cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,850 Documents
Kegiatan modul nusantara menginspirasi mahasiswa pada program PMM (Pertukaran Mahasiswai Merdeka) angkatan 4 Fatimah, Andi; Azizah, Nurul; Zulharnah, Zulharnah; Syamsuri, Andi Makbul; Ibrahim, Andi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38879

Abstract

AbstrakMotivasi  berperan penting memberi arah pada tindakan  seseorang.  Mahasiswa  sebagai  calon  generasi  penerus  bangsa  diharapkan  mampu berkontribusi dalam menciptakan inovasi serta mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Inspirasi mahasiswa ketika mereka berada di pendidikan tinggi sangat mempengaruhi motivasi, keterlibatan, dan pencapaian mereka selanjutnya. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan kurikulum dan keterampilan non-teknis. Kerja sama antar perguruan tinggi menjadi kunci utama untuk mengurangi disparitas kualitas yang signifikan antar perguruan tinggi di Indonesia. Program MBKM merupakan kebijakan pemerintah bertujuan memiliki pengalaman belajar lintas kampus. Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang memberikan kebijakan perguruan tinggi untuk memberikan kebebasan kepada Mahasiswa/i untuk mencari pengalaman belajar di luar program studinya. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan sebuah program pertukaran mahasiswa/i belajar di perguruan tinggi lain di Indonesia untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia dan juga berkesempatan belajar di luar program studi di perguruan tinggi asalnya. Modul Nusantara menjadi salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa/i yang mengikuti program PMM. Secara nasional, peserta Program PMM Angkatan 4 sebanyak 16.250 mahasiswa/i. Kegiatan Modul Nusantara terdiri dari kegiatan kebhinekaan, refleksi, inpirasi, dan kontribusi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kegiatan Modul Nusantara, diharapkan dapat memotivasi mahasiswa/i untuk mengintegrasikan pengalaman lapangan menjadi pemahaman yang mendalam. Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Kegiatan Modul Nusantara didampingi oleh Dosen Modul Nusantara (DMN) dan Liaison Officer (LO). Hasil pelaksanaan, sebagai berikut: kunjungan ke tempat pemberdayaan masyarakat lembaga pendidikan nonformal dan talk show merupakan festival kreatif. Kata kunci: kegiatan; motivasi; inspirasi; mahasiswa/i; dan modul nusantara. AbstractMotivation plays a crucial role in guiding one's actions. Students, as the nation's future generation, are expected to contribute to innovation and make quick and accurate decisions. Students' inspiration during their time in higher education significantly influences their motivation, engagement, and subsequent achievements. Universities play a crucial role in developing curricula and non-technical skills. Collaboration between universities is key to reducing significant quality disparities among universities in Indonesia. The MBKM program is a government policy aimed at providing cross-campus learning experiences. Kampus Merdeka is a government policy that provides universities with the freedom to seek learning experiences outside their study programs. The Independent Student Exchange Program (PMM) is a student exchange program studying at other universities in Indonesia to gain learning experiences at top universities throughout the country and also have the opportunity to study outside their home university. The Nusantara Module is one of the compulsory courses for students participating in the PMM program. Nationally, 16,250 students participated in the PMM Program Batch 4. The Nusantara Module activities consist of diversity activities, reflection, inspiration, and social contribution. This study aims to examine the Nusantara Module Activities, which are expected to motivate students to integrate field experiences into in-depth understanding. Community Service uses qualitative descriptive research. The Nusantara Module activities are accompanied by the Nusantara Module Lecturer (DMN) and Liaison Officer (LO). The results of the implementation are as follows: visits to community empowerment sites of non-formal educational institutions and talk shows are creative festivals. Keywords: activities; motivation; inspiration; students; and nusantara module.
Peningkatan keterampilan menulis artikel ilmiah mahasiswa melalui workshop partisipatif dan pendampingan publikasi Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Nizaar, Muhammad; Irwandi, Irwandi; Rahmaniah, Rima; Maryani, Sri; Afandi, Ahmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38748

