cover
Contact Name
Affinal Islamovis
Contact Email
affinalislamovis9@gmail.com
Phone
+6282294217046
Journal Mail Official
affinalislamovis9@gmail.com
Editorial Address
MEKANIKA – Jurnal Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jalan Semolowaru No. 45, Surabaya 60118 Telepon: (031) 5931800 Negara: Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MEKANIKA - JURNAL TEKNIK MESIN
ISSN : 24603384     EISSN : 26863693     DOI : belum tersedia
MEKANIKA – Jurnal Teknik Mesin adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi hasil-hasil penelitian, studi eksperimen, kajian analitis, maupun pengembangan teknologi di bidang keteknikan, khususnya teknik mesin. Ruang lingkup jurnal meliputi termodinamika, perpindahan panas, sistem pendingin dan tata udara (HVAC), energi terbarukan, konversi energi, mekanika fluida, desain mesin, manufaktur, sistem kontrol mekanik, dan otomasi teknik.
Articles 139 Documents
ANALISA PENGARUH FRAKSI VOLUME DAN ORIENTASI SUSUNAN KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT KULIT PISANG TERHADAP UJI BENDING Oktafiandi, Rezki; Erlanggono, Denhandaru; Nurpriyanti, Indah
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i2.12596

Abstract

Serat kulit pisang merupakan bahan penguat alami dalam pengembangan komposit serat alam. Dalam penelitian mengenai serat kulit pisang sebagai penguat divariasikan dengan berbagai susunan serat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fraksi volume dan orientasi susunan serat kulit pisang bermatrik resin polyester terhadap kekuatan bending dan impact untuk mengetahui kekuatan maksimal komposit serat kulit pisang. Metode yang digunakan adalah eksperimen untuk membuat komposit serat kulit pisang. Komposit serat kulit pisang yang digunakan yaitu dengan variasi fraksi volume 10%, 15% dan 20%, serta susunan serat acak dan serat panjang. Selanjutnya dilakukan uji spesimen. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume 20% serat acak memiliki kekuatan bending maksimal sebesar 53.36 Mpa dan yang paling rendah adalah komposit dengan fraksi volume 10% memiliki kekuatan bending sebesar 44.67 Mpa. Sedangkan pada susunan serat panjang menunjukkan hasil penelitian bahwa komposit dengan fraksi volume 10% serat panjang memiliki kekuatan bending maksimal sebesar 74.48 Mpa dan yang paling rendah adalah komposit dengan fraksi volume 20% memiliki kekuatan bending sebesar 49.4Mpa. Untuk mekanisme kegagalan pada serat kulit pisang acak paling dominan yaitu void dan kegagalan pada serat kulit pisang panjang paling diminan yaitu fiber pullout. Kata Kunci : Komposit, Serat Kulit Pisang, Fraksi Volume
ANALISA PENGARUH VARIASI PENCELUP CAIRAN ELEKTRODA DAN ARUS LISTRIK TERHADAP SIFAT MEKANIS HASIL LAS Mufti, Moh; Ismail, Ismail; Achmad, Zainun; Marzuki, Ismail; Firmansyah, Reno Ajib
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i2.12598

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana perbedaan dalam pencelupan cairan elektroda dan arus listrik berdampak pada sifat mekanis hasil las. Sementara arus listrik merupakan faktor utama yang memengaruhi pembentukan sambungan las, pencelupan cairan elektroda merupakan komponen penting dalam proses pengelasan. Metode eksperimental dilakukan dengan menggunakan berbagai pilihan cairan elektroda dan berbagai arus listrik selama proses pengelasan. Hasil las diuji untuk sifat mekanis seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ketangguhan. Dengan menggunakan analisis statistik, kita dapat menemukan bagaimana variabel independen—cairan elektroda dan arus listrik—berkaitan dengan respons mekanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus listrik mempengaruhi ketangguhan material, sementara variasi cairan elektroda mempengaruhi kekuatan tarik dan kekerasan sambungan las. Memahami lebih baik bagaimana cairan elektroda berinteraksi dengan arus listrik dapat membantu meningkatkan kualitas hasil las. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknik pengelasan yang lebih efisien dan unggul dari segi mekanis; itu berfokus pada pemilihan cairan elektroda dan pengaturan arus listrik yang tepat untuk mencapai sifat mekanis yang diinginkan pada sambungan las. Penelitian ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan parameter pengelasan dalam industri manufaktur.
ANALISA PENGARUH VARIASI UKURAN DAN JUMLAH PITCH PROPELLER TERHADAP LAJU RC BOAT FUEL ENGINE MIANTO UNTAG SURABAYA Aziz, Moh. Nor Ali Aziz; Mastuki, Mastuki
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i2.12599

