cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,856 Documents
Peningkatan literasi dan kreativitas anak melalui program “Cerdas Bersama” berbasis taman literasi di Kabupaten Gayo Lues Ulil Amna; Tisna Harmawan; Vivi Mardina; Fachrizal Fachrizal; Intan Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38911

Abstract

Abstrak Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan dan bahan bacaan anak, sehingga berdampak pada rendahnya minat baca dan pengembangan kreativitas anak. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kreativitas anak melalui Program “Cerdas Bersama” berbasis taman literasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat dan aparatur Desa Gumpang Pekan dengan sasaran utama anak-anak desa yang berjumlah sekitar 30 orang. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu survei lapangan dan analisis kebutuhan, sosialisasi program, penyediaan fasilitas taman literasi, serta pendampingan kegiatan literasi dan kreativitas anak selama satu bulan. Program ini melibatkan mahasiswa KKN sebagai fasilitator yang melaksanakan berbagai aktivitas edukatif seperti bimbingan belajar, lomba menggambar dan mewarnai, serta kegiatan literasi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan taman literasi dan kegiatan pendampingan mampu meningkatkan minat baca dan partisipasi anak dalam kegiatan belajar kreatif. Selain itu, tingkat kehadiran peserta menunjukkan peningkatan selama pelaksanaan program. Program ini juga mendapatkan dukungan dari masyarakat dan aparatur desa sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak di Desa Gumpang Pekan, Kabupaten Gayo Lues. Kata kunci: literasi anak; kreativitas anak; taman literasi; program cerdas bersama; gayo lues. AbstractGayo Lues Regency is one of the regions in Aceh Province that has limited access to educational facilities and children's reading materials, which affects the low level of reading interest and creativity development among children. Therefore, this community service program (PKM) aims to improve children's literacy and creativity through the "Cerdas Bersama" literacy park-based program. The partners in this activity were the community and village officials of Gumpang Pekan Village, with the main target being approximately 30 children. The program was implemented through several stages, including field surveys and needs analysis, program socialization, provision of literacy park facilities, and assistance in literacy and creative activities for one month. This program involved university students participating in community service (KKN) as facilitators who conducted various educational activities such as tutoring sessions, drawing and coloring competitions, and creative literacy activities. The results showed that the existence of the literacy park and mentoring activities increased children's reading interest and participation in creative learning activities. In addition, the level of participant attendance showed improvement during the program implementation. The program also received support from the community and village authorities and is expected to be sustainably utilized as a learning facility for children in Gumpang Pekan Village, Gayo Lues Regency. Keywords: children’s literacy; children’s creativity; literacy park; ”cerdas bersama” program; gayo lues.
Penguatan kapasitas badan usaha milik desa (BUMDes) melalui peningkatana pemasaran digital berbasis media sosial di Desa Tangkit Baru Kabupaten Muaro Jambi Pera Nurfathiyah; Fuad Nurdiansyah; Dwi Arianti; Zakiah Zakiah; Sri Utami Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38905

