidance and mentoring. As a result of the service activities, the Nefo Tua Farmers group gained knowledge about group dynamics and business and marketing analysis, as well as applying and demonstrating knowledge about processing beef into se'i using a closed smoker and practically packaging the products produced. Based on the evaluation, the acceptance of the se’i product by the Nefo Tua Farmer Group was categorized as favourable, with 50% of participants reporting a preference for the product and perceiving its sensory attributes as representative of the distinctive characteristics of se’i. In terms of capacity building, a 66.67% increase in knowledge was observed following the training, supported by a 66.67% positive assessment of the facilitation team’s technical competence. From a business development perspective, 83.33% of identified se’i as having economic potential, and 66.67% expressed an intention to pursue their development as an entrepreneurial activity, although the perceived attractiveness of the packaging remained moderate, with 50% of rating it as appealing. In conclusion, the training on beef se’i production yielded a marketable product and demonstrated its potential as a viable opportunity for farmer groups through the implementation of product standardization, ensured raw material availability, and effective marketing management to support improved livelihoods Keywords: economy; nefo tua farmer groups; kupang; se’i
Pendampingan dan bimbingan TOEFL Strategies guna meningkatkan kompetensi bahasa inggris guru di SMP Nurul Falah Johar Karawang Puspitaloka, Nina; Ramadhani, Nasyya Aulia; Azayaka, Nayna Famelia; Zakiyatunnisa, Salsabila; Lumbantoruan, Rossa Merry Paskalia; Kholisoh, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37829

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap materi TOEFL Structure and Written Expression, khususnya bagi guru di Kota Karawang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah ceramah, praktik, diskusi dan tanya jawab. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMP Nurul Falah Johar Karawang, yang berlokasi di Karawang Timur. Kegiatan ini diikuti oleh enam orang peserta yang merupakan guru SMP di sekolah mitra. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui penyebaran angket kepuasan kepada peserta. Berdasarkan hasil angket kepuasan, peserta menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan sangat bernilai positif. Pada indikator kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan, materi yang dibawakan, penyampaian materi, kesesuaian materi, sebanyak 5 peserta (83,3%) menyatakan sangat setuju dan 1 peserta (16,7%) setuju dengan alasan bahwa kegiatan ini memang memberikan dampak baik terhadap peningkatan skill TOEFL para guru di SMP Nurul Falah Johar Karawang.  Kegiatan ini juga dinilai dapat membantu meningkatnya pemahaman peserta terhadap struktur tata kalimat Bahasa Inggris dalam pengerjaan soal-soal TOEFL. Kata kunci: TOEFL; structure and written expression; pengabdian kepada masyarakat; guru SMP. AbstractThis Community Service Program was carried out with the aim of improving teachers’ understanding of the TOEFL Structure and Written Expression section, specifically for teachers in Karawang. The methods used in this program included lectures, practice sessions, discussions, and question-and-answer activities. The partner institution for this program was SMP Nurul Falah Johar Karawang, located in East Karawang. The activity was attended by six participants who are teachers at the partner school. The evaluation of the program was conducted through the distribution of satisfaction questionnaires to the participants. Based on the questionnaire results, participants indicated that the training provided highly positive value. Regarding indicators of participant satisfaction—such as program implementation, the delivered material, clarity of presentation, and relevance of the content—five participants (83.3%) strongly agreed and one participant (16.7%) agreed that the program had a beneficial impact on improving the TOEFL skills of teachers at SMP Nurul Falah Johar Karawang. The program was also considered helpful in enhancing participants’ understanding of English sentence structure for completing TOEFL questions. Keywords: TOEFL; structure and written expression; community service; junior high school teachers.
Penguatan literasi kosmetik aman guru MGMP kimia Kota Padang melalui edukasi dan pelatihan Sandrawati, Neny; Thaitami, Siti Hajar; Away, Romy Dwipa Yamesa; Stiadi, Della Rosalynna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36631

Abstract

Abstrak Peredaran kosmetik ilegal tanpa izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan rhodamin masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Kosmetik ilegal berpotensi menimbulkan dampak toksik akut maupun kronis bagi penggunanya. Dalam konteks tersebut, Guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kota Padang memiliki peran strategis sebagai agen literasi kimia, namun penguatan kapasitas melalui peningkatan pengetahuan dan pelatihan teknis masih diperlukan untuk mendukung kemampuan identifikasi kosmetik yang aman dan legal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai bahaya kosmetik ilegal, keterampilan membaca label, kemampuan mengecek legalitas melalui aplikasi BPOM, serta pemahaman teknik penggunaan kosmetik yang benar sesuai jenis kulit. Kegiatan ini melibatkan 40 orang guru. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan oleh narasumber, pelatihan terstruktur, dan simulasi praktik langsung yang diikuti oleh peserta. Hasil program pengabdian masyarakat menunjukkan hasil yang positif, dengan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, tercermin dari naiknya skor pada 11 dari 15 pertanyaan pre-test dan post-test (p < 0,05). Kegiatan ini terbukti efektif memperdalam pemahaman peserta mengenai risiko kosmetik ilegal, cara menilai label dan bahan berbahaya, serta penggunaan aplikasi BPOM Mobile, sehingga mendorong peningkatan kesadaran dalam memilih produk kosmetik yang aman. Kata kunci: BPOM; guru; kosmetik ilegal; merkuri. Abstract The circulation of illegal cosmetic products without authorization from the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM), which often contain hazardous substances such as mercury, hydroquinone, and rhodamine, remains a significant public health concern. These products may cause both acute and chronic toxic effects in users. In this context, teachers of the Chemistry Subject Teachers’ Association (MGMP) in Padang City play a strategic role as agents of chemical literacy; however, strengthening their capacity through enhanced knowledge and technical training is still required to support their ability to identify safe and legally approved cosmetic products. This community service program aimed to improve teachers’ knowledge of the risks associated with illegal cosmetics, skills in reading product labels, ability to verify product legality using the BPOM Mobile application, and understanding of proper cosmetic use according to skin type. The program involved 40 chemistry teachers and was implemented through several stages, including educational lectures, structured training sessions, and hands-on practice simulations. The results demonstrated a positive impact of the program, with a significant improvement in participants’ knowledge and skills, as reflected by increased scores in 11 out of 15 pre-test and post-test questions (p < 0.05). Overall, the program was effective in enhancing participants’ understanding of the risks of illegal cosmetics, methods for evaluating labels and hazardous ingredients, and the use of the BPOM Mobile application, thereby promoting greater awareness in selecting safe cosmetic products. Keywords: BPOM; teacher; illegal cosmetic; mercury.
Pendampingan penyusunan laporan keuangan BUMDES dengan menggunakan aplikasi BUM Desa PKN STAN, pada BUMDES Bunga Bangsa, Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan Angraini, Merie Satya; Samsuki, Samsuki; Achmad, Jaka; Abidin, Zainal; Maulidi, Achmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36299

