cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,821 Documents
Optimalisasi pengetahuan dan praktik gizi untuk mencegah stunting melalui program cinta gizi Desa Trawas Anggraeni, Jasmine Sukma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38919

Abstract

Abstrak Permasalahan stunting masih menjadi fokus kesehatan yang memerlukan penanggulangan sedini mungkin. Di Indonesia, prevalensi kejadian stunting mencapai 19,8% di tahun 2024, termasuk Kabupaten Mojokerto dimana prevalensi stunting sebesar 15,3%. Angka ini masih belum memenuhi target nasional sebesar 14%. Maka dari itu, dibutuhkan intervensi kesehatan yang dapat mencegah stunting dengan meningkatkan kesehatan ibu hamil sebagai penentu kondisi kesehatan anak yang akan dilahirkan. Kegiatan pengabdian yang dirancang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan motivasi menjaga kesehatan ibu hamil melalui edukasi gizi, pengenalan modifikasi pangan bakso lele, pemeriksaan kesehatan, dan monitoring pola makan. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu hamil sejumlah 8 orang yang ada di Desa Trawas. Metode kegiatan meliputi (1) Edukasi Gizi, ASI Eksklusif, MP-ASI, dan Keluarga Sadar Gizi, (2) Evaluasi melalui Pre-test dan Post-test, (3) Pengenalan modifikasi pangan bakso lele, (4) Pemeriksaan Kesehatan, dan (5) Food Recall. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 5 ibu hamil meningkat pengetahuannya setelah mendapatkan edukasi dengan kenaikan sebesar 21,88%, sebanyak 43,7% ibu hamil menyukai bakso lele, dan ibu hamil mengonsumsi makanan yang sehat dan bervariatif berdasarkan pencatatan 24hours Recall. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan terkait gizi, dan motivasi menjaga pola makan, sehingga stunting dapat dicegah. Dukungan dan peran dari masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diperlukan demi keberlanjutan program. Kata kunci: bakso lele; edukasi gizi; ibu hamil; stunting; food recall Abstract The problem of stunting is still a health focus that requires early intervention. In Indonesia, the prevalence of stunting is expected to reach 19,8% by 2024, including in Mojokerto Regency, where the prevalence is 15,3%. This figure still falls short of the national target of 14%. Therefore, health interventions are needed to prevent stunting by improving maternal health, as this determines the health of the unborn child. The community service activities are designed to increase knowledge and motivation to maintain the health of pregnant women through nutrition education, introduction of catfish meatball food modifications, health checks, and monitoring of eating patterns. The targets of this activity are 8 pregnant women from Trawas village. The activity methods include (1) Nutrition Educaton, Exclusive Breastfeeding, MP-ASI, and Nutrition Aware Families, (2) Evaluation through Pre-test and Post-test, (3) Introduction to modified catfish meatball food, (4) Health Checks, and (5) Food Recall. The results showed that 5 pregnant women’s knoelwdge increased after receiving education with an increase of 21,88%, 43,7% of pregnant women liked catfish meatballs, and pregnant women consumed healthy and varied foods based on 24hours Recall recording. In conclusion, the community service activities carried out provided real benefits in increasing knowledge ewlated to nutrition, and motivation to maintain diet, so that stunting can be prevented. Support and roles from the community, health workers, local governments, and universities are needed for the sustainability of the program. Keywords: catfish meatballs; nutrition education; pregnant women; stunting; food recall
Peningkatan keterampilan siswa melalui pelatihan pengolahan limbah ampas sagu menjadi pupuk organik cair di SMAS Muhammadiyah Mamala, Maluku Tengah Rachmah, Alif Nur Laili; Badaruddin, Sabrianah; Trisnantari, Tamaratritania Citta; Rahanra, Geraldi; Taipabu, Muhammad Ikhsan; Makoy, Charis Gladi Iman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38675