Abstract

Abstrak BUMDes Megariona memiliki potensi ekonomi berbasis komoditas nanas dan agrowisata, namun kapasitas kelembagaan dan literasi digital pengelola masih rendah sehingga pemasaran produk terbatas pada pasar lokal. Program pengabdian dilakukan pada bulan Mei – September 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan literasi digital, manajemen akun media sosial, dan pembuatan konten promosi, serta melibatkan mahasiswa dalam pendampingan teknis dan dokumentasi. Hasilnya, kegiatan pelatihan digital marketing dilaksanakan bersama BUMDes Megariona telah berdampak positif dalam peningkatan kapasitas kelembagaan dan keterampilan promosi produk lokal berbasis media sosial dan marketplace. Keberhasilan peserta dalam mengoperasikan akun digital, memproduksi konten promosi, dan membentuk komunitas belajar digital menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran partisipatif berbasis komunitas efektif mendorong transformasi digital di tingkat desa melalui komunitas belajar berbasis media social. Selain itu Keberlanjutan jangka panjang yang dapat dilakukan oleh pemerintah desa perlu menyusun kebijakan yang mendukung pengelolaan komunitas belajar digital secara berkesinambungan, termasuk pembentukan tim khusus pengelola akun promosi desa serta kerja sama dengan perguruan tinggi atau lembaga riset untuk pendampingan dan evaluasi dampak sosial-ekonomi. Selain itu, peneliti di masa mendatang dapat melakukan kajian longitudinal mengenai efektivitas komunitas belajar digital dalam meningkatkan pendapatan desa dan memperluas pasar produk lokal, sekaligus mengembangkan kurikulum pelatihan yang adaptif terhadap tren teknologi baru.   lain. Kata kunci: agrowisata;  liteasi; pemasaran ;pemberdayaan. Abstract BUMDes Megariona in Tangkit Baru Village, Muaro Jambi Regency, plays a strategic role in strengthening the local economy based on pineapple commodities and agro-educational tourism potential. However, institutional and managerial capacity remains limited, particularly in utilizing digital technology for marketing. The lack of digital literacy and managerial skills in optimizing social media has resulted in low product competitiveness and restricted market access. This community service program aims to enhance the managerial capacity and digital literacy of BUMDes administrators through training and mentoring in social media–based digital marketing strategies. Activities include creating promotional content, managing accounts, and developing an integrated marketing system from upstream to downstream. A participatory approach is applied to ensure program effectiveness and sustainability. Expected outcomes include improved digital competence of administrators, the establishment of operational guidelines for digital marketing, increased exposure of BUMDes products, and scientific publications. The program also supports the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy and Key Performance Indicators (IKU) through active student involvement. Thus, this initiative is expected to serve as a model for strengthening village economies through digital transformation that can be replicated in other regions. Keywords: agrotourism; digital literacy; social media marketing; community empowerment.
Penguatan media branding digital BUMDes "Karya Cemerlang" Tegalrejo melalui video dan buku profil dalam mendukung pencapaian SDGs desa mandiri Afif Nur Pratama; Assyfa Rasya Saroso; Deska Aprilia Miyarti Putri; Elvina Damayanti Putri Latifiadi; Felix Yohanes U. Aritonang; Kayla Azkuri Nabila; Muhammad Nashiruddin; Shinta Paramita; Vicha Fadhia Putricia Ismail; Wulandari Kusumawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38721

Abstract

Abstrak BUMDes Karya Cemerlang memiliki potensi ekonomi yang signifikan melalui unit usaha manufaktur paving blok dan peternakan kambing. Namun, potensi tersebut belum teroptimalisasi secara maksimal akibat keterbatasan media informasi dan representasi visual kelembagaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas dan profesionalisme BUMDes Karya Cemerlang melalui pendampingan pembuatan video profil dan buku profil sebagai instrumen promosi dan transparansi. Kegiatan pengabdian ini melibatkan seluruh elemen desa, yakni pemerintah desa, BUMDes Karya Cemerlang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif, meliputi tahapan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola BUMDes Karya Cemerlang, serta dokumentasi teknis unit usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pembuatan media profil yang sistematis mencakup spesifikasi teknis produk, legalitas, dan visualisasi operasional berhasil meningkatkan citra profesional BUMDes Karya Cemerlang di mata publik. Buku profil berfungsi sebagai dokumen administratif yang akuntabel, sementara video profil menjadi media branding digital yang memperluas jangkauan pasar. Integrasi kedua media tersebut terbukti mampu memperkuat citra profesioanl BUMDes Karya Cemerlang serta menjembatani potensi lokal dengan akses pasar yang lebih luas. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan perangkat desa dalam penguatan tata kelola informasi merupakan langkah strategis di era digital untuk mewujudkan SDGs Desa, khususnya tujuan ke-8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) dengan meningkatkan akses pasar dan peluang pekerjaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas komunikasi kelembagaan dan memperkuat citra profesional BUMDES Karya Cemerlang hingga berpotensi mendukung peningkatan akses pasar dan kerja sama dengan pihak eksternal. Kata kunci: BUMDes Karya Cemerlang; buku profil; video profil; identitas lembaga; promosi desa. AbstractThe Karya Cemerlang Village-Owned Enterprise (BUMDes) has significant economic potential through its paving block manufacturing and goat farming business units. However, this potential has not been fully utilized due to limited information media and institutional visual representation. This community service program aims to strengthen the identity and professionalism of the Karya Cemerlang Village-Owned Enterprise through assistance in the creation of a profile video and a profile book as promotional and transparency instruments. This community service initiative involves all elemens of the village, including the village government, The Karya Cemerlang Village-Owned Enterprise (BUMDes), the Village Consultative Body (BPD), and the village community. The method used was descriptive qualitative with a participatory approach, encompassing field observations, in-depth interviews with BUMDes Karya Cemerlang managers, and technical documentation of the business units. The results of the community service program demonstrate that the systematic creation of profile media, including product technical specifications, legality, and operational visualization, successfully enhanced the professional image of the Karya Cemerlang Village-Owned Enterprise in the public eye. The profile book serves as an accountable administrative document, while the profile video serves as a digital branding tool that expands market reach. The integration of these two media has proven effective in strengthening the professional image of BUMDes Karya Cemerlang and bridging local potential with broader market access. The success of this community service initiative demonstrates that the synergy between universities and villages officials in strengthening information management is a strategic step in the digital era to achieve the Village SDGs, particularly Goal 8 (Equitable Rural Economic Growth), by enhancing market access and employment opportunities. Overall, this initiative successfully improved the quality of institutional communication and strengthened the professional image of BUMDes Karya Cemerlang, thereby potentially supporting increased market access and collaboration with external parties. Keywords: BUMDes Karya Cemerlang; profile book; profile video; institutional identity; village promotion.
Pendampingan pembelajaran matematika berbasis GeoGebra sebagai upaya inovasi kelas di SMP Satap Riangpuho Benadus Bin Frans Resi; Lusia Bince Kumanireng; Anggelina Salesia Ima Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38907

