cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 24431729     EISSN : 25493973     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil adalah wadah untuk penyebaran informasi tulisan ilmiah bidang Teknik Sipil. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning, dua kali dalam setahun pada bulan April dan bulan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Beton Hijau Menggunakan Fly ash sebagai Subtitusi Parsial Semen: Beton Hijau Menggunakan Fly ash sebagai Subtitusi Parsial Semen Olii, Muhammad Ramdhan; Wahab, Azhar A; Ichsan, Ilyas; Abdul Djau, Rahman; Nento, Sartan
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.11101

Abstract

Perkembangan infrastruktur berbanding lurus dengan tingkat kebutuhan akan semen sebagai bahan utama dalam konstruksi bangunan. Industri semen menghasilkan 8-10% dari total emisi CO2 dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alternatif atau penggantian sebagian material beton hijau sehingga meminimalkan dampak lingkungan dari pembuatan beton dan meningkatkan kekuatan beton, salah satunya adalah fly ash. Fly ash dapat digunakan bersama dengan semen portland dalam beton yang berkontribusi terhadap sifat-sifat beton melalui aktivitas hidrolik atau pozzolan, atau keduanya. Hasil pengujian kuat tekan karakteristik beton dengan substitusi parsial semen dengan variasi fly ash (9%, 9.5%, 10%, dan 10.5%) pada umur 28 hari adalah masing-masing 36.70 Mpa, 35.11 Mpa, 33.37 Mpa, dan 30.38 Mpa. Kuat tekan beton meningkat sebesar 5% pada variasi fly ash sebesar 9% dan 9.5% dan menurun sebesar 13% pada variasi fly ash sebesar 10% dan 10.5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar persentase penggunaan fly ash sebagai subtitusi parsial semen maka semakin menurun kuat tekannya. Jumlah optimum fly ash bervariasi sangat bergantung pada komposisi dan proporsi semua bahan dalam campuran beton (terutama fly ash), kondisi selama penempatan (terutama suhu), praktik konstruksi (misalnya, finishing dan curing) dan kondisi paparan. Dengan demikian, kadar fly ash yang optimal akan bervariasi berdasarkan kasus per kasus.
Evaluasi Debit Terhadap Kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Sungai Cisanggiri Kecamatan Cihurip Sulwan Permana; Ari Asmedi Candra
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.11278

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Cisanggiri adalah pembangkit listrik yang terletak di Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut Jawa Barat. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini merupakan energi potensial yang berasal dari air kemudian diubah menjadi energi listrik dengan daya 100 Kv sampai dengan 10 MegaWatt. Sungai Cisanggiri ini dalam pemanfaatannya memiliki beda tinggi head elevasi kontur tanah ± 114 m sehingga layak digunakan untuk membangun pembangkit listrik. Hal ini terbukti dengan dibangunnya PLTM Cisanggiri yang memiliki kapasitas daya listrik 1.5x2 MegaWatt, namun kapasitas keluaran daya listrik ini belum maksimal, sehingga PLTM Cisanggiri ini perlu di evaluasi kembali untuk mengetahui keluaran daya listrik maksimalnya. Evaluasi perhitungan ini dilakukan berdasarkan layout design existing yang telah dibangun sebelumnya serta data klimatologi yang terdapat di area sekitar DAS Cisanggiri. Kemudian dievaluasi untuk mengetahui apakah permasalahan yang membuat PLTM Cisanggiri ini tidak maksimal. Debit yang dihitung merupakan debit andalan atau debit ketersediaan yang dihitung berdasarkan metode FJ Mock dengan probabilitas Q85% menggunakan data hujan 10 tahun. Kemudian perhitungan selanjutnya mencari kehilangan energi (headlosses) pada sistem bangunan PLTM Cisanggiri dan daya listrik yang dihasilkan. Hasil dari perhitungan didapat debit ketersediaan pada sungai Cisanggiri sebesar 7.82 m³/s, dengan kehilangan energi (headlosses) yang telah dihitung berdasarkan kehilangan energi pada gesekan penampang saluran, headrace, pembesaran dan pengecilan penampang, trashrack dan penstock sebesar 1.45452 m. Kemudian setelah itu dievaluasi perhitungan daya keluaran listrik maksimal yang dapat dihasilkan PLTM Cisanggiri ini yakni sebesar 5.7 MegaWatt.
Pemetaan Bathimetri Dan Pemodelan Dasar Danau Menggunakan Single Beam Echosounder Dani Nugroho Saputro; Hermanto, Nor Intang Setyo; Susanto, Heryawan
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.11412

