cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,856 Documents
Penguatan konsep dan identifikasi kearifan lokal untuk asesmen afektif melalui workshop partisipatif Candra Candra; Heri Hadi Saputra; Mohammad Mustari; Muh. Zubair
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39317

Abstract

Abstrak      Transformasi Kurikulum Merdeka menuntut pengembangan Profil Pelajar Pancasila, yang mensyaratkan guru menguasai asesmen ranah afektif dengan validitas kontekstual dan reliabilitas yang memadai. Tantangan mendasar adalah rendahnya pemahaman konseptual guru mengenai kaidah psikometris instrumen non-tes dan kegagalan mengaitkan penilaian afektif dengan ekologi budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan pemahaman konseptual guru dan meningkatkan kemampuan mereka mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal dalam tari rudat untuk ditransformasi menjadi kisi-kisi indikator perilaku operasional. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) Tahap Awal, dikombinasikan dengan workshop intensif dan pendampingan reflektif pada 15 guru sekolah dasar negeri 2 pemenang timur Lombok utara. Keberhasilan program diukur secara kuantitatif melalui Uji-t Sampel Berpasangan (Paired Sample T-Test) pada hasil Pre-Test dan Post-Test untuk mengukur peningkatan pemahaman konseptual dan teknis. Hasil kualitatif berfokus pada analisis kualitas kisi-kisi indikator operasional yang dirumuskan guru. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan kompetensi konseptual yang sangat signifikan (rata-rata skor Post-Test 88,52; p < 0,001), melampaui target luaran program sebesar 20%. Secara kualitatif, guru berhasil mentransformasi nilai abstrak menjadi kisi-kisi indikator perilaku yang Spesifik dari budaya tari rudat, yang merupakan prasyarat Validitas Kontekstual instrumen. Kegiatan ini merekomendasikan tindak lanjut PkM untuk praktik penyusunan instrumen pada tahap berikutnya. Kata kunci: asesmen afektif; kearifan lokal; workshop partisipatif. Abstract      The transformation of the Merdeka Curriculum demands the development of the Pancasila Student Profile, requiring teachers to master affective domain assessment with adequate contextual validity and reliability. The fundamental challenge is the low conceptual understanding of teachers regarding the psychometric rules of non-test instruments and the failure to link character assessment with local cultural ecology. This community service activity aims to strengthen teachers' conceptual understanding and increase their ability to identify local wisdom values tari rudat to be transformed into blueprints of operational behavioral indicators. The method used is the Initial Phase of Participatory Action Research (PAR), combined with intensive workshops and reflective mentoring for 15 primary school teachers in the East Pemenang 2 State Elementary School, Lombok uatara. Program success was measured quantitatively using a Paired Sample T-Test on Pre-Test and Post-Test results to measure the increase in conceptual and technical understanding. Qualitative results focused on the analysis of the quality of the operational indicator blueprints formulated by the teachers. Quantitative results showed a highly significant increase in conceptual competence (average Post-Test score 88.52; p < 0.001), exceeding the program's minimum target of 20%. Qualitatively, teachers successfully transformed abstract values into specific and culturally sensitive behavioral indicator blueprints, which is a prerequisite for Contextual Validity of instruments. This activity recommends a follow-up Community Service activity for the practical drafting of instruments in the next phase. Keywords: affective assessment; local wisdom; participatory workshop.
Peningkatan produktivitas kerja di usaha kecil pada Dusun Ambung, Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur Syarif Hidayatullah; Syahrul Syahrul; I Dewa Ketut Okariawan; Salman Salman; Agus Dwi Catur; Suteja Suteja; Ahmad Akromul Huda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.39007