Abstract

AbstrakWorkshop penulisan artikel ilmiah menjadi penting mengingat rendahnya tingkat publikasi ilmiah mahasiswa di perguruan tinggi serta terbatasnya pendampingan dalam proses penulisan dan publikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan keterampilan menulis artikel ilmiah mahasiswa, dengan indikator capaian submit dan publikasi artikel serta kualitas penulisan sesuai standar jurnal. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025 dengan melibatkan 192 mahasiswa semester V PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif berbasis praktik (learning by doing) melalui empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pendampingan dan peer review, serta evaluasi dan refleksi. Hasil menunjukkan 159 mahasiswa (82,8%) berhasil melakukan submit artikel, dan 60 artikel (31,3%) berhasil dipublikasikan pada jurnal terakreditasi. Capaian ini mengindikasikan bahwa mahasiswa mampu mengaplikasikan keterampilan penulisan ilmiah dalam konteks publikasi nyata. Dengan demikian, workshop dan pendampingan berkontribusi dalam mendukung pengembangan keterampilan menulis ilmiah sekaligus mendorong produktivitas publikasi. Kata kunci: keterampilan menulis ilmiah; publikasi artikel; workshop partisipatif. AbstractA workshop on scientific article writing is essential given the low rate of scientific publications by students in higher education institutions and the limited guidance available during the writing and publication process. This initiative aims to support the development of students’ scientific writing skills, with key performance indicators including the submission and publication of articles, as well as writing quality that meets journal standards. The activity was held in September 2025, involving 192 fifth-semester PGSD students from the Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah University of Mataram. The method used was a practice-based participatory workshop (learning by doing) comprising four stages: planning, implementation, mentoring and peer review, and evaluation and reflection. The results showed that 159 students (82.8%) successfully submitted articles, and 60 articles (31.3%) were successfully published in accredited journals. These achievements indicate that students are able to apply scientific writing skills in the context of real-world publication. Thus, the workshop and mentoring contributed to supporting the development of scientific writing skills whilst encouraging publication productivity. Keywords: academic writing skills; article publication; participatory workshop.
Pemberdayaan masyarakat berbasis SEHATI SIAGA untuk mendukung upaya pencegahan hipertensi Hanifah, Alfia Rizqy; Hutasoit, Jhonatan Rameldo; Mandagi, Ayik Mirayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38775

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Diperlukan upaya promotif dan preventif yang berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung deteksi dini. Program pengabdian masyarakat SEHATI SIAGA (Sadar Jaga Kesehatan Rutin) bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah hipertensi secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Lingkungan Suko, Kelurahan Gombengsari, Banyuwangi, pada 11 dan 21 Januari 2026 dengan sasaran 50 peserta pengajian Fatayat Muslimat. Intervensi berupa sosialisasi interaktif terkait pengertian, faktor risiko, komplikasi, pencegahan hipertensi, serta pemeriksaan tekanan darah gratis. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 59,40 menjadi 84,60 dengan selisih 25,20 poin. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman warga, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,001). Secara kualitatif, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama saat sesi diskusi interaktif dan pemeriksaan tekanan darah mandiri. Kendala berupa keterbatasan ruang dan variasi literasi peserta diatasi melalui pendekatan komunikatif dan pendampingan langsung. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta berpotensi mendukung perubahan perilaku deteksi dini hipertensi secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata kunci: deteksi dini; edukasi kesehatan; hipertensi; kesehatan masyarakat; promosi kesehatan AbstractHypertension is a public health problem that significantly contributes to the risk of cardiovascular disease. Community-based promotive and preventive efforts are needed to increase public awareness and support early detection. The SEHATI SIAGA (Sadar Jaga Kesehatan Routin) community service program aims to raise community awareness and independence in improving healthy lifestyle behaviors to prevent hypertension sustainably. The activity was carried out in the Suko Neighborhood, Gombengsari Village, Banyuwangi, on January 11 and 21, 2026, targeting 50 Fatayat Muslimat recitation participants. The intervention included interactive outreach related to the definition, risk factors, complications, prevention of hypertension, and free blood pressure checks. The evaluation used a pre-test and post-test design. The results showed an increase in the average knowledge score from 59.40 to 84.60, with a difference of 25.20 points. This activity proved effective in increasing community understanding, as indicated by a significant increase in knowledge scores between before and after education (p < 0.001). Qualitatively, participant enthusiasm was very high, especially during the interactive discussion session and self-blood pressure checks. Challenges such as limited space and varying participant literacy levels were addressed through a communicative approach and direct mentoring. This program effectively increased public knowledge and awareness and has the potential to support sustainable behavior change for early hypertension detection at the community level. Keywords: early detection; health education; hypertension; public health; health promotion.
Pendampingan KJA dalam penerapan keuangan digital smartphone pemberdayaan UMKM di wilayah Sumatera Selatan Hertati, Lesi; Umar, Haryono; Puspitawati, Lilis; Yustini, Tien; Hildayanti, Siti Komariah; Prasetya, Nanda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38909

