cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 24431729     EISSN : 25493973     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil adalah wadah untuk penyebaran informasi tulisan ilmiah bidang Teknik Sipil. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning, dua kali dalam setahun pada bulan April dan bulan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Kajian Eksperimental Daya Dukung Tanah Pasir Berdasarkan Variasi Ukuran Butiran Partikel Terhadap Penurunan Soehardi, Fitridawati; Hakam, Abdul; Thamrin, Rendy; Mera, Mas
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v11i1.26917

Abstract

Kinerja daya dukung tanah pasir sangat dipengaruhi oleh karakteristik ukuran dan distribusi butiran partikel. Pemahaman terhadap hubungan ini penting untuk menjamin kestabilan pondasi bangunan, khususnya di daerah dengan dominasi tanah berpasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara eksperimental pengaruh variasi ukuran butiran pasir terhadap daya dukung dan penurunan pondasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental di laboratorium. Pengujian dilakukan terhadap tiga konfigurasi tanah, yaitu konfigurasi 1 (pasir kasar), konfigurasi 2 (pasir sedang), dan konfigurasi 3 (pasir halus), menggunakan metode pembebanan bertahap dengan pencatatan beban dan penurunan pada interval tertentu untuk mengevaluasi perubahan kapasitas daya dukung dan tingkat penurunan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban–penurunan, dan daya dukung ultimit–penurunan, diperoleh bahwa konfigurasi 1 (pasir kasar) menunjukkan performa terbaik dengan nilai tegangan, beban, dan daya dukung ultimit tertinggi serta ketahanan terhadap deformasi yang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh kuatnya mekanisme interlocking antar butiran kasar yang meningkatkan kekuatan geser internal tanah. Konfigurasi 2 (pasir sedang) menunjukkan kapasitas dukung tanah yang sedang dengan perilaku transisi antara pasir kasar dan pasir halus, sedangkan konfigurasi 3 (pasir halus) memiliki daya dukung paling rendah dan mengalami penurunan lebih cepat saat diberikan beban. Kesimpulan yang diperoleh yaitu semakin kasar ukuran butiran pasir dan semakin bersudut bentuk partikelnya maka semakin besar daya dukung dan ketahanan terhadap deformasi tanah. Sebaliknya, pasir halus dengan bentuk butiran membulat menunjukkan kecenderungan mengalami penurunan lebih cepat di bawah beban. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan karakteristik fisik tanah dalam desain pondasi untuk meningkatkan kestabilan dan keamanan struktur.
Identifikasi Potensi Pengembangan Tanah Dasar (Subgrade) dengan Metode Korelasi Sifat-Sifat Indeks dan Mineralogi Yuliet, Rina; Putra, Rizki Satria; Susanti, Oknovia
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/rxh59031

Abstract

Potensi pengembangan adalah cara untuk menggambarkan sifat tanah ekspansif. Fenomena tanah ekspansif memiliki dampak terhadap kerusakan pada struktur dan infrastruktur. Retak yang terjadi pada perkerasan kaku adalah salah satu kerusakan pada infrastuktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan pada tanah dasar (subgrade) untuk jalan dengan metode korelasi sifat-sifat indeks dan mineralogi. Berdasarkan sistem klasifikasi unifikasi, tanah di kawasan Universitas Andalas dapat diklasifikasikan sebagai tanah lempung plastisitas rendah dengan pasir (CL) dan nilai kuat geser tanah rata-rata yang cukup tinggi 0,685 kg/cm2. Hasil identifikasi potensi pengembangan menggunakan korelasi batas-batas atterberg menunjukkan bahwa subgrade jalan bersifat tidak ekspansif. Berdasarkan korelasi pengembangan dengan aktivitas (A) dengan nilai antara 0,02 hingga 0,25. Identifikasi meneralogi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan X-Ray Difraction (XRD) didapatkan kandungan mineral gibbsite yang memiliki potensi mengembang yang rendah dan illite yang memiliki potensi mengembang ketika terpapar air. Hasil potensi pengembangan (S) didapatkan nilai yang bervariasi antara 6,35×10-8 % hingga 0,29 %, nilai ini memiliki derajat pengembangan yang rendah. Dari hasil identifikasi menggunakan korelasi sifat-sifat indeks dan korelasi mineralogi dapat diketahui bahwa subgrade jalan di kawasan Universitas Andalas memiliki potensi pengembangan yang rendah, sehingga retak yang terjadi pada perkerasan kaku di ruas jalan tersebut bukanlah disebabkan oleh sifat subgrade yang ekspansif. Retak yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh penyusutan beton, kelebihan beban, kualitas beton yang tidak sesuai dan sebagainya. Untuk perbaikan keretakan pada perkerasan kaku dapat menggunakan bahan yang sesuai, seperti epoxy atau grouting khusus untuk beton, agar keretakan tidak berkembang lebih lanjut.
The Evaluation of Road Age Reduction Due to Overloaded Vehicles Using the CESA Method: Evaluasi Penurunan Umur Jalan Akibat Kendaraan Beban Lebih Menggunakan Metode CESA Arbiansha, Bisma Arbiansha Putra; Taufikkurrahman, Taufikkurrahman; Saputro, Dian Agung; Wardani , Lila Kurnia
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/vehg1857

