cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,850 Documents
Pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) bernilai ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar khdtk untan, Desa Peniti Dalam I Marbun, Sari Delviana; Herawatiningsih, Ratna; Tavita, Gusti Eva; Togatorop, Jemima Hefni; Sitohang, Jansen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38784

Abstract

Abstrak Desa Peniti Dalam I memiliki potensi sumber daya kelapa yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat belum optimal. Permasalahan ini berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan Virgin Coconut Oil sebagai salah satu alternatif pengolahan kelapa. Mitra sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu PKK dan ibu-ibu Posyandu Desa Peniti Dalam I dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan partisipatif melalui tutorial dan diskusi, serta pendampingan teknis selama kegiatan, dengan evaluasi menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami tahapan pembuatan Virgin Coconut Oil menggunakan metode fermentasi alami dan menunjukkan kesiapan untuk mempraktikkannya secara mandiri. Hal ini diperoleh dari perhitungan persentase peserta yang menyatakan mampu memahami tahapan pembuatan Virgin Coconut Oil yang diberikan melalui kuisioner. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan kelapa serta membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga berbasis produk olahan kelapa. Kata kunci: nilai tambah ekonomi; pengolahan kelapa; pemberdayaan masyarakat; virgin coconut oil. AbstractPeniti Dalam I village possesses significant potential in coconut resources; however, its utilization remains limited to the sale of raw materials, resulting in suboptimal economic value for the local community. This issue is primarily attributed to a lack of knowledge and technical skills regarding value-added coconut processing. To address this, a community servie initiative was conducted to enhance the expertise of local partners in producing Virgin Coconut Oil (VCO) as a viable processing alternative. The program targeted 20 participants from the PKK and Posyandu women’s groups. The metodology involved outreach, participatory training through tutorials and dicussions, and technical assistance, with evaluation conducted via questionnaires and direct observation. The results indicate that participants successfully mastered the stages of VCO production using natural fermentation and demonstrated a readiness for independent implementation. This activity has positively contributed to community capacity building and opened new avenues for household-based enterprises centered on processed coconut products. Keywords: economic added value; coconut processing; community empowerment; virgin coconut oil
Peningkatan kapasitas kalangan muda melalui edukasi pengukuran lahan berbasis GPS di BUM Desa Berkah Mulya Jaya Kabupaten Lamandau Setiawan, Ihda Andrey Yanuar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38827

Abstract

Abstrak Pengelolaan lahan perkebunan yang berkelanjutan memerlukan data spasial yang akurat, khususnya terkait batas dan luasan lahan. Di tingkat desa, keterbatasan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi pemetaan masih menjadi kendala dalam penyediaan data tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kalangan muda desa dalam melakukan pengukuran lahan berbasis Global Positioning System (GPS) guna mendukung pendataan kebun kelapa sawit dan tata kelola BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Kabupaten Lamandau. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi edukasi konsep GPS dan data spasial, simulasi penggunaan alat, praktik pengukuran lapangan, serta pengolahan data menggunakan ArcGIS. Sebanyak 20 pemuda desa terlibat dalam praktik lapangan, dan 11 di antaranya mengikuti tahap pengolahan data spasial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu merekam titik koordinat batas lahan menggunakan Avenza Maps dan GPS Garmin, serta menghasilkan peta batas lahan berbentuk poligon dengan perhitungan luas otomatis. Data spasial yang dihasilkan dinilai layak sebagai data awal pendukung pendataan kebun dan persiapan sertifikasi RSPO/ISPO. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi GPS berbasis smartphone efektif untuk meningkatkan literasi spasial dan keterampilan teknis pemuda desa dalam pengelolaan lahan perkebunan berbasis data. Kata kunci: GPS; pemetaan partisipatif; pemuda desa; BUM Desa; kelapa sawit Abstract Sustainable plantation land management requires accurate spatial data, particularly regarding land boundaries and area. At the village level, limited technical skills in using mapping technologies remain a major constraint in producing reliable spatial data. This community service program aimed to enhance the capacity of rural youth in conducting GPS-based land measurement to support oil palm plantation data collection and governance of BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Lamandau Regency. The program applied a participatory-educative approach consisting of conceptual education on GPS and spatial data, tool simulation, field measurement practice, and spatial data processing using ArcGIS. A total of 20 youth participants were involved in field data collection, and 11 participants took part in spatial data processing. The results showed that all participants were able to record land boundary coordinates using Avenza Maps and Garmin GPS, and successfully produced polygon-based land boundary maps with automatic area calculation. The generated spatial data were considered suitable as preliminary data to support plantation inventory and RSPO/ISPO certification preparation. This activity demonstrates that smartphone-based GPS technology is effective in improving spatial literacy and technical skills of rural youth in data-driven plantation land management. Keywords: GPS; participatory mapping; rural youth; BUM Desa; oil palm plantation
Peran teknologi informasi, media sosial sebagai komunikasi digital marketing guna meningkatkan perilaku hidup sehat di lingkungan masyarakat Cahyani, Nani; Hertati, Lesi; Hermawan, Yanto; Setiawan, Hendra; Kizana, Meilani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37986