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi di bidang kelautan saat ini mengalami kemajuan yang cukup pesat, hal ini penting bagi beberapa aspek kehidupan sehari-hari. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi RI pernah mengadakan program kompetisi tahunan, yaitu Kapal Kecepatan Tinggi Tak Berawak Nasional (KKCTBN), yang merupakan kompetisi teknologi kelautan dan kemaritiman yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Banyak mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia mengikuti kompetisi tersebut. Kompetisi tersebut juga diikuti oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari Program Studi Teknik Mesin. Mereka merancang kapal RC Boat Fuel Engine yang diberi nama Tim “MIANTO UNTAG”. Dalam tugas akhir ini dilakukan uji eksperimen pada kapal KKCTBN MIANTO menggunakan mesin Zenoah G260PUM jenis fuel engine menggunakan variasi diameter dan jumlah pitch baling-baling kapal yang datanya diperoleh pada saat proses pengujian. Setelah melakukan pengujian eksperimen dengan variasi yang sudah ditentukan dan diperoleh data perhitungan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis dan ukuran propeller sangat mempengaruhi terhadap performa kapal dimana sistem propulsi kapal akan mempunyai pengaruh terhadap Engine Propeller Matcing suatu kapal. Dari beberapa variasi propeller yang digunakan, propeller dengan jenis FPP (Fixed Pitch Propeller) ø70 mm dengan jumlah pitch menghasilkan sistem gerak kapal paling cepat. Besar CC pada mesin yang diaplikasikan di RC Boat Fuel Engine juga berpengaruh pada hasil kecepatan jarak yang ditempuh. Pada RC Boat ini menggunakan Mesin Zenoah G260PUM 26 CC.
Analisis Pengaruh Variasi Dimensi Panjang Pipa Kapiler Terhadap Karakteristik dan Coefficient of Performance Pada Kulkas R134A Firdaus, Royyan; Supardi, Supardi; Utomo, Gatut Priyo
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i2.12655

Abstract

ABSTRAK Kinerja sistem pendingin pada kulkas sangat dipengaruhi oleh dimensi pipa kapiler, komponen penting yang mengatur aliran refrigeran dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Variasi dimensi pipa kapiler dapat memengaruhi koefisien performansi (Coefficient of Performance/COP) dan efisiensi energi, namun pengaruh spesifiknya belum sepenuhnya dipahami, terutama pada kulkas yang menggunakan refrigeran R134A. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai bagaimana variasi panjang pipa kapiler (50 cm, 100 cm, 150 cm) pada diameter (0,26 mm, 0,28 mm, 0,31 mm) memengaruhi karakteristik termodinamika, seperti suhu, tekanan, dan distribusi aliran refrigeran, serta untuk menentukan kombinasi dimensi optimal yang menghasilkan efisiensi terbaik. Metode penelitian meliputi kajian literatur, observasi lapangan, dan pengujian eksperimen dengan pengumpulan data suhu dan tekanan pada titik-titik kritis dalam siklus refrigerasi. Hasil menunjukkan bahwa dimensi pipa kapiler secara signifikan memengaruhi COP, kapasitas pendinginan, dan konsumsi energi. Performansi terbaik ada pada pipa kapiler panjang 50 cm dan diameter 0,28 mm dengan nilai COP 3,43. Diameter ini memberikan keseimbangan optimal antara laju aliran dan penurunan tekanan. Panjang pipa yang lebih pendek meminimalkan rugi tekanan dan menghasilkan kinerja sistem terbaik. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk desain sistem pendingin yang hemat energi dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan dimensi pipa kapiler pada aplikasi pendinginan lainnya. Kata kunci: dimensi, kapiler, pendingin, refrigeran, tekanan, temperatur
STUDI EXPERIMENTAL SKALA LABORATORIUM PERBANDINGAN DESAIN DIAMETER UJUNG NOZZLE LAMINAR TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON Mahardika, Shultoni; Widyastuti, Indri Ika; Rahayu, Putri Nur; Ardiana, Mirza
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i2.12898

