cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 24431729     EISSN : 25493973     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil adalah wadah untuk penyebaran informasi tulisan ilmiah bidang Teknik Sipil. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning, dua kali dalam setahun pada bulan April dan bulan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Sudut Sudut Kelongsoran Tanah Pasir di Belakang Dinding Penahan Tanah Segmental Mazni, Deni Irda; Hakam, Abdul; Tanjung, Jafril; Ismail, Febrin Anas; Yossyafra, Yossyafra
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i2.15869

Abstract

Dinding penahan tanah (DPT) dibangun untuk mengatasi kelongsoran. Salah satu konstruksi DPT yang sering dipakai adalah DPT segmental atau Segmental Retaining Wall (SRW) yang terdiri dari 2 tipe yaitu SRW gravity dan SRW reinforced. SRW gravity merupakan DPT yang mengandalkan berat sendiri strukturnya. SRW reinforced memakai geosintetik untuk perkuatan terhadap kestabilan dindingnya. Selama ini, analisis kestabilan SRW gravity selalu dianggap seperti DPT monolit. Selain metode analisis yang dianggap sama, pola kelongsoran tanah yang terjadi di belakang SRW juga dianggap sama, sehingga sudut kelongsoran tanah (a) uji laboratorium yang terjadi sama dengan sudut kelongsoran metoda Rankine (q=45o+f/2). Penelitian skala laboratorium dilakukan dengan beberapa skenario balok-balok SRW serta pemberian tanah pasir dan pembebanan merata (statis) di belakang SRW. Pola kelongsoran tiap skenario SRW direkam untuk mengamati sudut kelongsoran. Pola kelongsoran yang terjadi membentuk kurva S dengan persamaan fungsi polinomial pangkat tiga. Berdasarkan pengamatan terhadap beberapa skenario SRW, terlihat bahwa besar sudut kelongsoran (a) yang terjadi di dasar kurva kelongsoran sama dengan sudut geser dalam tanah pasir (f) tersebut.
Dampak Model Tanah Pada Analisis Metode Elemen Hingga 2 Dimensi Terowongan NATM : Studi Kasus Terowongan Manikin Hanif, Muhammad; Lim, Aswin; Wijaya, Martin; Prassetyo, Simon Heru
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i2.15936

Abstract

Konstruksi terowongan melalui tanah lempung sensitif terhadap air dapat menyebabkan deformasi berlebihan pada dinding terowongan. Untuk dapat memprediksi deformasi yang terjadi pada terowongan melalui tanah lempung ekspansif, model konstitutif tanah yang sesuai dibutuhkan agar pemodelan memberikan hasil analisis yang memuaskan. Makalah ini berisi mengenai fenomena swelling tanah pada Terowongan Manikin di Kupang. Analisis deformasi terowongan menggunakan metode elemen hingga 2D dengan bantuan program Plaxis2D dilakukan untuk memberi prediksi terhadap deformasi yang terjadi pada terowongan Manikin. Analisis dilakukan menggunakan dua model konstitutif tanah, model keruntuhan Mohr-Coulomb dan Hardening Soil. Penggunaan kedua model tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak serta pengaruh dari kedua model konstitutif tanah terhadap nilai deformasi pada terowongan melalui tanah ekspansif. Untuk dapat memodelkan fenomena swelling pada tanah, dikerahkan beban tambahan pada dinding terowongan yang berperan sebagai tekanan swelling pressure. Dengan metode ini, analisis menggunakan simulasi numerik dapat menyerupai deformasi dari hasil pengawasan di lapangan. Hasil simulasi numerik menunjukan bahwa desain sistem penyangga asli menggunakan model MC dan HS memberikan deformasi sebesar 921,5 mm (11,8%) dan 900 mm (11,5%). Dua alternatif sistem penyangga awal diusulkan, menggunakan steel ribs dengan profil lebih besar dan Umbrella Arch Method (UAM). Kedua alternatif secara signifikan memberikan hasil deformasi yang lebih kecil dari desain awal. Steel ribs yang lebih besar memberikan deformasi terkecil menggunakan model MC sebesar 412 mm (5,2%), sedangkan UAM memberikan deformasi terkecil pada model HS dengan deformasi sebesar 247 mm (3,1%).
Pengaruh Usia Stabilisasi Tanah Gambut Melalui Bioaugmentasi Oleh Bakteri Pseudomonas Taiwanensis Gulo, Elrich Gratiawan WD; Amalia, Dewi; Mase, Lindung Zalbuin; Yulianto, Faisal Estu
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i2.16064