Abstract

Abstrak Perkembangan media sosial yang pesat membawa perubahan pola komunikasi dan penyebaran informasi di masyarakat, termasuk bidang kesehatan. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai media edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan perilaku hidup sehat melalui pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pembuatan dan penyebaran konten edukatif berbasis media sosial (seperti poster digital, video pendek, dan infografis), serta diskusi interaktif secara daring. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum dengan fokus pada peningkatan kesadaran mengenai pentingnya perilaku hidup sehat, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik, kebersihan diri dan lingkungan, serta pencegahan penyakit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran niilai rata-rata pretest = 62,4, niilai rata-rata posttest = 78,9  hal ini terjadi peningkatan sebesar 16,5 poin terhadap masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat, yang ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi, respons positif, serta perubahan sikap dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Media sosial terbukti menjadi sarana yang efektif dan efisien dalam menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Pemanfaatan media sosial dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi strategi inovatif untuk mendukung peningkatan perilaku hidup sehat dan kualitas kesehatan masyarakat. Kata Kunci: teknologi informasi: media sosial; perilaku hidup sehat;  perubahan sikap: lingkungan masyarakat Abstract The rapid development of social media has brought changes in communication patterns and information dissemination in society, including in the health sector. Social media not only functions as a means of entertainment, but as an effective educational medium in improving knowledge, attitudes, and healthy living behaviors. This community service activity aims to improve the understanding and implementation of healthy living behaviors through the use of social media as a health education medium in the community. The methods used include health education, the creation and distribution of social media-based educational content (such as digital posters, short videos, and infographics), and interactive online discussions. The target of the activity is the general public with a focus on increasing awareness of the importance of healthy living behaviors, such as a balanced diet, physical activity, personal and environmental hygiene, and disease prevention. The results of the activity showed an increase in knowledge and awareness with an average pretest score of 62.4 and an average posttest score of 78.9. This represents an increase of 16.5 points in the community regarding the importance of healthy living behaviors, as demonstrated by increased participation, positive responses, and changes in attitudes in implementing healthy living habits daily. Social media has proven to be an effective and efficient means of reaching the community broadly and sustainably. The use of social media in community service activities can be an innovative strategy to support the improvement of healthy living behavior and the quality of public health. Keywords: information technology: social media; healthy living behaviors; attitude change: community  environment
Penerapan teknologi probiotik pada penggelondongan udang vaname Tamsil, Andi; Danial, Danial; Hasnidar, Hasnidar; Ramli, Nurfika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38673