Abstract

Energi terbarukan menjadi solusi krusial dalam memitigasi krisis energi dan perubahan iklim global. Salah satu sumber energi terbarukan yang potensial adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA), di mana turbin Pelton banyak diaplikasikan pada lokasi dengan head tinggi dan debit air rendah. Turbin Pelton mengonversi energi kinetik air menjadi energi mekanik melalui sistem sudu yang digerakkan oleh jet air dari nozzle. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi diameter nozzle terhadap kinerja turbin Pelton melalui pengujian eksperimental dengan diameter nozzle 4 mm, 6 mm, dan 8 mm. Parameter yang diukur meliputi kecepatan putaran, torsi, daya mekanik, daya generator, dan efisiensi generator. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan diameter nozzle menyebabkan penurunan kecepatan putaran sebesar 13,7% dan torsi sebesar 43,7%. Namun, efisiensi mekanis meningkat signifikan dari 35% menjadi 53%, hal ini terjadi akibat reduksi kehilangan energi turbulen dan distribusi aliran air yang lebih stabil pada nozzle besar. Di sisi lain, daya mekanik turun 51% dan daya generator turun 26,7%, menunjukkan trade-off antara daya output dan efisiensi. Optimasi desain nozzle harus mempertimbangkan prioritas antara daya maksimum atau efisiensi optimal. Peningkatan efisiensi tidak selalu sejalan dengan peningkatan daya listrik yang dihasilkan. Diameter nozzle dipilih berdasarkan kebutuhan spesifik aplikasi, seperti pembangkit skala kecil yang memerlukan respons cepat (diameter kecil) atau sistem berkelanjutan dengan efisiensi tinggi (diameter besar).
Perancangan Mesin Roll Bending Dengan Penggerak Motor Listrik Untuk Aplikasi Pipa Hollow Aziz, Moh. Nor Ali; Sampurna, Edwin Ramadhani; Santoso, Edi; Susanto, Dani; Utomo, Mohamad Diky Dwi
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i2.10426

Abstract

Dalam menghadapi perkembangan dan persaingan yang semakin pesat di industri, terutama di industri rumahan dan bengkel las, kebutuhan akan alat pendukung dalam proses produksi menjadi sangat penting. Proses pelipatan manual pipa hollow dalam pembuatan pagar memakan waktu dan energi yang signifikan, merugikan bisnis dari segi efisiensi dan keamanan operator. Dengan melihat tingkat kebutuhan industri rumahan dan tukang las yang tinggi, dirancang sebuah mesin roll bending bertenaga motor untuk mempercepat penekukan pipa hollow, mengoptimalkan waktu dan profitabilitas bengkel. Tujuan utama penelitian ini adalah menciptakan mesin yang tidak hanya mempermudah dan mempercepat proses kerja, tetapi juga memberikan hasil yang lebih baik. Pemilihan material yang tepat dan desain yang baik menjadi fokus dalam pembuatan mesin ini, dengan harapan agar dapat berfungsi secara maksimal. Pengoperasian mesin ini dirancang agar sangat mudah, memungkinkan pengguna dengan berbagai tingkat keahlian untuk menggunakan mesin ini dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin roll bending dengan tenaga motor ini berhasil memenuhi tujuan, meningkatkan efisiensi produksi, dan mengurangi biaya secara signifikan. Dengan demikian, implementasi mesin ini di industri rumahan diharapkan dapat memberikan dampak positif pada penghematan waktu, tenaga, dan biaya, mendukung pertumbuhan bisnis, dan meningkatkan keamanan operasional. Kata kunci: Bending, pelipatan manual, Mesi Roll, Motor Listrik, Pipa Hollow
Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Panjang Pipa Kapiler Terhadap Karakteristik Dan Performansi Mesin Pendingin AC Split R-22 Firdaus, Royyan; Samsuddin, Muhammad; Fatchurahman, Moch. Rifan; Sakti, Marcelino Chandra
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i2.10427