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kendala utama yang dihadapi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola keuangan, yaitu keterbatasan sumber daya manusia dan pemahaman akuntansi yang masih minim. Permasalahan ini mengakibatkan pencatatan transaksi yang belum sistematis dan kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang akuntabel dan transparan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah bimbingan teknis dan pendampingan secara intensif, dengan pendekatan partisipatif dan Project-Based Learning menggunakan aplikasi akuntansi sederhana berbasis Microsoft Excel. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis sekaligus meningkatkan keterampilan teknis pengelola BUMDes. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan pengelola BUMDes. Mereka kini mampu melakukan pencatatan keuangan secara terstruktur, yang secara otomatis menghasilkan laporan keuangan dasar seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Keberhasilan ini tidak hanya menyelesaikan masalah teknis pencatatan, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi tata kelola keuangan BUMDes. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif sebagai model transfer pengetahuan yang dapat mendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi desa di masa depan. Kata kunci: pendampingan; laporan keuangan; BUMDES; aplikasi BUM Desa; PKN STAN. Abstract This community service activity aims to overcome the main obstacles faced by Village-Owned Enterprises (BUMDes) in managing finances, namely limited human resources and minimal understanding of accounting. This problem results in unsystematic transaction recording and difficulties in preparing accountable and transparent financial reports. The method used in this activity is intensive technical guidance and mentoring, with a participatory approach and Project-Based Learning using a simple accounting application based on Microsoft Excel. This approach is designed to provide practical solutions while improving the technical skills of BUMDes managers. The results of this activity show a significant increase in the capabilities of BUMDes managers. They are now able to carry out structured financial records, which automatically produce basic financial reports such as profit and loss statements, balance sheets and cash flows. This success not only resolves technical recording problems, but also strengthens the accountability and transparency of BUMDes financial governance. Thus, this activity has proven to be effective as a knowledge transfer model that can encourage village economic independence and sustainability in the future. Keywords: mentoring; financial reports; BUMDES; BUM Village application; PKN STAN.
Pemberdayaan petani padi melalui pengembangan produk turunan padi oleh UMKM Ikigai Sego Cokot di Desa Piji, Bagelen, Purworejo Brata, Hani Laila; Widjajani, Susi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38257

Abstract

AbstrakSektor pertanian, khususnya budidaya padi, memainkan peran penting dalam ekonomi masyarakat Desa Piji, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Namun, petani kecil di daerah ini menghadapi kesejahteraan yang rendah akibat terbatasnya inovasi produk, akses pasar, dan fluktuasi harga beras. Kegiatan pengabdian masyarakat ini membahas pengembangan produk turunan berbasis beras melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara UMKM "Ikigai Sego Cokot," yang mengolah beras menjadi produk kuliner unik, dan petani padi lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan menciptakan rantai nilai baru yang menguntungkan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup tahap perencanaan, pelatihan produksi dan pengemasan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan kelompok petani padi lokal sebagai mitra sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra secara signifikan, di mana petani yang sebelumnya hanya menjual gabah kini mampu menguasai teknologi pengolahan beras menjadi produk kuliner bernilai tambah ("Sego Cokot"), teknik pengemasan higienis, serta pemahaman manajemen pemasaran sederhana. Peningkatan kompetensi ini menjadi modal dasar kemandirian ekonomi petani untuk menciptakan rantai nilai baru yang menguntungkan. Kata Kunci: petani padi; inovasi UMKM; peningkatan keterampilan; nilai tambah produk; kesejahteraan petani. AbstractThe agricultural sector, particularly rice cultivation, plays an important role in the economy of the Piji Village community, Bagelen District, Purworejo Regency. However, small farmers in this area face low welfare due to limited product innovation, market access, and fluctuations in rice prices. This community service activity discusses the development of rice-based derivative products through Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) aimed at improving farmers' welfare. This initiative involves collaboration between the MSME "Ikigai Sego Cokot," which processes rice into unique culinary products, and local rice farmers to enhance the added value of agricultural products and create a new profitable value chain. The implementation method uses a participatory approach that includes planning stages, production and packaging training, mentoring, and evaluation. This activity involves local rice farmer groups as target partners. The results showed a significant increase in partners' skills, where farmers who previously only sold grain are now able to master rice processing technology into value-added culinary products ("Sego Cokot"), hygienic packaging techniques, and understanding of simple marketing management. This increase in competence becomes the basic capital for farmers' economic independence to create a profitable new value chain. Keywords: rice farmers; MSME innovation; skill improvement; product value added; farmer welfare.