Abstract

Abstrak Desa Mamala, Kabupaten Maluku Tengah, menghasilkan limbah ampas sagu dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, limbah tersebut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Pattimura dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran lingkungan siswa dan guru SMAS Muhammadiyah Mamala. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi pemanfaatan limbah ampas sagu, pelatihan pembuatan POC, serta evaluasi malalui penyebaran kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, yang ditunjukkan oleh respon positif (sangat setuju dan setuju) sebesar 93,75%–100% pada sebagian besar indikator. . Antusiasme peserta sampasma pelatihan juga mendorong munculnya inisiatif pemanfaatan POC di lingkungan sekolah. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat pembampasjaran berbasis potensi lokal, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular di masyarakat. Kata kunci: ampas sagu; limbah organik; keterampilan siswa; pelatihan; pupuk organik cair. Abstract Mamala Village, Central Maluku Regency, produces a large amount of sago pulp waste that has not been optimally utilized and has the potential to cause environmental pollution. In fact, this waste contains high organic matter and has the potential to be processed into liquid organic fertilizer (LOF), which is environmentally friendly and economically valuable. This community service activity was conducted by lecturers and students from the Department of Chemical Engineering, Pattimura University, with the aim of improving the knowledge, skills, and environmental awareness of students and teachers at SMAS Muhammadiyah Mamala. The implementation methods included coordination with the school, socialization on the utilization of sago pulp waste, technical training on the production of LOF, and evaluation through questionnaires. The results of the activity indicate an improvement in participants’ understanding and skills, as evidenced by positive responses (strongly agree and agree) ranging from 93.75% to 100% across most indicators. . Participants’ enthusiasm during the training also encouraged initiatives to utilize LOF within the school environment. This program contributes to enhancing environmental awareness, strengthening learning based on local potential, and supporting the implementation of a circular economy in the community. Keywords: sago waste; organic waste; student skills; training; liquid organic fertilizer.
Pelatihan pemberdayaan masyarakat melalui produksi teh daun mangrove sebagai minuman herbal bernilai ekonomi di UPTD Kebun Raya Mangrove Surabaya Rahmawati, Nur; Winursito, Yekti Condro; Fatikasari, Aulia Dewi; Ayubi, Rehan Zufar; Nugraha, Isna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38874

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di UPTD Kebun Raya Mangrove Surabaya dengan tujuan meningkatkan pemanfaatan daun mangrove sebagai bahan baku teh herbal bernilai ekonomi. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung kepada masyarakat pesisir. Materi yang diberikan meliputi teknik pengolahan dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, ditunjukkan dari peningkatan jawaban “Ya” sebesar 28% pada pre-test menjadi 93% pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kesadaran terhadap konservasi lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal dan pelestarian ekosistem mangrove. Kata kunci: daun mangrove; minuman herbal; pengabdian masyarakat; teh mangrove. AbstractThis community service activity was conducted at the Mangrove Botanical Garden UPTD Surabaya to enhance the utilization of mangrove leaves as raw materials for herbal tea with economic value. The activity involved training, mentoring, and hands-on practice for coastal communities, covering processing techniques and digital marketing strategies. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, indicated by the rise in “Yes” responses from 28% in the pre-test to 93% in the post-test. This demonstrates that the training was effective in improving knowledge and skills. In addition, the activity created new business opportunities and increased awareness of environmental conservation. Therefore, this activity contributes to strengthening the local economy and supporting sustainable mangrove ecosystem preservation. Keywords: community service; herbal beverage; mangrove leaves; mangrove tea.
Edukasi masyarakat tentang DAGUSIBU dan pencegahan anemia pada ibu hamil di Posyandu Mekar Arum 1 Kudu Kota Semarang Afifah, Luthfiatul; Salma, Layyina Najwa; Rini, Lintang Wening; Hapsari, Lusyana; Julianty, Launiz Zamarda; Maulidah, Mahda; Febrinasari, Nisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38334