Abstract

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki beberapa dampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat. Hal ini membuat penggunaan mesin pendingin sangat penting di Indonesia, terutama di kawasan perkotaan padat penduduk. Sehingga peneliti akan merancang sebuah mesin pendingin AC split R-22 dan menganalisa pengaruh panjang pipa kapiler terhadap karakteristik dan performansi mesin pendingin bertujuan untuk memperoleh variasi terbaik. Metodologi yang digunakan meliputi pembuatan mesin pendingin, pengambilan data, dan analisa. Variasi yang digunakan adalah pipa kapiler dengan panjang 0,5 ; 1 ; 1,5 meter Hasil analisa didapatkan kesimpulan bahwa pada variasi menggunakan pipa kapiler dengan panjang 0,5 meter menghasilkan nilai laju aliran massa refrigeran yang lebih besar dari variasi lainnya, yaitu 0,018 kg/s, dan menghasilkan COPaktual lebih besar yaitu 6,1. Kata kunci : Coefficient Of Performance, Laju Aliran Massa, Mesin Pendingin, Pipa Kapiler.
Rancang Ulang Mesin Perajang Pisang Yang Digunakan Pada Industri Rumah Tangga Di Desa Setro Sulistyorini, Elisa; Nafi, Maula; Martini, Ninik; Susanto, Dani; Pangestu, Angga Arya
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i2.10428

Abstract

Pisang merupakan salah satu sumber pangan yang melimpah dan pengolahannya menjadi produk olahan seperti pisang goreng atau keripik pisang telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Mesin perajang pisang memegang peranan penting dalam proses produksi tersebut, terutama dalam konteks industri rumah tangga. Dalam proses rancang ulang, keamanan pangan, dan efisiensi energi menjadi fokus utama guna memastikan mesin dapat dioperasikan dengan mudah dan aman oleh pengguna di lingkungan rumah tangga. Rancang ulang mesin perajang pisang ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi produksi, kenyamanan pengguna. Inovasi ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan industri rumah tangga dan mendukung perekonomian masyarakat lokal. Mesin perajang pisang ini digunakan pada UMKM keripik pisang yang ada di Desa Setro, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Sebelum menggunakan mesin perajang pisang ini, UMKM tersebut masih menggunakan sistem manual yang masih tradisional sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam produksi keripik pisang. Dengan alat perajang pisang ini, UMKM berhasil menngkatkan kapasitas produksinya. Hasil dari penelitian ini adalah proses perajangan pisang dengan hasil irisan bulat dengan memanjang menggunakan empat mata pisau. Kapasitas efektif dari mesin perajang adalah 80 kg/jam. Mesin perajang pisang ini memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi karena memiliki empat mata pisau dalam proses perajangan pisang. Kata kunci: Mesin Perajang, Pisang, Industri Rumah Tangga
ANALISIS PENGARUH VARIASI KECEPATAN DAN ARUS PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL LAS Mufti, Mohammad; Ismail, Ismail; Wahid, Ichlas; Soenaryo, Soenaryo; Faridzil, Achmad; Nugraha, Bintang Tries Nanda
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i1.11674