Abstract

AbstrakPembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama rendahnya pemahaman konsep siswa akibat dominasi metode pembelajaran konvensional dan minimnya pemanfaatan teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam menggunakan GeoGebra sebagai media pembelajaran serta mendorong inovasi pembelajaran matematika di SMP Satap Riangpuho. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah guru matematika dan siswa dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang yang terdiri dari 2 guru dan 25 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik langsung, serta diskusi reflektif yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan GeoGebra, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 56 pada pre-test menjadi 82 pada post-test. Selain itu, sebanyak 88% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat dan 90% peserta merasa GeoGebra membantu dalam memahami konsep matematika secara visual. Secara kualitatif, kegiatan ini juga meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa serta mendorong guru untuk mengimplementasikan pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi. Dengan demikian, pendampingan pembelajaran matematika berbasis GeoGebra terbukti efektif sebagai upaya inovasi kelas yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah. Kata kunci: GeoGebra; Pembelajaran matematika; inovasi kelas; pendampingan; teknologi pendidikan Abstract      Mathematics learning at the junior high school level still faces various challenges, particularly students’ low conceptual understanding due to the dominance of conventional teaching methods and the limited use of technology. This community service activity aimed to enhance the competence of teachers and students in using GeoGebra as a learning medium, as well as to promote innovation in mathematics learning at SMP Satap Riangpuho. The target participants of this activity were mathematics teachers and students, with a total of 27 participants consisting of 2 teachers and 25 students. The implementation methods included training, mentoring, hands-on practice, and reflective discussions carried out through preparation, implementation, and evaluation stages. The results showed a significant improvement in participants’ understanding and skills in using GeoGebra, as indicated by an increase in the average score from 56 in the pre-test to 82 in the post-test. In addition, 88% of participants stated that the activity was highly beneficial, and 90% reported that GeoGebra helped them better understand mathematical concepts through visualization. Qualitatively, the activity also increased students’ engagement and learning motivation, while encouraging teachers to implement more interactive and technology-based learning. Therefore, GeoGebra-based mathematics learning assistance has proven to be an effective strategy for classroom innovation in improving the quality of mathematics learning in schools. Keywords: GeoGebra; mathematics learning; classroom innovation; mentoring; educational technology
Deteksi dini penyakit Tuberkulosis dan optimalisasi program TEMukan Pisahkan Obati (TEMPO) pada kelompok berisiko untuk menurunkan kasus Tuberkulosis Fihiruddin Fihiruddin; Fachrudi Hanafi; Nurul Inayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38280