Abstract

AbstrakUsaha kecil di Dusun Ambung, Desa Masbagik Timur, masih menghadapi kendala efisiensi produksi akibat penggunaan alat tradisional dalam pengolahan keripik singkong. Proses pemotongan singkong secara manual membutuhkan waktu lama, menghasilkan irisan yang kurang seragam, dan meningkatkan risiko cedera kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas kerja mitra melalui penerapan alat pemotong singkong berbasis teknologi tepat guna. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, persiapan dan perakitan alat, sosialisasi penggunaan alat, edukasi manfaat teknologi, serta serah terima alat kepada mitra usaha kecil. Seluruh tahapan dilakukan secara partisipatif agar mitra dapat memahami, menggunakan, dan merawat alat secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan alat pemotong singkong meningkatkan kapasitas pemotongan dari 8–10 kg/jam pada metode manual menjadi 22–26 kg/jam setelah alat digunakan, atau sekitar 2,4–2,8 kali lebih tinggi. Waktu pemotongan untuk 10 kg singkong juga berkurang dari sekitar 60–75 menit menjadi 23–27 menit. Selain itu, hasil irisan menjadi lebih seragam, kebutuhan tenaga kerja berkurang, dan risiko cedera saat produksi dapat diminimalkan. Program ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha kecil pengolahan singkong. Kata kunci: usaha kecil; alat pemotong singkong; teknologi tepat guna; produktivitas; Dusun Ambung. AbstractSmall businesses in Ambung Hamlet, Masbagik Timur Village, still face production efficiency challenges due to the use of traditional tools in cassava chip processing. The manual cassava cutting process is time-consuming, produces uneven slices, and increases the risk of workplace injuries. This community service activity aims to improve the productivity of small business partners through the implementation of cassava-cutting tools based on appropriate technology. The activity methods include field observations, tool preparation and assembly, training on tool usage, education on the benefits of the technology, and the handover of tools to small business partners. All stages were conducted in a participatory manner so that partners could understand, use, and maintain the tools sustainably. The results of the activity show that the use of the cassava cutting tool increased cutting capacity from 8–10 kg/hour using manual methods to 22–26 kg/hour after the tool was used, or approximately 2.4–2.8 times higher. The cutting time for 10 kg of cassava also decreased from about 60–75 minutes to 23–27 minutes. In addition, the slices became more uniform, labor requirements were reduced, and the risk of injury during production was minimized. This program demonstrates that simple innovations based on appropriate technology can improve the efficiency, productivity, and competitiveness of small cassava processing businesses. Keywords: small business; cassava cutting tool; appropriate technology; productivity; Ambung Hamlet.
Pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pembelajaran siswa SMP Muhammadiyah Mataram Nanang Rahman; Irwandi Irwandi; Jannatul Annisa; Hilatul Jannah; Jumhatun Jumhatun; Taufik Hidatyat; Muhammad Furqon; Nurrauhil Aulia; Budiman Budiman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38162

Abstract

Abstrak Kegiatan workshop pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Mataram sebagai upaya meningkatkan literasi digital siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar Artificial Intelligence kepada siswa, memperkenalkan berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Gemini, serta memberikan pemahaman mengenai cara penggunaan dan manfaat AI secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 22 siswa SMP Muhammadiyah Mataram yang berasal dari kelas VII, VIII, dan IX. Metode pelaksanaan workshop meliputi penyampaian materi secara interaktif mengenai pengertian dan peran AI dalam dunia pendidikan, demonstrasi penggunaan aplikasi AI, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman siswa. Melalui kegiatan praktik, siswa dibimbing untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar, seperti membantu memahami materi pelajaran, mencari ide, serta menyusun jawaban sederhana secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan workshop mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap konsep dasar AI dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung serta mampu mengoperasikan beberapa aplikasi AI sesuai dengan arahan yang diberikan. Selain itu, siswa mulai memahami potensi AI sebagai media pendukung pembelajaran yang kreatif dan inovatif, sekaligus menyadari pentingnya penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kegiatan workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membekali siswa dengan keterampilan literasi digital yang relevan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.  Kata kunci: pelatihan; artificial intelligence; teknologi literasi digital; siswa SMP; pengabdian Abstract The workshop on the utilization of Artificial Intelligence (AI) in learning was conducted at SMP Muhammadiyah Mataram as an effort to enhance students’ digital literacy amid rapid technological development. This activity aimed to introduce the basic concepts of Artificial Intelligence to students, familiarize them with various AI platforms that can be utilized in learning, such as ChatGPT, DeepSeek, and Gemini, and provide an understanding of proper, responsible, and ethical AI usage. The target partners of this activity were 22 students of SMP Muhammadiyah Mataram from grades VII, VIII, and IX. The workshop was implemented through several methods, including interactive material delivery on the concept and role of AI in education, demonstrations of AI application usage, hands-on practice by participants, and discussions and question-and-answer sessions to deepen students’ understanding. During the practical sessions, students were guided to utilize AI as a learning support tool, such as assisting in understanding learning materials, generating ideas, and composing simple answers independently. The results of the activity indicate that the workshop successfully improved students’ knowledge and understanding of basic AI concepts and their application in learning. Students showed high enthusiasm throughout the activity and were able to operate several AI applications according to the given instructions. Furthermore, students began to understand the potential of AI as a creative and innovative learning support medium, while also recognizing the importance of ethical and responsible AI use. Therefore, this workshop is expected to serve as an initial step in equipping students with relevant digital literacy skills to support the learning process at school. Keywords: training; artificial intelligence; digital literacy technology; junior high school students; community service.
Penerapan teknologi tepat guna pada kelompok tani Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah Suteja Suteja; Nasmi Herlina Sari; Sujita Sujita; Rudy Sutanto; Ida Bagus Alit; Syarif Hidayatullah; Ahmad Akromul Huda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39015