Abstract

Abstrak Rendahnya pemahaman pembudidaya mengenai teknologi pakan sering kali menghambat produktivitas pada fase awal budidaya udang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam penerapan teknologi probiotik pada proses penggelondongan udang vaname. Mitra sasaran kegiatan adalah Kelompok Pembudidaya Udang “Tamposisie” di Kelurahan Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, dengan melibatkan seluruh anggota kelompok sebagai peserta aktif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan materi, demonstrasi pencampuran probiotik Super PS (dosis 50 ml/kg pakan), serta praktik aplikasi pakan langsung di tambak.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam menerapkan probiotik secara mandiri. Secara kualitatif, peserta memahami mekanisme modulasi mikrobiota usus dan perbaikan kualitas air, serta menilai teknologi ini mudah dan murah untuk diadopsi. Secara kuantitatif, penerapan teknologi ini diproyeksikan dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) udang sekitar ±10% jika diterapkan secara konsisten sesuai dosis yang diajarkan. Kesimpulannya, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kapasitas teknis dan kepercayaan diri pembudidaya dalam menjalankan usaha budidaya udang vaname yang ramah lingkungan dan berorientasi produktivitas tinggi. Kata kunci: udang vaname; probiotik; penggelondongan; kelompok tamposisie; survival rate. AbstractLow understanding among farmers regarding feed technology often hinders productivity during the early stages of shrimp farming. This Community Service (PkM) activity aimed to enhance the knowledge and skills of farmers in applying probiotic technology during the nursing phase of Vaname shrimp. The target partner was the "Tamposisie" Shrimp Farmers Group in Wiringtasi Village, Suppa District, Pinrang Regency, involving all group members as active participants. The implementation methods included socialization, counseling, demonstrations of mixing Super PS probiotics (dosage of 50 ml/kg of feed), and direct field practice of probiotic feed application in ponds.The results showed a significant increase in the partners' ability to independently apply probiotic technology. Qualitatively, participants understood the mechanisms of gut microbiota modulation and water quality improvement, perceiving the technology as easy and cost-effective to adopt. Quantitatively, the application of this technology is projected to increase the shrimp Survival Rate (SR) by approximately ±10% if applied consistently according to the taught dosage. In conclusion, this activity provided a positive impact on the technical capacity and confidence of farmers in managing Vaname shrimp cultivation that is environmentally friendly and oriented toward high productivity. Keywords: vaname shrimp; probiotics; nursing phase; tamposisie group; survival rate.
Implementasi program kawan pubertas melalui infografis dan permainan ular tangga edukatif remaja Amelia, Naylila Desicha; Rizqilillah, Genis Kayana; Mursyidan, Ahmad Nafil; Risalah, Aisyah Alfiatur; Martaloka, Irine Balqiz; Wardani, Rachma Dwi; El-Syifani, Rimadhini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38781

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan periode transisi yang krusial dalam kehidupan individu, di mana terjadi perubahan signifikan secara fisik, emosional, dan sosial. Pendidikan kesehatan remaja, terutama mengenai pubertas, memiliki peranan penting dalam membantu remaja memahami dan mengelola perubahan yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi mengenai pubertas yang diberikan kepada siswa kelas VII di SMPN 4 Kalisat, Kabupaten Jember. Melalui desain pra-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test, data dikumpulkan dari 21 siswa menggunakan instrumen berupa soal pilihan ganda. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 74,7 pada pre-test menjadi 82 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 7,3 poin. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan kesehatan yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai pubertas, membantu mereka menghindari perilaku berisiko, dan membangun citra diri yang positif. Oleh karena itu, intervensi edukasi erupa poster informatif dan permainan interaktif yang sesuai dengan  kebutuhan remaja sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan kesehatan mental dan fisik mereka. Kata kunci: edukasi kesehatan; pubertas; remaja. AbstractAdolescence represents a critical transitional stage in an individual’s life, characterized by substantial physical, emotional, and social changes. Health education for adolescents, particularly on puberty, plays a vital role in enabling them to understand and effectively manage these changes. This study aimed to evaluate the effectiveness of a puberty education intervention delivered to seventh-grade students at SMPN 4 Kalisat, Jember Regency. A pre-experimental design with a pre-test and post-test approach was employed, involving 21 students as participants. Data were collected using a multiple-choice questionnaire. The results demonstrated an increase in the mean knowledge score from 74.7 in the pre-test to 82 in the post-test, reflecting an improvement of 7.3 points. These findings suggest that interactive health education is effective in enhancing adolescents’ understanding of puberty, supporting them in avoiding risky behaviors, and promoting a positive self-image. Therefore, educational interventions such as informative posters and interactive games tailored to adolescents’ needs are essential to support their mental and physical development. Keywords: adolescencents; health education; puberty
Optimalisasi kemampuan literasi membaca dan keterampilan motorik halus anak melalui program edukasi kreatif berbasis kegiatan mewarnai dan kreasi celengan cerdas Samsuar, Samsuar; Hamama, Syarifah Farissi; Irfan, Ade; Apriliadi, Indra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38930