Abstract

Abstrak Kasus Tuberkulosis paru (TB paru) yang ternotifikasi dan mendapatkan pengobatan di Puskesmas ubung sebanyak 40 kasus, sedangkan kasus TB paru di Desa Jelantik sebanyak 12 kasus, dimana salah satu sumber penularannya ialah pemahaman masyarakat mengenai TB paru, cara penularan dan pencegahannya masih rendah, serta kebiasaan penderita TB paru mengeluarkan dahak sembarangan sehingga dapat menginfeksi ke orang sehat terutama kelompok berisiko, seperti orang yang kontak erat atau tinggal satu rumah dengan penderita TB paru, penderita diabetes mellitus dan perokok aktif. Strategi TEMPO merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kasus TB paru baru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat  tentang TB paru dan menurunkan kasus TB paru dengan strategi TEMPO yaitu TEMukan penderita TB paru melalui deteksi dini TB paru pada kelompok berisiko, antrara lain orang yang kontak erat atau tinggal satu rumah dengan penderita TB paru, penderita diabetes mellitus dan perokok aktif menggunakan Probe-DNA untuk menemukan infeksi baru TB paru, serta membentuk kelompok masyarakat program TEMPO.  Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksaan serta monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan terdiri dari identifikasi permasalahan, sosialisasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan. Tahap pelaksaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari sosialisasi, penyuluhan dan edukasi, deteksi dini TB paru kelompok berisiko, serta pembentukan kelompok masyarakat untuk terlibat dalam program TEMPO. Tahap akhir yaitu evaluasi pelaksanaan kegiatan. Penyuluhan yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang TB paru dari 40% menjadi 85%. Program TEMPO yang telah dilaksanakan dapat meminimalkan bertambahnya kasus TB paru dan telah terbentuk kelompok masyarakat dalam program TEMPO. Kata kunci: tb paru; kelompok berisiko; program TEMPO. Abstract Cases of pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) that were notified and received treatment at the Ubung Community Health Center were 40 cases, while cases of pulmonary TB found in Jelantik Village were 12 cases. One of the sources of transmission it is the low level community's understanding of pulmonary TB, how it was transmitted and its prevention, as well as the habit of pulmonary TB sufferers to spit out sputum carelessly so that it could infect healthy people, especially at-risk groups, such as people who are in close contact or live in the same house with pulmonary TB sufferers, diabetes mellitus sufferers and active smokers. The TEMPO strategy is one of the efforts to reduce new pulmonary TB cases. This activity aims to increase public understanding of pulmonary TB and reduce pulmonary TB cases with the TEMPO strategy, namely finding pulmonary TB sufferers through early detection of pulmonary TB in at-risk groups, including people who are in close contact or live in the same house with pulmonary TB sufferers, diabetes mellitus sufferers and active smokers using DNA Probe to find new pulmonary TB infections, and forming community groups for the TEMPO program. This activity is carried out in three stages, that is: preparation, implementation, and monitoring and evaluation. The preparation stage consists of problem identification, socialization, and preparation for activity implementation. The implementation phase of community service activities includes counseling, education, early detection of pulmonary TB in at-risk groups, and the formation of community groups to participate in the TEMPO program. The final phase is an evaluation of the program's implementation. The counseling has increased community understanding of pulmonary TB from 40% to 85%. The TEMPO program has minimized the increase in pulmonary TB cases and has formed community groups within the TEMPO program. Keywords: pulmonary TB; risk group; TEMPO program.
Skrining keseimbangan, proprioseptif dan kelincahan untuk pencegahan cedera dan peningkatan performa pada komunitas basket UPN Veteran Jakarta A A I Ayesa Febrinia Adyasputri; Raufina Riandhani Mulyoto; Ni Nyoman Melani Karang; Fitri Indriyani; Fauziah Nurhasanah; Aulia Maharani; Legi Puteri Prasya; Mutiara Chaerunnisa; Tariva Ramadhanty; Attaya Ahmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38312