Abstract

Abstrak UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam pemanfaatan digital marketing dan keuangan digital, terutama pada aspek sistem pembayaran non-tunai, pencatatan transaksi, serta penyusunan laporan keuangan berbasis digital yang terintegrasi dengan layanan perbankan di Indonesia. Permasalahan penilaian pre-test (58,4%) dan post-test (87,9%) pada tahun 2026, di wilayah pelosok desa di Sumatera Selatan menunjukkan kepuasan. Kondisi ini perlunya intervensi komprehensif melalui edukasi dan pelatihan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat marginal, oleh Kantor Jasa Akuntan (KJA) yaitu pendampingan berbasis smartphone guna meningkatkan sistem penjualan kepada masyarakat yang lebih luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui edukasi, pelatihan strategi UMKM naik kelas berbasis keuangan digital smartphone, serta inovasi produk lokal. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pentingnya keuangan digital dan peran KJA dengan evaluasi pre-test dan post-test, (2) pelatihan pembuatan aplikasi sederhana, serta (3) demonstrasi penggunaan Aplikasi Kasir Digital Berbasis Android. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta puas dengan akurasi pencatatan keuangan (71,5%) dan yang masih bingung 28,5 %. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital, keterampilan pengelolaan keuangan, diversifikasi laporan keuangan, serta perluasan pengenalan produk desa kepada pasar  luas secara berdampak. Dukungan sinergis dari masyarakat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku UMKM dan perguruan tinggi sangat diperlukan guna menjaga keberlanjutan program UMKM naik kelas berbasis keuangan digital. Kata Kunci:  UMKM naik kelas; keuangan digital; digital marketing; aplikasi kasir android; kantor jasa  akuntan. Abstract MSMEs still face various obstacles in utilizing digital marketing and digital finance, especially in the aspects of non-cash payment systems, transaction recording, and the preparation of digital-based financial reports integrated with banking services in Indonesia. The problem of pre-test assessment (58.4%) and post-test (87.9%) in 2026, in remote areas of villages in South Sumatra showed satisfaction. This condition requires comprehensive intervention through education and training oriented towards empowering marginalized communities, by the Accounting Services Office (KJA), namely smartphone-based assistance to improve the sales system to the wider community. This community service activity aims to empower MSME actors through education, training in MSME strategies for upgrading based on smartphone digital finance, and local product innovation. The implementation method includes: (1) the importance of digital finance and the role of KJA with pre-test and post-test evaluations, (2) training in creating simple applications, and (3) demonstration of the use of the Android-Based Digital Cashier Application. The results of the activity showed that participants were satisfied with the accuracy of financial records (71.5%) and those who were still confused were 28.5%. This activity makes a significant contribution to improving digital literacy, financial management skills, diversifying financial reports, and expanding the introduction of village products to a wider market in an impactful manner. Synergistic support from the community, local governments, banks, MSMEs, and universities is essential to maintain the sustainability of the digital finance-based MSME upgrade program. Keywords: MSME upgrade; digital finance; digital marketing; android cashier application;accounting services office
Peningkatan literasi kesehatan tentang pencegahan hipertensi melalui edukasi dan kartu kendali rendah garam pada remaja sekolah Maulana, Dheva Yudistira; Puspikawati, Septa Indra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38898

