cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwoh.fkm@umi.ac.id
Editorial Address
Jalan Urip Sumoharjo KM. 05 (Kampus II), Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Health : Jurnal Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26145375     DOI : -
Core Subject : Health,
Window of Health is a media publication of scientific works in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information system, medical record, health law, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Kelancaran Produksi ASI Pasca Bedah Cesar Dengan Pijat Punggung Menggunakan Virgin Coconut Oil Venny Vidayanti; Mae Sri Hartati Wahyuningsih; Akhmadi Akhmadi
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 4 (Oktober 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penundaan rawat gabung, rendahnya frekuensi menyusui dan kesulitan dalam posisi menyusui pada ibu pasca bedah cesar dapat menyebabkan keterlambatan laktogenesis II. Hal ini menyebabkan ketidaklancaran produksi ASI pada hari-hari pertama pasca pembedahan. Intervensi pijat punggung menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan terapi komplementer yang dapat membantu meningkatkan kelancaran produksi ASI pasca bedah cesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kelancaran produksi ASI ibu pasca bedah cesar dengan intervensi pijat punggung menggunakan Virgin Coconut Oil. Desain penelitian menggunakan”quasi experiment post test-only with control group design”. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yang melibatkan 50 ibu pasca bedah cesar dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah uji chi-square untuk mengetahun perbedaan kelancaran produksi ASI dan uji regresi logistik berganda untuk mengidentifikasi variabel dominan yang berhubungan dengan kelancaran produksi ASI. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelancaran produksi ASI pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p-value 0.023; OR=3.85). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan frekuensi menyusui (p=0.028;OR=5.74) merupakan variabel dominan bersama dengan pijat punggung (p=0.030;OR=4.47) dan paritas (p=0.060;OR=3.59) dalam mempengaruhi kelancaran produksi ASI. Intervensi pijat punggung bersama dengan frekuensi menyusui dan paritas berpeluang meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu pasca bedah cesar. Ibu yang diberikan intervensi pijat punggung menggunakan Virgin Coconut Oil berpeluang 3.85 kali mengalami kelancaran produksi ASI. Edukasi untuk ibu dalam meningkatkan frekuensi menyusui juga penting dalam upaya peningkatan produksi ASI pada ibu pasca bedah cesar.
Kejadian Gastritis Berdasarkan Aspek Promosi Kesehatan Dan Pola Makan Hilda Irianty; Ridha Hayati; Deni Suryanto
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 3 ( Juli 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis biasanya diawali dengan pola makan yang tidak baik dan tidak teratur sehingga lambung menjadi sensitif disaat asam lambung meningkat. Persentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40.8%, dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan promosi kesehatan dan pola makan dengan kejadian gastritis di Desa Taruna Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari dan bertempat di Desa Taruna. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling, sampel adalah masyarakat desa Taruna sebanyak 62 responden. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner, teknik pengumpulan data yaitu data sekunder (data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan) dan data primer (data dari kuesioner), analisis data berupa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan (p=0.000) dengan kejadian gastritis. Variabel promosi kesehatan (p=1.000) tidak ada hubungan dengan kejadian gastritis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pola makan dengan kejadian gastriris dan tidak ada hubungan antara promosi kesehatan dengan kejadian gastritis. Saran kepada peneliti selanjutnya agar untuk memperdalam lagi penelitian ini dengan menambahkan beberapa variabel atau diubah menjadi penelitian kualitatif.