Abstract

Danau perlu dikelola dengan baik serta dipertahankan kegunaannya karena berperan sangat penting pada pemenuhan kebutuhan air. Pemantauan, pemeliharaan serta penilaian untuk menjaga keberlangsungan eksistensi air pada danau dengan pemantauan dan pengukuran terpola. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengukuran terpola untuk mendapatkan luas kapasitas danau, model elevasi digital, kontur topografi dasar danau secara 3D. Proses pengambilan data menggunakan dua metode, Pengambilan data di darat menggunakan metode Tachymetri dan pengukuran di air dengan metode Bathymetri dilengkapi peralatan Single Beam Echosounder, yang terdiri dari peralatan GPS, Transducer dan Receiver yang telah dipasang pada perahu untuk merekam koordinat dan keaadaan topografi bawah danau secara akurat dan real-time. Proses pengolahan data menggunakan Analisis Interpolasi metode Kriging dikomparasi dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dan Natural Neightbour. Pengolahan data kapasitas danau menggunakan Trapezoidal rule divalidasi dengan Simpson's rule dan Simpson's 3/8 rule. Hasil penelitian didapatkan bahwa Analisis Interpolasi dengan menggunakan metode interpolasi Kriging menghasilkan taksiran yang mendekati nilai sampel data yang diinterpolasi, sehingga menghasilkan interpolasi yang lebih halus dan tajam dibanding dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dan Natural Neightbour. Analisis perhitungan volume didapatkan metode luas area danau sebesar 26.089,85 m2 dengan kapasitas tampungan danau sebesar 55.485,48 m3 dengan keesalahan relatif (relative error) sebesar 0.032%, Analisis perhitungan volume diukur pada elevasi 79,167 mdpl dengan maksimum kedalaman danau yaitu pada elevasi 74,2 mdpl.
Potensi Penggunaan Agregat RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) Terhadap Campuran SMA (Stone Matrix Asphalt) Edi Yusuf Adiman; Benny Hamdi Rhoma Putra; Muhammad Rilly Aka Yogi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.11810

Abstract

The advantage of using RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) materials in road pavement has economic and environmental benefits. The RAP materials are used in the form of bitumen only, aggregates only, or both of them. This study proposes to determine the potential of RAP aggregate as a material for an SMA mixture. The variation of RAP aggregate in this study is based on function use, the nominal maximum aggregate size (NMAS), and minimum thickness of use from the results of the RAP aggregate test. The method in the manufacture and testing of specimens using the Marshall method. From the results of the testing and analysis of the RAP aggregate, the variations in RAP aggregate used in this study were 0%, 33%, and 47%. The results of the marshall test on the SMA mixture, the optimum bitumen content (OBC) of the RAP 0% was 6.23%, and the RAP 33% was 6.1%, while the RAP 47% OBC could not be determined because it did not fulfill standard requirements of the Marshall based on the value of VMA and VITM. From these results, the potential use of RAP aggregate for SMA mixtures is 33%. This value is the percentage of the RAP aggregate potential in the SMA mixture that fulfills the standard requirements of the Marshall and testing aggregate.
Pengaruh Keterlambatan Pembangunan Proyek Konstruksi Akibat Pandemi Covid-19 Syammaun, Tamalkhani; Rani, Hafnidar A; Amin, Jurisman; Safriadi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.11833

Abstract

Saat ini kondisi pandemi Covid-19 masih berdampak terhadap sektor pembangunan konstruksi. Dalam hal ini memungkinkan terjadinya keterlambatan yang disebabkan oleh peningkatan biaya, kendala dalam proses distribusi material, pengurangan jumlah tenaga kerja dan jam kerja, bahkan proyek-proyek yang berada di zona merah melakukan penghentian sementara. Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor dominan apa yang dapat mempengaruhi keterlambatan pembangunan proyek konstruksi akibat pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi keterlambatan pembangunan proyek konstruksi akibat pandemi Covid-19. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Variabel yang digunakan adalah variabel biaya, tenaga kerja, material, dan waktu, terdiri dari 20 indikator. Kuesioner didistribusikan kepada 36 kontraktor yang berkualifikasi kecil dan menengah. Pengolahan data menggunakan software SPSS versi 25, dengan analisis yang digunakan adalah analisis faktor, analisis deskriptif dan analisis cross-tabulation. Hasil analisis faktor diperoleh seluruh variabel valid dan reliabel. Hasil analisis deskriptif didapat faktor dominan yang berpengaruh adalah faktor tenaga kerja. Hasil analisis cross tabulation didapatkan nilai asymptotic significant rata-rata pada pearson chi-square yaitu sebesar 0,000 yaitu kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ketersediaan tenaga kerja ahli yang sangat sulit merupakan penyebab keterlambatan pembangunan proyek konstruksi akibat pandemi Covid-19.
Karakteristik Beton Menggunakan Bambu Ampel Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar Zhafirah, Athaya; Nugraha, Wildan Taufik
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.12053