Abstract

Abstrak      Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular yang dapat berkembang sejak remaja akibat konsumsi natrium tinggi dan rendahnya literasi kesehatan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja mengenai pencegahan hipertensi melalui edukasi dan pemantauan konsumsi garam. Kegiatan menggunakan desain pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan pada 30 anggota Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 02 Kalipuro, Banyuwangi. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, skrining tekanan darah, serta pelatihan penggunaan Kartu Kendali Rendah Garam. Evaluasi dilakukan dengan desain pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana rerata skor meningkat dari 62,00 menjadi 86,00. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemantauan konsumsi garam efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja dan berpotensi mendukung upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan sejak usia sekolah. Kata kunci: hipertensi; remaja; literasi kesehatan; garam; PMR Abstract      Hypertension is a primary risk factor for non-communicable diseases that can develop as early as adolescence due to high sodium intake and low health literacy. This community service project aims to improve adolescent health literacy regarding hypertension prevention through education and salt consumption monitoring. The program utilized a Participatory Action Research (PAR) approach involving 30 members of the Youth Red Cross (PMR) at SMPN 02 Kalipuro, Banyuwangi. Implementation methods included health education, blood pressure screening, and training on the use of the Low-Salt Control Card. Evaluation followed a pre-test and post-test design, with data analyzed using a paired t-test. Results showed a significant increase in participants' knowledge, with the mean score rising from 62.00 to 86.00. These findings suggest that health education combined with salt consumption monitoring effectively enhances adolescent health literacy and has the potential to support sustainable hypertension prevention efforts from school age. Keywords: hypertension; adolescent; health literacy; salt; youth red cross.
Pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga Desa Pasar Melintang melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan Simamora, Windi Saputri; Harahap, Siti Sarah; Pratama, Andre
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38823

Abstract

Abstrak Desa Pasar Melintang di Kecamatan Lubuk Pakam merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian padi sawah. Namun, keterbatasan akses informasi dan rendahnya literasi digital, khususnya pada kalangan ibu rumah tangga, menghambat optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung aktivitas ekonomi produktif. Program pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan literasi digital dasar, (2) mengembangkan keterampilan pemasaran digital berbasis media sosial, dan (3) meningkatkan kemampuan pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan ekonomi rumah tangga. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan, meliputi identifikasi kebutuhan melalui diskusi dengan perangkat desa, perencanaan program berbasis kebutuhan peserta, pelaksanaan pelatihan berbasis praktik langsung, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, serta penyusunan tindak lanjut. Pelatihan mencakup penggunaan media sosial untuk pemasaran serta pemanfaatan tools AI seperti ChatGPT dan Canva AI dalam pembuatan konten promosi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 65,45 pada pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, peserta juga mengalami peningkatan keterampilan dalam membuat konten digital dan memanfaatkan AI untuk promosi usaha. Program ini berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi melalui perluasan peluang peningkatan pendapatan berbasis pemasaran digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong pembangunan desa yang lebih adaptif terhadap transformasi digital. Kata kunci: literasi digital; teknologi informasi; kecerdasan buatan; pemberdayaan masyarakat; ibu rumah tangga. Abstract Pasar Melintang Village in Lubuk Pakam District is an area where most residents rely on rice farming as their primary livelihood. However, limited access to information and low digital literacy, particularly among housewives, hinder the optimal use of information technology and Artificial Intelligence (AI) in supporting productive economic activities. This community service program aims to: (1) improve basic digital literacy, (2) develop social media-based digital marketing skills, and (3) enhance the use of AI to support household economic activities. The method used is Participatory Action Research (PAR), involving active community participation in all stages, including needs identification through discussions with village officials, program planning based on participants’ needs, hands-on training implementation, evaluation using pre-test and post-test instruments, and follow-up planning. The training covered social media utilization for marketing and the use of AI tools, such as ChatGPT and Canva AI, for creating promotional content. The results show a significant improvement in participants’ understanding, indicated by an increase in the average score from 65.45 in the pre-test to 80 in the post-test. Participants also improved their skills in creating digital content and utilizing AI for business promotion. The program contributes to economic empowerment by expanding opportunities to increase income through more effective digital marketing. These findings suggest that a contextual and participatory approach effectively enhances rural digital literacy and supports more adaptive village development in the digital era. Keywords: digital literacy; information technology; artificial intelligence; community empowerment; housewives.
Farmasis peduli diabetes melalui edukasi obat dan pencegahan komplikasi di Desa Darek Lombok Tengah Apriliany, Fitri; Umboro, Recta Olivia; Erlianti, Karina; Bimmaharyanto S, Dedent Eka; Setiawan, Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38266