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Interprofessional Education (IPE) ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan ibu hamil dan masyarakat terkait anemia serta penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar) di Posyandu Mekar Arum 1, Kelurahan Kudu RW 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif dengan pendekatan pretest–posttest pada edukasi farmasi, disertai pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan individual. Subjek kegiatan meliputi ibu hamil dan masyarakat yang mengikuti edukasi anemia dan DAGUSIBU. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan dasar yang baik mengenai anemia dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah sebelum intervensi. Namun, pemahaman terkait aspek penyimpanan dan pembuangan obat masih tergolong rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest, yang mengindikasikan bahwa edukasi berfungsi sebagai penguatan pengetahuan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi farmasi berkelanjutan yang lebih aplikatif untuk meningkatkan literasi obat masyarakat. Kata kunci: anemia; DAGUSIBU; edukasi farmasi; ibu hamil; pengabdian masyarakat. Abstract This community service activity based on Interprofessional Education (IPE) aimed to analyze the level of knowledge among pregnant women and the community regarding anemia and the application of the DAGUSIBU principles (Get, Use, Store, and Dispose of medicines properly) at Mekar Arum 1 Integrated Health Post, Kudu RW 1 Semarang. A descriptive design with a pretest–posttest approach was employed in pharmaceutical education, accompanied by health examinations and individual counseling. Participants included pregnant women and community members involved in anemia and DAGUSIBU education. The results indicated that most participants already possessed adequate baseline knowledge regarding anemia and compliance with iron supplementation prior to the intervention. However, knowledge related to proper medicine storage and disposal remained limited. Wilcoxon test results revealed no statistically significant difference between pretest and posttest scores, suggesting that the intervention primarily served as knowledge reinforcement. Therefore, continuous and practical pharmaceutical education is necessary to enhance community medicine literacy. Keywords: anemia; DAGUSIBU; pharmaceutical education; pregnant women; community service.
PkM program pengembangan e-learning berbasis moodle & media audio visual berbasis digital untuk pembelajaran kreatif inovatif SMK Triguna 1956 Setiono, Devit; Samidi, Samidi; Putra, Ricky Widyananda; Myiesha, Almira; Karim, Muhammad Razin Haidar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38760

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul Program Pengembangan E-Learning Berbasis Moodle dan Media Audio Visual Berbasis Digital untuk Pembelajaran Kreatif Inovatif di SMK Triguna 1956 bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran digital serta mendorong penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi teknologi pembelajaran, pelatihan dan pendampingan pembuatan media digital, serta pembangunan sistem elearning berbasis Moodle sebagai sarana pembelajaran daring. Tahap pertama, yaitu sosialisasi teknologi pengembangan bahan ajar digital, telah terlaksana dengan tingkat partisipasi tinggi dari tenaga pendidik. Indikator capaian menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap berbagai platform dan teknologi pendukung pembelajaran berbasis digital sebesar 85-91% dari hasil pree test dan post test. Tahap kedua, pelatihan dan pendampingan langsung kepada guru dalam pengembangan media pembelajaran kreatif dan inovatif berbasis audio visual menggunakan Canva, berjalan efektif dengan indikator capaian peningkatan kemampuan 30 guru dalam merancang konten pembelajaran interaktif dan produksi media digital sebesar 90% dari hasil post test setelah kegiatan. Tahap ketiga, yaitu pembangunan sistem e-learning berbasis Moodle, berhasil diwujudkan dengan tersedianya 1 platform e-learning fungsional yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai sarana pembelajaran dan evaluasi digital. Platform ini telah digunakan dalam pelaksanaan ujian daring dengan variasi jenis soal, serta mendukung proses berbagi materi secara efisien sesuai mata pelajaran melalui kemdandirian belajar siswa dan kemampuan menggunakan elarning. Selain itu hasil dari Kegiatan ini adalah terciptanya buku panduan pengunnan LMS dan panduan pengembangan bahan ajar menggunakan canva. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini menunjukkan capaian positif dalam peningkatan kapasitas guru, penguatan literasi digital, dan penerapan sistem pembelajaran berbasis teknologi yang berkelanjutan di lingkungan SMK Triguna 1956. Kata kunci: elearning; bahan ajar; moodle; canva; pengajaran. AbstractCommunity Service Activity (PKM) titled "Development Program for Moodle-Based E-Learning and Digital Audio-Visual Media for Creative and Innovative Learning at SMK Triguna 1956 aims to enhance educators’ competencies in utilizing digital learning technologies and to encourage the implementation of more interactive and innovative learning methods. The activity was carried out through three main stages: technology awareness sessions, training and mentoring on digital media creation, and the development of a Moodle-based e-learning system as a platform for online learning. The first phase, namely the introduction to digital instructional material development technology, was successfully implemented with high participation from educators. Achievement indicators showed an increase in teachers’ understanding of various platforms and technologies supporting digital-based learning by 85–91% based on pre-test and post-test results. The second phase, training and direct mentoring for teachers in the development of creative and innovative audio-visual learning media using Canva, was effectively implemented, with achievement indicators showing a 90% improvement in the ability of 30 teachers to design interactive learning content and produce digital media, as evidenced by post-test results following the activity. The third phase, namely the development of a Moodle-based Moodle, was successfully implemented with the availability of 1 functional e-learning platform that can be utilized by teachers and students as a tool for digital learning and assessment. This platform has been used in conducting online exams with various question types, as well as supporting the process of efficiently sharing materials according to subject areas through student-centered learning and proficiency in using e-learning. Additionally, the outcomes of this activity include the creation of a user guide for the LMS and a guide for developing instructional materials using Canva. Overall, this PKM activity demonstrated positive achievements in enhancing teacher capacity, strengthening digital literacy, and implementing a sustainable technology-based learning system at SMK Triguna 1956. Keywords: e-learning; learning materials; moodle; canva; teaching.
Penguatan literasi gizi melalui edukasi jajanan sehat untuk membentuk perilaku konsumsi sehat pada anak usia sekolah dasar Alfiani, Aulia Laela; Hutasoit, Jhonatan Rameldo; Cahyani, Nurlailia Resa; Puspikawati, Septa Indra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38886