Abstract

Teknologi material konstruksi semakin berkembang sehingga muncul berbagai macam inovasi, salah satunya penggunaan bambu sebagai pengganti bahan campuran beton. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan potongan bambu sebagai pengganti sebagian agregat kasar terhadap karakteristik beton. Metode yang digunakan adalah eksperimental di laboratorium. Bambu yang digunakan berjenis ampel dengan variasi 10%, 15%, dan 20% terhadap agregat kasar. Hasil kuat tekan pada beton normal 25,37 MPa, sedangkan campuran 10%; 15%; dan 20% berturut-turut 15,34 MPa; 13,33 MPa; dan 12,59 MPa. Hasil kuat tarik belah pada beton normal 2,37 MPa, sedangkan campuran 10%; 15%; dan 20% berturut-turut 2,23 MPa; 1,83 MPa; dan 1,65 MPa. Potongan bambu mengakibatkan berkurangnya pengikatan antara semen dengan agregat kasar, karena tingkat penyerapan air dan tingkat keausan pada bambu tinggi, serta kecenderungan penyusutan bambu saat pengerasan beton.
Evaluasi Kinerja Pelayanan dan Tarif Sistem Angkutan Umum Berbasis Bus di Kota Semarang (Studi Kasus : Bus Trans Semarang Koridor I Rute Terminal Penggaron – Terminal Mangkang) Mira Lestira Hariani; Varadila, Vanny; Mukhlis, Jafar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.12489

Abstract

Service quality and fares are very important parameters in the operation of the public transport system. BRT Trans Semarang is a bus-based public transportation system in Semarang city that is operated to overcome congestion and accommodate the movement of people in Semarang City. This study aims to evaluate the service performance and fares of BRT Trans Semarang and to determine the level of user satisfaction. The methods used in this study are observation, interviews, questionnaires and primary surveys. The data obtained is processed, analyzed and all indicators are evaluated referring to the Technical Guidelines for Organizing Public Transport in Urban Areas in the Fixed and Regular Routes of the Director General of Land Transportation 2002. The results show that: 1) overall the performance of BRT Trans Semarang services has met the standards , and there are 2 (two) indicators that doesn't meet the standards, are the average loading factor (utilization factor) and passenger waiting time; 2) Most passengers are satisfied with BRT Trans Semarang services; 3) The exixting fare applied is below the amount of the cost operation issued by the operator so it needs Government support (subsidies) to ensure BRT Trans Semarang can continue operate.
Damages and Repairs of Voided Concrete Precast Slab Bridge Girder Abrar, Aidil Abrar; Halimatusadiyah; Yanti, Gusneli
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.13070

Abstract

Tulisan ini mencakup analisis kerusakan retakan pada slab gelagar jembatan. Kerusakan diperkirakan terjadi pada sewaktu penanganan di transportasi, yaitu dengan menggunakan angkutan laut (kapal), dan/atau darat (trailer). Kerusakan tersebut berupa retakan pada bagian tengah bentang mulai dari serat-serat di atasnya. Seperti diketahui, komponen pada beton prategang menggunakan sistem di mana area komponen yang ditarik disusun berdasarkan dengan memberikan tegangan tekan kepada kawat atau tendon, kemudian ditarik kembali ke bentuk semula. Artinya, tegangan tekan yang disebabkan oleh kawat atau tendon adalah gaya tekan yang aktif, berlawanan dengan beton bertulang. Tulangan bekerja secara pasif, karena hanya bekerja setelah beton ditarik dan retak. Desain beton prategang didasarkan pada kondisi elastis, dimana tegangan akibat gaya prategang, beban mati dan beban hidup dapat dijumlahkan secara matematis/aljabar. Artinya, kondisi tegangan dapat dipantau dengan pasti berdasarkan prinsip elastisitas. Hanya di beberapa area kritis kapasitas penampang perlu diperiksa; misalnya kapasitas momen pada pusat bentang dan kapasitas geser pada tumupuan/penempatan. Dengan demikian, komponen balok beton prategang merupakan komponen yang “hidup”, dalam arti distribusi tegangan sangat bergantung pada urutan pembebanan. Termasuk pada saat mengangkat, memindahkan dan membawanya dengan transportasi. Dari analisis yang diperoleh hasil total momen kawatnya pada saat transfer = 723,23 kN-m. Dengan demikian tegangan pada serat bagian atas adalah ftt = -1,94 MPa, Tegangan tarik ijin pada saat transfer (f)tt= -1,37 MPa , tegangan tarik pada serat bagian atas lebih kecil dari tegangan tarik yang diijinkan, keretakan terjadi dari serat bagian atas ke bawah secara vertikal. Perbaikan girder ini dapat dilakukan dengan material atau component utama setelah di lakukan perhitungan analisa beban. Menggunakan epoxy Sikadur – 752 yang memiliki kualitas dan kekuatan prima, retakan yang terjadi kurang dari 2,0 mm dapat di epoksi dengan material ini. Dengan meggunakan perbaikan girder seperti ini, kekuatan kabel pratekan tidak berkurang secara signifikan.
Banjir dan Model Pembangunan Berdampak Rendah Di Sungai Sringin Menggunakan SWMM Aditya, Nurdicky Febrian; Suharyanto; Suripin
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.13202