Abstract

Abstrak Lombok Tengah menjadi salah satu daerah tinggi penderita diabetes dibandingkan 9 kabupaten lainnya di NTB sebanyak 16.195 pasien dan diabetes adalah penyakit metabolik kronik yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Penyakit ini jika tidak ditangani maka akan menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, gangguan ginjal, neuropati, dan gangguan penglihatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Dalam tatalaksana pengobatan diabetes selain terapi pengobatan, dibutuhkan juga kepatuhan minum obat untuk mengoptimalkan outcome pengobatan. Akan tetapi masih banyak pasien yang memiliki ketidakpatuhan terhadap terapi pengobatan karena faktor rasa jenuh akibat mengkonsumsi obat seumur hidup sehingga perlunya peran tenaga kefarmasian dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Olehkarena itu tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai diabetes melalui farmasis peduli diabetes melitus (FARMA-DM). Metode edukasi dilakukan menggunanakn media pembelajaran audio visual (power point, video animasi). Evaluasi dilakukan dengan prettest dan posttest. Kegiatan dihadiri oleh 53 peserta. Hasil kegiatan diperoleh nilai rata-rata prettest (40%) dan posttest (90%). Kesimpulan pengabdian ini adalah peran farmasis dalam memberikan edukasi penyakit diabetes, obat, dan komplikasi nya berdampak pada perubahan sikap pemahaman dan pengetahuan peserta dengan ditunjukkan peningkatan nilai evaluasi sebesar 125% Kata kunci: diabetes; edukasi obat; farma-dm;  pengetahuan. Abstract Lombok Tengah is one of the districts in West Nusa Tenggara (NTB) with a high prevalence of diabetes mellitus, with 16,195 patients compared to the other nine districts. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that can affect individuals of all ages. If not properly treated, it can cause serious complications such as cardiovascular disease, kidney disorders, neuropathy, and visual impairment, which can significantly reduce patients’ quality of life. In diabetes management, pharmacological therapy alone is not sufficient; medication adherence is also required to optimize treatment outcomes. However, many patients experience non-adherence to medication therapy due to boredom and fatigue associated with lifelong treatment. Therefore, the aim of this community service is to increase public knowledge and awareness of diabetes through the Pharmacists Caring for Diabetes Mellitus (FARMA-DM) program. Educational activities were delivered using audiovisual learning media, including PowerPoint presentations and animated videos. Evaluation was conducted using pretest and posttest methods. The activity was attended by 53 participants. The results showed that the average pretest score was 40%, which increased to 90% in the posttest. In conclusion, the role of pharmacists in providing education about diabetes, medication use, and its complications had a positive impact on participants’ attitudes, understanding, and knowledge, as indicated by a 125% increase in evaluation scores. Keywords: diabetes; medication education; FARMA-DM; knowledge.
Pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan pemahaman inovasi teknologi sektor keuangan bagi guru di Kabupaten Sragen Ramli, Asmarani; Ningsih, Ayup Suran; Fidiyani, Rini; Swaraswati, Yogi; Permana, Made Virma; Christanti, Sherley Ika; Wardhani, Harumsari Puspa; Hasna, Lubna Firdausa; Rizki, Radha Evi Nur; Maharani, Ferra Tiara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38637