Abstract

Abstrak Sistem neuromuskular merupakan satu sistem yang kompleks dan saling terhubung yang menghubungkan otak, spinal cord dan  saraf ekstremitas dengan reseptor sensorik dan otot yang terletak di seluruh tubuh. Peran sistem neuromuskular berfungsi untuk mengintegrasikan informasi sensorik sehingga dapat mengoordinasikan tindakan otot yang tepat yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang diinginkan. Salah satu olahraga yang membutuhkan keseimbangan, proprioseptif dan kelincahan yaitu basket. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi keseimbangan, proprioseptif dan kelincahan  guna meningkatkan performa dan mencegah cedera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap  proses persiapan, pelaksanaan, pengolahan hasil dari pemeriksaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Limo UPN Veteran Jakrta pada 14 November 2025 dengan metode demonstrasi pada 21 orang yang terlibat. Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa program skrining ini efektif dalam mengidentifikasi profil kemampuan keseimbangan, propioseptif, dan kelincahan pada komunitas basket FEB dan FISIP UPN “Veteran” Jakarta. Meskipun mayoritas peserta menunjukkan performa yang baik hingga rata-rata pada nilai keseimbangan, propioseptif, dan kelincahan. Kegiatan ini berhasil memberikan gambaran kondisi neuromotor peserta dan dapat digunakan sebagai dasar pemberian rekomendasi latihan preventif untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan performa bermain basket. Kata Kunci : basket; kelincahan; keseimbangan; propioseptif Abstract The neuromuscular system is a complex and interconnected system that connects the brain, spinal cord, and peripheral nerves with sensory receptors and muscles located throughout the body. The role of the neuromuscular system is to integrate sensory information so it can coordinate appropriate muscle actions necessary to produce desired movements. One sport that requires balance, proprioception, and agility is basketball. This activity aims to assess balance, proprioception, and agility to enhance performance and prevent injuries. This community service activity was carried out through three stages: the preparation process, implementation, and processing of examination results. This activity was held at Lapangan Limo Upn Veteran Jakarta on November 14, 2025 using a demonstration method involving 21 participants. Overall, the neuromotor skill examination results show that this screening program is effective in identifying the balance, proprioception, and agility profiles of the FEB and FISIP UPN "Veteran" Jakarta basketball community. Although the majority of participants demonstrated good to average performance in balance, proprioception, and agility. This activity successfully provided an overview of participants' neuromotor condition and can be used as a basis for providing preventive training recommendations to reduce injury risk and improve basketball performance. Keywords: basketball; agility; balance; propioception
Pengenalan bahasa Inggris peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik untuk anak-anak RA Al-Ikhlas Kota Bengkulu Ira Maisarah; Reza Satria Rinaldi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37963

Abstract

Abstrak Pembelajaran bahasa Inggris pada pendidikan anak usia dini di Indonesia masih menghadapi keterbatasan kompetensi guru dan media yang sesuai, meskipun masa golden age merupakan periode optimal bagi pemerolehan bahasa secara alami dan efektif. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RA Al-Ikhlas Kota Bengkulu bertujuan untuk mengenalkan kosakata dasar bahasa Inggris kepada anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berbasis bermain (play-based learning). Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang mendorong keterlibatan aktif anak-anak pada setiap tahap proses pembelajaran.  Permainan edukatif yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi matching game dan guessing game yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan anak sekaligus mempermudah pemahaman materi secara menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan tatap muka pada bulan September 2025 dengan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak, yaitu peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik. Berbagai media pembelajaran, seperti poster, kartu gambar, lagu anak, dan permainan edukatif, digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 85% anak mampu mengenali dan membedakan kosakata yang diperkenalkan melalui media visual, sementara dua orang guru menyatakan bahwa metode pembelajaran berbasis permainan dan media visual efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Kata kunci: listrik; pengenalan; peralatan rumah tangga; RA Al-Ikhlas. Abstract English language learning in early childhood education in Indonesia still faces limitations in teacher competence and the availability of appropriate learning media, even though the golden age is an optimal period for natural and effective language acquisition. Based on this condition, the community service program conducted at RA Al-Ikhlas in Bengkulu aimed to introduce basic English vocabulary to young learners through an interactive, contextual, and play-based learning approach. This program was implemented using participatory and educational approaches that encouraged children’s active involvement at every stage of the learning process. The educational games applied in this activity included matching games and guessing games, which were designed to enhance children’s engagement while facilitating their understanding of the material enjoyably. The activity was carried out in two face-to-face meetings in September 2025, focusing on themes closely related to children’s daily lives, namely household appliances that use electricity. Various learning media, such as posters, picture cards, children’s songs, and educational games, were utilized to create an active and enjoyable learning atmosphere. The results showed that 85% of the children were able to recognize and differentiate the vocabulary introduced through visual media. At the same time, two teachers stated that game-based learning methods and visual media were effective in creating a more engaging and enjoyable classroom environment. Keywords: electricity; household appliances; introduction; RA Al-Ikhlas.
Penguatan literasi lingkungan berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SD Muhammadiyah PK Nogosari Zaki Afifi; Isnaya Arina Hidayati; Mahasri Shobahiya; Ahmad Baihaqi Esaputra; Mirzam Arqy Ahmadi; Nashiruddin Amin; Bayu Rahmat Setiyo; Anwar Anwar; Rio Ramadhon
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38473