Kajian Pengetahuan, Sikap Dan Persepsi Pedagang Tentang Kualitas Kesehatan Lingkungan Pasar Ahmad Faizal Rangkuti; Musfirah Musfirah; Febriyani Febriyani
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 3 ( Juli 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki masalah kesehatan lingkungan yang sangat kompleks terutama di kota-kota besar. Sanitasi yang buruk diyakini menjadi penyebab utama dalam 280.000 kematian. Pasar Giwangan sebagai tempat umum yang banyak dikunjungi banyak orang memiliki potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap pedagang di pasar Giwangan tentang sanitasi, dikarenakan sanitasi memberikan kontribusi dalam mewujudkan kualitas kesehatan lingkungan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pedagang pasar Giwangan Yogyakarta yang berjumlah 102 responden. Besar sampel tersebut dihitung dengan menggunakan rumus slovin. Penentuan sampel secara random dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner dan lembar checklist. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan pedagang dengan pengetahuan sanitasi baik sebanyak 78 orang (76.5%), sikap baik sebanyak 76 orang (74.5%), dan persepsi tentang kualitas kesehatan lingkungan yang baik sebanyak 64 orang (62.7%). Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (p=0.002 ≤ 0.05) dan sikap tentang sanitasi (p=0.006 ≤ 0.05) dengan persepsi kualitas kesehatan lingkungan di Pasar Giwangan Yogyakarta. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap pedagang tentang sanitasi dengan kualitas kesehatan lingkungan di pasar Giwangan Yogyakarta. Saran bagi pedagang agar lebih meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan lingkungan pasar sedangkan bagi pengelola pasar perlu adanya pemeliharaan tentang fasilitas dan meningkatkan ketersediaan fasilitas sanitasi di pasar.
Penggunaan Dressing Alternatif Pada Luka Kaki Diabetik Meningkatkan Residu Klorin Bahtiar Yusuf; Takdir Tahir; Kadek Ayu Kadek Ayu; Yuliati Yuliati
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 3 ( Juli 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan dressing modern yang lama membutuhkan biaya yang besar, sehingga praktisi luka menggunakan dressing alternatif (pembalut wanita). Mengidentifikasi penggunaan dressing alternatif terhadap residu klorin dan proses penyembuhan Luka Kaki Diabetik (LKD). Desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan one grup pre dan post, 10 sampel diintervensi dengan pembalut alternatif berupa pembalut wanita yang digunakan setelah perawatan luka. Pembalut digunakan pada satu luka untuk satu jenis pembalut yang berdasarkan luas luka. Intervensi selama 12 hari dengan penggantian balutan per 2 hari. Pemeriksaan residu klorin (SpectrophotometryUV-Vis) didasar luka dengan teknik swab dihari 1, 6 dan 12, sedangkan proses penyembuhan dengan instrument baku yaitu Diabetis Foot Ulcer Assesment Scale (DFUAS). Residu klorin hari 1, 6 dan 12 yaitu 0.6837, 2.4477 dan 2.7927 ppm dengan nilai p=0.001. Skor rata-rata DFUAS hari 1, 6 dan 12 adalah 29.6, 27.7 dan 24.6 dengan nilai p=0.005. Dengan demikian peningkatan signifikan residu klorin pada dasar luka namun skor DFUAS tetap menurun. Terjadi peningkatan residu klorin pada hari 6 dan 12 perawatan dengan menggunakan dressing alternatif jenis pembalut wanita dan skor DFUAS menurun. Disaranakan bagi praktisi luka untuk mengevaluasi Luka Kaki Diabetik pada saat penggunaan dressing alternatif (pembalut wanita).
Faktor Yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Suci Nurjanah; Asriwati Asriwati; Jitasari Tarigan Sibero
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 3 ( Juli 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak ditemukan pada wanita di dunia. Kurang lebih 500.000 kasusbaru kanker serviks terjadi tiap tahun dan tiga perempatnya terjadi di negara berkembang. Namun kanker serviksini sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).Cakupan pelaksanaan IVA Puskesmas Sapat tahun 2019 pada wanita usia subur umur 30-50 sebesar 20.95%.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi wanita usia subur dalam melakukan tesInspeksi Visual Asam Asetat. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasiadalah seluruh wanita usia subur umur 30-50 tahun sebanyak 3240 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 97responden dengan tenik Proposional Random Sampling. Analisis data yang digunakan analisis univariat, bivariat(uji Chi Square), dan multivariat (uji regesi logistic berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yangmemengaruhi wanita usia subur dalam melakukan IVA yaitu sikap p value 0.001, dukungan kader p value 0.021,dan sumber informasi p value 0.036. Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah pengetahuan, dukungansuami, dan Persepsi. Faktor yang paling dominan pengaruhnya adalah dukungan kader dengan nilai OR=14.144(95% CI= 1501-133.286). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa wanita usia subur dalam melakukan IVA tesdipengaruhi oleh sikap, dukungan kader dan sumber informasi. Disarankan Puskesmas khususnya tenagakesehatan mampu bekerja sama dengan kader dan lintas sektor dalam pembinaan kader sebagai upaya dalammendukung promosi kesehatan IVA sehinga cakupan IVA tes di wilayah unit pembantu teknis Puskesmas Sapatdapat dilakukan secara menyeluruh.
Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Secara Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Pengetahuan Keluarga Husnul Muthoharoh
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 3 ( Juli 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping air susu ibu merupakan makanan yang diberikan pada bayi mulai usia 6 - 24 bulan untukmemenuhi kebutuhan energi dan nutrisi lain yang tidak dapat dicukupi oleh Air Susu Ibu (ASI). Namun, banyakorang tua yang memberikan makanan pendamping air susu ibu pada bayinya sebelum usia 6 bulan. Hal inidisebabkan karena kurangnya pengetahuan keluarga atau orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan antara pengetahuan keluarga tentang makanan pendamping air susu ibu dengan pemberian Makananpendamping air susu ibu secara dini di Puskesmas Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain analitik jenisrancangan cross sectional. Populasi yaitu seluruh keluarga dari ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan sebanyak30 responden. Sampel 28 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwasebagian besar responden yang mempunyai pengetahuan kurang bayinya mendapat makanan pendamping air susuibu secara dini yaitu 10 (71.4%) dan sebagian kecil responden yang mempunyai pengetahuan baik bayinya tidakmendapat makanan pendamping air susu ibu secara dini yaitu 1 (16.7%) responden. Hasil analisis data didapatkanp=0.044 (p < 0.05). Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara pengetahuan keluarga tentang makananpendamping air susu ibu dengan pemberian makanan pendamping air susu ibu secara dini. Disarankan bahwakeluarga harus senantiasa dilibatkan dalam memberikan asuhan kepada ibu menyusui agar ibu memahami tentangpentingnya ASI eksklusif dan dampak buruk yang diakibatkan oleh pemberian makanan pendamping air susu ibuyang terlalu dini.
Pengaruh Pemberian Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) Terhadap Hasil Luaran Perinatal Pada Wanita Risiko Preeklampsia Lenno Sello; Nasrudin Andi Mappaware; Aminuddin Aminuddin; Sitti Nur Asni; Andi Nilawati; Shofiyah Latief
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 3 ( Juli 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia (PE) dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dan kematian janin dalam kandungan.Preeklampsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan bayinya. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisa pengaruh pemberian kurma ajwa (Phoenix Dactylifera L) terhadap hasil luaran perinatal padawanita resiko Preeklamsia. Penelitian ini dilaksanakan di RSIA Sitti Khadijah 1 Kota Makassar Provinsi SulawesiSelatan. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Subyek penelitian terdiri dari 20 ibu yang diberikankurma ajwa dan 10 ibu hamil yang tidak diberikan kurma ajwa, sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Datakarakteristik diukur menggunakan kuesioner. Untuk menilai hasil luaran menggunakan lembar obsevasi dan alatukur timbangan yang telah dikaliberasi diukur 1 kali. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitianmenujukan, mayoritas sampel memiliki risiko tinggi hipertensi (90%). Hasil luaran memiliki nilai normalmayoritas pada kelompok yang diberikan kurma ajwa. BBL 76.6 % berar badan normal, APGAR score mayoritas≥ 7 minggu 86.6%, dan usia gestasi mayoritas ≥ 37 minggu 90%. Pemberian kurma ajwa memberikan pengaruhterhadap berat badan lahir perinatal dan nilai APGAR Score. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenaipengaruh kurma ajwa terhadap luaran perinatal dan risiko preeklamsia pada pemeriksaan marker sepertisoluble fms like tyrosine kinase 1 (sFlt-1).