Abstract

ABSTRAK Prosedur pengelasan memainkan peranan penting dalam sektor teknologi manufaktur, dan prosedur pendinginan selanjutnya digunakan pada material yang dihasilkan dari pengelasan baja ST-42, menggunakan oli SAE-10W-30 sebagai bahan pendingin. Prosedur ini, yang meliputi peleburan logam dan Perlakuan Termal selanjutnya dengan pendinginan yang dipercepat untuk mencapai proses pengerasan, dimaksudkan untuk memperoleh karakteristik material yang sesuai. Nilai tegangan tarik tertinggi diperoleh selama prosedur pendinginan, yang bervariasi tergantung pada laju dan arus pengelasan. Mesin las Gas Metal Arc Welding (GMAW) digunakan dengan fluktuasi arus sebesar 120 A, 130 A, dan 140 A. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh fluktuasi kecepatan pengelasan dan arus listrik terhadap karakteristik mekanik mesin las. pengelasan dan tentukan kombinasi kecepatan dan arus pengelasan yang paling menguntungkan di antara tiga opsi—55 mm/s, 52 mm/s, dan 49 mm/s untuk kecepatan pengelasan, dan 120 A, 130 A, dan 140 A untuk arus pengelasan —dalam hasil pengelasan GMAW. Pada pengujian pada plat induk baja karbon rendah yaitu “ST42” yang dilakukan dengan pengujian tegangan tarik maksimum dan uji kekerasan brinell. Tegangan tarik maksimum terbesar berada pada, Hasil Pengujian Tarik dengan variasi kecepatan 55mm/s, 52mm/s, dan 49mm/s dan variasi arus 120A, 130A, Dan 140A. Dan media pendingin OLI SAE 10W-30 kekuatan tarik maksimum terbesar berada di pengelasan, arus 140A dengan kode spesimen G2 dengan kekuatan tarik maksimum sebesar 43,58 kg/mm2. Dan tegangan tarik maksimum terendah yaitu berada pada kode spesimen A2 di arus 120 A sebesar 33,14 kg/mm2. Dan kecepatan pengelasan 52mm/s. pada media pendingin oli yang didapatkan yaitu semakin besar arus makan semakin tinggi tegangan tarik maksimumnya, sedangkan untuk pengujian kekerasan Brinell, Pengujian Kekerasan Brinell dengan pengambilan sampel titik pada daerah Weld Metal, HAZ, Base Metal. Dan nilai tertinggi kekerasan HBN berada pada arus 130 A dengan kode spesimen D, dan kecepatan Pengelasan 55mm/s sehingga nilai kekerasan yang di dapat sebesar 175,3 HBN Pada daerah weld metal , dan pada daerah HAZ nilai tertinggi berada pada arus 120A pada kode spesimen A dengan kecepatan pengelasan 55mm/s sebesar 164 HBN. Dan pada daerah base metal yang tertinggi yaitu pada arus 130 A pada kode spesimen E, dengan kecepatan pengelasan 52mm/s sebesar 159 HBN.
PENGARUH TEMPERATUR PENEKANAN PANAS DAN REDUKSI KETEBALAN TERHADAP STABILITAS DIMENSI KOMPOSIT ALUMINIUM - ABU DASAR BATU BARA SETELAH PERLAKUAN PANAS T6 Seputro, Harjo; Nafi, Maula; Mastuki, Mastuki; Marzuki, Ismail; Hardianto, Dedik Saputro
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i1.11676

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai kestabilan dimensi berbahan aluminium composite abu dasar batubara sangat penting dilakukan untuk mengetahui kelayakan suatu komponen. Tanpa kestabilan dimensi yang baik, maka sebuah komponen tidak akan mampu memenuhi standart mutu yang sudah ditetapkan. Adapun komponen dari bahan yang yang digunakan adalah Aluminium 6061, serbuk aluminium murni, Cairan HNO3, Magnesium, Serbuk Al2O3 ,dan serbuk abu dasar batubara (Buttom Ash yang kemudian dielectroless plating). selanjutnya bahan di cor dengan metode stir casting, stelah itu melewati proses homogenizing dan hot pressing dengan temperatur yang mana setiap temperatur akan dikombinasikan dengan 3 variasi reduksi 5 %, 10%, 15%. Setelah pelat jadi, pelat akan dipotong dengan proses pemesinan untuk membuat spesimen uji. Setelah itu spesimen uji akan melewati proses pengujian ukuran dengan metode Coordinat Measuring Machine (CMM) dan dilanjutkan dengan proses pemanasan T6, setelah proses perlakuan panas T6, spesimen uji akan kembali diuji kestabilan dimensinya dengan metode CMM, untuk mengetahui kestabilan dimensi setelah spesimen uji mendapat perlakuan panas T6. Kestabilan dimensi dapat diamati dari perubahan titik-titik yang diamati, sebuah titik koordinat bisa dikatakan stabil apabila tidak terjadi pergeseran lokasi pada titik tersebut Kata kunci: komposite, reduksi, temperatur, kestabilan dimensi, perlakuan panas T6, metode CMM, hot pressing