Abstract

AbstrakKerusakan lingkungan yang semakin meningkat menuntut peran strategis pendidikan dalam membentuk kesadaran dan perilaku peduli lingkungan. Program Sekolah Adiwiyata merupakan kebijakan nasional untuk mewujudkan budaya sekolah berwawasan lingkungan, namun implementasinya pada sekolah berbasis keagamaan masih menghadapi tantangan pada aspek literasi nilai, komitmen warga sekolah, dan kesiapan administratif. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan program pengabdian masyarakat berbasis penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam mendukung kesiapan SD Muhammadiyah Program Khusus Nogosari menuju Sekolah Adiwiyata. Kegiatan dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan pendekatan community-based education melalui model participatory engagement dan capacity building dengan melibatkan 21 guru dan tenaga kependidikan. Program meliputi enam kegiatan utama: workshop etika lingkungan berbasis AIK, pelatihan penghijauan di lahan sempit, workshop penyuluhan Sekolah Adiwiyata, FGD strategi dan penyusunan dokumen pengajuan Adiwiyata, workshop motivasi guru penggerak lingkungan, serta pengadaan fasilitas Adiwiyata. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan literasi lingkungan berbasis AIK dan pemahaman Program Adiwiyata, penguatan komitmen serta praktik perilaku ramah lingkungan secara terstruktur, dan tersusunnya dokumen awal pengajuan Adiwiyata tingkat kabupaten. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai keagamaan dengan pendidikan lingkungan efektif dalam membangun kesadaran, motivasi, dan budaya sekolah peduli lingkungan. Kata kunci: sekolah adiwiyata; pendidikan lingkungan; al-islam dan kemuhammadiyahan; pengabdian masyarakat AbstractIncreasing environmental degradation demands the strategic role of education in fostering environmental awareness and pro-environmental behavior. The Adiwiyata School Program is a national policy aimed at developing environmentally oriented school cultures; however, its implementation in faith-based schools still faces challenges related to value literacy, stakeholder commitment, and administrative readiness. This article describes the implementation of a community service program based on strengthening Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values to support the readiness of SD Muhammadiyah Program Khusus Nogosari toward becoming an Adiwiyata School. The program was conducted from September to December 2025 using a community-based education approach through participatory engagement and capacity-building models involving 21 teachers and educational staff. The program consisted of six main activities: an AIK-based environmental ethics workshop, limited-space greening training, an Adiwiyata program workshop, a focus group discussion on strategy and preparation of Adiwiyata submission documents, a motivation workshop for environmental teacher leaders, and the provision of Adiwiyata supporting facilities. The results indicate increased AIK-based environmental literacy and understanding of the Adiwiyata Program, strengthened commitment and structured environmentally friendly practices within the school, and the completion of initial documents for district-level Adiwiyata submission. These findings confirm that integrating religious values with environmental education effectively promotes awareness, motivation, and an environmentally responsible school culture. Keywords: adiwiyata school; environmental education; al-islam and kemuhammadiyahan; community service.
Pengembangan kreativitas siswa dalam bidang robotika melalui kegiatan pembuatan robot line follower di SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung Nurrahma Nurrahma; Tiya Muthia; Nadia Julian Putri; Muhammad Komarudin; Legi Komara Fajri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38488