Gangguan Kepribadian Akibat Kecanduan Bermain Game Pada Gamers Edward Pandu Wiriansya; Andi Muhammad Reza Cesaria Noor; Titin Suhartina Rahman; Dian Amelia Abdi; Andi Puspa Ratu
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 3 No 3 ( Juli 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan elektronik atau yang sering disebut dengan game online, telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Hal ini terlihat sampai ke berbagai kota kecil di segala penjuru Indonesia, telah banyak tempat permainan game (Game center) bermunculan. Bahkan belakangan ini, jenis dan tema permainan yang berkembang mengarah ke tema kekerasan yang memicu perilaku agresif pada remaja. Selain itu, seiring dengan meningkatnya jumlah pecandu game, maka angka tindakan kriminal yang dipicu oleh game meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecanduan bermain game terhadap gangguan kepribadian pada pemain game.Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah pemain game di Game Center Kota Makassar yang diambil secara total sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Game Addiction Scale (GAS), Mini International Neurophysciatric Interview(MINI), dan lembar data pemain game. Uji hipotesis korelasi antara kecanduan bermain game dengan gangguan kepribadian dianalisis dengan Uji T dua sampel bebas. Dari 50 orang pemain game di Game center yang dijadikan sampel, terdapat 48 orang yang mengalami gangguan kepribadian. Analisis bivariat kecanduan bermain gameberhubungan dengan gangguan kepribadian didapatkan p value =0.000, jenis game tidak berhubungan dengan gangguan kepribadian didapatkan p value =0.745, dan durasi bermain game berhubungan dengan gangguan kepribadian didapatkan p value =0.001. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara kecanduan dan durasi bermain game dengan gangguan kepribadian. Disarankan tidak selalu menggunakan game agar tidak mengalami gangguan kepribadian.
Utilization of Telemedicine Services for National Health Insurance Participants at Primary Health Facilities Salesika; Sitorus, Rico Januar; Syakurah, Rizma Adlia
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (Juli 2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.92

Abstract

Health service through undirect contact/telemedicine can be a solution for national health assurance (JKN) participants to get health service in the primary health care facilities (FKTP) during the COVID-19 pandemic. However, telemedicine utilization in FKTP is still low compared to physical contact. This study aims to analyze the utilization of telemedicine services by JKN participants in accessing health services in FKTP Musi Rawas Regency. Quantitative research with a cross-sectional design was used. Data was obtained from July 2021 to October 2021 from JKN participants registered at the FKTP in Musi Rawas Regency using questionnaires online (Google Form) and offline. The sample was selected using a consecutive sampling technique. Data was analyzed using univariate, bivariate, chi-square, and multivariate methods, with logistic regression tests and p-values of 0.05 and 95% CI, respectively. Most respondents (73.9%) did not use telemedicine services at the FKTP Musi Rawas Regency. The utilization of telemedicine services of JKN participants FKTP was affected by trust, education, length of travel time to health services, JKN membership category, behavior of health workers, socialization, use of cellular phones, and internet access (p<0.05). The confidence (p-value < 0.000 (OR 53.3; 95% CI: 23.55-120.64)) and socialization (p-value < 0.000 (OR: 7.167; 95%CI: 3.339-15.384)) were the most influence of the utilization of telemedicine services by JKN participants at the FKTP Musi Rawas Regency. The utilization of telemedicine services at the FKTP of Musi Rawas Regency has not been optimal. Massive socialization is needed by FKTP, BPJS Health, and local government regarding the use of health services through telemedicine at FKTP, which will be accompanied by the development of telemedicine applications.
The Information on Exposure and Duration of Suffering with Medication Compliance in Patients of Hypertension Susanto, Agus; Purwantiningrum, Heni; Muhamad Janadin Ass Saff, Muhamad
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (Juli 2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.118

Abstract

The successfully of hypertension therapy is long-term blood pressure control. Taking antihypertensive drugs regularly is one way to control blood pressure. However, many hypertensive patients are reluctant to seek treatment and continue taking medication. Some factors associated with this condition are the length of time suffering from hypertension and exposure to information received. The use of drugs for a long time can trigger boredom, while credible information can increase adherence to therapy. This study aims to analyze the relationship between information exposure and duration of hypertension with medication adherence. The subjects of this study were hypertensive patients. The sample size was 320 people who suffered from hypertension for at least six months and were actively treated. The research data were collected with a questionnaire instrument and quota sampling technique. The data were processed with SPSS and presented univariately and bivariately. The correlation test used the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents were less compliant with taking medication. The correlation test of information exposure and duration of hypertension with medication adherence obtained a p-value of 0.000 for both variables. The test results indicate a relationship between information exposure and duration of hypertension with medication adherence. Hypertensive patients need to get credible information during their therapy. Therefore, it is very important to provide credible information facilities as a means to inform and educate hypertensive patients about the importance of medication adherence to optimize health status.