Abstract

AbstrakKelompok tani sinar harapan memiliki permasalahan perawatan padi berupa biaya dan waktu semprot padi yang terus meningkat. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dihasilkan dan diberikan alat semprot kepada kelompok tani sinar harapan di desa Setanggor sebagai upaya untuk meningkatkan dan mempermudah dalam penyemprotan padi oleh para petani. Oleh karena itu, hal ini menjadi isu yang perlu diselesaikan dalam peningkatan hasil pertanian. Mesin alat semprot ini didesain dan dibuat untuk mengatasi permasalahan seperti mempermudah dan mempercepat semprot padi. Selain pembuatan dan serah terima alat semprot, pelatihan pengoperasian, dan perawatan mesin dilakukan secara Bersama-sama dengn masyarakat dan tim pengabdian dalam program ini. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa waktu semprot dan proses semprot pada padi lebih cepat, sehingga mengurangi biaya untuk upah yang dikeluarkan petani. Terlebih lagi, para petani di kelompok tani sinar harapan sudah melewati usaha produktif. Sehingga program ini sangat membantu para petani. Diharapkan program keberlanjutan pada alat yang berbeda lainnya untuk mendukung kemandirian para petani. Kata kunci: alat semprot; kelompok tani sinar harapan; pengabdian kepada masyarakat. Abstract The Sinar Harapan Farmers’ Group faces challenges in rice cultivation, specifically the rising costs and time required for rice spraying. Through this Community Service Program (PKM), a sprayer was developed and provided to the Sinar Harapan Farmers’ Group in Setanggor Village as an effort to improve and streamline rice spraying for farmers. Therefore, this issue must be addressed to increase agricultural yields. This sprayer was designed and built to address issues such as simplifying and speeding up rice spraying. In addition to the construction and handover of the sprayer, training on operation and machine maintenance was conducted jointly with the community and the service team as part of this program. The results of the community service initiative show that the spraying time and process for rice are faster, thereby reducing labor costs for farmers. Furthermore, farmers in the Sinar Harapan farming group have already achieved productive outcomes. Thus, this program is highly beneficial to farmers. It is hoped that sustainable programs involving other types of equipment will be implemented to support farmers’ self-reliance. Keywords: community service; sinar harapan farmers' group; sprayer.
PKM peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu PKK dalam pemanfaatan cubicle portable sebagai sarana kesehatan masyarakat di Kamal Jakarta Barat Anggraeni Dyah; Sri Kurniasih; Anissa Amalia Mulya; Eka Purwa Laksana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38495