Abstract

Sebelum membangun di atas tanah gambut harus dilakukan perlakuan treatment khusus agar struktur yang dibangun dapat stabil. Salah satu metode yang telah diusulkan untuk memperbaiki sifat tanah gambut adalah stabilisasi tanah biologis melalui pendekatan bioteknologi. Metode bioaugmentasi merupakan salah satu pendekatan perbaikan tanah yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat dekomposisi serat gambut, menurunkan kadar air dan mengatasi tingkat keasaman yang tinggi pada tanah gambut. Dalam studi eksperimen ini, bakteri pseudomonas taiwanensis digunakan sebagai agen dalam proses bioaugmentasi, karena memiliki kemampuan yang tinggi dalam dekomposisi serat gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri pseudomonas taiwanensis sebesar 5% di masa pemeraman 28 hari berhasil mengurangi kadar air hingga 309,45%, dari awalnya 704,02% menjadi 394,57%. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada nilai pH, dari 3,2 menjadi 6,5, pada semua variasi sampel. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bakteri pseudomonas taiwanensis dapat efektif meningkatkan sifat fisik tanah gambut.
Konsistensi dan Setting Time Bubur Aspal Emulsi Menggunakan Filler Fly Ash dan Mastic Asbuton Karyawan, I Dewa Made Alit; Mahendra, Made; Anshari, Buan; Setiawan, Ery
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i2.16221

Abstract

Kinerja perkerasan jalan mengalami penurunan sepanjang masa pelayanan. Karena itu perlu upaya untuk menjaga kestabilan kondisi jalan dengan melakukan pemeliharaan. Campuran bubur aspal emulsi (slurry seal) saat ini banyak digunakan untuk pemeliharaan jalan. Sebagai bahan campuran, digunakan agregat, bahan pengisi (filler), aspal emulsi dan air. Penggunaan mastic asbuton (hasil ekstraksi) dan fly ash sebagai campuran slurry seal dengan metode campuran dingin, sebagai upaya pemanfaatan sumber daya alam (asbuton) dan limbah (fly ash). Kinerja campuran slurry seal dapat dilihat dari nilai konsistensi dan waktu pengerasan (setting time), sehingga tujuan penelitian adalah menentukan konsistensi optimum dan nilai setting time. Sampel dibuat dengan 5 variasi persentase mastic asbuton (MA) dan fly ash (FA), yaitu 0%MA : 100%FA; 25%MA : 75%FA; 50%MA : 50%FA; 75%MA : 25%FA dan 100%MA : 0%FA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai konsistensi semua variasi campuran slurry seal memenuhi persyaratan. Kadar aspal emulsi optimum 13% dengan pra-pembasahan 5% dan penambahan air 10% terhadap berat kering total agregat. Semakin tinggi kandungan filler mastic asbuton (penurunan kadar filler fly ash) maka nilai setting time semakin besar karena filler fly ash mempunyai nilai penyerapan air yang lebih besar dibandingkan dengan filler mastic asbuton.
Pemanfaatan Sludge Smelter Nikel Sebagai Material Dasar Pembuatan Paving Block Hi Sergi, Yusup; Sultan, Mufti Amir; Amin, Muhammad
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i1.16307

Abstract

Smelting atau peleburan adalah proses mengekstraksi bijih logam murni dari dalam tanah. Dengan kata lain, ini adalah proses pemisahan logam murni dari bijih yang mengandungnya. Untuk mengekstraksi logam, bijih dipanaskan hingga suhu tinggi (di atas titik lelehnya). Untuk proses ini digunakan smelter yang dalam prosesnya akan menghasilkan limbah cair dan limbah padat (sludge). Sludge tersebut biasanya digunakan sebagai penutup lubang bekas tambang. Sludge digunakan sebagai material dasar pembentuk paving block untuk mengurangi limbah dan peningkatan nilai ekonomis. Pada penelitian ini sludge atau lumpur digunakan sebagai pengganti pasir pada produksi paving block. Kadar sludge yang digunakan adalah 10%, 25% dan 50% menggantikan volume pasir, paving block tanpa sludge sebagai benda uji kontrol. Untuk mengetahui mutu paving block yang dihasilkan dilakukan pengujian kuat tekan dan penyerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paving block dengan kadar 10% menghasilkan paving block mutu B, pada kadar 25% dan 50% menghasilkan paving block mutu C.
Analisis Keberlanjutan Kinerja Energi dan Air pada Perumahan Bersubsidi dengan Pendekatan Bangunan Hijau di Kota Pekanbaru Deddy Purnomo Retno; Elizar, Elizar; Syamsunur, Deprizon; Putri, Tasya Rahmadani
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i1.18839