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan pemahaman inovasi teknologi sektor keuangan bagi guru di Kabupaten Sragen dilaksanakan sebagai upaya memperkuat literasi digital dan keuangan di kalangan pendidik. Guru memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang berperan tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam memberikan edukasi kepada siswa dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar guru mampu memahami, memanfaatkan, dan mengedukasi tentang inovasi teknologi keuangan seperti dompet digital, QRIS, aplikasi investasi, serta layanan keuangan digital lainnya. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah, seminar interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung penggunaan teknologi keuangan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan inovasi keuangan digital, manfaat penggunaannya, serta risiko yang perlu diantisipasi, termasuk keamanan data dan perlindungan konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru, dengan peningkatan pemahaman risiko digital sebesar lebih dari 55% dan pemahaman manfaat teknologi keuangan hingga 65%, baik untuk kepentingan pribadi maupun sebagai bekal mentransfer literasi keuangan kepada siswa. Program ini selaras dengan regulasi nasional, antara lain Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK), Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, serta POJK No. 12/POJK.07/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital, sehingga mendukung penguatan literasi keuangan dan digital di era transformasi teknologi. Kata kunci: hukum; invovasi; keuangan; pengabdian; ITSK. AbstractThe service to the community, aimed at improving teachers' understanding of financial sector technology innovation in Sragen Regency, was carried out as an effort to strengthen digital and financial literacy among educators. Teachers hold a strategic position as agents of change, playing a role not only in classroom learning but also in providing education to students and the broader community. This activity aims to enable teachers to understand, utilize, and educate others about financial technology innovations, including digital wallets, QRIS, investment applications, and other digital financial services. The implementation of activities employs a participatory-educational approach, incorporating lectures, interactive seminars, group discussions, and hands-on practice with financial technology. The material presented includes the introduction to digital financial innovation, its benefits, and the risks that need to be anticipated, including data security and consumer protection. The results of the activity indicate an increase in teachers' knowledge and awareness of the importance of mastering financial technology, both for personal gain and as a means to transfer financial literacy to students. This program is in line with national regulations, including Law Number 4 of 2023 on the Development and Strengthening of the Financial Sector (UUP2SK), Presidential Regulation Number 114 of 2022 on the National Strategy of Inclusive Finance, and POJK No. 12/POJK.07/2018 on Digital Finance Innovation, thus supporting strengthening financial and digital literacy in the era of technological transformation. Keywords: law; innovation; finance; devotion; ITSK.
Pelatihan inovasi produk pangan pembuatan wingko jagung bagi kelompok PKK Kelurahan Gunung Anyar Surabaya Jariyah, Jariyah; Nugraha, Isna; Munarko, Hadi; Irasyddin, Lanang Adnanta; Kurniawan, Karina Chandra; Reinaldo, Bryan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38880