Abstract

Sungai Sringin berada di wilayah Semarang Timur, Kecamatan Genuk merupakan daerah yang bertopografi rendah dan berbatasan langsung dengan laut Jawa. Perkembangan industri, perdagangan, pelabuhan, serta pertumbuhan penduduk yang cepat sebesar 2,84% per tahun (BPS Kota Semarang, 2021) menjadikan kawasan Semarang Timur khususnya Kecamatan Genuk sebagai pusat pertumbuhan utama. dan terminal jasa distribusi. Hal ini akan mempengaruhi daerah Sungai Sringin sebagai daerah tangkapan air. Pada 6 Februari 2021 telah terjadi limpasan air permukaan di beberapa wilayah Sub Das Sringin dikarenakan intensitas hujan yang tinggi serta berkurangnya daerah infiltrasi air hujan yang ada. Maka dari itu diperlukan metode LID untuk mengurangi limpasan air permukaan. Dari pemodelan yang di lakukan menggunakan Software Strom Water Management Model (SWMM) di dapat bahwa puncak limpasan air permukaan tertinggi berapa pada Subcatchment 6 dengan nilai 23.10 m3/s. Untuk mereduksi limpasan air perumakaan yang ada digunakan metode pembangunan berdampak rendah. Metode pembangunan berdampak rendah (LID) merupakah cara mengelola air hujan dalam skala mikro terutama pada kawasan tangkapan air hujan yang besar. Pada penelitian ini digunakan metode Rain Barrel, Bioretention Cell, dan Infiltration Trench yang merupakan contoh dari penerapan pembangunan berdampak rendah. Hasil dari pemodelan dengan menggunakan ketiga metode tersebut didapatkan pada nilai limpasan air permukaan mengalami penurunan
Identifikasi Kerentanan Kinerja Perkerasan Jalan Terhadap Aktivitas Overload Kendaraan Menggunakan Program KENPAVE Hadi, Muhamad Abdul
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i2.15081

Abstract

Fenomena Over Dimension Over Load (ODOL) merupakan salah satu permasalahan transportasi di Indonesia terutama peran negatifnya terhadap kerusakan perkerasan jalan. Berfokus pada aspek overload dan kerusakan jalan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dampak yang diberikan oleh aktivitas overload kendaraan terhadap kinerja suatu perkerasan jalan sehingga kedepannya fenomena ini dapat diantisipasi dan diminimalisir keberadaannya. Penelitian dilakukan dengan cara penerapan simulasi aktivitas overload kendaraan sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% pada ruas jalan dengan kriteria arteri atau ruas jalan yang sebagian besar dilalui oleh kendaraan ringan dan berat dengan rute antar kota, antar provinsi, ataupun antar pulau di Indonesia. Pada penelitian ini, ruas jalan yang dipilih dan memenuhi kriteria tinjauan adalah ruas jalan batas Kabupaten Kampar – batas Kota Bangkinang. Setelah simulasi aktivitas overload dan lokasi telah ditetapkan, maka selanjutnya dilakukan proses analisis menggunakan program KENPAVE untuk mengeksplorasi nilai dan tingkat kerentanan kinerja perkerasan terhadap aktivitas overload tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas overload kendaraan akan memberikan dampak berupa peningkatan nilai Cumulative Equivalent Single Axle (CESA) yang kemudian secara signifikan mulai mempengaruhi penurunan sisa umur perkerasan ketika aktivitas overload 40% - 100% diterapkan. Penurunan ini menyebabkan kehilangan umur masa layanan perkerasan sebesar 57,62% – 13,87% dari umur rencana semula, yaitu 10 tahun. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis ialah bahwa perkerasan jalan memiliki kerentanan penurunan kinerja yang serius akibat adanya fenomena ODOL terutama overload. Fenomena ini akan mengakibatkan peningkatan mekanisme pembebanan yang kemudian berpotensi untuk memicu penurunan masa umur pelayanan jalan sebelum umur rencananya tercapai.