Abstract

Perumahan bersubsidi merupakan program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun demikian, perumahan ini kerap menghadapi tantangan dalam hal efisiensi dan keberlanjutan penggunaan sumber daya seperti energi dan air. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kinerja keberlanjutan energi dan air pada perumahan bersubsidi di Kota Pekanbaru, dengan mengaplikasikan pendekatan bangunan hijau melalui Metode EDGE yang dikembangkan oleh IFC. Pada kegiatan ini dilakukan audit energi dan air pada tiga sampel perumahan bersubsidi dengan cara mengevaluasi kinerja aktual yang kemudian membandingkannya dengan standar EDGE untuk menilai langkah-langkah penghematan yang telah dilakukan dan potensi peningkatan efisiensi mungkin dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan desain pada bangunan, khususnya untuk energi dan air telah memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh EDGE. Dimana hal ini mengisyaratkan bahwa langkah-langkah penghematan energi dan air telah sesuai dengan standar bangunan hijau yang ditetapkan. Adapun hasil kinerja penghematan rata-rata untuk perumahan bersubsidi di Pekanbaru yakni sebesar 28,08% untuk kinerja energi dan 32,24% untuk kinerja air.
Analisis Penerapan Value Engineering pada Konstruksi Lantai Jembatan Cable Stayed Sawaluddin, Sawaluddin; Kadir, Abdul; Edwin, Romy Suryaningrat
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i1.19189

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menemukan solusi konstruksi yang paling ekonomis untuk lantai jembatan cable stayed yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna dan Buton dengan penerapan rekayasa nilai atau value engineering (VE). Analisa kekuatan struktur jembatan dilakukan dengan menggunakan software analisa struktur CSI Bridge v.24. Tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi merupakan 4 (empat) tahapan dalam langkah kerja metodologi penelitian rekayasa nilai. Untuk memilih jenis jembatan yang akan dirancang, informasi awal tentang lokasi jembatan diidentifikasi pada tahap informasi. Tahap kreatif dilakukan dengan menentukan jenis lantai jembatan yang akan dianalisis. Tahap analisis menentukan model lantai jembatan dengan cara analisis siklus hidup jembatan. Tahap rekomendasi dilakukan dengan merekomendasikan model lantai jembatan yang paling ekonomis untuk digunakan sebagai lantai jembatan kabel. Hasil analisis menggunakan rekayasa nilai dengan pendekatan analisis biaya siklus hidup (life cycle cost/LCC) menunjukkan bahwa dari beberapa model lantai jembatan yang dievaluasi, model 2 menunjukkan sebagai yang paling efisien dari segi biaya yakni sebesar Rp.648.346.291.191,68 dengan nilai pembangunan sebesar Rp.750.178.311.773,30 dan nilai penghematan sebesar 43,58% dan 14,42% terhadap lantai jembatan model 1 dengan nilai sisa Rp.866.921.706.028,59, nilai pembangunan Rp.1.100.038.825.447,22 dan nilai sisa model 3 sebesar Rp.1.649.977.529.597,29, nilai pembangunan Rp.1.751.809.550.178,90. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lantai jembatan model 2 lebih menghemat penggunaan biaya dibanding lantai jembatan model 1 dan 3.
Manajemen Kecepatan Lalu Lintas Pada Jalan Tak Terbagi Titi Kurniati; Putri, Elsa Eka; Wahyu Agus Setiawan
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i1.19547

Abstract

Lokasi kota Solok, Sumatera Barat sangat strategis, karena terletak pada persimpangan perlintasan antar propinsi dan antar jalan kabupaten/kota. Karenanya terjadi pertumbuhan pergerakan yang selalu meningkat. Jalan Ahmad Yani dan Bypass Kampai tabu Kerambia (Ktk) yang merupakan lokasi penelitian berdasarkan kondisi lingkungannya memerlukan manajemen pembatasan kecepatan kendaraan. Metodologi pengumpulan data volume dan kecepatan setempat kendaraan dengan perekaman video. Pengolahan data secara deskriptif statistik. Analisa distribusi kecepatan kendaraan untuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Bypass Ktk menunjukkan sepeda motor dan kendaraan ringan melaju dengan kecepatan 50-60 km/jam dimana hal ini melebihi batas kecepatan yang ditetapkan sebesar 50 km/jam. Dari analisa mean dan standar deviasi kecepatan kendaraan berkisar 43-60 km/jam untuk sepeda motor dan kendaraan ringan sedangkan kecepatan kendaraan berat 9-33 km/jam. Jalan Ahmad Yani dan Bypass Ktk memerlukan manajemen kecepatan lalu lintas berupa pembatasan kecepatan kendaraan yaitu rambu larangan batas kecepatan 50 km/jam. Diperlukan juga pemasangan kamera pemantau kecepatan untuk pemberian sanksi/denda.
Penilaian Konsekuensi Beban Lalu Lintas Terhadap Pengurangan Umur Rencana Jalan Ni Kadek Ari Gita Cahyani; Anak Agung Gede Sumanjaya; Putu Aryastana
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): Siklus : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i2.15461