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Lampung, di SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan fasilitas praktikum serta minimnya akses pelatihan robotika di sekolah mitra, meskipun memiliki semangat tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berdasarkan hasil survei dan sosialisasi awal pada 28 Juli 2025, dirancang program berupa sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi robot line follower yang dilaksanakan pada 29 Agustus 2025 dengan melibatkan 18 siswa/i dan 2 guru pendamping. Kegiatan ini mencakup pengenalan komponen utama robot line follower, seperti mikrokontroler, sensor inframerah, motor DC, driver motor, dan baterai, serta praktik perakitan dan pemahaman prinsip kerja robot. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 48,06 menjadi 94,17, dengan selisih kenaikan sebesar 46,11 poin (≈95,92%). Selain itu, hasil diskusi, observasi, dan tanya jawab menunjukkan peningkatan pemahaman, keterampilan, serta minat siswa/i dalam bidang robotika, termasuk ketertarikan untuk mengikuti lomba line follower. Sebagai bentuk keberlanjutan, satu unit robot line follower diserahkan kepada pihak sekolah untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi teknologi, kreativitas, dan keterampilan siswa/i serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam transfer teknologi kepada masyarakat. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; robot line follower; robotika; kreativitas siswa; literasi teknologi Abstract The Community Service (PkM) activity carried out by a team of lecturers and students of the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung, at SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung was initiated from the need for partners in developing students' skills in the field of robotics. Based on the results of the survey and initial socialization on July 28, 2025, it was identified that the school had a high enthusiasm in mastering science and technology, but still faced limited practicum facilities, as well as minimal access to training and mentoring. To address these needs, the PkM team designed activities in the form of socialization, training, and demonstration of line follower robots which were held on August 29, 2025, involving 18 students and 2 accompanying teachers. In this activity, participants were introduced to the main components of line follower robots such as microcontrollers, infrared sensors, DC motors, motor drivers, and batteries, while also receiving practical training on how to assemble and the working principles of robots. The evaluation process was carried out through interactive discussions, which showed an increase in understanding, basic skills, and students' interest in developing further abilities, even being interested in participating in line follower competitions. As a form of sustainability, a line follower robot designed by the PkM team has been handed over to the school to be used as a learning medium and for extracurricular robotics activities. Overall, this activity successfully achieved its main objectives: strengthening the university's role in community development, conducting technology transfer in the field of robotics, and increasing technological literacy and creativity of SMA IT Baitul Jannah students in facing the challenges of the digital era. Keywords: community service; line follower robot; robotics; student creativity; technological literacy
Pelatihan pembuatan nata de coco: optimalisasi pangan sehat berbasis serat untuk kesehatan Yeti Rahelli; Egi Nisura; Zukryandry Zukryandry; Devi Elvina Rachma; Yunilla Prabandari; Bella Intan Ayu Safitri; Liana Verdini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37445

Abstract

Abstrak Serat pangan berperan penting dalam menjaga kesehatan, termasuk mengatur kadar gula darah, menurunkan kolesterol, meningkatkan keseimbangan mikrobiota usus, serta berfungsi sebagai prebiotik. Namun, konsumsi serat masyarakat masih rendah, termasuk di Desa Tamansari, meskipun daerah ini memiliki potensi air kelapa yang dapat diolah menjadi nata de coco, yaitu pangan fungsional tinggi serat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengolah air kelapa menjadi nata de coco sebagai upaya optimalisasi pemenuhan serat pangan harian. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025 dan diikuti oleh 25 anggota KWT. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, penyuluhan kesehatan melalui ceramah, demonstrasi pembuatan nata de coco, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Penyuluhan membahas manfaat serat dan teknis pembuatan nata de coco, sedangkan demonstrasi memberikan pengalaman langsung mulai dari persiapan bahan hingga fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 4,56 pada pre-test menjadi 7,64 pada post-test (selisih 3,08; p = 0,000). Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan kesiapan untuk mempraktikkan pembuatan nata de coco secara mandiri sebagai pangan sehat maupun peluang usaha rumah tangga. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi gizi dan keterampilan pengolahan pangan fungsional berbasis potensi lokal. Diharapkan pelatihan lanjutan mengenai pengemasan dan pemasaran dapat memperkuat keberlanjutan program. Kata kunci: kelompok wanita tani; nata de coco; pangan fungsional; serat pangan Abstract Dietary fiber plays an essential role in maintaining health, including regulating blood glucose levels, reducing cholesterol, improving gut microbiota balance, and functioning as a prebiotic. However, fiber intake among the community remains low, including in Tamansari Village, despite the area’s abundant coconut water that can be processed into nata de coco, a high-fiber functional food. This community program aimed to enhance the knowledge and skills of the Women Farmer Group (KWT) in processing coconut water into nata de coco as an effort to optimize daily fiber intake. The activity was conducted in September 2025 and involved 25 KWT members. The implementation methods included situation analysis, health education through lectures, demonstration of nata de coco production, and evaluation using pre-test and post-test assessments. The educational sessions addressed the benefits of dietary fiber and the technical steps for producing nata de coco, while the demonstration provided hands-on experience ranging from ingredient preparation to fermentation. The results indicated a significant increase in participants’ knowledge, as reflected by the rise in average scores from 4.56 (pre-test) to 7.64 (post-test) (difference: 3.08; p = 0.000). Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm and expressed readiness to independently produce nata de coco as a healthy food option as well as a potential home-based business opportunity. This program successfully improved nutrition literacy and skills in processing functional foods based on local resources. Further training on packaging and marketing is recommended to support the sustainability of the program. Keywords: dietary fiber; functional food; nata de coco; women farmer group