Abstract

Ruas Jalan Legundi (Kabupaten Gresik) – Mlirip (Kabupaten Mojokerto) terletak di kawasan industri yang padat aktivitas, sehingga banyak kendaraan berat mengangkut barang hasil pabrik. Kendaraan tersebut seringkali membawa muatan melebihi standar, menyebabkan pembebanan berlebih yang mempercepat penurunan umur perkerasan jalan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perbedaan beban antara kendaraan bermuatan normal dan berlebih, serta mengestimasi sisa umur perkerasan jalan sebagai dasar penanganan kerusakan. Data dikumpulkan melalui survei pencacahan kendaraan sesuai pedoman yang berlaku, menggunakan alat Weigh-in-Motion (WIM), dan dianalisis berdasarkan pedoman MDPJ 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya rusak kendaraan pada ruas Legundi - Mlirip mencapai 41.603.086 ESAL untuk muatan normal dan 68.795.468 ESAL untuk muatan berlebih. Akibat beban berlebih, umur layanan jalan berkurang sebesar 3,47 tahun dari 10 tahun usia perencanaan awal. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa beban berlebih tidak hanya memperpendek umur jalan, tetapi juga meningkatkan biaya pemeliharaan dan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan pengawasan ketat terhadap kepatuhan muatan kendaraan, meningkatkan frekuensi pemeliharaan jalan, serta mempertimbangkan penggunaan material perkerasan yang lebih tahan terhadap beban tinggi. Rekomendasi ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif beban berlebih.
Peningkatan Sifat Mekanik Mortar Ringan Dengan Menggunakan Limbah Kelapa Sawit Maizir, Harnedi; Saily, Randhi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/d0tv6d83

Abstract

Mortar adalah material yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan karena kekuatan dan ketahanannya. Mortar dibuat dengan mencampurkan air, semen, dan agregat halus hingga membentuk campuran homogen. Namun dalam beberapa tahun terakhir banyak penelitian mengenai peningkatan kinerja dan kualitas dari mortar dengan menggunakan bahan tambah tertentu, baik yang alami maupun buatan. Provinsi Riau yang didominasi dengan perkebunan kelapa sawit, menghasilkan limbah sawit yang cukup besar. Sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. disamping itu juga dalam pembuatan mortar diperlukan bahan semen sebagai material pengikat. Diketahui produksi semen menghasilkan polusi udara dan gas CO2 yang berdampak tidak baik terhadap lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat mortar ringan dengan menggunakan limbah kelapa sawit sebagai substitusi semen. Pengujian sifat mekanik meliputi kuat tekan bebas berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar pengujian material internasional (ASTM). Variasi persentase limbah kelapa sawit yang digunakan adalah 2,5%, 7,5%, 12,5% dan 17,5% dari berat semen. Sampel yang digunakan dalam bentuk kubus dengan ukuran masing-masing sisi 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum pada umur 28 hari pada variasi 12,5% dengan density 1002,32 kg/m3 dan nilai kuat tekan 1,32 MPa. Berdasarkan hasil pengujian kekuatan mortar ringan dapat disimpulkan bahwa penambahan persentase limbah kelapa sawit 12,5% dari kadar berat semen dapat meningkatkan nilai kuat tekan pada campuran mortar ringan sebesar 42 % dibandingkan tanpa menggunakan limbah kelapa sawit.
Kajian Variabilitas Curah Hujan dan Pengaruhnya terhadap Debit Sungai di Wilayah Pantai Cermin (DAS Siak Bagian Hulu). Habrio Ilva; Aria Bagiasa Chidmahdjati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zdbnt372

Abstract

Variabilitas curah hujan berperan penting terhadap perubahan debit sungai dan ketersediaan air, terutama di wilayah pesisir yang rentan banjir dan kekeringan. Namun, kajian hubungan curah hujan dan debit sungai di Pantai Cermin masih terbatas, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada DAS besar atau kawasan perkotaan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis variabilitas curah hujan dan pengaruhnya terhadap debit sungai di Pantai Cermin selama 2013 – 2022. Data curah hujan harian dari Stasiun Petapahan dan debit sungai dari Stasiun AWLR Pantai Cermin dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif melalui statistik deskriptif dan analisis tren tahunan. Hasil menunjukkan rata-rata curah hujan tahunan sebesar 253,76 mm, dengan puncak tertinggi pada 2017 (453,11 mm) dan terendah pada 2021 (70,39 mm). Debit sungai rata-rata tahunan mencapai 134,17 m³/s, dengan nilai tertinggi pada 2013 (163,82 m³/s) dan terendah pada 2022 (84,99 m³/s). Secara musiman, curah hujan dan debit sungai sama-sama memuncak pada Oktober–Desember. Temuan ini mengonfirmasi adanya hubungan erat antara variabilitas curah hujan dan fluktuasi debit sungai, sehingga data hidrologi perlu dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air dan mitigasi banjir di wilayah pesisir.