Abstract

Abstrak Kegiatan posyandu di Kampung Belakang Kamal, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, masih menghadapi keterbatasan sarana pemeriksaan kesehatan yang layak, sehingga pelayanan sering dilakukan di ruang terbuka yang kurang nyaman dan tidak privat. Selain itu, rendahnya minat remaja terhadap konsumsi makanan sehat menjadi tantangan dalam upaya peningkatan gizi masyarakat. Permasalahan ini menunjukkan perlunya pemanfaatan teknologi tepat guna serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu PKK dalam memanfaatkan produk teknologi cubicle portable sebagai ruang periksa kesehatan yang praktis, fleksibel, dan mudah dipindahkan sebagai sarana pemeriksaan kesehatan serta mendorong penerapan konsumsi makanan sehat. Metode pemberdayaan yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, yang dilaksanakan pada bulan Mei–Desember 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan cubicle portable mampu meningkatkan kenyamanan, privasi, dan efektivitas pemeriksaan kesehatan pada kegiatan posyandu. Peserta juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan alat tersebut. Selain itu, inovasi menu makanan sehat kekinian berhasil meningkatkan minat remaja terhadap konsumsi makanan bergizi seimbang. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat. Kata kunci: cubicle portable; inovasi; menu makanan sehat; produk teknologi. AbstractPosyandu activities in Kampung Belakang Kamal, Kamal Village, Kalideres District, West Jakarta, still face limitations in adequate health examination facilities, resulting in services often being conducted in open spaces that lack comfort and privacy. In addition, the low interest of adolescents in consuming healthy food poses a challenge in improving community nutrition. These issues indicate the need for appropriate technology utilization and community-based innovation. This community service program aims to enhance the knowledge and skills of PKK women in utilizing portable cubicle technology as a practical, flexible, and movable health examination space, as well as to promote the adoption of healthy eating habits. The empowerment methods employed include lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice, conducted from May to December 2025. The results show that the use of portable cubicles improves comfort, privacy, and the effectiveness of health examinations in posyandu activities. Participants also demonstrated increased understanding and skills in operating the equipment. Furthermore, the innovation of contemporary healthy food menus successfully increased adolescents’ interest in consuming balanced nutritious food. In conclusion, this program contributes to improving the quality of community health services and encourages sustainable healthy lifestyle changes through active community participation. Keywords: cubicle portable; healthy food menus; innovation; technology product.
Edukasi lingkungan melalui pengelolaan sampah organik di SD Negeri 26 Pemecutan I Kadek Andre Setiawan Giri; Ni Luh Putu Sariani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38660

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah organik di lingkungan sekolah semakin menonjol seiring meningkatnya aktivitas institusional dan domestik di kawasan perkotaan. Rendahnya pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah organik menjadi hambatan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Pendidikan lingkungan sejak jenjang sekolah dasar dinilai strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi lingkungan kepada siswa melalui pengelolaan sampah organik serta meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah. Mitra kegiatan adalah SD Negeri No. 26 Pemecutan dengan melibatkan 33 siswa sebagai peserta utama, didampingi oleh guru dan mahasiswa. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan siswa antusias mengikuti sosialisasi, aktif dalam sesi tanya jawab, serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik. Secara kuantitatif, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 2,00 pada pre-test menjadi 3,94 pada post-test untuk aspek pemahaman pengelolaan sampah organik, dari 1,97 menjadi 4,18 pada aspek pemanfaatan sampah organik, dan dari 2,03 menjadi 4,09 pada aspek keterlibatan siswa. Kata kunci: edukasi lingkungan; sampah organik; sekolah dasar; pengelolaan sampah; siswa. Abstract The problem of organic waste in the school environment is increasingly prominent along with the growing institutional and domestic activities in urban areas. Students' low understanding of organic waste management has become an obstacle in creating a clean and healthy school environment. Environmental education at the elementary school level is considered strategic in shaping environmentally conscious character from an early age. This community service activity aims to provide environmental education to students through organic waste management and to improve students' understanding and concern for the school environment. The activity partner was SD Negeri No. 26 Pemecutan, involving 33 students as main participants, accompanied by teachers and university students. The implementation method included socialization and education, and evaluation through pre-test and post-test. The results showed that students were enthusiastic in participating in socialization, active in question and answer sessions, and improved understanding of organic waste management. Quantitatively, the average student score increased from 2.00 on the pre-test to 3.94 on the post-test for the aspect of organic waste management understanding, from 1.97 to 4.18 for the aspect of organic waste utilization, and from 2.03 to 4.09 for the aspect of student involvement. Keywords: environmental education; organic waste; elementary school; waste management; students.