Abstract

Abstrak Rendahnya kemampuan literasi membaca dan keterampilan motorik halus anak di Gampong Deunong menjadi permasalahan yang memerlukan intervensi edukatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan membaca dan keterampilan motorik halus anak melalui program edukasi kreatif berbasis aktivitas mewarnai dan pembuatan celengan cerdas. Kegiatan dilaksanakan pada 2–9 Maret 2026 dengan melibatkan 20 anak usia Sekolah Dasar (SD). Metode yang digunakan adalah pendampingan (mentoring) dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang dilaksanakan secara bertahap, meliputi kegiatan literasi membaca, mewarnai, dan pembuatan celengan cerdas. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian hasil karya, serta pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase dan N-gain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca mencapai 78% (kategori baik) dengan peningkatan dari 50% menjadi 78% (N-gain = 0,56; kategori sedang). Sementara itu, keterampilan motorik halus melalui kegiatan mewarnai mencapai 82% dan pembuatan celengan cerdas sebesar 87%, keduanya dalam kategori sangat baik. Secara keseluruhan, program yang dilaksanakan secara bertahap ini efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif, motorik, dan kreativitas anak. Pendekatan edukasi kreatif berbasis aktivitas praktis dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran di lingkungan masyarakat, khususnya pada daerah dengan keterbatasan stimulasi edukatif. Kata kunci: literasi membaca; motorik halus; mewarnai; celengan cerdas AbstractThe low level of reading literacy and fine motor skills among children in Gampong Deunong represents a significant issue requiring educational intervention. This community service program aimed to optimize children’s reading literacy and fine motor skills through a creative educational approach based on coloring activities and the creation of smart piggy banks. The program was conducted from March 2 to 9, 2026, involving 20 elementary school children. The method employed was a mentoring approach with a participatory-educative framework implemented in a structured sequence of activities, including guided reading, coloring, and hands-on creation of smart piggy banks. Data were collected through observation, product assessment, and pretest–posttest instruments, and analyzed using descriptive quantitative methods with percentage and N-gain analysis. The results showed that reading literacy reached 78% (good category), improving from 50% to 78% (N-gain = 0.56; moderate category). Meanwhile, fine motor skills achieved 82% in coloring activities and 87% in the smart piggy bank creation, both categorized as very good. Overall, the structured and activity-based program was effective in improving children’s cognitive abilities, fine motor skills, and creativity. A creative educational approach based on practical activities can serve as an alternative learning strategy, particularly in communities with limited educational stimulation. Keywords: reading literacy; fine motor skills; coloring activities; piggy bank creation
Pengembangan kompetensi staf dan transformasi klinik pada klinik Pratama Puspa Medika, Banjar Kembangsari, Kintamani Prebawa, I Putu Arya Giri; Jayanti, Putu Rinawati; Putra, Ngurah Rai Kusuma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38851

Abstract

Abstrak Sektor pertanian memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi yang semakin diperburuk oleh perubahan iklim, terutama melalui peningkatan paparan heat stress dan kondisi kerja ekstrem. Saat ini di Banjar Kembangsari, Desa Satra, Kintamani, layanan kesehatan kerja terstruktur belum tersedia meskipun mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas Klinik Pratama Puspa Medika sebagai Clinic-Centered Occupational Safety Hub melalui integrasi Community-Based First Responder Model in Agricultural Occupational Health. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Desember 2025 dengan melibatkan 15 staf klinik. Evaluasi menggunakan desain pre–post test (15 soal). Rerata skor meningkat dari 40 (rentang 20–50) menjadi 70 (rentang 50–80), dengan 80% peserta mengalami peningkatan ≥20 poin. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan skor. Hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas respon awal terhadap risiko kecelakaan kerja dan heat stress, serta mendorong transformasi peran klinik dari kuratif menjadi promotif-preventif. Model ini berkontribusi terhadap penguatan layanan kesehatan primer dan mendukung implementasi SDGs 3, 8, dan 13 melalui pendekatan adaptif berbasis komunitas. Pendekatan ini berpotensi direplikasi pada wilayah agraris dengan karakteristik serupa. Kata kunci: kesehatan kerja; pertanian; P3K; perubahan iklim; pengabdian masyarakat Abstract The agricultural sector is associated with a high risk of occupational injuries, which has been further exacerbated by climate change, particularly through increased exposure to heat stress and extreme working conditions. In Banjar Kembangsari, Satra Village, Kintamani, structured occupational health services are not yet available despite the majority of residents being engaged in farming. This Community Partnership Program aimed to strengthen the capacity of Klinik Pratama Puspa Medika as a Clinic-Centered Occupational Safety Hub through the integration of the Community-Based First Responder Model in Agricultural Occupational Health. The activity was conducted on December 1, 2025, involving 15 clinic staff members. Evaluation employed a pre–post test design consisting of 15 questions. The mean score increased from 40 (range 20–50) to 70 (range 50–80), with 80% of participants achieving an improvement of ≥20 points. All participants demonstrated score improvement. These findings indicate enhanced early response capacity to occupational injury risks and heat stress, as well as a transformation of the clinic’s role from curative to promotive-preventive services. The model contributes to strengthening primary health care services and supports the implementation of SDGs 3, 8, and 13 through a community-based adaptive approach. This approach has the potential to be replicated in other agricultural regions with similar characteristics. Keywords: occupational health; agriculture; first aid; climate change; community partnership. 
Pemanfaatan botol plastik untuk hidroponik guna mengurangi limbah dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga PKK Gunung Terang Bandar Lampung Yosilia, Rani; Pangaribuan, Darwin Habinsaran; Utomo, Setyo Dwi; Kesuma, Dwi Prajha; Laxemi, Komang R Vidya; Widodo, Soesiladi Esti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38023