Abstract

Abstrak Potensi melimpahnya jagung di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku produk pangan olahan menjadi latar belakang diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota kelompok PKK Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya, dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk inovatif bernilai ekonomi melalui pelatihan pembuatan Wingko Jagung sebagai bentuk inovasi produk pangan. Program ini diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi hasil, serta pembinaan dan keberlanjutan program. Metode pelatihan meliputi penyampaian teori mengenai konsep Intermediate Moisture Food (IMF), praktik langsung pembuatan Wingko Jagung, serta evaluasi peningkatan pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman peserta meningkat signifikan, dari 4,32% sebelum pelatihan hingga 94,60% setelah pelatihan. Analisis bahan baku menunjukkan bahwa formulasi tepung jagung, tepung ketan, dan tapioka menghasilkan Wingko Jagung dengan tekstur dan cita rasa yang sesuai dengan standar mutu pangan semi basah. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: inovasi produk pangan; pelatihan; pengabdian masyarakat; PKK; wingko jagung. Abstract The abundant potential of corn in Indonesia, which has not been optimally utilized as a raw material for processed food products, served as the background for this community service activity. This activity aims to enhance the skills and knowledge of the PKK women’s group in Gunung Anyar Subdistrict, Surabaya, in processing local agricultural products into innovative and economically valuable products through training on making Wingko Jagung as a form of food product innovation. The program was attended by 30 participants and implemented through four main stages, namely preparation, training implementation, evaluation of results, and program sustainability. The training method included theoretical sessions on the concept of Intermediate Moisture Food (IMF), hands-on practice in making Wingko Jagung, and evaluation of participants’ knowledge improvement through pre-test and post-test. The evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding, from 4.32% before training to 94.60% after training. The analysis of raw materials indicated that the formulation of corn flour, glutinous rice flour, and tapioca produced Wingko Jagung with texture and flavor that met semi-moist food quality standards. This community service activity had a positive impact on improving skills, economic independence, and the sustainable utilization of local resources. Keywords: community service; food product innovation; PKK; wingko jagung; training.
Pelatihan edukasi budaya anti-korupsi partisipatif sebagai strategi penguatan akuntabilitas mahasiswa di perguruan tinggi Ardiansyah, Suriadi; Yusup, Novandi Firdaus; Mandala, Opan Satria; Yorman, Yorman; Tahir, Muhammad; Nurhafni, Nurhafni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37828

Abstract

AbstrakPraktik korupsi di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan tata kelola kampus yang berintegritas, mengingat perguruan tinggi merupakan ruang strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program edukasi budaya anti-korupsi berbasis pembelajaran partisipatif sebagai upaya penguatan sikap akuntabilitas mahasiswa. Mitra sasaran kegiatan adalah mahasiswa dari tiga fakultas di perguruan tinggi, dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang yang dipilih secara purposif. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan edukatif yang dilaksanakan selama delapan minggu melalui pendekatan participatory learning, meliputi penyampaian materi konseptual, studi kasus kontekstual, diskusi reflektif, simulasi pengambilan keputusan etis, serta refleksi individu. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran sikap akuntabilitas sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan menggunakan instrumen yang telah tervalidasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata sikap akuntabilitas mahasiswa dari 3,42 pada tahap awal menjadi 4,15 pada tahap akhir (skala 5), dengan selisih peningkatan sebesar 0,73 poin yang signifikan secara statistik (p < 0,01). Peningkatan terjadi pada indikator kejujuran, tanggung jawab, transparansi, dan keberanian melapor. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi budaya anti-korupsi berbasis pembelajaran partisipatif efektif dalam memperkuat akuntabilitas mahasiswa serta mendukung pengembangan budaya integritas dan tata kelola kampus yang baik. Kata kunci: edukasi anti‑korupsi; akuntabilitas; gratifikasi; participatory learning; perguruan tinggi. AbstractCorrupt practices in the university environment are still a serious challenge in realizing campus governance with integrity, considering that universities are strategic spaces in the formation of the character of the younger generation. This community service activity aims to develop and implement an anti-corruption cultural education program based on participatory learning as an effort to strengthen student accountability attitudes. The target partners of the activity were students from three faculties at universities, with a total of 120 participants who were selected purposively. The method of implementing activities in the form of training and educational assistance which was carried out for eight weeks through a participatory learning approach, included the delivery of conceptual materials, contextual case studies, reflective discussions, simulations of ethical decision-making, and individual reflection. Evaluation of activities is carried out through the measurement of accountability attitudes before and after the implementation of activities using validated instruments. The results showed an increase in the average score of student accountability attitudes from 3.42 in the initial stage to 4.15 in the final stage (scale 5), with a difference of 0.73 points in a statistically significant increase (p < 0.01). An increase occurred in the indicators of honesty, responsibility, transparency, and courage to report. These findings show that participatory learning-based anti-corruption culture education activities are effective in strengthening student accountability and supporting the development of a culture of integrity and good campus governance. Keywords: anti-corruption education; accountability; gratuities; participatory learning; colleges.