Abstract

Jalan Ahmad Yani, Subagan merupakan jalan utama sebagai penghubung kegiatan lokal, wilayah, maupun nasional yang dapat meningkatkan perkembangan pembangunan infrastruktur dan perekonomian di Kabupaten Karangasem. Kendaraan-kendaraan berat sering melintasi jalan ini yang dimana rata-rata memiliki muatan melebihi kapasitas sehingga menyebabkan kerusakan jalan dan memperpendek umur jalan bahkan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan beban pada perkerasan jalan serta menganalisis tingkat sisa umur perkerasan. Analisis menggunakan data survei lalu lintas harian rata-rata dari ruas Jalan Ahmad Yani pada tahun 2023, data tahun 2019 sampai 2022 yang diperoleh dari Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Bali, serta data berat kendaraan. Metode AASHTO 1993 digunakan untuk menganalisis akumulasi Equivalent Single Axle Load (ESAL) selama 15 tahun sesuai dengan desain lalu lintas untuk perkerasan lentur. Berdasarkan hasil analisis nilai ESAL rencana pada akhir tahun sebesar 104.567.128,60 ESA sedangkan nilai ESAL overload pada akhir tahun sebesar 231.491.870,12 ESA. Faktor kerusakan jalan pada ruas Jalan Ahmad Yani dengan perbandingan nilai Vehicle Damage Factor (VDF) rencana dengan nilai VDF overload didapatkan kendaraan truk sedang dengan rasio terkecil 1,01% hingga truk berat dengan rasio terbesar 4,16%. Nilai sisa umur layan kontruksi ruas Jalan Ahmad Yani berdasarkan perencanaan nilai Remaining Life (RL) rencana berada diangka 88,83%, sedangkan sisa umur layan perkerasan berdasarkan RL overloading adalah 84,28% atau terjadi pengurangan umur layan sebesar 4,46%. Hal ini menyimpulkan bahwa muatan berlebih merupakan faktor penyebab terjadinya pengurangan sisa umur layanan perkerasan di Jalan Ahmad Yani.
Meta Analisis Hambatan Penerapan Bangunan Hijau pada Bangunan Residensial dalam Perspektif Konsumen dan Developer Koesalamwardi, Ario Bintang; Rostiyanti, Susy Fatena; Amaliny, Fitri
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): Siklus : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i2.16127

Abstract

Bangunan hijau (green building) merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang bersumber dari aktivitas konstruksi dan operasional bangunan karena pada dasarnya konsep bangunan hijau dimulai dari perancangan, pembangunan, hingga operasional dan perawatannya memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan penghuninya. Namun sampai saat ini pembangunan dengan konsep bangunan hijau masih sangat sedikit terutama untuk bangunan hunian. Konsumen enggan untuk menerapkan konsep bangunan hijau untuk hunian mereka, demikian pula dengan pihak pengembang, dimana keengganan untuk membuat dan memasarkan unit hunian dengan konsep bangunan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dari penerapan bangunan hijau untuk bangunan residensial dari perspektif konsumen dan developer menggunakan metode meta analisis dari penelitian terdahulu dalam 10 tahun ke belakang. Penelitian ini menemukan 5 faktor utama yang menghambat penerapan bangunan hijau untuk bangunan residensial dari perspektif konsumen, yaitu: biaya investasi yang lebih tinggi, tidak adanya insentif dari pemerintah, kurangnya pendidikan dan pengetahuan tentang bangunan hijau, kurangnya kontraktor yang ahli dan berpengalaman dalam bangunan hijau serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang bangunan ramah lingkungan. Dengan teridentifikasinya 5 faktor utama ini, penelitian selanjutnya dapat lebih dapat difokuskan untuk permasalahan utama tersebut.