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat di PKK Gunung Terang, Bandar Lampung, dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan meningkatnya limbah plastik rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media hidroponik sederhana. Program ini menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test, ditandai dengan kenaikan pengetahuan dari 80% menjadi 98%, sikap peduli lingkungan dengan skor 4,80/5, serta 85% peserta mampu membuat sistem hidroponik secara mandiri. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan hidroponik di rumah. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan kesadaran lingkungan, kemampuan bercocok tanam, dan ketahanan pangan keluarga, serta berpotensi menjadi model pemberdayaan PKK berbasis pengelolaan limbah plastik berkelanjutan di wilayah urban. Diharapkan program ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat, serta dilakukan pendampingan lanjutan untuk menjaga keberlanjutan dan peningkatan dampaknya Kata kunci: urban farming; PKK; ketahanan pangan; botol plastic. AbstractThe community service activity at PKK Gunung Terang, Bandar Lampung, was carried out to address the increasing problem of household plastic waste while simultaneously strengthening household food security through the use of used plastic bottles as simple hydroponic growing media. The program employed lecture sessions, discussions, demonstrations, hands-on practice, as well as mentoring and evaluation. The results showed a significant improvement in participants’ understanding and skills, as indicated by an increase in knowledge from 80% to 98%, a high level of environmental awareness with a score of 4.80 out of 5, and 85% of participants being able to independently construct a hydroponic system. All participants expressed their commitment to implementing hydroponic cultivation at home. Overall, this program was effective in enhancing environmental awareness, cultivation skills, and household food security, and it has strong potential to serve as a sustainable PKK empowerment model based on plastic waste management in urban areas. Keywords: urban farming; PKK; food security; plastic bottle.
Pelatihan pembuatan tepung singkong dan powder scrub dari limbah kulit singkong di Desa Panca Mukti Yesika, Relin; Elfia, Mega; Ilham, Muhammad Arezki; Ramadhan, Muhammad Fahri; Sari, Septi Permata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38696

Abstract

Abstrak Salah satu desa di Bengkulu tengah adalah Desa Panca Mukti. Hasil sektor pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah salah satunya yaitu tanaman pangan seperti padi, jagung, ubi jalar dan singkong. Selama ini singkong di desa panca mukti hanya dibuat olahan sederhana seperti direbus untuk membuat tapai singkong sedangkan kulit singkong hanya dibuang menjadi limbah. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan minat beriwausaha lewat pelatihan pembuatan produk olahan singkong yaitu tepung singkong dan powder scrub dari limbah kulit singkong. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan penyuluhan berupa penyampaian materi tentang mamfaat singkong dan produk olahan singkong yang bernilai ekonomis, tahapan pelatihan (pembuatan produk olahan singkong), dan tahap evaluasi (analisis tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan melalui pengisian pretest dan posttest). Kegiatan ini diberikan kepada 20 ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rerata posttest dibandingkan pretest, Hal ini mengambarkan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang mamfaat singkong dan potensi usaha dari produk olahan singkong. Hasil postest dan pretest di analisis menggunakan SPSS  (Paired Sample T-Test) dan menunjukan hasil p=0,00. Hasil ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest sebelum diberikan penyuluhan dengan nilai postest setelah penyuluhan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh keterampilan dalam mengolah singkong dan limbah kulit singkong menjadi tepung singkong dan powder scrub yang dapat menjadi peluang usaha. Dapat disimpulkan pengabdian ini dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Desa Panca Mukti terkait mamfaat singkong dan produk olahan singkong yang dapat berpotensi menjadi peluang usaha. Kata kunci: singkong; bengkulu tengah; panca mukti; tepung singkong; powder scrub Abstract The agricultural sector in Central Bengkulu Regency produces various food crops, including rice, maize, sweet potatoes, and cassava. In Panca Mukti Village, cassava has traditionally been processed only into simple products such as boiled cassava or fermented cassava (tapai), while cassava peels are generally discarded as waste. This community service program aimed to increase entrepreneurial interest through training in the production of cassava-based processed products, namely cassava flour and scrub powder made from cassava peel waste. The implementation method consisted of three stages: (1) an educational stage involving the delivery of material on the benefits of cassava and economically valuable cassava-based products; (2) a training stage focusing on hands-on practice in producing cassava flour and cassava peel scrub powder; and (3) an evaluation stage assessing community understanding before and after the program through pre-test and post-test questionnaires. The activity involved 20 members of the Family Welfare Movement (PKK). The results showed a significant increase in the mean post-test scores compared to the pre-test scores, indicating improved community understanding of the benefits of cassava and its potential for value-added business development. Statistical analysis using SPSS (Paired Sample t-test) demonstrated a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.00). In addition, participants acquired practical skills in processing cassava and cassava peel waste into cassava flour and scrub powder, which have potential as entrepreneurial products. In conclusion, this community service program successfully enhanced the knowledge and skills of the Panca Mukti Village community regarding the benefits of cassava and the development of cassava-based processed products with entrepreneurial potential. Keywords: cassava; bengkulu tengah; panca mukti; powder scrub; cassava flour
Pemberdayaan kelompok tani Desa Karuni melalui inovasi teknologi tepat guna pengolahan mete untuk peningkatan nilai tambah dan kemandirian ekonomi Lede, Yulita Adelfin; lede, Yulius Keremata; Kii, Wilhelmus Yape; Engge, Yohanes
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38351