Abstract

Abstrak Anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 7-12 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Kurangnya literasi gizi menyebabkan siswa cenderung memilih makanan berdasarkan rasa dan pengaruh teman sebaya tanpa mempertimbangkan nilai gizinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan sehat. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Telemung, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi pada bulan Januari 2026 dengan melibatkan 54 siswa kelas V dan VI sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi membaca label pangan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Pada siswa kelas V rerata skor pengetahuan meningkat dari 54,00 menjadi 86,00, sedangkan pada siswa kelas VI meningkat dari 55,00 menjadi 79,00. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal (nilai signifikansi Shapiro-Wilk > 0,05), sehingga analisis dapat dilanjutkan dengan uji parametrik. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi literasi gizi mengenai pemilihan jajanan sehat efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. Program edukasi ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih sehat pada anak sejak usia dini. Kata kunci: edukasi; kesehatan gizi; literasi gizi; makanan sehat; pola gaya hidup. Abstract Elementary school children aged 7–12 years are a group vulnerable to the consumption of foods high in sugar, salt, and fat (SSF). Limited nutrition literacy leads students to select foods based on taste preferences and peer influence without considering their nutritional value. This community service activity aimed to improve students’ nutrition literacy and their understanding of healthy snack choices. The program was conducted at SDN 1 Telemung, Telemung Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency, in January 2026, involving 54 fifth- and sixth-grade students as participants. The implementation method applied a participatory educational approach through material delivery, interactive discussions, food label reading demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed an increase in students’ knowledge after the intervention. In grade V students, the mean knowledge score increased from 54.00 to 86.00, while in grade VI students it increased from 55.00 to 79.00. The normality test results indicated that all data were normally distributed (Shapiro–Wilk significance value > 0.05), allowing further analysis using parametric tests. These findings demonstrate that nutrition literacy education on healthy snack selection is effective in improving elementary school students’ knowledge. This educational program is expected to promote healthier dietary behaviors among children from an early age. Keywords: education; nutrition health; nutrition literacy; healthy food; lifestyle.
Penguatan peran kader kesehatan dalam meningkatkan dukungan sosial: identifikasi kebutuhan caregiver informal lansia Setyobudi, Yustina Emi; Astutik, Nanik Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37945

Abstract

Abstrak Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendampingi caregiver informal, khususnya dalam mengidentifikasi kebutuhan dukungan sosial bagi keluarga yang merawat lansia dengan penyakit kronis. Namun, keterbatasan kapasitas kader masih menjadi kendala dalam optimalisasi peran tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan identifikasi kebutuhan dukungan sosial. Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi, diskusi, demonstrasi, dan latihan, disertai evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan kader, ditandai dengan penurunan kategori pengetahuan kurang dari 11% menjadi 0% dan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 64% menjadi 84%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7,1 menjadi 8,4. Ketrampilan kader juga meningkat dari 5,4% kompeten menjadi 27%. Rata-rata nilai ketrampilan adalah dari 9,91 menjadi 12,62. Pelatihan melalui edukasi dan pelatihan terstruktur merupakan strategi yang terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memahami dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan sosial caregiver informal. Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai penghubung layanan kesehatan dan sosial di tingkat komunitas. Kata kunci: kader kesehatan; dukungan sosial; caregiver informal. Abstract Community Health Workers (CHWs) play a strategic role in supporting informal caregivers, particularly in identifying social support needs among families caring for older adults with chronic diseases. However, limited CHW capacity remains a major barrier to optimizing this role. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat) aimed to enhance CHWs’ capacity through training on identifying social support needs. The activities were conducted using educational sessions, discussions, demonstrations, and practical exercises, accompanied by pre-test and post-test evaluations. The results showed an increase in CHWs’ knowledge, indicated by a decrease in the proportion of CHWs with poor knowledge from 11% to 0% and an increase in those with good knowledge from 64% to 84%. The mean knowledge score increased from 7.1 to 8.4. CHWs’ skills also improved, with the proportion of competent CHWs increasing from 5.4% to 27%, and the mean skill score rising from 9.91 to 12.62. Structured education and training were proven to be effective strategies for improving CHWs’ capacity to understand and identify the social support needs of informal caregivers. Strengthening this capacity is expected to reinforce the role of CHWs as a bridge between health and social services at the community level. Keywords: community health workers; social support; caregiver informal.
Penerapan ide bisnis makanan sehat para nutripreneur jurusan gizi Poltekkes Malang Luthfiyah, Fifi; Riyadi, Bastianus Doddy; Muthia, Karina; Pitaloka, Diana Mareta Ida Fitri Ayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38779

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi rendahnya serapan kerja alumni gizi serta belum optimalnya pembinaan kewirausahaan di bidang makanan sehat bergizi. Program ini bertujuan membangun jejaring bisnis dan komunitas antara mahasiswa aktif dan alumni gizi, menyusun model bisnis CANVAS, membentuk struktur organisasi bisnis makanan sehat, serta merintis food court “YOUR NUTRIFOOD” di Jurusan Gizi Poltekkes Malang. Mitra sasaran adalah mahasiswa dan alumni Jurusan Gizi yang berminat menjadi nutripreneur. Peserta yang terlibat berjumlah 16 orang (12 mahasiswa dan 4 alumni). Metode pelaksanaan meliputi rekrutmen nutripreneur, pelatihan dan pendampingan kewirausahaan, praktik bisnis di Food Court Gizi, penerapan bisnis model CANVAS, serta fasilitasi pengurusan label komposisi gizi dan kelaikan produk. Hasilnya, terbentuk komunitas nutripreneur dengan struktur organisasi sederhana, terwujud jejaring bisnis awal di lingkungan jurusan, dan dihasilkan 12 produk makanan sehat bergizi berbasis bahan lokal dengan tren keuntungan yang meningkat selama uji coba penjualan. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan kewirausahaan, keterampilan manajemen usaha, dan kesiapan peserta dalam mengembangkan bisnis makanan sehat secara berkelanjutan. Kata kunci: gizi; kewirausahaan; nutripreneur. Abstract This community engagement program was initiated in response to the low employability of nutrition graduates and the suboptimal development of entrepreneurship in the healthy food sector. The program aimed to build a business and community network between current students and alumni of nutrition, develop a CANVAS business model, establish an organizational structure for a healthy food enterprise, and pilot the “YOUR NUTRIFOOD” food court at the Nutrition Department of Poltekkes Malang. The target partners were nutrition students and alumni interested in becoming nutripreneurs. A total of 16 participants were involved, consisting of 12 students and 4 alumni. The implementation methods included nutripreneur recruitment, entrepreneurship training and mentoring, hands-on business practice at the Nutrition Food Court, application of the CANVAS business model, and facilitation of nutrition labeling and product feasibility. The program resulted in the formation of a nutripreneur community with a basic organizational structure, the establishment of an initial business network within the department, and the development of 12 locally based healthy food products that demonstrated an increasing profit trend during trial sales. Overall, this activity enhanced entrepreneurial knowledge, business management skills, and the readiness of participants to develop sustainable healthy food enterprises. Keywords: nutrition; entrepreneurship; nutripreneur.
Pencegahan perilaku pembuangan sampah sembarangan di Desa Dauh Puri Kauh melalui program pemasangan banner Thario, Benedictus Loe; Wardani, Kadek Devi Kalfika Anggria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38613