Abstract

Abstrak Desa Karuni, Kecamatan Laura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah yang mempunyai potensi besar dalam bidang pertanian khususnya budidaya mete. Kelompok tani Desa Karuni yang fokus pada budidaya mete memiliki lahan dengan luas sekitar 20 Ha. Mete yang dihasilkan di Desa Karuni adalah mete unggul yang berasal dari varietas atau pohon induk unggul. Tujuan program PkM ini adalah untuk: 1) meningkatkan produksi mete, untuk mengatasi penurunan hasil yang berdampak pada rendahnya nilai tambah petani; 2) Menghasilkan olahan mete yang siap dipasarkan, setelah pengolahan pasca panen seperti pengupasan, pengemasan mete siap makan, agar mete tidak dijual secara gelondongan dan dapat dipasarkan dengan harga yang tinggi; dan 3) Pendampingan pengolahan menggunakan alat kacip/pengupas mete sehingga menghasilkan mete yang berkualitas dan siap dipasarkan. Metode pelaksanaan program PkM di Desa Karuni adalah: 1) sosialisasi melibatkan mitra kelompok tani: 2) workshop pengolahan dan pemasaran olahan mete; 3) pelatihan pengolahan mete menggunakan alat kacip/pengupas mete manual; pemasaran mete; dan evaluasi pelaksanaan program. Hasil yang dicapai adalah: kelompok tani memperoleh informasi terkait 1) budidaya, pengolahan, dan pengemasan mete; 2) Pemasaran olahan mete secara online dan offline; dan 3) adalah olahan mete original dengan berbagai ukuran kemasan yakni 100gr; 250gr; 500gr dan 1 kg. Kata kunci: pengolahan mete; kemandirian ekonomi; packaging dan pemasaran mete; Desa Karuni. Abstract Karuni Village, Laura Subdistrict, Southwest Sumba Regency, East Nusa Tenggara, is one of the areas with great potential in agriculture, especially cashew cultivation. The Karuni Village farmer group, which focuses on cashew cultivation, has approximately 20 hectares of land. The cashews produced in Karuni Village are high-quality cashews that come from superior varieties or parent trees. The objectives of this Community Service Program (PkM) are: 1) to increase cashew production in order to overcome the decline in yields that has resulted in low added value for farmers; 2) Produce market-ready cashew products after post-harvest processing, such as shelling and packaging ready-to-eat cashews, so that cashews are not sold in bulk and can be marketed at high prices; and 3) Provide assistance in processing using cashew shelling machines to produce high-quality cashews that are ready for market. The stages of implementing the PkM program in Karuni Village are: 1) socialization involving farmer group partners; 2) workshops on cashew processing and marketing; 3) training on cashew processing using manual cashew peeling tools; cashew marketing; and program implementation evaluation. The results achieved are: farmer groups obtained information related to 1) cashew cultivation, processing, and packaging; 2) online and offline marketing of processed cashews; and 3) original processed cashews in various package sizes, namely 100 grams, 250 grams, 500 grams, and 1 kg. Keywords: cashew processing; economic independence; cashew packaging and marketing; Karuni Village.