Abstract

Abstrak  Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan global yang berdampak pada pencemaran, gangguan kesehatan, serta menurunnya kualitas aestetika wilayah pemukiman. Di tingkat lokal di indonesia, perilaku buang sampah sembarangan masih ditemukan di beberapa titik lingkungan desa akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan lemahnya pengawasan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah perilaku pembuangan sampah sembarangan melalui implementasi program pemasangan banner larangan membuang sampah sebagai media pengingat sosial di Desa Dauh Puri Kauh. Metode pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan intervensi lingkungan berbasis media visual dengan tahapan observasi awal, perancangan desain banner, pemasangan pada titik strategis, serta evaluasi melalui observasi sebelum dan sesudah intervensi. Teknik evaluasi dilakukan menggunakan observasi kondisi kebersihan lingkungan pada titik yang sama dalam rentang waktu tertentu. Kegiatan berikut diharapkan dapat memberikan perbaikan pada kondisi kebersihan di beberapa titik setelah pemasangan banner, yang mengindikasikan bahwa media visual dapat berfungsi sebagai pengingat sosial yang efektif. Dengan berkolaborasi dengan sesama Tim Pengabdi dari Universitas Udayana kami berharap program ini dapat mengintervensi kondisi sosial masyarakat secara sederhana berbasis visual agar dapat menjadi strategi preventif yang berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan sampah di tingkat desa. Kata kunci: pembuangan sampah sembarangan; banner edukatif; intervensi lingkungan; perilaku masyarakat. Abstract The waste problem is a global environmental issue that impacts pollution, health problems, and the decline in the aesthetic quality of residential areas. At the local level, littering behavior is still found in several areas of the village environment due to low awareness and weak social supervision. This community service activity aims to prevent littering behavior through the implementation of an educational banner installation program as a social reminder in Dauh Puri Kauh Village. The method used is a visual media-based environmental intervention approach with the stages of initial observation, banner design, installation at strategic points, and evaluation through observations before and after the intervention. The evaluation technique is carried out using an observation sheet of environmental cleanliness conditions at the same point over a certain period. The following activities are expected to provide improvements in cleanliness conditions at several points after the banner installation, indicating that visual media can function as an effective social reminder. By collaborating with fellow Community Service Team members from Udayana University, we hope that this program can intervene in the social conditions of the community in a simple, visual-based way so that it can become a sustainable preventive strategy in supporting waste management at the village level. Keywords: littering; educational banners; environmental intervention; community behavior.
Peran edukasi anti-bullying dalam meningkatkan kesadaran peserta didik di SMA Negeri 1 Latambaga Mustika, Ana; Febrianti S, Elsha; Nahrani, Nurfa Putri; Sumange, Andi; Permatasari, Imel; Afrida, Afrida; Mustahang, Mustahang; Haeniah, Nurul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38885

Abstract

Abstrak Bullying merupakan permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosional, sosial, serta akademik peserta didik. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perilaku ini masih terjadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik mengenai bullying melalui edukasi anti-bullying. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Latambaga dengan melibatkan 33 siswa kelas X sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan edukasi, serta evaluasi melalui pre-kuesioner dan post-kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait pengertian, jenis, dampak, serta upaya pencegahan bullying. Siswa yang sebelumnya hanya mengenali bullying dalam bentuk fisik, setelah kegiatan mampu memahami berbagai bentuk bullying seperti verbal, sosial, dan cyberbullying. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa untuk menghindari perilaku bullying serta menumbuhkan sikap empati dan saling menghargai antar sesama. Dengan demikian, edukasi anti-bullying terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran peserta didik serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kata kunci: bullying; edukasi; kesadaran siswa; sekolah. Abstract Bullying is a common issue in the school environment that can negatively affect students' emotional, social, and academic development. The lack of students’ understanding regarding the forms and impacts of bullying is one of the factors contributing to its occurrence. This community service activity aims to increase students’ awareness and understanding of bullying through anti-bullying education. The activity was conducted at SMA Negeri 1 Latambaga involving 33 tenth-grade students as participants. The method used included problem identification, planning, implementation of educational activities, and evaluation through pre-questionnaire and post-questionnaire. The results showed an improvement in students’ understanding of the definition, types, impacts, and prevention of bullying. Students who initially only recognized physical bullying were later able to identify various forms such as verbal, social, and cyberbullying. In addition, the activity increased students’ awareness to avoid bullying behavior and fostered empathy and mutual respect among peers. Therefore, anti-bullying education is proven to be effective in enhancing students’ awareness and supporting the creation of a safe and comfortable school environment. Keywords: bullying; education; student awareness; school